66 Pendampingan Diversifikasi Produk Pepaya pada Kelompok Bunda Harapan Islami Desa Talun Kenas Ummul Khair1. Ihsan Lubis2. Denny Walady Utama3. Said Hazid An Nazmy4. Mdh. Al Hilmi Daffa5 1,4,5 Program Studi Teknik Informatika. Universitas Harapan Medan. Indonesia Program Studi Sistem Informasi. Universitas Harapan Medan. Indonesia Program Studi Teknik Industri. Universitas Harapan Medan. Indonesia Jl. Joni No. 70C Medan. Indonesia e-mail: ummul. kh@gmail. Abstrak/Abstract Desa Talun Kenas memiliki potensi hasil pertanian berupa buah pepaya yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi segar dan belum memberikan nilai ekonomi optimal bagi masyarakat, khususnya kelompok perempuan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah pepaya menjadi produk bernilai tambah serta belum adanya sistem manajemen produksi yang Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra melalui pelatihan dan pendampingan diversifikasi produk Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan teknis pengolahan, pendampingan manajemen usaha, serta evaluasi hasil Kegiatan dilaksanakan bersama Kelompok Bunda Harapan Islami dengan fokus pada pengolahan pepaya menjadi keripik dan manisan, serta penerapan pencatatan arus kas dan strategi pemasaran sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan produksi, efisiensi manajemen usaha, dan perluasan akses pasar. Mitra mampu menghasilkan produk olahan secara mandiri, menyusun jadwal produksi, serta memanfaatkan media sosial untuk promosi. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan keberdayaan mitra dari aspek produksi, manajemen, dan pemasaran, serta mendorong kemandirian ekonomi kelompok perempuan desa secara berkelanjutan. Kata kunci: Diversifikasi_papaya. Pemberdayaan_perempuan. Pengabdian_masyarakat. Manajemen_usaha. Inovasi_produk. PENDAHULUAN Kelompok Bunda Harapan Islami merupakan komunitas yang terdiri dari 46 anggota aktif, mayoritas wali murid dari Yayasan Pendidikan Ikhwanuts Tsalits, yang memiliki hubungan erat dengan institusi pendidikan setempat. Desa Talun Kenas, tempat kelompok ini berada, memiliki luas wilayah 3,06 kmA (Blandina B et al, 2. , (Ginting DY et al, 2. Azhary MR et al, 2. , (Ketaren NB et al, 2. , beriklim sedang, dan dikenal sebagai desa terkecil di Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir. Kabupaten Deli Serdang (Silaban VF et al, 2. , (Tane R et al, 2. Gambar 1. Kegiatan Kelompok Bunda Harapan Islami Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume: 07. Nomor: 02. September 2025 Mayoritas masyarakat Desa Talun Kenas adalah petani, dengan hasil utama berupa padi, sayu-sayuran, cabai, bawang dan pepaya, sehingga berpotensi besar untuk diversifikasi produk berbasis hasil pertanian (Nainggolan HL et al, 2. , (Lifiani R et al, 2. , (Silalahi N et al. Namun, masyarakat desa ini, termasuk anggota kelompok, menghadapi berbagai tantangan, seperti ketergantungan tinggi pada hasil pertanian tradisional, terbatasnya pengetahuan tentang produk hasil olahan, serta minimnya jaringan pemasaran untuk produk hasil olahan. Pohon Pepaya Yang . Buah Pepaya Yang . Buah Pepaya Yang Tumbuh di Pekarangan Telah Matang Di Pohon Telah Dikumpulkan Untuk Warga Rumah Warga Dijual Gambar 2. Kondisi Eksisting Wilayah Mitra Dari gambar 2 . , . , dan . dapat dilihat saat ini keberlimpahan tanaman papaya di wilayah mitra, produk pepaya yang dihasilkan oleh masyarakat desa umumnya dijual dalam bentuk mentah tanpa adanya proses pengolahan atau diversifikasi yang dapat meningkatkan nilai tambah. Minimnya pengetahuan tentang teknik pengolahan hasil pertanian menjadi kendala utama dalam menciptakan produk olahan berbasis pepaya, seperti keripik papaya dan manisan pepaya yang dapat menarik pasar yang lebih luas. Di sisi pemasaran, kelompok ini masih mengandalkan jaringan lokal dengan akses terbatas, sehingga produk hanya beredar di lingkungan terdekat tanpa kemampuan menjangkau pasar yang lebih besar. Rendahnya pemanfaatan teknologi, seperti pemasaran melalui media sosial, menjadi penghambat utama dalam memasarkan produk kepada konsumen di wilayah yang lebih luas atau bahkan di luar daerah. Program ini bertujuan memberikan pelatihan diversifikasi produk seperti keripik dan manisan, serta strategi pemasaran digital untuk memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan sehingga