Prodi Pendidikan Sosiologi Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 2. Mei-Agustus 2024 Sosiologi http://journal. id/index. php/equilibrium Motivasi Pemuda Dalam Melanjutkan Perguruan Tinggi (Studi Pada Pemuda Yang Melanjutkan Studi Ke Perguruan tinggi Di Kampung Suka Jadi Desa Pangke Kabupaten Karimu. Ferizone 1. Endri Bagus Prastiyo 2. Alfi Husni 3. Rianto 4. Desmayeti Arfa 5. Veny Melisa Arindi 6 Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang E-mail: ferizoneok@gmail. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang E-mail: endribagus@stisipolrajahaji. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang E-mail: alfi@stisipolrajahaji. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang E-mail: awang. rianto2013@stisipolrajahaji. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang E-mail: desma4@gmail. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Raja Haji Tanjungpinang E-mail: venymelisa01@gmail. Abstract. This research was conducted to determine the motivation of young people in continuing to higher education in Suka Jadi Village. Pangke Village. West Meral District. Karimun Regency. This research is a type of descriptive research with a qualitative approach, and data collection techniques using observation, interviews and documentation. The population in this study was the youth of Kampung Suka Jadi who had just graduated from high school in 2022, namely 28 people, using a sampling technique, namely purposive sampling, and obtained the sample criteria, namely youth who graduated from high school/equivalent in 2022 and continued their schooling in college as many as 8 people. The results of this research are that in Abraham Maslow's theory, the hierarchy of needs theory forms a pyramid where the fulfillment of basic needs or physiological needs is at the lowest level. As for the informants' hopes regarding their motivation to continue their education as has been described, such as hoping for a sense of security because they get a degree, feeling accepted in the environment, feeling appreciated, increasing relationships and insight, this refers to fulfilling one need, namely being able to easily find work. with big income. There is a motive to fulfill economic needs. This means that informants subconsciously try to fulfill their physiological needs so that their lives become prosperous and Keywords : Motivation. Youth. Higher Education Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motivasi pemuda dalam melanjutkan perguruan tinggi di Kampung Suka Jadi Desa Pangke Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah pemuda Kampung Suka Jadi yang baru lulus sekolah menengah di tahun 2022 yaitu sebanyak 28 jiwa, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, dan diperoleh kriteria sampel tersebut yaitu pemuda yang lulus SLTA/Sederajat di tahun 2022 dan melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi sebanyak 8 orang. Hasil dari penelitian ini yaitu dalam teori Abraham Maslow, teori hierarki kebutuhan membentuk sebuah piramida yang dimana pemenuhan kebutuhan dasar atau kebutuhan fisiologis terdapat di level paling bawah. Adapun harapan informan mengenai motivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan sebagaimana yang telah diuraikan seperti berharap adanya rasa aman karena mendapat gelar, merasa diterima di lingkungan, merasa di hargai, menambah relasi dan wawasan, hal tersebut merujuk kepada satu pemenuhan kebutuhan yaitu agar dapat dengan mudah mencari pekerjaan dengan penghasilan yang besar. Adanya motif pemenuhan kebutuhan ekonomi. Artinya, secara tidak sadar para informan berusaha untuk memenuhi kebutuhan fisiologis agar kehidupan mereka menjadi sejahtera dan berkecukupan. Kata Kunci : Motivasi. Pemuda. Perguruan tinggi Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 2. Mei-Agustus 