Magnetic: Research Journal Of Physics and ItAos Application Volume 2. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2775-8583 Analisis Validasi Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Kinesthetic. Intellectual. Visual. Auditory, dan Repetition Selestina Kostaria Jua1. Kristina Uskenat2. Tutik Yuliatun3 Jurusan Pendidikan Fisika. Universitas Musamus. Merauke. Indonesia Email korespondensi: selestinakostariajua@unmus. Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk menguji kelayakan modul pembelajaran fisika berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition untuk mengukur keterampilan pemecahan masalah pada materi Suhu dan Kalor tingkat sekolah menengah. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Research and Development (R & D) dengan model prosedural. Kelayakan modul dianalisis melalui validasi materi, bahasa, kegrafisan, pembelajaran dan penyajian oleh para ahli, guru, dan teman sejawat. Pelaksanaan validasi dilakukan melalui penilaian modul menggunakan lembar penilaian validasi. Data hasil validasi dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui presentase dan kategori kelayakan modul. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh presentase rata-rata kelayakan modul pada aspek materi mencapai 78,82%, bahasa 81,25%, kegrafisan 95,54%, serta pembelajaran dan penyajian 87,07%. Skor rata-rata ideal 84,01% dan presentasenya lebih besar dari presentase natural cut of point. Melalui analisis data dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa modul pembelajaran fisika berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition , layak diujicobakan dalam skala kecil di sekolah. Masuk: 30 Agustus 2022 Diterima: 15 September 2022 Diterbitkan: 21 September 2022 Kata kunci: Bahasa. Kegrafisan. Penyajian. Validasi Layak. Materi. Pendahuluan Selama ini kita sering mendengar cerita tentang fisika dan proses pembelajarannya. Ceritanya bermacam-macam, ada yang positif, seperti siswa terinspirasi menjadi guru fisika yang profesional karena terinpirasi dari guru fisika yang pernah mengajarinya di sekolah. Tetapi banyak juga cerita negatifnya misalnya, motivasi dan minat tidak dimiliki oleh siswa dalam mempelajari fisika, guru kurang jelas dalam mengajar, fisika sulit, dan lain sebagainya . Ungkapan-ungkapan ini sangat lekat dengan fisika dan masih sangat sulit untuk diubah. Tetapi, siswa harus tetap mempelajari fisika karena konsep-konsep dasar fisika sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari walaupun ada yang tidak kita sadari penerapannya . Saat ini tuntutan dalam proses pembelajaran sudah berubah. Posisi guru yang aktif diubah menjadi siswa yang aktif dan menjadi aktor utama proses pembelajaran. Proses memunculkan aktor dalam pembelajaran dapat dibantu melalui media pembelajaran salah satunya adalah madul. Modul adalah bahan belajar yang disusun dengan sistematis yang di dalamnya memuat tujuan pembelajaran yang sistematik dan juga memuat seperangkat pengalaman belajar dan membantu pembaca atau pembelajar menguasai tujuan pembelajaran . Modul juga didefinisikan sebagai bahan ajar atau buku yang ditulis agar dapat dipelajari secara mandiri oleh penggunanya tanpa bantuan dari pendamping . Modul merupakan suatu buku dengan cakupan meliputi isi yang terbatas, dibuat berdasarkan kurikulum dan/atau silabus pada satuan pendidikan dengan tingkatan tertentu . Menurut beberapa peneliti, modul yang disusun harus menarik pada aspek isinya dan menarik minat siswa yang akan belajar fisika . bahasa yang digunakan dapat disesuaikan dengan tingkat pemahaman pada siswa dan komunikatif . serta menggunakan media visual, seperti gambar, diagram, film . dan lain sebagainya. Modul pembelajaran fisika akhirakhir ini sudah mulai dikembangkan, misalnya modul pembelajaran fisika berbasis project base learning untuk meningkatkan kreativitas belajar . , modul berbasis