E-ISSN : 2715-6036 P-ISSN : 2716-0483 DOI : 10. Vol. 7 No. Juni 2025, 1 - 9 PENGARUH EDUKASI AUDIOVISUAL TENTANG GEMPA BUMI TERHADAP KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA SISWA: LITERATURE REVIEW THE EFFECT OF EARTHQUAKE AUDIOVISUAL EDUCATION ON STUDENTS' DISASTER PREPAREDNESS: LITERATURE REVIEW Dwi Rahayu1*. Dinda Novi Karisma2. Suryono3. Yunarsih4. Anis Murniati5 1, 2,3 STIKes Pamenang, 4 Akademi Kesehatan Dharma Husada Kediri 5 STIKES Hutama Abdi Husada Tulungagung *Korespondensi Penulis : ns. dwirahayu@gmail. Abstrak Indonesia merupakan negara yang berada di posisi ring of fire, yang menyebabkan berpotensi mengalami banyak bencana alam. Indonesia terletak di pertemuan empat lempeng tektonik yaitu Benua Asia. Benua Australia. Samudera Hindia, dan Samudera Pasifik. Terdapat rangkaian gunung berapi yang membentuk sabuk, memanjang dari pulau Sumatera. Jawa. Nusa Tenggara, hingga Sulawesi. Kondisi tersebut menyebabkan resiko besar terjadinya bencana alam di Indonesia. Salah satu yang sering terjadi yaitu gempa bumi. Beberapa penyebab terjadinya gempa bumi adalah adanya sumber panas bumi, meletusnya gunung berapi, dan pergerakan lempeng. Oleh karena itu kegiatan pra bencana seperti kesiapsiagaan bencana gempa bumi sangat di perlukan untuk meminimalisir dampak bencana. Pengetahuan kesipasiagaan tentang bencana gempa bumi dapat di berikan melalui edukasi sejak dini saat di bangku sekolah. Edukasi yang yang paling efektif dalam kegiatan ini adalah melalui media audiovisual Tujuan penulisan ini untuk melakukan review artikel terkait pengaruh edukasi audiovisual tentang gempa bumi terhadap kesiapsiagaan bencana pada Siswa. Dengan menggunakan pendekatan sistematis, 981 artikel dari tahun 2014-2024 awalnya diidentifikasi dari Google Scholar dan Researchgate, dan studi yang relevan dipilih mengikuti kerangka kerja PICOS. Hasil artikel yang telah melalui kriteria inklusi dan ekslusi ditemukan hanya ada 11 artikel yang telah memenuhi syarat inklusi dan eksklusi. Dengan hasil utama terdapat peningkatan pengetahuan terhadap siswa tentang kesiapasiagaan bencana gempa bumi, setelah di berikan edukasi melalui media audiovisual tentang gempa bumi. Kesimpulan hasil review artikel didapatkan adanya pengaruh edukasi audiovisual tentang gempa bumi terhadap kesiapsiagaan bencana pada siswa. Kata kunci: Edukasi. Media Audiovisual. Gempa Bumi Abstract Indonesia is a country located in the ring of fire, which has the potential to experience many natural disasters. Indonesia is located at the meeting point of four tectonic plates, namely the Asian Continent, the Australian Continent, the Indian Ocean, and the Pacific Ocean. There is a series of volcanoes that form a belt, extending from the islands of Sumatra. Java. Nusa Tenggara, to Sulawesi. This condition causes a high risk of natural disasters in Indonesia. One that often occurs is an earthquake. Some causes of earthquakes are geothermal sources, volcanic eruptions, and plate movements. Therefore, pre-disaster activities such as earthquake disaster preparedness are very much needed to minimize the impact of disasters. Knowledge of earthquake disaster preparedness can be provided through early education while in school. The most effective education in this activity is through audiovisual media. The purpose of this writing is to review articles related to the influence of audiovisual education about earthquakes on disaster preparedness in students. Using a systematic approach, 981 articles