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P- ISSN: 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 PENDAHULUAN Motivasi setiap individu dengan individu lainnya akan memiliki sebuah perbedaan tergantung dari tujuan yang mereka wujudkan, salah satunya yaitu mengenai pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu upaya atau usaha yang setiap manusia tempuh untuk mencerdaskan dirinya. Motivasi menurut Michael J. Jucius merupakan suatu aktivitas atau kegiatan yang dampaknya memberikan dorongan untuk melakukan atau mengambil suatu aksi dan tindakan dari diri seseorang. Tindakan tersebut dilakukan secara sadar untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang sudah direncanakan (Susanto & Lestari, 2018:. Motivasi yang memiliki tujuan dari seseorang dapat terealisasikan apabila usaha yang dilakukan tercapai dan apa yang diinginkan terpenuhi (Prihartanta, 2015: . Sebuah masyarakat pedesaan di Kabupaten Karimun, tepatnya di Kampung Suka Jadi Desa Pangke Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun masih ditemukan gejala-gejala seperti banyaknya masyarakat yang tidak melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi. Berdasarkan observasi atau pengamatan sementara fenomena yang terlihat di Desa Pangke, dimana mayoritas pendidikan masyarakatnya masih banyak yang hanya sampai tingkat SMA, sedangkan yang melanjutkan ke perguruan tinggi masih sangatlah Terkait pemuda di Kampung Suka Jadi Desa Pangke ini, masih sedikit yang mau melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Pemuda tersebut berada di usia yang produktif untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, mayoritas pemuda disana masih banyak yang hanya sekolah hingga tingkat SMA/sederajat. Dalam pengamatan sementara, ada pemuda yang tergolong pintar dalam sekolahnya, namun memilih untuk tidak melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Pemuda di Kampung Suka Jadi ini memiliki pandangan bahwasanya pada akhirnya pekerjaan yang dimiliki akan sama saja dengan orang yang melanjutkan ke perguruan tinggi di Kampung tersebut. Sektor industri seperti perusahan perseroan besar menjadi salah satu tempat para sebagian pemuda di Kampung Suka Jadi untuk melamar pekerjaan ketika mereka telah lulus sekolah. Ada juga pemuda yang bekerja menjadi karyawan di supermarket, gudang barang, karyawan toko baju, dan guru bimbingan belajar untuk anak-anak. Fenomena di atas yang menjadi salah satu alasan mayoritas pemuda Kampung Suka Jadi enggan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi. Bekerja menjadi hal yang lebih prioritas karena dengan begitu mereka sudah bisa memiliki penghasilan sendiri. Menikah menjadi alternatif lain pada saat tidak melanjutkan ke perguruan tinggi dan susah mendapat pekerjaan bagi perempuan. Namun, diantara banyaknya pemuda yang tidak melanjutkan studinya, ada beberapa pemuda yang justru memilih untuk melanjutkan ke perguruan tinggi begitu lulus Pemuda Kampung Suka Jadi yang memilih melanjutkan pendidikannya setelah lulus sekolah tentunya memiliki semangat dan motivasi tersendiri dari dalam dirinya. Berdasarkan pengamatan sementara, pemuda Kampung Suka Jadi yang melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi dikarenakan adanya beberapa dorongan. Salah satunya orangtua yang belum bisa merasakan sekolah tinggi menjadi salah satu dorongan pemuda Kampung Suka Jadi untuk melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Menaikkan derajat orangtua dari segi status sosial dalam pendidikan menjadi motivasi pemuda Kampung Suka Jadi yang ingin lebih baik dari orangtuanya dalam segi pendidikan. Pemuda Kampung Suka Jadi melakukan beberapa usaha agar motivasinya untuk melanjutkan ke perguruan tinggi tercapai. Seperti mengikuti jalur beasiswa seperti SNMPTN. SBMPTN dan Bidikmisi menjadi salah satu usaha mereka agar bisa melanjutkan pendidikannya dan mengurangi beban orangtua dalam membayar