MANAJEMEN DRAINASE DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG (PUTR) KABUPATEN BULELENG DALAM MENGATASI BANJIR DI KOTA SINGARAJA Oleh: I Gede Deky Suwareka Utama1 dan Putu Agustana2 Abstraksi Banjir atau genangan merupakan permasalahan yang serius di Kota Singaraja, hal ini disebabkan karena kurangnya daerah resapan air,banyak saluran dimensinya diperkecil dan ditutup plat beton oleh masyarakat, adanya sedimentasi, saluran drainase masih belum berfungsi sebagai saluran irigasi, dan dimanfaatkan untuk tempat membuang sampah. Penulis merumuskan masalah: . Bagaimanakah manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja?. Apakah kendala manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja?. Apakah solusi dari kendala manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja? Untuk menjawab permasalahan, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan maksud memperoleh gambaran yang jelas tentang manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng di Kota Singaraja. Pengambilan informan menggunakan teknis purposive sampling. Sedangkan pengumpulan datanya menggunakan teknik observasi, teknik wawancara, dan teknik pemanfaatan dokumen. Analisis data dilakukan dengan tahapan: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta simpulan dan verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja baik Perencanaan,Pengorganisasian,Pengarahan,dan Pengawasan sudah baik. Kendala internal adanya keterbatasan anggaran APBD. Solusinya memohon bantuan dana/program ke pemerintah pusat dan provinsi. Kendala eksternal adanya lintas kewenangan, masyarakat masih membuang sampah di saluran. Solusinya: jangka pendek mengoptimalkan tenaga drainase. jangka menengah secara bertahap melaksanakan pembangunan saluran/sodetan. dan jangka panjang mulai berpikir membangun Rusunawa atau Rusunami di daerah Kampung Anyar. Kata kunci : manajemen, drainase, perencanaan, pengawasan, kendala. Staf Dinas PUTR Kabupaten Buleleng, email. dekyutama84@gmail. Staf Pengajar Universitas Panji Sakti, email putu. agustana@unipas. Pendahuluan. Banjir atau genangan di Kota Singaraja telah menjadi permasalahan tahunan yang serius dan merupakan sebuah permasalahan yang tidak kunjung selesai Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 18 menimpa masyarakat Kota Singaraja. Telah berbagai upaya yang dilakukan pemerintah,dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng sebagai liding sektor manajemen drainase. Berdasarkan data genangan/banjir di Kota Singaraja yang terjadi pada 5 tahun terakhir . eriode tahun 2015 sampai dengan tahun 2. yang sumber datanya dari Dinas PUTR Kabupaten Buleleng, bahwa karakteristik genangan/banjir di kota Singaraja yaitu: luas total wilayah genangan/banjir seluas 17,39 Ha atau 0,006 % dari luas Kota Singaraja yaitu 2. 789 Ha dengan ketinggian genangan/banjir rata-rata 0,40 cm, lama genangan/banjir yang terjadi di kota Singaraja berkisar antara 1 - 4 jam dengan frekwensi terjadinya genangan/banjir berkisar 2 Ae 7 kali/tahun. Permasalahan drainase di Kota Singaraja diantaranya, alih fungsi lahan yang tidak terkontrol dan menyebabkan meningkatnya limpasan permukaan, meningkatkan laju erosi, terjadinya sedimentasi saluran sehingga menurunkan kapasitas saluran/sistem drainase. Semakin berkembangnya suatu daerah, menyebabkan lahan kosong untuk meresapkan air secara alami semakin Saluran drainase saat ini sebetulnya berasal dan masih berfungsi sebagai saluran irigasi ataupun saluran pembuang irigasi. Disamping dwifungsi, saluran drainase sering juga difungsikan tempat pembuangan sampah dan tempat pembuangan limbah rumah tangga oleh masyarakat. Kapasitas saluran drainase yang sudah dirancang untuk dapat menampung debit air yang ada menjadi berkurang akibat tumpukan sampah pada drainase tersebut ditambah adanya sedimentasi pada drainase. Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 12tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan, menyebutkan Sistem Drainase Perkotaan adalah satu kesatuan sistem teknis dan non teknis dari prasarana dan sarana drainase perkotaan. Prasarana drainase adalah lengkungan atau saluran air di permukaan atau di bawah tanah, baik yang berbentuk secara alami maupun dibuat oleh manusia, yang berfungsi menyalurkan kelebihan air dari suatu kawasan ke badan air penerima. Sarana drainase adalah bangunan pelengkap yang merupakan bangunan yang ikut mengatur dan mengendalikan sistem aliran air hujan agar aman dan tidak melewati jalan. Melihat permasalahanLocus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 19 permasalahan yang ada, maka perlu ditinjau kembali manajemen drainase yang diterapkan di Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dari segi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja. Berdasarkan uraian di atas, penulis melakukan penelitian untuk membahas: Bagaimana manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja? . Apakah kendala manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja? . Apakah solusi dari kendala manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja? Kajian Pustaka 1 Pengertian dan Tujuan Manajemen Menurut Sumarsan . manajemen diartikan sebagai seni dalam proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan atau sasaran kerja. Fungsi Manajemen pada dasarnya merupakan tugas pokok ataupun tugas utama yang harus dijalankan Menurut Amirullah . fungsi mengawasi dan mengendalikan kegiatan dalam rangka usaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif dan efesien. Adapun secara umum penjelasan mengenai fungsi-fungsi manajemen yaitu sebagai berikut: Perencanaan dapat diartikan sebagai suatu proses untuk menentukan tujuan serta sasaran yang ingin dicapai dan mengambil langkah-langkah strategis guna mencapai tujuan tersebut. Menurut Amirullah . bahwa menentukan target kinerja pada periode yang akan datang, berapa tingkat kebutuhan tenaga kerja, berapa anggaran yang dibutuhkan dan bagaimana cara memperolehnya, dan keputusan apakah yang harus dilakukan seorang pemimpin merupakan bagian dari perencanaan kegiatan utama dalam fungsi perencanaan adalah sebagai berikut: menetapkan tujuan dan target kinerja. merumuskan strategi untuk mencapai tujuan dan target kinerja tersebut. menentukan sumber-sumber daya yang diperoleh. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 20 menetapkan standar/indikator keberhasilan dalam pencapaian target kinerja. Menurut Amirullah . pengorganisasian merupakan proses pemberian perintah, sumber daya serta pengaturan kegiatan secara koordinir kepada setiap individu dan kelompok untuk menerapkan rencana. Menurut Amirullah kegiatan utama lainnya dalam fungsi pengorganisasian adalah sebagai berikut: . mengalokasikan sumber daya, merumuskan dan menetapkan tugas, dan menetapkan prosedur yang diperlukan. menetapkan struktur organisasi yang menunjukan adanya garis kewenangan sumber daya dan tanggung jawab. kegiatan perekrutan, penyeleksian, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia tenaga kerja. kegiatan penempatan sumber daya manusia pada posisi yang paling tepat. Harsono . mengatakan bahwa pengorganisasian adalah proses membentuk kerjasama antara dua individu atau lebih dalam sebuah struktur tertentu untuk mencapai tujuan atau seperangkat tujuan. Pengarahan adalah proses untuk menumbuhkan semangat . pada karyawan agar dapat bekerja keras dan giat serta membimbing mereka dalam melaksanakan rencana untuk mencapai tujuan yang efektif dan efesien. Menurut Amirullah . kegiatan dalam fungsi pengarahan adalah sebagai berikut: . mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efesien dalam pencapaian tujuan. memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai menjelaskan kebijakan yang ditetapkan. Pengawasan (Controllin. dimaksudkan untuk melihat apakah kegiatan organisasi sudah sesuai dengan rencana sebelumnya. Fungsi pengendalian menurut Amirullah . mencakup tiga kegiatan: . menentukan standar presentasi. mengukur prestasi yang telah dicapai selama ini. membandingkan prestasi yang telah dicapai dengan standar prestasi yang telah ditetapkan. Agar tujuan manajemen dapat tercapai secara efektif, efesien, dan terarah maka diterapkan prinsip-prinsip dalam melakukan manajemen, menurut James D. Mooney ( Hani Handoko 2003:. antara lain: . Koordinasi, syarat-syarat adanya koordinasi meliputi wewenang saling melayani, doktrin . erumusan tujua. , dan disiplin. Prinsip Skalar, proses skalar mempunyai prinsip-prinsip. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 21 prospek, dan pengarahan sendiri yang tercermin dari kepemimpinan, delegasi dan defenisi fungsional. Prinsip-prinsip fungsional adanya fungsionalisme bermacam-macam tugas yang berbeda. Prinsip staf, kejelasan perbedaan antara staf. Pengertian Drainase. Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai komponen penting dalam perencanaan kota khususnya perencanaan infrastruktur. Menurut Suripin menguras,membuang, atau mengalihkan air. Kegunaan dengan adanya saluran drainase ini antara lain: . mengeringkan genangan air. permukaan air. mengendalikan erosi tanah, kerusakan jalan dan bangunan yang dan . mengendalikan air hujan yang berlebihan. Oleh karena itu, saluran drainase sangat dibutuhkan masyarakat kota dalam rangka menuju kehidupan kota yang aman, nyaman, bersih, dan sehat. Sistem saluran drainase menurut Suripin . 4 :. , umumnya dibagi atas 2 . bagian, yaitu: sistem drainase makro. sistem drainase mikro. Sistem drainase yang ada dikenal dengan istilah sistem drainase perkotaan. Berikut definisi drainase perkotaan (Hasmar, 2. :yaitu ilmu drainase yang mengkhususkan pengkajian pada kawasan perkotaan yang erat kaitannya dengan kondisi lingkungan sosial-budaya yang ada di kawasan kota. Metode Penelitian Pada dasarnya sebuah penelitian sosial dilakukan untuk memahami berbagai hal berkaitan dengan dinamika kehidupan sosial masyarakat. Metode yang digunakan dalam melaksanakan penelitian masalah adalah metode penelitian Penelitian deskritif kualitatif adalah suatu bentuk penelitian yang ditujukan untuk mendeskripsikan fenomena - fenomena yang ada, baik fenomena alamiah maupun fenomena buatan manusia. Fenomena itu bisa berupa bentuk, aktifitas, karakteristik, perubahan, kesamaan, dan perbedaan antara fenomena yang satu dengan fenomena lainnya (Sukamadinata, 2006:. Jenis penelitian ini Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 22 termasuk penelitian kualitatif, yaitu suatu bentuk penelitian berdasarkan informasi yang berupa kata - kata dari informan yang kemudian dianalisis menjadi sebuahin formasi yang bermakna dan memiliki arti. Sebagai penelitian deskriptif, penelitian ini berisikan deskripsi, gambaran dan atau lukisan secara sistematis, faktual, akurat mengenai fakta Ae fakta serta hubungan antara fenomena yang diselidiki. Ciri Ae ciri penelitian yang bersifat deskriptif adalah: memusatkan diri pada pemecahan Ae pemecahan masalah yang ada di masa sekarang, dan pada masalah masalah yang aktual. Dan data yang dikumpulkan pad aawal Ae awalnya disusun, dijelaskan, dan baru kemudian dianalisa (Sutrisno, 2002:. Menurut Bungin . , penelitian kualitatif adalah penelitian yang menghasilkan data deskriptif mengenai kata-kata lisan maupun tertulis dan tingkahlaku yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti. Yang menjadi informan dalam penelitian ini meliputi: Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng. Kepala BidangCipta Karya. Kepala Seksi Prasarana Drainase dan Air Limbah. Lurah. Klian Subak, dan masyarakat umum. Informan tersebut ditunjuk secara purposive dengan mempertimbangkan pengetahuan mereka tentang masalah yang ditelaah. Dalam hal ini jumlah informan tidak dibatasi, melainkan disesuaikan dengan tingkat kejenuhan data, dalam artian pengembangan informan dihentikan jika data yang terkumpul telah mampu memecahkan atau menjawab masalah penelitian secara tuntas. Hal pertama yang dilakukan sebelum memulai seluruh tahapan penelitian kualitatif adalah menetapkan research questionatau fokus penelitian (Hendarso, 2007:. Menurut Sugiyono, . mengemukakan bahwa fokus yang sebenarnya dalam penelitian kualitatif diperoleh setelah peneliti melakukan grandtour observation dan grand tour question