Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025, 72-87 ISSN 2686-1836 (Prin. ISSN 2716-0742 (Onlin. Available Online at http://ejournal. id/JPKP Department of Management of Public Security and Safety. Faculty of Community Safety and Protection. Institute of Home Affairs Governance (IPDN) DOI: https://doi. org/10. 33701/jpkp. Received: 2025-02-26. Accepted: 2025-09-29. Published: 2025-10-02 MANAJEMEN RISIKO KESELAMATAN WISATAWAN PADA OBJEK WISATA BROKEN BEACH NUSA PENIDA KABUPATEN KLUNGKUNG PROVINSI BALI I Dewa Made Arisudana1,2. Sulthon Rohmadin1 Institut Pemerintahan Dalam Negeri corresponding author: dewaari257@gmail. ABSTRAK Objek Wisata Broken Beach Nusa Penida Kabupaten Klungkung merupakan destinasi populer dengan keindahan alamnya, namun beresiko tinggi bagi keselamatan wisatawan. Maraknya kecelakaan wisatawan memerlukan analisis manajemen risiko untuk memastikan keselamatan. Penelitian ini menggunakan Teori Manajemen Risiko dengan lima dimensi: Fasilitas/Infrastruktur. Akses. Sumber Daya Manusia. Lingkungan, dan Peraturan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas keselamatan seperti rambu peringatan dan pagar pembatas masih kurang optimal. Akses jalan menuju lokasi belum memadai, dan sumber daya manusia seperti petugas keamanan telah berperan aktif, namun perlu peningkatan Lingkungan dan peraturan juga mempengaruhi keselamatan wisatawan. Saran yang mampu disampaikan penulis yaitu perlu penambahan fasilitas keselamatan, perbaikan akses jalan, pelatihan petugas, serta sosialisasi kepada wisatawan untuk meningkatkan kesadaran akan risiko. Kolaborasi antara pemerintah, pengelola, dan masyarakat setempat juga penting untuk menciptakan destinasi wisata yang aman. Kata Kunci: Manajemen Risiko. Keselamatan Wisatawan. Broken Beach. Pariwisata. ABSTRACT Broken Beach Nusa Penida Tourist Attraction Klungkung Regency is a popular destination with its natural beauty, but it poses a high risk to the safety of tourists. The rise of tourist accidents requires risk management analysis to ensure safety. This study uses Risk Management Theory with five dimensions: Facilities/Infrastructure. Access. Human Resources. Environment, and Regulations. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through interviews, observations, and The results show that safety facilities such as warning signs and guardrails Copyright . 2025 I Dewa Made Arisudana. Sulthon Rohmadin This work is licensed under the Creative Commons Attribution-Non Commercial-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 72 are still not optimal. Road access to the site is inadequate, and human resources such as security officers have played an active role, but capacity building is needed. The environment and regulations also affect the safety of tourists. The suggestions that the author was able to convey were the need to add safety facilities, improve road access, train officers, and socialize to tourists to increase awareness of risks. Collaboration between the government, managers, and local communities is also important to create safe tourist Keywords: Risk Management. Tourist Safety. Broken Beach. Tourism. PENDAHULUAN wisata yang berasal dari negara asing ke Pariwisata Indonesia. Dijadikannya sebagai sektor unggulan, tidak lain karena dampak yang mampu ditimbulkan dari Indonesia lingkungan (Maulana, 2. Dilansir dari Inilah. pendapatan devisa negara pada tahun 2024 yakni sebesar US$7. 03 miliar. