JIEP: Journal of Islamic Education Papua DOI : 10. 53491/jiep. Vol. 1 No. 1 Februari-Juli 2023 e-ISSN x-x | p-ISSN x-x Strategi Guru dalam Pengembangan Kurikulum di MI Negeri 3 Kota Padang Abdul Basit1. Syafruddin Nurdin2. Muhammad Kosim3 Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. UIN Imam Bonjol Padang123 abdulbasit@uinib. id1, syafruddinnurdin@uinib. id2, muhammadkosim@uinib. Abstrak. Pengembangan dalam kurikulum dekade sekarang masih terlihat praktis, materialistis, statis dan pragmatis. Lembaga sekolah sering terlambat dalam melakukan perbaikan program pendidikan. Mendesain kurikulum harus memahami berbagai isuisu penting dan mutakhir di tengah banjir informasi pada era digital sekarang. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi yang digunakan guru dalam mendesain kurikulum di MIN 3 Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan melakukan wawancara kepada Kepala Madrasah dan Guru pada tanggal 3 Mei 2023 dan disertai kajian berbagai referensi yang sesuai. Hasil penelitian terlihat bahwa guru harus memiliki kemampuan dan mau mengembangkan kompetensinya dalam rangka melaksanakan kurikulum, mulai dari tahapan rencana, pengembangan, pelaksanaan sampai pada evaluasi. Guru harus memiliki empat kompetensi yaitu pedagogik, kepribadian, sosial. dan professional. Faktor penghambat ditemukan bahwa kurangnya waktu jam pelajaran sehingga tidak optimal, terlihat siswa banyak diam dan pasif dalam pembelajaran. Tujuan penelitian ingin mendeskripsikan strategi apa yang dominan diterapkan guru dalam mendesain kurikulum di MIN 3 Kota Padang untuk menjawab tantangan siswa di era digital. Kata Kunci: pragmatis, desain kurikulum, strategi Abstract. Development in the current decade's curriculum still looks practical, materialistic, static and pragmatic. School institutions are often late in making improvements to educational programs. Designing a curriculum must understand various important and up-to-date issues in the midst of a flood of information in today's digital This study aims to determine the strategies used by teachers in designing the curriculum at MIN 3 Padang City. The research method used is descriptive qualitative by conducting interviews with Madrasah Heads and Teachers on May 3, 2023 and accompanied by a study of various appropriate references. The results of the study show that teachers must have the ability and be willing to develop their competencies in order to implement the curriculum, starting from the stages of planning, development, implementation to evaluation. Teachers must have four competencies, namely pedagogic, personality, social. and professionals. The inhibiting factor was found to be the lack of class time so that it was not optimal, it was seen that students were mostly silent and passive in learning. The purpose of this study is to describe what strategies are dominantly http://e-journal. id/index. php/jiep Abdul Basit, dkk: Strategi Guru dalam Pengembangan Kurikulum A applied by teachers in designing curriculum at MIN 3 Padang City to answer students' challenges in the digital era. Keywords : pragmatic, curriculum design, strategy A2023 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. ttps://creativecommons. org/licenses/by/4. 0/). http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 1 Februari-Juli 2023 Pendahuluan Menyiapkan rencana program pembelajaran di kelas merupakan kegiatan penting dan penuh tantangan bagi guru. Rencana pembelajaran yang disusun guru merupakan hal yang penting dibanding pembelajaran itu sendiri. Keberhasilan sebuah pembelajaran merupakan kebahagiaan tersendiri bagi guru dalam melaksanakan proses pendidikan. Hal ini menuntut guru harus memiliki empat kompetensi dasar dalam mendidik, yaitu pedagogik, professional, kepribadian dan sosial. Guru dituntut mampu dalam mengatasi problema pembelajaran yang dialami di kelas maupun di luar kelas, serta mengajak siswa untuk berpikir kreatif. Empat kompetensi tersebut harus melekat pada sosok pendidik di sekolah. Pembelajaran