ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia URGENSI PENGGUNAAN MEDIA TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BIPA BERBASIS BUDAYA YOGYAKARTA BAGI TINGKAT PEMULA USIA ANAK Ignatius Dimas Adi Suarjaya1. Kunjana Rahardi2. Widharyanto3 Universitas Sanata Dharma, dimasadisuarjaya@gmail. Universitas Sanata Dharma, kunjana. rahardi@gmail. Universitas Sanata Dharma, bwidharyanto@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kebutuhan bahan ajar dan media pembelajaran dalam pembelajaran BIPA bermuatan budaya Yogyakarta bagi penutur asing tingkat pemula, mengembangkan bahan ajar BIPA bermuatan budaya Yogyakarta bagi penutur asing tingkat pemula, dan mendeskripsikan penilaian bahan ajar BIPA bermuatan budaya Yogyakarta bagi penutur asing tingkat pemula. Kuantitatif deskriptif digunakan sebagai metode dalam penelitian ini. Penelitian ini menghasilkan data kuantitatif antara lain, diperoleh skor 3,6 pada poin media pembelajaran teknologi, serta skor 3,8 pada poin media audio visual. Manfaat penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat keperluan media pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran BIPA tingkat pemula usia anak. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan adanya urgensi dari pemelajar BIPA yang mengharapkan adanya pengintegrasian media pembelajaran berbasis teknologi dalam proses pembelajaran BIPA. Kata Kunci: Media Teknologi. BIPA. Budaya. Bahan Ajar How to Cite: Suarjaya. Rahardi. , & Widharyanto. URGENSI PENGGUNAAN MEDIA TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN BIPA BERBASIS BUDAYA YOGYAKARTA BAGI TINGKAT PEMULA USIA ANAK. Bahtera Indonesia. Jurnal Penelitian Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10. , 115Ae125. https://doi. org/10. 31943/bi. DOI: https://doi. org/10. 31943/bi. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi menjadi salah satu bentuk perubahan yang tidak bisa kita tolak dan kita hindari saat ini. Perkembangan yang terjadi dalam teknologi menyesuaikan dengan perubahan yang Teknologi yang berkembang kehidupan, salah satunya aspek pendidikan. Dengan adanya perkembangan yang terjadi dalam aspek teknologi, secara positif perkembangan ini memberikan manfaat dalam menjalankan kegiatan dan aktivitas dalam pembelajaran sebagai salah satu proses pendidikan (Ayu & Amelia, 2020. Meliyani et al. , 2022. Widiastini, 2. Teknologi juga dapat menjadi senjata dalam Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia proses pembelajaran, terutama bagi para pengajar agar dapat menyelaraskan proses belajar-mengajar dengan teknologi digital. Perkembangan tersebut kemudian menjadi pendidikan, terutama bagi guru atau pengajar untuk mengintegrasikan media digital dalam proses pembelajaran agar informasi yang peserta didik terima memuat materi pelajaran, dan bermanfaat bagi dunai pendidikan (Idawati et al. , 2. Ini menjadi salah satu tugas guru juga untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam proses pembelajaran, terutama dalam pemanfaatan dan pengintegrasian teknologi dalam Terpenuhinya kebutuhankebutuhan siswa dalam proses pembelajran menjadi salah satu cara untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas. Penggunaan pembelajaran juga menjadi salah satu aspek penting yang dapat membuat atmosfer belajar bahasa . erutama bagi anak-ana. menjadi lebih baik dan bermakna. