Volume 15 . issue 2 . Vol. 15 - Issue 2 Ae 2025 The International Journal of Pegon: Islam Nusantara Civilization published by Islam Nusantara Center Foundation. This journal specialized academic journal dealing with the theme of religious civilization and literature in Indonesia and Southeast Asia. The subject covers textual and fieldwork studies with perspectives of philosophy, philology, sociology, antropology, archeology, art, history, and many more. This journal invites scholars from Indonesia and non Indonesia to contribute and enrich the studies published in this journal. This journal published twice a year with the articles written in Indonesian. Pegon. Arabic and English and with the fair procedure of blind peer-review. Editorial Team Managing Editor Mohamad Shofin Sugito Peer Reviewer Abdurahman MasAoud (Ministry of Religious Affairs. The Republic of Indonesi. Oman Fathurrahman (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Harissuddin (State Islamic University of Jember. Indonesi. KH. Abdul MunAoim DZ (The Vice General Secretary of PBNU) Farid F. Saenong (State Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta. Indonesi. Ngatawi al Zastrouw (University of Nahdlatul Ulama Indonesi. Islah Gusmian (State Islamic University of Surakarta. Indonesi. Zainul Milal Bizawie (Islam Nusantara Center Jakarta. Indonesi. Editors Johan Wahyudhi Mohammad Taufiq Ahmad Ali Asistant Editors Muhammad Anwar Zainal Abidin Zainul Wafa ISSN 2621-4938 e-ISSN 2621-4946 Published by: ISLAM NUSANTARA CENTER (INC) Jl. Kemital Blok E No. Perum. Ciputat Baru. Kel. Kp. Sawah. Kec. Ciputat Kota Tangerang Selatan 15413 http: //ejournalpegon. com/ojs/ Islam Nusantara Center TABLE OF CONTENTS The International Journal of PEGON Islam Nusantara Civilization Vol. 15 - Issue 2 Ae 2025 TABLE OF CONTENTS . TELAAH RINGKAS TAFSIR ABUL AAoLA AL-MAWDUDI. TAFHIM AL-QURAoAN Ahmad Nabil Amir dan Tasnim Abdul Rahman . NEGOSIASI STATUS SOSIAL DAN PRINSIP KESETARAAN: STUDI PADA TRADISI SANDINGAN MALAM JUMAT LEGI DALAM KEBUDAYAANAN PANDALUNGAN DI LUMAJANG JAWA TIMUR Muhammad ZaAoim Zacky Fadl-Lillah dan Alanuari . PERAN KESULTANAN JAMBI DALAM PENYEBARAN ISLAM DAN TERBENTUKNYA TRADISI KEAGAMAAN LOKAL PADA ABAD KE-19 Asnawiyatul Muna. Mardia. Caisar Fayth Isyandairda dan Sari Febriani . KONSEP JIWA DAN ETIKA ISLAM : KAJIAN FILSAFAT AL-GHAZALI DAN IBNU RUSYD TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN Siti Nur Amanda. LuAolu Ulzannah. Khairun Anwar dan Sari Febriani 75 PERKEMBANGAN PEMIKIRAN POLITIK ISLAM DARI MASA KLASIK HINGGA KONTEMPORER Muhammad Najibudin. Hafsa. Zulfa Hamidah dan Sari Febriani . THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION PENDIDIKAN DAN PENYEBARAN PERADABAN ISLAM: KETERKAITAN HISTORIS MASA BANI UMAYYAH DENGAN ISLAMISASI DI NUSANTARA Rama Aditya Putra. Satriani. Sari Febriani. Hum dan Nurul Hasnah . RELEVANSI MAQAM TASAWUF DALAM MEMBENTUK ETOS KEILMUAN DAN KARAKTER BANGSA DI ERA MODERN Gina Husniati Zahra. Rendi Imam Saputra. Indriani dan Sari Febriani 147 MENYUARAKAN KESEIMBANGAN: PEMIKIRAN DAKWAH WASATIYYAH TGKH MUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJID . DI PULAU LOMBOK. INDONESIA Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi . PEMIKIRAN DAN KONTRIBUSI AGH. MUHAMMAD NUR DALAM KAJIAN HADIS DI SULAWESI SELATAN: TELAAH TERHADAP KITAB KASYF AL-ASTAR Muhammad Ghifari dan Ulfah Zakiyah . ANALISIS KODIKOLOGI DAN TEKSTOLOGI NASKAH MANAKIB ABDUL QADIR AL-JAELANI Ahmad Hafidhuddin . Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 AAMenyuarakan Keseimbangan: Pemikiran Dakwah Wasatiyyah . AAMENYUARAKAN KESEIMBANGAN:AA AAPEMIKIRAN DAKWAH WASATIYYAH TGKHAA AAMUHAMMAD ZAINUDDIN ABDUL MADJIDAA AA. DI PULAU LOMBOK. INDONESIa AAMuh. Samsul AnwarAA AAIAI Hamzanwadi Pancor Lombok TimurAA AAmuhsamsulanwar@iaihnwpancor. idAA AAM. Hafizul ArifinAA AAIAI Hamzanwadi Pancor Lombok TimurAA AAhafizularifin71@gmail. comAA AAJohan WahyudhiAA AAUIN Syarif Hidayatullah Jakarta AAjohan. wahyudi@uinjkt. idAA AADOI: https://doi. org/10. 51925/inc. AEA AeA AeA AcA AOAON O OEEOEI OEON OI OO EOONO cA AII OIA AOIOEOOI uOIO IOOE OI EONA AeA A(OEI eA AeA AOc OI OO OI cA AcA AeA AOuOIEOIOIOEI EIA AEOI) (A,)-AA AEOI IEOA AcA AOAON O OEOO OOEI eA AOI IOOA-AIOOcA . AOIOEOOI uOIOA AOOI OINII uEIA AeA AeA AeA AeA AeA AIOOIEI Io EOEOOA OI OO EOOEI O OOIO O OEO OO IA AO EI OI OO OI cA AEOI E eOA ,AI OEOA-AOEO uEOI O eA AOEuOA . Ao O OOIEIA AcA AOAONA . AOEON CO ON O IOEI o uOOA AEI OIOEOOI uOIO O eIc oA AeA AIOIOOEI eA AOIO EOuOEI O eA AEIc I eA AIIA eA AOuOE O A AO OEEI OA EOOE A AcA AeA AeA AIOEOEI o eA AOIcA ,AOE IOIO EOO OOI EII eA A(O OA AO uOEA-AuOEA ,AOE OA AeA Ae eA AcA AeA AONA-AON)A . AEOOA ,Ao AoIE OEOEA ,AOEON EIO OI O IOcEI OONA AATHE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON::AA AAISLAM NUSANTARA CIVILIZATIONAA Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi e e e AAO e O O uEOIA-AOEI uOE OE AO e OA e AOEO EIA A oA,A EOOA. AOEI OI OA A O IOcEI EOOEIOI EI OON Oi EI OOA,AEA. A OA,AOIuOIOEOO OEON IoA e AOEIA e A IA,AIoI EoNI OOE O A e AEOOE oA AOIOEA AOOI uOO oIA AIIOA e A OOIOEI O OEA. AEoNI I EOIO I I O EI A e AOOI O EONA AIuO A e AIOIIA e AOAON O OO eEI OA e AAEI AO e O O A AO A ,AEIcA AuOIO EOI OEA e AO eOIOAA AON EOEOI OOE OEOA e ,A AO e OA,AOAONA A uEI IOOA,AEOO eEIOIA A EONA:AE EOIIOA Abstrak Penelitian ini mengulas tentang dakwah wasatiyyah yang dilakukan oleh Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid . elanjutnya Tuan Guru Zainuddi. , diimplementasikan dalam penguatan pemahaman Islam Wasatiyyah yang beliau dirikan bersama murid-muridnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan yang bersumber dari buku wasiat dan syaAoir karangan Tuan Guru Zainuddin langsung, dan buku-buku lain yang terkait. Teori yang digunakan dalam penelitian ini di antaranya teori wasatiyyah, oleh Quraish Shihab yang mengatakan sesuatu itu bisa dikatakan wasat ketika ada unsur kebaikan di dalamnya dan memberikan manfaat, terbaik dari apa yang baik-baik, adil atau meletakkan sesuatu pada tempatnya, tidak condong kiri ataupun kanan . erada ditengah- tenga. Kedua, teori fungsional struktural, oleh Talcott Parson yang menyatakan sebuah struktur akan berjalan baik jika fungsifungsi yang lain berjalan dengan tepat. Ketiga, teori sunstainability, oleh Meadows, et. al, yang menyatakan keberlanjutan dalam sebuah rencana akan terjadi ketika seseorang mampu merespon kebutuhan sosial yang ada, dan respon