JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 PERENCANAAN DINDING PENAHAN BADAN JALAN TIPE GRAVITASI STUDI KASUS : PENINGKATAN JALAN HARUKU-OMA RUAS JALAN ABORU-HARUKU Densya Yusuf, 2Vector R R Hutubessy, 3Musper David Soumokil 1,2,. Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Ambon dey@gmail. , vectorreinhard@gmail. , musper230378@gmail. ABSTRACK The condition of the road in Haruku Village experienced a landslide on the road to Oma Village which was 15 meters long and the landslide depth was 5 meters. The retaining wall on the road body is a construction structure built to stabilize the pressure on the road body and certain soil conditions. In general, retaining walls are used in natural slope areas and artificial slope areas as well as areas that are prone to landslides. The aim of this planning is to obtain the distribution of lateral pressure that works and the stability of the road body retaining walls that are safe against shear forces, overturning forces and collapse in the bearing capacity of the road body in Haruku Village. Haruku Island District. Central Maluku Regency. The methods used are the Rankine method regarding active earth pressure and passive earth pressure on road retaining walls and the Terzaghi method regarding soil bearing capacity. The results of the calculation of the lateral pressure distribution acting on the retaining walls of the Haruku Village road are the active earth pressure distribution value, namely the flat active soil coefficient value for flat soil (K. , namely 0. 33, the active soil pressure value for non-cohesive soil (P. , namely 81. 72 kN and the value The passive earth pressure coefficient for flat soil (K. The passive earth pressure coefficient for noncohesive soil (P. 36 kN. From the results of the safety factor calculation, the value of wall stability against shear is 2. 80>1. 5 (Saf. , the wall stability value against overturning is 2. 70>1. 5 (Saf. and the safety factor against collapse of the bearing capacity is 15. 67> 3 (Saf. ABSTRAK Kondisi jalan pada Desa Haruku mengalami kelongsoran pada ruas jalan menuju Desa Oma sepanjang 15 meter dan kedalaman longsor 5 meter Dinding penahan . etaining wal. pada badan jalan merupakan suatu struktur konstruksi yang dibangun untuk menstabilkan tekanan pada badan jalan maupun kondisi tanah tertentu. Pada umumnya dinding penahan digunakan diarea lereng alam maupun area lereng buatan serta daerah-daerah yang rawan akan terjadinya longsor. Tujuan dari perencanaan ini yaitu untuk mendapatkan distribusi tekanan lateral yang bekerja dan stabilitas dinding penahan badan jalan yang aman terhadap gaya geser, gaya guling dan keruntuhan kapasitas dukung badan jalan Desa Haruku. Kecamatan Pulau Haruku. Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang di pakai yaitu metode Rankine tentang tekanan tanah aktif dan tekanan tanah pasif pada dinding penahan badan jalan serta metode Terzaghi mengenai daya dukung tanah. Hasil perhitungan distribusi tekanan lateral yang bekerja pada dinding penahan badan jalan Desa Haruku yaitu nilai distribusi tekanan tanah aktif yakni nilai koefisien tanah aktif datar untuk tanah datar (K. 33 nilai tekanan tanah aktif untuk tanah non kohesif (P. 72 kN dan nilai koefisien tekanan tanah pasif untuk tanah datar (K. yaitu 3 Nilai tekanan tanah pasif untuk tanah non kohesif (P. 36 kN. Dari hasil perhitungan faktor keamanan yang didapat nilai stabilitas dinding terhadap geser yaitu 2. 80 > 1. 5 (Ama. , nilai stabilitas dinding terhadap guling yaitu 2. 70 > 1. 