biaya selama mereka menempuh pendidikan dari awal hingga berakhirnya masa perkuliahan. Berdasarkan dari uraian latar belakang di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian untuk mengetahui motivasi pemuda dalam melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi lalu menghubungkannya dengan teori motivasi dengan ancangan hirarki lima kebutuhan manusia dari Abraham Maslow. Dari diantara banyaknya pemuda di Kampung Suka Jadi yang tidak melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi, namun sebagian pemuda ini memiliki motivasi Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 2. Mei-Agustus 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P- ISSN: 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 tersendiri dan memilih untuk melanjutkan studinya. Hal tersebut menimbulkan rasa ketertarikan peneliti untuk melihat lebih dalam hal apa saja yang menjadi motivasi dan mendorong mereka sehingga memutuskan untuk melanjutkan pendidikan. Hal yang menjadi permasalahan di dalam artikel ini yaitu AuBagaimana Motivasi Pemuda Kampung Suka Jadi Desa Pangke Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun Dalam Melanjutkan Perguruan tinggi?Ay. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah pemuda Kampung Suka Jadi yang baru lulus sekolah menengah di tahun 2022 yaitu sebanyak 28 jiwa, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, dan diperoleh kriteria sampel tersebut yaitu pemuda yang lulus SLTA/Sederajat di tahun 2022 dan melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi sebanyak 8 orang. Sumber data primer diperoleh secara langsung melalui hasil wawancara dari informan, melihat situasi dan kondisi pemuda yang berada di wilayah Kampung Suka Jadi Desa Pangke mengenai tentang motivasi pemuda dalam melanjutkan perguruan tinggi. data sekunder yang membantu melengkapi sumber primer dalam penelitian ini ialah dokumen atau data-data yang didapatkan dari Kampung Suka Jadi dan Kantor Desa Pangke berupa data keadaan penduduk, jumlah pemuda, profil desa, sarana dan prasarana, keadaan penduduk berdasarkan tingkat pendidikan, tingkat usia, dan lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik dan alat pengumpulan data yaitu menggunakan observasi non-partisipan, wawancara secara mendalam dan dokumentasi. Teknik analisa data menggunakan reduksi data, yaitu Reduksi data yang telah dilakukan dalam penelitian ini yaitu setelah peneliti mengumpulkan dan mendapatkan data-data yang berkaitan dengan motivasi pemuda dalam melanjutkan perguruan tinggi dari informan penelitian berupa wawancara, selanjutnya hasil wawancara itu disusun ke dalam transkip wawancara lalu peneliti akan melakukan pemilahan data yang sejenis maupun tidak sejenis, kemudian mengkategorikan dan membuat abstraksi dari catatan lapangan, wawancara dan Kemudian, peneliti menyajikan data dalam bentuk teks naratif yang dibantu oleh table atau gambar untuk memperjelas hasil penelitian. Lalu, menarik sebuah kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Motivasi pemuda di Kampung Suka Jadi Desa Pangke Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun dalam melanjutkan perguruan tinggi dapat dilihat dari indikator yang dapat menggambarkan motivasi seseorang. Adapun teori yang digunakan adalah teori hierarki kebutuhan dari Abraham Maslow, sebagai berikut : Motivasi Karena Kebutuhan Fisiologis (Physiological Need. Kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan yang paling mendasar dimana individu melakukan kegiatan dikarenakan dorongan hendak memenuhi kebutuhan pokok seperti makan, minum, tempat tinggal, dan sebagainya. Jika seseorang sudah terpenuhi akan kebutuhan dasarnya, maka individu akan memiliki semangat dalam menjalankan aktivitasnya. Berdasarkan hasil wawancara oleh 8 orang informan didapati satu informan yang memberikan keterangan bahwa melanjutkan perguruan tinggi memiliki kaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisiologis bagi mereka kedepannya. Menurut informan yang memberikan jawaban pada indikator ini bahwa lulusan sarjana akan mendapat pekerjaan yang berbeda tingkatan dan pendapatan dengan seseorang yang bukan lulusan sarjana. Hal ini merupakan salah satu upaya mereka untuk memperbaiki jenjang stratifikasi sosial di masa yang akan datang, baik secara ekonomi maupun pendidikan. Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 2. Mei-Agustus 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P- ISSN: 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 Dengan begitu, apabila dengan gelar perguruan tinggi yang sudah didapatkan tadi kemudian berhasil mendapatkan pekerjaan yang baik dan menghasilkan penghasilan yang jauh lebih baik maka kebutuhan-kebutuhan dasar manusia setiap individu maupun keluarganya mampu terpenuhi seperti kebutuhan makan, minum, tempat tinggal serta penunjang kehidupan lainnya terpenuhi maka setiap individu dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari akan merasa nyaman dan sejahtera. Motivasi Karena Kebutuhan Rasa Aman (Safety And Security Need. Merujuk kepada pengertian kebutuhan rasa aman itu sendiri adalah kebutuhan individu yang terdorong untuk memenuhi diri dan merasa terlindungi, aman dan jauh dari bahaya apapun. Seseorang pasti memerlukan kebutuhan untuk merasa aman dan memiliki perlindungan diri dengan begitu seseorang individu akan terhindar dari rasa kecemasan. Terdapat satu informan yang memberikan jawaban mengenai indikator ini, berdasarkan hasil jawaban dari informan dapat dianalisa bahwa informan menganggap bahwa dengan mereka melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, maka akan menimbulkan rasa aman dari dalam dirinya. Rasa aman tersebut berupa bertambahnya wawasan sehingga terhindar dari orang yang berusaha berniat jahat dengan cara menipu, rasa aman karena bisa mendapat teman atau relasi maupun pasangan yang memiliki latar belakang pendidikan yang sama nantinya kemudian adanya latar belakang pendidikan pada dirinya sehingga menimbulkan rasa aman untuk dimasa yang akan datang dimana tuntutan spesialisasi pekerjaan semakin jelas dan batas-batas minimal pendidikan sebagai syarat dalam memperoleh pekerjaan. Motivasi Karena Kebutuhan Akan Rasa Cinta Dan Rasa Memiliki (Love And Belongingness Need. Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki adalah kebutuhan dimana seseorang individu ingin memiliki koneksi, hubungan dengan orang lain, merasa diterima di dalam lingkungan tempat tinggal, merasa dimiliki oleh keluarga, teman, pasangan dan sebagainya. Pada hakikatnya manusia itu ingin dicintai dan dikasihi. Rasa cinta dan rasa memiliki menjadi salah satu kebutuhan dasar suatu individu untuk menjalani kehidupannya. Kebutuhan ini akan terpuaskan apabila seorang individu memiliki relasi dan diterima dengan baik di dalam lingkungan kelompok tersebut, baik dilingkungan keluarga, masyarakat, teman sepermainan, dan lain-lain. Terdapat satu informan yang memberikan jawaban pada indikator ini, dapat dianalisa bahwa informan menganggap bahwa dengan mereka melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, maka dapat memenuhi kebutuhan rasa ingin dicintai dan dimiliki untuk dirinya. Adapun bentuk rasa dicintai dan dimiliki yaitu berupa rasa diterima di dalam lingkungan keluarga, teman dan sekitarnya seperti mendapat dukungan berupa motivasi, semangat dari orangtua dan teman satu perkuliahannya. Bagi informan, dengan melanjutkan ke perguruan tinggi menjadi peluang untuk mereka mengakrabkan dan mendekatkan dirinya di lingkungan keluarga dan sekitar. Motivasi Karena Kebutuhan Akan Penghargaan (Esteem Need. Kebutuhan akan penghargaan adalah kebutuhan dimana individu ingin mendapat pengakuan dari orang lain, mendapat prestasi dan penghargaan yang kemudian mendapat dukungan dari orang Rasa ingin