Volume: 22 Nomor 2. September 2024 P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA LENGKENAT KECAMATAN SEPAUK Antonius Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Kapuas Sintang. Jl. Oevang Oeray Sintang No. 92 Sintang. Indonesia, email: antoniusunka@gmail. Abstract: The society participation is one of the main key of the village Pregress development. Village development plays an important role because it is an inseparable part of regional and national development. In the governance structure, the village occupies the lowest position, but instead it is in the forefront and directly in the middle of the community. Therefore, it can be ensured that any form of development program from the government will always lead to the village. Community participation is an initiative and self-help that is a characteristic of the personality of the Indonesian nation. Initiative which means will, desire for desire, while self-help is mutual cooperation which means ability, kinship, so it needs to be organized in order to build a good relationship in making a village. Keywords: Abstrak: Partisipasi masyarakat merupakan salah kunci utama kemajuan pembangunan desa. Pembangunan desa memegang peranan yang penting karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan pembangunan daerah dan nasional. Dalam struktur pemerintahan, desa menempati posisi terbawah, akan tetapi justru terdepan dan langsung berada di tengah Karenanya dapat di pastikan apapun bentuk setiap program pembangunan dari pemerintah akan selalu bermuara ke desa. Partisipasi masyarakat merupakan prakarsa dan swadaya gotong royong yang merupakan ciri khas dari kepribadian bangsa Indonesia. Prakarsa yang berarti kemauan, kehendak atas hasrat, sedang swadaya gotong royong yang berarti kemampuan, kekeluargaan, sehingga perlu diorganisasi agar tercipta kebersamaan hubungan yang harmonis dalam memajukan desa. Kata Kunci: Partisipasi. Masyarakat. Perencanaan. Pembangunan. PENDAHULUAN Dalam struktur pemerintahan, desa menempati posisi terbawah, akan tetapi justru terdepan dan langsung berada di tengah masyarakat. Meskipun demikian, pembangunan desa masih memiliki berbagai permasalahan, seperti masih minimnya prasarana sosial ekonomi serta penyebaran jumlah tenaga kerja produktif yang tidak seimbang, termasuk tingkat masyarakat dan tingkat pendidikan yang relatif masih rendah. Namun demikian program atau proyek di arahkan dalam pembangunan desa justru tidak dapat berjalan optimal, karena kebanyakan direncanakan jauh dari desa (Davis, 2008:. Pembangunan desa secara konseptual mengandung makna proses dimana usaha-usaha dari masyarakat desa usaha-usaha Tujuannya memperbaiki kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat. Partisipasi masyarakat merupakan prakarsa dan swadaya gotong royong yang merupakan ciri khas dari FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 kepribadian bangsa Indonesia. Adapun partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan serta tindak lanjut dan Desa Lengkenat merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Sintang, sehingga dalam menunjang kegiatan pembangunan desa, maka visi dan misi yang ingin di capai adalah peningkatan kerja pembangunan, maka perlunya keterlibatan atau partisipasi dari Keterlibatan masyarakat di Desa Lengkenat dalam berpartisipasi atas perencanaan pembangunan desa, terutama terlihat dari berbagai tahapan dalam perencanaan pembangunan desa melalui mekanisme musyawarah perencanaan pembangunan pada tingkat desa relatif masih sangat kurang, bahkan tidak mengikuti pertemuan sampai selesai, hal ini disebabkan karena masyarakat lebih pembangunan kepada pemerintah desa menganggap apa yang dibahas dalam pertemuan