terjadi peningkatan level kberdayaan mitra dalam aspek produksi dan aspek pemasaran. METODE PENGABDIAN Tahapan ini dirancang untuk memastikan bahwa program berjalan secara sistematis, terukur, dan memberikan dampak yang signifikan bagi Kelompok Bunda Harapan Islami dan masyarakat Desa Talun Kenas. Berikut adalah metode tahapan pelaksanaan kegiatan PkM ini : Sosialisasi - Penyampaian Informasi Program: Mengadakan pertemuan awal untuk menjelaskan tujuan, manfaat, dan langkah-langkah pelaksanaan program kepada Kelompok Bunda Harapan Islami dan masyarakat Desa Talun Kenas. - Identifikasi Kebutuhan: Berdiskusi dengan mitra sasaran untuk memastikan program sesuai dengan permasalahan dan potensi yang ada. - Pemilihan Peserta: Menentukan anggota kelompok yang akan berpartisipasi aktif dalam pelatihan dan pendampingan. Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume: 07. Nomor: 02. September 2025 . Pelatihan - Workshop Teknik Produksi: Pelatihan pengolahan pepaya menjadi produk olahan bernilai tambah, seperti keripik dan manisan, dengan praktik langsung. - Pengemasan dan Branding: Pelatihan teknik pengemasan higienis dan desain branding produk untuk menarik pasar. - Pemasaran Digital: Mengajarkan penggunaan media sosial untuk promosi produk secara online. Penerapan Teknologi - Peralatan Produksi: Memperkenalkan alat produksi yang meningkatkan kapasitas dan kualitas hasil olahan papaya. - Digitalisasi Pemasaran: Melatih peserta menggunakan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar, seperti membuat akun media sosial dan toko . Pendampingan dan Evaluasi - Pendampingan Berkala: Memberikan bimbingan intensif kepada mitra dalam menerapkan teknik produksi dan strategi pemasaran yang sudah dipelajari. - Monitoring Program: Mengukur keberhasilan program melalui indikator seperti peningkatan jumlah produk olahan, pendapatan, dan akses pasar. - Evaluasi Dampak: Mengadakan diskusi dengan mitra untuk mengevaluasi kendala yang dihadapi dan keberhasilan yang diraih, serta mengajukan perbaikan program jika diperlukan. Keberlanjutan Program - Peningkatan Kapasitas Komunitas: Membentuk kelompok usaha mikro berbasis komunitas yang mandiri untuk menjaga keberlanjutan. - Pelatihan Lanjutan: Memberikan sesi pelatihan tambahan untuk inovasi produk atau pengembangan bisnis. - Kemitraan: Membangun kerja sama dengan mitra eksternal, seperti distributor, pemerintah daerah, atau organisasi pendukung, untuk memperkuat jaringan HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 Oktober 2025 di Desa Talun Kenas. Deli Serdang, bersama kelompok AuBunda Harapan IslamiAy. Kegiatan berlangsung selama satu hari penuh dengan 31 pesertadan 5 orang dari tim pelaksana. Pelaksanaan dimulai dengan sesi pemaparan teori diversifikasi produk pepaya dan dilanjutkan praktik langsung pembuatan manisan serta keripik papaya serta pemberian arahan tentang promosi melalui media sosial dan manajemen keuangan. Gambar 3. Foto Bersama Dengan Seluruh Tim Pelaksana dan Peserta Kegiatan - Sosialisasi Kegiatan sosialisasi program pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di sekretariat Kelompok Bunda Harapan Islami di Jalan Mesjid No. 14 Desa Talun Kenas Kecamatan Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume: 07. Nomor: 02. September 2025 Sinembah Tanjung Muda Hilir Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Suasana berlangsung hangat dan partisipatif, diikuti oleh para anggota kelompok yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga. Dalam sesi ini, tim pengabdian menyampaikan tujuan kegiatan, tahapan pelatihan, serta manfaat diversifikasi produk pepaya bagi peningkatan ekonomi Peserta tampak antusias mengikuti penjelasan, ditunjukkan dengan keterlibatan aktif dalam diskusi dan pencatatan informasi penting. Beberapa anggota kelompok menyampaikan pengalaman mereka terkait pengolahan hasil pertanian, yang menjadi bahan awal untuk merancang pelatihan sesuai kebutuhan lokal. Kegiatan ini menjadi titik awal terbentuknya komitmen bersama antara tim pengabdian dan mitra untuk menjalankan program secara kolaboratif dan berkelanjutan. Gambar 4. Kegiatan Sosialisasi Oleh Tim Pelaksana Kepada Seluruh Peserta Kegiatan - Pelatihan Kegiatan pelatihan secara praktik diawali dengan kegiatan pengupasan dan pemotongan pepaya dilaksanakan sebagai bagian dari pelatihan teknis