itu diperuntukkan untuk kebutuhan masa kini dan masa yang akan Ditemukan juga eksistensi dakwah sampai saat ini karena sikaf wasatiyaah yang diterapkan di dalamnya, memanfaatkan fungsi yang ada serta sangat responsif terhadap lingkungan sosial sekitar. Kata Kunci: Dakwah Wasatiyyah. Fungsi. Keberlanjutan. Islam Moderat. Abstract This study discusses how wasatiyyah preaching carried out by Tuan Guru Kiyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid . ereinafter referred to as Tuan Guru Zainuddi. was implemented in strengthening the understanding of Islam Wasatiyyah, which he established together with his This study employs a qualitative method with a literature review sourced from the will and poems written by Tuan Guru Zainuddin himself, as well as other relevant books. The theories used in this study include the Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Menyuarakan Keseimbangan: Pemikiran Dakwah Wasatiyyah . theory of wasatiyyah, by Quraish Shihab, which states that something can be said to be wasat when it contains elements of goodness and provides benefits, is the best of what is good, is fair, or puts things in their proper place, without leaning to the left or right . eing in the middl. Second, the structural functional theory, by Talcott Parson, which states that a structure will function well if all other functions are functioning properly. Third, the theory of sustainability, by Meadows, et. al, which states that sustainability in a plan will occur when someone is able to respond to existing social needs, and that response is intended for the needs of the present and the future. The results of this study conclude that Mr. Zainuddin optimises the function of the madrasah in his series of sermons. It was also found that there are three wasatiyyah sermons in strengthening the function of preaching, which succeeded in establishing a community organisation and providing the first special madrasah for women in NTB. It was also found that the existence of dakwah persists to this day due to the application of the wasatiyyah approach, which leverages existing functions and is highly responsive to the surrounding social environment. Keywords: Wasatiyyah Da'wah. Function. Sustainability. Moderate Islam. PENDAHULUAN akwah islam bertujuan untuk memengaruhi dan mentransformasikan sikap batin dan prilaku warga masyarakat menuju suatu tatanan kesalehan individu dan kesalehan sosial. 1 Kesalehan individu artinya bersih diri dari sikapsikap buruk, seperti kurang tanggung jawab, iri, dengki dan semua jenis perilaku buruk yang melekat pada diri. Sedangkan kesalehan sosial maksudnya bersih dari segala penyakit sosial yang bisa merusak hubungan antar sesama, seperti saling buruk sangka, saling menjatuhkan, saling iri dan semua jenis keburukan yang bisa merusak tatanan sosial masyarakat. Sehingga ketika dua kesalehan ini . ndividu ________________ Muhammad Munir. Manajemen Dakwah, 1st ed. (Jakarta: Kencana, 2. E Erman. AuAktor. Akses Dan Politik Lingkungan Di Pertambangan Timah Bangka,Ay Masyarakat Indonesia 36, no. 2 (December 2. : 75. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi dan sosia. sudah ada, maka bisa diharapkan akan hadirnya keamanan dan perdamaian dalam kehidupan sosial masyarakat. Para daAoi atau muballigh yang dikenal berhasil dalam mendakwahkan ajaran atau syiAoar Islam baik di Dunia maupun di Nusantara sendiri, tentu memiliki strategi masing-masing. Seperti strategi dakwah para Wali Songo yang menurut Habib Luthfi bin Yahya menggunakan strategi dakwah saling mengenal, artinya para Wali Songo mengenal lebih dulu kebudayaan, tradisi dan kebiasaan orang jawa, lalu mereka mangakulturasi ajaran Islam kedalamnya. Strategi dakwah saling mengenal atau dalam pelaksanaannya mengakulturasi ajaran Islam kedalam budaya ini sudah terbukti berhasil, baik dalam misi penyebaran ajaran maupun dalam menjaga keamanan dan ketertiban kehidupan sosial di Nusantara. Sejarah membuktikan bahwa di Nusantara sendiri pada zaman itu tidak pernah terjadi peperangan akibat misi dakwah Islam tertentu. Inilah sejarah yang dilupakan oleh orang- orang yang mengatakan diri jihad di jalan Allah melakukan aksi teror di mana-mana dan mengkelaim diri paling benar. Dialog dengan tema wasatiyyah al-IslEm atau moderasi beragama akhir-akhir ini mendapat antusias yang sangat tinggi di kalangan tokoh dan ulama untuk merespon kelompok yang melakukan teror tersebut. Terlebih tokoh-tokoh ulama yang meyakini bahwa keamanan dan perdamaian adalah suatu hal yang harus diperjuangkan sebagai modal menjaga persatuan dan kesatuan. Mengutamakan kepentingan bangsa . epentingan bersam. di atas kepentingan peribadi dan golonganAo. Kalimat yang selalu digaungkan oleh Dr. Said Rahman al-Buti di tengah kondisi negaranya yakni Suriah, yang saat itu sedang tidak setabil akibat perbedaan pendapat yang menyebabkan perang saudara dan aksi teror di mana-mana. ________________ Imam Subchi. Sejarah Kebudayaan Islam, 1st ed. (Semarang: PT Karya Toha Putra, 2. Muhammad Zulkarnaen. MaAorifat Keislaman Dan Kebangsaan Tuan Guru Bajang (Lombok: Hamzanwadi Institut, 2. , 74. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Menyuarakan Keseimbangan: Pemikiran Dakwah Wasatiyyah . Tokoh agama terkemuka dunia yang selalu mendorong untuk selalu bersikap wasat juga salah satunya adalah Grand Syaikh alAzhar. Ahmad Muhammad al-Tayyeb. Beliau dalam banyak kesempatan selalu membahas pentingnya Islam Wasatiyyah sebagai modal menghadapi tantangan zaman saat ini. Seperti pada saat kunjungan kehormatan kepada Presiden Indonesia. Joko Widodo di Istana Negara, 30 Mei 2018. beliau menyampaikan pentingnya semangat Islam Wasatiyyah. Tokoh Nusantara yang juga terus aktif menyuarakan pentingnya sikap wasatiyyah atau moderat dalam beragama di antaranya adalah Prof. Quraish Syihab. Habib Luthfi. Ustaz Abdussamad, dan Dr. Zainul Majdi, yang lebih sering disebut sebagai Tuan Guru Bajang (TGB) juga termasuk salah satu tokoh Nusantara yang turut aktif menyerukan sikaf wasat. Beliau mendapat gelar bergengsi dari alAzhar yang menonjol dalam mengukuhkan moderasi beragama . asatiyyah al-IslE. , nilai- nilai kebangsaan . uwEtana. , nilai-nilai hidup berdampingan secara rukun dan damai . a Aoayyusy al-silm. di Indonesia. Sikap berdiri di tengah sebenarnya sudah 1400-an tahun lalu sudah ada ayatnya dalam al-QurAoan. Salah satunya pada Surah alBaqarah berikut: Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu . mat Isla. Ayumat pertengahanAy agar kamu menjadi saksi atas . manusia dan agar Rasul (Muhamma. menjadi saksi atas . kamuA . l-Quran, al-Baqarah ayat . Atau dalam Hadits juga dijelaskan makna yang berarti wasat atau pertengahan. Seperti dalam Hadits yang diriwayatkan oleh Imam ________________ Sekretaris Kabinet RI. Au. Terima Syekh Al-Azhar. Presiden Jokowi Bahas Kerja Sama Syiarkan AoWasathiyyah Islam,AoAy Sekretaris Kabinet RI, 2018, https://setkab. id/terima-syekh-al-azhar-presiden-jokowi-bahas-kerja-samasyiarkan-wasathiyah-islam/. Antara. AuTGB Raih Penghargaan Bergengsi Dari Al-Azhar Mesir,Ay Kantor Berita Indonesia, 2019, https://w. com/berita/1115318/tgb-raihpenghargaan-bergengsi-dari-al-azhar-mesir. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi al-Baihaqi: AuSebaik-baik perkara adalah tengah-tengahnyaAy (HR. Baihaq. Kata-kata AuUmmatan Wasata atau AusatAy inilah sebenarnya yang menjadi retrospeksi para tokoh-tokoh ulama dalam menjawab tantangan zaman seperti banyaknya faham-faham yang sangat sentimen tersebar di kalangan masyarakat, banyaknya aksi teror yang mengatasnamakan diri mereka jihEd fU sabUlillah. Andi Amir Wahyudi mengutif dari Tim Analis LAB 45. Tercatat dari tahun 2. telah terjadi 553 aksi teror di Indonesia sendiri secara keseluruhan. Mayoritas dari pelaku aksi mengatakan pilihan dan golongannya yang paling benar, sehingga menyalahkan bahkan sampai mengkafirkan selain dari mereka . aham ekstri. Istilah wasatiyyah sering menjadi perbincangan di publik, bahkan istilah wasatiyyah ini dipakai sebagai solusi terhadap kondisi, di mana terjadi banyaknya muncul kebencian yang muncul akibat suatu perbedaan kepercayaan . , ujaran kebencian karena berbedanya warna kulit dan beda ras . , faham garis keras . , aksi teror . , dan diskriminasi antar satu kelompok dan kelompok lainnya. Kondisi seperti ini yang dikhawatirkan bisa mengancam persatuan dan perdamaian, sehingga perlunya sebuah resolusi pemikiran untuk mengembalikan masyarakat kepada pemahaman yang benar dan tepat. Tuan Guru Zainuddin8 memiliki cara dakwah tersendiri di masyarakat luas juga kepada murid-muridnya di madrasah yang beliau dan murid-muridnya dirikan, yakni Madrasah Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiah (NWDI) untuk kaum laki-laki dan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI) untuk kaum perempuan. ________________ Ahmad bin Husain al-Baihaqi. SyuAoab Al-Iman Juz i (Beirut: Dar al-Kutub al- Ilmiyyah, n. ), 3888. Andi Amir Wahyudi. Strategi Rekrutmen Dan Peningkatan Kompetensi Babinkamtibmas Dalam Rangka Pencegahan Terorisme Di Indonesia (Surabaya: Cipta Media Nusantara, 2. , 18. Muhammad Haramain. Dakwah Moderasi Tuan Guru: Pemikiran Dan Gerakan Dakwah Tuan Guru M. Zainuddin Abdul Madjid Di Lombok NTB (Sulawesi Selatan: IAIN Pare-pare Nusantara Press, 2. , 158Ae60. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Menyuarakan Keseimbangan: Pemikiran Dakwah Wasatiyyah . Salah satu contoh sikap dakwah beliau secara langsung antara lain yakni pada saat mendakwahi jamaAoah Ahmadiyyah di Pancor Lombok Timur yang dianggap oleh Tuan Guru Zainuddin sebagai kelompok yang sudah keluar dari pokok ajaran Islam. Metode yang dilakukan adalah mengirim muridnya untuk berdiskusi langsung dengan mereka, lalu dengan hasil diskusi itu ditarik kesimpulan bahwa benar pemahaman mereka sudah keluar dari pokok ajaran Islam. Tapi dibalik itu, khusus untuk anak-anak mereka dipersilahkan masuk di madrasah yang beliau miliki. Bahkan anak-anak dari kelompok Ahmadiyah yang masuk di madrasahnya ini diberikan perhatian dan perlakuan khusus. 9 Metode ini juga dipakai untuk mendakwahi golongan tertentu yang semisal di Lombok. Tuan Guru Zainuddin sendiri menganggap dakwah merupakan sesuatu yang harus terus menerus dijalankan, beliau pernah mengutarakan metode dakwahnya seperti Matahari yang terus menerus berputar menerangi alam semesta tampa terganggu oleh pengaruh apapun. AuGurungku berdakwah adalah MatahariAy10 dalam bahasa Sasak, artinya guru saya atau panutan saya berdakwah adalah sifat matahari. Terbukti pada waktu muda beliau sangat aktif dalam gerakan organisasi, gerakan kemerdekaan, dan semua gerakan yang pada prinsipnya untuk kepentingan agama, bangsa, dan negara. Sampai menginjak waktu usia tua sekali beliau masih aktif berdakwah keliling di tandu oleh murid- muridnya ke pelosok-pelosok pulau Lombok karena keadaan kesehatan dan tenaga bahkan untuk berdiripun beliau sudah tidak sanggup lagi. 11 Pada waktu itu dianggap sebagai tokoh agama dan tokoh masyarakat yang memilki kharisma sangat tinggi oleh masyarakat pulau Lombok tidak segan-segan mendatangi pelosok yang terpencil sekalipun untuk mengajarkan ________________ Ibid. Muh. Irfan. AuGaya Komunikasi Dan Retorika Dakwah TGKH. Muhammad Zainul Majdi Dalam Pengajian Hultah NWDI KE-70-80 Di Pancor. Lombok Timur,Ay Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia 1, no. 3 (October 1, 2. : 204Ae2019, doi:10. 26499/bahasa. Muhammad Noor. Visi Kebangsaan Religius: Refleksi Pemikiran Dan Perjuangan TGKH. Zainuddin Abdul Madjid 1904-1997 (Jakarta: Pesantren NW Jakarta dan LPA, 2. , 513. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi masyarakat Lombok cara beragama Islam yang baik dan menjadi ummat terbaik. Peran madrasah sebagai basis perjuangan dan pergerakan juga tidak lekang dari kegiatan dakwah Tuan Guru Zainuddin. Fungsi dari keberadaan madrasah ini sangat berarti sebagai sentral dakwah yang telah dirancang dan dijalankan di setiap pelosok Lombok. Fungsi madrasah juga dirancang sebagai benteng pertahanan dan tempat menyusun pergerakan, baik itu pertahanan hidupnya ilmu pengetahuan dan syiar agama, juga sebagai tempat menyusun gerakan perjuangan mengusir penjajah sebagaimana peristiwa penggempuran benteng NICA di Kecamatan Selong Kabupaten Lombok Timur, dengan bukti makam pahlawan di Taman Rinjani Kota Selong Lombok Timur. Singkatnya peran madrasah ini sangat strategis bagi gerakan dakwah TGKH. Zainuddin Abdul Madjid, salain itu diselenggarakan juga pendidikan, berbentuk majlis taklim, dan lain sebagainya. Dalam bait wasiat yang TGKH. Zainuddin Abdul Madjid karang sendiri menganjurkan untuk terus buka madrasah: Buka madrasah desa dan dasan 13 Agar tersebar ajaran Tuhan Ikatan Pelajar PG aktifkan Himmah Pemuda terus tonjolkan 14 Dalam bait syair wasiat beliau di atas bahwa membuka madrasah tidak cukup di pusat kota atau di pusat desa, tetapi di Dasan yang berarti pelosok kampung dalam bahasa Suku Sasak Lombok. Wasiat membangun madrasah sampai ke pelosok-pelosok ini merupakan bentuk dari betapa pentingnya sebuah madrasah menurut Menurut Khirjan Nahdi. Sitti Rohmi. Musifuddin, dan Deni Siregar bahwa madrasah yang didirikan Tuan Guru Zainuddin ________________ Ibid. , 180. Ajip Rosidi et al. Dapur Dan Alat-Alat Memasak Tradisional Daerah Nusa Tenggara Barat (Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1. , 12. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru (Pancor: Toko Kita, 1. , 20. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Menyuarakan Keseimbangan: Pemikiran Dakwah Wasatiyyah . mengandung makna tersendiri pada pelabelan nama pada awal nama madrasah yakni AuKebangkitan Tanah Air (Nahdlatul Watha. Ay. 15 Ini menunjukkan bahwa madrasah bukan saja sebagai tempat belajar dan mengajar, tapi lebih dari itu bahwa madrasah sebagai simbol kebangkitan dan pergerakan. Keberhasilan dakwah sangat ditentukan oleh pemilihan sikap dakwah seseorang daAoi juga oleh kemampuannya memanfaatkan fungsi- fungsi yang ada sehingga membentuk satu gerakan yang Sedangkan keberlanjutan dakwah hingga bisa eksis dalam jangka waktu yang lama ditentukan oleh ketepatan respon sosial yang ada, sehingga gagasan yang diterapkan dalam sebuah rencana bisa tepatguna dan berkelanjutan. Terdapat sejumlah peneliti yang membahas tentang Tuan Guru Zainuddin. Abdurrazak dan Kholimatus Nadia menerangkan tentang perspektif guru terhadap kepemimpinan perempuan dalam organisasi Nahdlatul Wathan, sebuah lembaga Islam yang pernah dipimpin oleh seorang wanita, yaitu HJ. Siti Raihanun Abdul Majid, putri dari pendiri NW. TGKH Zainuddin Abdul Majid. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali pendapat para guru di Nusa Tenggara Barat mengenai fenomena kepemimpinan perempuan dalam NW. Untuk menjawab pertanyaan ini, peneliti menggunakan teori gender sebagai landasan analisis, dengan pendekatan kualitatif melalui metode dokumentasi, observasi, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan Mukhtamar ke-10 di Praya. Lombok Tengah, yang mengukuhkan kepemimpinan perempuan di NW, memicu perdebatan di antara dua kubu yang sama-sama menganut Mazhab SyafiAoi dan ajaran Ahlussunah WaljamaAoah. Perbedaan pendapat ini terutama berkaitan dengan penafsiran hukum mengenai kebolehan perempuan menjadi pemimpin, khususnya dalam kasus ________________ Khirjan Nahdi. AuHamzanwadi Dan Gerakan Kebangsaan Melalui Pendidikan Berbasis Lokal Bermatra Nasional,Ay Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) 3, no. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi Perbedaan pandangan tersebut muncul akibat variasi dalam memahami dalil, metode penalaran, serta pertimbangan Aoillat hukum yang dipengaruhi oleh perubahan zaman, situasi, dan perbedaan sikap politik dalam mendukung salah satu faksi di NW. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kemampuan seorang perempuan untuk memimpin seharusnya dinilai berdasarkan kompetensi dan penerimaan masyarakat, bukan pada jenis kelaminnya. Dengan kata lain, kelayakan seseorang menjadi pemimpin tergantung pada kapasitasnya dalam memimpin dan memperoleh legitimasi dari banyak pihak, bukan semata-mata karena faktor gender. Temuan ini menegaskan bahwa isu kepemimpinan perempuan dalam organisasi keagamaan seperti NW perlu dilihat secara kontekstual, dengan mempertimbangkan dinamika sosial, hukum Islam, dan realitas masyarakat yang terus berkembang. Hendra Gunawan dan Wawan Hermansyah menganalisis aspek etnografi komunikasi dalam Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru (WRMPB), sebuah karya sastra berbentuk syair yang ditulis oleh Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Fokus kajian meliputi pola komunikasi, konteks peristiwa tutur, situasi penyampaian pesan, serta pengaruh WRMPB terhadap masyarakat Nahdlatul Wathan. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menggunakan sumber data primer berupa naskah WRMPB dan data sekunder yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam untuk memperoleh pemahaman yang holistik. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan model interaktif yang melibatkan tiga tahapan utama: pengumpulan data, reduksi data, dan penyajian data sebelum menarik kesimpulan akhir. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa WRMPB mengandung nilai-nilai komunikasi yang khas, terutama dalam penggunaan bahasa yang halus dan penuh makna. Situasi penyampaian pesan dalam WRMPB erat kaitannya dengan kondisi ________________ Abdurrazak dan Kholimatus Nadia. "Pandangan Tuan Guru terhadap Pemimpin Perempuan di Nahdlatul Wathan", dalam AL-MANHAJ: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam 4. : 165-178. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Menyuarakan Keseimbangan: Pemikiran Dakwah Wasatiyyah . emosional pengarang yang tengah menghadapi gejolak hidup. Dari segi peristiwa tutur, karya ini mencerminkan beragam konteks, mulai dari misi dakwah hingga prinsip-prinsip fundamental kehidupan. Selain itu. WRMPB memberikan dampak signifikan dalam berbagai aspek, termasuk sosial, politik, pendidikan, dan keagamaan, yang terus menciptakan dinamika pemikiran di kalangan Nahdlatul Wathan hingga saat ini. Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menguraikan struktur komunikasi dalam WRMPB tetapi juga menegaskan pengaruh multidimensionalnya dalam membentuk kesadaran kolektif masyarakat. Di sisi lain. Umi Kalsum dan koleganya melihat aspek hukum Islam dalam pemikiran Tuan Guru Zainuddin. Keadilan sosial dalam pendidikan Islam mencakup prinsip-prinsip yang menjamin setiap individu memperoleh hak yang sama atas pendidikan berkualitas, tanpa diskriminasi berdasarkan status sosial, ekonomi, atau etnis. Konsep ini merupakan tujuan dan cita-cita yang diusung oleh Tuan Guru Muhammad Zainuddin Abdul Majid dalam perjuangannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis nilai-nilai keadilan sosial yang diintegrasikan oleh Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid dalam bidang pendidikan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode penelitian kepustakaan . ibrary researc. , data dikumpulkan melalui kajian mendalam terhadap buku-buku primer dan karya ilmiah terdahulu yang relevan. Analisis data dilakukan untuk mengungkap bagaimana nilai-nilai keadilan sosial tersebut tercermin dalam pemikiran dan praktik pendidikan yang dikembangkan oleh Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan yang dilakukan oleh Tuan Guru Muhammad Zainuddin Abdul Majid di Nusa Tenggara Barat merefleksikan integrasi nilai-nilai keadilan sosial, sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang ________________ Hendra Gunawan dan Wawan Hermansyah. "Etnografi Komunikasi Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru Karya TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid. " JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan 5. : 3173-3178. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi Dasar 1945. Akses pendidikan yang setara bagi seluruh warga negara Indonesia merupakan hak konstitusional yang harus dipenuhi untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Temuan ini menguatkan pentingnya pengembangan kebijakan pendidikan inklusif dan berkeadilan yang mengadopsi nilai-nilai keadilan sosial ala Muhammad Zainuddin Abdul Majid. Penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi akademis tetapi juga mendorong praktik pendidikan yang lebih adil dan merata, sesuai dengan semangat konstitusi dan visi pendidikan yang diwariskan oleh Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid. Tiga penulis di atas belum ada yang menyinggung mengenai metode dakwah yang dikembangkan oleh Tuan Guru Zainuddin. Fokus tersebut yang akan dibahas di artikel ini. METODE Penelitian ini dimulai dengan pelacakan menyeluruh terhadap berbagai sumber primer dan sekunder terkait TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Sumber primer meliputi manuskrip khutbah asli yang tersimpan di Pesantren NWDI Lombok, dokumen organisasi Nahdlatul Wathan periode 1930-1990, serta rekaman ceramah yang berhasil diidentifikasi. Sumber sekunder diperoleh melalui kajian literatur terhadap buku-buku sejarah lokal Lombok, artikel jurnal tentang Islam Nusantara, dan tesis akademik yang relevan. Peneliti juga mengumpulkan data lisan melalui wawancara semi-terstruktur dengan para informan kunci termasuk keturunan langsung, santri senior, dan sejarawan lokal, dengan pertanyaan terfokus pada praktik dakwah keseharian sang ulama. Setelah terkumpul, seluruh data melalui proses verifikasi ketat untuk memastikan akurasi historisnya. Naskah-naskah kuno divalidasi melalui uji filologi dengan membandingkan berbagai versi yang ada, sementara dokumen organisasi diperiksa autentisitasnya melalui ________________ Umi Kalsum dkk. "Social Justice Values in Islamic Education From The Perspective of Muhammad Zainuddin Abdul Majid. " Hikmah 22. : 38-48. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Menyuarakan Keseimbangan: Pemikiran Dakwah Wasatiyyah . konfirmasi ke pihak Nahdlatul Wathan. Data lisan dari wawancara diverifikasi melalui metode triangulasi - membandingkan kesaksian antar informan, mencocokkan dengan catatan tertulis, dan mengecek konsistensi temporal. Khusus untuk cerita-cerita populer yang beredar di masyarakat, peneliti menerapkan kritik internal dan eksternal untuk memisahkan fakta historis dari konstruksi memori kolektif. Data yang terverifikasi kemudian dianalisis menggunakan pendekatan sejarah pemikiran untuk memahami evolusi pemikiran wasatiyyah TGKH Zainuddin. Teks khutbah dianalisis secara kritis untuk mengidentifikasi pola konseptual tentang moderasi beragama. Pembahasan disusun berdasarkan konten yang telah ditentukan, mencakup sejarah kehidupan dan pemikirannya. Proses penulisan mengikuti struktur artikel jurnal akademik standar dengan penekanan pada tiga kontribusi orisinal: pertama, rekonstruksi sistematis pemikiran wasatiyyah yang selama ini tersebar dalam bentuk oral tradition. kedua, analisis komparatif dengan konsep wasatiyyah Timur Tengah. ketiga, dampak jangka panjang terhadap karakter Islam Lombok kontemporer. Setiap klaim didukung oleh bukti tekstual dan testimonial yang kuat, dengan penyajian yang menjaga keseimbangan antara narasi historis dan analisis teoritis. Artikel melalui lima tahap revisi sebelum mencapai bentuk final, dengan perbaikan khusus pada bagian metodologi dan kesimpulan untuk memperjelas signifikansi akademiknya dalam studi Islam Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN ________________ Mark Bevir, "Mind and Method in the History of Ideas. " History and Theory 36. : 167-189. Alex Gillespie dan Tania Zittoun. "Studying the movement of thought. Methodological thinking in psychology 60 . : 69-88. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi Keberhasilan dakwah seorang daAoi, sangat ditentukan oleh metode dakwah yang digunakan, tidak terkecuali Tuan Guru Zainuddin. Keberhasilan langkah ini sudah membuktikan keeksisannya sampai saat ini. Pendidikan adalah modal dasar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia menurut Wahyudin Jumanta dan Dwi Susanti. Manusia adalah sekelompok makhluk yang saling ketergantungan dan saling mempengaruhi satu sama lain, sesuai dengan teori fungsional struktural yang dikemukakan oleh Talcott Parsons. Membangun kualitas generasi melalui pendidikan sama artinya menjaga kualitas manusia itu sendiri. Dan membangun generasi manusia sama artinya menjaga fungsi yang yang ada. Teori keberlanjutan atau sunstainability memberikan gambaran bagaimana sesuatu bisa terus berlanjut dalam sebuah generasi, maka harus adanya kaderisasi. Kaderasi dalam artian bukan sekedar mempersiapkan penerus, tapi lebih jauh dari itu, yakni memastikan keberlanjutan itu ada. Memposisikan pendidikan sebagai modal awal dalam sebuah strategi dakwah bisa dikatakan sebagai langkah terbaik dan membuka berbagai disiplin ilmu merupakan sikap yang seimbang atau perspektif jalan tengah dari Tuan Guru Zainuddin. Beliau berhasil menempatkan sesuatu pada tempatnya dan melakukan tindakan terbaik bagi sesamanya. Tidak butuh waktu lama untuk mendapat banyak pengaruh di tengah masyarakat sepulang dari menuntut ilmu dari Makkah, dengan pengaruh ini, beliau lalu mulai merintis sebuah halaqah atau pesantren22 kecil. Pesantren kecil ini sebagai tempat mengumpulkan ________________ Wahyudin Jumanta. Belajar Matimatika Aktif Dan Menyenangkan (Jakarta: PT. Setia Purna Invest, 2. , 4. Nasaruddin Umar. Argumen Kesetaraan Jender Prespektif Al-QurAoan (Jakarta: Paramadina, 2. , 4. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Menyuarakan Keseimbangan: Pemikiran Dakwah Wasatiyyah . anak-anak di sekitar rumahnya untuk mengaji yang di kemudian hari Pesantren ini diberi nama al-MujEhidUn. Pesantren al-MujEhidUn merupakan cikal bakal berdirinya madrasah NWDI dan NBDI di Lombok. Pesantren al-MujEhidUn berdiri pada tahun 1934 M, jauh sebelum Indonesia merdeka. Tempat belajar ini menggunakan sistem halaqah duduk bersila mengkaji beberapa kitab dengan guru menerangkan lalu murid mendengarkan. Antusias masyarakat dengan adanya halaqah kecil ini sangat Banyak di antara orang tua yang sudah mengagumi keilmuan dari Tuan Guru Zainuddin, menyerahkan anak-anaknya untuk belajar di tempat ini. Pesantren telah beroperasi selama lebih dari dua tahun dengan jumlah murid yang terus meningkat. Namun, dalam proses pembelajaran, pesantren mengalami kesulitan dalam menilai kemampuan masing-masing anak karena perbedaan usia serta waktu bergabung yang tidak seragamAiada yang sudah lama belajar dan ada yang baru bergabung. 25 Lalu di kemudian hari didirikanlah sebuah madrasah pertama di Lombok dengan sistem kelasikal yang diharapkan sistem baru ini nantinya dapat mengelompokkan anakanak sesuai umur dan bisa dikur kemampuan mereka masing-masing. Supaya ilmu yang diberikan juga bisa lebih objektif dan tepat sasaran. Model dakwah Islam wasatiyyah . yang dikembangkan oleh Tuan Guru Zainuddin di Lombok menekankan pendekatan yang seimbang antara akidah, syariah, dan akhlak. Berbeda dengan metode dakwah yang keras atau ekstrem, pendekatan wasatiyyah ini mengutamakan nilai-nilai kelembutan, toleransi, dan penghormatan terhadap adat lokal. Tuan Guru Zainuddin mengajarkan bahwa Islam harus dipahami secara mendalam, bukan hanya sekadar ritual, melainkan juga pembentukan karakter mulia. Hal ini sejalan dengan ________________ Muhammad Haramain. Dakwah Moderasi Tuan Guru: Pemikiran Dan Gerakan Dakwah Tuan Guru M. Zainuddin Abdul Madjid Di Lombok NTB, 59. Ibid. , 15. Noor. Visi Kebangsaan Religius: Refleksi Pemikiran Dan Perjuangan TGKH. Zainuddin Abdul Madjid 1904-1997, 164Ae65. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi prinsip wasatiyyah dalam Al-QurAoan yang menyeru pada jalan tengah, sebagaimana terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 143. Masyarakat Lombok yang sebagian besar berasal dari kelas menengah ke bawah dengan kehidupan sederhanaAibaik di wilayah pegunungan maupun pesisirAimenjadi objek dakwah yang tepat bagi Tuan Guru Zainuddin. Dengan memahami realitas sosial-ekonomi mereka, beliau tidak menggunakan pendekatan doktriner yang kaku, melainkan metode pembinaan yang telaten, penuh kesabaran, dan mengutamakan interaksi langsung. Tuan Guru Zainuddin kerap turun ke lapangan, bergaul dengan masyarakat secara alami, dan menggunakan bahasa serta contoh-contoh yang dekat dengan keseharian mereka. Hal ini membuat dakwahnya berkesan karena tidak terkesan menggurui, melainkan seperti nasihat dari seorang sahabat atau keluarga. Keterlibatannya yang intens dalam kehidupan masyarakatAimulai dari membantu persoalan ekonomi, menjadi penengah dalam konflik adat, hingga memberikan solusi keagamaan yang aplikatifAimenjadikan setiap nasihat dan perkataannya didengar dengan penuh respek. Efektivitas dakwah Tuan Guru Zainuddin juga terletak pada kemampuannya menyesuaikan materi dakwah dengan kondisi psikologis dan kultural masyarakat Lombok. Di tengah keterbatasan ekonomi dan akses pendidikan, beliau menyampaikan ajaran Islam dengan menekankan kesederhanaan, ketawakalan, dan optimisme, sehingga pesan-pesannya mudah diterima. Misalnya, ketika berdakwah kepada nelayan, beliau menggunakan analogi laut dan kesabaran menanti hasil tangkapan. sementara di kalangan petani pegunungan, beliau mengaitkan nilai-nilai Islam dengan kesuburan tanah dan kesabaran menunggu panen. Pendekatan kontekstual ________________ Anzaikhan. The history of moderate Islam in Indonesia and its influence on the content of national education. Journal of Al-Tamaddun, 17. , 213226. Pardi. Said. , & Sulaiman. The Making of Islamic Education Lombok-Indonesia: Genealogy. Transformations. Ideology. SYAMIL: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Educatio. , 12. , 417-440. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Menyuarakan Keseimbangan: Pemikiran Dakwah Wasatiyyah . semacam ini membuat ajaran Islam tidak terasa asing, melainkan menyatu dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu, keteladanannya dalam bersikap rendah hati, dermawan, dan konsisten dalam ibadah semakin memperkuat kredibilitasnya. Akibatnya, masyarakat tidak hanya mendengarkan nasihatnya, tetapi juga menjadikannya sebagai panutan dalam bertindak, sehingga dakwahnya tidak sekadar transformasi pengetahuan, melainkan juga perubahan perilaku yang Aspek penting dalam dakwahnya adalah penanaman akhlak yang luhur, terutama melalui hubungan guru-murid yang harmonis. Tuan Guru Zainuddin menekankan bahwa seorang murid harus memiliki adab yang baik terhadap gurunya, karena keberkahan ilmu bergantung pada rasa hormat dan kesungguhan dalam belajar. Sistem pendidikan di pesantren-pesantren yang ia pengaruhi tidak hanya fokus pada hafalan teks keagamaan, tetapi juga pembinaan sikap tawadhuAo . endah hat. , sabar, dan disiplin. Dengan demikian, dakwahnya tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk kepribadian yang berintegritas. Ajaran akhlak yang dikembangkan Tuan Guru Zainuddin menekankan pandangan moderat tentang kemanusiaan yang inklusif dan universal. Beliau mengajarkan bahwa setiap Muslim harus menjadi "pelita" bagi seluruh komunitas manusia, tanpa memandang latar belakang agama atau budaya. Konsep ini tercermin dalam sikapnya yang selalu menghormati keberagaman, termasuk dalam interaksi dengan masyarakat Hindu di Bali atau kelompok nonMuslim lainnya di Nusa Tenggara Barat. Tuan Guru Zainuddin menekankan bahwa akhlak muliaAiseperti kejujuran, kedamaian, dan sikap saling membantuAiharus diperlihatkan bukan hanya kepada sesama Muslim, tetapi juga kepada semua manusia. Dengan demikian, ________________ Moh Hifzul Muiz et al. "Transformative Leadership of Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid in Developing Modernization of Islamic Education at Nahdlatul Wathan Pancor Islamic Boarding School East Lombok. West Nusa Tenggara. " IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Educatio. : 199-210. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi dakwahnya tidak bersifat eksklusif, melainkan membangun jembatan persaudaraan yang melampaui batas-batas agama, sesuai dengan prinsip Islam rahmatan lil 'alamin . ahmat bagi seluruh ala. Pendekatan moderat Tuan Guru Zainuddin dalam hal kemanusiaan juga terlihat dari penekanannya pada nilai-nilai bersama yang dapat menyatukan berbagai kelompok masyarakat. Beliau kerap mengingatkan murid-muridnya bahwa menjadi Muslim yang baik berarti menjadi warga dunia yang bermanfaat, termasuk dengan menjaga kerukunan antarumat beragama. Misalnya, beliau mendorong umat Islam untuk menghormati hari raya agama lain, membantu tetangga non-Muslim yang kesulitan, dan menghindari sikap superioritas agama. Ajaran ini tidak hanya mencegah konflik sosial, tetapi juga memperlihatkan wajah Islam yang ramah dan humanis. Dengan cara ini. Tuan Guru Zainuddin membuktikan bahwa akhlak Islami bukan sekadar ritual ibadah, melainkan juga tanggung jawab moral untuk menebar kebaikan bagi semua manusia, tanpa terkecuali. Hal ini menjadikan dakwahnya relevan dalam masyarakat majemuk Indonesia, sekaligus menjadi contoh nyata dari Islam wasatiyyah yang moderat dan berkeadaban. Keilmuan menjadi pilar utama dalam model dakwah Tuan Guru Zainuddin. Ia menggabungkan pendekatan tradisionalAiseperti kajian kitab kuningAidengan pemahaman kontekstual terhadap masalah sosial masyarakat Lombok. Selain itu, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dunia dan akhirat, sehingga umat Islam tidak terjebak dalam pemikiran sempit yang mengabaikan realitas Konsep ini sesuai dengan wasatiyyah, di mana Islam diajarkan secara komprehensif tanpa mengabaikan kebutuhan praktis ________________ Lenny Herlina, "Eksistensi Pesantren Nahdlatul Wathan Sebagai Agen Perubahan Sosial Keagamaan Di Lombok. " MANAZHIM 4. : 160-179. Abdul Rasyad, et al. "Tarekat dan Modal Sosial dalam Sistem Pendidikan Nahdlatul Wathan, 1966-1997. " Jurnal Sejarah Citra Lekha 6. : 68-79. Afif Anshori et al. "Contribution of sufism to the development of moderate Islam in Nusantara. " International Journal of Islamic Thought 19 . Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Menyuarakan Keseimbangan: Pemikiran Dakwah Wasatiyyah . Tuan Guru Zainuddin menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu kemanusiaan sebagai dua pilar utama dalam membangun peradaban yang berdayaguna. Ilmu agama berfungsi sebagai fondasi spiritual yang membimbing manusia dalam memahami hakikat kehidupan akhirat, nilai-nilai ketuhanan, serta Sementara itu, ilmu kemanusiaan menjadi alat untuk mengarungi dinamika duniawi, seperti ilmu sosial, sains, teknologi, dan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam interaksi sosial dan pembangunan masyarakat. Dengan menggabungkan keduanya. Tuan Guru Zainuddin menciptakan paradigma pendidikan holistik yang tidak hanya mempersiapkan santri untuk kehidupan setelah kematian, tetapi juga membekali mereka dengan kemampuan untuk berkontribusi secara nyata dalam memajukan peradaban dunia. Pendekatan Tuan Guru Zainuddin ini mencerminkan visi yang inklusif dan progresif, di mana agama tidak dilihat sebagai penghalang kemajuan duniawi, melainkan sebagai panduan yang melengkapi ilmu Santri-santrinya diajarkan untuk tidak hanya ahli dalam ibadah dan teologi, tetapi juga menguasai ilmu-ilmu praktis seperti ekonomi, politik, dan budaya agar dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa Islam, dalam pandangannya, adalah agama yang mendorong umatnya untuk aktif membangun peradaban tanpa mengabaikan dimensi spiritual. Dengan demikian. Tuan Guru Zainuddin tidak hanya mencetak generasi yang saleh secara individu, tetapi juga pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman secara integratif dan berkelanjutan. Zikir dan pendekatan spiritual menjadi ciri khas dakwahnya. Tuan Guru Zainuddin mengajarkan bahwa ilmu tanpa zikir akan hampa, karena hakikat keimanan adalah mengingat Allah dalam setiap aspek kehidupan. Melalui amalan wirid, tahlil, dan muhasabah ________________ Muhammad Qorib, "The Practice of Religious Moderation Based on Theoanthropocentric in Indonesian Islamic Boarding Schools: A Phenomenological Study. " Jurnal Iqra': Kajian Ilmu Pendidikan 7. : 183-193. Bucky Wibawa Karya Guna dan Sri Endah Yuwantiningrum. "Building Morality and Ethics Through Islamic Religious Education In Schools. " IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Educatio. : 14-24. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi . ntrospeksi dir. , ia membangun kesadaran spiritual murid-muridnya. Pendekatan ini efektif dalam menangkal radikalisme, karena mengajarkan ketenangan jiwa dan kedekatan dengan Allah, bukan emosi atau kebencian. Dengan demikian, dakwah wasatiyyah-nya berhasil menciptakan generasi muslim yang berilmu, berakhlak, dan memiliki ketahanan spiritual di tengah perubahan zaman. Esensi berzikir yang tertuju pada Tuhan, jika dipraktikkan dengan benar, tidak hanya berfungsi sebagai bentuk ibadah individual, tetapi juga menjadi landasan spiritual yang memperkuat ikatan kebersamaan dalam masyarakat. Ketika zikir dilakukan dengan kesadaran penuh akan kehadiran Tuhan, ia menumbuhkan sikap rendah hati, empati, dan kepedulian sosial, karena pengingatan terhadap Yang Maha Kuasa secara alami mendorong manusia untuk merefleksikan nilai-nilai kebaikan universal seperti keadilan, kasih sayang, dan solidaritas. Dalam konteks ini, zikir tidak hanya bersifat vertikal . ablum minalla. , tetapi juga horizontal . ablum minanna. , karena ketenangan batin dan ketulusan yang lahir dari zikir akan terwujud dalam perilaku sehari-hari yang mendorong harmoni sosial. Dengan demikian, zikir yang dipahami secara mendalam menjadi alat transformasi diri sekaligus perekat sosial, yang selaras dengan prinsip Islam wasatiyyahAiyaitu Islam yang moderat, seimbang, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama. Dalam kerangka Islam wasatiyyah, zikir yang dipraktikkan dengan mempertimbangkan aspek kemaslahatan sosial menjadi pondasi penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan Praktik zikir kolektif, seperti majelis dzikir atau halaqah, tidak hanya memperdalam keimanan, tetapi juga menciptakan ruang dialog dan silaturahmi yang memperkuat persaudaraan antarsesama. Nilainilai ketenangan, kesabaran, dan pengendalian diri yang diperoleh melalui zikir membantu meredam konflik dan menciptakan iklim sosial yang lebih damai. Hal ini sejalan dengan visi wasatiyyah yang menekankan keseimbangan antara ketakwaan individu dan tanggung ________________ Wawancara dengan Muslihan Habib, murid Tuan Guru Zainuddin, pada 22 Juni 2024 di Jakarta Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Menyuarakan Keseimbangan: Pemikiran Dakwah Wasatiyyah . jawab sosial. Dengan menjadikan zikir sebagai bagian dari kehidupan komunitas, umat Islam dapat membangun peradaban yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga responsif terhadap tantangan kemanusiaan, sehingga agama benar-benar hadir sebagai rahmat bagi KESIMPULAN Pemikiran dakwah TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid mencerminkan prinsip Islam wasatiyyah . yang menekankan keseimbangan antara dimensi spiritual dan sosial. Melalui pendekatannya yang holistik. Tuan Guru Zainuddin tidak hanya mengajarkan ilmu agama sebagai bekal akhirat, tetapi juga menekankan pentingnya ilmu kemanusiaan untuk membangun peradaban dunia yang berdayaguna. Konsep ini memperlihatkan bahwa Islam tidak hanya berorientasi pada kesalehan individual, melainkan juga pada tanggung jawab kolektif dalam mewujudkan kemaslahatan sosial. Praktik ibadah seperti zikir, misalnya, tidak hanya dimaknai sebagai bentuk pengabdian vertikal kepada Tuhan, tetapi juga sebagai instrumen penguatan solidaritas horizontal dalam Dakwah wasatiyyah yang dikembangkan Tuan Guru Zainuddin di Lombok menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, toleran, dan responsif terhadap perubahan zaman. Dengan menggabungkan nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan, ia berhasil membentuk generasi yang tidak hanya kuat secara iman, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pembangunan sosial. Pemikirannya relevan sebagai solusi atas tantangan polarisasi keagamaan dan degradasi moral di era modern, sekaligus menegaskan bahwa Islam hadir sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh Artikel ini menyimpulkan bahwa model dakwah wasatiyyah ala Tuan Guru Zainuddin layak menjadi referensi dalam penguatan moderasi beragama, khususnya di Indonesia, yang membutuhkan pendekatan inklusif dan berkelanjutan dalam menjaga persatuan THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi AOAOI OA Ahmad bin Husain al-Baihaqi. SyuAoab Al-Iman Juz i. Beirut: Dar alKutub al- Ilmiyyah, n. Ajip Rosidi et al. Dapur Dan Alat-Alat Memasak Tradisional Daerah Nusa Tenggara Barat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, 1988. Andi Amir Wahyudi. Strategi Rekrutmen Dan Peningkatan Kompetensi Babinkamtibmas Dalam Rangka Pencegahan Terorisme Di Indonesia. Surabaya: Cipta Media Nusantara, 2021. Antara. AuTGB Raih Penghargaan Bergengsi Dari Al-Azhar Mesir. Ay Kantor Berita Indonesia, 2019. https://w. com/berita/1115318/tgb-raih-penghargaan-bergengsi-darial-azhar-mesir. Benny Andrios. AuHUT Ke-88 NWDI. Menag: Teruslah Jadi Inspirasi Bagi Generasi Muda Indonesia. Ay Kementerian Agama RI, indonesiahttps://kemenag. id/pers-rilis/hut-ke-88nwdi-menag-teruslah-jadi-inspirasi- bagi-generasi-mudaindonesia-22374. Erman. AuAktor. Akses Dan Politik Lingkungan Di Pertambangan Timah Bangka. Ay Masyarakat Indonesia 36, no. (December 2. : 75. Irfan. Muh. AuGaya Komunikasi Dan Retorika Dakwah TGKH. Muhammad Zainul Majdi Dalam Pengajian Hultah NWDI KE-70-80 Di Pancor. Lombok Timur. Ay Bahasa: Jurnal Keilmuan Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia 1, no. 3 (October 1, 2. : 204Ae2019. doi:10. 26499/bahasa. Khirjan Nahdi. AuHamzanwadi Dan Gerakan Kebangsaan Melalui Pendidikan Berbasis Lokal Bermatra Nasional. Ay Jurnal Pendidikan Sejarah Dan Riset Sosial Humaniora (KAGANGA) 3, no. Lalu Muhammad Nurul Wathoni. Arah Pergerakan Pemuda NW: Refleksi Satu Tahun PW Pemuda NWNTB, 2020-2024. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025 Menyuarakan Keseimbangan: Pemikiran Dakwah Wasatiyyah . Lombok: InstituteBALEInstitute, 2021. Muhammad Haramain. Dakwah Moderasi Tuan Guru: Pemikiran Dan Gerakan Dakwah Tuan Guru M. Zainuddin Abdul Madjid Di Lombok NTB. Sulawesi Selatan: IAIN Pare-pare Nusantara Press, 2019. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru. Pancor: Toko Kita, 1981. Muhammad Zulkarnaen. MaAorifat Keislaman Dan Kebangsaan Tuan Guru Bajang. Lombok: Hamzanwadi Institut, 2019. Munir. Muhammad. Manajemen Dakwah. 1st ed. Jakarta: Kencana. Noor. Muhammad. Visi Kebangsaan Religius: Refleksi Pemikiran Dan Perjuangan TGKH. Zainuddin Abdul Madjid Jakarta: Pesantren NW Jakarta dan LPA. Sekretaris Kabinet RI. Au. Terima Syekh Al-Azhar. Presiden Jokowi Bahas Kerja Sama Syiarkan AoWasathiyyah Islam. AoAy Sekretaris Kabinet RI, 2018. https://setkab. id/terimasyekh-al-azhar-presiden-jokowi-bahas-kerja-samasyiarkan-wasathiyah-islam/. Subchi. Imam. Sejarah Kebudayaan Islam. 1st ed. Semarang: PT Karya Toha Putra, 2002. Umar. Nasaruddin. Argumen Kesetaraan Jender Prespektif AlQurAoan. Jakarta: Paramadina, 2001. Wahyudin Jumanta. Belajar Matimatika Aktif Dan Menyenangkan. Jakarta: PT. Setia Purna Invest, 2008. Anzaikhan. The history of moderate Islam in Indonesia and its influence on the content of national education. Journal of Al-Tamaddun, 17. , 213-226. Pardi. Said. , & Sulaiman. The Making of Islamic Education in Lombok-Indonesia: Genealogy. Transformations, and Ideology. SYAMIL: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Educatio. , 12. THE INTERNATIONAL JOURNAL OF PEGON:: ISLAM NUSANTARA CIVILIZATION Muh. Samsul Anwar. Hafizul Arifin dan Johan Wahyudhi Muiz. Priatna. Erihadiana. , & Hidayat. Transformative Leadership of Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid in Developing Modernization of Islamic Education at Nahdlatul Wathan Pancor Islamic Boarding School East Lombok. West Nusa Tenggara. IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Educatio. , 5. , 199-210. Herlina. Eksistensi Pesantren Nahdlatul Wathan Sebagai Agen Perubahan Sosial Keagamaan Di Lombok. MANAZHIM, 4. , 160-179. Rasyad. Dienaputra. Zakaria. , & Mulyadi. Tarekat dan Modal Sosial dalam Sistem Pendidikan Nahdlatul Wathan, 1966-1997. Jurnal Sejarah Citra Lekha, 6. , 68-79. Anshori. Prasojo. , & Muhtifah. Contribution of sufism to the development of moderate Islam in Nusantara. International Journal of Islamic Thought, 19. Qorib. The Practice of Religious Moderation Based on Theo-anthropocentric in Indonesian Islamic Boarding Schools: A Phenomenological Study. Jurnal Iqra': Kajian Ilmu Pendidikan, 7. , 183-193. Guna. , & Yuwantiningrum. Building Morality and Ethics Through Islamic Religious Education In Schools. IJGIE (International Journal of Graduate of Islamic Educatio. , 5. , 14-24. Wawancara dengan Muslihan Habib, murid Tuan Guru Zainuddin, pada 22 Juni 2024 di Jakarta. Vol. 15 - Issue 2 Ae Desember 2025