tersebut hanya seremonial belaka, karena hasil perencanaan yang dihasilkan berbeda dengan harapan Partisipasi Masyarakat Partisipasi selalu dikaitkan atau bersinonim dengan peran serta. Seorang Davis mengemukakan definisinya tentang Sastropoerto . sebagai berikut: Partisipasi dapat didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran atau moral atau perasaan di dalam situasi P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 kelompok yang mendorong untuk kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan. Ay Berdasarkan pendapat tersebut di atas, maka meAnyangkut keterlibatan diri seseorang sehingga akan menimbulkan tanggung jawab dan Partisipasi keikutsertaan, perhatian dan sumbangan yang diberikan oleh kelompok yang berpatisipasi, dalam hal ini adalah masyarakat (Pasaribu, 2007:. Untuk prasyarat yang dapat membangkitkan mengemukakan sebagai berikut: . Rasa ketergantungan dan ketertibaan, jika dalam suatu masyarakat terdapat perasaan ini, maka dalam masyarakat partisipasi yang tinggi. Keterikatan tujuan hidup, keterikatan rasa saja tidak . Kemahiran Kemahiran menyesuaikan diri dalam keadan sangat penting untuk menimbulkan partisipasi. Adanya prakarsawan, adanya orang dan . Iklim partisipasi, partisipasi yang bagaimanapun tidak menciptakan iklim tetapi bila iklimnya FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 sudah ada, maka sangat mudah Kumorotomo . menyatakan bahwa secara pemilihan, partisipasi kelompok, kontak antara warga negara dan pemerintah dan partisipasi warga negara secara langsung dilingkungan pemerintah. Partisipasi adalah sebuah bentuk keterlibatan mental/pikiran dan emosi atau perasan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut tanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan. Ndaraha . menjelaskan ada tiga unsur penting yang dimaksud dalam definisi Keith Davis tentang partisipasi, yang memerlukan perhatian khusus yaitu . bahwa partisipasi atau keikutsertaan . eterlibatan/peran sert. sesungguhnya merupakan suatu keterikatan mental dan perasaan, lebih daripada kata-kata . ketersediaan memberi mencapai tujuan kelompok, ini berarti Seseorang menjadi anggota dalam kelompok dengan segala nilainya. unsur tanggung jawab, unsur ini merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Menurut Budiman . , mencatat ada tiga tradisi masyarakat yang demokratis yaitu: . Partisipasi politik, partisipasi lebih berorientasi pada mempengaruhi dan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 mendudukan wakil-wakil rakyat dalam lembaga pemerintahan ketimbang aktif dalam proses-proses pemerintahan itu . Partisipasi sosial, partisipasi masyarakat terutama yang dipandang pembangunan dalam konsultasi atau pengambilan keputusan dalam semua tahapan siklus proyek pembangunan penilaian, implementasi, pemantauan Partisipasi memperkuat proses pembelajaran dan mobilisasi sosial . Partisipasi warga, menekan pada partisipasi langsung warga dalam pengambilan keputusan Partisispasi warga telah mengalihkan konsep partisipasi dari sekedar kepedulian terhadap penerima derma, kaum tersisi menuju suatu kepedulian dengan berbagai bentuk keikutsertaan warga dalam pembuatan kebijakan dan pengambilan keputusan diberbagai gelanggang kunci yang mempengaruhi kehidupannya. Pengertian Pembangunan Pembangunan perubahan yang terus menerus yang merupakan kemajuan dan perbaikan menuju ke arah yang ingin dicapai, selanjutnya untuk memberikan ini Siagianm . , memberi definisi sebagai berikut: AuPembangunan adalah suatu usaha atau rangkaian usaha pertumbuhan dan perubahan berencana yang dilakukan secara sadar oleh suatu bangsa. Negara dan pemerintah menuju FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 modernitas dalam