dihargai dan dihormati juga muncul di dalam diri seorang individu. Setelah kebutuhan rasa ingin dicintai dan dimiliki terpenuhi, selanjutnya seorang individu akan membutuhkan rasa ingin dihargai. apabila seseorang memiliki sebuah prestasi, maka dirinya ingin mendapat sebuah pujian, penghargaan dan validasi. Seorang individu tidak cukup jika hanya mendapat rasa dicintai dan dimiliki, ia juga memerlukan merasa baik dan berguna agar dirinya memiliki harga diri. Terdapat 3 informan yang memberikan jawaban mengenai indikator ini. Berdasarkan jawaban informan mengenai indikator ini, dapat dianalisa bahwa informan berpendapat bahwa Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 2. Mei-Agustus 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P- ISSN: 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 dengan melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi dapat memberikan prestise bagi diri mereka. Prestise tersebut berupa status sosial dari segi pendidikan yang menjadi lebih baik dipandangan masyarakat dan mendapat kehormatan serta penghargaan dari orang lain. Bagi informan dengan melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi menjadi salah satu upaya untuk menaikkan derajat orangtua dari segi status sosial pendidikan. Orang tua mereka yang rata-rata hanya sampai lulusan sekolah menengah saja bahkan ada yang hanya lulus sampai tingkat sekolah dasar menjadi terangkat dengan diri mereka yang mampu masuk dan melanjutkan sekolahnya ke jenjang yang lebih tinggi. Kebutuhan rasa ingin dihargai juga didapat oleh informan melalui sosial media. Sosial media menjadi salah satu media untuk mereka mendapat suatu kebanggaan dengan cara selalu mengunggah segala aktivitas positif mereka selama menempuh perguruan tinggi terlebih lagi jika menggunakan jas almamater dari universitas kemudian mendapat jumlah suka yang banyak dan komentar yang positif. Harga diri mereka menjadi terangkat dan kebutuhan akan penghargaan dan kehormatan mereka pun terpenuhi. Motivasi Karena Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self-Actualization Need. Kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan dimana individu dapat mengembangkan kemampuan, pemahaman, menjalajah, kebutuhan pengetahuan, meningkatkan kualitas diri, menyadari potensinya, kebutuhan estetik dan keteraturan hidup serta mendapat kepuasan diri. Setiap manusia menginginkan adanya peningkatan kemampuan di dalam dirinya. Tuntutan zaman yang semakin maju menyebabkan seorang individu harus mengembangkan dan mengaktualisasi Dengan begitu mereka bisa bersaing dalam majunya sebuah zaman. Namun, adanya tantangan yang terjadi di sebuah lingkungan, menyebabkan tidak banyak individu yang mencapai Wujud dari aktualisasi pada setiap individu itu tidaklah sama, karena hal ini bersifat personal dan individual sehingga tidak dapat dipuaskan oleh orang lain melainkan hanya bisa oleh dirinya hanya individu itu sendiri yang mengetahui apakah dirinya sudah berhasil atau belum dalam mencapai kebutuhan aktualisasi dirinya. Kebutuhan aktualisasi dapat dikatakan kebutuhan yang tak kalah penting dari kebutuhan dasar lainnya seorang individu. Karena kebutuhan aktualisasi merupakan kebutuhan yang berkaitan dengan kapasitas seseorang untuk menjadi seperti apa yang dirinya inginkan. Kebutuhan ini juga penting seorang individu dalam menghadapi kemajuan teknologi pada zaman sekarang yang semakin canggih dan modern. Terdapat 2 informan yang memberikan jawaban mengenai indikator ini. Berdasarkan jawaban informan mengenai indikator ini, dapat dianalisa bahwa pemuda Kampung Suka Jadi berpendapat bahwa dengan melanjutkan sekolahnya ke perguruan tinggi dapat memenuhi kebutuhan aktualisasi dirinya. Informan dapat mengembangkan potensi dirinya seperti belajar berbicara di depan khalayak ramai, menambah wawasan dan pengetahuan yang semulanya belum mengerti menjadi