MEDIUM Desember 2022. Vol. 10 No. 2, pp. ISSN: 2303-0194. E-ISNN: 2615-1308 Komunikasi Pembangunan Partisipasi Membangun Objek Wisata Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat Idawati Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau Email: idawatiuir@comm. Diterima: 23-04-2022 Disetujui: 30-08-2022 Diterbitkan: 01-12-2022 Abstrak Partisipasi masyarakat dalam membangun objek Pariwisata merupakan salah satu wujud untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, agar masyarakat memiliki taraf hidup yang lebih baik di masa-masa yang akan Kota Dumai merupakan kota industri yang dikenal dengan keindahan pantainya, sebagai sebutan kota industri sudah tentulah pemerintah melalui program menyentuh masyarakat berpolapikir maju untuk membangun wisata lokal yang mereka miliki dengan pemandangan pantai yang cukup indah. Adapun penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana partisipasi masyarakat untuk membangun objek pariwisata alam untuk meningkatkan ekonomi, dan apa saja hambatan masyarakat dalam berpartisipasi. Pendekatan teori yang digunakan adalah teori AukesadaranAy dalam komunikasi pembangunan dikenal dengan teori komunikasi dua arah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif survey kemasyarakatan, dengan tujuan untuk melihat partisipasi tersebut. Adapun hasil dari penelitian ini terbukti masih rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan wisata, dikarenakan beberapa permasalahan, beranggapan pembangunan tanggung jawab pemerintah, tidak memiliki ketersediaan waktu, tidak adanya kemauan, solusi yang diberikan adalah dengan memberikan bimbingan, penanaman nilai kesadaran, perencanaan pembangunan, pentingnya pembangunan. Kata Kunci: partisipasi masyarakat, membangun objek wisata, meningkatkan Abstract Community participation in building tourism objects is one form of improving the economic welfare of the community, so that people have a better standard of living in the future. The city of Dumai is an industrial city known for its beautiful beaches, as an industrial city, of course the government through a program to touch people with advanced thinking patterns to build local tourism that they have with quite beautiful beach views. This study aims to find out how community participation is to build natural tourism objects to improve the This work licensed under an Attribution 4. 0 International (CC BY 4. MEDIUM Desember 2022. Vol. 10 No. 2, pp. ISSN: 2303-0194. E-ISNN: 2615-1308 And what are the barriers to community participation. The theoretical approach used is the theory of "awareness" in development communication known as the theory of two-way communication. The method used in this research is a qualitative descriptive method of community survey, with the aim of seeing the participation. The results of this study prove that the level of community participation in tourism development is still low, due to several problems, assuming that development is the responsibility of the government, not having time availability, lack of willingness, the solution given is to provide guidance, inculcate the value of awareness, development planning, the importance of development. Keywords: Community participation, building tourist attractions, improving the economy. PENDAHULUAN Secara sederhana pembangunan adalah sebuah perubahan berguna yang menuju suatu sistem sosial dan ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak suatu bangsa (Olivia & Pikri, 2. Suatu masyarakat dinilai berhasil melaksanakan pembangunan, apabila pertumbuhan ekonomi masyarakat tersebut cukup tinggi (Parwati & Pithaloka, 2. Untuk mencapai hal itu sudah tentu dituntut peran serta masyarakat terhadap pembangunan, dalam upaya meningkatkan ekonomi kerakyatan, agar menuju taraf hidup yang lebih Komunikasi pembangunan merupakan segala cara dan upaya, serta teknik yang penyampaian gagasan, dan keterampilan-keterampilan pembangunan yang berasal dari pihak yang memprakarsai pembangunan dan ditujukan kepada masyarakat luas, dengan