from 2014-2024 were initially identified from Google Scholar and Researchgate, and relevant studies were selected following the PICOS framework. The results of the articles that have passed the inclusion and exclusion criteria found that there were only 11 articles that had met the inclusion and exclusion requirements. With Submitted Accepted Website : 25 Maret 2025 : 28 April 2025 : jurnal. di | Email : jurnal. pamenang@gmail. Pengaruh Edukasi Audiovisual Tentang Gempa Bumi . (Dwi Rahayu, dk. the main result there was an increase in students' knowledge about earthquake disaster preparedness, after being given education through audiovisual media about earthquakes. The conclusion of the article review results shows that there is an influence of audiovisual education about earthquakes on disaster preparedness in students. Keywords: Education. Audiovisual Media. Earthquake magnitudonya dengan magnitudo di atas 5,0 Pendahuluan Berdasarkan Undang-undang Nomor 24 pada tahun 2023 terjadi sebanyak 219 kali. Tahun 2007, bencana merupakan serangkaian Sementara gempa kecil dengan magnitudo peristiwa yang mengancam dan mengganggu kurang dari 5,0 terjadi sebanyak 10. 570 kali, kehidupan dan penghidupan masyarakat yang dan gempa yang dirasakan guncangannya oleh disebabkan oleh faktor alam dan faktor non masyarakat terjadi sebanyak 861 kali. alam maupun disebabkan oleh faktor manusia. Sedangkan sepanjang tahun 2022, kejadian yang dapat mengakibatkan timbulnya korban gempa di Indonesia mencapai 10. 792 dengan jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta berbagai magnitudo dan kedalamannya benda, serta timbulnya dampak pada berdasarkan catatan data dari Badan Faktor umum penyebab terjadinya Meteorologi. Klimatologi, dan Geofisika suatu bencana alam adalah adanya interaksi (BMKG). Berdasarkan antara ancaman . dan kerentanan . (Andira et al. , 2. Sebagai Negara yang berada di posisi Sementara ring of fire, menyebabkan Indonesia berpotensi mengalami banyak bencana alam. 587 kali dan gempa yang dirasakan Indonesia terletak di pertemuan empat guncangannya sebanyak 807 kali. lempeng tektonik yaitu Benua Asia. Benua Pengetahuan yang dimiliki membuat Australia. Samudera Hindia, dan Samudera paham dan melakukan langkahPasifik. Terdapat rangkaian gunung berapi terjadi saat bencana. Upaya yang membentuk sabuk, memanjang dari peninggakatan pengetahuan dapat dilakukan pulau Sumatera. Jawa. Nusa Tenggara, hingga dengan pemberian pendidikan kesehatan Sulawesi. Kondisi tersebut menyebabkan tentang bencana gempa bumi dan simulasi resiko besar terjadinya bencana alam di menghadapi bencana. Pemberian pendidikan Indonesia (Apriyani, 2. Salah satu yang kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan sering terjadi yaitu gempa bumi. Beberapa siswa sejak dini (Febriawati, 2. penyebab terjadinya gempa bumi adalah Kesiapsiagan terhadap gempa bumi perlu adanya sumber panas bumi, meletusnya pada semua rentang usia gunung berapi, dan pergerakan lempeng. besarnya ancaman gempa bumi Gempa bumi terjadi pada lempengan tektonik batasan usia termasuk usia dan patahan aktif. Karakteristik gempa bumi Pendidikan kesiapsiagaan terhadap biasanya terjadinya di tempat adanya patahan, salah satu fokus yang bisa terjadi dimanapun dengan waktu singkat penting untuk diperhatikan. Segala aktivitas (Rachmatiah et al. , 2. Prevelansi bencana pra bencana yang bertujuan meningkatkan yang terjadi di seluruh dunia terus mengalami kapasitas operasional dan menfasilitasi respon Data World Disaster Report efektif individu ketika terjadi suatu bencana . menyebutkan bahwa kejadian bencana merupakan definisi dari kesiapsiagaan. meningkat sebanyak 35% dalam rentang Kesiapsiagaan sebagai bentuk kewaspadaan tahun 2016-2017. Berdasarkan catatan Badan terhadap kejadian gempa bumi tersebut perlu Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 10. 