5 (Ama. dan faktor aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung yaitu 67 > 3 (Ama. Kata kunci: Longsor. Dinding Penahan. Keamanan PENDAHULUAN Dinding penahan atau retaining wall pada badan jalan merupakan suatu konstruksi yang dibangun untuk menstabilkan tekanan pada badan jalan maupun kondisi tanah tertentu. Pada umumnya dinding penahan penahan digunakan di area lereng alam maupun area lereng buatan serta daerah yang rawan terjadinya Ruas jalan Desa Haruku adalah salah satu ruas jalan di Kecamatan Pulau Haruku. Kabupaten Maluku Tengah. Provinsi Maluku. Kondisi ruas jalan bagian kiri pada Desa Haruku menuju Desa Oma mengalami kelongsoran sepanjang 15 meter dan tinggi lereng yang e-ISSN: 2964-5158 mengalami longsor yaitu 5 meter. Terjadinya longsor pada ruas jalan dipicu oleh air hujan yang menyebabkan lereng menjadi tidak stabil akibat adanya gerakan tanah yang menyerap air akan masuk dan berkumpul pada dasar lereng sehingga dapat mengakibatkan sebuat gaya lateral dan kondisi jalan pada lahan yang miring dan tidak rata juga akan berpotensi menyebabkan kelongsoran, terlebih bila kemiringan lahan sangat curam. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya penanggulangan untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya dengan cara membuat dinding penahan badan jalan. Sistem dinding penahan badan jalan tipe gravitasi . ravity wal. , hal Halaman 43 JOURNAL AGREGATE tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi kecuraman sudut lereng sehingga meminimalisir terjadinya longsor. Dinding penahan badan jalan merupakan komponen struktur bangunan penting utama untuk jalan raya dan bangunan lingkungan lain nya yang berhubungan dengan tanah berkontur atau tanah yang memiliki elevasi berbeda. Dinding penahan tanah atau juga biasa disebut tembok penahan tanah adalah suatu konstruksi yang dibangun untuk menahan tanah atau mencegah keruntuhan tanah yang curam atau lereng yang dibangun di tempat yang kemantapannya tidak dapat dijamin oleh lereng itu sendiri, serta untuk mendapatkan bidang yang tegak (Setiawan, 2. Tujuan dari perencanaan ini yaitu untuk mendapatkan distribusi tekanan lateral yang bekerja dan stabilitas dinding penahan badan jalan yang aman terhadap gaya geser, gaya guling dan keruntuhan kapasitas dukung badan jalan Desa Haruku. Kecamatan Pulau Haruku. Kabupaten Maluku Tengah. TINJAUAN PUSTAKA 1 Penelitian Terdahulu Pada penelitian ini penulis mencantumkan tiga hasil penelitian yang memiliki relevansi serta keterkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan sebagai berikut: Sriyanti Ramadhani, 2010 Dengan judul penelitian: Perencanaan Dinding Penahan Tanah Tipe Gravitasi pada lokasi Bukit Teluk Palu Permai. Penelitian ini dinyatakan stabil terhadap gaya geser, gaya guling dan daya dukung serta Hasil yang diperoleh dari dimensi dinding penahan tipe gravitasi: lebar atas . = 0. meter, tinggi tembok = 4. 5 meter, lebar dasar fondasi (B) = 2. 363 meter dan tebal dasar fondasi . = 0. Dari Dimensi yang telah direncanakan, dinding penahan tanah tipe gravitasi ini dinyatakan aman terhadap stabilitas penggulingan Fgl , stabilitas penggeseran Fgs dan stabilitas terhadap daya dukung. Riska Rahma . Dengan Judul Penelitian : Perencanaan Dinding Penahan Tanah Tipe Gravitasi (Studi Kasus : Sdn Lio. Kecamatan Cireungha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kstabilan lereng yang dilakukan untuk menentukan faktor aman dari bidang longsor potensial dengan menggunakan metode fellenius. Dari analisis yang dilakukan SDN Lio didapat nilai faktor keamanan stabilitas lereng dengan pengaruh muka air tanah yaitu 70 dan nilai faktor keamanan stabilitas lereng tanpa pengaruh muka air tanah yaitu 0. 93 yang menunjukkan bahwa keadaan lereng tersebut tidak aman. Faktor keamanan stabilitas dinding penahan tanah terhadap geser, guling, dan kapasitas daya dukung masing Ae masing nilainya 4. 78, 3. 91 dan 7. Agus Dermawan . Dengan judul penelitian: Analisi Stabilitas Dinding Penahan Tanah (Studi Kasus: Desa Mekarjaya. Kecamatan Ciomas. Kabupaten Bogo. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi e-ISSN: 2964-5158 VOL. NO. MARET 2024 dinding penahan tanah terhadap stabilitas gaya guling, gaya geser dan daya dukung tanah dan merencanakan desain dinding penahan tanah yang aman. Metode yang digunakan adalah metode Rankine, metode Schmertmann dan Nottinghan. Hasil analisi yang menunjukan stabilitas terhadap guling (Fgl ) = 1. , stabilitas terhadap gaya geser (Fgs ) = 2. > 1. dan stabilitas terhadap daya dukung diperoleh q toe = 31. 