rangka pembinaan Pengertian pembangunan itu sendiri terdapat inti pokok-pokok pengertian sebagai berikut: Pembangunan adalah merupakan suatu proses, berarti suatu keinginan yang terus menerus dilaksanakan. Pembangunan merupakan usaha sadar yang dilakukan. Pembangunan mengarah kepada modernitas, yang diartikan sebagai cara hidup yang baru dan lebih baik dari sebelumnya serta kemampuan untuk lebih menguasai mengurangi ketergantungan dari pihak . Pembangunan dilaksanakan secara berorientasi pada pertumbuhan dan Perubahan. Bahwa modernitas yang dicapai melalui pembangunan itu bersifat multidimensional. Bahwa kelima hal tersebut diatas ditunjukkan kepada usaha pembinaan bangsa yang terus menerus harus dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan bangsa dan Selanjutnya dijelaskan oleh Bintoro Tjokroamidjojo Bahwa: Pembangunan adalah suatu proses dinamis, kebijaksanaan harus memberi peluang kepada kenyataan tetapi harus kesinambungan menuju terwujudnya masyarakat yang adil dan makmur. Konsep Perencanaan Pembangunan Perencanaan merupakan suatu usaha yang sistematik dari berbagai pelaku, baik pemerintah swasta, maupun kelompok masyarakat P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 lainnya pada tingkatan yang berbeda ketergantungan dan keterkaitan aspekaspek fisik. Sosial ekonomi dan aspekaspek lingkungan lainnya dengan cara, . Terus menerus menganalisis dan . Merumuskan tujuan dan kebijakan pembangunan, . Menyusun konsep strategi Ae strategi pemecahan masalah, . Melaksanakannya dengan sumber daya yang tersedia, sehingga peluangpeluang baru untuk meningkatkan ditangkap secara berkelanjutan. Menurut Mappadjantji . kondisi yang pembangunan dapat dikelompokkan kedalam dua aspek yaitu pertama, yang berkaitan dengan aspek epistemologi, misalnya berupa pengetahuan dan teknologi yang dimiliki yang berkaitan dengan proses perencanaan sedangkan yang kedua adalah yang berkaitan dengan aspek axiologi, seperti nilai dan tujuan pembangunan itu sendiri. Kedua aspek tersebut dipetakan dalam tiga kawasan dimana tingkat pengetahuan dan teknologi yang kita miliki relatif memadai dibandingkan dengan nilai dan tujuan pembangunan yang pada umumnya juga terdefinisi dengan baik. Pada komprehensif, dimana dominasi para perencana dalam penyusunan rencana Kawasan kedua, mewakili kondisi dimana tingkat pengetahuan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 dan teknologi tidak sepenuhnya dapat pembangunan yang juga semakin kompleks, berhubung semakin tingginya ketidak pastian yang dihadapi. Oleh perencanaan pembangunan partisipasi yang melibatkan sebanyak unsur masyarakat, dengan harapan akan mampu mengurangi resiko akibat Kawasan mewakili kondisi dimana pengetahuan dan teknologi di bidang perencanaan pembangunan sudah sangat tidak memadai karena semakin meningkatnya kawasan ini, alternatif pendekatan pembangunan yang digunakan adalah model perencanaan adaftif, yaitu model perencanaan yang secara kontinyu melakukan modifikasi terhadap rencana pembangunannya agar senantiasa sesuai dengan kondisi lingkungan strategisnya. Model rencana pembangunan nasional komprehensip merupakan model yang sesuai dengan untuk kondisi dimana dengan baik. Ciri utama model ini pembangunan kedalam beberapa bagian sehingga dapat diselesaikan dengan mengatasi salah satu bagian. Kelemahan model ini adanya asumsi bahwa kondisi dan pengaruh lingkungan strategi dapat dikendalikan atau bahkan diabaikan. Model selanjutnya adalah model rencana pembangunan partisipasi diterapkan dengan melibatkan semua stakeholders Pola perencanaan pembangunan yang selama P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 berkembang yang lebih dikenal dengan dikemukakan oleh Ndraha . memang pola itu