akan semakin mengalami banyak hambatan kecuali empat kompetensi ini dimaksimalkan dalam proses inovasi Tujuan pembelajaran mesti terintegrasi dalam program secara umum dalam membentuk manusia paripurna, yaitu mengembangkan fisik, emosional, mental, spiritual, sosial, dan moral yang bermanfaat bagi kehidupan yang akan datang (Suderadjat, 2. Berdasarkan uraian di atas maka tergambar bagaimana visi pendidikan harus sesuai dengan perkembangan tuntutan zaman dan keahlian yang dibutuhkan oleh masyarakat. Hal penting yang perlu dipertimbangkan dalam melaksanakan proses pembelajaran adalah model dan strategi yang digunakan guru dalam pembelajaran di Menurut Rusman (Mirdad, 2. menguraikan tentang model pembelajaran merupakan seperangkat perencanaan dalam rangka menyusun kurikulum atau rencana pelaksanaan pembelajaran, artinya guru harus mahir dalam memilih dan menentukan model pembelajaran yang sesuai tujuan pendidikan secara efektif dan efisien. Senada dengan itu. Brigs (Ahdar, 2. berpendapat bahwasanya model dalam pembelajaran adalah prosedur menjalankan proses pembelajaran secara berurutan. Guru harus berupaya memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran agar ikut berpartisipasi aktif. Guru juga dituntut harus mengadopsi model atau strategi pembelajaran yang fleksibel, tepat, beragam serta variatif agar tidak merasa bosan. Peserta didik harus dilibatkan dalam proses belajar mengajar, agar motivasi belajarnya semakin meningkat dan akhirnya prestasi belajar semakin bagus. Selanjutnya, dalam pencapaian tujuan pembelajaran, guru mesti mendayagunakan alam lingkungan sekitar agar tercipta suasana pembelajaran yang bermakna, efektif dan efisien. (Suherman, 2. http://e-journal. id/index. php/jiep Abdul Basit, dkk: Strategi Guru dalam Pengembangan Kurikulum A Keberhasilan proses pendidikan banyak ditentukan oleh faktor pendidik yaitu Menurut Cooper (Fitria, 2. menjelaskan bahwa kompetensi pedagogik dan profesional guru dapat memberikan dampak positif pada peserta didik. Implikasinya adalah peserta didik akan semakin termotivasi belajar, mengembangkan diri secara intelektual, personal, dan sosial. Selain kompetensi pedagogik dan professional, guru juga harus mampu bersikap dewasa, matang dan stabil, sehat jasmani dan rohani, cakap dan berilmu serta terampil dalam ilmu keguruan, berwawasan luas tentang kependidikan (Sukmadinata dalam Fitria, 2. Guru harus memiliki kompetensi professional, karena kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh keprofesionalan seorang Kualifikasi professional guru berada pada kualitas proses belajar mengajar dan nilai prestasi belajar (Astuti, 2. Pada dekade ini pengembangan kurikulum seharusnya bukanlah hal sulit buat para guru. Guru mampu melakukan prediksi atas berbagai informasi yang serba digital, terbuka dan transparan. Maka dari itu, mendesain dan menyusun kurikulum harus disesuaikan tuntutan zaman sekarang. Guru perlu mengetahui beragam isu penting pembelajaran yang menjadi tren pada era sekarang. (Utomo, 2. Menyiapkan generasi untuk masa yang akan datang akan selalu dilakukan guru karena hakikat output pembelajaran adalah agar alumni dapat siap terjun dan diterima di masyarakat. Sekolah dan guru diberi kesempatan untuk menyusun dan mendesain kurikulum, sesuai dengan kebutuhan siswa di lingkungan sekitarnya. Seluruh kegiatan program di sekolah harus bermuara pada pencapaian tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien. Guru memberikan pengalaman belajar dan transfer of knowledge dengan cara yang menyenangkan dan berbasis kontekstual. Kurikulum pendidikan harus menjadi pedoman dalam implementasi pembelajaran agar tercapai tujuan pembelajaran yang diinginkan. Kurikulum merupakan nahkoda atau kereta penunjuk arah jalannya proses pendidikan. Kurikulum merupakan proses yang berkelanjutan dan sebagai indikator penentu kualitas pembelajaran dan berbagi pengalaman belajar yang peserta didik mendapatkan pengalaman secara utuh dan Kurikulum harus mengakomodir kebutuhan baru sesuai perkembangan Kurikulum yang stagnan akan menjadi sampah usang. Kurikulum mesti cepat berubah seiring perubahan manusia mengiringi perkembangan zaman yang serba global dan digital. Oleh karena itu, jangkauan perubahan dengan prediksi masa depan harus dilakukan dalam sistem pendidikan nasional. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 1 Februari-Juli 2023 Pengembangan kurikulum sekarang masih memakai dua kurikulum, yaitu Kurikulum 2013 untuk kelas 2, 3, 5 dan 6, sedangkan kelas 1 dan 4 telah menggunakan Kurikulum Merdeka. Kurikulum di madrasah telah mengalami berbagai perubahan, baik itu pengurangan maupun penambahan. Pelaksanaan inovasi kurikulum dan pengembangan di MIN 3 Padang sekarang dapat disejajarkan dengan madrasah atau sekolah-sekolah umum lainnya. Banyak kendala dalam pelaksanaannya, tetapi pemberlakuan kurikulum mesti dilakukan agar para peserta didik mampu bersaing pada era global yang serba digital. Para pendidik harus menganut prinsip-prinsip dalam pengembangan kurikulum agar kurikulum mampu mengakomodir seluruh potensi peserta didik dan meningkatkannya secara Mekanisme kerja seperti ini memiliki referensi yang penting karena sifat adaptif dan mengenali karakteristik dan potensi peserta didik dengan baik. (Sutjipto. Mekanisme implementasi dalam dokumen kurikulum bisa mengarahkan bagaimana pendidikan dirancang, disusun, disebarluaskan, dan dievaluasi. Kurikulum diantaranya juga meliputu faktor policy pendidikan yang terstruktur jelas dan Kebijaksanaan guru dalam bentuk kompetensi pedagogis termanifestasi dalam keterlaksanaan program, karena masa depan peserta didik bisa diprediksi dengan menyiapkan beberapa program variatif pendidikan yang mengakomodir kebutuhan peserta didik (Munandar, 2. Pemerintah bertanggung jawab dan hadir melalui pemberlakuan undangundang, peraturan pemerintah (PP), peraturan menteri . dan kebijakan untuk memberikan para tamatan madrasah dengan ilmu pengetahuan, pengalaman dan keterampilan agar bisa diterima oleh masyarakat. Kurikulum menjadi unsur penting pembelajaran yang harus menyesuaikan dengan pembelajaran yang ditentukan. (Mesiono, 2. Kebijakan-kebijakan dalam pendidikan diharapkan nantinya pelaksanaan kurikulum bisa berjalan sesuai dengan harapan dan dapat dukungan dari berbagai stakeholder. Berdasarkan uraian di atas maka tujuan dalam penelitian ini ingin menggambarkan strategi yang dominan dilakukan guru dalam mengembangkan dan menyusun kurikulum di MIN 3 Padang. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan petunjuk arah dalam penyusunan dan perencanan strategi guru yang lain dalam mengembangkan kurikulum di madrasah. http://e-journal. id/index. php/jiep Abdul Basit, dkk: Strategi Guru dalam Pengembangan Kurikulum A Metode Penelitian Penelitian dilaksanakan di MIN 3 Padang. Adapun metode yang dipakai dalam instrument pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya studi literatur dan Selanjutnya dalam penyajian data, pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan menggambarkan hasil penelitian melalui data deskriptif berupa tulisan jawaban dari objek yang diamati secara utuh. Penggunaan pendekatan kualitatif diharapkan dapat mendapatkan data yang tepat dan sesuai tujuan Data dikumpulkan dengan interview pada informen yakni kepala sekolah, wakil kurikulum atau sebagian guru yang terlibat dalam Tim Pengembangan Kurikulum di MIN 3 Padang. Wawancara dilakukan untuk mengetahui apa dan bagaimana strategi guru dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum di MIN 3 Padang. Selanjutnya menggunakan teknik studi literatur yang relevan diantaranya jurnal, buku, dan referensi pendukung lainnya, agar melengkapi dan menguatkan data dari hasil Hasil dan Pembahasan Data yang didapatkan dari instrument wawancara secara mendalam, partisipan observasi, dan studi dokumentasi dari strategi guru dalam pengembangan kurikulum selanjutnya digolongkan dalam empat keompok yaitu: . Kemampuan guru untuk melaksanakan kurikulum. Kompetensi guru melakukan pengembangan kurikulum. Faktor penghambat guru