tujuan agar masyarakat memahami, menerima, dan berpartisipasi dalam melaksanakan gagasan yang disampaikan (Zulyadi, 2. Berdasarkan konsep pembangunan sebenarnya masih bersifat materialistis karena yang dipersoalkan masih terbatas pada persoalan materi yang akan dihasilkan dan akan dibagi hal ini karena definisi dari pembangunan masih didominasi oleh pakar ekonomi, padahal jika ditelusuri berdasarkan pengalaman di lapangan pembangunan tidak hanya berurusan dengan produk dan distribusi barang material namun dapat menciptakan kondisi untuk mengembangkan kreativitas sumber daya manusia sebagai subjek pembangunan. Akhirnya pembangunan ditujukan pada pembangunan manusia yang kreatif (Waskita, 2. Indonesia sebagai sebuah negara kepulauan terbesar di dunia memiliki kekayaan alam yang melimpah, terutama lautan, yang memiliki pemandangan alam yang indah, membuat setiap orang tidak bosan menyaksikan fenomena laut, hal ini merupakan aset yang sangat berharga bagi masyarakat yang tinggal dipinggir laut, untuk dikembangkan sebagai sebuah pembangunan objek wisata. Untuk itu dibutuhkan usaha, upaya, serta partisipasi dalam membangun objek wisata alam berupa pemandangan laut. Partisipasi This work licensed under an Attribution 4. 0 International (CC BY 4. MEDIUM Desember 2022. Vol. 10 No. 2, pp. ISSN: 2303-0194. E-ISNN: 2615-1308 masyarakat dalam pembangunan merupakan syarat mutlak bagi negara demokratis (Kusmanto, 2. Kota Dumai merupakan salah satu kota yang terletak di Provinsi Riau. Kota ini berbatasan langsung dengan selat Malaka dan berhadapan denga pulau Rupat lokasi strategis ini membuat kota Dumai memiliki banyak panorama alam berupa pantai dengan bentangan alam yang indah. Pandangan yang menakjubkan ini menjadikan Dumai sebagai kota yang banyak dikunjungi oleh para pelancong dari berbagai daerah. Kelurahan Mundam Kecamatan Medang Kampai merupakan salah satu Kelurahan yang terdapat di Kota Dumai yang memiliki pantai yang sangat indah, dari Aset yang dimiliki masyarakat, diperlukan partisipasi dalam membangun serta mengembangkan wisata alam sehingga berpotensi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung di Kelurahan tersebut. Menurut Ketua pengelola pada saat musim lebaran, dan hari libur, serta akhir pekan, pantai ini dipadati oleh pengunjung yang sebagai salah satu lokasi wisata pilihan, bahkan pada saat musim tersebut jumlah pengunjung setiap harinya mencapai ribuan orang, dan ini membuat pengelola sedikit kebingungan dalam hal pelayanan pengunjung, dari hasil wawancara pengelola juga mengatakan, bahwa masalah yang sering muncul adalah: lahan parkir, kesediaan toilet, air bersih, tempat istirahat, kamar mandi, mushala, serta keamanan Hasan . Tabel 1. Data Pengunjung Musim Libur MUSIM LIBUR JUMLAH PENGUNJUNG Idul Fitri 1000 Ae 5000 Pengunjung Libur Nasional selain idul fitri 1000 Ae 1. 500 Pengunjung Libur Akhir Pekan/Cuti 500 Ae 1000 Pengunjung Libur Sekolah/Akhir tahun 500 Ae 1000 Pengunjung Sumber: Hasil Wawancara. April 2021 Permasalahan dari pengelola wisata pada saat terjadinya lonjakan pengunjung, hal ini disebabkan karena kurangnya tingkat kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam membangun serta mengembangkan objek wisata, sehingga sebagian lokasi wisata terlihat tidak terjaga dengan baik, dan mengakibatkan menurunnya jumlah pengunjung. Padahal wisata pantai sangat banyak disenangi dan diminati, karena panorama yang sangat menakjubkan, dan bernilai materialistis untuk meningkatkan perekonomian. Sehingga alasan dari penelitian ini ingin mengetahui dan menanamkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan wisata dalam peningkatan ekonomi. This work licensed under an Attribution 4. 