39 kN/m2 < Qall = 2501. kN/m2 . umtuk tegangan q hell = 1. 43 kN/m2 > 0 . ebih dari 0, dinyatakan ama. Dimensi dinding penahan tanah yang direncanakan yakni tinggi (T) = 3 meter, lebar atas . = 0. 4 meter, lebar bawah . = 3. 5 meter dan lebar kaki tumit (D) = 0. 8 meter. 2 Dinding Penahan Tanah Dinding penahan tanah merupakan suatu konstruksi yang dibangun untuk menahan tanah atau mencegah keruntuhan tanah yang curam atau lereng yang dibangun ditempat, kemantapannya tidak dapat dijamin oleh lereng tanah itu sendiri, serta untuk mendapatkan bidang yang tegak sehingga merupakan salah satu konsep perkuatan tanah yang banyak digunakan dalam pekerjaan rekayasa sipil Bangunan dinding penahan tanah digunakan untuk menahan tekanan tanah lateral yang ditimbulkan oleh tanah urug atau tanah asli yang labil (Hardiyatmo, 2. 3 Jenis Dinding Penahan Tanah Berdasarkan cara untuk mencapai stabilitasnya, maka dinding penahan tanah dapat digolongkan dalam beberapa jenis sebagai berikut: 1 Dinding Penahan Tanah Tipe Gravitasi . ravity wal. Dinding ini dibuat dari beton tidak bertulang atau pasangan batu, terkadang pada dinding jenis ini dipasang tulangan pada permukaan dinding untuk mencegah retakan permukaan akibat perubahan Gambar 1. Dinding penahan tanah tipe gravitasi ravity wal. Sumber: Hardiyanmo, 2020 Halaman 44 JOURNAL AGREGATE 2 Dinding Penahan Tanah Tipe Kantilever . antilever retaining wal. Dinding penahan tipe ini terdiri dari kombinasi beton bertulang yang berbentuk T. Stabilitas konstruksinya diperoleh dari berat sendiri dinding penahan dan berat tanah di atas tumit tapak . Adapun tiga bagian struktur yang memiliki fungsi sebagai tipe kantilever yaitu bagian dinding vertical . , tumit tapak dan ujung kaki tapak . Biasanya ketinggian dinding ini tidak lebih dari 6-7 VOL. NO. MARET 2024 dinding penahan buttress yaitu penaganannya yang lebuh sulit dari pada jenis lainnya dan pemadatannya dengan cara rolling pada tanah di bagian belakang yaitu jauh lebih sulit. Gambar 4. Dinding penahan tanah tipe buttress Sumber: Hardiyatmo, 2020 4 Tekanan Tanah Lateral Tekanan tanah lateral adalah parameter utama dalam perencanaan dinding penahan tanah, oleh karena itu diperlukan perkiraan tentang tanah lateral secara kuantitatif pada konstruksinya baik untuk analisis perencanaan maupun analisis kestabilan dinding penahan tersebut (Hardiyatmo, 2. Gambar 2. Dinding penahan tanah tipe kantilever . antilever retainin. Sumber: Hardiyatmo, 2020 1/3H 3 Dinding Penahan Tanah Tipe Counterfort Dinding penahan ini terdiri dari dinding beton bertulang tipis yang bagian dalam dinding pada jarak tertentu yang didukung oleh pelat atau dinding vertical yang disebut counterfort . inding pengua. Ruang di atas pelat diisi oleh tanah urug. Gambar 3. Dinding penahan tanah tipe counterfort Sumber: Hardiyatmo, 2020 4 Dinding Penahan Tanah Tipe Buttress Dinding penahan buttress hamper mirip dengan dinding penahan counterfort, hanya saja berbeda pada bagian perletakkannya yang pada depan dinding. Dalan hal ini, struktur counterfort memiliki fungsi memikul tegangan tekan. Bagian tumit pada dinding buttress lebih pendek dari pada bagian kaki. Stabilitas konstruksi diperoleh dari berat sendiri dinding penahan dan berat tanah di atas tumit tapak. Kelemahan dari e-ISSN: 2964-5158 1/2H 1/3 Df Gambar 5. Tekanan Lateral Tanah Sumber : Hardiyatmo, 2020 Agar dapat merencanakan konstruksi dinding penahan tanah dengan benar, maka kita perlu mengetahui gaya horizontal yang bekerja antara konstruksi penahan tanah dan massa tanah yang Tekanan lateral tanah dapat dibagi menjadi 3 kategori, yaitu: Jika dinding tidak bergerak K menjadi koefisien tekanan tanah diam . a0 ) Jika dinding bergerak menekan ke arah tanah hingga runtuh, koefisien K mencapai nilai maksimum yang dinamakan tekanan tanah pasif . aycE ) Jika dinding menjauhi tanah, hingga terjadi keruntuhan, nilai K mencapai minimum yang dinamakan tekanan tanah aktif . ayca ). 