dalam mengembangkan kurikulum. Alasan guru bahwasanya kurikulum merupakan pedoman dan aspek utama dalam menentukan arah Kemampuan Guru Mengembangkan dan Melaksanakan Kurikulum Guru yang memiliki kompetensi profesional mampu dan mahir dalam menyusun dan mengembangkan kurikulum, sebagaimana persepsi dan respon jawaban dari wawancara yaitu dengan menyusun perencanaan, pengembangan, dan evaluasi . Kurikulum 2013 memuat seperangkat perencanaan diantaranya prota, promes. RPP yang sesuai silabus, sedangkan pada Kurikulum Merdeka melingkupi CP . apaian pembelajara. , alur tujuan pembelajaran, dan KIKD, serta alokasi waktu. Evaluasi berikut asesmen atau penilaian dilakukan secara lisan dan tulisan serta gambar dilaksanakan sistem http://e-journal. id/index. php/jiep diagnostik, formatif, dan JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 1 Februari-Juli 2023 Harapannya guru bisa mempersiapkan materinya untuk disampaikan pada peserta didik dengan maksimal . Guru menyusun dan mengembangkan kurikulum diantaranya membuat RPP . encana pelaksanaan pelajara. , strategi dan bahan ajar, sesuai tingkat kelas yang RPP yang dibuat guru merupakan rancangan kurikulum dari tahun-tahun pembelajaran sebelumnya yang nanti dimodifikasi lagi oleh rekan sejawat saat KKG . elompok kerja gur. Perubahan kurikulum menuntut guru untuk kreatif dan melakukan improvisasi dalam penyusunan perangkat pembelajaran diantaranya Prota. Promes dan RPP. Para guru sekarang tidak merasa kesulitan dalam mempersiapkan dokumen perangkat pembelajaran, guru MIN 3 Padang berusaha mandiri dalam melakukan identifikasi kompetensi inti yang diselaraskan dalam RPP agar proses belajar mengajar lebih bermakna. Hadirnya kurikulum merdeka, dengan P5 yakni Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menjadi panduan umum dalam membuat kebijakan dan melakukan reformasi sistempembelajaran di kelas dan pendidikan secara umum, termasuk proses belajar mengajar dan bentuk evaluasi. Kurikulum merdeka meliputi standar kompetensi, pembelajaran mandiri, dan penilaian kompetensi minimum untuk memberikan fleksibilitas lebih kepada pendidik dalam membuat desain pembelajaran, praktik, dan penilaian yang bobotnya berdasar pada karakteristik dan kebutuhan siswa. Jadwal kegiatan dan ATP bertindak sebagai penghubung ke kurikulum, yaitu perencanaan pelajaran. Jika unit pelatihan memiliki kurikulum aktif dan ATP untuk mengembangkan alat pelatihan, dapat meminta dua dokumen (Sumarsih, 2. Para guru MIN 3 Padang berusaha mengembangkan kemampuannya dalam melakukan inovasi kurikulum. Hal ini bisa dilihat upaya guru merencanakan semua perangkat pembelajaran dan administrasi yang dibutuhkan dalam kegiatan proses belajar mengajar. Kompetensi Guru melakukan Pengembangan Kurikulum di MIN 3 Padang. Kompetensi Pedagogik Guru harus memiliki kompetensi yang salah satu diantaranya adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi Pedagogik merupakan kemampuan guru dalam memahami kondisi psikologis peserta didik, mengarahkan dan membimbingnya dalam proses kegiatan belajar mengajar agar mencapai tujuan http://e-journal. id/index. php/jiep Abdul Basit, dkk: Strategi Guru dalam Pengembangan Kurikulum A Kemampuan guru dalam menyusun dokumen perangkat pembelajaran diantaranya membuat Prota, promes dan RPP serta memilih metode dan menentukan peralatan pembelajaran. Menurut Permenkes No. Tahun 2005 Bab 4 Pasal 20, perencanaan pendidikan meliputi kurikulum dan sekurang-kurangnya rencana pelaksanaan pembelajaran sampai pada penilaian keberhasilan belajar. Kualifikasi guru di MIN 3 Padang dapat dilihat melalui perancangan dokumen perangkat pembelajaran. Dokumen Perangkat pembelajaran dipakai guru sebagai pedoman di kelas untuk pembelajaran yang sehat. Narasumber sebagai Wakil Kepala madrasah bidang kurikulum menyampaikan bahwa peralatan pembelajaran yang dipakai oleh guru berfungsi sebagai panduan dalam pelaksanaan pembelajaran. Guru MIN 3 Padang sudah mempersiapkannya sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai dengan