0 International (CC BY 4. MEDIUM Desember 2022. Vol. 10 No. 2, pp. ISSN: 2303-0194. E-ISNN: 2615-1308 Adapun tujuan dari penelitian, adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi pembangunan partisipasi masyarakat setempat dalam membangun objek wisata alam yang dimiliki, sehingga berpotensi meningkatkan perekonomian masyarakat desa tersebut melalui Partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Rumusan masalah. Bagaimana partisipasi masyarakat dalam membangun objek wisata untuk meningkatkan ekonomi? Apa saja faktor penghambat partisipasi masyarakat dalam membangun objek Berdasarkan perkembangan penelitian Paramita . , menjelaskan secara mendalam mengenai komunikasi teknologi yang dilakukan oleh masyarakat Desa Bleberan dalam membangun Wisata Air Terjun SD Gathuk, dan melihat aktifitas komunikasi pembangunan berbasis teknologi yang digunakan oleh warga serta pemerintah setempat. Saepudin et al. juga menjelaskan tentang bagaimana perencanaan dan strategi komunikasi pemerintah dan masyarakat untuk melihat perkembangan agro wisata di Kabupaten Bandung Barat, sehingga dalam pengembangan wisata pihakpihak yang terkait dapat membuat kebijakan-kebijakan yang sangat tepat dalam mengembangkan desa wisata terutama daerah ini memiliki potensi sebagai desa agro wisata. Latif et al. juga menjelaskan tentang bagaimana partisipasi masyarakat dalam membangun infrastruktur. Dari hasil data kuantitatif menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat menunjukkan dikategorikan baik dengan persentase 78,65%. Dari hasil yang diperoleh di atas maka, apabila masyarakat mampu berperan aktif dalam proses pembangunan infrastruktur, maka pembangunan akan mengalami hasil yang Selanjutnya Deviyanti . menyatakan bahwa masih terdapat beberapa hambatan internal dan eksternal, hambatan internal, sebagian besar masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan masih mengharapkan bantuan dan dukungan dari pihak pemerintah, hal ini dikarenakan pengetahuan masyarakat yang masih minim tentang peran serta dalam pembangunan, serta kurang ketersediaan waktu yang cukup, karena kesibukan pekerjaan, selain itu masalah eksternal yang dihadapi, kurangnya sosialisasi dari pihak terkait tentang proses pembangunan. KERANGKA TEORI Komunikasi Pengertian komunikasi adalah: penyebaran informasi, ide-ide, sikapsikap, atau emosi dari seseorang atau kelompok kepada yang lainnya, melalui simbol-simbol. Untuk melakukan proses komunikasi harus melakukan beberapa pertimbangan agar pesan komunikasi bisa berjalan sesuai dengan keinginan dan harapan baik Komunikator maupun Komunikan dalam proses tersebut, adapun beberapa pertimbangan tersebut berdasarkan pendapat Ruesch di atas, bahwa: This work licensed under an Attribution 4. 0 International (CC BY 4. MEDIUM Desember 2022. Vol. 10 No. 2, pp. ISSN: 2303-0194. E-ISNN: 2615-1308 Komunikator dalam menyampaikan pesan komunikasi memperhatikan dan mengetahui secara mendalam serta mencari tahu siapa yang akan menjadi audien atau komunikan dalam sasaran proses komunikasi tersebut. Mengetahui apa yang menjadi tujuan komunikator menyampaikan pesan tersebut. Apa isi pesan yang disampaikan. Mengapa komunikator menyampaikan pesan tersebut kepada komunikan. Apa kepentingan. Pesan yang disampaikan kepada komunikan, serta apa harapan yang diinginkan dari penyampaian pesan tersebut/feedback. Dengan memperhatikan beberapa pertimbangan untuk mencapai proses komunikasi yang efektif antara komunikator dan komunikan, barulah bisa menghasilkan proses yang mampu menghubungkan antara satu bagian dengan bagiannya dalam proses komunikasi dan interaksi dalam kehidupan seorang anak manusia. Komunikasi Pembangunan Peranan komunikasi pembangunan telah banyak dibicarakan para ahli, pada umumnya mereka sepakat bahwa komunikasi mempunyai andil penting dalam pembangunan. Sitompul . menyatakan bahwa, secara sederhana bahwa pembangunan adalah perubahan menuju suatu sistem sosial dan ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak dari suatu bangsa. Pada bagian lain Rogers menyatakan bahwa komunikasi merupakan dasar dari perubahan Lebih detail Sitompul . mengatakan bahwa pembangunan merupakan sebuah proses, yang penekanannya pada keselarasan antara aspek kemajuan lahiriah dan kepuasan batiniah. Dengan demikian pembangunan di Indonesia merupakan, rangka pembangunan