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran dapat diterapkan dalam pembuatan media pembelajaran (Firmadani, 2. Media digital mulai massif digunakan saat berlangsungnya pandemi, sehingga ini juga berpengaruh pada proses pembelajaran yang berubah menjadi online learning karena pembelajaran yang dilakukan di rumah (Kynig et al. , 2. Selain itu, penggunaan media digital dalam pembelajaran dapat menjadi cara lain dan solusi untuk membuat peserta didik menjadi lebih aktif dalam proses belajar (Sukaryanti et al. , 2. Penggunaan teknologi juga mengubah cara bahasa diajarkan dan dipelajari serta persepsi dan pemahan konseptual kita yang juga memberi untuk berbagai gaya belajar, dan beberapa proses interaksi, komunikasi, juga pemahaman (Melkonyan & Matevosyan. ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. Pengembangan dan penggunaan pembelajaran bahsa Indonesia penting untuk Urgensi penggunaan media berbasis teknologi dalam pembelajaran bahasa Indonesia, antara lain guru harus melakukan inovasi seperti pengembangan media berbasis teknologi untuk memudahkan proses mencapai tujuan Media merupakan hasil dari teknologi yang dapat berwujud cetak, audio-visual, komputer atau gabungan dari itu semua. Media dalam suatu kegiatan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau isi pelajaran, stimulus bagi anak, pikiran, perasaan, perhatian, dan kemampuan sehingga dapat mendorong tercapainya proses kegiatan yang dirancang oleh guru (Sari et al. Media pendidikan digital adalah istilah umum untuk media berbasis internet, media berbasis komputer dan media seluler yang digunakan untuk tujuan pendidikan (Kodrle & Savchenko, 2. Sesuai fungsinya, media pendidikan digital tergolong naratif, interaktif, komunikatif, adaptif atau produktif. Media berbasis teknologi harus didesain secara khusus agar sesuai dengan capaian pembelajaran dan karakteristik siswa, umumnya media berbasis teknologi menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dengan begitu diperlukan pengembangan media berbasis teknologi dengan menggunakan bahasa Indonesia agar pemelajar BIPA menjadi lebih paham terkait bahasa Indonesia untuk memperdalam proses pemerolehan dan pemahaman bahasa Indonesia, penyebaran dampak negatif dalam media berbasis teknologi menjadi perlu bagi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia seorang guru untuk mendesain dan mengimplementasikan media berbasis teknologi dengan bahasa Indonesia untuk meminimalisir dampak negatif dan mengoptimalkan dampak positif bagi pemelajar BIPA. BIPA dikembangkan secara matang agar mampu memberikan hasil yang baik dan memiliki manfaat bagi semua kalangan pemelajar BIPA. Untuk mencapai pengembangan pembelajaran BIPA secara optimal dan memiliki manfaat bagi semua kalangan, pembelajaran saat pembelajaran BIPA Pendidikan merupakan sistem dengan berbagai komponen dan komponen tersebut saling berkaitan, seperti kualitas input, kelas, kurikulum, sarana pendidikan, siswa, guru, evaluasi, dan kualitas lulusan. Dalam pembelajaran, salah satu sarana pendidikan adalah media pembelajaran yang juga termasuk dalam komponen kurikulum (Sugiyono, 2. Keterampilan berbahasa . enyimak, membaca, menulis, dan berbicar. dapat dicapai dengan penggunaan berbagai macam media pembelajaran, seperti teks, visual, audio, audio-visual, dan mediamedia lainnya (Supriyano, 2. Sampai saat ini, minat penutur yang sangat tinggi untuk mempelajari bahasa Indonesia . erutama anak-ana. , tidak diimbangi dengan bahan ajar yang selaras dan teknologi dengan keinginan penutur asing dalam mempelajari bahasa Indonesia. Penggunaan pembelajaran memberi manfaat yang beragam, antara lain memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal, mengatasi keterbatasan dalam pembelajaran . uang, waktu, dan daya inder. , membantu siswa lebih aktif, memberi gambaran konkrit pada suatu materi, memberi stimulus kepada pemelajar untuk belajar secara aktif, dan meningkatkan motivasi belajar siswa sehingga mampu meningkatkan prestasi Penggunaan media belajar memiliki urgensi, yaitu untuk mempermudah