membuat dan merangkai peralatan pembelajaran di awal tahun ajaran. Para guru mempersiapkan peralatan dengan saling musyawarah dalam forum KKG. Materi ajar juga dimodifikasi dari kurikulum 2013 dan kurikulu merdeka. Mekanisme pelaksanaan kurikulum merdeka berasal dari pusat dan tidak mengadakan pelatihan secara offline. Maka dai itu, seluruh guru MIN 3 Padang harus mampu mengikuti dengan melakukan improvisasi dan pengembangan diri atau mengadakan workshop secara mandiri melalui platform merdeka mengajar, dan musyawarah KKG tingkat gugus, kecamatan atau kota. Fasilitas dan infrastuktur sekolah dapat membantu guru dalam transfer materi dan penguasaan tentang kurikulum merdeka. Kompetensi guru dalam bidang pedagogik dalam pengembangan kurikulum dapat dilihat dari penjelasan di atas. Responden penelitian kemudian membenarkan hal ini dengan mengatakan: AuAwal tahun ajaran baru, ada usulan untuk membuat alat peraga. Jadi semua guru kami bersama orang-orang dari sekolah lain datang untuk mengumpulkan para guru asisten dalam acara KKG. Ay Usaha guru harus dioptimalkan dengan mengikuti forum KKG. Kegiatan forum KKG diharapkan dapat membantu guru dalam memperoleh pengalaman, bahan materi dan hal-hal lain yang positif dapat memperbaiki pembelajaran. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 1 Februari-Juli 2023 Kompetensi Profesional Kompetensi professional diantaranya menguasai isi materi pembelajaran dengan utuh dan komprehensif serta mampu mengarahkan dan membimbing peserta didik dalam memenuhi kualitas pembelajaran (Dudung, 2. Kompetensi professional guru MIN 3 Padang, sudah baik. Para guru sangat mencintai pekerjaan sebagai guru dengan mau belajar untuk menguasai materi ajar secara luas dan mendalam. Guru di MIN 3 Padang mampu untuk mengarahkan dan membimbing peserta didik sesuai pembelajaran yang diinginkan kurikulum. Penggunaan metode, model dan strategi pembelajaran serta variasi teknik pembelajaran dalam penjelasan materi Kompetensi Personal (Kepribadia. Kompetensi personal berkaitan dengan perilaku dan sikap pribadi guru yang memiliki value . yang termanifestasi dalam kehidupan sehari-hari (Napitupulu, 2. Guru secara refleks dalam kehidupan sehari-hari memiliki personality atau kepribadian yang baik dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru, pesona kepribadian guru akan memantul pada respon peserta didik terhadapnya, baik dalam memimpin, membimbing, dan mendukung peserta didik dalam mengembangkan nilai-nilai akhlakul karimah. Bahkan guru MIN 3 Padang harus menjadi teladan dan model bagi siswa. Sesuai dengan yang disampaikan oleh responden. AuBiasanya peserta didik lebih mau mendengar pada instruksi gurunya dibanding orang lain, contoh saat guru memberi saran pada peserta didik, mereka akan lebih patuh pada perintah gurunya dibanding orang tuanya. Mungkin di MIN 3 Padang hanya ada satu atau dua peserta didik yang belum sesuai harapan. AoAo Pandangan ini akhirnya memberikan masukan agar guru harus mampu menjadi teladan dan contoh yang baik bagi siswanya. Kompetensi Sosial Kompetensi sosial guru biasanya digunakan sebagai indikator bahwa kita sebagai guru merupakan bagian dari integral sebagai anggota masyarakat dan sebagai pekerja dalam mengembangkan tanggung jawab (Febriana, 2. Guru MIN 3 Padang, kompetensi sosial guru diketahui dari interaksi dan komunikasi antar sesame guru di majelis guru dan antara guru dan siswa melalui kegiatan http://e-journal. id/index. php/jiep Abdul Basit, dkk: Strategi Guru dalam Pengembangan Kurikulum A belajar mengajar di kelas. Komunikasi dan interaksi guru yang terjadi di luar kelas melalui program ekstrakurikuler. Komunikasi yang terjadi antara peserta didik dan guru juga berlangsung melalui pertemuan rutin mingguan dan Hal ini meningkatkan komunikasi antara guru dan peserta didik dan digunakan sebagai sarana pembelajaran untuk pengembangan peserta didik Menurut Kepala Madrasah dan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum menyatakan bahwasanya: Kompetensi pedagogik guru adalah