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia (UURI) Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan Pasal 1, menyatakan bahwa wisatawan adalah orang yang melakukan wisata. Wisatawan yang mengunjungi Indonesia berasal dari Indonesia eksotis yang berbeda dan cocok untuk menjernihkan pikiran dari hiruk pikuk Pengunjung Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) wisatawan asing yang masuk ke Indonesia pada Agustus 2023 menyentuh 638 kunjungan. Salah satu destinasi wisata yang aktivitas pariwisata yang begitu besar sedang naik daun dan menarik perhatian Pulau Bali. Menurut Bali . peringkat keempat sebagai tempat liburan terbaik di Asia. Berdasarkan Dinas Pariwisata Provinsi Bali tahun 2023, wisatawan yang mengunjungi Pulau Bali memiliki peningkatan di periode akhir tahun hal ini berkaitan dengan hari libur Natal dan Tahun Baru. Pada periode pasca-pandemi, khususnya antara tahun 2022 hingga 2024, kunjungan wisatawan ke Kabupaten Klungkung menunjukkan peningkatan signifikan. Hal ini terutama terlihat pada kawasan Pulau Nusa Penida, yang mengalami pemulihan dan kenaikan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 73 jumlah wisatawan secara bertahap. Seiring belakang dari utara dan subduksi lempeng dengan perbaikan kondisi pasca-pandemi, dari selatan. Berdasarkan Potensi yang Nusa Penida berhasil menarik kembali dihasilkan oleh Megathrust ini Provinsi minat wisatawan, menunjukkan hal positif Bali terdampak paling besar nomor 2 dalam jumlah kunjungan dibandingkan setelah Provinsi Aceh yakni mencapai dengan tahun-tahun sebelumnya yang 0 SR dibandingkan dengan Provinsi lainnya di sekitar Provinsi Bali. Broken Beach, sebagai salah satu ikon wisata di Nusa Tingginya Penida, menawarkan pemandangan laut diperlukannya manajemen risiko yang formasi batu karang yang unik. Peningkatan Pulau Bali terjadinya bencana. Manajemen risiko ialah suatu metode logis dan sistematik menentukan sikap, menetapkan solusi, pengunjungnya yang memiliki sejumlah serta melakukan monitor dan pelaporan potensi ancaman bencana alam yang dapat risiko yang berlangsung di setiap aktivitas mempengaruhi keselamatan wisatawan. atau proses organisasi (Siahaan, 2. Beberapa potensi bencana alam tersebut Manajemen yang berproses sistematis meliputi banjir, letusan gunung berapi, untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan gempa bumi, dan tanah longsor, yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Risiko ini menjadi Secara umum, manajemen risiko adalah pendekatan sistematis untuk mengenali pariwisata di Bali, mengingat keselamatan pengunjung merupakan prioritas utama yang harus dijaga di tengah upaya mengurangi dampaknya. Daerah wisata Nusa Penida ialah provinsi ini. Dilansir dari Balipost . , salah satu contoh destinasi dengan risiko dijelaskan Bali berhadapan dengan zona tinggi karena walaupun memiliki pesona Megathrust segmen Sumba yang memiliki alam yang luar biasa dan terkenal akan pantai-pantainya yang menakjubkan serta magnitudo mencapai 8. 5 SR. Bali juga formasi tebing yang curam, destinasi ini berada di 2 patahan yakni patahan (Aven. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 74 keselamatan Banyak Sebuah mobil berjenis minibus yang wisatawan yang tertarik untuk menjelajahi berbagai titik wisata yang menawarkan mengalami kecelakaan tunggal pada tahun 2024 akibat medan perjalanan seperti Broken Beach, tanpa menyadari yang terjal di area seputaran wisata Broken Beach di Nusa Penida, mobil Kondisi medan yang terjal, itu terguling-guling di jalanan yang ombak yang sangat kuat, dan minimnya menurun tidak ada korban jiwa dalam fasilitas keselamatan menjadi faktor yang tragedi ini . berkontribusi terhadap tingginya jumlah kecelakaan di kawasan ini. Manajemen Seorang wisatawan domestik asal Tomohon Tengah. Sulawesi Utara terjatuh dari tebing pada tahun 2022 pariwisata bertujuan tidak hanya untuk di objek wisata Broken Beach Nusa menjaga keamanan tetapi juga untuk Penida (Balijani. Dua wisatawan asing asal Korea menghadapi situasi