1 Tekanan Tanah dalam Keadaan Diam Tekanan vertikal menimbulkan perubahan bentuk kearah lateral oleh pengaruh rasio paisson. Tanah di sekitarnya menahan perubahan kearah laterai ini dengan mengembangkan tekanan tanah lateral sebesar Eh . Setelah waktu yang lama, konsolidasi dan Halaman 45 JOURNAL AGREGATE arah vertikal dan lateral menjadi nol. Pada keadaan ini telah terjadi kedudukan teganganteganagn yang telah stabil, dengan Ev dan Eh menjadi tegangan-tegangan efektif utamanya. Karena tidak ada perubahan letak . , maka tidak ada tegangan geser yang terjadi pada bagian vertikal dan horizontal di sembarang titik pada lapisan tanah. Kondisi kesembarangan di tempat yang dihasilkan dari kedudukan tegangan-tegangan dengan tanpa terjadinya tegangan geser didefinisikan sebagai tegangan K 0 (Hardiyatmo, 2. Gambar 6. Tekanan tanah dalam keadaan diam Sumber: Hardiyatmo, 2020 VOL. NO. MARET 2024 yuaEa = tekanan tanah horizontal pada keadaan diam . N/m2 ), yuaycO = tekanan tanah vertical saat diam . N/m2 ). Ko= koefisien tekanan tanah saat diam, = berat volume tanah . N/m3 ). H = tinggi dinding penaham . Z = kedalaman dinding penahan . 2 Tekanan Tanah Aktif Tekanan tanah aktif adalah tekanan yang terjadi pada dinding penahan yang mengalami keluluhan atau bergerak ke arah luar dari tanah di belakangnya, sehingga menyebabkan tanah akan bergerak longsor ke bawah dan menekan dinding penahannya. Kondisi tekanan tanah aktif adalah kondisi dinding yang bergerak menjauhi bagian tanah timbunan atau timbul apabila dinding penahan tanah bagian atas bergerak relatif ke depan terhadap dasarnya. Hal ini menyebabkan adanya momen yang terjadi atau bekerja pada dinding tersebut sedangkan nilai banding tekanan horizontal dan tekanan vertical terjadi didefinisikan sebagai koefisien tekanan tanah aktif (K. (Hardiyatmo, 2. K 0 = Eh a. AA . Nilai gaya total per satuan lebar dinding Po = luas dari diagram tekanan tanah. Diagram tekanan tanah dalam keadaan diam yang bekerja pada dinding setinggi H digambar sebagai berikut: Gambar 8. Distribusi Tekanan Tanah Aktif Pada Dinding Penahan Tanah Sumber: Hardiyatmo, 2020 Nilai tekanan lateral untuk tanah aktif dihitung dengan menggunakan metode Rankine yang dibagi menjadi nilai tekanan tanah tanah aktif untuk tanah datar dan nilai tekanan tanah aktif untuk tanah miring. 1OesinI Ka = 1 sinI = tg 2 . A Oe 2 )a. AA. Gambar 7. Distribusi Tekanan Tanah Dalam Keadaan Diam Sumber: Hardiyatmo, 2020 Dengan Persamaan: P0 = 2 Ko y y H 2 AA. A . Pada posisi ini tekanan tanah pada dinding penahan tanah berupa tekanan tanah saat diam dan tekanan tanah lateral horizontal pada dinding penahan tanah, sehingga pada kedalaman tertentu . dinyatakan pada persamaan berikut: Eh = K O y EV = K O y y za. AA. Keterangan: e-ISSN: 2964-5158 Keterangan : I = sudut geser dalam (A). Ka = tekanan tanah aktif Menghitung tekanan tanah aktif untuk tanah non Nilai Pa untuk tanah non kohesif dinyatakan dalam persamaan berikut: Pa = 2 . H 2 . Ka . Menghitung tekanan tanah aktif untuk tanah kohesif Nilai Pa untuk tanah kohesif dinyatakan dalam persamaan berikut: Pa = 2 . H 2 . Ka Oe 2cOoKa . Momen pada tekanan tanah aktif Ma = Pa y H/3 . Keterangan : Halaman 46 JOURNAL AGREGATE Pa = tekanan tanah aktif . N/. , = berat isi tanah . N/m. H = tinggi dinding . , c = kohesi . N/m. Kc = koefisien tanah aktif. Ma = momen tanah aktif . VOL. NO. MARET 2024 Pa = tekanan aktif akibat beban merata, = berat volume tanah . N/m3 ), q = beban merata . N/m3 ). H = tinggi dinding penahan tanah . Ka = koefisien tekanan tanah aktif. n Tekanan tanah akibat beban merata Pada biasanya tanah urugan di belakang dinding penahan tanah dipengaruhi oleh beban merata atau beban yang terbagi merata. 