manusia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia. Harus bersifat pragmatik yaitu suatu pola yang membangkitkan inovasi bagi masa kini dan yang akan datang. Dalam hal ini tentunya fungsi komunikasi harus berada digaris depan untuk untuk merubah sikap dan perilaku manusia Indonesia sebagai pemeran utama dalam pembangunan, baik sebagai subjek maupun sebagai objek pembangunan. Model Komunikasi Pembangunan Sejak istilah globalisasi pertama kalinya oleh Theodore Levit pada Tahun 1983, secara komperehensif mengidentifikasikan kecenderungankecenderungan utama meliputi sektor kehidupan selama 15 tahun terakhir dari globalisasi ekonomi hingga dampak inovasi teknologi informasi, membuat arus kehidupan memasuki jalur cepat. Pola komunikasi barupun muncul sebagai akibat perkembangan teknologi komunikasi model baru. Dalam konteks pembangunan model komunikasi interaktif dua arah, adalah sebuah model yang akan mampu memberikan perhatian pada segmen pemakai sebagai komponen pembangunan. Melhate menekankan bahwa untuk membudayakan potensi pembangunan, komunikasi pembangunan haruslah dilihat sebagai suatu proses menyeluruh termasuk pemahaman This work licensed under an Attribution 4. 0 International (CC BY 4. MEDIUM Desember 2022. Vol. 10 No. 2, pp. ISSN: 2303-0194. E-ISNN: 2615-1308 kebutuhan-kebutuhannya. Selanjutnya pembangunan kontemporer haruslah melihat pada penekanan yang sangat besar melalui partisipasi masyarakat. Dengan demikian tepatnya menggunakan model komunikasi pembangunan AuKomunikasi Interaktif Dua ArahAy atau: AuSender and Receiver OrientedAy bila dikaitkan dengan konsep tujuan dari pembangunan berkelanjutan di era global yang serba berubah dengan sangat cepat. Maka model inilah yang mampu menjawab problema komunikasi pembangunan. Dan diharapkan dengan model interaktif dua arah, maka masyarakat lebih aktif dalam peran sertanya terhadap pembangunan. Gambar 1. Model Komunikasi pembangunan yang Menggunakan Model Komunikasi Dua Arah Komunikator dalam hal ini adalah orang yang menyampaikan informasi dalam proses komunikasi dua arah, di mana Iya berperan sebagai orang yang mengelola proses informasi/pesan yang akan disampaikan kepada Pesan adalah: sejumlah informasi yang akan disampaikan dari komunikator kepada komunikan, sedangkan Komunikan adalah: orang yang akan menerima pesan atau informasi dari komunikator, di mana komunikan harus memusatkan perhatiannya terhadap pesan yang akan disampaikan oleh komunikator, maka dalam hal ini terjadilah proses komunikasi dua arah sebagai proses dari teori penyadaran antara orang-orang yang berdialog. Partisipasi Masyarakat Partisipasi masyarakat adalah pemberdayaan masyarakat, peran sertanya dalam kegiatan penyusunan perencanaan dan implementasi program/proyek pembangunan, dan merupakan aktualisasi dan kesediaan kemauan masyarakat untuk berkorban dan berkontribusi terhadap implementasi program pembangunan (Fadil, 2. Partisipasi merupakan sebuah persoalan relasi kekuasaan atau relasi ekonomi politik yang dianjurkan secara Partisipasi juga merupakan tingkat kepedulian dan keikutsertaan masyarakat terhadap fenomena sosial yang terjadi dilingkungannya, semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat terhadap lingkungan terutama dibidang perekonomian, maka makin baik pula tingkat perekonomian suatu masyarakatAy. Ada beberapa alasan masyarakat perlu diajak berperan serta dalam pembangunan: This work licensed under an Attribution 4. 0 International (CC BY 4. MEDIUM Desember 2022. Vol. 10 No. 2, pp. ISSN: 2303-0194. E-ISNN: 2615-1308 Pertama, masyarakat memahami tentang keadaan lingkungan sosial , kedua masyarakat mampu menganalisis sebab dan akibat masalah yang terjadi dalam masyarakat, ketiga masyarakat mampu menganalisis solusi terhadap permasalahan yang terjadi. Keempat masyarakat memanfaatkan SDA dan SDM dalam mengatasi masalah yang terjadi, kelima masyarakat mampu meningkatkan SDM untuk dimanfaatkan dalam menyelesaikan masalah serta punya kemauan dan semangat yang tinggi. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, merupakan salah satu metode penelitian dengan observasi ke lokasi penelitian dan sumber-sumber penelitian untuk mendapatkan sejumlah fakta secara faktual dan kontekstual, dan data yang diperoleh hanya berlaku bagi tempat, waktu, dan kondisi yang dibutuhkan dalam penelitian. Penelitian kualitatif seperti ini berupaya memandang apa yang sedang terjadi dalam dunia tersebut dan meletakkan temuan-temuan yang diperoleh di dalamnya (Rofiah & Bungin. Sumber data dalam penelitian adalah subjek dari mana data diperoleh (Arikunto, 2. Adapun subjek dari penelitian ini, terdiri dari 6 orang, yaitu: 1 orang Lurah, 1 orang Pengelola, 1 orang ketua RT, dan 3 orang masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pariwisata. Tabel 2. Data Responden NAMA UMUR JENIS KELAMIN JABATAN Tomi 36 Tahun Laki-laki Lurah Syamsir 43 Tahun Laki-laki Pengelola Arhab 56 Tahun Laki-laki Ketua RT Paisal 45 Tahun Laki-laki Masyarakat Atan 50 Tahun Laki-laki Masyarakat Ratna 48 Tahun Perempuan Masyarakat Sumber: Data Olahan Penulis Penelitian komunikasi pembangunan partisipasi masyarakat dalam membangun objek pariwisata untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif survey studies kemasyarakatan . ommunity surve. , dimana dalam penelitian deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan/melukiskan keadaan/subyek/obyek penelitian. PEMBAHASAN This work licensed under an Attribution 4. 0 International (CC BY 4. MEDIUM Desember 2022. Vol. 10 No. 2, pp. ISSN: 2303-0194. E-ISNN: 2615-1308 Komunikasi pembangunan merupakan perubahan menuju suatu sistem sosial dan ekonomi yang diputuskan sebagai kehendak dari suatu bangsa. komunikasi merupakan dasar dari perubahan sosial. Lebih detail Sitompul . mengatakan bahwa pembangunan merupakan sebuah proses, yang penekanannya pada keselarasan antara aspek kemajuan lahiriah dan kepuasan batiniah. Dalam hal ini partisipasi masyarakat dalam pembangunan sangat berarti untuk mengarah kepada proses pencapaian pembangunan seutuhnya, dalam rangka meningkatkan taraf hidup manusia. Komunikasi Pembangunan Partisipasi Masyarakat dalam Membangun Objek Wisata Data lapangan menunjukkan bahwa proses pembangunan dilakukan dengan membuat proses perencanaan pembangunan, bahkan sudah menganggarkan biaya pembangunan dari seluruh sektor pembangunan, hal ini seiring dengan teori yang relevan dengan komunikasi pembangunan bahwa, pembangunan merupakan perubahan ke arah yang lebih baik untuk meningkatkan taraf hidup manusia. Menganggap pembangunan ini sangat penting terutama erat sekali kaitannya dengan kesejahteraan, maka selaku kepala desa Lurah sudah membuat program pembangunan tersebut. Selanjutnya Lurah juga menjelaskan tentang perihal mensosialisasi program pembangunan kepada masyarakat. Lurah juga menjawabnya beliau sudah melakukan sosialisasi program pembangunan melalui Kasi Pemberdayaan dan pembangunan, serta melalui Kasi sosial, dan diteruskan kepada ketu RT setempat, hal ini juga erat kaitannya dengan teori Freire tentang komunikasi dua arah untuk pembangunan yang berkelanjutan, di mana asumsi dari teori ini bahwa, komunikator pembangunan akan menyampaikan pesan-pesan pembangunan terhadap komunikan, dan akan menimbulkan feedback. Selaku kepala desa Lurah sudah mensosialisasikan program pembangunan dengan menunjuk komunikator pembangunan melalui Bidang-bidang sesuai dengan tugas pada satuan kerjanya masing-masing. Selanjutnya data tentang wawancara penulis dengan pengelola wisata alam, tentang, apakah masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan wisata alam, sebagai pengelola wisata, sesungguhnya beliau mengharapkan peran serta masyarakat setempat, terutama dalam pemberian ide/pikiran, bantuan tenaga kerja/sebagai pekerja, karena jika masyarakat setempat mereka akan tahu secara langsung bagaimana kondisi objek wisata tersebut, terkait permasalahan yang dihadapi, hal ini relevan dengan pendapat Adisasmita tentang alasan masyarakat ikut berpartisipasi dalam pembangunan yaitu: Masyarakat memahami tentang keadaan lingkungan sosial, masyarakat mampu menganalisis sebab dan akibat masalah yang terjadi dalam masyarakat. Masyarakat mampu menganalisis solusi terhadap permasalahan yang terjadi. Masyarakat memanfaatkan SDA dan SDM dalam mengatasi masalah yang terjadi. Masyarakat mampu meningkatkan SDM untuk dimanfaatkan dalam menyelesaikan masalah serta punya kemauan dan semangat yang tinggi. Namun sangat disayangkan dari data yang diperoleh This work licensed under an Attribution 4. 