darurat yang dapat Selatan terbawa arus ombak saat hendak melakukan snorkeling di area terhadap destinasi. Manajemen risiko sekitar tewas di perairan sekitar bertujuan untuk meminimalkan dampak Objek Wisata Broken Beach pada tahun 2022, satu orang tewas dan penilaian, dan tindakan mitigasi yang terstruktur (Komppula dkk. , 2. Adapun beberapa kasus yang telah Sehingga perlu adanya perubahan penulis rangkum dari hasil memperoleh yang didorong oleh target perubahan visi informasi dari internet serta permasalahan yang terjadi khususnya pada Objek Wisata standarisasi kelayakan pelayanan. Target Broken Beach Nusa Penida perubahan kepercayaan . , tujuan Seorang wisatawan asing asal India . dan misi . organisasi, yang tewas terjatuh dari tebing setinggi 40 dimana ketiganya merupakan komponen meter pada tahun 2023 saat hendak dari visi organisasi berpengaruh dengan mengabadikan momen di Broken Beach (Bali. Organizations Development (Rohmadin. Evaluasi dan pembaruan berkala Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 75 juga dilakukan agar langkah pengendalian akan penulis angkat adalah mengenai Bagaimana Manajemen Risiko terhadap perubahan situasi di lapangan Keselamatan Wisatawan di Objek Wisata (Setiawan dkk. , 2. Broken Beach Nusa Penida Kabupaten Berdasarkan latar belakang yang telah penulis sampaikan diatas, diperlukan langkah-langkah memitigasi terjadinya bencana melalui penerapan manajemen risiko. Upaya ini penting untuk mempertahankan reputasi dan citra baik dari Nusa Penida sebagai salah satu destinasi wisata alam terbaik di Indonesia serta memberikan pengalaman yang aman dan nyaman bagi para Adapun permasalahan yang terjadi di Objek Wisata Broken Kabupaten Beach Klungkung Nusa Penida Provinsi Bali, penulis terdorong melakukan penelitian langkah-langkah mengenai manajemen risiko keselamatan bagi wisatawan mancanegara maupun domestik di destinasi Objek Wisata Broken Beach Nusa Penida Kabupaten Klungkung Provinsi Bali mengambil judul AyManajemen Risiko Keselamatan Wisata Pada Objek Wisata Broken Beach Nusa Penida Kabupaten Klungkung Provinsi BaliAy. Berangkat dari fenomena yang telah menjadi sorotan dalam latar belakang yang telah penulis Klungkung Provinsi Bali? KAJIAN TEORI Penulis Teori Manajemen Risiko oleh Hinsa Siahaan . hubungan penting antara teori Manajemen Risiko Pada Perusahaan dan Birokrasi adalah bagaimana pengelolaan risiko yang layanan dan keamanan dalam sektor Birokrasi yang menerapkan mengelola risiko yang mungkin dihadapi oleh industri pariwisata, seperti bencana alam, ketidakstabilan politik, atau masalah pengelolaan risiko yang baik, industri pariwisata dapat menciptakan iklim yang lebih aman dan kondusif bagi wisatawan, sehingga meningkatkan daya tarik serta mengidentifikasi 5 . dimensi risiko yang dapat menimbulkan kecelakaan dan mengancam keselamatan dalam kegiatan Fasilitas/Infrastruktur, . Akses, . jabarkan diatas, maka permasalahan yang Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 76 Sumber Daya Manusia, . Lingkungan, dan . Peraturan. informasi lebih banyak terkait penelitian Penelitian pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah metode yang bertujuan untuk memberikan gambaran fenomena tanpa memanipulasi variabel yang ada. Pendekatan ini berfokus pada karakteristik, kondisi, dan perilaku subjek atau fenomena yang diteliti, sehingga hasil penelitian dapat memberikan pemahaman yang kaya mengenai fenomena tersebut (Sandelowski, 2. Penelitian menggali dan memahami realitas yang ada dari sudut pandang partisipan secara kontekstual (Merriam & Tisdell, 2. Pada pengumpulan data yang beragam, seperti Pelaksanaan petugas keamanan, dan wisatawan. Data wawancara semi struktur yakni dengan menyusun terlebih dahulu pertanyaan yang