kompetensi utama yang langsung berhubungan dengan pembelajaran di kelas. Maka kompetensi pedagogik menjadi kompetensi penting yang harus dimiliki seorang guru agar pembelajaran di kelas bisa berjalan dengan baik dan optimal sesuai yang Faktor Penghambat Guru dalam Pengembangan Kurikulum Berdasarkan interview dengan responden kepala madrasah dan Wakil Kepala Madrasah bagian kurikulum, disampaikan bahwa. AuHambatan atau kendala dipengaruhi oleh waktu pelaksanaan di mana belum berjalan dengan optimal karena siswa belum bisa dibuat aktif, waktu yang kurang mencukupi, dan terdapat sebagian guru yang sudah nyaman dengan metode ceramah sehingga membuat diskusi tidak dapat berjalan dengan baik. Ay Hal ini membutuhkan kajian yang mendalam untuk memahami faktor penghambat tersebut dan melakukan analisis kemungkinan alternatif solusi yang mungkin dapat ditawarkan. Proses pembelajaran dalam pendidikan akan terus berubah seiring perkembangan zaman, termasuk didalamnya perubahan dan pengembangan kurikulum di masing-masing satuan pendidikan. Perubahan kebijakan dan pengembangan kurikulum pendidikan akan selalu berubah dengan cepat mengiringi perkembangan zaman. Proses perencanaan dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum tidak selalu lancar, seringkali terdapat penghambat dan Berikutnya masalah yang menjadi penghambat pengembangan program kurikulum adalah kurangnya jumlah guru dengan rasio murid. Meskipun tidak seluruh guru madrasah tergabung dalam Curriculum Development Team (CDT) yang hasil penelitiannya berupa materi pedagogik, namun sebenarnya gurulah yang mengembangkan kurikulum mengajar. Guru bisa mengaplikasikan programhttp://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 1 Februari-Juli 2023 program secara teoritis dan praktis dan kondisi belajar dalam pembelajaran di Guru merupakan aktor utama dalam pembelajaran di kelas, seorang guru dituntut untuk memahamai, mengetahui serta merasakan bahwa program pembelajaran telah berjalan dengan baik dan benar (Wahzudik, 2. Faktor sulitnya guru dalam menyusun RPP diantaranya yaitu guru belum paham tentang mekanisme penyusunan dan pengembangan kurikulum. Kurangnya pemahaman guru akan berakibat pada sulitnya guru menyusun rencana pembelajaran yang berbasis sains atau pendekatan lainnya, program penilaian, dan menyediakan bentuk penilaian tes dan ukuran sikap. Memahami teori belajar tentang konsep ilmu pengetahuan dan pengalaman belajar dengan melibatkan peserta didik adalah sebuah tantangan bagi guru madrasah. Beragamnya perbedaan kemampuan peserta didik dengan kompleksnya latar belakang mereka akan menjadikan guru tertantang dan semakin memacu diri untuk menjadi lebih baik dan maksimal. Guru harus menggunakan pendekatan pembelajara. Di MIN 3 Padang, faktor-faktor penghambat dalam penyusunan rencana hingga pengembangan kurikulum diatasi dengan kegiatan workshop, pelatihan maupun diklat. Segala hambatan berusaha diminimalisir melalui kegiatan pelatihan, dan ini bisa dilakukan sesuai jadwal rencana yang telah ditentukan. Strategi yang dilakukan MIN 3 Padang dalam mengatasi kendala terkait SDM . umber daya manusi. guru, kegagalan program, dan sarana prasarana belum memadai. Evaluasi secara menyeluruh melalui pertemuan langsung antara tim pengembangan kurikulum dan majelis guru untuk memahami bagaimana kita menghilangkan hambatan pembelajaran di kelas. Apa indikator untuk mengidentifikasi guru memiliki empat kompetensi. Guru merupakan panutan bagi peserta didiknya. Kepala madrasah merupakan pemangku kepentingan dan penanggungjawab lembaga, harus punya visi misi yang jelas dalam menciptakan madrasah yang kondusif bagi pembelajaran. Guru mengarahkan peserta didik untuk membangun karakter dan menerapkan metode diskusi dan penugasan dalam pengajaran. Tujuannya adalah untuk mengajarkan peserta didik untuk berperilaku sopan, beradab dan berakhlak, percaya diri mengungkapkan ide gagasan dan pendapat, memecahkan masalah. Program pendidikan dirancang tim pengembang kurikulum bersama guru harus berpusat pada