atau yang disebut dengan penjelajahan umum. Dari penjelajahan umum ini peneliti memperoleh gambaran umum menyeluruh yang masih pada tahap permukaan tentang situasi sosial. Untuk dapat memahami secara lebih luas dan mendalam, maka diperlukan pemilihan fokus penelitian. Pernyataan ini dipertegas oleh Burhan Bungin . , bahwa fokus penelitian perpadanan dengan rumusan masalah pada Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 23 penelitian kualitatif. Adapun yang akan menjadi fokus dalam penelitian ini adalah: manajemen drainase meliputi: . perencanaan mencakup: perencanaan global, perencanaan strategi, dan perencanaan operasional. mencakup: penentuan sumber daya manusia, penyusunan organisasi, dan pengawasan mencakup: kontrol pribadi, kontrol tindakan, dan kontrol hasil. kendala manajemen drainase mencakup kendala internal dan kendala eksternal. solusi dari kendala manajemen drainase mencakup solusi internal dan solusi eksternal. Hasil dan Pembahasan Perencanaan dalam Rangka Manajemen Drainase Mengatasi Banjir di Kota Singaraja. Hasil wawancara dengan Kepala Dinas PUTR Kabupaten Buleleng. Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Kabupaten Buleleng. Kepala Seksi Prasarana Drainase dan Air Limbah Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dan Kelian Subak, dapat diketahui bahwa PerencanaanManajemen Drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng yang meliputi perencanaan global sudah ada dan tercantum dalam Master Plan Kota Singaraja dan pada Review perencanaan teknis sistem drainase Singaraja dan sekitarnya, terkait perencanaan strategi dan perencanaan operasional Dinas PUTR Kabupaten Buleleng melakukan kolaborasi dengan pihak Pemerintah Pusat. Pemerintah Provinsi, pihak SDA dan Subak dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Harsono . bahwa perencanaan adalah sebagai proses menetapkan tujuan melalui cara atau metode yang tepat dan sistematis untuk mencapai tujuan, hal ini senada dengan pendapat bahwa Auperencanaan dapat diarahkan kepada upaya pencapaian tujuan (Sudianing, 2020: . Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 24 2 Pengorganisasian dalam Rangka Manajemen Drainase Mengatasi Banjir di Kota Singaraja. Hasil wawancara dengan Kepala Dinas PUTR Kabupaten Buleleng. Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dan Kepala Seksi Prasarana Drainase dan Air Limbah Dinas PUTR Kabupaten Buleleng, dapat diketahui bahwa Pengorganisasian dalam Manajemen Drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng mengatasi banjir di Kota Singaraja yang meliputi penentuan sumber daya manusia yaitu memiliki tenaga drainase yang berjumlah 103 tenaga yang terbagi di 17 wilayah kerja yang bertugas melaksanakan pemeliharaan drainase secara rutin dan penanganan banjir/genangan di Kota Singaraja, terkait penyusunan organisasi yaitu dalam satu group tenaga drainase dipimpin oleh mandor yang tugasnya mengatur lokasi kerja dan melakukan absen tenaga setiap hari serta melaporkan melalui group WA tenaga drainase. Diatas Mandor ada pengawas lapangan yang bertugas mengawasi kinerja tenaga dan mandor Terdapat 3 orang pengawas lapangan yang membawahi beberapa group tenaga drainase. Setiap hari pengawas lapangan melaporkan hasil pengawasannya kepada Kepala Seksi Prasarana Drainase dan Air Limbah. Kemudian merekap hasil laporan pengawas baik berupa absen dan hasil kerja tenaga Hasil rekapan tersebut setiap bulan dilaporkan ke Kepala Bidang Cipta Karya sebagai dasar membayar gaji tenaga dan mandor drainase,sedangkan terkait kewenangan Dinas PUTR Kabupaten Buleleng jika kondisinya darurat maka tidak melaksanakan penanganan banjir dan pengamanan lokasi banjir serta bisa menyelamatkan masyarakat yang terkena dampak banjir. Hal ini sesuai dengan pernyataan Harsono . bahwa pengorganisasian adalah proses membentuk kerjasama antara dua individu atau lebih dalam sebuah struktur tertentu untuk mencapai tujuan atau seperangkat tujuan. Hasil wawancara lain juga dengan Lurah Banyuasri. Ketua RT Jalak Putih, salah satu warga Jalak Putih Kelurahan Banyuasri. Lurah Kampung Anyar, salah satu warga Kelurahan Kampung Anyar dan Kelian Subak di Kota Singaraja, yang menyatakan bahwa dengan adanya tenaga drainase sangat membantu dan mendapat apresiasi positif oleh semua Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 25 pihak terutama di daerah rawan banjir, harapan mereka agar kegiatan tersebut terus berkelanjutan. 