akan diajukan kepada informan, namun pada saat mewawancarai, penulis dapat menanyakan lain di luar apa yang deskripsi verbal atau non-verbal yang dijelaskan dalam bentuk naratif untuk menggambarkan situasi dan kondisi nyata (Creswell, 2. Penulis juga harus langsung di lapangan untuk memahami konteks sosial, budaya, dan lingkungan di mana fenomena tersebut (Bogdan. Hal memungkinkan penulis untuk memahami pengalaman partisipan (Patton, 2. Informasi menjadi sebuah data untuk menjawab dan memecahkan permasalahan yang sedang Tabel 1. Daftar Informan dan Status Informan partisipatif, dan analisis dokumen. Informan meliputi pengelola wisata. METODE Informan Status Informan Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Utama Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Utama Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Pariwisata Utama Kelompok Jabatan Fungsional Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Utama Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 77 dan masukan dalam merumuskan upaya Kelompok Jabatan Fungsional Bidang Destinasi Pariwisata Dinas Pariwisata Utama Pengelola atau Pemelihara Objek Wisata Kunci Petugas Keamanan Objek Wisata Kunci Reduksi Data. Tahap selanjutnya yaitu Penyajian Data. Tahap yang terakhir Verifikasi Penarikan Kesimpulan. kompetensi, serta keterlibatan langsung (Sugiyono, 2. Tahapan pertama yaitu penelitian ini dilakukan secara purposive kualitatif dengan 3 . tahapan menurut Pendukung keselamatan wisatawan. Penulis dalam Pengunjung Wisata Pemilihan Informan dipilih karena dinilai memiliki pengetahuan, pengalaman, dan otoritas HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen Risiko Keselamatan Wisatawan di Objek Wisata Broken Beach Nusa Penida Kabupaten Klungkung Provinsi Bali Manajemen yang memadai terkait fenomena yang diteliti, sehingga mampu memberikan data keselamatan wisatawan merupakan upaya yang akurat dan relevan. Pertimbangan ini didasarkan pada kebutuhan penelitian mengendalikan, dan memantau potensi mendalam, sehingga hasil penelitian dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. wisatawan selama berkunjung ke destinasi Data perolehan informan, peneliti Hal memastikan keselamatan dan kenyamanan mengenai kondisi dan karakteristik objek kemungkinan terjadinya insiden yang tanggung jawab yang berkaitan dengan merugikan, baik bagi wisatawan itu pengelolaan maupun keamanan wisata, sendiri maupun pengelola objek wisata. Manajemen risiko menjadi bagian integral menghadapi potensi risiko di lapangan. dari pengelolaan pariwisata, terutama di Informan diharapkan dapat memberikan destinasi wisata yang memiliki potensi pandangan, penilaian, serta rekomendasi bahaya, seperti pantai, gunung, atau yang bermanfaat sebagai bahan analisis tempat dengan medan berbahaya lainnya. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 78 Menurut UU Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan, khususnya Kerajaan Klungkung yang masih ada hingga kini. dalam bagian kedua Pasal 26 huruf d, yang paling besar diantara ketiga pulau pariwisata wajib menjaga keselamatan dan tersebut memiliki berbagai objek wisata keamanan wisatawan. " Ini menegaskan antara lain Pantai Kelingking. Diamond bahwa keselamatan wisatawan merupakan Beach. Raja Lima. Crystal Bay. AngelAos kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap Billabong. Pasih Uug atau Broken Beach. Melalui Bukit Teletubis, dan Atuh Beach. Pulau ini menjadikan ketertarikan sendiri bagi keselamatan wisatawan harus mencakup wisatawan untuk menjelajah Pulau Nusa tindakan preventif seperti pemasangan Penida tersebut. "Setiap Pulau Nusa Penida sebagai pulau tanda peringatan, penyediaan alat-alat Broken Beach atau nama lainnya Pasih Uug bagi