peserta ddik . tudent centere. , dan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik. http://e-journal. id/index. php/jiep Abdul Basit, dkk: Strategi Guru dalam Pengembangan Kurikulum A Alasan Guru bahwa Kurikulum sebagai Kunci Utama dalam Menentukan Arah Pendidikan Berdasarkan hasil wawancara dapat disampaikan sebagai AuKurikulum berfungsi sebagai media atau sarana untuk mencapai tujuan dan menjadi pedoman pelaksanaan pembelajaran pada semua jenis dan jenjang Kurikulum yang merupakan pedoman utama yang menentukan proses dan hasil sistem pendidikan memerlukan upaya pengembangan yang dinamis dalam merespon tuntutan dan perubahan sosial, dan pendidikan Indonesia saat ini mengalami penurunan kualitas. Ay Pernyataan ini menjelaskan bahwa kurikulum menjadi panduan untuk melaksanakan pendidikan di madrasah baik segi proses maupun hasil. Berdasarkan jawaban responden dapat disampaikan bahwasanya kurikulum merupakan panduan dan pedoman guru dalam menentukan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Perubahan kurikulum di Indonesia masih membawa segudang permasalahan yang tidak sederhana. Perubahan kurikulum yang cepat belum mampu direspon guru madrasah dengan Pergantian menteri pendidikan dan kebudayaan pasti ada pergantian Kurikulum Berbasis Kompetensi pada tahun 2004, kemudian bertransformasi ke Kurikulum 2006, dan berubah dari Kurikulum 2008, hingga akhirnya menjadi Kurikulum 2013 dan perubahan berikutnya dengan kurikulum terbaru yaitu Kurikulum Merdeka. Perubahan-perubahan kurikulum ini telah menyebabkan lahirnya masalah baru, sehingga guru mesti siap mengakomodasi dan adaptasi dengan cepat terhadap perubahan pada aspek kurikulum dan pendidikan. Perubahan kurikulum ini sudah tentu akan berakibat pada proses belajar mengajar di kelas. Masalah yang muncul adalah guru merasa enggan dan malas untuk beradaptasi pada perubahan yang cepat dan berulang-ulang. Kualitas guru saat ini dianggap kurang professional, maka kondisi pembelajaran di madrasah dan sekolah sangat turun drastis. Untuk mengatasi lemahya kompetensi professional guru, maka pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab meluncurkan program baru bernama Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) (Krissandi, 2. Komitmen, kompetensi, dan rasa tanggung jawab guru menjadi hal yang sangat penting karena keberhasilan pelaksanaan rencana program bergantung http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 1 Februari-Juli 2023 pada guru sebagai indikator kunci implementasi program. Kompetensi guru bukan sekedar soal kemahiran keahlian tentang isi materi yang diajarkan . , menyampaikan pada peserta didik apa yang mereka butuhkan. Peserta didik mempraktikkan keterampilan proses: mengamati, menanya, menemukan, berpikir. Kurikulum merdeka (MBKM) merupakan penyempurnaan dari perubahan kurikulum sebelumnya, setiap kurikulum membawa kelebihan dan kekurangan masing-masing. Guru madrasah harus terus maju dan mendukung upaya pemerintah meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dan menghasilkan peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, sekaligus menyesuaikan Pancasila dengan kebutuhan zaman. Pengembangan kurikulum merupakan denyut jantungnya dunia pendidikan, karena ia merupakan kunci utama sukses dalam pembelajaran. Kegiatan pengelolaan program kurikulum . engelola program dan pengembangan progra. melalui tahapan-tahapan yang semestinya. Pengelolaan kurikulum melalui tiga fase yaitu: fase perencanaan, pengimplementasian, dan selanjutnya evaluasi kurikulum. Permasalahan kurikulum pendidikan di Indonesia yang sering berubah, dapat kita lihat bahwa kebijakan pemerintah sudah bersifat global Proses pengembangan program di lembaga pendidikan dasar dan menengah sudah sesuai dan menggunakan fasilitas pengembangan program berbagai pihak, proses dukungan program melalui forum KKG. MGMP. MKKS dan MKKM bisa menjadi solusi alternative dalam sosialisasi dan share pengalaman belajar masing-masing guru. Berdasarkan wawancara pada responden, ditemukan bahwa