dalam program pendampingan diversifikasi produk. Bertempat di halaman terbuka yang nyaman dan teduh, anggota Kelompok Bunda Harapan Islami Desa Talun Kenas secara aktif terlibat dalam proses persiapan bahan baku untuk pembuatan keripik dan manisan pepaya. Dengan menggunakan alat sederhana dan mengikuti arahan dari tim pengabdian, peserta belajar teknik pemotongan yang tepat untuk menghasilkan irisan yang seragam, bersih, dan sesuai standar olahan. Suasana kegiatan berlangsung kolaboratif dan penuh semangat, mencerminkan antusiasme mitra dalam mengembangkan keterampilan baru yang aplikatif dan bernilai Proses ini juga menjadi media pembelajaran langsung mengenai pentingnya higienitas, efisiensi kerja, dan ketelitian dalam tahap awal produksi. Dokumentasi ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif dalam pelatihan mampu membangun rasa percaya diri dan kemandirian kelompok dalam mengelola potensi lokal secara produktif. - Penerapan Teknologi Tahap penerapan teknologi dalam kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pengenalan dan pemanfaatan alat serta sistem sederhana yang dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi olahan pepaya. Teknologi yang digunakan bersifat tepat guna dan disesuaikan dengan kondisi serta kemampuan mitra, sehingga mudah diadaptasi dalam kegiatan sehari-hari. Dalam proses produksi, kelompok mitra diperkenalkan dengan penggunaan alat pemotong manual . untuk menghasilkan irisan pepaya yang seragam, saringan untuk mengurangi kadar air sebelum penggorengan, serta kompor gas dan wajan stainless untuk proses pengolahan yang higienis. Penerapan alat-alat ini terbukti mampu mempercepat waktu kerja, menjaga konsistensi produk, dan meningkatkan hasil produksi secara signifikan. Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume: 07. Nomor: 02. September 2025 Selain teknologi fisik, pengabdian ini juga menerapkan teknologi digital sederhana untuk mendukung manajemen usaha. Kelompok mitra dilatih menggunakan Google Forms dan spreadsheet online sebagai media pencatatan produksi, arus kas, dan stok bahan baku. Sistem ini membantu mitra dalam melakukan dokumentasi usaha secara terstruktur dan transparan, sekaligus memperkenalkan literasi digital yang relevan dengan kebutuhan usaha mikro. Dalam aspek pemasaran, teknologi diterapkan melalui pelatihan pemanfaatan media sosial seperti WhatsApp Business. Instagram dan Facebook Page untuk promosi produk. Mitra diajarkan membuat konten visual sederhana menggunakan aplikasi seluler, serta strategi komunikasi digital yang efektif untuk menjangkau konsumen lokal dan luar desa. Penerapan teknologi dalam kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis kelompok, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih produktif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan usaha. Teknologi yang diperkenalkan bersifat aplikatif, murah, dan mudah dirawat, sehingga dapat terus digunakan oleh mitra secara mandiri setelah kegiatan berakhir. - Pendampingan dan Evaluasi Pendampingan dilakukan secara intensif dan bertahap selama pelaksanaan kegiatan, dimulai dari tahap identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan teknis, hingga praktik produksi dan Tim pengabdian mendampingi Kelompok Bunda Harapan Islami dalam memahami teknik diversifikasi produk pepaya, mulai dari pengupasan, pemotongan, pengolahan, hingga Selain aspek teknis, pendampingan juga mencakup manajemen usaha sederhana, pencatatan arus kas, dan strategi promosi digital. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan kontekstual, di mana setiap anggota kelompok dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan. Tim pengabdian memberikan umpan balik langsung selama praktik berlangsung, serta menyusun modul pendampingan yang mudah dipahami dan dapat digunakan secara mandiri oleh mitra setelah kegiatan berakhir. Evaluasi dilakukan melalui observasi lapangan, dan wawancara singkat kepuasan Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengolah pepaya menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, kelompok mitra mulai menunjukkan inisiatif untuk melanjutkan produksi secara mandiri dan menjajaki peluang pemasaran lokal. Pendampingan dan evaluasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa kegiatan pengabdian tidak hanya bersifat