The organizational communication with employee performance At Intan Medika Hospital Lamongan Hubungan kepuasan kerja dan komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai Rumah Sakit Intan Medika Lamongan Faizatul Ummah1. Rahayu Ainun Khofifah2*. Ari Kusdiyana3 1,2,3 Universitas Muhammadiyah Lamongan. Jl. Raya Plalangan Plosowahyu KM 3 Lamongan, faizstikes@gmail. com, rahayuainun87@gmail. arreeiks@gmail. INFO ARTIKEL ARTICLE HISTORY: Artikel diterima: 28 April 2023 Artikel direvisi: 24 Juli 2023 Artikel disetujui: 29 Juli 2023 KORESPONDEN Rahayu Ainun Khofifah, rahayuainun87@gmail. Orcid ID: https://orcid. org/0009-00040279-4526 ORIGINAL ARTICLE Halaman: 232-244 DOI: https://doi. org/10. 30989/mik. Penerbit: Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Indonesia. Artikel terbuka yang berlisensi CC-BYSA ABSTRACT Background: Performance is the way employees work in a company during a certain period. A company that has employees with good performance is likely to have good company performance. Objective: To determine the relationship between job satisfaction and organizational communication with employee performance at Intan Medika Hospital. Methods: A correlational research design with a cross-sectional approach and the method of proportionate stratified random sampling was used. A total of 62 employees who had been working for more than 1 year were selected as the research sample. Data were collected using a closed questionnaire in April-May 2023, and analyzed using chi-square and logistic regression. Results: The multivariate analysis results, used logistic regression, indicate that the organizational communication variable has the most dominant influence with a value of Exp(B) = 4. 543 compared to the job satisfaction variable, which has an Exp(B) value of 2. Conclusion: The organizational communication variable has the most dominant influence on the performance of employees. Management can provided a meeting program involving all employees to better accommodate organizational communication. Keywords: employee ABSTRAK Latar Belakang: Kinerja merupakan cara kerja pegawai dalam suatu perusahaan selama periode tertentu. Suatu perusahaan yang memiliki pegawai dengan kinerja baik, maka kemungkinan besar kinerja perusahaan juga akan baik. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan kepuasan kerja dan komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai Rumah Sakit Intan Medika Lamongan. Metode: Desain penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional, dan metode sampling proportionate stratified random sampling. Sebanyak 62 pegawai yang bekerja lebih dari 1 tahun dijadikan sampel penelitian. Data diambil menggunakan kuesioner tertutup pada bulan April-Mei 2023 dan dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil: Hasil analisis multivariat dengan uji regresi logistik didapatkan variabel komunikasi organisasi paling dominan mempengaruhi dengan nilai Exp(B)=4,543 dibandingkan dengan variabel kepuasan kerja Exp(B)=2,803. Kesimpulan: Komunikasi organisasi paling dominan mempengaruhi kinerja Manajemen dapat memberikan program rapat dengan melibatkan seluruh karyawan agar komunikasi organisasi lebih terakomodasi. Kata kunci: kepuasan kerja, kinerja pegawai, komunikasi organisasi https://ejournal. id/index. php/mik Media Ilmu Kesehatan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 30989/mik. PENDAHULUAN Secanggih apapun mesin dan alat yang tersedia jika tanpa sumber daya manusia pekerjaannya antar karyawan akan dengan yang handal keberadaan alat, mesin, dan mudah saling bersinergi untuk mencapai sebagainya tidak dapat berfungsi secara tujuan dan visi misi perusahaan, serta efektif dan efisien. 