guru dalam mengajar, memperjelas penyajian pesan dan informasi, memudahkan dan meningkatkan proses serta hasil belajar anak, meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak, menimbulkan motivasi belajar pada anak, dan manfaat-manfaat lainnya (Wahid, 2. Dengan begitu, media pembelajaran sangat penting dan memiiliki kedudukan yang signifikan dalam proses pembelajaran dan dapat dikatakan sejajar dengan metode belajar. Hal ini karena metode dan media memiliki sinergitas dalam mendukung proses pembelajaran yang dilakukan sesuai dengan Sampai saat ini, bahan ajar BIPA lebih banyak membahas hal teoretis dan hanya mencakup pada hafalan saja, belum banyak yang menstimulus pembelajaran, salah satunya dengan penggunaan teknologi. Selain itu, masih belum tersedianya bahan ajar BIPA yang diperuntukkan bagi anakanak sekolah, terutama usia anak SD menjadi kendala karena sampai saat ini BIPA diperuntukkan untuk pemelajar dengan tingkat mahasiswa sampai pekerja. Dengan keterbatasan bahan ajar ini, menjadi salah satu masalah penting yang sering dihadapi pemelajar dan juga pengajar BIPA dalam kegiatan pembelajaran. Maka dari itu, perlu adanya bahan ajar BIPA sebagai penyeimbang besarnya minat penutur asing untuk belajar bahasa Indonesia, terutama untuk usia SD. Selain itu, bahan ajar BIPA Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yang sesuai dengan tujuan program BIPA sangat besar manfaatnya bagi program BIPA karena dalam bahan ajar BIPA bisa dimasukan kekayaan jati diri, karakter, dan budaya bangsa Indonesia (Sari et al. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian terdahulu yang membahas terkait penggunaan media berbasis teknologi dan pembelajaran BIPA. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya telah membahas pembelajaran digital bagi guru agar tercipta kegiatan pembelajaran yang efektif dan siswa aktif (Meliyani et al. , 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terlaksananya pembelajaran yang aktif dengan media pembelajaran berbasis digital. Hasil dari penelitian ini adalah untuk pembelajaran informal sebagai kontribusi terlaksananya digitalisasi pembelajaran siswa yang aktif dan inovatif. Penelitian lainnya adalah peneltian terkait urgensi penggunaan media pembelajran berbasis teknologi (Aji Silmi & Hamid, 2. Hasil dari penelitian ini adalah ditemukannya hasil bahwa penggunaan media pembelajarn berbasis teknologi memiliki kepentingan dalam suatu pembelajaran dan harus terdapat rumusan yang jelas tentang pemanfaatannya dalam proses pembelajaran agar betul-betul memberi peran dalam pencapaian tujuan Pendidikan yang merupakan tugas semua pihak dan terutama pemegang regulasi. Penelitian lainnya terkait media digital adalah urgensi media berbasis digital dalam proses pembelajaran di pendidikan anak usia dini (Laili & Sandra Ritonga, 2. Hasil dari peneletian ini adalah untuk ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. menarik perhatian anak usia dini yang memiliki karakteristik unik dengan rasa ingin tahunya, membantu guru untuk lebih pembelajaran, dan pembelajarn yang dihasilkan lebih update setelah dilakukan pengintegrasian media digital. Penelitian terkahir terkait media pembelajaran digital dan pembelajaran BIPA adalah pengembangan laman media audiovisual bermuatan materi kebudayaan Indonesia sebagai media pembelajaran BIPA (Zaenuri, 2. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa terdapat karakteristik yang dihasilkan dari pengembangan media ajar BIPA, yaitu menurut persepsi karakteristik pengembangan media ajar BIPA dapat berupa media audiovisual, buku panduan, dan laman/website. Penelitian ini juga memerhatikan beberapa aspek, seperti kaidah isi materi, kaidah penyajian, kaidah bahasa, dan kaidah tampilan yang didasarkan pada hasil analisis kebutuhan. Walaupun begitu, belum ditemukan penelitian yang secara khusus membahas terkait urgensi penggunaan media digital dalam pembelajaran BIPA tingkat awal untuk anak usia SD. Belum banyak ditemukan penelitian bagaimana urgensi penggunaan media berbasis teknologi dalam pembelajaran bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA), terutama untuk tingkat pemula usia anak sekolah dasar. Dengan dasar ini peneliti melakukan penelitian dengan judul AuUrgensi Penggunaan Media Teknologi dalam Pembelajaran BIPA Berbasis Budaya Yogyakarta bagi Tingkat Pemula Usia AnakAy. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mendeskripsikan urgensi penggunaan media berbasis teknologi dalam pembelajaran BIPA tingkat awal usia SD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berdasarkan hasil analisis, mendeskripsikan strategi jitu dalam menyikapi penggunaan pembelajaran BIPA, dan mendeskripsikan problema pemanfaatan media teknologi dalam pembelajaran BIPA. METODE PENELITIAN Metode digunakan dalam penelitian ini. Metode kuantitatif merupakan metode yang digunakan untuk meneliti pada sampel atau populasi data tertentu, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen penelitian dan analisis data bersifat . erupa angka/statisti. (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini, terdapat beberapa langkah yang dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh dan mengolah data, antara lain . melakukan pengumpulan data kebutuhan, . melakukan pengolahan data dari data yang didapatkan dari penyebaran kuesioner analisis kebutuhan, . data yang pendalaman dengan fokus pada data terkait keperluan media berbasis teknologi yang pembelajaran BIPA. Dari data yang didapatkan tersebut kemudian dilakukan proses penjabaran secara deskriptif untuk penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran BIPA tingkat pemula usia anak. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini berupa pengembangan bahan ajar BIPA yang memiliki beberapa indikator: . model pembelajaran, . kaya variasi, . kaya stimulus, . multikultur, dan . media Untuk kebutuhan akan difokuskan pada perolehan data dalam indikator media pembelajaran sebagai teknik pengumpulan data. Dari data yang diperoleh melalui kuesioner, kemudian peneliti olah secara kualitatif dengan berpedoman pada indikator skor skala Likert. Penelitian ini dilakukan di SD Cahaya Bangsa Utama Yogyakarta atau lebih dikenal dengan Kinderstation Primary School. Peneliti memilih tempat tersebut sebagai tempat penelitian karena peneliti dapat mendapatkan data lebih mudah karena apa yang peneliti butuhkan untuk dilakukan pengumpulan data dapat dengan mudah peneliti dapatkan di tempat tersebut. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi yang berasal dari Srilanka. Australia. Inggris, dan Selandia Baru yang berjumlah 5 orang dan berasal dari kelas 1 dan 2. HASIL PEMBAHASAN Data penelitian ini berupa data hasil angket kebutuhan siswa. Angket berisi pertanyaan mengenai kebutuhan dan keinginan siswa terhadap pembelajaran BIPA, metode mengajar yang diinginkan pemelajar, serta pembelajaran konvensional dan berbasis Ketiga aspek yang digunakan dalam pengumpulan data merupakan aspek pembelajaran BIPA yang diinginkan pemelajar dan mengacu pada perkembangan konstruktivis belajar anak. Hasil analisis kebutuhan siswa dijabarkan dalam Tabel 1. Tabel 1 Hasil Analisis Kebutuhan Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Data berupa angka ini kemudian akan diterjemahkan kedalam bentuk kualitatif dengan menggunakan skala Likert. Hasil konversi data kuantitatif ke kualitatif ini selanjutnya akan menjadi dasar untuk Dasar konversi