MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Pelaksanaan Program Moderasi Beragama dalam Mewujudkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil 'Alamin (P5 dan PPRA) di Madrasah Tsanawiyah Tuban Hamam Burhanuddin Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri hamam@unugiri. Imron Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri imron@gmail. Abstract: This research will focus on the implementation of the Religious Moderation Program in Realizing the Project for Strengthening the Pancasila Student Profile and Rahmatan Lil Alamin Student Profile (P5 and PPRA) at MTs Islamiyah Kedungjambe. This research uses a methodology with a qualitative descriptive approach, which has natural characteristics . atural settin. as a source of direct, descriptive data, the process is more important than the results, through observation, interviews and documentation. Result instilling the values of religious moderation and strategies for implementing moderate religion through program development. Internalization of the values of religious moderation in realizing the Project for Strengthening the Pancasila Student Profile (P. and the Rahmatan lil 'alamin Student Profile (PPRA) at MTs Islamiyah Kedungjambe. Singgahan District. Tuban Regency, carried out through co-curricular activities, integration in learning activities and extracurricular activities carried out focuses on three values, namely nationalism, diversity and tolerance through transformation, trans internalization and transaction of values. Meanwhile, the internalization of religious moderation values instilled in students are the values of tolerance and justice which are principles that are instilled in students. Keywords: Religious Moderation, the Profile of Pancasila Students, the Profile of Rahmatan Lil 'Alamin Students. Abstrak: Penelitian ini akan fokus pada Implementasi Program Moderasi Beragama dalam Mewujudkan Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila dan Profil Siswa Rahmatan Lil Alamin (P5 dan PPRA) di MTs Islamiyah Kedungjambe Tuban. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif diskrptif, yang mempunyai ciri alami . atural settin. sebagai sumber data deskriptif langsung, proses lebih penting dari pada hasil, melalui observasi, wawancara dan Hasil penelitian dilakukan melalui penanaman nilai-nilai moderasi beragama dan strategi penerapan agama moderat melalui pengembangan program dan Internalisasi nilainilai moderasi beragama dalam mewujudkan Proyek Penguatan Profil Siswa Pancasila (P. dan Profil Siswa Rahmatan lilAoalamin (PPRA) di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban dilakukan melalui Kegiatan kokurikuler, integrasi dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan menitikberatkan pada tiga nilai yaitu nasionalisme, keberagaman dan toleransi melalui transformasi, transinternalisasi dan transaksi nilai. Nilai-nilai moderasi beragama yang ditanamkan pada diri MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. siswa adalah nilai-nilai toleransi dan keadilan yang merupakan prinsip yang ditanamkan pada diri siswa. Kata kunci: Moderasi Beragama. Profil Pelajar Pancasila. Profil Pelajar Rahmatan Lil AoAlamin. PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara dengan kemajemukan penduduk disegala aspek suku bangsa, adat-istiadat, budaya, dan agama. Berkaitan dengan kemajemukan agama tidak bisa dilepaskan dari masuknya agama-agama besar di Indonesia. Budha. Hindu. Islam, konghucu, dan Islam. Karenanya kehidupan masyarakatpun tidak dapat dilepaskan dari perkembangan agama-agama dimaksud. 