masyarakat lokal adalah salah satu objek wisata yang terdapat di kondisi destinasi wisata. Bagian Barat Pulau Nusa Penida Kabupaten Klungkung. Broken Beach Provinsi Bali merupakan salah satu adalah salah satu objek wisata yang provinsi terkecil dari 34 provinsi di bertemakan alam yang berada di Banjar Indonesia. Provinsi ini memiliki total 9 Sompang. Desa Bunga Mekar. Kecamatan Nusa Kabupaten Penida. Kabupaten Klungkung. Klungkung merupakan salah satu bagian Provinsi Bali. Pantai ini terbilang cukup dari Provinsi Bali yang terkenal sebagai unik karena merupakan dataran yang pusat pemerintahan dari Kerajaan Gelgel terdiri dari tebing karang tinggi menjorok yang berdiri tahun 1383 oleh Ida I Dewa ke laut yang mengalami keruntuhan Ketut Angulesir yang menerapkan sistem pemerintahan sesuai dengan kiblatnya menimbulkan sebuah lubang terbuka yang yakni Kerajaan Majapahit serta Kerajaan mengakibatkan air laut masuk mengisi ini pernah menjadi penguasa tunggal kedalam rongga tersebut akibat kondisi Pulau alam . , ketinggian tebing dari atas Blambangan. Kerajaan Gelgel runtuh pada permukaan laut . berkisar 50-200 tahun 1687 yang menjadi cikal bakal dari Bali. Lombok. Pasuruan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 79 Kondisi Fasilitas ditambah lagi langsung berbatasan dengan merupakan salah satu hal penting lautan lepas . edalaman ekstrim dan dalam pengelolaan risiko yang harus kuatnya aru. membuat wisatawan harus diperhatikan agar dapat menjamin berhati hati dalam melaksanakan kegiatan keselamatan wisatawan di destinasi wisatanya, tidak menutup kemungkinan bahwa bisa saja kecelakaan terjadi di mencakup papan informasi, tanda peringatan, tanda titik kumpul, dan membuat celaka diri sendiri maupun fasilitas kesehatan yang menunjang apabila adanya korban jiwa dan Kewaspadaan Fasilitas memberi pengamanan terhadap situasi dilakukan mengingat objek wisata ini yang parah. Broken Beach, upaya keselamatan Pendampingan wisatawan telah dilakukan dengan terhadap wisatawan apalagi wisatawan memasang tanda larangan dalam dua mancanegara yang dilakukan oleh tour bahasa (Inggris dan satu bahasa guide yang dipilih dapat memperkecil lainny. , pagar pembatas sepanjang terjadinya hal buruk itu terjadi. Risiko uncertainty atau ketidakpastian, ini terjadi Pemda karena minimnya informasi mengenai mengantisipasi kejadian yang tidak suatu hal yang akan terjadi. Sesuatu yang diinginkan, mengingat lokasi tersebut Pada Objek Wisata menguntungkan atau merugikan. Hampir berbatasan langsung dengan lautan lepas tersedia juga papan peringatan mengandung potensi bahaya, sehingga area berbahaya dalam beberapa bahasa manusia perlu bertahan dan beradaptasi. (Indonesia. Inggris, dan Mandari. Konsep manajemen risiko oleh serta rambu visual seperti bendera Hinsa Siahaan terdiri dari 5 . merah untuk menandai area terlarang. dimensi, yaitu: 1. Fasilitas / Infrastruktur. Berikut pada gambar 1 akan disisipkan Akses. Sumber Daya Manusia. dokumentasi terkait beberapa fasilitas Lingkungan. Peraturan. yang terdapat di Objek Wisata Broken Beach. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 80 Hal ini dikarenakan harga tiket asli sebenarnya sudah termasuk dalam biaya tiket fast boat yang dikelola oleh pemerintah daerah . Dengan demikian, retribusi yang rendah ini diharapkan dapat tetap mendukung perawatan dan pengembangan fasilitas di destinasi wisata tanpa membebani Gambar 1. Fasilitas di Objek Wisata Broken Beach Nusa Penida Dengan akses jalan menuju Broken Beach menjadi langkah penting mengingat yang rusak dan kurang memadai telah banyak disampaikan oleh beberapa Berikut pada gambar 2 dengan laut. Petugas keamanan juga akan dilampirkan mengenai kondisi telah ditempatkan untuk mengawasi akses jalan