1 Karyawan merupakan aset memberikan dampak positif dan akan saling penting berupa sumber daya yang harus perusahaan dan karyawan itu sendiri. Hal ini sajalan dengan penelitian sebelumnya yang karyawan maka perusahaan tidak akan mampu dan bisa melakukan produktivitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap sehingga perusahaan tidak bisa mencapai kinerja pegawai,7 tetapi bertolak belakang Setiap pekerjaan yang diberikan dengan penelitian lain yang menyatakan pada karyawan akan dapat terlihat melalui bahwa kepuasan kerja tidak mempunyai kinerja karyawan. 2 Pada dasarnya kinerja pengaruh yang signifikan terhadap kinerja. pegawai merupakan cara kerja pegawai Selain itu, faktor organisasi juga turut dalam suatu perusahaan selama periode mempengaruhi kinerja karyawan diantaranya Suatu perusahaan yang memiliki gaya kepemimpinan, tim kerja, teknologi dan pegawai yang kinerjanya baik maka besar fasilitas, konteks organisasi serta komunikasi kemungkinan kinerja perusahaan tersebut akan baik. mempunyai arti penting dalam penyampaian Terdapat pesan-pesan mempengaruhi kinerja karyawan yaitu faktor Komunikasi individu dan faktor organisasi. Faktor individu Komunikasi kemampuan . , pengetahuan pekerjaan Komunikasi diperhatikan oleh perusahaan karena dengan mencerminkan perasaan seseorang terhadap terjalinnya komunikasi yang baik, atasan dan pekerjaannya yang dapat terlihat dari sikap karyawan akan saling terbuka dan disetiap karyawan terhadap pekerjaan dan segala kegiatan perusahaan akan berjalan dengan 2 Hal ini sajalan dengan penelitian Kepuasan Kepuasan kerja mengacu pada perasaan yang dihasilkan dari persepsi pekerja sejauh komunikasi organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai,10 Apabila tetapi bertolak belakang dengan penelitian https://ejournal. id/index. php/mik Media Ilmu Kesehatan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 30989/mik. lain yang menyatakan bahwa komunikasi Pemilihan pesan juga disesuaikan dengan organisasi tidak mempunyai pengaruh yang sasaran penerima pesan pada saat terjadi signifikan terhadap kinerja. komunikasi secara tatap muka. 14 Selain itu Hasil diperhatikan melalui pemberian imbalan yang kuesioner pada 15 orang pegawai Rumah adil dan sesuai dengan kebutuhan pegawai. Sakit Intan Medika Lamongan menunjukkan Berdasarkan uraian latar belakang bahwa 8 orang . %) kinerjanya kurang dan 7 tersebut, maka peneliti tertarik untuk mengkaji orang . %) dengan kinerja baik. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pegawai Rumah Sakit Intan Medika Lamongan masih belum Capaian BOR (Bed Occupancy Rat. Lamongan. Desember Rumah Intan Medika Sakit sebagai salah satu indikator kinerja Rumah Sakit Intan Medika Lamongan pada tahun BAHAN DAN CARA PENELITIAN 2022 adalah sebesar 53,85% dibawah BOR Penelitian ini merupakan penelitian ideal yang ditetapkan oleh Departemen kuantitatif dengan desain korelasional yang Kesehatan yakni antara 60-85%. Rendahnya melakukan interpretasi terkait hubungan antar BOR menggambarkan bahwa kualitas pelayanan dari rumah sakit yang bersangkutan rendah. digunakan adalah cross sectional dimana Salah satu hal yang mempengaruhi buruknya pengambilan data dilakukan pada bulan April- pelayanan di rumah sakit dilihat dari kinerja Mei 2023. Populasi penelitian adalah seluruh Rumah Menurunnya Sakit Lamongan dengan lama kerja lebih dari 1 berdampak besar bagi perkembangan dan Hal ini mempertimbangkan validasi citra rumah sakit di mata publik. Penurunan hasil kinerja perorangan yang dapat dilihat kinerja karyawan berdampak terhadap mutu minimal setelah bekerja satu tahun. 