paham. Mengubah pola pikir juga informan rasakan setelah mereka melanjutkan perguruan tinggi. Mengasah kemampuan untuk lebih berpikir kritis telah informan dapatkan setelah melanjutkan pendidikan. Menambah relasi dan koneksi juga menjadi salah satu hal yang mereka dapatkan. Melalui organisasi kampus dan mengikuti berbagai macam seminar membuat mereka mendapat kesempatan untuk menambah teman dan jaringan serta bertemu dengan orang-orang yang memiliki segudang ilmu pengetahuan dan pengalaman. Mengetahui dan mengenal budaya baru juga informan rasakan ketika pindah ke tempat baru. Berbagai karakter dan pola pikir yang berbeda informan hadapi dan hal ini menjadi kesempatan mereka untuk belajar beradaptasi dengan lingkungan baru. Analisis Sosiologi Motivasi Pemuda Dalam Melanjutkan Perguruan tinggi Sosiologi pendidikan merupakan suatu kajian yang mempelajari tentang suatu masyarakat yang berinteraksi dan memiliki hubungan dengan pendidikan. Bagaimana masyarakat memiliki pengaruh terhadap pendidikan dan sebaliknya, bagaimana pendidikan memiliki pengaruh terhadap Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 2. Mei-Agustus 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P- ISSN: 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 Sosiologi pendidikan melihat masyarakat yang saling berinteraksi kemudian berkaitan dengan proses pendidikan. Masyarakat dan pendidikan memiliki hubungan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Masyarakat merupakan makhluk sosial yang membutuhkan Hal ini dipengaruhi oleh tuntutan budaya, ideologi, agama dan hukum. Pada era globalisasi seperti sekarang ini, menuntut manusia untuk terus berkembang dalam menghadapi perubahan zaman dan kebutuhan manusia yang semakin kompleks dan beragam. Untuk memenuhi tantangan tersebut, manusia membutuhkan pendidikan sebagai tempat untuk mengembangkan potensi dan kemampuan. Pendidikan dan manusia merupakan suatu hal yang saling berkaitan antara satu sama Budaya yang semakin berkembang menyebabkan kebutuhan manusia semakin beragam, seperti kebutuhan fisiologis, kebutuhan rasa aman dan selamat, kebutuhan rasa cinta dan dimiliki, kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan aktualisasi harus mereka penuhi untuk memperoleh hidup yang bahagia dan sejahtera. Perubahan sosial menurut J. Gillin dan J. P Gillin (Maksum, 2. merupakan suatu variasi dari cara hidup yang diterima, akibat adanya perubahan kondisi geografis, kebudayaan, material, komposisi penduduk, ideologi, maupun karena difusi dan penemuan baru dalam masyarakat. Pendapat Gillin dan Gillin ini sangat sesuai dengan realitas sosial yang disaksikan peneliti baik melalui lapangan maupun melalui jurnal atau media internet bahwasanya era globalisasi yang menyebar luas pada kehidupan masyarakat menyebabkan terjadinya banyak perubahan pada pola kehidupan Setiap manusia tidak pernah merasakan perasaan puas terhadap sesuatu, sehingga mendorong untuk terus menemukan dan menciptakan hal yang baru sehingga menyebabkan semakin kompleksnya kebutuhan dan pembagian pekerjaan. Perguruan tinggi sendiri memiliki fungsi dalam perubahan sosial, dimana fungsi pendidikan dalam perubahan sosial itu sendiri berperan untuk menumbuhkan keyakinan serta nilai baru tentang bagaimana manusia berpikir. Perguruan tinggi pada saat ini sudah cukup mampu menghasilkan generasi yang baru dengan sikap berpikir kritis dan pantang menyerah pada situasi yang sedang dihadapi serta mampu beradaptasi dengan situasi perubahan dan menyelesaikan segala Secara mendasar perguruan tinggi bertujuan untuk memberikan skill, pengetahuan, kemampuan, karakter yang diperlukan seseorang agar memunculkan kemampuan yang berpotensial di dunia pekerjaan. Pada era sebelumnya, masyarakat dapat dengan mudah mendapat pekerjaan dengan hanya mengandalkan fisik, artinya pekerjaan dapat dengan mudah dikerjakan oleh siapa saja tanpa perlu