Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. Dimensi Tasawuf dalam Musik Religi Bimbo, 1974-1980: Sebuah Kajian Sejarah Yuda Adipradana PT. Asuransi Astra Buana Jakarta. Indonesia yudhabswc@gmail. Imas Emalia Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesia emalia@uinjkt. Abstract This article discusses Islamic da'wa delivered through music with its song lyrics. The purpose of this study is to uncover Islamic da'wa in Bimbo songs. Bimbo's type of music is categorized as seasonal music which is only popular at certain times, especially the month of Ramadan. The research used a historical approach to uncover the development of Bimbo songs, and a semantic approach is also used to analyze the meaning and Sufism message contained in their song lyrics. Based on data analysis conducted, it is known that in Indonesia. Bimbo was a music group established in Bandung in 1974 that pioneered religious music and songs. Bimbo started its career through pop music with love, politic, environment, and humor themes. For six years, the Bimbo music group has sung more than 50 songs adopted from Taufiq Ismail 's Islamic poetry some of which were about Sufism. The theme of Sufism in Bimbo songs illustrates the deep inspiration of the singer and creator so that it becomes separate preaching that is easily accepted by the It can be concluded that Bimbo, the religious music group was famous for its musical character and Islamic poetry which contains the Sufiems values. Keywords: sufism. Bimbo. religious music. Doi: 10. 15408/bat. | 189 Yuda Adipradana. Imas Emalia. Dimensi Tasawuf dalam Musik Religi Bimbo A Abstrak Artikel ini membahas tentang tema tasawuf sebagai dakwah Islam yang disampaikan melalui seni musik dalam syair-syair lagu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dakwah Islam dalam lagu-lagu Bimbo. Jenis musik Bimbo dikategorikan sebagai musik musiman yang hanya populer pada saat-saat tertentu, khususnya bulan Romadhan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sejarah untuk mengungkap perkembangan lagu-lagu Bimbo. Pendekatan semantik juga digunakan untuk menganalisis makna dan pesan tasawwuf dalam lagu Bimbo. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diketahui bahwa di Indonesia, musik religi Islam dipelopori oleh kelompok musik Bimbo asal Bandung pada 1974. Bimbo mengawali kariernya melalui musik pop yang bertemakan cinta, politik, lingkungan, dan humor atau jenaka. Selama enam tahun kelompok musik Bimbo telah menyanyikan lagu dengan syair islami karya Taufiq Ismail sekitar lebih dari 50-an lagu, bahkan ada yang bertemakan tasawuf. Tema tasawuf dalam lagu-lagu Bimbo menggambarkan penjiwaan yang dalam pada penyanyi dan penciptanya sehingga menjadi dakwah tersendiri yang mudah diterima di kalangan masyarakat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kelompok musik religi Bimbo terkenal dengan karakter musik dan syair islami yang mengandung nilai-nilai tasawuf. Kata Kunci: tasawuf. musik religi. Bimbo, sejarah AEIEAA A OA. AOIC N E EO uEEIO EO OI COIN II EE AI EIOOCO AO IAOA EIOA (Bimb. A IO OIOA. (Bimb. AE II NN E EA EO uEEIO AO IO OIOA A O EOCA. A A AO N IIAUAIOOCO IC O O EO AO OC IOI ACA UA IU uEO EOE EOI EO I uNA. AEII AO N E NO EOC EOO O eOA A EIOOCOABimbo AII EIOA I EIOOCO EOIO uEEIO AO uIOIOO EI AO IIOA (Musik Po. A ION EINIO II EE IOOCO EOABimbo A A. 1974 AII IOI AO IA A I IIO OIO EIOOCOAUA EO I IOA. A OEAENAUA OEOAUA OEOAUA EA:AIOIA A O I NIE EIO EIOOAUA IOA50 AIO E uEEIO OEA OAOC uIOE E IIA A uEENI EIOC EEIIO OEI OABimbo A O OO EIOO EAOAO AO IOA. AEAOAOA (Bimb. A I E I IIO IOAUA eA. AOA IIAAE OI COEN NOE AO EIIA AEIOOCO EOIO N N EIOOCO OE uEEIO EO o EO ECOI EAOAOA AOOEO O EIOOCO AO uIOIOO OA A EO uEEIOu EAOAOu IOOCO OIO EOIOu EOA:AeI EOOA Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. PENDAHULUAN Menurut Mack, m usi k berdampak besar bagi kehidupan manusia. Musik tidak hanya berperan sebagai hiburan melainkan menyambuang suara masyarakat tentang kesadaran dirinya, lingkungan, sosial, politik, budaya, bahkan agama (Mack, 2007, p. Di Indonesia, musik religi Islam berkembang pesat pada bulan-bulan suci Ramadhan. Maulid, dan Syawal. Bulan-bulan ini dipandang umat Islam sebagai bulan yang mempengaruhi tingkat keimanan seseorang. Maka musik yang beredar di masyarakat pun banyak bernafaskan Islam. Di ketiga bulan tersebut kumandang musik di berbagai tempat berubah menjadi agamis khususnya bertemakan pertaubatan kepada Allah, cinta dan rindu kepada Rasulullah, ibadah sholat, puasa, dan kesyahduan suasa Idul Fitri. Musik islami telah mengubah dan memengaruhi kepribadian seseorang, paling tidak di ketiga bulan tersebut musik islami memberi dampak positif bagi penyanyi dan pendengarnya. Dalam pandangan al-Bagdadi bahwa cara seorang hamba memuji Tuhannya adalah dengan cara berdzikir. Bedzikir sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah. Berdzikir membuat manusia benar-benar merasa dekat dengan Allah. Kualitas berdzikir sering kali banyak dirasakan saat pelakunya mengosongkan diri dari kehingaran dunia dan sekelilingnya. Hal ini identik dengan makna tasawuf dalam Islam. Namun tindakan berdzikir bisa juga dilakukan melalui seni di