1 Berdasarkan data yang diperoleh dari portal informasi kementerian agama, mayoritas Masyarakat memeluk agama Islam dengan prosentase 87, 2% atau 207 juta, protestan 6,9 %, katolik 2,9%. Hindu 1,7%, budha 2,7%, dan konghucu 0,05%. Selain keragaman agama. Indonesia juga tercatat memiliki ribuan suku bangsa, bahasa daerah, juga aksara daerah yang tentunya menjadi tantangan bangsa dalam membangun harmonisasi dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 3 Namun demikian nilai-nilai luhur bangsa yang telah menyatu dalam diri bangsa Indonesia merupakan sebuah realita bahwa tantangan itu tidak lagi menjadi hambatan melainkan menjadi kekayaan dan khasanah bangsa Indonesia. Perspektif Indonesia yang belakangan kran demokrasi terbuka luas, hingga melahirkan beragam perbedaan yang ada tidak lagi menjadi sesuatu yang liar, melainkan dapat dikelola dan tersalurkan sedemikian rupa menjadi harmoni yang sekaligus mencerminkan kekayaan bangsa Indonesia. 5 Demikian halya perbedaan agama telah menjadi bagian yang memperkaya hasanah bangsa dan negara telah menjaminnya melalui konstitusi yang dimiliki, sehingga setiap masyarakat atau warga negara memiliki kebebasan dalam memilih dan menjalankan agama dan kepercayaannya masing-masing. 6 Selain itu dunia menyorot Indonesia dengan penduduk muslim terbesar didunia. Karenanya konsepsi moderasi beragama akan menjadi Syamsu Rijal. AuRadikalisme Kaum Muda Islam Terdidik di Makassar,Ay Al-Qalam, 2017, https://doi. org/10. 31969/alq. Edi Junaedi. AuInilah Moderasi Beragama Perspektif Kemenag,Ay Harmoni, 2019, https://doi. org/10. 32488/harmoni. Mohamad Fahri and Ahmad Zainuri. AuModerasi Beragama Di Indonesia,Ay Intizar, 2019. Ulfatul Husna and Muhammad Thohir. AuReligious Moderation as a New Approach to Learning Islamic Religious Education in Schools,Ay Nadwa, 2020, https://doi. org/10. 21580/nw. Dewi Rahmayuni. AuHierarki Pengaruh Isu-Isu Keragaman Agama Dan Moderasi Beragama Pada Media Guo Ji Ri Bao uoIuOu (Studi Kasus Berita Konflik Etnis Uighur Di Xinjian. ,Ay UIN JKT . Junaedi. AuInilah Moderasi Beragama Perspektif Kemenag. Ay MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. bagian penting bagi dunia. 7 Begitu halnya tentang moderasi beragama, hakekatnya merupakan esensi dari ajaran Islam, dimana konsepsi ajaran Islam mengajarkan pemeluknya untuk bersikap terbuka atau moderat dalam menerima berbagai perbedaan, demikian pula dalam memeluk agama tidaklah diperbolehkan terjadinya pemaksaan, melainkan dengan lapang dada dan penuh kesadaran yang tinggi. Maka dapat dikatakan bahwa Islam moderat merupakan Islam yang memahami keragaman yang ada, baik agama, adat-istiadat, suku bangsa, dan berbagai hal yang tidak lain merupakan hukum Tuhan . yang mesti terjadi dan tidak dapat dihindarkan dari kenyataan yang ada di muka bumi. 9 Karenanya pemahanam tentang moderasi beragama haruslah difahami secara konstekstual dan bukan hanya tekstual. 10 Makna lain adalah bahwa dalam konteks keindonesiaan, moderasi beragama bukanlan memoderatkan agama di Indonesia, melainkan paham agama yang harus dimoderatkan, karena Indonesia merupakan negara yang berbhineka dalam segala hal, termasuk kultur, budaya, adat-istiadat, serta agama dan keyakinan yang senantiasa harus dijaga oleh setiap manusia yang mendiami Indonesia. Namun demikian, kurun terakhir sebuah temuan yang cukup mengerikan adalah adanya intoleransi dan munculnya bibit-bibit radikalisme yang sudah masuk dan berkembang di sekolah maupun madrasah. Hasil penelitian terbaru dari PPIM UIN Jakarta . yang dilakukan terhadap siswa atau mahasiswa serta guru maupun dosen dari 34 provinsi di Indonesia. Di antara hasilnya yaitu sebanyak 34,3% responden memiliki opini intoleransi kepada kelompok agama lain selain Islam . Kemudian, ditambah lagi data yang cukup memprihatinkan sebanyak 48,95% responden siswa/mahasiswa merasa pendidikan agama mempengaruhi pemikiran mereka untuk tidak bergaul dengan pemeluk agama lain. Yang lebih mengagetkan lagi ada 58,55% responden mahasiswa/siswa memiliki pandangan keagamaan dengan opini yang radikal dan Artinya ia hanya membenarkan apa yang ia pahami dan tidak sepakat dengan pemahaman lain. Tidak berhenti pada tahun 2017. PPIM UIN Jakarta kembali melakukan Fahri and Zainuri. AuModerasi Beragama Di Indonesia. Ay Agus Akhmadi. AuModerasi Beragama Dalam Keragaman Indonesia,Ay Jurnal Diklat Keagamaan, 2019. Ilham Mirzaya Putra. AuPemahaman Moderasi Beragama Dan Tingkat Toleransi Pada Milenial Muslim Di Perkotaan,Ay Intizar 29, no. 1 (August 2. : 1Ae15, https://doi. org/10. 