789 kali terjadi gempa (Heryati, bumi di wilayah Indonesia selama tahun 2023. Perencanaan dengan berbagai magnitudo dan kedalaman. pemeliharaan sumber daya dan pelatihan Jumlah aktivitas gempa pada tahun 2023 lebih kepada masyarakat merupakan bentuk tinggi, di atas rata-rata tahunannya yaitu kesiapsiagaan yang dapat dilaksanakan oleh 000 kali gempa. BMKG mencatat (Madona, aktivitas gempa signifikan berdasarkan Pengaruh Edukasi Audiovisual Tentang Gempa Bumi . (Dwi Rahayu, dk. Media audiovisual merupakan sebuah media dengan kombinasi audio dan visual atau biasa disebut dengan media pandang dengar yang memiliki unsur . arasi, music, dialog, sound effect, gambar atau foto, teks, vido animasi, dan grafi. yang bertujuan agar dapat mempengaruhi pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan sasaran khususnya pada anak sekolah dasar (Saparwati, 2. Penggunaan media audiovisual telah terbukti sebagai alat kesiapsiagaan siswa terhadap gempa bumi. Visualisasi yang jelas dari konsep-konsep kunci seperti langkah-langkah yang harus diambil selama gempa dan cara bertindak dalam situasi darurat memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada siswa. Pengalaman simulasi yang disajikan melalui media audiovisual memungkinkan siswa untuk merasakan secara langsung bagaimana meningkatkan keterampilan praktis mereka (Narayana et al, 2. Penelitian mengetahui dan menganalisis pengaruh edukasi audiovisual bencana gempa bumi terhadap tingkat pengetahuan penatalaksanaan bencana gempa bumi pada para siswa. Metode Untuk metode yang digunakan dalam artikel ini adalah literatur review jurnal. Penelusuran ini dilakukan melalui google Keyword yang digunakan pengaruh edukasi audiovisual gempa bumi terhadap siswa . dukasi media audiovisual, gempa bumi, kesiapsiagaan sisw. Penelusuran dilakukan pada tanggal 12 Oktober 2024 hingga 20 Oktober 2024. Hasil penelusuran didapatkan 749 artikel sesui keyword di google scholar dan 232 artikel dari reserahgate sesuai keyword. Dari 981 artikel tersebut ditemukan terdapat 91 duplikat sehingga tersisa 890 artikel. Dari 890 artikel tersebut terdapat 684 artikel tidak releven yang dikeluarkan sehingga tersisa 30 artikel. Dari 30 artikel dikeluarkan lagi sebanyak 20 artikel karena tidak memenuhi beberapa Sehingga hanya tersisa 11 artikel yang dinilai memenuhi kriteria. Strategi yang digunakan untuk mencari artikel menggunakan PICOS Frame work yang terdiri dari : P: Problem/ population yaitu populasi atau masalah yang akan dianalisis sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dalam literature Intervensi penatalaksanaan terhadap kasus perorangan atau masyarakat serta pemaparan tentang penatalaksanaan studi sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dalam literature review C: Comparation yaitu intervensi atau penatalaksanaan lain yang digunakan sebagai pembanding, jika tidak ada bisa menggunakan kelompok control dalam studi yang terpilih O: Outcome yaitu hasil atau luaran yang diperoleh pada studi terdahulu yang sesuai dengan tema yang sudah ditentukan dalam literature review S: Study design and Publication Type yaitu desain yang digunakan