mana syair lagunya memiliki tema dzikir dan musiknya tidak merusak dari makna syair yang dilagukan. Maka mendengarkan lagu religi Islam dapat memengaruhi kedekatan jiwa seseorang kepada Allah (Bagdadi, 2004. Penjelasan dzikir oleh Shihab dimaknai sebagai cara manusia mengikatkan dirinya dengan dengan Allah. Berdzikir merupakan bentuk penyerahan dan kepasrahan antara seorang hamba kepada Allah atau bergantung kepada Tuhan Yang Maha Ash-Shomad . (Shihab, 2006, p. Dalam konteks penelitian ini, kelompok musik Bimbo mengemas dzikir, doa, dan dakwahmenjadi lagu . eni musi. dengan asumsi agar dzikir, doa, dan dakwah dapat dilakukan setiap saat dengan frekuensi yang tinggi dalam kehidupan manusia. Artinya, baik dzikir, doa, dan dakwah menjadi sebuah aktifitas sehari-hari yang menyenangkan. Sebelumnya, kelompok musik Bimbo tidak berpikiran sejauh itu dalam mengisi ruang Bimbo berasumsi bahwa berdakwah dapat dilakukan secara menyenangkan melalui musik. Berdakwah melalui musik akan dapat dilakukan tanpa kendala teknis karena keanggotaannya berangkat dari keluarga sendiri yang akan mudah untuk Pada awalnya anggota kelompok musik Bimbo terdiri dari tiga orang yang kemudian disebut Trio Bimbo yaitu Samsudin Hardjakusumah atau Sam, yaitu kakak tertua dari anggota lainnya. Kedua. Darmawan Hardjakusumah atau Acil. Ketiga. Jaka Purnama Hardja kusumah atau Jaka. Masyarakat mengenal kelompok musik Bimbo hanya dengan sebutan Bimbo. Nama Bimbo merupakan pemberian dari Hamid Gruno, yaitu salah seorang produser Televisi Republik Indonesia (TVRI) pada tahun 1967 saat tampil perdana di media massa. Menurutnya Bimbo berarti AobagusAo. Sejak itu nama Bimbo mulai melekat di masyarakat. Pada awalnya. Bimbo beraliran pop Latin. Bimbo banyak menyanyikan lagu-lagu populer yang berkembang di Indonesia masa itu. Lagu-lagu Bimbo juga memiliki kecenderungan pop Latin, seperti lagu yang berjudul Manis dan Sayang gubahan Tony Koeswoyo. Setelah tampil di TVRI. Bimbo semakin terkenal dan menerima pesanan tampil bernyanyi di berbagai tempat, di antaranya pada 1970. Bimbo tampil di Ming Court Hoteldi Orchard. Singapura. Di Singapura. Bimbo melakukan rekaman di perusahaan Polydor yang kemudian menghasilkan lagu Melati Jayagiri dan Flamboyan | 191 Yuda Adipradana. Imas Emalia. Dimensi Tasawuf dalam Musik Religi Bimbo A atau Angin November (Sumarsono, 1989, p. Pada tahun ini. Bimbo menambah personil dengan masuknya Parlina Hardjakusumah atau Iin yang sekaligus bungsu di keluarga ini. Keterlibatan Iin semakin menguatkan Bimbo yang menyanyikan lagu-lagu bertemakan kehidupan sehari-hari dan jenaka seperti Abang Becak. Kumis. Tangan, dan Mata (S. Hardjakusumah, personal communication. October 24, 2. Perjalanan ibadah berhaji telah memberikan perubahan bagi Bimbo. Personil Bimbo menjadi sosok yang lebih agamis. Lagu yang berjudul Tuhan digubahnya sebagai lagu pertama bertema islami dan berhasil menarik perhatian para pecinta musik di Indonesia. Dua tahun setelah lagu Tuhan itu terkenal, pada 1972. Taufiq Ismail mengirimkan beberapa puisi untuk dinyanyikan Bimbo. Keterlibatan Taufiq Ismail menjadi buah perantara pertemuan-pertemuan berikutnya antara Bimbo dengan para sastrawan di Indonesia. Relasi ini diperkuat dengan diselenggarakannya acara Pertemuan Sastrawan Indonesia oleh Ramadhan K. di Taman Ismail Marzuki (TIM) (Teater Kecil Taman Ismail Marzuki, 2. Bagi Bimbo, sosok Taufiq Ismail adalah inspirator dalam perkembangan karirnya. Beberapa lirik lagu dalam bentuk puisi karya Taufiq Ismail dinyanyikan oleh Bimbo dan membuat keduanya semakin terkenal di berbagai negara. Karya-karya Taufiq Ismail yang dinyanyikan Bimbo tidak kurang dari 50 judul lagu. Lagu-lagu tersebut diciptakan sejak tahun 1972 sampai tahun 1984. Syair-syair Taufiq Ismail yang dijadikan lagu oleh Bimbo di tahun 1970an terdapat sekitar 41 lagu. Adapun di tahun 1980an terdapat sekitar 16 lagu. Semua lagu-lagu tersebut sarat dengan muatan dakwah mulai tasawuf, aqidah, dan ibadah. Sejumlah karya Taufiq Ismail tersebut menjadikan identitas Bimbo sebagai kelompok musik religi yang sarat dengan dakwah Islam. Tahun 1970-1980an merupakan masa keemasan Bimbo sebagai kelompok musik religi bersama Taufiq Ismail sebagai Lagu-lagu tersebut ditulis hingga tahun 1980an, selebihnya masih banyak lagi lagu-lagu Bimbodari Taufiq Ismail yang ditulis dan dinyanyikan di tahun 1990an Masyarakat memandang bahwa lagu-lagu Bimbo merupakan lagu-lagu sepanjang zaman sekalipun mulai akhir 1990an Bimbo tidak lagi melakukan rekaman. Kelompok musik lainnya seperti Gigi sebagai kelompok musik rock melakukan reproduksi lagu-lagu Bimbo terutama di bulan Ramadhan. Lagu-lagu Bimbo merupakan lagu dakwah yang memiliki khas musik tersendiri dan banyak diminati semua lapisan masyarakat (Guli, 2010, p. Literatur baik berupa buku atau lainnya yang bertemakan musik religi masih sangat sedikit ditemukan. Khususnya tentang kelompok musik Bimbo hanya ada dua buku yaitu karya Tatang Sumarsono dan Taufiq Ismail. Buku karya Tatang Sumarsono yaitu Sajadah Panjang Bimbo: 30 Tahun Perjalanan Kelompok Musik Religi. Buku tersebut menggambarkan bahwa sebuah dakwah bisa dilakukan dalam berbagai bentuk karya. Dakwah ternyata dapat