0 International (CC BY 4. MEDIUM Desember 2022. Vol. 10 No. 2, pp. ISSN: 2303-0194. E-ISNN: 2615-1308 masih minimnya tingkat kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi, dengan alasan kurang tingkat kesadaran dari masyarakat sendiri. Selanjutnya data lapangan hasil wawancara penulis dengan masyarakat setempat tentang, kemauan untuk ikut berpartisipasi, bahwa masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam pembangunan wisata, dikarenakan wisata pantai ini merupakan pemandangan yang sangat indah, dan aset yang tak ternilai harganya, untuk itu sudah seharusnya masyarakat menjaga dan melestarikannya, demi masa depan masyarakat yang sejahtera hal ini sejalan dengan pendapat Sumarto, dalam Fathurrahman . bahwa partisipasi merupakan suatu proses yang memungkinkan adanya interaksi yang lebih baik antar stakeholders sehingga kesempatan dan tindakan yang bersifat inovatif lebih mungkin tercipta dalam proses dileberatif, di mana ruang untuk mendengarkan, belajar, dan refleks serta memulai aksi bersama sering terjadi. Dengan demikian bahwa makin tingginya tingkat partisipasi masyarakat, maka makin tinggi pula interaksi yang dilakukan oleh masyarakat dalam melakukan perubahan terhadap pembangunan. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kemauan masyarakat setempat sebenarnya sangat tinggi, terutama bagi masyarakat yang memahami dan memiliki tingkat kesadaran yang tinggi dalam membangun. Namun kelemahannya masyarakat yang ada di sekitar wisata ini masih memiliki SDM yang rendah. Dari data lapangan yang sudah penulis kumpulkan tentang komunikasi pembangunan partisipasi masyarakat dalam membangun objek wisata untuk meningkatkan ekonomi, sudah menunjukkan bentuk partisipasi yang mengarah baik, namun masih perlu peningkatan, hal ini dikarenakan adanya beberapa faktor penghambat, seperti: Kurangnya tingkat kepedulian masyarakat terhadap pembangunan, karena masih rendahnya pemahaman yang dimiliki tentang pembangunan, untuk itu perlu bimbingan dan penyuluhan terutama dalam memberikan materi pelatihan meningkatkan kesadaran, penyuluhan pembangunan, perencanaan dan pengelolaan Diharapkan pelatihan peningkatan SDM ini akan mampu sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, dengan demikian akan sejahtera perekonomian masyarakat. Hambatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan wisata Dari data yang diperoleh di lapangan melalui wawancara penulis dengan narasumber hambatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, bahwa faktor penghambatnya adalah tingkat kepedulian masyarakat yang masih sangat kurang, dikarenakan masyarakat menganggap pembangunan bukan tanggung jawab masyarakat, tapi adalah tanggung jawab pemerintah, untuk itu masyarakat merasa mereka tidak perlu berpartisipasi dalam pembangunan wisata. Hal ini sejalan dengan pendapat, faktor penghambat partisipasi itu berasal dari kepribadian individu dalam diri masyarakat itu sendiri: salah satunya berupa ketergantungan masyarakat terhadap pihak Pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan (Harfis et al. , 2. Dari data lapangan dan kaitannya dengan teori faktor penghambat dapat This work licensed under an Attribution 4. 