membawa manfaat, tetapi tatkala pola itu mengacu pada asisten , timbullah masalah. Masyarakat pemerintah dam kemampuannya untuk berekembang secara mandiri sukar Untuk mengantisipasi berbagai akses negatif yang ditimbulkan oleh stop down strategy, maka bottom up strategy menjadi pilihan yang strategis Pengertian Pembangunan Desa Menurut Hartoyo dkk. pembangunan adalah suatu proses dimana pertama-tama mendiskusikan dan merencanakan dan menentukan keinginan mereka, kemudian merencanakan dan mengerjakan bersama untuk memenuhi keinginan mereka Lebih meletakan landasan yang kuat dan kokoh bagi masyarakat di daerah berkembang atas kekuatan dan kemampuan sendiri, sedangkan pemerintah hanyalah bersifat member bantuan, pengarahan dan bimbingan serta mengarahkan yang dapat berkembang dari desa swadaya, swakarya desa swasembada. Beratha . pembangunan adalah suatu pembangunan dari masyarakat unit pemerintah yang harus dilaksanakan dan dibina terus FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 menerus, sistematis dan terarah sebagian penting dalam pembangunan negara sebagai usaha yang menyeluruh. Dengan demikian, dalam gerak derapnya tidak lagi menjadi objek dalam pembangunan, pembanguanan itu sendiri atau sebagai METODE PENELITIAN Penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan studi pustaka yang selanjutnya akan dianalisis secara Menurut Sugiyono . menguraikan atau menggambarkan secara deskriftif mengenai Tingkat Partisipasi Masyarakat Perencanaan Pembangunan Desa Lengkenat Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat di Desa Lengkenat Kecamatan Sepauk yang terlibat langsung dalam menyusun formulasi perencanaan pembangunan Untuk memperoleh data guna kepentingan penelitian ini, maka diperlukan sampel. Penentuan subjek dalam penelitian ini dengan cara purposive sampling. Sesuai dengan namanya purposive sampling diambil dengan maksud atau tujuan tertentu, yang mana menganggap bahwa subjek memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitian yang akan dilakukan ini. Subjek penelitian mecakup Kepala Desa Lengkenat. Sekretaris Desa. Anggota Badan permusyawaratan Desa, kepala P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Wilayah dan Masyarakat. Perencanaan pembangunan adalah merupakan suatu usaha yang sistematik dari berbagai maupun kelompok masyarakat lainnya pada tingkatan yang berbeda. Faktorfaktor yang mempengaruhi jalannya partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan di Desa Lengkenat indikator-indikator berikut: . Faktor pendukung yang dimaksud adalah segala sesuatu yang sifatnya membantu atau mendukung pembangunan yang ada di wilayah Desa Lengkenat agar berjalan lancar sesuai dengan yang diinginkan. Faktor penghambat yang dimaksud adalah segala sesuatu yang menjadi pengganjal atau yang menghalangi keikut sertaan masyarakat di dalam pembangunan yang ada di wilayah Desa Lengkenat. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Dalam melakukan pembangunan desa, salah satu faktor yang mempengaruhi pembangunan desa adalah tingkat partisipasi masyarakat yang berperan Tanpa langsung pihak masyarakat dan swasta yang membantu pemerintah dalam menyusun dan melakukan perencanaan pembanguna desa, maka segala visi dan pembangunan tidak akan tercapai sesuai yang direncanakan. FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 Tingkat Partisipasi Masyarakat Pentingnya kebijakan perencanaan desa. Hal ini dimaksudkan untuk merumuskan dan melembagakan program atau kegiatan pembangunan yang efektif dan efisien, tepat sasaran, tepat waktu, tepat lokasi, selain membangun kepercayaan dan mengakselerasikan keterpaduan aspirasi masyarakat dalam perumusan dan penentuan program dari kegiatan pembangunan dengan