dalam artikel yang akan di review Prisma Flow Chart Hasil Hasil dari pencarian 11 artikel ilmiah mengenai pengaruh edukasi audiovisual bencana gempa bumi terhadap tingkat pengetahuan penatalaksanaan bencana gempa bumi pada para siswa disajikan Pengaruh Edukasi Audiovisual Tentang Gempa Bumi . (Dwi Rahayu, dk. Tabel 1. Hasil Journal Review Judul Penulis Tahun/Vol Edukasi Media Audiovisu Meningka Kesiapsia Siswa Dalam Menghada Bencana Gempa Bumi Gede Agus Narayana . Made Sukarja . Wayan Sukawana . Ni Made Juniari Desember 2022. : 160-171 Jurnal Gema Keperawatan |Volume . Nomor 2 https://ejournal. id/ind php/JGK/articl e/download/1869/ Metode (Desain. Sampel. Variabel. Instrumen Analisi. D : Quasy- experiment onegroup pre post test design S : 33 siswa kelas IV dan V di SD 1 V : Pemberian edukasi Media Audiovisual mengenai gempa bumi . Tingkat kesiapsiagaan siswa sekolah dasar dalam meng . I : Observasi. Video animasi dan kuesioner A : Paired T-Test. Pengaruh Video Edukasi Bencana Gempa Bumi Terhadap Tingkat Pengetahu Kesiapsia Bencana Gempa Bumi Pada Siswa SDN 1 Pundong Bantul. Yogyakart Rizkika Dwi Antari . Niken Setyaning Pengaruh Edukasi Video Animasi Terhadap Pengetahu Penatalaks Bencana Gempa Bumi Pada Siswa Sd Negeri 15 Kota Apriyani . Tedi Setiawan Jurnal Kesehatan Masa Depan JKMD. 2023, 2. https://jurnal. org/JKMD/ar ticle/view/77 D : Kuantitatif- experiment , one group pretest and posttest S : Siswa SDN 1 Pundong Bantul Yogyakarta, yang berjumlah 37 siswa dengan rentang usia 9- 11 tahun. V : Video edukasi terhadap pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi . Tingkat pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi . Hasil Penelitian Terdapat peningkatan signifikan skor kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana gempa bumi setelah diberikan edukasi bencana gempa bumi lewat media audio visual animasi. Hasil penelitian terhadap 33 siswa kelas IV dan V di SD Negeri 1 Lebih Gianyar ditemukan hanya 36,7% siswa dengan kategori siap dan sangat siap dalam menghadapi bencana gempa bumi sebelum diberikan edukasi media Setelah satu minggu intervensi dengan edukasi audio visual diperoleh rata-rata skor tingkat kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana alam gempa bumi sebesar 85,88 dan seluruh siswa . %) memiliki tingkat kewaspadaan yang siap dan sangat siap. melalui video edukasi pada siswa kelas IV dan V diperoleh nilai pvalue 0,000 (<0,. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa AuHa diterima dan Ho ditolak yang artinya ada pengaruh video edukasi terhadap tingkat pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada siswa di SDN 1 Pundong Bantul YogyakartaAy. Dengan hasil frekuensi pretest memiliki nilai terendah dengan mayoritas frekuensi rendah 28 . ,7%) Dan hasil nilai post test meningkat menjadi mayoritas frekuensi tinggi 32 . ,5%) I : Kuesioner. Video animasi gempa bumi dan Observasi Jurnal Masker Medika Volume 12. Nomor 1. Juni https://w. id/inde php/maskermedi ka/article/downloa d/614/502 A : Wilcoxon Signed Rank Test D : Quasy- Eksperimen, one group pre-test & post-test S : Siswa sekolah dasar yang duduk dibangku kelas 4 dan kelas 5 SDN 15 Kota Pagar Alam V: Edukasi video animasI . Tingkat pengetahuan penatalaksanaan bencana gempa bumi pada . I : Video animasi, observasi Hasil penelitian ini didapatkan bahwa adanya peningkatan nilai rerata pengetahuan setelah diberikannya edukasi melalui video animasi yaitu dengan rerata nilai pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa bumi sebelum dilakukan edukasi sebesar 11,00 setelah diberikan intervensi rerata pengetahuan naik menjadi 13,00. Berdasarkan hasil uji Alternatif Non Parametrik Wilcoxon Sign Test menunjukkan nilai p value 001 . value < 0,. artinya ada pengaruh rerata pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan Pengaruh Edukasi Audiovisual Tentang Gempa Bumi . (Dwi Rahayu, dk. Pagar Alam Pemberda Sekolah Siaga Bencana Melalui Simulasi dan Video Kesiapsia gaan di SDN 63 Kota Ternate dan lembar kuesioner Rasdiyana h Muhlis. Amira Bin Seh Abubakar. Fitriyanti N Idrus. Muhlisa. Fadila Abdullah Jurnal Panrita Abdi. Juli 2024. Volume 8. Issue 3 https://journal. id/index. /panritaabdi/articl e/view/25182/117 A : Uji Alternatif Nonparametrik Wilcoxon Sign Test D : Quasy-Eksperimen, one group pre-test & post-test S : 60 siswa yang terdiri dari kelas 5 dan 6 SDN 63 Kota Ternate V : Edukasi melalui video. Kegiatan simulasi bencana Tingkat pengetahuan siswa tentang bencana gunung meletus dan gempa bumi I : Observasi, kuesioner dan video animasi kesiapsiagaan bencana dan simulasi . enda benda di sekita. Penerapan Kombinas i Motion Graphic Dan Demonstr Terhadap Kesiapsia Gempa Bumi Pada Siswa Sdn Belotan Magetan Penguatan Pengetahu Kesiapsia Terhadap Bahaya Bencana Gempa Bumi bagi Siswa SMAN I Dhea Fienda Ferani. Innez Karunia Mustikara Ririn Afrian Sulistyaw Zakia Masrurah. Dewi Sartika. Yoessi Oktarini. Akmal Muhni PROGRAM STUDI KEPERAWATA N PROGRAM SARJANA FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS KUSUMA HUSADA SURAKARTA https://eprints. id/id/eprint/25 57/1/NASKAH% 20PUBLIKASI% 20DHEA FIE NDA FERAN I S17015. Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Juni, 2024, pp. https://jurnal. id/pesare/article/ download/38419/ A : Wilcoxon Signed Rank Test D : Quasy, experiment, one group design S : Siswa kelas 6, 5 dan 4 SDN 2 Belotan Magetan dengan jumlah populasi sebanyak 33 orang V : Edukasi tanggap bencana gempa . Tingkat pengetahuan dan respon siswa dalam kesiapsiagaan dalam bencana alam terutama gempa bumi . I : SOP (Standard Operating Procedur. penyuluhan kesiapsiagaan gempa bumi menggunakan kombinasi Motion Graphic dan demonstrasi. Motion. Observasi A : Analisa univariate. Analisa Bivariat, uji Wilcoxon D : Quasy. Eksperimen, one group pre-test & post-test S : Siswa SMAN I Lhoknga Kelas XI yang berjumlah 22 orang, terdiri dari 8 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan V : Edukasi audio visual gempa bumi . Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai pre-test dan posttest siswa sebesar 38,99. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan gempa bumi setelah mendapatkan intervensi berupa kegiatan edukasi dan penyuluhan tentang kesiapsiagaan gempa bumi. Hasil simulasi menunjukkan bahwa siswa mampu merespon ketika gempa bumi terjadi saat berada di dalam kelas. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah tetap tenang kemudian selanjutnya berlindung dengan cara menggunakan benda di sekeliling untuk melindungi kepala dari reruntuhan Pengetahuan kesiapsiagaan gempa bumi sebelum penerapan kombinasi motion graphic dan demonstrasi menunjukan hasil mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang kurang/ yang belum paham sebanyak 24 responden . %). Pengetahuan kesiapsiagaan gempa bumi setelah penerapan kombinasi motion graphic dan demonstrasi menunjukan hasil mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 18 responden . %). Hasil uji Wilcoxon menunjukan p value = 0,000 . value < 0,. , maka Ho ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan. bahwa pemberian kombinasi motion graphic dan demonstrasi mempengaruhi kesiapsiagaan gempa bumi pada siswa SDN 02 Belotan Magetan. Hasil pre-test menunjukkan pemahaman siswa tentang gempa masih rendah, hanya 27,7% siswa yang memiliki pengetahuan berkategori cukup. Sedangkan setelah penyampaian materi dilaksanakan, dari hasil post-test menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman siswa mengenai kesiapsiagaan gempa sudah mencapai 81,80 % atau berkategori baik. Dengan Pengaruh Edukasi Audiovisual Tentang Gempa Bumi . (Dwi Rahayu, dk. Lhoknga. Kabupate n Aceh Besar Tingkat pengetahuan siswa tentang kesiapsiagaan terhadap bahaya gempa . I : Video edukasi gempa bumi, power point, kuesioner. Pengaruh Pemberian Pendidika n Aman Bencana Dengan Media Video Animasi Terhadap Tingkat Pengetahu Kesiapsia Bencana Gempa Bumi di SDN 1 Kadipiro Irna Ari Maghriza 1a. Sarka Ade Susana. Maryana Caring : Jurnal Keperawatan Vol. No. Maret 2023, pp. 01 Ae 09 http://eprints. id/13 A : Paired T-Test. D : Quasy experimental design dengan pola pretest and posttest control group S : 106 siswa terdiri dari kelas IV dan V di SD N 1 Kadipiro. V : Edukasi audio visual gempa bumi melalui video animasi dan media poster . Perbedaan tingkat pengetahuan siswa mengenai kesiapsiagaan gempa bumi. I : Video animasi dan media poster, kuesioner, observasi Sekolah Siaga Bencana: Peningkat Pengetahu an Dan Keterampi lan Siswa Dalam Upaya Kesiapsia Bencana Gempa Bumi Di Sdn 1 Soropia Siti Rabbani Karimuna. Fadilla Sahda. Zamiah. Widhy Marchika Sarifuddin Pengaruh Penyuluha Kesiapsia Bencana Terhadap Tingkat Kesiapsia Bencana Gempa Bumi Pada Siswa Endah Tri Wulandari . Rizky Ega Sujito Jurnal PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyaraka. Volume 2. Nomor 4. Juli 2024 https://journal. id/index. /panritaabdi/articl e/view/18610/950 A : Uji Wilcoxon dan Mann Whitney D : Quasy-eksperimental dengan desain one-group prepost test S : Anak SDN 1 Soropia sebanyak 39 siswa V : Edukasi dan penyuluhan gempa bumi lewat media I : Audio visual seperti film dan video, kuesioner dan A : analisis Bivariat dengan uji Paired Samples Test. Jurnal Ilmiah Kesehatan 2024 https://ojs. id/index. php/jik/ article/download/ 7215/3151 D : Quasy-eksperimental dengan desain one group pretest-post-test. S : Siswa/siswi di SMP Muhammadiyah Sanden Yogyakarta berjumlah 50 orang yang terdiri dari siswa/siswi kelas VII. Vi, dan IX V : Penyuluhan bencana gempa bumi dengan media audiovisual powerpoint dan video . demikian sosialisasi penguatan pengetahuan kesiapsiagaan bencana gempa berhasil dilakukan di SMAN 1 Lhoknga dengan adanya peningkatan pengetahuan >50% dari sebelum dilakukannya sosialisasi. Hasil perbedaan dari pemberian pendidikan aman bencana antara kelompok intervensi menggunakan video animasi dan kelompok kontrol menggunakan media poster menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan dalam peningkatan pengetahuan Terdapat perbedaan yang nyata antara kelompok intervensi dan kontrol, dengan nilai signifikansi yang rendah . value <0,. Artinya, pemberian pendidikan aman bencana dengan video animasi memberikan peningkatan pengetahuan yang lebih baik dibandingkan dengan pendekatan menggunakan media Dari hasil pemeriksaan faktual terhadap nilai siswa pada saat tes latihan instruktif dan pengarahan mengenai gempa bumi dan kejadian bencana, terlihat adanya perbedaan tingkat informasi siswa