0 International (CC BY 4. MEDIUM Desember 2022. Vol. 10 No. 2, pp. ISSN: 2303-0194. E-ISNN: 2615-1308 disimpulkan, bahwa hambatan masyarakat yang tidak ikut berpartisipasi dikarenakan masyarakat sudah terbiasa bergantung dengan pihak pemerintah dalam hal pembangunan, sehingga mereka tidak punya ide dalam pembangunan tersebut. Data selanjutnya berdasarkan hasil wawancara penulis bersama narasumber, tentang faktor penghambat yang lain dari partisipasi masyarakat adalah tidak memiliki waktu yang cukup dikarenakan kesibukan bagi masyarakat yang bekerja, sehingga mereka tidak punya kesempatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Hal ini sejalan dengan pendapat Liando . , menyatakan timbulnya partisipasi dikarenakan ekspresi perilaku manusia untuk melakukan suatu tindakan, di mana wujud dari perilaku tersebut didorong salah satunya memiliki waktu yang cukup untuk Dapat disimpulkan bahwa masyarakat yang tidak bisa berpartisipasi dikarenakan, tidak memiliki waktu yang cukup karena sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Berdasarkan hasil penelitian terdahulu, komunikasi pembangunan berkelanjutan dapat dipilih menjadi solusi, maka dalam skala nasional dapat dilihat komunikasi pembangunan berkelanjutan merupakan suatu proses saling mengerti dan memahami antara pemerintah dan masyarakat menuju suatu masyarakat yang terjamin masa depannya (Arifin & Ardhiansyah, 2. Sehingga ada tiga dimensi tujuan dalam komunikasi pembangunan berkelanjutan, yaitu, pertama, komunikasi untuk perubahan perilaku, kedua komunikasi untuk perubahan sosial . omunikasi partisipati. , ketiga komunikasi untuk advokasi (Arifin & Ardhiansyah, 2. Untuk mengatasi masalah hambatan di atas, maka penulis menggunakan konsep pembangunan di atas, yang terdiri dari tiga dimensi tujuan dalam komunikasi pembangunan. Yaitu menggunakan dimensi komunikasi perubahan perilaku dan dimensi perubahan sosial, adalah dengan cara menanamkan kesadaran bagi masyarakat dengan cara, mengadakan pelatihan dan pembinaan SDM. Memberikan materi penanaman nilai kesadaran, pembinaan merencanakan pembangunan, dan mengadakan pembinaan bahwa pentingnya pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama dibidang peningkatan perekonomian. Hal ini sejalan dengan teori AuKesadaranAy pendapat Freire, pemberdayaan individu masyarakat dapat dilakukan dengan proses penyadaran terhadap situasi dan kondisi lingkungan, kebutuhan, keinginan, dan kemampuan menurutnya, proses penyadaran tersebut harus diakukan dengan proses dialog. Dari data di atas maka dapat disimpulkan bahwa cara mengatasi masalah dengan menggunakan teori AukesadaranAy menurut Freire, dengan menanamkan kesadaran bagi masing-masing individu masyarakat melalui kegiatan pembinaan khusus terpadu, dengan pemberian pelatihan pendidikan untuk merubah perilaku masyarakat. KESIMPULAN This work licensed under an Attribution 4. 0 International (CC BY 4. MEDIUM Desember 2022. Vol. 10 No. 2, pp. ISSN: 2303-0194. E-ISNN: 2615-1308 Partisipasi masyarakat dalam pembangunan sangat diharapkan sekali, karena peran serta masyarakat dalam pembangunan merupakan aktualisasi dari ketersediaan dan kemauan masyarakat untuk berkorban dan berkontribusi terhadap pembangunan semakin tinggi tingkat partisipasi masyarakat terhadap pembangunan wisata, maka lokasi wisata akan makin berkembang, jumlah pengunjung meningkat, maka akan makin baik pula tingkat perekonomian suatu masyarakat tersebut. Komunikasi pembangunan partisipasi masyarakat dalam membangun objek wisata alam untuk meningkatkan ekonomi: Masih rendahnya tingkat keinginan masyarakat Kelurahan Mundam untuk ikut berpartisipasi dalam pembagunan wisata di Kelurahan tersebut, dikarenakan masyarakat mengganggap bahwa pembangunan adalah tanggung jawab Pemerintah. Hambatan partisipasi masyarakat dalam membangun objek wisata alam: Beberapa hambatan terhadap partisipasi masyarakat yaitu: Tidak adanya kemauan untuk berpartisipasi, menganggap pembangunan bukan tanggung jawab masyarakat, tidak memiliki ketersediaan waktu yang cukup. Adapun solusi yang bisa diberikan adalah: dengan memberikan bimbingan dan pelatihan tentang, pemberian materi penanaman nilai kesadaran, pemberian materi perencanaan dan pengelolaan pembangunan, pemberian materi tentang pentingnya pembangunan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat. DAFTAR PUSTAKA