3 Tekanan Tanah Pasif Tekanan tanah pasif adalah tekanan tanah yang terjadi saat gaya mendorong dinding penahan tanah kearah tanah urungan, sedangakan nilai banding tekan horizontal dan vertikal yang terjadi didefinisikan sebagai koefisien tekanan tanah pasif atau kp. Gambar 9. Tekanan Tanah Aktif Akibat Bebam Merata Sumber: Hardiyatmo, 2020 Gambar 11. Tekanan Tanah Pasif Sumber: Hardiyatmo, 2020 Berdasarkan asumsi beban merata q sebagai beban tanah setebal hs dengan berat volume () = tertentu, maka tinggi lapisan tanah hs = q/. Besar tekanan tanah lateral pada kedalaman hs dari tinggi tanah asumsi atau pada permukaan tanah urug yang besar (Hadiyatmo, 2. Pa = ha y y Ka = q y Ka a. Maka akibat adanya beban merata ini, bertambahnya tekanan tanah aktif total pada dinding penahan tanah setinggi H. Untuk nilai tekanan tanah pasif untuk tanah lateral dihitung dengan cara yang sama pada tekanan tanah aktif menggunakan teori Rankine yang dibagi menjadi nilai tekanan tanah pasif untuk tanah datar dan nilai tekanan pasif untuk tanah miring. Prosedur perhitungannya digunakan metode Rankine Seperti rumus di bawah ini. Nilai Kp untuk tanah datar dinyatakan dalam persamaan sebagai berikut: 1Oeycycnycu yuc yuc Kp= 1 ycycnycuyuc = ycycaycu2 . A Oe 2 ) a. A . Keterangan : I = Sudut geser tanah (A). Kp = Koefisien tanah pasif. Perhitungan tekanan tanah pasif dihitung menggunakan persamaan dibawah ini: Menghitung tekanan tanah pasif untuk tanah non Nilai Pp untuk tanah non kohesif dinyatakan dalam persamaan berikut ini: ycEycy = 2 y yH2 y Kpa. Gambar 10. Tekanan Tanah Aktif Total Sumber: Hardiyatmo, 2020 Dapat dinyatakan oleh persamaan ycEyca = yc y yayca y ya a. AA. Momen tanah aktif akibat adanya beban merata ycAyca = ycEyca y H/2a. Keterangan: Ma = momen tanah aktif . , e-ISSN: 2964-5158 Menghitung tekanan tanah pasif untuk tanah Nilai Pp untuk kohesif dinyatakan dalam persamaan berikut ini: ycEycy = 2c Ooyaycy y H AA. Momen tanah pasif akibat tekanan dari tanah yaitu: ycAycy = ycEycy y H/3 a. Halaman 47 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Momen tanah pasif akibat adanya kohesif yaitu: ycAycy = ycEycy y H/2 A. Keterangan : Mp = momen tanah pasif . Pp = tekanan tanah pasif . N/. Kp = koefisien tekanan tanah pasif, yu = berat volume tanah . N/m3 ). H = tinggi dinding . , c = kohesi tanah . N/m2 ). OI = sudut geser internal tanah (A). N). OcycEycaEa OcycEycayc 2 Stabilitas Terhadap Gaya Geser Gaya-gaya yang menggeser dinding penahan tanah akan ditahan oleh sebagai berikut. Gesekan antara tanah dengan dasar fondasi. Tekanan tanah pasif bila di depan dinding penahan terdapat tanah timbunan. Untuk contoh keadaan geser yang kemungkinan terjadi dapat dilihat di gambar dibawah ini : Stabilitas Dinding Penahan Tanah Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan terjadinya keruntuhan pada dinding penahan tanah, antara lain oleh faktor penggulingan, penggeseran dan keruntuhan pada daya dukung tanah. Maka dari itu, dalam merencanakan dinding penahan tanah langkah pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan ukuran dari dinding penahan untuk menjamin stabilitas dinding penahan tanah aman. Untuk mengetahui stabilitas dinding penahan tanah tipe gravity wall, perlu dilakukan pengecekan terhadap dinding gravity 1 Stabilitas Terhadap Gaya Guling Tekanan tanah lateral yang diakibatkan oleh tanah urug di belakang dinding penahan, cenderung menggulingkan dinding dengan pusat rotasi pada ujung kaki depan pelat fondasi. Momen penggulingan ini, dilawan oleh momen akibat berat sendiri dinding penahan dan momen akibat berat tanah di atas pelat Untuk contoh keadaan gaya guling yang kemungkinan terjadi dapat dilihat di gambar dibawah = berat tanah berat sendiri dinding penahan = lebar kaki dinding penahan . , = jumlah gaya horizontal . N), = jumlah gaya vertikal . N). Faktor aman terhadap gaya guling (Fg. bergantung pada jenis tanah (Hardiyatmo, 2. sebagai berikut: Fgl Ou 1,5 untuk tanah dasar granuler A Fgl Ou 2 untuk tanah dasar kohesif Gambar 13. Stabilitas Terhadap Daya Geser Sumber: Hardiyatmo, 2020 Nilai kestabilan struktur terhadap kemungkinan bergeser dihitung dengan persamaan berikut: OcycI FS yciyceycyceyc = OcycE Ea Ou 1,5 a. A . ycaEa Untuk tanah granular . = . OcycIEa = ycO. ya = ycO. tan h dengan b O AA. Untuk tan kohesif ( = . OcycIEa = yayca . yaA a. AA. Untuk tanah yca = ( > ycaycc0 dan yca = 0 OcycIEa = yayca . yaA ycO. tan b a. Gambar 12. Stabilitas Terhadap Gaya Guling Sumber: Hardiyatmo, 2020 Faktor aman akibat gaya guling (Fg. , didefinisikan pada persamaan OcycAyc ycO. yca1 FS yciycycoycnycuyci = OcycAyciycycoycnycuyci = OcycE . Ea OcycE . yaA a. ycaEa ycayc Keterangan : OcMw = jumlah momen melawan guling . OcycAyciyco = jumlah momen menahan guling . , e-ISSN: 2964-5158 Keterangan : OcycIEa = tahanan dinding penahan tanah terhadap = berat total dinding penahan dan tanah di atas pelat fondasi . N), ib = sudut gesek antara tanah dan dasar fondasi, biasanya di ambil 1/3 Ae 2/3 yuc, ycayca = ad x c = adhesi antara tanah dan dasar dinding . N/m. , = kohesi tanah dasar . N/m. Halaman 48 JOURNAL AGREGATE OcPh = faktor adhesi, = lebar fondasi . , = jumlah gaya-gaya horisontal . N), = tan b = koefisien gesek antara tanah dasar dan dasar fondasi = sudut gesek internal tanah (A). Faktor aman terhadap gaya geser (Fg. bergantung pada jenis tanah (Hardiyatmo 2. sebagai berikut: Fgs Ou 1,5 untuk tanah dasar granuler A Fgs Ou 2 untuk tanah dasar kohesif 3 Stabilitas Terhadap Daya Dukung Beberapa persamaan kapasitas dukung tanah telah digunakan untuk menghitung stabilitas dinding penahan tanah, seperti persamaan kapasitas dukung Terzaghi . dalam Hardiyatmo . Untuk contoh keadaan keruntuhan daya dukung tanah yang kemungkinan terjadi dapat dilihat di Gambar dibawah VOL. NO. MARET 2024 Tekanan struktur pada tanah dasar fondasi dapat dihitung seperti persamaan dengan V= beban vertikal total dan BAo = B Ae 2e Bila distribusi tekanan kontak antara tanah dasar fondasi dianggap linier. ycO yaA yc = ya . yaAyc. ycaycnycoyca yce O 6 A. Berikut dibawah ini adalah nilai-nilai faktor kapasitas dukung Terzaghi . (Hardiyatmo, 2. pada tabel 1. Tabel 1. Faktor Kapasitas Dukung Terzaghi Keruntuhan Geser Umum ycAyc ycAyu ycAyca 50 347,6 415,1 1153,2 Sumber: Hardiyatmo, 2020 Keruntuhan Geser Lokal ycAyca A ycAyc A ycAyu A 11,8 3,9 14,8 5,6 19,0 8,3 23,7 11,7 9,0 25,2 12,6 10,1 34,9 20,5 18,8 81,3 65,6 87,1 Faktor aman (SF) terhadap keruntuhan kapasitas dukung didefinisikan sebagai: ycycycoyc F = ycA a. Gambar 14. Stabilitas Terhadap Daya Dukung Tanah Sumber: Hardiyatmo, 2020 Kapasitas daya dukung tanah adalah kapasitas dukung ultimit . untuk fondasi memanjang dinyatakan pada persamaan ycyc = yca ycAyca yayce yu ycAyc 0,5 yaA yu ycAyu a. Keterangan : = kohesi tanah . N/m. , yayce = kedalaman fondasi . , yu = berat volume tanah . N/m. , = lebar fondasi dinding penahan tanah . Nc. Nq, dan ycAyu = faktor-faktor kapasitas dukung Terzaghi (Tabel . Faktor aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung didefinisikan pada persamaan berikut: yc ycIya = yc Ou 3A. AA. yc Dengan q adalah tekanan akibat beban struktur. Umumnya factor aman (SF) terhadap keruntuhan tanah dasar minimum diambil sama dengan 3. e-ISSN: 2964-5158 Keterangan: ycycycoyc = nilai daya dukung ultimit tanah . N/m2 ), ycA = tekanan efektif . N/. METODOLOGI 1 Jenis Data Dalam Penelitian ini, jenis data yang digunakan yaitu Data primer adalah data yang diperoleh dari hasil pengamatan yang dilakukan dengan cara melakukan observasi situasi eksisting dilapangan, dokumentasi dan mengambil sampel parameter tanah pada lokasi tersebut dan data sekunder adalah data yang penulis dapat dari pihak yang bersangkutan seperti as build/shop drawing dan spesifikasi teknis. 2 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: Field Research Penelitian lapangan atau field research adalah penelitian yang objeknya mengenai gejala-gejala atau peristiwa-peristiwa-peristiwa yang terjadi pada kelompok masyarakat sehingga penelitian ini juga bisa disebut penelitian kasus atau studi Halaman 49 JOURNAL AGREGATE ase stud. dengan pendekatan deskriptif Library Research Penelitian pustaka atau library research adala penelitian yang objeknya dicari dengan berbagai informasi pustaka seperti buku, jurnal ilmiah, majalah, korandan dokumen. 