19109/intizar. Achmad Subkhan. AuSemangat Moderasi Dalam AoWatsiiqoh Al-Ikhwah Al-Insaniyah Min Ajli AsSalaam Al-AoAlamy Wa Al-AoAisy Al-Mustarok,AoAy Jurnal Edutrained : Jurnal Pendidikan Dan Pelatihan, 2019, https://doi. org/10. 37730/edutrained. Husna and Thohir. AuReligious Moderation as a New Approach to Learning Islamic Religious Education in Schools. Ay AuPPIM UIN Jakarta. Redam Radikalisme Butuh Pendidikan Keagamaan Inklusif. Uinjkt. Ac. Id. Rabu, 8 November 2017 (Diakses 20 Desember 2. ,Ay n. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. survey kepada Guru Sekolah dan Madrasah di Indonesia pada tahun 2018 yang didukung oleh UIN Imam Bonjol Padang, survei tersebut melibatkan 2. 237 guru yang dijadikan sampel terdiri 811 guru sekolah dan 426 guru madrasah. Hasilnya juga cukup mencengangkan karena ternyata sebanyak 50,87% guru memiliki sikap yang radikal, dan 58% siswa memiliki sikap yang radikal. Memperhatikan kondisi kurun terahir ini, maka pendidikan tentu diharapkan sebagai unsur paling dominan untuk mampu menyelesaikan problematika moderasi beragama, dalam makna lain salah satu tugas utama dari terselenggaranya pendidikan adalah mencegah penyebaran radikalisme dan dampak pemahaman keliru tersebut bagi perdamaian dan keamanan bangsa Indonesia ini. Paham keagamaan seseorang dipengaruhi oleh pendidikan formal dan nonformal. 14 Dengan kata lain, paham keagamaan seseorang dipengaruhi oleh buku yang ia baca, guru Agama yang mengajarnya, pesantren jika ia merantau, dai, khatib, guru ngaji/ ustadz, dan internet. 15 Masalahnya tidak semua hal ini membawa pesan kedamaian, kesejukan, kasih sayang, dan persatuan. Bahkan sebaliknya ia bisa menyulut perpecahan, tumpah darah, dan kebencian antar umat beragama, antar sesama warga Indonesia. Pendidikan yang dimaksud adalah termasuk tiga elemen penting pendidikan yaitu pendidikan keluarga, masyarakat, dan sekolah/ Madrasah sebagai institusi pendidikan harus berkolaborasi bersinergi, baik terkait sosialisasi terhadap pemahaman sekaligus implementasi moderasi beragama ditengah-tengah kehidupan sosial budaya masyarakatnya. 17 Maka sebagai komitmen kelembagaan di Kementerian Agama RI pembelajaran diarahkan kepada Project Penguatan Profil Pelajar pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5 dan PPRA) sebagai implementasi program moderasi beragama yang merupakan salah satu program pokok kementerian agama. Senada dengan komitmen lembaga di Kementerian Agama. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam mendukung Visi dan Misi Presiden untuk mewujudkan Indonesia Maju Moderasi Beragama Kementerian Agama RI. Au2019. Jakarta: Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama RI, 15,Ay n. Hamam Burhanuddin et al. Au33 Model Pendidikan ISLAM Dengan Pendekatan Humanisme Religius (Studi Kasus Di MTs Attanwir Talun Sumberrejo. Bojonegor. ,Ay Januari-Juni 01, no. : 2406Ae2775. Zainul Arifin. AuNilai Pendidikan Humanis Ae Religius,Ay An-Nuha: Jurnal Kajian Islam. Pendidikan. Budaya & Sosial 1, no. : 169Ae96, http://ejournal. id/index. php/annuha/article/view/7. Fahri and Zainuri. AuModerasi Beragama Di Indonesia. Ay Muhammad Mushfi El Iq Bali and Nurul Fadilah. AuInternalisasi Karakter Religius Di Sekolah Menengah Pertama Nurul Jadid,Ay Jurnal MUDARRISUNA: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 2019, https://doi. org/10. 22373/jm. AuDirektorat KSKK Madrasah. Dirertorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, 2022. Panduan Pengembangan Projekk Penguatann Profill Pelajar Pancasilann Dan Profill Pelajar Rahmatann LillAoalamin. Jakarta: Kemenag RI,Ay n. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian dibutuhkan terciptanya Profil Pelajar Pancasila yang mencakup 6 . elemen pokok yaitu bernalar kritis, kreatif, mandiri, beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, bergotong royong, dan berkebinekaan Eksistensi MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan secara geografis berada di Desa yang memiliki kemajemukan budaya, agama, ekonomi, dan adat istiadat. Berdasarkan data kependudukan Desa Kedungjambe Kecamatan Singgahan dengan jumlah penduduk 3. Islam merupakan agama mayoritas dengan jumlah pemeluknya 3. 867 jiwa, selebihnya beragama Kristen 4 jiwa. Demikian juga adat istiadat yang merupakan peninggalan nenek moyang juga masih berkembang dan dilakukan oleh warga Desa Kedungjambe. Juga dalam latar belakang ekonomi, siswa di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan beraneka ragam mata pencaharian orang tuanya. Ada yang sebagai PNS. TNI. Polri, wiraswasta, juga petani dan pedagang yang menduduki mayoritas di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan. Meski berbagai latar belakang sosial, agama, adat istiadat, budaya, da ekonomi yang berbeda tetap siswa dapat bergaul dengan baik tanpa ada pertentangan yang mendasar. Siswa hidup rukun serta dapat memahami perbedaan yang ada sebagai suatu kewajaran dan tidak dibesar-besarkan. Hal demikian tentu tidak lepas dari visi, misi, dan tujuan pendidikan yang telah dirumuskan oleh MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan. Hal inilah yang melatarbelakangi MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan menetapkan visi AuPrestasi tinggi berakhlaq terpuji ala Ahlussunah wal JamaAoahAy. Melaui visi ini madrasah menetapkan misi pendidikannya yaitu: . Menyelenggarakan kegiatan Menumbuhkembangkan perilaku terpuji sehingga dapat menjadi teladan bagi teman dan masyarakatnya, dan . Menanamkan Iman dan Tauhid peserta didik serta mengamalkan syariAoah Islamiyah ala Ahlussunnah wal JamaAoah yang menghargai keragaman, terutama budaya leluhur dan para wali. Dari paparan data diatas peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuImplementasi Program Moderasi Beragama dalam Mewujudkan Project Penguatan Profil Kemenag/CN39/SM Network. AuKemenag Kuatkan Moderasi Beragama Melalui Media Sosial Suaramerdeka. Com Cyber News,Ay w. com, 2019. Hasil bbservasi di MTs Islamiyah Kedungjambe 5 Maret 2024 MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5 dan PPRA) di MTs Islamiyah Kedungjambe Kabupaten Tuban. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan . ield researc. sebab peneliti turun langsung ke lapangan untuk melihat situasi dan kondisi di lokasi penelitian tersebut. Selanjutnya penelitian ini akan disajikan dalam bentuk deskriptif, yaitu untuk menggambarkan apa yang terjadi di lapangan yang akan dituangkan dalam penelitian. Teknik pengumpulan data peneliti menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan untuk pengecekan keabsahan data menggunakan4 kriteria yang digunakan, yaitu derajat kepercayaan . , keteralihan . , kebergantungan . , dan kepastian. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Moderasi Beragama di Madrasah Tsanawiyah Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan Nilai-nilai Moderasi beragama di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban difokuskan pada nilai Kebangsaan atau nasionalisme dan nilai toleransi atau Nilai-nilai Kebangsaan atau nasionalisme dalam mewujudkan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dan Profil Pelajar Rahmatan Lil AoAlamin (PPRA) di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban dilakukan melalui Internalisasi nilainilai, yaitu penggabungan, penyatuan sikap, standartisasi laku, pendapat, dan seterusnya yang terdapat di dalam kepribadian serta penyatuan nilai diri dalam seseorang dan dalam bahasa psikologi merupakan penyesuaian keyakinan, dan nilai atau aturan-aturan baku pada diri Internalisasi nilai nasionalisme sangatlah penting diterapkan di lingkungan madrasah, sadar akan hal tersebut, di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban dalam pelaksanaan internalisasi nilai nasionalisme pada siswa terdapat 3 tahapan yaitu tahap transformasi nilai, tahap transaksi nilai dan tahap transinternalisasi nilai. Transformasi nilai kebangsaan Nasionalisme merupakan sikap mental atau tingkah laku individu maupun Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitafi. Kualitatif. R&D (Bandung: Alfabeta, 2. John W Creswell. AuResearch Design,Ay SAGE Publications. Inc. 2455 Teller Road Thousand Oaks. California 91320, no. : 342, https://doi. org/10. 