data kuantitatif ke kualitatif dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 2 Konversi data kuantitatif ke kualitatif Dari tabel hasil analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar BIPA berbasis budaya Yogyakarta untuk tingkat pemula usia anak di atas, indikator metode langsung dalam pembelajaran bahasa Indonesia menunjukkan skor rerata paling kecil, yaitu 1,2. Ini menunjukkan bahwa responden masih sangat mengalami kesulitan dalam berbaahsa Indonesia dan menyebabkan rendahnya ketertarikan dalam mempelajari bahasa Indonesia. Indikator kaya stimulus dengan metode bernyanyi mendapatkan skor 2,2 dan lebih rendah dari indikator kaya stimulus dengan metode audio visual yang mendapatkan skor 3,8. Ini menunjukkan bahwa responden akan lebih tertarik/suka jika mempelajari bahasa Indonesia dengan menggunakan bantuan audio visual sebagai metode atau pendekatan pembelajaran yang Dalam variasi pembelajaran. ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. anak-anak memiliki ketertarikan untuk Indonesia menggunakan metode permainan, belajar dalam kelompok dan juga bermain peran. Ini diperkuat dengan hasil analisis kebutuhan pada indikator kaya variasi yang memperoleh skor 2,6 untuk permainan dan bermain peran, serta 2,8 untuk kegiatan Pada didapatkan skor 3,6 yang menunjukkan bahwa anak-anak akan lebih suka belajar bahasa Indonesia melalui pendekatan budaya, khususnya dengan cerita rakyat. Pada indikator media pembelajaran, didapatkan skor masing-masing 3,6 pada penggunaan media pembelajaran quizziz dan Ini menunjukkan bahwa penggunaan media belajar tesebut diminati oleh anak-anak dalam mempelajari bahasa Indonesia. Dari analisis kebutuhan masingmasing indikator, kemudian peneliti lakukan penghitungan skor rerata dan didapatkan skor 2,92 yang termasuk dalam kategori Ini menunjukkan bahwa bahan ajar BIPA juga diperlukan oleh anak-anak dengan memperhatikan beberapa aspek, diantaranya terkait metode pembelajaran, variasi pembelajaran yang beragam, penggunaan media-media sebagai stimulus dalam proses pembelajaran anak, media pembelajaran, dan juga pembelajaran berbasis budaya. Berdasarkan hasil pengumpulan data tersebut, aspek penggunaan media . erutama berbasis teknolog. menjadi aspek yang sangat diperlukan oleh pemelajar. Ini ditunjukkan dengan pemerolehan skor 3,6 pada poin media pembelajaran teknologi, serta skor 3,8 pada poin media audio visual sebagai salah satu stimulus dalam Dengan pemerolah tersebut, terdapat urgensi atau sesuatu yang sangat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia penting dari pemelajar BIPA yang mengharapkan adanya pengintegrasian media pembelajaran berbasis teknologi dalam proses pembelajaran BIPA. Ini juga selaras dengan teori yang dikemukakan oleh Jean Piaget yang mengklasifikasikan usia anak . -12 tahu. berada pada tahap operasional konkrit. Pada tahap tersebut, anak-anak perlu penggunaan media untuk membantu proses belajarnya (Suarjaya & Nugrahanta, 2. Penggunaan berbagai macam media akan memberikan gambaran lebih jelas terkait pembelajaran dan akan pembelajaran secara lebih mendalam. Dengan penerapan media belajar berbasis indikator-indikator analisis kebutuhan lainnya, seperti kaya variasi dan kaya Jika mengacu kembali pada konsep konstruktivisme yang dialami oleh anak, anak akan lebih mudah untuk memahami suatu ilmu atau makna dalam pembelajaran jika memuat variasi-variasi dalam proses Namun, variasi yang digunakan tidak hanya berpusat pada model dan metode pembelajaran saja, media juga memberi pengaruh dalam proses pemaknaan materi pada diri anak. Dengan adanya penggunaan media, terutama media pembelajaran yang lebih kaya akan variasi. Sebab itu, pengintegrasian media akan