adanya keahlian khusus selama individu itu mampu untuk menjalaninya. Namun, setelah terjadinya perubahan sosial, pada saat ini perusahaan atau pekerjaan yang tersedia tidak hanya memandang penampilan dan fisik, namun memiliki kualifikasi atau standart tersendiri dalam mencari para pekerja. Untuk itu, maka begitu pentingnya setiap individu mendapatkan pendidikan yang layak sesuai minat ataupun jurusan yang ia minati. Perguruan tinggi menjadi salah satu tempat bagi individu terutama para pemuda di Kampung Suka Jadi untuk meningkatkan kemampuan dan skill agar mencapai kualifikasi atau standart yang harus dimiliki para pekerjan di era globalisasi sekarang. Perguruan tinggi menjadi tempat individu untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri seperti mengasah kemampuan berbicara, menambah wawasan, menambah relasi, pengalaman dan sebagainya. Hal tersebut dapat dijabarkan karena pada dasarnya pendidikan sangat mempengaruhi seseorang. Stratifikasi sosial merupakan terjadinya pelapisan sosial atau adanya sistem hierarki suatu kelompok di dalam masyarakat. Pendidikan memiliki hubungan yang sangat erat dengan status sosial seseorang (Nasution, 2. Pendapat Nasution ini sangat sesuai dengan realitas sosial yang diamati oleh peneliti di lapangan bahwasanya pendidikan dapat menentukan kedudukan sosial seseorang dalam lingkungan masyarakat. Meskipun pendidikan tidak selamanya bisa melihat status sosial seseorang, namun dengan pendidikan yang tinggi maka seseorang bisa dikatakan memiliki kedudukan sosial yang tinggi pula. Ketimpangan sosial marak terjadi di era globalisasi ini, yang menyebabkan munculnya pembedaan atau lapisan masyarakat seperti contoh ada si kaya dan si miskin, si pintar dan si bodoh. Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 2. Mei-Agustus 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P- ISSN: 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 dan sebagainya. Ketimpangan sosial dapat diselesaikan melalui pendidikan. Hal ini sejalan dengan pemenuhan kebutuhan fisiologis dimana seseorang berusaha memenuhi kebutuhan dasar seperti makan, minum, pakaian dan tempat tinggal. Perguruan tinggi memberikan peluang bagi seseorang untuk memperbaiki nasib. Pemenuhan kebutuhan fisiologis didapat apabila seseorang memiliki pekerjaan dan penghasilan yang Perguruan tinggi menjadi salah satu jalan untuk membuka peluang seseorang dalam memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang besar. Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar keuntungan dan kesempatan dalam dunia pekerjaan. Perguruan tinggi juga menjadi tempat seseorang untuk memenuhi kebutuhan akan Masyarakat akan lebih memandang dan menghargai seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Hal ini juga memperbaiki keadaan seseorang dari pandangan orang lain, yang mulanya kurang dilihat atau dihargai menjadi lebih dihormati dan disegani dalam lingkungan masyarakat. Perguruan tinggi diharapkan dapat membentuk seseorang menjadi manusia sosial yang bisa bergaul dan berinteraksi dengan sesama manusia sekalipun berbeda suku, agama dan ras. Hal ini sejalan dengan pemenuhan kebutuhan rasa ingin dicintai dan dimiliki. Kebutuhan dimana seseorang ingin diakui dan diterima di dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Perguruan tinggi membantu seseorang untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan cara mengajarkan bagaimana untuk bergaul dan berinteraksi dengan orang lain. Jika seseorang berani untuk membaur kemudian berinteraksi dengan yang lainnya, maka seseorang tersebut akan mudah untuk diterima, dicintai dan dimiliki serta dapat menjalankan peran sosialnya dengan baik di dalam suatu lingkungan. KESIMPULAN Motivasi adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang dampaknya memberikan dorongan untuk melakukan atau mengambil suatu aksi dan tindakan dari diri seseorang. Tindakan