1017/CBO9781107415324. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. masyarakat yang menunjukkan adanya loyalitas serta pengabdian yang tinggi terhadap bangsa dan negaranya. Nasionalisme sangat diperlukan dalam kelangsungan suatu negara, dengan harapan dapat membina rasa persatuan didalam negara tersebut. Didalam dunia pendidikanpun nasionalisme sangan penting, sebagai lembaga pendidikan yang bertanggung jawab untuk melahirkan serta menjadikan peserta didiknya sebagai generasi penerus bangsa yang kompetitif, menumbuhkan rasa cinta tanah air bagi siswa, seperti halnya di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban, para pendidik memiliki beberapa upaya agar dalam diri siswa tercermin/terbangun nilai-nilai nasionalisme. Pada tahap transformasi nilai pendidik memiliki cara tersendiri dalam menyampaikan pentingnya memiliki/menerapkan nilai-nilai nasionalisme pada siswa, salah satunya yaitu dengan menggunakan metode cerita dan ceramah baik ketika kegiatan pembelajaran berlangsung maupun ketika kegiatan upacara bendera yang dimasukkan dalam bagian amanat Pembina upacara. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. nilai-nilai nasionalisme dalam Upacara Bendera Amanat pembina Upacara Bercerita adalah kegiatan yang dilakukan oleh seorang guru secara lisan kepada anak didik dengan alat atau tanpa alat tentang pelajaran yang diajarkan dalam bentuk pesan, informasi, atau dongeng untuk diperdengarkan dengan rasa menyenangkan. Selain menggunakan metode cerita, pendidik juga menggunakan metode ceramah dalam halnya ketika kegiatan upacara bendera. Pembina upacara sesekali menjelaskan arti penting menanamkan nilai-nilai nasionalisme pada siswa. Metode ceramah ini termasuk metode yang paling banyak digunakan karena biaya murah serta mudah dilakukan, sehingga memungkinkan banyak materi atau nasehat yang disampaikan. Sedangkan Transaksi nilai nasionalisme pada tahap ini pendidik memberikan pengaruh besar pada siswanya melalui contoh nilai nasionalisme yang telah dijelaskan. Dalam mecapai semua itu, pendidik menyediakan sebuah media melalui pelaksanaan kegiatan upacara bendera agar siswa dapat menginternalisasikan nilai-nilai nasionalisme melalui pelaksanaan kegiatan upacara bendera. Cinta terhadap negaranya merupakan modal awal pembentukan sebuah negara. Tanpa adanya suatu kecintaan terhadap negara tidak mungkin tujuan dari kehidupan dapat dipenuhi. Secara umum MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan membina para siswanya agar senantiasa mencintai negaranya. Kecintaan terhadap negara dapat tercermin dalam sikap khidmat dalam mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari Senin. Sehingga pemahaman nilai-nilai nasionalisme diluar kelas dapat terlaksana. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Melalui kegiatan di madrasah seperti upacara bendera yang dilakukan setia hari Senin. Nilai nasionalisme di luar kelas dapat dipelajari melalui kegiatan sekolah seperti upacara bendera yang dilakukan setiap hari Senin, hari pahlawan dan pada tanggal 22 oktober. Nasionalisme sendiri merupakan faham pendiri dan sekaligus keyakinan suatu bangsa dimana mereka merasa dalam satu ikatan kesatuan dan persatuan sebagai suatu bangsa baik ke luar maupun ke dalam. Penanaman nilai-nilai moderasi beragama sangat terlihat pada diri siswa ketika kegiatan upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin. Sikap-sikap yang muncul tersebut yaitu menghormati guru, menghormati pahlawan yang telah gugur, khidmat selama pelaksanaan kegiatan upacara bendera dan mematuhi tata tertib madrasah yang telah ada. Upacara bendera merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan sesuai dengan tata upacara yang telah ditetapkan dalam undang-undang. Dengan kata lain upacara, bendera adalah suatu ritual khusus untuk menghormati simbol-simbol negara, seperti: mengibarkan bendera, lagu kebangsaan, pahlawan, dan lain sebagainya. Transaksi Nilai nilai-nilai Moderasi beragama dalam Upacara Bendera mengibarkan bendera, lagu kebangsaan. Adapun transinternalisasi Nilai moderasi bukan hanya dilakukan pada komunikasi verbal tetapi juga sikap mental dan kepribadian. Jadi internalisasi nilai-nilai moderasi pada siswa di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban terlihat dalam langkah-langkah kegiatan upacara bendera baik ketika pelaksanaan hari senin maupun ketika pelaksanan kegiatan upacara hari nasional seperti hari santri ataupun sumpah pemuda. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Selain nilai kebangsaan fokus kedua moderasi beragama di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan adalah nilai toleransi, yaitu Toleransi berasal dari kata AutolerantiaAy yang berarti kelonggaran, kelembutan hati, keringanan dan kesabaran, atau sikap membiarkan, mengakui dan menghormati keyakinan orang lain tanpa perlu adanya persetujuan Seperti halnya nilai kebangsaan, implementasi nilai toleransi di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan juga dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu transformasi nilai, tahap transaksi nilai dan tahap trans internalisasi nilai. Pada tahap transformasi nilai ini guru hanya sekedar menginformasikan nilai-nilai toleransi dengan semata-mata merupakan komunikasi verbal. Di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban toleransi sangat dijunjung tinggi karena sebagian besar siswanya bermukim di pondok pesantren, sehingga latar belakang merekapun berbeda baik suku, bahasa maupun tempat tinggal. Oleh sebab itu pendidik disana tidak henti-hentinya memberikan pengetahuan tentang nilai-nilai toleransi sebagai sikap pemikiran dan perilaku yang dilandaskan pada penerima terhadap pemikiran dan perilaku orang lain. Baik dalam keadaan sepakat atau berbeda pendapat. Pada tahap transformasi nilai toleransi, pendidik di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban memilih menggunakan sebuah metode pembelajaran dalam membimbing siswa. Transinternalisasi Nilai nilai-nilai Moderasi beragama dalam Upacara Bendera upacara hari nasional hari santri ataupun sumpah pemuda Karena sebuah proses pembelajaran tidak bisa dipisahkan dengan metode pembelajaran, metode itu sendiri memiliki peran penting dalam mewujudkan tujuan pendidikan yakni agar siswa mampu memahami materi serta dapat mengaplikasikan dalam MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. kehidupan sehari-hari. Metode yang dipakai guru dalam mentransformasi nilai toleransi yaitu dengan metode nasehat. Nasehat merupakan metode pendidikan yang cukup efektif dalam membentuk iman seorang anak, serta mempersiapkan akhlak, jiwa, dan rasa sosialnya. Menurut Nasih Ulwan bahwa memberi nasehat dapat memberikan pengaruh besar membuka hati anak terhadap hakikat sesuatu, mendorongnya menuju hal-hal yang baik dan positif dengan akhlak mulia dan menyadarkannya akan prinsip-prinsip Islami ke dalam jiwa apabila digunakan dengan cara mengetuk relung jiwa melalui pintunya yang tepat. Seperti yang telah peneliti lakukan kegiatan observasi, pemberian nasehat yang dilakukan para pendidik kepada siswa di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban ketika kegiatan pembelajaran berlangsung maupun mengisi pada jam kosong, disana siswa tampak antusias mendengarkan apa yang dinasehatkan oleh pendidik dan pengetahuan-pengetahuan mengenai nilai-niali toleransi, suasana kelaspun kondusif dan cukup Pada tahapan transaksi Nilai Toleransi ini siswa di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban tidak hanya diberikan penjelasan secara langsung mengenai nilai-nilai toleransi itu, melainkan disini pendidik menyediakan suatu media untuk mencapai transinternalisasi nilai-nilai