mempelajari suatu ilmu atau materi. Selain itu, dengan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi juga dapat menjadi pemantik agar pembelajaran dapat berjalan lebih menyenangkan. Kembali pada awal tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana urgensi penggunaan teknologi dalam pembelajaran BIPA tingkat awal bagi usia anak, jika dilihat kembali usia anak merupakan usia Sesuatu yang berjalan di anak-anak atau setiap hal yang ingin dilakukan anakanak Dengan iklim belajar yang menyenangkan, akan membuat proses belajar menjadi lebih aktif. Dengan iklim pembelajaran yang aktif pula, anak akan lebih mudah untuk mengonstruksi pikiran dan pemahamannya karena minim tekanan saat proses belajar berlangsung. Dengan begitu, penggunaan media pembelajaran . erutama banyak aspek dalam pembelajaran, salah satunya variasi dalam Maka, dalam pendidikan terutama proses pembelajaran perlu dilakukan pengembangan media untuk membantu proses mencapai tujuan dari Salah satu bentuk media yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah media digital. Media digital merupakan media yang merupakan produk dari perkembangan teknologi yang dapat memuat aspek audio dan visual. Media digital termasuk dalam multimedia interaktif karena memanfaatkan teknologi digital dalam pembuatan, pengembangan, dan penggunaan media dalam proses belajar (Mustofa Abi Hamid et al. , 2. Terdapat berbagai macam bentuk media teknologi. Media berbasis teknologi dapat berupa media yang bisa didengarkan atau audio, media yang bisa dilihat atau visual, dan campuran dari kedua media itu atau yang lebih dikenal dengan media audio Tentu dalam pembelajaran BIPA, penggunaan serpihan atau seluruh bentuk Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dari media digital tersebut akan memiliki masing-masing memudahkan pemelajar dalam memahami Misalnya, audio dapat digunakan untuk proses menyimak suatu percakapan atau berita dalam bahasa Indonesia. Dengan penggunaan media berbasis teknologi audio, pemelajara BIPA dapat mengembangkan aspek keterampilan bahasa, yaitu aspek menyimak dengan cara mendengarkan. Melalui proses ini, pemelajar BIPA usia anak dapat secara perlahan menggunakan bantuan audio untuk pembiasaan agar katakata dengan bahasa Indonesia semakin sering untuk didengarkan dan semakin terbiasa terdengar di telinga siswa. Dengan begitu, penggunaan media digital berbasis audio dalam bahan ajar BIPA akan membuka peluang untuk memberi manfaat dan pengalaman belajar yang menyeluruh dengan mengaktifkan fungsi indera pada pemelajar BIPA tingkat awal usia anak. Media berbasis teknologi visual merupakan bentuk media teknologi yang dapat dilihat. Sama seperti media audio, media visual akan lebih banyak berfokus pada pengembangan dan peningkatan kemampuan menyimak pemelajar BIPA. Selain itu, dengan bantuan media ini, kemampuan membaca siswa juga dapat ditingkatkan . ika media visual juga dilengkapi tulisa. Penggunaan media visual dapat menjadi salah satu cara untuk menarik perhatian pemelajar BIPA usia Kelebihan yang ada pada media visual ini adalah penggunaan karakter, ilustrasi, ikon, dan juga warna yang bervariasi dan Dengan segala unsur yang dapat terlihat secara jelas oleh mata dan cenderung berwarna akan menjadi salah satu poin tambahan agar siswa atau pemelajar BIPA usia anak dapat mengikuti pembelajaran ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. dengan lebih menyenangkan dan lebih banyak fokus yang dibangun dalam diri anak untuk mengikuti pembelajaran. Penggunaan media visual sendiri BIPA. Namun, dikembangkan dengan lebih mendalam. BIPA mengembangkan keterampilan membaca dengan cara media visual tersebut juga diberi tambahan berupa tulisan yang dapat menggambarkan situasi atau keadaan atau nama yang ditampilkan secar visual . elalui gambar atau vide. Kemudian, dari tulisan tersebut pemelajar bisa membaca dan mengucapkan kata atau kalimat yang dibaca Dengan begitu, terdapat aspek berbicara yang juga dapat dikembangkan. Penggunaan teknologi juga menjadi salah satu keterampilan yang harus dimiliki dalam dunia pendidikan abad 21. Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang membahas terkait manfaat media digital untuk mengoptimalkan pembelajaran, seperti untuk menyikapi tuntutan peserta didik agar dapat terampil menggunakan alatalat teknologi, memahami norma dan melakukan praktik dengan tepat sehingga penggunaan media berbasis digital dalam pembelajaran (Meyers et al. , 2. Terdapat juga penelitian yang membuktikan penggunaan multimedia bersistem komputer dapat memberikan pengaruh yang lebih baik dalam pembelajaran bahasa (Lee et al. Media berbasis teknologi yang dikembangkan berdasarkan rasional atau bentuk nyata, sehingga memudahkan Selain itu, penggunaan media Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan ISSN 2541-3252 Vol. No. Mar. BAHTERA INDONESIA: Jurnal Penelitian Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia teknologi seperti video, website, dan permainan yang dapat memunculkan sifat belajar aktif dalam diri anak juga dapat diintegrasikan dalam pembelajaran BIPA usia anak. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa Indonesia kemampuan pemahaman bahasa pada anak. Pengambangan media berbasis teknologi perlu dilakukan karena ini merupakan bagian dari inovasi pembelajaran yang perkembangan IPTEK. Terdapat beberapa aspek pembelajaran yang harus mendapat inovasi, antara lain peserta didik, tujuan pembelajaran, fasilitas pendidikan, metode dan teknik komunikasi, dan hasil pendidikn (Saud, 2. Faktor yang tidak terduga, kesenjangan, kebutuhan proses, perubahan peersepsi, dan keilmuan baru menjadi beberapa poin yang harus diperhatikan pembelajaran (Prawiladilanga, 2. Dengan begitu, dalam proses inovasi media pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran BIPA perlu dilakukan pengolahan dan pengkajian agar media yang akan digunakan sesuai dengan kebutuhan pemelajar dan aman digunakan pemelajar tanpa adanya bias yang ditimbulkan saat proses belajar BIPA berlangsung. Maraknya penyalahgunaan teknologi menjadi salah satu faktor yang perlu pengembang media pembelajar atau guru lakukan saat akan mengembangkan dan mengintegrasikan media pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran BIPA untuk usia anak. SIMPULAN Pelaksanaan pembelajaran BIPA tidak terlepas dari bahan ajar dan media pembelajaran yang digunakan. Salah satu media pembelajaran yang penting untuk digunakan dalam pembelajaran BIPA untuk anak adalah media pembelajaran BIPA berbasis teknologi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan adanya urgensi dari pemelajar BIPA yang mengharapkan adanya pengintegrasian media pembelajaran pembelajaran BIPA. Ini juga selaras dengan teori yang dikemukakan oleh Jean Piaget yang mengklasifikasikan usia anak . -12 tahu. berada pada tahap operasional Dalam menyikapi urgensi yang menyimpulkan bahwa terdapat beberapa bentuk media pembelajaran berbasis teknologi yang dapat digunakan, antara lain video, website, dan permainan berbasis teknologi yang dapat memunculkan iklim pembelajaran yang aktif di kelas. Namun, peneliti juga melihat terdapat tantangan atau problema yang perlu pengembang dan pembelajaran berbasis digital, antara lain pengkajian untuk memastikan bahwa media yang akan digunakan aman dan sesuai dengan kebutuhan pemelajar, serta dapat menangkal bias informasi yang ditimbulkan saat proses pembelajaran BIPA dilaksanakn. DAFTAR PUSTAKA