dikemas melalui musik yang menimbulkan kelenturan sifat dakwah itu sendiri sehingga mudah diterima di masyarakat. Selanjutnya adalah buku karya Taufiq Ismail yaitu Mengakar ke Bumi Menggapai ke Langit. Buku ini banyak menjelaskan proses kerjasama Bimbo dengan Taufiq Ismail mulai dari pertemuannya untuk menyampaikan puisi-puisi yang kemudian dilagukan. Buku tersebut menggambarkan bahwa dakwah Islam dapat dikemas dengan musik dan menampilkan karakter sesuai dengan temanya sehingga tujuan dakwah dapat diterima oleh semua lapisan masyarakat. Karya Taufiq Ismail yang dilagukan Bimbo bayak yang memuat tema tasawuf. Buku ini menjadi sumber rujukan utama dalam penelitian ini untuk menjelaskan berbagai lagu dengan temanya masing-masing, khususnya tema Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. Selain itu juga buku Kekuatan Musik Religi: Mengurai Cinta Merefleksi Iman Menuju Kebaikan Unversal karya Indriya R. Dani dan Indri Guli. Buku ini menyoal perkembangan musik religi beserta tujuan dan manfaatnya. Terakhir adalah buku Seni dalam Pandangan Islam (Vocal. Musik. Tar. karya Abdurrahaman Al Bagdadi. Buku ini menjadi bagian penting dalam menjelaskan pandangan Islam terhadap musik. Hal di atas menjadi daya tarik tersendiri dalam kajian ini terutama mulai awal rintisan dakwah Bimbo melalui lagu-lagunya yaitu di tahun 1974 hingga masa keemasannya di tahun 1980an. Namun penelitian ini hanya memfokuskan pada lagu-lagu yang bertema Oleh karena itu penting diungkap perkembangan musik religi Bimbo dan muatan tema tasawuf dalam lagu-lagu Bimbo. METODE Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif-naratif berdasarkan data-data yang didapat melalui heuristik yang kemudian diverifikasi dan diinterpretasi dengan pendekatan sejarah dan semantik. Pendekatan sejarah digunakan untuk mengungkap perkembangan musik Bimbo dari tahun 1974-1980. Pendekatan semantik digunakan untuk menganalisis lirik lagu Bimbo dari segi bahasa yang mengandung makna Tasawuf. Kajian ini juga menggunakan studi literatur yang didapat dari situs-situs ilmiah, dan literatur yang didapatkan dari berbagai perpustakaan. Konten lagu-lagu Bimbo dianalisis melalui kaset-kaset yang diorbitkan tahun 90-an. Untuk memverifikasi album-album tersebut, dilakukan penelitian yang dimuat dalam berbagai majalah, surat kabar, maupun koran, diantaranya adalah Pikiran RaAojat tahun Salah satu sumber primer dalam tulisan ini adalah salah satu personil Bimbo, yakni Sam Bimbo yang berlokasi di Bandung. Jawa Barat melalui wawancara. Sedangkan sumber sekunder kajian ini adalah informasi tentang lagu-lagu Bimbo dari Taufiq Ismail. TEMUAN DAN PEMBAHASAN Sekilas Tentang Bimbo Sebetulnya nama Bimbo adalah nama yang tidak asing bagi masyarakat pecinta musik di Indonesia. Bmbo adalah nama grup musik yang diperankan oleh satu keluarga kakak beradik dari pasangan Dajat Hardjakusumah dan Uken Kenran. Ayah Bimbo yaitu Dajat Hardjakusumah adalah seorang wartawan surat kabar Tjahaja pimpinan Otto Iskandardinata yang pada 1945 surat kabar ini berganti nama menjadi Soeara Merdeka (Sumarsono, 1989, p. Awal mula kelompok musik ini bernama The Alulas yang didirikan oleh Samdan Acil sejak mereka usia remaja, sekitar awal tahun 1950an. The Alulas memiliki karakter musik pop dan menyanyikan lagu-lagu populer Indonesia dan Barat, terutama dari para musisi Amerika Serikat. Awal karir The Alulas sejak meraih juara festival musik seJawa Barat dan menerima tawaran rekaman dari berbagai produser musik, di antaranya dari Bambu Record. The Alulas mampu bertahan dalam beberapa tahun, namun pihak pemerintah tidak menyukai penamaan grup musik ini karena alasan tidak menggunakan bahasa Indonesia. Pemerintah berlandaskan peraturan pemerintah tentang perlindungan kebudayaan Nasional dari pengaruh asing yang dikeluarkan pada 17 Agustus 1959. Alasan inilah yang kemudian membuat nama The Alulas diganti menjadi Aneka Nada pada tahun 1960 (Mulyadi, 2009, p. Nama ini berjalan hingga awal tahun 1970 dan bertambah personilnya yaitu Guntur Sukarnoputra . dari yang semula hanya Sam. Acil. Iman. Idradi. Yessy Wenas. Memet, dan Alfons. Mereka semua terdiri atas | 193 Yuda Adipradana. Imas Emalia. Dimensi Tasawuf dalam Musik Religi Bimbo A mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung. Sejak berganti nama, grup musik Aneka Nada diterima tampil di TVRI (S. Hardjakusumah, personal communication. October 24, 2. Namun demikian, pada tahun 1965-1967 aktivitas kelompok musik ini berkurang. Selain disebabkan perpolitik di Indonesia genting oleh adanya gerakan komunis, juga karena Sam dan Acil memilih fokus untuk menyelesaikan perkuliahannya. Pengaruh perpolitikan ini juga kental pada personil Aneka Nada. Guntur aktif di organisasi GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesi. , sementara Imanaktif di HMI (Himpunan Mahasiswa Isla. Sam bergabung dengan KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesi. Karena kesibukan mereka masing-masing hingga kemudian Aneka Nada bubar (AuBermusik dengan putra Bung Karno,Ay n. Menjelang akhir tahun 1966. Sarwo Edi menawarkan pentas musik di Cilacap dan Kudus kepada Sam. Tujuannya untuk menghibur masyarakat terdampak G-30-S/PKI Sebagaimana