toleransi. Adapun media yang digunakan oleh pendidik yaitu melalui kegiatan diskusi. Diskusi merupakan suatu metode untuk memecahkan permasalahan dengan proses berfikir kelompok. Hal ini sebagaimana dikemukakan oleh Isjoni bahwa diskusi adalah salah satu strategi belajar mengajar yang dilakukan seorang guru di sekolah, dalam diskusi ini orang berinteraksi antara dua atau lebih individu saling tukar menukar pengalaman, informasi, dan memecahkan masalah. Peneliti melakukan observasi diskusi belajar kelompok di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban pelaksanaannya ketika kegiatan pembelajaran berlangsung di kelas. Disana siswa dikelompokkan menjadi kelompok kecil yang terdiri 4 sampai 5 orang, dimana dari beberapa anggota tersebut dipilih secara acak melalui penghitungan secara bergilir sehingga setiap anggota kelompok tersebut memiliki latar belakang yang berbeda-beda baik cara berfikir, bahasa maupun gaya belajar mereka. Muh. Arif. AuNilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Al-QurAoan (Studi QS Luqman: 12-. ,Ay Irfani 11, 1 . : 14Ae27, http://journal. id/index. php/ir/article/view/347. Syaparuddin Syaparuddin. Meldianus Meldianus. And Elihami Elihami. AuStrategi Pembelajaran Aktif Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Pkn Peserta Didik,Ay Mahaguru: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar 1. No. : 30Ae41. Https://Doi. Org/10. 33487/Mgr. V1i1. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. Sedang pada tahapan transinternalisasi Nilai Toleransi ini siswa lebih cenderung melakukan perilaku yang mencerminkan nilainilai toleransi yang sudah dijelaskan pada tahap I dan 2. Pembinaan nilainilai toleransi tidak hanya dibina melalui kegiatan belajar mengajar, di luar kegiatan belajar mengajarpun mereka dibina dalam penanaman nilai-nilai toleransi. Berikut temuan peneliti terkait internalisasi nilai-nilai toleransi yang ditemukan peneliti di lapangan baik ketika di kegiatan belajar mengajar maupun di luar kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian dapat peneliti katakana bahwa nilai-nilai kebangsaan tidak lagi sesuatu yang formalitas di madrasah ini, melainkan sudah menyatu kepada seluruh civitas akademi, sehingga memiliki nilai juang tinggi dalam menggapai kemajuan Madrasah. Temuan Berdasarkan penyajian data yang bersumber dari observasi, wawancara dan dokumentasi dapat ditarik temuan: . Nilai-nilai moderasi beragama di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan telah terinternalisasi dalam kegiatan kokurikuler, integrasi pembelajaran, dan kegiatan ekstrakurikuler dengan titik tekan nilai nasionalisme, kebhinekaan, dan toleransi. Implementasi Moderasi Beragama di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan Kabupaten Tuban dalam mewujudkan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dan Profil Pelajar Rahmatan lilAoalamin (PPRA) dilakukan melalui internalisasi penanaman nilai-nilai moderasi beragama dan strategi pengimplementasian keberagamaan yang moderat melalui pengembangan program kegiatan kokurikuler, integrasi dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler yang difokuskan pada tiga nilai yaitu nasionalisme, kebhinekaan, dan toleransi melalui transformasi, transinternalisasi, dan transaksi nilai-nilai. KESIMPULAN Nilai-nilai moderasi beragama di MTs Islamiyah Kedungjambe Kecamatan Singgahan telah terinternalisasi dalam kegiatan kokurikuler, integrasi pembelajaran, dan kegiatan ekstrakurikuler dengan titik tekan nilai nasionalisme, kebhinekaan, dan toleransi. mewujudkan Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P. dan Profil Pelajar Rahmatan lilAoalamin (PPRA) dilakukan melalui kegiatan kokurikuler, integrasi dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler yang difokuskan pada tiga nilai yaitu nasionalisme, kebhinekaan, dan toleransi melalui transformasi, transinternalisasi, dan transaksi nilai-nilai. MAAoALIM: Jurnal Pendidikan Islam Volume 5. Nomor 2. Desember 2024 DOI: 10. 21154/maalim. DAFTAR PUSTAKA