tetap menjunjung tinggi norma-norma budaya, etika dan moral serta sesuai visi dan misi Pendekatan pembangunan desa Lengkenat adalah pendekatan partisipatif. Pendekatan partisipatif digunakan agar masyarakat dapat menjadi pelaku utama di dalam Perencanaan Pembangunan Desa. Pendekatan ini juga menempatkan keputusan pembangunan desa. Desa Lengkenat adalah desa yang pada saat masyarakatnya masih kurang bagus. Kondisi infrastruktur yang ada di Desa Lengkenat juga masih kurang terutama kondisi jalan desa. Belum memadai dan layaknya jalan Desa Lengkenat yang menjadi jalan penghubung antar dusun menjadi masalah yang sangat penting. Partisipasi Masyarakat Desa Lengkenat Perencanaan Pembangunan. Tahapan program pembangunan Desa Lengkenat yaitu melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa dan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri dapat berjalan dengan lancar dengan melibatkan partisipasi masyarakat Desa Lengkenat. Bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa Lengkenat adalah sebagai berikut: Partisipasi masyarakat Desa Lengkenat dalam Bentuk Tenaga. Bentuk sumbangan yang diberikan masyarakat Desa Lengkenat dalam pelaksanaan pembangunan Desa Lengkenat yaitu dalam bentuk tenaga. Masyarakat Desa Lengkenat bergotongAe royong dalam membangun desa dengan . Partisipasi Masyarakat Desa Lengkenat dalam Bentuk uang. Pembangunan desa tidak terlepas dengan adanya uang, meskipun tidak semua masyarakat memberikan bantuan berupa uang. Partisipasi masyarakat masyarakat Desa Lengkenat dalam pembangunan desa juga diwujudkan dalam bentuk material atau bahan. Masyarakat material berupa pasir atau batu bahkan banyak masyarakat yang memberikan bantuan berupa makanan ketika proses Masyarakat melakukan hal ini tanpa ada paksaan dari pihak manapun tetapi masyarakat sadar dengan asas gotongroyong Partisipasi masyarakat dalam bentuk Kemanfaatan Desa Lengkenat Pembangunan Desa Lengkenat masyarakat Desa Lengkenat. Selain itu, pembangunan desa juga membawa manfaat secara langsung bagi anggota FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 Kelompok mendapatkan manfaat secara langsung adalah masyarakat yang sebagaian besar berprofesi sebagai petani. Partisipasi Pembangunan. evalusi dilakukan untuk pelaksanaan pembangunan desa yang dilakukan di dalam musyawarah desa, hingga kini sering kali dilakukan evaluasi terhadap pembangunan Desa Lengkenat. Selain itu, evaluasi juga dilakukan melalui kerja bakti untuk menjaga lingkungan. Berdasarkan hasil diketahui bahwa suatu keberhasilan pembangunan membutuhkan kerjasama antara pihak yang terkait dengan Berdasarkan pemerintah Desa Lengkenat serta seluruh anggota masyarakat merupakan tolak ukur keberhasilan pembangunan Desa Lengkenat. Pemerintah Desa Lengkenat dalam menyelenggarakan melibatkan partisipasi aktif seluruh anggota masyarakat Desa Lengkenat dengan mengadakan musyawarah untuk mendengarkan aspirasi masyarakat. Keikutsertaan mengikuti Musrenbang bukti bahwa masyarakat mendukung program pembanguann Desa Lengkenat. Dengan adanya keterlibatan masyarakat maka masyarakat akan memahami Desa Lengkenat. Berdasarkan hasil analisa hasil penelitian atas tingkat partisipasi masyarakat P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 khususnya di Desa Lengkenat telah menunjukkan bahwa tingkat partisipasi kebijakan perencanaan pembangunan desa di setiap sektor dapat dikatakan rendah, hal ini disebabkan karena munculnya sikap apatisme masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam setiap perencanaan pembangunan desa di setiap sektor baik itu di mulai dari tahap identifikasi masalah melalui perumusan pada tingkat dusun dan lingkungan. Faktor-faktor yang menyebabkan tingkat pembangunan desa