ungkapan Sam, bahwa:AuKami bertugas menggairahkan kembali kotakota yang ada akibat pemberontakan PKI dengan pentas-pentas musikAy (Hidayat et al. Setelah pementasan tersebut dilakukan, pada 1967. Sam,Acil, dan Jaka tampil di TVRI. Saat itulah Hamid Gruno, salah seorang produser di TVRI, memberikan nama Bimbo untuk ketiga personil musisi ini. Menurutnya nama Bimbo bermakna bagus. Saat itu pula musisi ini lebih dikenal dengan Trio Bimbo yang banyak menyanyikan lagu-lagu Latin (Sumarsono, 1989, p. Trio Bimbo kemudian dikontrak tiga bulan untuk bernyanyi di Ming Court Hoteiol di Orchard. Singapura dan perusahaan rekaman Polydor. Singapura. Rekaman di Kinetex Studio itu melibatkan seniman jazz Maryono pada flute dan saksofon, serta Mulyono pada Trio Bimbo lebih menyukai nama grup ini tanpa menyertakan kata trio sebagai rasa menghargai pada kelompok musik yang sudah ada sebelumnya yaitu Trio Sitompul. Maka pada tahun 1971, ketika Iin bergabung, grup ini mempopulerkan diri dengan nama Bimbo. Perkembangan Musik Religi Bimbo, 1974-1980 Bimbo menyanyikan lagu-lagu karyanya sendiri, tidak seperti grup musik lainnya di masa itu yang hanya menyanyikan lagu dari karya orang lain. Dalam mencipta lagu banyak dilakukan oleh Sam dan Jaka. Sementara dalam aransemennya dikerjakan secara bersamaan oleh seluruh personil Bimbo. Namun dalam perkembangannya, kemudian Titik Puspa turut menyumbangkan syairnya untuk dilagukan Bimbo. Hasil karya perdananya yang dialbumkan atau sering disebut debut album, beredar di masyarakat dan diminati di pasar musik hingga masuk ke dapur rekaman RRI (Radio Republik Indonesi. Awal 1970 siaran-siaran hiburan radio banyak mengumandangkan lagu-lagu Bimbo. Dari siaran RRI tersebut masyarakat di Indonesia mengenal dan menyenangi musik Bimbo (Mulyadi, 2009, p. Dalam acara tangga lagu di RRI, urutan 1 sampai 3 diduduki oleh lagu-lagu Bimbo, terutama judul lagu AoMelati JayagiriAo dan AoFlamboyanAo atau AoAngin NovemberAo (Mulyadi, 2009, p. Pada 10 Desember 1972. Taman Ismail Marzuki (TIM) menyelenggarakan Pertemuan Sastrawan Indonesia. Pada acara tersebut, grup musik Bimbo diundang dalam pertemuan tersebut dan dilibatkan dalam pertemuan-pertemuan para sastrawan berikutnya untuk membahas kelanjutan menggubah puisi menjadi lagu yang akan dipentaskan pada setiap acara Pertemuan Sastrawan Indonesia setiap tahun. Pentas pertama Bimbo dalam pertemuan tersebut menyanyikan lagu Dengan Puisi. Aku. Pentas ini menjadi nilai istimewa tersendiri bagi penciptanya, yaitu Taufiq Ismail, dan dirinya Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. kagum terhadap Bimbo seperti halnya Sam yang sangat kagum terhadap karya-karya Taufiq Ismail. Pertemuan antara Bimbo dan Taufiq Ismail menjadikan Bimbo semakin dikenal di kalangan para sastrawan. Kurang lebih 70 lirik lagu karya Taufiq Ismail bertemakan Islam. Sekalipun proses pembuatan lagu terhalangi oleh jarak antara Bandung dan Jakarta, namun tidak menghalangi keduanya untuk terus berkarya. Komunikasi yang dilakukan oleh Bimbo dan Taufiq Islamil adalah dengan cara mengirimkan rekaman aransemen musik dalam sebuah kaset kepada Taufiq Ismail. Rekaman tersebut disertai sebuah kertas yang berisi garis-garis kosong untuk diisikan lirik lagu oleh Taufiq Ismail. Melalui proses itulah keduanya intens dalam produksi lagu. Bahkan Bimbo terkadang menyerahkan pembuatan lagu dengan tema khusus kepada Taufiq Ismail. Tema khusus yang dimintanya seperti tentang kekagumannya terhadap alam semesta ciptaan Allah, kehidupan sosial, dan beridah. Permintaan Bimbo tersebut memperkuat ekspresi keimanan Taufiq Ismail dalam syair-syairnya. Tak jarang di setiap lagunya menyelipkan nilai-nilai tasawuf yang kental. Terkadang jika kesulitan mencari tema, komunikasi aatara Bimbo dan Taufiq Ismail dilakukan melalui telepon. Tentang ide Padang Arafah sama halnya dengan ide Jabal Rahmah yang terinspirasi dari ayat Al-Quran. Lagu Jabal Rahmah ini merupakan ide dari Sam yang terinspirasi dari surat al-Maidah . Berikut syair lagunya: Ada padang pasir Arafah Terbentang amat luasnya Ada gunung kecil bernama Jabal Rahmah Berdiri dengan kukuhnya Ada tugas berat selesai Dua puluh tiga tahun Terdengar dalam amanatnya Di Jabal Rahmah Lelaki agung itu Shalawat dan salam kita Baginya Dia sampaikan firman dari Tuhan AuHari ini telah Kusempurnakan agamamu Dan telah Kucukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Kurelakan Islam jadi agamamuAy Alangkah mulia tugasnya Rahmat bagi alam semesta Alangkah besar syukur kita Shalawat dan salam baginya (Ismail, n. , p. Lagu tersebut menggambarkan tentang Jabal Rahmah dan menjelaskan tugas kenabian Muhammad saw. untuk menyampaikan risah Allah tentang kesempurnaan Islam dalam hal haram dan halal sebagaimana yang termaktub dalam ayat Al-Quran surat Al-Maidah ayat 3. Lirik-lirik lagu dari Taufiq Ismail membuat Bimbo konsisten pada musik religi Islam dan tercipta dari ide-ide yang spontan. Era 1970an, grup musik yang menyanyikan lagu religi masih tergolong jarang. Grup musik Bimbo bisa dibilang grup musik religi baru saat itu. Mulai saat itu Bimbo pun menyadari bahwa melalui musiknya dapat ber dakwah kepada masyarakat. Pertemuan Bimbo dengan Taufiq