16 Sampel berjumlah 62 orang menggunakan metode berdampak pada kepuasan pasien. Sakit Intan Untuk meningkatkan kinerja karyawan random samplin. masing-masing unit sebagai berikut: Penggabungan media lisan dan Medika probability sampling . roportionate stratified memperhatikan komunikasi organisasi antar Rumah Besarnya sampel untuk Tabel 1. Jumlah Sampel Di Masing-Masing Unit Rumah Sakit Intan Medika Lamongan Unit Jumlah Sampel 1 IGD 2 Instalasi Rawat Jalan 3 Instalasi Kamar Bedah dan Sterilisasi 4 KIA Hubungan kepuasan kerja dan komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai Rumah Sakit Intan Medika Lamongan Faizatul Ummah. Rahayu Ainun Khofifah. Ari Kusdiyana P-ISSN 2252-3413. E-ISSN 2548-6268 Media Ilmu Kesehatan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 30989/mik. Unit Neonatus Instalasi Rawat Inap Isolasi Instalasi Rawat Inap Non Isolasi Farmasi Laboratorium Gizi Radiologi ICU Rekam Medik Front Office SIM RS Kasir Logistik Umum IPS Non Medis House Keeping Laundry Driver Dokter Spesialis Dokter Umum CSSD Administrasi Manajemen Total Jumlah Sampel lebih dari Rp. 000 per bulan, golongan HASIL DAN PEMBAHASAN Lama kerja dikategorikan menjadi 2, antara lain masa kerja dengan kurun waktu kurang atau sama dengan 3 tahun merupakan kategori baru dan masa kerja dengan waktu lebih dari 3 tahun merupakan kategori lama. Sementara golongan pendapatan penduduk dikategorikan menjadi 4, yaitu golongan pendapatan sangat tinggi dengan rata-rata vertikal dan komunikasi horizontal. 18 Pada variabel kinerja terdapat 20 item pertanyaan dengan indikator kualitas kerja, kuantitas Kerjasama inisiatif,19 dimana telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan hasil sebagai berikut: Tabel 2. Hasil uji reliabilitas variabel kepuasan kerja, komunikasi organisasi dan kinerja Variabel Kepuasan Kerja Komunikasi Organisasi logistik sebagai analisis multivariat. variabel komunikasi organisasi ada 10 item square sebagai analisis bivariat dan uji regresi rekan kerja, promosi dan supervisi. 17 Pada pertanyaan dengan indikator gaji, pekerjaan. Penelitian Reliabel deskriptif sebagai analisis univariat, uji chi tertutup hasil pengembangan sendiri, pada 0,944 Instrumen penelitian adalah kuesioner Kinerja CronbachAos Alpha 0,945 Keterangan 0,903 Reliabel Reliabel pendapatan tinggi dengan rata-rata antara Rp. Ae Rp. golongan pendapatan sedang dengan ratarata antara Rp. 000 Ae Rp. 000 per bulan dan golongan pendapatan rendah dengan rata-rata kurang dari Rp. per bulan. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Pegawai Rumah Sakit Intan Medika Lamongan Karakteristik Frekuensi Persentase . (%) Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Usia 17 Ae 25 tahun 26 Ae 35 tahun 36 Ae 45 tahun 46 Ae 55 tahun 56 Ae 65 tahun Lama kerja O 3 tahun > 3 tahun Pendapatan < Rp. https://ejournal. id/index. php/mik Media Ilmu Kesehatan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 30989/mik. Karakteristik Rp. 000 Ae Rp. Rp. 000 Ae Rp. > Rp. Frekuensi . Persentase (%) Berdasarkan tabel 3, karakteristik Rumah Sakit Intan Medika Lamongan sebagian besar berjenis kelamin perempuan . ,8%), dengan usia 17-25 tahun . %), dengan lama kerja lebih dari 3 tahun Berdasarkan tabel 5, didapatkan pvalue 0,001 . -value < 0,. yang artinya variabel kepuasan kerja memiliki hubungan dengan variabel kinerja. Tabel 6. Tabulasi silang uji chi square variabel komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai Rumah Sakit Intan Medika Lamongan Kinerja PVariabel Total Value Kurang Baik Komunikasi Organisasi Kurang 0,000 Cukup Baik Berdasarkan tabel 6, didapatkan p- . ,9%), dengan pendapatan Rp. value 0,000 . -value < 0,. yang artinya Rp. ,1%). Tabel 4. Distribusi Frekuensi Kepuasan Kerja. Komunikasi Organisasi Dan Kinerja Pegawai Rumah Sakit Intan Medika Lamongan Variabel