tersebut dilakukan secara sadar untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang sudah direncanakan. Motivasi dapat diwujudkan karena seseorang memiliki suatu keinginan untuk mencapai tujuan dan apabila dengan tujuan tersebut sudah terpenuhi maka individu tersebut mendapat rasa kepuasan terhadap bentuk usaha-usaha yang telah dilakukannya itu. Motivasi yang memiliki tujuan dari seseorang dapat terealisasikan apabila usaha yang dilakukan tercapai dan apa yang diinginkan terpenuhi. Berdasarkan hasil temuan dan analisis yang dilakukan pada data-data sebagaimana yang diuraikan bahwa pemuda Kampung Suka Jadi Desa Pangke Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun, dalam hal ini memberikan jawaban bahwa mereka berharap bahwa dengan melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi maka akan terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan mereka dimasa yang akan datang. Pemuda Kampung Suka Jadi memiliki motivasi dan dorongan untuk melanjutkan ke perguruan tinggi dikarenakan adanya keinginan untuk memenuhi lima kebutuhan hierarki menurut Abraham Maslow. Motivasi pemuda untuk melanjutkan perguruan tinggi yaitu rendahnya pendidikan orangtua menjadi alasan anak untuk melanjutkan perguruan tinggi agar dapat meningkatkan derajat orangtua dari segi pendidikan. Orangtua menganggap bahwa dengan anaknya memiliki gelar dan lulus dari perguruan tinggi akan lebih mudah untuk mencari pekerjaan dan mendapat penghasilan yang baik dibandingkan dengan dirinya yang tidak bisa tamat hingga SLTA/sederajat. Dapat dikatakan adanya ketidaktahuan orangtua secara mendalam mengenai apa yang menjadi motivasi anaknya untuk melanjutkan kuliah juga dapat disebabkan karena rendahnya pendidikan orangtua. Dalam teori Abraham Maslow, teori hierarki kebutuhan membentuk sebuah piramida yang dimana pemenuhan kebutuhan dasar atau kebutuhan fisiologis terdapat di level paling bawah. Kebutuhan fisiologis yaitu seperti kebutuhan untuk makan, minum, pendidikan, dan tempat tinggal. Jika kebutuhan ini sudah terpenuhi, maka akan bisa memenuhi kebutuhan pada tahap selanjutnya. Berdasarkan hasil wawancara tambahan yang dilakukan peneliti kepada orangtua informan, dapat dikatakan kondisi kehidupan para informan masih berada di dalam tahap pemenuhan kebutuhan dasar atau kebutuhan fisiologis. Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol. XII. Issu 2. Mei-Agustus 2024 https://journal. id/index. php/equilibrium/index P- ISSN: 2339-2401/E-ISSN: 2477-0221 Adapun harapan informan mengenai motivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan sebagaimana yang telah diuraikan seperti berharap adanya rasa aman karena mendapat gelar, merasa diterima di lingkungan, merasa di hargai, menambah relasi dan wawasan, hal tersebut merujuk kepada satu pemenuhan kebutuhan yaitu agar dapat dengan mudah mencari pekerjaan dengan penghasilan yang besar. Adanya motif pemenuhan kebutuhan ekonomi. Artinya, secara tidak sadar para informan berusaha untuk memenuhi kebutuhan fisiologis agar kehidupan mereka menjadi sejahtera dan berkecukupan. Perguruan tinggi memberikan peluang bagi seseorang untuk memperbaiki nasib dan status Pemenuhan kebutuhan fisiologis didapat apabila seseorang memiliki pekerjaan dan penghasilan yang layak. Perguruan tinggi menjadi salah satu jalan untuk membuka peluang seseorang dalam memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang besar. Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin besar keuntungan dan kesempatan dalam dunia pekerjaan. Perguruan tinggi menjadi salah satu tempat bagi informan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan perubahan sosial dan lapisan sosial. Informan diajarkan bagaimana caranya mengembangkan potensi yang ada di dalam diri dan menerapkan ilmu-ilmu yang dipelajari untuk dapat diaplikasikan di dalam kehidupan sosial bermasyarakat. DAFTAR PUSTAKA