Ismail membuahkan hasil yaitu dengan menggubah puisipuisi Taufiq Ismail. Puisi yang berjudul AoTuhanAo menjadi sebuah lagu yang kemudian populer di tahun 1974. Lagu ini seringkali menjadi lagu wajib dalam perlombaanperlombaan acara keagamaan di masyarakat. Setelah itu lagu-lagu bertema islami terus dibuat dan diterima di masyarakat. Selama setahun ini Bimbo berhasil | 195 Yuda Adipradana. Imas Emalia. Dimensi Tasawuf dalam Musik Religi Bimbo A menerbitkan album religi yang mewarnai dunia permusikan Indonesia. Dunia musik mengenalnya sebagai musik pop religi. Lagu religi dari Bimbo kemudian mampu menyesuaikan dengan perkembangan musik pop lainnya yang diadopsi dari Barat. (S. Hardjakusumah, personal communication. October 24, 2. Dalam Republika online disebutkan bahwa Bimbo termasuk grup muslik yang revolusioner karena memiliki keberanian untuk berbeda dengan musik religi yang sudah baku yang selalu identik dengan qasidah (AuRevolusi musik religi Indonesia,Ay 2. Tahun-tahun berikutnya kemudian banyak musisi yang mengikuti jejak Bimbo dalam mempopulerkan musik religi, namun hanya populer di bulan Ramadhan. Akhirnya musik religi tetap disandang oleh grup Bimbo. Bimbo konsisten dengan lagu religi yang menjadi tumpuannya (Sumarsono, 1989, p. Pada 1976. Taufiq Ismail membuat lirik lagu yang terispirasi dari sisi kehidupan Rasulullah SAW yang menganalogikan matahari ibarat di tangan kanannya dan rembulan ibarat di tangan kirinya ketika kaum Quraisy menawarkan harta dan kedudukan kepadanya. Kisah tersebut menjadikan inspirasi dalam penciptaan lagu yang berjudul Matahari dan Rembulan. Lagu religi karya Taufiq Ismail tersebut semakin membuat perubahan misi Bimbo dalam bernyanyi, yaitu bernyanyi untuk berdakwah. Semangat spiritual ini pun saling memberi pengaruh di antara keduanya. Taufiq Ismail kemudian melanjutkan mengirim karya-karya bernafaskan Islam seperti dengan tema tasawuf, pendidikan, cinta Rasul, dan amalan ibadah (Ismail, n. , p. Syair-syair Taufiq Ismail membawakan suasana pada zamannya tersendiri. Pada 1984, syair lagu Aisyah Adinda Kita karya Taufiq Ismail sangat digandrungi kaum Taufiq Ismail menciptakan lagu tersebut karena terinspirasi oleh seorang mahasiswi ITB yang bernama Aisyah, yang merupakan tetangganya sendiri. Aisyah memang sebenarnya sebagai mahasiswa cerdas dan teguh pendirian serta berprestasi dan Tujuan pembuatan lagu ini pun merupakan dakwahnya kepada muslimah agar berjilbab. Lagu ini menjadikan vitamin semangat bagi mahasiswi untuk jilbab secara sadar. Dampaknya, tahun 1980an dakwah ini berhasil dengan indikasi meningkatnya jumlah mahasiswi ITB yang berjilbab. Berikut lirik lagunya: Aisyah adinda kita yang sopan dan jelita Angka SMP dan SMA sembilan rata Ae rata Pandai mengarang dan organisasi Mulai Muharam 1401 memakai jilbab menutup rambutnya Busana muslimah amat pantasnya Aisyah adinda kita yang sopan dan jelita Index Prestasi tertinggi tiga tahun lamanya Calon insinyur dan bintang di kampus Bulan Muharam 1404 tetap berjilbab menutup rambutnya Busana muslimah amat pantasnya Aisyah adinda kita tidak banyak berkata Aisyah adinda kita dia memberi contoh saja Ada sepuluh Aisyah berbusana muslimah Ada seratus Aisyah berbusana muslimah Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. Ada sejuta Aisyah berbusana muslimah Ada sejuta Aisyah. Aisyah adinda kita (Ismail, n. , p. Bimbo dan Taufiq Ismail semakin dikenal di dunia permusikan di dalam dan luar Bahkan pada 1985. Sam pernah diundang oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Saudi dalam acara pameran lukisan, baca puisi, dan pentas Acara tersebut diselenggarakan di Jeddah dan Riyadh. Dalam acara tersebut. Sam menyanyikan lagu yang berjudul Ibunda Kita Surga Kita. Ahmad Titosudiro yang saat itu sebagai Duta Besar RI untuk Saudi adalah menyambut baik atas lagu yang dinyanyikan Sam yang mewakili Bimbo (T. Ismail, personal communication. August 8. Pesan Tasawuf dalam Lagu-lagu Bimbo Syair lagu Bimbo sarat dengan pesan penciptanya dan menyiratkan berbagai macam Taufiq Ismail menulis syair-syairnya untuk Bimbo sarat dengan pesan dakwah kepada para pendengarnya. Kolaborasi yang harmoni antara Taufiq Ismail dan Bimbo memberikan keselarasan seni yang dapat dinikmati oleh para pendengarnya. Pribadi Taufiq Ismail pun banyak memengaruhi karier dan pribadi personil Bimbo. Sam merasa ingin selalu dekat dengan Tuhan ketika menyanyikan lagu AoTuhanAo. Penjiwaan ini memberikan aura seni yang mendalam bagi Bimbo sendiri dan juga pendengarnya. Sam semakin menyadari bahwa aktivitas bernyanyi harus bernilai dakwah karena dakwah bisa dilakukan melalui berbagai macam media, di antaranya musik. Sam berpendapat bahwa: Audengan berdakwah melalui media musik. Bimbo berharap pendengar tidak merasa diceramahi, dan berharap pesan dari dakwah tersebut lebih mudah dimengerti dan tidak membosankan karena dibarengi dengan alunan nadaAy(S. Hardjakusumah, personal communication. October 24, 2. Oleh karenanya Bimbo berupaya membuat aransemen yang sesuai dengan tema lagunya dan dapat diresapi oleh masyarakat. Dalam lagu-lagu Bimbo terdapat tema tasawuf yang menggambarkan upaya dan anjuran untuk dekat dengan Tuhan. Terdapat sembilan lagu