Frekuensi . Persentase (%) Kinerja Kurang Baik Kepuasan Kerja Kurang Cukup Baik Komunikasi Organisasi Kurang Cukup Baik hubungan dengan variabel kinerja. Tabel 7. Hasil uji regresi logistik variabel kepuasan kerja dan komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai Rumah Sakit Intan Medika Lamongan Variabel Sig Exp 95% C. I for (B) Exp(B) Lower Upper Kepuasan 0,003 2,803 1,654 12,777 Kerja Komunikasi 0,147 4,543 Organisasi Variabel Berdasarkan tabel 4, kinerja pegawai dimasukkan ke dalam analisis multivariat Rumah Sakit Intan Medika Lamongan hampir dengan mengacu pada nilai signifikansi < 0,25 seluruhnya dengan kategori baik . ,9%), sebagian dengan kepuasan kerja baik . %). Tabel 7 menggambarkan hasil uji regresi logistik pada step 1 metode Enter organisasi baik . ,7%). Tabel 5. Tabulasi silang uji chi square variabel kepuasan kerja dengan kinerja pegawai Rumah Sakit Intan Medika Lamongan Kinerja PVariabel Total Value Kurang Baik Kepuasan Kerja Kurang 0,001 Cukup Baik . epuasan kerja dan komunikasi organisas. yang paling dominan berhubungan dengan variabel dependen . adalah variabel komunikasi organisasi dengan nilai Exp(B) sebesar 4,543 lebih besar dari nilai Exp(B) 2,803. Komunikasi organisasi memiliki OR atau Exp(B) sebesar 4,543. CI 95%: 1,654 Ae 12,777 Hubungan kepuasan kerja dan komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai Rumah Sakit Intan Medika Lamongan Faizatul Ummah. Rahayu Ainun Khofifah. Ari Kusdiyana P-ISSN 2252-3413. E-ISSN 2548-6268 Media Ilmu Kesehatan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 30989/mik. artinya pegawai Rumah Sakit Intan Medika lebih baik daripada kelompok usia 56-65 Lamongan dengan komunikasi organisasi Karyawan usia 56-65 tahun cenderung yang baik mempunyai peluang 4,5 kali untuk mengalami penurunan dalam hal kecepatan menghasilkan kinerja yang baik dibandingkan pegawai yang mempunyai kepuasan kerja dihasilkan tidak optimal. Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya bahwa kinerja karyawan akan semakin menurun sejalan Kinerja Pegawai Rumah Sakit Intan Medika dengan bertambahnya usia. Lamongan Sebagian besar responden memiliki Hasil penelitian didapatkan bahwa pendapatan Rp. 000-Rp. hampir seluruhnya kinerja pegawai Rumah termasuk golongan pendapatan sedang. Sakit Gaji memiliki pengaruh untuk meningkatkan kinerja karyawan, karena karyawan lebih dipengaruhi oleh karakteristik dari setiap berusaha untuk mengerjakan pekerjaannya pegawai seperti jenis kelamin. Pegawai Rumah Intan Medika Sakit Lamongan Kinerja Intan Medika Lamongan sebagian besar berjenis kelamin perempuan. 24 Hal ini sejalan dengan penelitian Perempuan umumnya lebih produktif saat sebelumnya yang menyatakan bahwa gaji bekerja, mereka menyelesaikan pekerjaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja. lebih banyak daripada laki-laki. Hal tersebut Lama kerja pegawai Rumah Sakit disebabkan karyawan perempuan memiliki Intan Medika Lamongan sebagian besar lebih sejumlah kelebihan dibandingkan karyawan dari 3 tahun. Masa kerja adalah lamanya laki-laki. 5 Karyawan perempuan cenderung lebih rajin, disipilin, teliti, sabar dan mampu tenaganya untuk perusahaan tertentu dan menyelesaikan tugas yang sedang dikerjakan . Sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menumbuhkan keterampilan yang muncul menyatakan bahwa karyawan perempuan memiliki kinerja yang lebih baik daripada karyawan laki-laki. menyelesaikan pekerjaannya. 