menuju Objek Wisata dan menjaga keselamatan pengunjung. Broken Beach Nusa Penida. Namun, disisi lain, mengenai keluhan Akses menuju dan di dalam area diperhatikan, terutama di destinasi populer seperti Broken Beach. Nusa Penida. Meskipun retribusi tiket Rp5. pengelola tetap perlu memprioritaskan Gambar 2. Kondisi Jalan Menuju Objek Wisata Broken Beach keamanan akses jalan dan kondisi area Berdasarkan gambar 2 tersebut kondisi jalan yang buruk ini dinilai dapat pengunjung yang ingin berwisata, menjadi tiket masuk melainkan lebih terutama saat cuaca buruk atau malam bersifat donasi yang dipungut oleh Berdasarkan desa untuk pemeliharaan objek wisata. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 81 Sumber Daya Manusia. Salah satu Seluruh tenaga kerja, termasuk tukang parkir, petugas keamanan, dan tenaga risiko dan memastikan keselamatan wisatawan di tempat wisata adalah pengawasan dan tanggung jawab Desa Adat Sompang. Pengaturan Oleh karena itu, lifeguard merupakan hasil kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Klungkung dan Desa Adat Sompang melalui MoU (Memorandum Understandin. , kecelakaan atau kejadian tak terduga Pegawai yang berada di Bupati Klungkung dan Bendesa Desa Broken Beach dan Angels Billabong Adat terdapat sekitar 18 pegawai yang bertujuan untuk meningkatkan layanan keamanan dan kebersihan di sekitar objek wisata, serta memperbaiki citra keselamatan yang saling berkordinasi pariwisata Kabupaten Klungkung dan karena letaknya yang berdampingan menarik lebih banyak wisatawan ke dan saling bertukar posisi patroli yakni Broken Beach dan Angels Billabong. Sompang. Pejabat Kesepakatan 4 orang di Broken Beach dan 4 orang Angels Billabong. Berdasarkan yang penulis wawancarai ke salah satu petugas keselamatan, petugas keselamatan ini bekerja dalam dua shift dari total 8 orang tersebut, lalu petugas kebersihan di masing masing objek wisata terdapat 1 orang dan petugas penjaga pintu masuk dikarenakan aksesnya menjadi satu di 2 objek wisata ini jadi terdapat total 7 Pengelolaan pegawai di Objek Wisata Broken Beach diatur melalui mekanisme koordinasi dan arahan Gambar 3. Dokumen Perjanjian Kerja Sama Antara Pemerintah Kabupaten Klungkung dan Desa Adat Sompang langsung dari Desa Adat Sompang. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 82 Dokumen Perjanjian (Memorandum MoU Understandin. Pemerintah Klungkung Kabupaten Desa Adat Sompang Nusa Penida terkait kerja sama dan kolaborasi dalam mengelola pariwisata di Objek Wisata Broken Beach dan Angels Billabong pada tanggal 30 November 2024 dan untuk sumber daya manusia tetap sesuai dengan nilai-nilai adat dan budaya kelancaran operasional objek wisata. Lingkungan fisik memegang peran penting karena berinteraksi langsung dengan aktivitas wisatawan. Secara topografis, kawasan ini didominasi oleh tebing curam dan formasi batuan karst yang menciptakan pemandangan Broken Pada Beach. Objek Wisata dengan menyediakan tempat sampah di titik strategis, seperti area parkir, jalur perjalanan, dan spot foto. Namun pengelolaan sampah masih terbilang belum optimal dikarenakan tempat sampah yang tersedia masih tercampur antar jenis golongan sampah organik dan non-organik, terlihat pada gambar 3 berikut bagaimana kondisi tempat sampah yang tersedia di lokasi wisata. Gambar 4. Tempat Pembuangan Sampah di Objek Wisata Broken Beach Nusa Penida Yang Belum Sesuai Regulasi Petugas kebersihan juga berperan aktif memantau dan membersihkan area secara berkala. Dengan demikian, menawarkan keindahan alam, tetapi pengalaman berwisata yang nyaman dan bertanggung jawab. Upaya ini terhadap lingkungan sekitar. Peraturan. Pariwisata di Kabupaten Klungkung, terutama di Nusa Penida, menjadi salah satu penggerak penting bagi perekonomian