yang bisa dikategorikan bertema tasawuf,di antaranya: Di Mana Dunia di Mana Surga. Mangingat Dikau. Doa Orang Biasa. Dunia dan Akhirat. Gerbang Keampunan. Gravitasi. Maha Segala Maha. Pengakuan Seorang yang Rendah Hati, dan Semua yang Ada jadi Tiada. Tema tasawuf dalam lagu-lagu Bimbo menggambarkan upaya seorang hamba dalam mendekatkan diri dan agar secara sadar mudah terkoneksikan batinnya dengan Tuhannya. Makna kedekatan diri dengan Tuhan seperti itu menurut pandang Harun Nasution termasuk sebagai bagian dari hakikat sufisme. Intinya sufisme adalah kesadaran dalam menghadir diri dalam berkomunikasi antara roh manusia dengan Tuhan melalui perenungan. Dalam istilah tasawuf kondisi ini disebut ittihad (Nasution, 1972, p. Kesadaran atau ittihad seperti itu diresapi oleh Sam. Baginya, bahwa merenung dan berdzikir, terutama di masjid, seringkali membuat dirinya menyadari bahwa berdzikir itulah merupakan bentuk dialog dengan Tuhan. Saat berdzikir seperti itu, seringkali inspirasi itu muncul. Oleh karenanya inspirasi lagu-lagu dengan syair yang bertemakan tasawuf kebanyakan didapat secara spontanitas, seperti saat berdzikir dan mengaji AlQuran. Sam berpendapat bahwa tasawuf dapat diartikan sebagai mendekatkan diri kepada Allah atau berhubungan langsung dengan Allah baik ketika berdzikir maupun Suasana itulah yang membuat Sam mengemasnya dalam lagu-lagu. Berikut | 197 Yuda Adipradana. Imas Emalia. Dimensi Tasawuf dalam Musik Religi Bimbo A syair lagu-lagu dengan tema tasawuf, baik atas ide sendiri maupun menggubah dari syair Taufiq Ismail: Di mana Dunia Di mana Surga Ada yang mengejar dunia Bagai hidup tiada habisnya Ada yang mengejar surge Bagai hidup besok habisnya Yang Cuma mengejar dunia Dunia itu cepat larinya Yang Cuma mengejar 198urge 198urge198itu jauh larinya Kami juga mengejar dunia Bagai hidup tiada habisnya Kami juga mengejar 198urge Bagai hidup besok habisnya Di mana dunia di mana 198urge Di mana dunia di mana 198urge Di mana tumpukan harta dan benda Di mana telapak kaki ibu kita. Syair lagu ini menggambarkan adanya pesan dakwah Bimbo kepada para pendengarnya tentang kehidupan manusia di dunia yang fana. Dunia sebagai tempat singgah manusia adalah wilayah kecil yang hanya menjadi tempat manusia melakukan ibadah kepada Allah. Manusia akan selalu kehausan apabila hanya mengejar dunia namun bila manusia mengejar akhirat sesungguhnya dia sedang membekali hidupnya setelah matinya, dan dia sedang menyadari bahwa kematiannya bisa datang di waktu yang sangat dekat. Berdzikir atau mengingat kematian halnya seperti melakukan bakti kepada seorang ibu yang tidak pernah berakhir. Dunia dan Akhirat Bekerja mencari dunia Bagai hidup selamanya Bekerja mencari akhirat Bagai mati esok pagi Inilah makna hakikat Yang mencari akhirat Akan mendapat akhirat dan dunia Yang mencari dunia Hanya mendapat dunia saja Susah payah menggali ilmu Berkeringat mencari nafkah Susah payah ngatur negara Berkeringat menjaga alam Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. Kasih sayang dengan tangga Mencintai margasatwa Disimpulkan dalam fatwa Dipadatkan dalam taqwa Lagu ini pun sarat dengan pesan dakwah. Lagu Bimbo ini menyuarakan dakwahnya tentang sikap manusia yang selalu mengingat dunia bagaikan dia akan hidup selamanya. Selalu kehausan akan gemerlap dunia. Lagu ini memiliki makna yang sama dengan lagu yang pertama di atas tadi tentang dunia yang bersifat fana sehingga dengan sifatnya itulah manusia tidak terlena dengan kehidupan duniawi. Di balik kesibukannya mencari nafkah, manusia harus selalu mengingat kematian yang telah dimaktubkan dalam hadits Nabi dan Al-Quran. Mengingat kematian adalah mengingat Tuhan yang memiliki semua takdir kematiannya makhluknya. Maka tema dzikrullah ini pun diungkapkan dalam lagunya yang berjudul Mengingat Dikau. Berikut syair lagunya: Mengingat Dikau Ingin benar hamba mengingat Dikau Di setiap tarikan nafas hamba Setiap denyutan nadi hamba Setiap gerakan badan hamba Tanpa putus-putusnya Ingin benar hamba mengingat Dikau Di setiap kedipan mata hamba Setiap getaran syaraf hamba Setiap tindakan hidup hamba Tanpa putus-putusnya Subhanallah Walhamdulillah Walailaha Illahllah Wallahu Akbar. Alangkah rindunya hamba Menyebut nama Dikau Bersama degup jantung hamba Tanpa bibir bersuara Ketika sarapan pagi Ketika menuntut ilmu Ketika mencari nafkah Ketika mengasuh anak Ketika naik bis kota Ketika tertidur malam Sampai terbangun pagi Subhanallah Walhamdulillah Walailaha Illahllah Wallahu Akbar | 199 Yuda Adipradana. Imas Emalia. Dimensi Tasawuf dalam Musik Religi Bimbo A Pesan lagu ini adalah adanya sebuah gambaran manusia yang menyesali atas sikapnya yang selalu terlena dan lupa terhadap Allah sementara dirinya mengetahui bahwa Allah selalu mengawasi setiap perbuatannya. Upaya manusia untuk selalu dekat dengan Tuhannya digambarkan bagaikan menyatu dengan aliran darahnya dan degup Manusia bisa menemukan kedamaian jiwa saat tidak lagi memperdulikan keramaian, tidak lagi banyak bicara, namun seutuh kehidapannya adalah mengingat Allah. Nilai tasawuf ini adalah terkait dengan perbuatan dan sikap ihsan. Seorang muslim yang mampu ke tingkat ihsan . adalah yang menyadari dan berpasarah kepada Allah