26 Hal ini sejalan Sebagian besar pegawai Rumah Sakit dengan penelitian terdahulu bahwa semakin Intan Medika Lamongan berusia 17-25 tahun, berpengalaman seorang karyawan maka sebagian karyawan dalam usia yang produktif. akan semakin membantu perusahaan untuk Karyawan usia produktif mencerminkan fisik menghasilkan kinerja atau output yang lebih yang kuat sehingga mampu bekerja lebih cepat dan diharapkan memiliki kinerja yang https://ejournal. id/index. php/mik Media Ilmu Kesehatan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 30989/mik. memiliki kepuasan kerja yang berada pada Kepuasan Kerja Pegawai Rumah Sakit kategori tinggi. Intan Medika Lamongan Pegawai Rumah Sakit Intan Medika Hasil penelitian didapatkan bahwa Lamongan sebagian besar berjenis kelamin sebagian kepuasan kerja pegawai Rumah Pada dasarnya pegawai pria dan Sakit wanita memilki karakteristik jiwa dan emosi Intan Medika Lamongan kategori baik. Kepuasan kerja pegawai salah Sebagian Pegawai cita-cita pendapatan Rp. 000-Rp. sehingga kepuasan kerja pria lebih rendah termasuk golongan pendapatan sedang. dibandingkan dengan wanita. Pegawai wanita Gaji yang ditetapkan perusahaan merupakan lebih cepat merasa puas dalam bekerja. 32 Hal salah satu sumber kepuasan bagi karyawan. ini sejalan dengan penelitian sebelumnya Karyawan yang bekerja di perusahaan pada yang menyimpulkan bahwa wanita merasa dasarnya mempunyai serangkaian kebutuhan lebih puas daripada pria penelitian dilakukan yang harus dipenuhi. Gaji yang diterima setiap bulan dapat digunakan untuk memenuhi mengungkapkan bahwa 35% pegawai wanita kebutuhan primer sehari-hari. 28 Hal ini sejalan dengan penelitian sebelumnya bahwa gaji sedangkan 55% pekerja pria yang tidak puas berpengaruh positif dan signifikan terhadap pada pekerjaannya. Sebagian besar pegawai Rumah Sakit Lama kerja pegawai Rumah Sakit Intan Medika Lamongan berusia 17-25 tahun. Intan Medika Lamongan sebagian besar lebih Semakin dari 3 tahun. Semakin lama karyawan berada semakin kecil kemungkinan karyawan untuk Semakin bertahan disuatu organisasi justru karyawan pekerjaannya semakin luas dan memiliki berusia tua akan mendapatkan upah yang tingkat kepuasan kerja yang tinggi. Hal ini lebih tinggi, biaya liburan, dan tunjangan sejalan dengan penelitian lain bahwa terdapat pensiun yang menjadi daya tarik untuk tetap perbedaan kepuasan kerja antara karyawan 23 Hal ini sejalan dengan penelitian lain dengan masa kerja lima tahun dan karyawan bahwa karyawan berusia tua cenderung lebih dengan masa kerja 10 tahun. Karyawan terpuasakan, yaitu adanya pengharapan yang dengan masa kerja lima tahun memiliki tingkat lebih rendah dan pengalaman yang lebih lama kepuasan kerja yang rendah, sedangkan pada karyawan dengan masa kerja 10 tahun justru penyesuaian yang lebih baik terhadap situasi Hubungan kepuasan kerja dan komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai Rumah Sakit Intan Medika Lamongan Faizatul Ummah. Rahayu Ainun Khofifah. Ari Kusdiyana P-ISSN 2252-3413. E-ISSN 2548-6268 Media Ilmu Kesehatan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 30989/mik. orang lain. 26 Hal ini sejalan dengan penelitian Komunikasi Organisasi Pegawai Rumah lain yang menyatakan komunikasi organisasi Sakit Intan Medika Lamongan dipengaruhi oleh usia. Hasil penelitian didapatkan bahwa Rumah Sakit Sebagian besar responden memiliki pendapatan Rp. 000-Rp. Medika termasuk golongan pendapatan sedang. Lamongan dengan kategori baik. Lama kerja Semakin meningkat pendapatan karyawan maka semakin banyak pilihan media yang Rumah Sakit Intan Intan Medika Lamongan sebagian besar lebih dari 3 tahun. Pengalaman kerja yang dimiliki oleh seorang Semakin pegawai bukan hanya tentang kompetensi . saja, akan tetapi kemampuan untuk berkomunikasi juga semakin baik. Semakin dalam organisasi. Hal ini sejalan dengan berkomunikasi maka akan semakin mampu mempengaruhi cara komunikasi organisasi. untuk berkomunikasi. 