multirepresentasi, modul berbasis inkuiri terbimbing, dan lain Semua modul dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik Namun sejauh ini belum banyak ditemukan modul pembelajaran fisika berbasis gaya belajar. Modul pembelajaran fisika yang dikembangkan adalah modul fisika berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition . Modul ini memuat berbagai macam kegiatan untuk mengarahkan siswa dalam proses pembelajaran pembelajaran secara kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition. Penerapan pembelajaran kinesthetic dilakukan dengan percobaan. Volume 2. No. 2 September 2022 Magnetic: Research Journal Of Physics and ItAos Application e-ISSN: 2775-8583 dilakukan dengan diskusi . erpikir, merefleksikan, dan menuli. visual yang ditampilkan di dalam modul adalah visualisasi hasil pembelajaran siswa dari kegiatan kinesthetic dan intellectual. auditory berupa kegiatan berbicara dan mendengarkan terkait hasil dari proses pembelajaran dari kegiatan kinesthetic sampai visual. Selanjutnya, repetition dihadirkan di dalam modul berkaitan dengan pemantapan konsep dan pemecahan masalah yang sudah siswa dilakukan dari kegiatan kinesthetic sampai auditory. Modul berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition harus divalidasikan terlebih dahulu sebelum diujicobakan kepada siswa. Validasi modul harus dilakukan untuk mengetahui dan mengukur ketepatan dan kecermatan modul dalam pengukuran . Aspek-aspek yang perlu divalidasi misalnya aspek meteri, media, kegrafisan, dan lain Setelah modul dinyatakan layak, modul tersebut dapat diujicobakan kepada siswa dan selanjutnya terus diperbaiki untuk output modul yang sesuai dengan standar dan siswa terbantu pada pelaksanaan pembelajaran yang mandiri dan efektif. Metode Penelitian Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan (Research & Development atau R & D). Model yang digunakan adalah model prosedural karena sifatnya yang deskriptif. Dasar penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model pengembangan ADDIE. Produk yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah modul pedoman pembelajaran fisika untuk guru berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition untuk meningkatkan keterampilan pemecahan masalah pada materi Suhu dan Kalor. Modul ini divalidasi oleh para ahli yang terdiri dari ahli materi, ahli kegrafisan, dan ahli bahasa, guru fisika mewakili pengguna, dan teman sejawat dari jurusan pendidikan fisika. Modul ini dikatakan layak diterapkan oleh guru dan siswa apabila rata-rata penilaian validator menunjukkan bahwa modul layak diterapkan. Semua data hasil penelitian dikuantisasi dengan cara menjumlahkan skor hasil penilaian dan dianalisis berdasarkan lima kriteria yang dirumuskan oleh Azwar dalam . yang perumusannya ditampilkan pada Tabel 1. Tabel 1. Kriteria penilaian data hasil penelitian Interval Nilai Kriteria M 1,5 Sb C X M 0,5 Sb C X O M 1,5 Sb M - 0,5 Sb C X O M 0,5 Sb M - 1,5 Sb C X O M - 0,5 Sb X O M - 1,5 Sb Keterangan: Sangat Baik Baik Cukup Kurang Sangat Kurang X = skor responden Mi = mean ideal = A . kor tertinggi ideal skor terendah idea. Sbi = simpangan baku ideal = Io . kor tertinggi ideal - skor terendah Hasil kategori kemudian dianalisis untuk mengetahui persentase keidealan menggunakan persamaan persentasi keidealan yang diadaptasi dari rumus statistik . ycIycoycuyc Eaycaycycnyco ycyyceycuyceycoycnycycnycaycu ycEyceycycyceycuycycaycyce ycoyceycnyccyceycaycoycaycu = ycIycoycuyc ycoycaycoycycnycoycyco ycnyccyceycayco y 100% . Selanjutnya, semua data dari validator dianalisis untuk mengetahui kelayakan modul menggunakan metode cut off score atau skor atas bawah yang dikembangkan oleh . Persamaan natural cut off point dinyatakan sebagai berikut: cycoycuyc ycoycaycoyc. ycycoycuyc ycoycnycu. ycAycaycycycycayco ycaycyc ycuyceyce ycyycuycnycuyc = . Kriteria kelayakan modul adalah, jika skor rata-rata keidealan modul Ou natural cut off point, maka produk atau modul pembelajaran fisika berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory dan repetition dikatakan layak untuk digunakan dalam Magnetic: Research Journal Of Physics and ItAos Application Volume 2. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2775-8583 Hasil dan Pembahasan Modul pembelajaran fisika berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition ini divalidasi oleh dua ahli materi, satu ahli kegrafisan, satu ahli bahasa, dua guru fisika dan empat teman sejawat. Validasi materi dilakukan untuk menguji kelayakan materi yang disajikan di dalam modul. Validasi bahasa untuk menguji kelayakan kata, kalimat dan tata bahasa yang ditulis di dalam modul. Validasi kegrafisan untuk menguji kelayakan desain cover dan tampilan grafis pada cover dan isi modul. 1 Validasi Materi Validator yang menilai kelayakan materi pada modul adalah dosen pendidikan fisika Universitas Sanata Dharma. Aspek-aspek yang dinilai adalah komponen kegiatan pembelajaran, cakupan dan akurasi isi modul, serta penyajian materi di dalam modul. Hasil penilaian validator materi ditampilkan pada Tabel 2. Aspek yang dinilai Komponen kegiatan pembelajaran, cakupan dan akurasi isi modul, serta penyajian materi di dalam Tabel 2. Hasil penilaian validator materi Validator Skor Ideal Skor Maks. Rata-rata Presentase 86,11 % Kategori Tinggi Sangat tinggi Saran perbaikan dari validator materi berupa perbaikan skema percobaan, alternatif kegiatan auditory, menggantikan fenomena belajar, kedalaman materi, penulisan persamaan yang tepat, perbaikan contoh aplikasi konsep, daftar pustaka, glosarium, dan perbaikan penilaian konfirmasi. 2 Validasi Bahasa Validator yang menilai kelayakan bahasa adalah mahasiswa Universitas Sebelas Maret. Surakarta yang sedang menyelesaikan program Doktor. Ada 12 aspek yang dinilai, seperti ketepatan struktur kalimat, keterkaitan antar subbab, ketepatan tata bahasa, dan lain sebagainya. Hasil penilaian validator materi ditampilkan pada Tabel 3. Aspek yang dinilai Ketepatan struktur kalimat, keterkaitan antar subbab, ketepatan tata bahasa, dll Tabel 3. Hasil penilaian validator bahasa Validator Skor Ideal Skor Maks. Presentase Kriteria 81,25 % Tinggi Saran perbaikan dari validator bahasa antara lain: memperbaiki beberapa penyusunan kalimat yang kurang tepat. memperbaiki tentang konsistensi huruf kapital, kata depan, dan lain sebagainya. dan memperbaiki penulisan daftar pustaka, misalnya penulisan daftar pustaka dari dua buku yang penulisnya sama. 3 Validasi Kegrafisan Validator yang menilai kelayakan media pada modul adalah dosen pendidikan fisika Universitas Sebelas Maret. Surakarta. Aspek-aspek yang dinilai adalah komponen desain isi dan cover modul. Hasil penilaian validator grafis ditampilkan pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil penilaian validator kegrafisan Aspek yang dinilai Validator Skor Ideal Skor Maks. Komponen desain isi dan cover Presentase 95,54 % Kriteria Sangat Beberapa saran dari validator kegrafisan antara lain: menambah sumber gambar cover. memperbaiki cover depan dari modul. membesarkan gambar bagian-bagian modul. memperbaiki hirarki peta konsep. dan lain sebagainya. Magnetic: Research Journal Of Physics and ItAos Application Volume 2. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2775-8583 4 Validasi oleh Guru dan Teman Sejawat Guru yang memvalidasi modul adalah guru fisika . yang mengajar di sekolah tempat pelaksanan uji skala kecil yaitu di SMAK Kanisius Sragen dan pelaksanaan uji skala besar di SMAN 1 Sambungmacan Sragen. Sedangkan teman sejawat . eer reviewe. adalah lulusan sarjana pendidikan fisika yang sedang menempuh pendidikan Pascasarjana di jurusan pendidikan sains konsentrasi fisika dan jurusan fisika Universitas Sebelas Maret. Aspek yang dinilai oleh guru dan teman sejawat adalah aspek pembelajaran dan