3 Sumber Data Data primer Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari subjek penelitian, dalam hal ini peneliti memperoleh data atau informasi langsung dari hasil pengamatan di lapangan. Data sekunder Data sekunder adalah data yang telah tersedia dalam bentuk. Biasanya sumber data ini lebih banyak sebagai data statistik atau data yang sudah diolah sedemikian rupa sehingga siap digunakan dalam statistik biasanya tersedia pada kantorkantor pemerintah, biro jasa data, perusahaan swasta atau badan lain yang berhubungan dengan penggunakan data. 4 Analisa Data Analisa data dalam penelitian ini adalah dengan menunggunakan teori dan juga rumus-rumus empiris menurut Rankine tentang tekanan tanah aktif dan tekanan tanah pasif pada dinding penahan badan jalan serta metode Terzaghi mengenai daya dukung tanah. VOL. NO. MARET 2024 4 HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Hasil Pengumpulan Data 1 Parameter tanah Parameter tanah ini bersumber dari hasil pengujian peneliti Hendrik Dahoklory. Sampel tanah yang telah diuji diambil dari lokasi Desa Haruku. Kecamatan Pulau Haruku. Kabupaten Maluku Tengah. Dari penelitian yang dilakukan data tanah yang didapat sebagai berikut: Jenis tanah = pasir berlempung Berat volume tanah kering . cc ) = 17. 1616 kN/yco3 Berat volume tanah basah . ca ) = 19. 6133 kN/yco3 Berat jenis (G. = 2. Sudut geser dalam () = 30A = 37. = 22. = 19. Kohesi tanah . = 6 kN/m2 (Asumsi sampel tanah pada belakang dinding penahan tanah = sampel tanah bawah dasar fondas. Berat volume pasangan batu . caycaycyc ) = 22 kN/yco3 (SNI-8460:2. Berat jalan kelas iC . = 12 kN/m2 (SNI-8460:2. 2 Dimensi Dinding Penahan Badan Jalan 5 Bagan Alir Pelitian Gambar 16. Dinding Penahan Tanah Sumber : Hardiyatmo, 2020 Dinding penahan badan jalan tipe gravitasi ini direncanakan menggunakan pasangan batu kali yang panjang dindingnya adalah 15 meter, tinjauan per 1 meter memanjang. Distribusi Tekanan Lateral 1 Perhitungan Koefisien Tekanan Tanah Aktif Dan Pasif Perhitungan koefisien tekanan tanah aktif yuc Ka = ycyciA . Oe ) Gambar 15. Bagan Alir Penelitian (Penulis, 2. e-ISSN: 2964-5158 = ycyciA . Oe ) = 0. Halaman 50 JOURNAL AGREGATE Perhitungan koefisien tekanan tanah pasif yuc Kp = ycyciA . 2 ) = ycyciA . VOL. NO. MARET 2024 Perhitungan Berat Sendiri Dinding Penahan Tanah )=3 2 Perhitungan Tekanan Tanah Aktif Dan Pasif 1/3 DF Gambar 18. Tekanan Tanah Aktif (Penulis, 2. Perhitungan tekanan tanah aktif Pyca 1 = 2 y yuyca y ya 2 y yayca y 1 m = 0. 5 y 19. 613 kN/yco3 y . 2 y 0. 33 y 1 m = 81. 72 kN Pyca 2 = q jalan y Ka y H y 1 m = 12 kN/m2 y 0. 33 y 5 m y 1 m = 20 kN PycaEa = Pyca 1 Pyca 2 = 81. 72 kN 20 kN = 101. 72 kN Momen aktif Myciyco 1 = Pyca 1 y 3 y ya = 81. 72 Kn y 0. 33 y 5 m = 136. 20 kNm Myciyco 2 = Pyca 2 y 2 y ya = 20 ycoycA y 0. 5 y 5 yco = 50 kNm Total momen aktif Myciyco = Myciyco 1 Myciyco 2 = 136. 20 kNm 50 kNm = 186. 20 kNm Perhitungan tekanan tanah pasif ycEycE = 2 y yuyca y yayce 2 y Kp y 1 m = 0. 5 y 19. 613 kN/yco3 y . 2 yc. 2 y 3 y 1 m = 42. 36 kN Mp = ycEycE y 3 y yayce = 42. 36 kN y 0. 33 y 1. 2 yco = 16. 95 kNm Total gaya-gaya horizontal PEa = ycEyca Oe ycEycE = 101. 72 kN Oe 42. 36 kN = 59. 36 Kn e-ISSN: 2964-5158 Gambar 19. Berat Sendiri Konstruksi Dinding Penahan Tanah (Penulis, 2. W1 = ya y Ea1 y yuycaycaycyc y 1 m = 0. 4 yco y 4. 2 yco y 22ycoycA/yco3 y 1 yco = 36. 96 kN W2 = 2 y yca y Ea1 y yuycaycaycyc y1 m = 0. 5 y 1. 2 yco y 4. 2 yco y 22 kN/yco3 y1m = 55. 44 kN W3 = yaA y Ea2 y yuycaycaycyc y 1 m = 3. 2 yco y 0. 8 yco y 22 kN/yco3 y 1 yco = 56. 32 kN W4 = . a y Ea1 y yuyc. y D) y 1 m = . 8 yco y 4. 2 yco y 19. 6133 kN/yco3 ) . kN/ m2 y 0. 8 yc. y 1 m = 75. 50 kN Perhitungan jarak atau lengan X1 = 2 y ya yca ya y 1yco = 0. 5 y 0. 4 yco 1. 2 yco 0. 8 yco y 1 m = 2. 20 yco2 X2 = y yca ya y 1yco = 0. 67 y 1. 2 yco 0. 8 yco y 1 m = 1. 60 yco2 X3 = 2 y yaA y 1 m = 0. 