10 Hal ini sejalan dengan Hubungan Kepuasan Kerja Dengan Kinerja penelitian sebelumnya bahwa karyawan lama Pegawai akan mudah melakukan komunikasi karena Lamongan merasa familiar terhadap lingkungan dan pola komunikasi organisasi yang dijalankan. Pegawai Rumah Sakit Intan Medika Rumah Sakit Intan Medika Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan p-value 0,001 . -value < 0,. Lamongan sebagian besar berjenis kelamin memiliki hubungan yang signifikan dengan Laki-laki dan perempuan memiliki karakter bahasanya masing-masing. Dari segi evaluasi pekerja tentang bagaimana realitas jumlah yang dihasilkan, seorang wanita dapat pekerjaan mereka saat ini dibandingkan menghabiskan sekitar 20. 000 kata per hari dengan harapan mereka. 38 Semakin tinggi sedangkan seorang pria hanya menggunakan 000 kata-kata. Hal ini sejalan Kepuasan semakin tinggi pula tingkat kinerja karyawan atau sebaliknya, semakin rendah tingkat perempuan lebih baik dalam melakukan kepuasan kerja karyawan maka semakin komunikasi organisasi daripada laki-laki. Sebagian besar responden berusia Penelitian 17-25 tahun. Semakin bertambahnya usia sebelumnya yang mengemukakan adanya juga menunjukkan kemampuan berpikir kritis hubungan antara kepuasan kerja dengan yang terus meningkat termasuk persepsi diri kinerja perawat non PNS di Rumah Sakit Paru dan kemampuan untuk berkomunikasi dengan Dungus Madiun. https://ejournal. id/index. php/mik Media Ilmu Kesehatan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 30989/mik. Kepuasan kerja pegawai Rumah Sakit Intan Medika Lamongan secara keseluruhan berdasarkan pada keahlian, pemberian jadwal dengan kategori baik, namun masih terdapat kerja yang fleksibel, dengan memberikan kepuasan kerja dengan kategori kurang sebesar 17,7%. Indikator pada kuesioner pekerjaan sehari-hari mereka yang terpenting kepuasan kerja yang memilki nilai paling bagi mereka yang bekerja di daerah padat, rendah adalah gaji dengan kategori kurang dianggap mampu meningkatkan kepuasan Kepuasan ditingkatkan dengan adanya evaluasi terkait kerja para karyawan. sistem remunerasi yang digunakan, karena dalam Teori Kebutuhan Maslow menjelaskan Hubungan Komunikasi Organisasi Dengan Kinerja Pegawai Rumah Sakit Intan Medika kebutuhannya yang paling rendah terlebih Lamongan dahulu sebelum naik ke tingkat yang lebih Berdasarkan hasil uji chi square tinggi, sampai ia bisa mengaktualisasikan didapatkan p-value 0,000 . -value < 0,. Dengan kata lain, manusia tidak yang bermakna bahwa komunikasi organisasi akan bisa mencapai kebutuhan yang paling memiliki hubungan yang signifikan dengan tinggi tanpa menyelesaikan kebutuhan yang Komunikasi yang efektif memainkan paling rendah. Hal ini perlu diperhatikan agar peran penting dalam meningkatkan efektivitas pegawai merasa diapresiasi atas pekerjaan dan kinerja karyawan. Ini berfungsi sebagai sehingga pegawai akan merasa puas atas karena komunikasi yang tidak memadai sejak pekerjaan yang dilakukan dan nilai imbal jasa awal dapat menghambat realisasi tujuan dan sasaran yang diinginkan. 43 Semakin baik penelitian lain yang menyatakan bahwa komunikasi yang dirasakan oleh karyawan, maka kinerja karyawan akan semakin tinggi pegawai bisa digunakan untuk memotivasi atau sebaliknya, semakin buruk komunikasi pegawai agar kinerja mereka semakin baik yang dirasakan karyawan, maka semakin dan kepuasan kerja pegawai terpenuhi. buruk pula kinerja karyawannya. Penelitian ini Hal Peningkatan kepuasan kerja dapat sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dalam struktur kerja, seperti melakukan rotasi pekerjaan yaitu sebuah sistem perubahan karyawan PT. PLN (Perser. Unit Induk posisi pekerjaan dari satu posisi tugas ke Pembangkitan Sumatera Selatan. tugas lainnya, melakukan perubahan pada struktur