dalam setiap gerak tubuhnya. Sikap ini harus selalu disadari sehingga akan terhindar dari perbuatan dosa dan ingkar. Doa Orang Biasa Segala puji bagi Allah semata Shalawat pada Rasulullah Muhammad Ya Allah Ya Tuhan Hamba Ya Tuhan Hamba Limpahkan kiranya pada ibu dan bapak hamba Hari-hari terakhir yang sentausa Keampunan, cahaya dan ketenangan Ya Allah Ya Tuhan Hamba Ya Tuhan Hamba Limpahkan kiranya pada ibu dan bapak hamba Hari-hari terakhir yang sentausa Keampunan, cahaya dan ketenangan Ya Allah Ya Tuhan Hamba Ya Tuhan Hamba Limpahkan kiranya pada keluarga hamba Rahmat serta cintamu tak putus-putusnya Kesehatan, rezeki dan bahagia Ya Allah Ya Tuhan Hamba Ya Tuhan Hamba Wahai Tuhan yang Maha Murah Nikmat dari-Mu tak habis-habis Hamba bertingkah Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. Banyak yang salah Ya Tuhan Ampunilah hamba Amin. Tema lagu ini adalah permohonan hamba kepada Allah atas rahmat sehat dan rezeki, serta ampunan atas segala dosa dan salah. Selain itu lagu tersebut menggambarkan sebuah rasa syukur. Manusia harus menyadari sepenuhnya sebagai hamba yang bergantung pada Tuhannya yang memberikan nikmat di setiap kehidupan yang tidak pernah habis. Manusia tidak bisa menghitung nikmat Tuhan tersebut sehingga perlu adanya pertaubatan atau mohon ampun tatkala ada dosa saat tidak mampu bersyukur atas nikmat Allah tersebut. Gerbang Keampunan Gerbang keampunan Gerbang keampunan Bukalah. Ya Tuhan Cahaya cintamu Cahaya cintamu Kurnia. Kurniakan Langit amat cerah dan biru Gemerlap cahaya nur cintamu Semoga pada hari ini Kami lahir fitri kembali. Sebenarnya tema lagu ini adalah tentang Ied Fitri. Namun tidak menggambarkan aktivitas permintaan maaf kepada sesama manusia, hanya semata kepada Allah. Lagu ini menggambarkan manusia yang menyadari atas dosa-dosanya dan hari Raya Ied Fitri dimaknai sebagai sebuah gerbang keampunan. Kesadaran ini menjadi sebuah rutinitas episode kehidupan manusia di mana ada masanya harus menyadari atas segala dosa sekalipun kemudian memasuki kembali rutinitas setelahnya yang memandang ringan segala urusan ibadah, tidak seperti di bulan Romadhan. Oleh karenanya keampunan Tuhan bagaikan cahaya bagi manusia yang mau mengakui kesalahannya dan bersabar dalam beribadah. Gravitasi Kulihat daunan Gugur jatuhnya ke bawah Perlahan dan pasti Arahnya ke bumi Kulemparkan batu Gugur jatuhnya ke bawah Segera dan pasti Arahnya ke bumi Segala-galanya yang di atas bumi | 201 Yuda Adipradana. Imas Emalia. Dimensi Tasawuf dalam Musik Religi Bimbo A Patuh tunduk pada sunnah Tuhan Segala-galanya yang diatas bumi Patuh tunduk pada sunnah Tuhan Gravitasi Gravitasi Gravitasi merupakan hukum alam di mana setiap benda yang dilempar ke atas akan jatuh ke bawah. Pengambilan kata AografitasiAo dalam lagu ini menyiratkan nilai keimanan yang tinggi dari seorang muslim. Gravitasi dimaknai bahwa kehidupan di duni tidak ada yang abadi. Secara perlahan namun pasti semua ciptaan Tuhan akan kembali menjadi Jabatan manusia di alam dunia akan berakhir pada waktunya. Manusia diwajibkan memahami hukum alam ini. Keimanan kepada Allah Yang Maha Kekal mewajibkan kita untuk tunduk dan patuh atas perintahNya. Sujud ke bumi sebagai bentuk penghambaan kepada Allah Yang Maha Tinggi. Maha Segala Maha Maha Suci Dikau Tuhan Segala puji dan Maha Besar Maha Suci Dikau Tuhan Segala puji dan Maha Besar Subhanallah Walhamdulillah Lindungi mata Dari semua yang tak pantas dilihat Lindungi telingan Dari semua yang tak pantas didengar Lindungi tangan Dari semua yang tak pantas dipegang Lindungi mulut Dari semua yang tak pantas diucapkan Maha suci Dikau Tuhan Segala puji dan Maha Besar Allahu Akbar Lindungi hati Dari semua yang tak pantas didengkikan Lindungi otak Dari semua yang tak pantas dipikirkan Lindungi hamba sekeluarga dari bencana Lindungi Kami senegara dari semua bencana. Adapun kandungan lagu di atas mencerminkan tentang sosok makhluk AomanusiaAo yang membutuhkan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Pelindung. Lagu ini menyampaikan pesan bahwa sifat manusia itu khilaf yang seringkali tidak menyadari kesalahan yang diperbuatnya. Tindakan dan perilaku manusiaitu adalah semata karena niat hati dan pikiran yang dimilikinya. Oleh karenanya lagu ini memberikan pesan agar manusia senantiasa mengingat Tuhan dan meminta perlindungan dari semua gerak tubuh yang dilakukannya. Dalam lagu itu menggambarkan cara muslim yang baik yang tidak memiliki sifat sombong dan mementingkan diri sendiri, sehingga dalam berdoa Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. pun melibatkan orang lain dalam hubungan sosialnya baik kelompok maupun negara/pemimpin. Persentuhan antar manusia yang dipandang menimbulkan niat hati dan gerak tubuh yang tidak sesuai dengan anjuran agama harus segera disadari dan bertaubat kepada Tuhan. Oleh karenanya perlu perduli sesama dalam rangka mencipakan peradaban manusia. Pengakuan Seorang yang Rendah Hati Ya Allah, ya Rabbi. Tuhanku yang satu Menjelang datangnya sakratul mautku Mohon bagi hamba dilancarkan jalan Mohon bagi hamba dimudahkan jalan Ketika bertangisan anak cucuku Ketika mulai dibuka kain kafan Ketika surah Yasin yang dibacakan Mohon bagi hamba dimudahkan jalan