sesaat, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi mitra dan komunitas desa secara luas - Keberlanjutan Program Keberlanjutan program pendampingan diversifikasi produk pepaya dirancang dengan pendekatan berbasis kemandirian dan kolaborasi komunitas. Setelah pelatihan dan pendampingan teknis selesai. Kelompok Bunda Harapan Islami menunjukkan komitmen untuk melanjutkan produksi secara mandiri dengan memanfaatkan alat dan keterampilan yang telah Kelompok telah menyusun jadwal produksi rutin, membentuk struktur kerja internal, serta mulai menerapkan sistem pencatatan usaha secara konsisten. Untuk mendukung keberlanjutan, tim pengabdian telah menyediakan modul pelatihan dan panduan teknis yang dapat digunakan secara berulang oleh mitra. Selain itu, kelompok mitra juga didorong untuk menjalin kemitraan dengan pelaku usaha lokal, koperasi desa, dan platform digital guna memperluas akses pasar dan mendapatkan dukungan logistik. Pemerintah desa telah menyatakan dukungan terhadap program ini dengan membuka peluang kolaborasi dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi perempuan dan promosi produk unggulan desa. Ke depan, program ini berpotensi direplikasi di kelompok masyarakat lain yang memiliki potensi komoditas serupa. Dengan pendekatan yang adaptif dan berbasis kebutuhan lokal, keberlanjutan program tidak hanya terletak pada kelangsungan produksi, tetapi juga pada tumbuhnya semangat kewirausahaan, solidaritas kelompok, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume: 07. Nomor: 02. September 2025 Gambar 5. Foto Kegiatan Pelaksanaan Pelatihan Difersivikasi Pepaya Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan sejumlah capaian yang menunjukkan peningkatan kapasitas dan keberdayaan mitra dalam mengelola potensi lokal, khususnya buah pepaya, menjadi produk olahan bernilai ekonomi. Hasil yang diperoleh mencakup aspek produksi, manajemen usaha, pemasaran, serta dampak sosial terhadap kelompok mitra. Pembahasan pada bagian ini menguraikan perubahan yang terjadi sebelum dan sesudah intervensi program, serta mengevaluasi efektivitas metode pelatihan dan pendampingan yang diterapkan dalam mendukung kemandirian dan keberlanjutan usaha kelompok. SIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah berhasil meningkatkan keberdayaan Kelompok Bunda Harapan Islami dari berbagai aspek, terutama produksi, manajemen, pemasaran, dan sosial masyarakat. Melalui pelatihan dan pendampingan yang terstruktur, mitra mampu mengolah pepaya menjadi produk diversifikasi bernilai ekonomi, menerapkan sistem pencatatan usaha sederhana, serta memanfaatkan media digital untuk promosi. Dampak kegiatan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis dan produktivitas kelompok, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi dan peran sosial perempuan dalam komunitas desa. SARAN Untuk menjaga keberlanjutan hasil kegiatan pengabdian ini, disarankan agar Kelompok Bunda Harapan Islami terus mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh melalui praktik rutin dan evaluasi berkala terhadap kualitas produk. Pemerintah desa dan lembaga terkait diharapkan dapat memberikan dukungan lanjutan berupa akses peralatan produksi, pelatihan lanjutan, serta fasilitasi legalitas usaha dan pemasaran. Selain itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi, pelaku usaha lokal, dan komunitas wirausaha perempuan dapat diperluas guna memperkuat jejaring dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Diperlukan pula pendampingan berkelanjutan dalam aspek manajemen dan digitalisasi usaha agar kelompok Prioritas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Volume: 07. Nomor: 02. September 2025 mitra mampu beradaptasi dengan dinamika pasar dan mempertahankan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi. Sains, dan Teknologi (Kendiktisainte. atas dukungan pendanaan dan fasilitasi program pengabdian ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Harapan Medan yang telah memberikan pendampingan administratif dan akademik selama proses pelaksanaan kegiatan. Tak lupa, penghargaan yang tulus diberikan kepada Kelompok Bunda Harapan Islami Desa Talun Kenas atas partisipasi aktif, semangat kolaboratif, dan keterbukaan dalam mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dan pendampingan, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. DAFTAR PUSTAKA