3 Pengarahan dalam Rangka Manajemen Drainase Mengatasi Banjir di Kota Singaraja. Hasil wawancaradengan Kepala Dinas PUTR Kabupaten Buleleng. Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dan Kepala Seksi Prasarana Drainase dan Air Limbah Dinas PUTR Kabupaten Buleleng, dapat diketahui bahwa Pengarahan dalam Manajemen Drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng mengatasi banjir di Kota Singaraja, dalam hal memimpin Kadis PUTR Kabupaten Buleleng berusaha memimpin dengan bijaksana dan adil serta sangat mengapresiasi kinerja tenaga drainase. Beliau memotivasi tenaga drainase dengan selalu memprioritaskan gaji tenaga drainase, selalu berjuang memohon bantuan CSR berupa sembako ke PDAM Buleleng dan memberikan reward kepada tenaga drainase yang berprestasi setiap akhir tahun, sehingga dapat memotivasi tenaga agar lebih bersemangat dalam bekerja. Dalam hal melakukan komunikasi Bapak Kadis membuat WA Group pejabat agar bisa berkomunikasi dengan cepat terutama disaat terjadi banjir. Hal ini sesuai dengan pernyataan Harsono . bahwa pengarahan adalah proses mengarahkan dan mempengaruhi anggota organisasi secara individual maupun keseluruhan dalam melaksanakan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. 4 Pengawasan dalam Rangka Manajemen Drainase Mengatasi Banjir di Kota Singaraja. Hasil wawancaradengan Kepala Dinas PUTR Kabupaten Buleleng. Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dan Kepala Seksi Prasarana Drainase dan Air Limbah Dinas PUTR Kabupaten Buleleng, dapat diketahui bahwa Pengawasan dalam Manajemen Drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng mengatasi banjir di Kota Singaraja terkait Kontrol Pribadi Bapak Kadis selalu memonitor situasi adanya banjir di Kota Singaraja baik berupa informasi dari WA group pejabat maupun informasi dari masyarakat. Tekait Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 26 Kontrol Tindakan, setelah menerima informasi banjir beliau langsung meminta Kabid. Cipta Karya dan Kasi Prasarana Drainase dan Air Limbah untuk memerintahkan tenaga drainase untuk melaksanakan pengecekan dan penanganan Pengawasan manajemen drainase di Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dilakukan secara berjenjang dan melekat. Setiap 3 bulan secara rutin mengadakan rapat evaluasi mandor drainase. Apabila ada yang melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) maka akan diberikan Surat Peringatan (SP) 1,2 dan 3 . emberhentian sebagai tenaga drainas. Terkait Kontrol Hasil. Bapak Kadis PUTR selalu menerima laporan dari Kabid CK dan Kasi Prasarana Drainase dan Air Limbah, sehingga pimpinan secara pasti mengetahui kinerja tenaga drainase baik dalam hal melaksanakan pembersihan dan pengerukan sedimen pada saluran secara rutin serta dalam penanganan banjir. Hal ini sesuai dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Amirrulah . bahwa fungsi pengawasan/pengendalian yang mencakup: Menentukan standar prestasi. Mengukur prestasi yang telah dicapai selama ini. dan membandingkan prestasi yang telah dicapai dengan standar prestasi yang telah ditetapkan. 5 Kendala dalam Manajemen Drainase Mengatasi Banjir di Kota Singaraja. Dari hasil wawancara denganpara informan, dapat diketahui bahwa manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja terdapat kendala internalnya dari sisi anggaran APBD terbatas, sedangkan kendala eksternal adanya lintas kewenangan, sempadan drainase, bangunan di atas saluran, mempersempit dimensi saluran, dan masyarakat yang membuang sampah dan air limbah rumah tangga di saluran drainase. 