beragam hambatan pengembangan kurikulum di sekolah, antara lain pemangku kepentingan kurang aktif dan tidak mau terlibat, kualitas SDM guru, dukungan program, pengajaran, dan hal-hal lainnya. Agar kurikulum MIN dapat berjalan optimal, maka perlu bantuan dan didukung oleh para ahli kurikulum. Dokumen kurikulum berfungsi sebagai pedoman dan panduan dalam praktik pembelajaran di kelas . Berbagai keluhan tentang banyak dan kurangnya jam pada mata pelajaran tertentu membutuhkan solusi serdas dan cermat agar tidak menyalahi tujuan kurikulum secara kelembagaan. Yang kedua adalah ujian nasional. Ujian nasional dianggap menyulitkan bagi sebagian guru dan peserta didik. Banyak http://e-journal. id/index. php/jiep Abdul Basit, dkk: Strategi Guru dalam Pengembangan Kurikulum A madrasah yang menghabiskan waktu demi persiapan mengahadapi UN . jian Keterlaksanakan pendidikan di sekolah sangat bergantung pada sosok guru, guru madrasah sudah memenuhi program pemerintah dalam aspek kompetensi dan capaian pembelajaran. Penghapusan ujian nasional (UN) dari keputusan Menteri Pendidikan Nasional merupakan perubahan kurikulum yang sifatnya nasional. Hal ini secara otomatis akan berdampak pada perubahan kurikulum di madrasah dan sekolah. Guru dan madrasah akan saling membantu untuk menjadi ujung tombak dalam mengembangkan kurikulum di sekolah. Guru menjadi sosok penting dalam ketercapaian tujuan pembelajaran. Guru juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuannya agar kualitas pembelajaran semakin baik. Berbagai program peningkatan kualitas guru dapat diikuti agar memiliki kemampuan yang baik dan kompetensinya semakin berkembang. Kesimpulan Berdasarkan uraian dan hasil kajian di atas maka penelitian ini bertujuan untuk mengungkap seberapa sukses strategi yang diterapkan guru MIN 3 Kota Padang dalam mengembangkan kurikulum agar dapat menjawab tantangan masa Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara sebagai instrument pengumpulan datanya. Wawancara dilakukan tanggal 3 Mei 2023, dan dilengkapi studi literatur berbagai referensi yang relevan seperti artikel jurnal, buku, dan sumber lainnya. Hasilnya bahwa guru harus mendapatkan pelatihan untuk mengembangkan kompetensi dan kemampuannya dalam rangka mengimplementasikan pengembangan kurikulum, diantaranya kegiatan merencanakan, mengembangkan, dan mengevaluasi. Untuk kurikulum 2013 ada rencana memasukkan prota, surat promes, dan RPP berbasis kurikulum, sedangkan pada program mandiri ada prestasi, tujuan pembelajaran. KI-KD, pembagian waktu, dll. Pada kurikulum merdeka sudah dijalankan pada jenjang kelas 1 dan kelas 4. keterlaksanaan kurikulum merdeka sangat baik dan memenuhi ketentuan dari juklak dan juknis yang ada. Muatan kurikulum merdeka seperti P5 proyek penguatan profil pelajar pancasila dan gerakan literasi sekolah (GLS)sudah dijalankan dengan baik. Evaluasi/review dalam bentuk teks, audio dan gambar dilakukan secara diagnostik, formatif, dan sumatif. http://e-journal. id/index. php/jiep JIEP: Journal of Islamic Education Papua. Vol. 1 No. 1 Februari-Juli 2023 Kepala madrasah dan seluru guru di MIN 3 Kota Padang selalu menyiapkan bahan pembelajaran secara mandiri. Kompetensi pedagogik, profesional, personal dan social selalu ditingkatkan dan dikembangkan dalam rangka menghasilakn proses belajar mengajar yang maksimal. Pembelajaran di kelas harus menjadikan peserta didik sebagai subjek belajar dan meletakkannya sebagai pusat pembelajaran. Hambatan atau keterbatasan dalam inovasi dan pengembangan kurikulum di MIN 3 Padang, disebabkan oleh sedikitnya waktu yang ada. Terkadang ketersediaan waktu belum optimal dikarenakan sebagian guru yang merasa kurang sesuai dengan adanya strategi pembelajaran yang membuat siswa aktif tetapi waktunya masih belum cukup untuk melakukan diskusi secara efektif. Agar inovasi dan pengembangan kurikulum di madrasah ibidaiyah negeri (MIN) 3 kota Padang dapat berjalan optimal, maka perlu didukung bantuan secara material dan moril serta masukan dari para ahli. Daftar Pustaka