daerah. Untuk Pemerintah Provinsi Bali Peraturan Daerah (Perd. Nomor 5 Tahun 2020 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Provinsi Bali Tahun 2020-2025. Perda ini sejalan dengan visi pembangunan Bali, yaitu Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 83 AyNangun Sat Kerthi Loka BaliAy, yang PENUTUP Manajemen risiko yang diterapkan keharmonisan alam Bali beserta segala pada Objek Wisata Broken Beach Nusa isinya untuk kesejahteraan masyarakat Penida khususnya pada destinasi wisata dan kelestarian lingkungan. Perda Bali yang dikelola langsung dibawah naungan No. 5 Tahun 2020 mengatur berbagai Pemerintah Kabupaten Klungkung dengan hal terkait pengelolaan pariwisata. Desa Adat Sompang Nusa Penida sebagai masyarakat lokal yaitu Objek Wisata pemanfaatan sumber daya alam, dan Broken Beach Nusa Penida masih belum Di Nusa Penida, yang dikemukakan oleh Hinsa Siahaan . terkenal dengan tempat wisata salah Mulai dari yang pertama yaitu fasilitas satunya Broken Beach, peraturan ini kebersihan, keamanan, dan kelestarian informasi, penanganan kesehatan, tanda bahaya/peringatan, dan fasilitas penunjang keselamatan sudah yang tersedia, namun sampah organik dan non-organik, serta masih perlu pengadaan Posko Keamanan memastikan area wisata tetap bersih dan nyaman. Hal ini sesuai dengan keselamatan dan titik kumpul petugas prinsip AyNangun Sat Kerthi Loka BaliAy sehingga wisatawan yang membutuhkan Misalnya, keseimbangan antara manusia, alam, mencarinya di posko keamanan terdekat dan nilai-nilai spiritual. Selain itu. Perda ini juga mengatur pembatasan mengusahakan terkait pengadaan fasilitas jumlah pengunjung di beberapa lokasi Kemudian yang kedua risiko wisata untuk mencegah kerusakan akses dari luar kawasan yang masih lingkungan akibat terlalu banyaknya kurang baik terutama di bagian akses jalan menuju tempat wisata yang masih belum dibangunnya aspal dikarenakan adanya akses jalan yang dibangun diatas tanah milik pribadi warga sekitar sehingga Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Februari 2025 | 84 pembangunan aspal yang layak belum bisa dilaksanakan, tapi Pemda telah istiadat yang berlaku dan berkoordinasi mengupayakan adanya pembebasan tanah masyarakat lokal yang ada. pembangunan akses jalan yang lebih baik Berdasarkan analisis dan temuan dan pembangunan saluran air di samping jalan yang dapat membuat jalan lebih awet dan rata. Ketiga terkait dengan sumber kenyamanan wisatawan di Objek Wisata daya manusia yang ditugaskan dalam Broken Beach. Nusa Penida, meliputi: menjaga keselamatan dan keamanan baru Peningkatan Fasilitas Keselamatan seperti terbentuk akhir tahun lalu dan sedang penambahan oksigen set, tandu. APAR, berjalan beberapa bulan sehingga masih akan terus ditingkatkan dan dievaluasi Perbaikan Akses Jalan yang masih berupa menjadi lebih baik, ini menunjukan bahwa tanah kapur dan rawan licin. Peningkatan petugas keamanan itu sebagai upaya dari Pelatihan Rutin bagi petugas keamanan Penguatan kecelakaan yang terjadi di lokasi objek Pengelolaan sampah dengan menyediakan Kemudian Lingkungan Pantai juga tempat sampah terpisah untuk organik dan sudah memiliki petugas kebersihan yang non-organik. bersiap dalam pengelolaan sampah yang peraturan keselamatan dan pembatasan ada dengan koordinasi dan kolaborasi jumlah pengunjung di area rawan bahaya melalui dinas terkait. Lalu yang terakhir yaitu terkait dengan peraturan yang menjadi dasar pengelolaan kepariwisataan di bali yakni Perda No 5 Tahun 2020 mendukung keberlanjutan pariwisata di Tentang Broken Beach. Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali sekaligus menjaga keasrian lingkungan dan juga dengan menjaga adat istiadat yang berlaku di Pulau Bali. Sehingga Selain DAFTAR PUSTAKA