Hamba tak pernah pamer harta hamba Hamba tidak menyakiti hati siapa-siapa Hamba takut menyeburkan sedekahku Hamba tak bercerita tentang tahajudku Hamba ngeri berhutang uang dan janji Hamba takut menggunjingkan orang Ya Allah, ya Rabbi. Tuhanku yang satu Menjelang datangnya sakratul mautku Mohon bagi hamba dimudahkan jalan Mohon bagu hamba dilancarkan jalan. Kandungan lagu di atas adalah tentang pertaubatan manusia. Manusia bertaubat ketika dirinya sadar akan adanya peristiwa kematian yang akan menimpanya. Pertaubatan yang digambarkan dalam lagu tersebut merupakan permohonannya kepada Tuhan agar dirinya mendapat rahmat saat kematiannya tiba dan dimudahkan jalan pegadilannya di alam pengadilan Tuhan. Semua yang Ada jadi Tiada Angin bertanya pada bintang malam hari Kenapa engkau bisa bercahaya begini Jawabnya, tanyalah pada matahari Dialah asal-usul keadaanku ini Hujan bertanya pada bulan malam hari Kenapa engkau indah purnama begini Jawabnya, tanyalah pada matahari Dialah asal-usul keberadaanku ini Awan bertanya siang pada matahari Kenapa cahayamu sangat dahsyat begini Jawabnya, memang begini dicipta aku Bertugas membagi semua cahaya Maka hancurlah bumi dan bulan | 203 Yuda Adipradana. Imas Emalia. Dimensi Tasawuf dalam Musik Religi Bimbo A Maka leburlah bintang dan mentari Maka musnahlah seluruh mahkluk Ketika semua yang ada jadi tiada Yang kekal hanya Yang Maha Pencipta Yang kekal hanya Yang Maha pencipta Kabut bertanya siang pada matahari Apakah cahayamu bisa menghilang nanti Jawabnya. Kau sirna di suatu hari Hancur Bersama seluruh alam semesta Tema tasawuf dalam lagu-lagu Bimbo tidak semata digambarkan sebagai tindakan berdzikir semata. Kehebatan Taufik Ismail dan Bimbo dalam berkolaborasi dalam dunia musik religi ini adalah mampu menjelaskan tentang keagungan Tuhan yang terwujud dalam alam semesta dan isinya. Gambaran kekuasaan Tuhan dalam lagu tersebut dijelaskan bahwa Tuhan memiliki kuasa dalam mencipta dan menghancurkana Dalam lagu tersebut baik mengandung isi dakwah bahwa umat muslim wajib beriman akan adanya hari kiamat. Sebagaimana kisah dalam Al-Quran tentang Nabi Ibrahim as ketika mencari Tuhan, saat ditemukan matahari yang sungguh besar memiliki dan menyebarkan cahaya ke seluruh penjuru dunia, namun karena hakekatnya adalah makhluk maka sekalipun besarnya melebihi bumi dia tetap lenyap dan musnah. Sifat fana ini ada dalam dunia. Cahaya adalah dunia. Cahaya adalah fana yang akan lenyap ketika hari kiamat, kecuali Penciptanya yaitu Allah Yang Maha Kekal. Sembilan lagu Bimbo yang bertemakan tasawuf tersebut di atas dipandang oleh beberpa kalangan masyarakat sebagai lagu yang abadi. Bahwa lagu tersebut tidak bosan di sepanjang zaman. Lagu tema tasawuf sangat menginspirasi masyarakat dari berbagai kalangan baik musisi maupun masyarakat luas untuk menjadi pribadi yang agamis dan melakukan karya yang selalu didasari keimanan. Seperti halnya Maya Hasan, seorang musisi harpa sangat mengagumi lagu-lagu Bimbo yang mampu membuat hati bergetar karena keimanan. Maya Hasan sangat mengagumi Bimbo. Dia pernah berkolaborasi dengan Bimbo. Menurutnya. Bimbo itu melegenda dalam musik Indonesia. Maya bahkan merasakan ada getaran jiwa dan AomerindingAo saat bisa bermain harpa bersama Bimbo. Getaran jiwa tersebut muncul karena lirik dan penjiwaan lagu yang dinyanyikan Bimbo membawa jiwanya melebur dalam makna lagu tersebut. Maya Hasan menunjukkan kekagumannya kepada Bimbo karena menjadi grup musik yang paling berpengaruh di setiap lapisan masyarakat. Menurutnya bermain bersama Bimbo adalah sebuah kehormatan. Selain Musikus Franki Raden Notosudirdjo sebagai penata musik untuk dan pengamat musik, memandang Bimbo dengan musik religinya sebagai musik yang unik dan menarikkarena Bimbo telah inovatif dalam dunia musik yang saat itu belum populer, yaitu musik religi. Kekhasannya lagu Bimbo itu tidak membuatnya tergilas zaman namun abadi di hati para pendengarnya. KESIMPULAN Berdasarkan data yang ditemukan dapat dijelaskan bahwa, dalam dunia musik Indonesia Bimbo adalah grup musik pionir yang menyanyikan lagu religi Islam beraliran Awal berdirinya adalah tahun 1967 namun baru di tahun 1974 memolerkan musik Musik religi Bimbo mengalami perkembangan pesat setelah pertemuannya dengan Buletin Al-Turas Vol. 26 No. 1 January 2020, pp. penyair sekaligus sastrawan, yaitu Taufiq Ismail . Kekaguman Taufiq Ismail kepada Bimbo muncul saat Bimbo mampu memukau penonton di TIM dengan pentas lagu yang berjudul AoDengan Puisi AkuAo karya Taufiq Ismail sendiri. Pertemuan itu kemudian berlanjut dan terjalin kerjasama dalam waktu yang lama. Syair-syair lagu Bimbo yang bernafaskan keagamaan adalah dibut oleh Taufiq Ismail. Di antara karyanya terdapat syair lagu yang bertemakan tasawuf. Kurang lebih ada sembilan syair lagu yang bertemakan tasawuf. Tema tasawuf pada lagu Bimbo dinyanyikan dengan penjiwaan yang tinggi seakan membawakan jiwa penyanyinya sendiri. Kualitas syair lagu seperti ini yang membuat para pendengarnya tidak bosan dan tidak merasa sedang diceramahi. Lirik lagu dan aransemennya lembut serta menyentuh jiwa membuat para pendengar dapat Hal ini yang menjadi khas atau ciri tersendiri pada musik religi Bimbo. REFERENSI