dapat diuraikan Sikap masyarakat untuk berpartisipasi, yang dibuktikan dengan malasnya tokohtokoh masyarakat untuk menghadiri masing-masing bekerja sama dengan pihak desa dan Kecamatan. Sikap disebabkan oleh banyak hasil-hasil perencanaan pembangunan yang dalam implementasi tidak sesuai dengan harapan dan keinginan masyarakat seperti: hasil-hasil pembangunan di sektor-sektor Masalah perencanaan partisipatif masyarakat kurangnya pemberdayaan masyarakat terhadap proses pembangunan daerah FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 disetiap sektor ekonomi khususnya di Desa Lengkenat. Kemudian pembangunan di Desa Lengkenat dapat Pengembangan supremasi hukum dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, yang diarahkan pengembangan dan difokuskan pada pengembangan hukum yang partisipatif, dan komunikatif serta penyelenggaraan sistem penentuan yang Pengembangan pengembangannya difokuskan pada pemberdayaan ekonomi lokal dengan peningkatan infrastruktur perekonomian dan peningkatan sumber daya manusia Pengembangan sumber daya alam, lingkungan hidup dan yang arah pengembangannya di fokuskan pada pemanfaatan dan pengelolaan potensi memperhatikan aspek keserasian dan keseimbangan lingkungan. Peningkatan infrastruktur, penunjang perekonomian. Pengembangan pengembangannya difokuskan pada pemerintahan desa, kualitas keagamaan, sosial budaya dan politik. Berdasarkan hasil pembahasan mengenai kebijakan Desa Lengkenat, yang menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat Desa Lengkenat kurang berpartisipasi dalam penyusunan perencanaan kebijakan P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 pembangunan desa, dimana segala Desa Lengkenat diserahkan kepada pemerintah desa. Hal ini dapat dilihat dari beberapa penilaian mengenai keterlibatan dan keaktifan kebijaksanaan pembangunan daerah yaitu keterlibatan langsung masyarakat pertemuan-pertemuan perumusan perencanaan pembangunan daerah terlihat bahwa sebagian besar masyarakat kurang terlibat dalam perumusan perencanaan pembangunan Keaktifan masyarakat yang masalah-masalah kurang aktif. Hal ini disebabkan karena sebagian besar masyarakat menyerahkan perangkat desa. Keaktifan masyarakat dalam pemberian informasi yang bahwa sebagian masyarakat cukup aktif untuk memberikan masukan kepada pemerintahan desa yang sehubungan Desa Lengkenat. Keterlibatan masyarakat untuk meberikan bantuan fasilitas dan digunakan dalam pengumpulan data dan informasi atas proses penyusunan FOKUS: Publikasi Ilmiah untuk Mahasiswa. Staf Pengajar dan Alumni Universitas Kapuas Sintang Volume: 22 Nomor 2. September 2024 masyarakat cukup terlibat dalam memberikan bantuan pemikiran. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Tingkat partisipasi penyusunan perencanaan pembangunan desa di Desa Lengkenat, menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat penyusunan perencanaan pembangunan desa, hingga pelaksanaan perencanaan pembangunan desa selesai. Faktor yang sebagian besar masyarakat kurang aktif pertemuanpertemuan, selain itu masyarakat kurang aktif dalam pembahasan perencanaan pemberian informasi dan pemberian bantuan pemikiran yang dipergunakan dalam pengumpulan data dan informasi penyusunan perencanaan pembangunan desa di Desa Lengkenat. Disarankan agar perlunya peningkatan partisipasi pembangunan desa di Desa Lengkenat, yaitu dengan jalan melibatkan setiap elemen masyarakat dalam penyusunan perencanaan pembangunan desa. Disarankan keterlibatan dan keaktifan dari setiap pertemuan-pertemuan pembangunan desa dan selain itu P-ISSN: 1693-0762 E-ISSN: 2599-3518 peningkatan keaktifan masyarakat untuk berpendapat dan mengeluarkan gagasan ide-ide pembangunan desa di Desa Lengkenat. DAFTAR PUSTAKA