pada latihan instruktif dan Pemeriksaan informasi diselesaikan menggunakan tes contoh yang cocok dengan nilai p 0,000 . <0,. Hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima dan H0 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa skor sebelum dan sesudah tes berbeda. Penyuluhan dimana pengetahuan para siswa sebelum dan sesudah dilakukan edukasi mengalami Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon Match Pairs Test berdasarkan nilai p value (Asymp. Sig 2 taile. sebesar 0,000 di mana kurang dari batas kritis penelitian 0,05. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan kesiapsiagaan bencana terhadap tingkat kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada siswa/i SMP Muhammadiyah Sanden Yogyakarta Pengaruh Edukasi Audiovisual Tentang Gempa Bumi . (Dwi Rahayu, dk. Smp Muhamm Sanden Yogyakart Tingkat kesiapsiagaan bencana gempa bumi . I : Video gempa bumi, powerpoint, observasi dan Sekolah Siaga Bencana: Peningkat Pengetahu an dan Keterampi lan Siswa Kesiapsia Bencana Gempa Bumi di SDN 1 Panji Lor Situbondo Ana Islamiyah Syamila. Globila Nurika. Ricko Pratama Ridzkyant Penyuluha Kesiapsia Peningkat Pengetahu an Siswa Menghada Bencana Gempa Bumi di SDN 252 Nikkel Sorowako Kabupate n Luwu Timur Putri Andira1. Suwandi. Resty Ryadinenc Jurnal Panrita Abdi. April 2023. Volume 7. Issue https://journal. id/index. /panritaabdi/articl e/view/18610/950 A : Uji Wilcoxon Match Pairs Test D : Quasy-eksperimental dengan desain one group pretest-post-test. S : Siswa di SDN Panji Lor kelas V dan VI yang berjumlah 40 siswa. V : Edukasi bencana gempa bumi dengan media audiovisual powerpoint dan video . Pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai kesiapsiagaan bencana . I : Audio visual dengan sarana film, video, dan power point, kuesioner, observasi Mega Buana Jurnal 2 . 2023 https://w. net/public ation/375318054_ Penyuluhan_Kesi apsiagaan_dalam_ Peningkatan_Peng etahuan_Siswa_M enghadapi_Benca na_Gempa_Bumi _di_SDN_252_Ni kkel_Sorowako_ Kabupaten_Luwu _Timur A : Uji Wilcoxon D : Quasy-eksperimental dengan desain one group pretest-post-test. S : Kelas 5a siswa SDN 252 Nikkel Sorowako yang berjumlah 26 orang V : Penyuluhan bencana gempa bumi dengan media audiovisual powerpoint dan leaflet . Pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai kesiapsiagaan bencana . I :Audio visual dengan sarana power point, leaflet dan kuesioner, observasi Hasil analisis statistik terhadap nilai pre-test dan post-test siswa dalam kegiatan edukasi dan penyuluhan kesiapsiagaan gempa bumi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan siswa pada saat sebelum dan sesudah pemberian edukasi dan penyuluhan. Analisis dilakukan dengan menggunakan uji Paired Samples Test yang menghasilkan nilai p value 0,000 . <0,. Hal ini dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai pre-test dengan post-test. Terjadi peningkatan pengetahuan siswa tentang bencana gempa bumi dengan peningkatan nilai mean Adanya pengaruh terhadap pengetahuan siswa bisa dilihat dari nilai rata-rata pengetahuan siswa sebelum . diberikan penyuluhan, nilai pengetahuan siswa yaitu 1,58 dan nilai ratarata pengetahuan siswa setelah . diberikan penyuluhan yaitu 1,65 dan nilai standar defiasi terhadap siswa sebelum . diberikan yaitu 0,504 dan setelah . diberikan nilai standar defiasi siswa yaitu 0. Sehingga terlihat ada perbedaan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana gempa A : Uji Wilcoxon Pembahasan Berdasarkan hasil review