6 Solusi Dari Kendala Manajemen Drainase Mengatasi Banjir di Kota Singaraja. Dari hasil wawancara denganpara informan, dapat diketahui bahwa manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja, solusi internalnya memohon bantuan dengan membuat proposal Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 27 baik ke Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk penanganan banjir di Kota Singaraja. Sedangkan solusi eksternalnya yaitu: . jangka pendeknya: mengoptimalkan tenaga drainase untuk melaksanakan kegiatan pembersihan dan pengerukan sedimen pada saluran drainase secara rutin. jangka menengahnya: mempunyai program terapi mengamati curah hujan siklus 5 dan 10 tahunan dan mengamati pasang surut air laut di Kota Singaraja, secara bertahap melaksanakan pembangunan saluran, sodetan dan pemasangan pintu air sesuai Master Plan Kota Singaraja, dan secara berkesinambungan melakukan sosialisasi/pembinaan ke masyarakat disiplin membuang sampah. jangka panjang: mulai berpikir membangun Rusunawa atau Rusunami di daerah Kampung Anyar Penutup Simpulan Berdasarkan pemaparan dalam hasil penelitian dan pembahasan tersebut di atas, dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut: Manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi Kota Singaraja,mencakup: Perencanaan. Pengorganisasian. Pengarahan, dan Pengawasan sudah cukup baik. Kendala manajemen drainase, meliputi: . kendala internal berupa keterbatasan kemampuan APBD. kendala eksternal adalah adanya lintas memperhatikan sempadan drainase, membangun di atas saluran bahkan mempersempit dimensi saluran, dan masih seringnya membuang sampah/air limbah rumah tangga di saluran drainase. Solusi dari kendala manajemen drainase, meliputi: . solusi internal berupa keterbatasan anggaran APBD adalah memohon bantuan dengan membuat proposal baik ke Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk penanganan banjir di Kota Singaraja. solusi eksternal, antara lain: . jangka pendek: mengoptimalkan tenaga drainase untuk melaksanakan pembersihan saluran drainase secara rutin. jangka menengah: mengamati curah hujan siklus 5 dan 10 tahunan serta pasang surut air laut, secara bertahap melaksanakan Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 28 pembangunan saluran/sodetan dan pemasangan pintu air sesuai Master Plan Kota Singaraja, sosialisasi/pembinaan ke masyarakat terkait disiplin membuang sampah. jangka panjang: mulai berpikir kedepan membangun Rusunawa atau Rusunami di daerah Kampung Anyar. 2 Saran-saran. Dari pemaparan hasil penelitian dan pembahasan di atas, ditemukan beberapa hal yang perlu diperhatikan manajemen drainase Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja, meliputi: Manajemen drainase hendaknya dilaksanakan lebih baik lagi tetapi dengan tetap mengacu pada prosedur yang telah ditetapkan dan berorientasi pada tujuan utama yakni Kota Singaraja bebas banjir. Kendala manajemen drainase yang meliputi kendala internal dan kendala eksternal hendaknya dipakai dasar oleh pemerintah baik Pemerintah Kabupaten. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat untuk berusaha mencari solusi terbaik dalam penanganan banjir di Kota Singaraja. Solusi dari kendala manajemen drainase yang meliputi kendala internal dan kendala eksternal sebaiknya dilakukan dengan selalu berkoordinasi baik antara Pemerintah Kabupaten dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat agar Kota Singaraja cepat terbebas dari banjir. Masyarakat dalam hal ini harus selalu mendukung langkah-langkah/upaya-upaya pemerintah dalam mengatasi banjir di Kota Singaraja. Pemerintah Kabupaten Buleleng sebaiknya segera menyusun PERDA tentang Drainase. Maksudnya adalah sebagai pedoman bagi Pemerintah, badan usaha dan masyarakat dalam penyelenggaraan sistem drainase. Sedangkan tujuan dibuatnya Perda Drainase, antara lain: Untuk mewujudkan penyelenggaraan sistem drainase yang memenuhi persyaratan tertib administrasi, ketentuan teknis, ramah lingkungan dan memenuhi keandalan pelayanan. Menciptakan lingkungan permukiman yang sehat dan bebas genangan. Locus Majalah Ilmiah FISIP Vol 13 No. 2 Ae Agustus 2021 | 29 c. Meningkatkan konservasi, pendayagunaan dan pengendalian air. Daftar Pustaka