5 y 3. 2 yco y 1 m = 1. 60 yco2 X4 = 2 y ya ya yca ya y 1yco = 0. 5 y 0. 8 yco 0. 4 m 1. 2 m 0. 8 m y 1 m = 2. 80 yco2 Xq = 2 y ya ya yca ya y 1yco = 0. 5 y 0. 8 yco 0. 4 m 1. 2 m 0. 8 m y 1 m = 2. 80 yco2 Halaman 51 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Tabel 2. Rekapitulasi Gaya Dan Momen Dinding Penahan Badan Jalan Gaya vertikal . : 36. : 55. : 56. : 75. q jalan : yoW=yoV : 236. (Penulis, 2. Jarak ke 0 atau lengan . yoMW Momen . Dari tabel rekapitulasi gaya dan momen dinding penahan badan jalan ini didapat nilai jumlah berat tanah berat sendiri dinding penahan yaitu 236. 22 kN serta jumlah momen melawan guling yaitu 505. 10 kNm. Tabel 3. Rekapitulasi Tekanan Tanah Aktif Dan Momen Dinding Penahan Badan Jalan Tekanan tanah . N) Pyca 1 : Pyca 2 : yoPyca : 101. (Penulis, 2. Lengan . Momen . Mgl : 186. Dari tabel rekapitulasi tekanan tanah aktif dan momen dinding penahan badan jalan ini didapat jumlah tekanan tanah aktif akibat beban merata yaitu 101. 72 serta jumlah momen menahan guling yaitu 186. 20 kNm. Stabilitas Dinding Penahan Badan Jalan 1 Stabilitas Terhadap gaya geser Fgs Ou 1. 5 untuk tanah dasar non kohesif. Dianggap dasar dinding sangat kasar, sehingga sudut geser yuyca = yuE dan adhesi ycaycc = c ycIEa = ycaycc y yaA W y tg yuyca = 6 ycoycA/yco2 y 5 yco 236. 22 kNm y tg 30 A = 166. 38 kN/m Fgs ycI = yuycEEa = Ea 38 kN/m 36 kN = 2. 80 > 1. 2 Stabilitas terhadang gaya guling Fgl Ou 1. 5 untuk tanah dasar kohesif yuycA 10 kNm Fgl = yc= = 2. 70 > 1. ycAyciyco 20 kNm Stabilitas terhadap daya dukung = cy ycAyca yayce y yuyca y ycAyc 0. 5y yaA y yuyca y ycAyu = 6 kN y 37. 2 m y 19. 996 kN/m3 y 22. 5 y 3. 2 m y19. 996 kN/m3 y 19. = 1370. 97 kN/yco2 ycuyce yuycO 10 kNmOe 186. 20 kNm 22 kNm e-ISSN: 2964-5158 2 yco Faktor aman terhadap keruntuhan kapasitas yc 97 ycoycA/yco2 ycycoyc = ycA = 87. 49 ycoycA/yco2 = 15. 67 > 3 Hasil perhitungan stabilitas dinding penahan badan jalan tipe gravitasi dengan dimensi H = 5 meter dan B = 3. 2 meter yang ditinjau ke 1 meter memanjang menunjukkan nilai kestabilan yang aman terhadap gaya geser, gaya guling dan daya dukung tanah . PENUTUP 1 Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan pada bab ini , dapat disimpulkan mengenai dinding penahan bada jalan pada Desa Haruku. Kecamatan Pulau Haruku. Kabupaten Maluku Tengah sebagai berikut: Berdasarkan hasil perhitungan distribusi tekanan lateral yang bekerja pada dinding penahan badan jalan Desa Haruku yaitu Nilai distribusi tekanan tanah aktif Nilai koefisien tanah aktif untuk tanah datar Nilai tekanan tanah aktif untuk tanah non kohesif yaitu 81. 72 kN Nilai distribusi tekanan tanah pasif Nilai koefisien tekanan tanah pasif untuk tanah datar yaitu 3 Nilai tekanan tanah pasif untuk tanah non kohesif yaitu 42. 36 kN Berdasarkan hasil perhitungan faktor aman yang didapat sebagai berikut: Nilai stabilitas dinding terhadap geser yaitu 80 > 1. 5 (Ama. Nilai stabilitas dinding terhadap guling yaitu 70 > 1. 5 (Ama. Faktor aman terhadap keruntuhan kapasitas dukung yaitu 15. 67 > 3 (Ama. ycycycoyc yuycAyc Oe ycAyciyco yaA = 2 Oe ycuyce = 2 Oe1. 35 yco = 0. 25 m < A/6 = 5/6 = 0. Lebar efektif : BAo= BAe2e = 3. 2 m Ae 2. = 2. AAo = BAo y 1 m = 2. 70 m2 ycO 22 ycoycA qAo = yaA = 2. 70 yco2 = 87. 49 kN/m2 Saran Berdasararkan hasil penelitian mengenai anailis dinding penahan badan jalan Desa Haruku. Kecamatan Pulau Haruku. Kabupaten Maluku. Dalam merencanakan dinding penahan badan jalan harus mengetahui kondisi tanah di lokasi penelitian agar dapat menentukan jenis dinding penahan badan jalan dan merencanakan dimensi dinding penahan badan jalan . Data-data yang yang akan digunakan untuk merencanakan dinding penahan badan jalan harus lengkap dan akurat agar memperoleh hasil yang = 1. Halaman 52 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 Diharapkan hasil penelitian tugas akhir ini dapat menjadi masukan yang bermanfaat dan berguna dalam pengambilan keputusan untuk perencanaan dinding penahan badan jalan . DAFTAR PUSTAKA