ditemukan beberapa tema yang sesuai dengan fokus review yaitu edukasi audiovisual tentang gempa bumi terhadap kesiapsiagaan siswa. Edukasi audiovisual tentang bencana gempa bumi terhadap siswa merupakan salah satu upaya pencegahan saat terjadi gempa bumi. Edukasi kesiapsiagaan gempa bumi kepada pengetahuan siswa terkait dengan bencana gempa bumi dan bagaimana cara evakuasi dan penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi. Gempa bumi adalah goncangan yang dapat mengguncang suatu daerah mulai dari sebuah tingkat yang rendah sampai ke tingkat Pengaruh Edukasi Audiovisual Tentang Gempa Bumi . (Dwi Rahayu, dk. yang tinggi hingga dapat membahayakan. Gempa dengan skala yang tinggi dapat membuat luluh lantak apa yang ada di permukaan bumi. Rumah, gedung, menara, jalan, jembatan, taman, dan lain sebagainya dapat hancur rata dengan tanah jika terkena gempa bumi yang besar. Ada beberapa penyabab terjadinya gempa bumi, yaitu Disebabkan oleh pelepasan energi yang dihasilkan oleh tekanan yang dilakukan oleh lempengan yang bergerak. Disebabkan oleh materi lapisan litosfer yang terjepit ke dalam mengalami transisi fase pada kedalaman lebih dari 600 km dan,Disebabkan oleh pergerakan magma dalam gunung berapi (Khambali Karena itu masyarakat harus selalu waspada terhadap bencana yang mungkin Salah satu tindakan pencegahan yang dapat di ambil adalah pemeberian edukasi mengenai kesiap siagaan bencana gempa Dalam hal ini peserta didik merupakan mengahadapi bencana gempa bumi mengingat hampir keseluruhan kegiatan peserta didik dilakukan diruang kelas. Bencana yang sulit diprediksi seperti gempa bumi menjadikan nilai risiko bencana semakin meningkat apabila peserta didik tidak mengetahui bagaimana cara penyelamatan diri sendiri. Pengetahuan mengenai kesiapsiagaan bencana mempersiapakan sekaligus memgambarkan keadaan apabila terjadi bencana alam gempa Pendidikan mengenai bencana gempa bumi dapat dimulai dari SD. SMP dan SMA Salah penatalaksanaan bencana gempa bumi yaitu dengan melakukan suatu penyuluhan tentang penatalaksanaan bencana tentang bencana gempa bumi dengan memberikan sebuah edukasi melalui media audiovisual. Media audiovisual berupa pembelajaran melalui video dan presentasi PowerPoint mampu meningkatkan pemahaman terhadap materi pada peserta didik dengan memberikan visualisasi yang jelas dan interaktif serta memproses informasi secara lebih mendalam (Widhayanti & Abduh, 2. Dalam berbagai literature sudah banyak terbukti bahwa pemberian materi melalui media audiovisual merupakann salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kesipsiagaan Contohnya nya pada penelitian jurnal diatas (Agus Narayana et al. , 2. yang kesipasigaan siswa mengenai bencana gempa bumi dari 36,7% meningkat sebesar 85,88 % setalah di beri edukasi bencana gempa kewaspadaan yang siap dan sangat siap. Lalu pada peneltian (Syamila et al. , 2. juga di dapat 27,7% siswa yang memiliki pengetahuan berkategori cukup. Setelah dilakukan edukasi gempa bumi meningkat menjadi 81,80 % atau berkategori baik. Hal ini cukup untuk membuktikan bahwa penggunaan media audiovisual efektif untuk meningkat pengetahuan kesiapsiagaan siswa terhadap bencana gempa bumi. Kesimpulan Kesimpulan audiovisual tentang gempa bumi terhadap kesiapsiagaan bencana pada siswa. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih disampaikan kepada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Pamenang yang telah menyediakan fasilitas dan kesempatan untuk melakukan penelitian. Daftar Pustaka