penyajian. Hasil validasi oleh reviewer dan peer reviewer ditampilkan pada Tabel 5. Aspek yang dinilai Pembelajaran dan Tabel 5. Hasil validasi reviewer dan peer reviewer Validator Skor Ideal Skor Maks. Presentase Reviewer 1 Reviewer 2 87,93 % Peer reviewer 1 94,83 % Peer reviewer 2 90,52 % Peer reviewer 3 Peer reviewer 4 95,69 % Rata-rata Kriteria Tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Guru dan teman sejawat mengomentari hampir semua aspek pada modul. Misalnya, teori yang ditampilkan pada prasyarat konsep, perbaikan percobaan, tambahkan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa, mengkaji alat-alat yang digunakan pada percobaan, dan lain sebagainya. Selain usulan perbaikan, validator memberikan tanggapan positif tentang modul. Tanggapan positif validator disajikan pada Tabel 6. Validator Ahli materi 1 Ahli materi 2 Bahasa Reviewer 1 Peer reviewer 1 Peer reviewer 3 Peer reviewer 4 Tabel 6. Tanggapan positif validator terkait modul Tanggapan Positif Kegiatan pembelajaranya sudah runtut. Kegiatan auditory sudah bagus, karena siswa bisa mendengar atau belajar kembali apa yang sudah direkam berulang-ulang tanpa dibatasi. Sangat bagus memasukan kegiatan repetition karena guru bisa mengecek atau menanyakan kembali apa yang sudah diketahui siswa. Repetition penting untuk melawan lupa. Kegiatan menyangkut pengetahuan dan keterampilan jelas, terlihat baik dan urut. Isi/materi yang disajikan sudah lengkap. Praktikum sudah sesuai dengan materi. Urutan materi sudah baik. Bahasa yang digunakan sudah sangat baik. Kesalahan dalam bahasa tidak sampai mengganggu penggunaan modul. Penggunaan istilah asing juga sudah pas Modulnya sudah bagus dan setiap kegiatan dapat diterapkan. Kegiatan-kegiatannya menarik. Kegiatan di dalam modul sangat runtut, jelas dan mudah dipahami. Modulnya sudah sangat baik karena setiap pertanyaan dan soal-soal sudah dilengkapi dengan Sudah cukup baik, hampir semua isi atau kegiatan di dalam modul mengajak siswa untuk Contoh-contoh dan ilustrasi yang ditampilkan sudah sesuai dengan fenomena yang terjadi dalam lingkungan siswa, sehingga dengan mudah siswa akan memahami konsep yang akan Hasil analisis kevalidan modul dari semua validator dianalisis lebih lanjut untuk mengatahui kelayakan modul yang ditampilkan pada Tabel 7. Magnetic: Research Journal Of Physics and ItAos Application Volume 2. No. 2 September 2022 e-ISSN: 2775-8583 Tabel 7. Rangkuman analisis kelayakan modul Validator Presentase Keidealan (%) Ahli materi 1 71,53 Ahli materi 2 86,11 Ahli bahasa 81,25 Ahli kegrafisan 95,54 Reviewer 1 71,55 Reviewer 2 87,93 Peer reviewer 1 94,83 Peer reviewer 2 90,52 Peer reviewer 3 Peer reviewer 4 95,69 Skor rata-rata ideal 84,91 Skor maksimum 95,69 Skor minimum 71,53 Natural cut off point 83,63 Kesimpulan Layak Hasil analisis modul berdasarkan persentase penilaian pada Tabel 7 menunjukkan bahwa perbandingan presentase ratarata ideal sebesar 85,68, lebih besar dari skor natural cut off point sebesar 83,63. Berdasarkan hasil validasi dari semua validator maka disimpulkan bahwa modul fisika berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition, layak digunakan untuk diujicobakan oleh guru dalam membelajarkan konsep Suhu dan Kalor. Modul tersebut harus di perbaiki atau direvisi terlebih dahulu sesuai dengan saran dari semua validator dan kemudian dapat diujicobakan kepada siswa dalam skala kecil. Kesimpulan Berdasarkan analisis serta pembahasan di atas maka disimpulkan bahwa modul pembelajaran fisika berbasis kinesthetic, intellectual, visual, auditory, repetition layak diujicobakan dalam skala kecil. Dasar dari keputusan ini adalah hasil penilaian skor rata-rata ideal sebesar 84,91% yang diperoleh dari validator dengan. Skor rata-rata ideal lebih besar dari presentase natural cut off point yang bernilai sebesar 83,63 %. Modul dapat diujicobakan oleh guru dengan revisi sesuai Daftar Pustaka