pembayaran gaji, perubahan sistem Komunikasi Rumah Sakit Intan Medika Lamongan secara Hubungan kepuasan kerja dan komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai Rumah Sakit Intan Medika Lamongan Faizatul Ummah. Rahayu Ainun Khofifah. Ari Kusdiyana P-ISSN 2252-3413. E-ISSN 2548-6268 Media Ilmu Kesehatan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 30989/mik. keseluruhan dengan kategori baik, namun Hubungan Kepuasan masih terdapat komunikasi organisasi dengan Komunikasi Organisasi Dengan Kinerja kategori kurang sebesar 17,7%. Indikator Pegawai pada kuesioner komunikasi organisasi yang Lamongan Rumah Kerja Sakit Intan Dan Medika memiliki nilai paling rendah yaitu komunikasi Hasil uji regresi logistik didapatkan vertikal dengan kategori kurang sebesar 18%. bahwa variabel independen . epuasan kerja Komunikasi dan komunikasi organisas. yang paling dengan adanya evaluasi terkait strategi komunikasi yang digunakan, dengan cara . pemberian waktu khusus untuk tercapainya komunikasi organisasi dengan nilai Exp(B) komunikasi organisasi misalnya dalam rapat. sebesar 4,543 lebih besar dari nilai Exp(B) Hal ini perlu diperhatikan agar pegawai bisa Komunikasi organisasi merupakan hal yang paling mendasar dan sangat penting, karena dilibatkan dalam mencapai tujuan secara apabila komunikasi organisasi tidak ada, bersama-sama. Rapat menjadi salah satunya maka informasi yang merupakan bagian dari organisasi tidak akan tersampaikan, dan pembahasan progam kerja, dan evaluasi karena komunikasi organisasi pula seluruh program kerja yang melibatkan banyak pihak pegawai yang ada di unit organisasi dapat dimana semua pihak memiliki hak untuk memahami dan menjalankan tujuan dari menyampaikan saran, kritik dan pendapat organisasi secara bersama-sama. 46 Penelitian secara terbuka, fokus dan lugas. Seringkali ini seiring dengan penelitian sebelumnya yang ketika rapat tertuang ide-ide baru yang bisa menyimpulkan bahwa komunikasi organisasi menjadi solusi dalam pencapaian kinerja yang efektif dan optimal. Hal ini sejalan dengan karyawan tetap di PT. Mah Sing Indonesia. penelitian lain yang menyatakan bahwa rapat Menerapkan komunikasi efektif antar memungkinkan terjadinya komunikasi dua atasan, bawahan maupun sesama rekan kerja arah, baik dari atasan ke bawahan maupun merupakan hal yang perlu diperhatikan agar dari bawahan ke atasan untuk menyampaikan penyampaian informasi yang diberikan dapat informasi terkait tugas dan fungsi sehingga dengan mudah dipahami sehingga pekerjaan tercapainya kinerja yang optimal. dapat dilakukan dengan baik. Komunikasi 2,803. yang efektif bertujuan untuk memperoleh tanggapan, dan umpan balik positif dari penerima pesan. Kerjasama yang dilakukan https://ejournal. id/index. php/mik Media Ilmu Kesehatan Vol. No. Agustus 2023 https://doi. org/10. 30989/mik. diskusi dan pemberian dorongan untuk maju dari atasan bisa memotivasi bawahan untuk meningkatkan kinerjanya. Hal ini sejalan dengan penelitian lain yang berpendapat bahwa komunikasi yang efektif memainkan peran penting dalam memastikan keakuratan pertukaran informasi, sehingga mengurangi kemungkinan salah tafsir dan memfasilitasi hasil yang sukses. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kepuasan kerja dan komunikasi mempengaruhi kinerja pegawai Rumah Sakit Intan Medika Lamongan adalah variabel Diharapkan penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan masukan bagi Rumah Sakit Intan Medika Lamongan karyawan agar komunikasi organisasi lebih Diharapkan peneliti selanjutnya dapat menggunakan faktor yang berbeda agar kepribadian, motivasi, kemampuan . , pengetahuan pekerjaan, gaya kepemimpinan, tim kerja, teknologi dan fasilitas, serta konteks KEPUSTAKAAN