https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. PENGARUH LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM KEGIATAN MEANING FULL STUDI KEISLAMAN KURIKULUM BERBASIS CINTA PADA MADRASAH IBTIDAIYAH Meti Friska Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang Metipriska07@gmail. Suwandi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang msuwandi2004@gmail. Ahmad Zainuri Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang ahmadzainuri@radenfatah. Frika Fatimah Zahra Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang frikafatimahzahra@iainusumateraselatan. Article History: Received: Nopember 29, 2025. Accepted: Januari 15, 2026. Published: Februari 20, 2026. Keywords: Islamic education institution, meaningful learning, lovebased curriculum. Islamic elementary school Abstract. This study explores how Islamic educational institutions, meaningful learning strategies in Islamic subjects, and the application of a love-centered curriculum influence learning practices in Islamic elementary schools (Madrasah Ibtidaiya. Using a literature review method, the research synthesizes insights from recent scholarly publications. The results indicate that Islamic educational institutions provide a foundational role in shaping studentsAo morality and spiritual growth through routine worship activities and the cultivation of a religious school atmosphere. Meaningful learning supports students in linking Islamic teachings with everyday situations, enabling deeper comprehension, while a love-driven curriculum encourages a compassionate and supportive classroom climate. Altogether, these elements substantially enhance studentsAo spiritual, emotional, and academic development. Abstract Penelitian ini mengkaji bagaimana peran lembaga pendidikan Islam, penerapan pembelajaran bermakna dalam mata pelajaran keislaman, serta penggunaan kurikulum berorientasi kasih sayang memengaruhi proses pembelajaran di Madrasah Ibtidaiyah. Kajian dilakukan melalui metode telaah pustaka dengan menganalisis berbagai referensi ilmiah terkini. Temuan penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Islam memberikan dasar penting bagi pembentukan akhlak dan spiritualitas peserta didik melalui rutinitas ibadah serta iklim sekolah yang religius. Pendekatan pembelajaran bermakna mendorong siswa untuk mengaitkan ajaran Islam dengan pengalaman sehari-hari sehingga pemahaman menjadi lebih mendalam, sedangkan kurikulum berbasis cinta menghadirkan 118 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Pengaruh Lembaga Pendidikan Islam Kegiatan Meaning Full Studi Keislaman KurikulumA| Meti Friska. Suwandi, ahmad Zainuri. Frika Fatimah Zahra lingkungan belajar yang suportif, penuh empati, dan menghargai kemanusiaan. Ketiga komponen tersebut secara terpadu memberikan dampak besar terhadap perkembangan spiritual, emosional, dan akademik siswa. PENDAHULUAN Lembaga pendidikan Islam di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI) memiliki posisi strategis dalam meletakkan fondasi pemahaman keagamaan bagi peserta didik sejak usia awal. Pada fase perkembangan ini, anak-anak membutuhkan proses belajar yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman yang bermakna serta selaras dengan pertumbuhan emosional dan spiritual mereka. Pendidikan Islam di MI kontekstual, dan mampu memenuhi kebutuhan moral, sosial, serta nilai-nilai religius para siswa (Hanafi, 2. Implementasi mindfulness dan fokus yang mendalam dalam kegiatan belajar menjadi inti dari konsep mindful learning. Pendekatan ini terbukti mampu memperkuat pemahaman serta daya ingat peserta didik karena mereka diajak untuk lebih hadir, sadar, dan terlibat secara emosional terhadap materi yang dipelajari. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis mindfulness pada beragam jenjang pendidikan efektif dalam meningkatkan pencapaian akademik sekaligus membantu siswa mengendalikan diri. Dalam pendekatan ini, kesadaran penuh menjadi kunci, yaitu ketika siswa diarahkan untuk benar-benar hadir, mencermati, dan menyelami proses belajarnya. Dengan efek sedang sebesar 0,68 serta selisih rata-rata yang cukup kuat antara kelompok perlakuan dan kelompok pembanding, (Saputra et al. , 2. mengungkap bahwa penggunaan kemampuan menulis peserta didik. Munculnya gagasan Kurikulum Berbasis Cinta yang menekankan kasih sayang, empati, dan hubungan emosional positif dianggap relevan untuk diterapkan dalam lembaga pendidikan Islam. Kurikulum ini berpijak 119 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. disampaikan dengan pendekatan penuh kasih dan penghargaan terhadap fitrah peserta didik (Rahmadani, 2. Meskipun konsep ini mulai dikembangkan di beberapa lembaga pendidikan Islam, penelitian yang mengkaji integrasinya secara spesifik pada MI masih sangat terbatas. Melihat pentingnya peran lembaga pendidikan Islam, penerapan pembelajaran bermakna, serta kebutuhan akan kurikulum yang lebih humanis, penelitian mengenai keterkaitan ketiganya di Madrasah Ibtidaiyah masih belum banyak dilakukan secara komprehensif. Sebagian besar kajian menempatkan pengaruh ketiganya dalam satu kerangka analisis yang utuh. Kondisi ini menimbulkan celah penelitian yang perlu dijembatani agar dapat pendidikan, model pembelajaran, dan kurikulum saling mendukung dalam meningkatkan perkembangan spiritual, sosial, dan akademik siswa. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengisi kekosongan tersebut dengan menelaah secara lebih mendalam hubungan ketiga komponen tersebut dalam konteks Madrasah Ibtidaiyah. METODE PENELITIAN Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur sebagai metode utama (Arikunto, 2. Studi literatur dilakukan dengan menelusuri berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti artikel jurnal terbaru, buku akademik, prosiding, laporan penelitian, dan dokumen kebijakan pendidikan Islam. Seluruh sumber dipilih berdasarkan keterkaitan dengan tema lembaga pendidikan Islam, konsep meaningful learning dalam studi keislaman, serta penerapan kurikulum berbasis cinta pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah. Proses pengumpulan data diawali dengan mengidentifikasi kata kunci yang sesuai, kemudian mencari sumber di database online dan pustaka Setelah itu, peneliti melakukan seleksi terhadap referensi yang memenuhi kriteria kualitas, tahun terbit . , serta relevansi dengan fokus kajian. Setiap temuan dari literatur dianalisis melalui proses 120 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Pengaruh Lembaga Pendidikan Islam Kegiatan Meaning Full Studi Keislaman KurikulumA| Meti Friska. Suwandi, ahmad Zainuri. Frika Fatimah Zahra membaca mendalam, merangkum pokok pikiran, membandingkan pandangan antar-penulis, dan mengelompokkan informasi ke dalam tema-tema tertentu. Analisis data yang digunakan adalah teknik content analysis, yakni menafsirkan isi dari berbagai literatur untuk menemukan pola, konsep, dan hubungan antarvariabel yang diteliti (Miles. Huberman. , & Saldaya, 2. Langkah ini meliputi reduksi informasi, penyusunan kategori tematik, dan pengolahan hasil interpretasi menjadi kesimpulan yang utuh. Dengan demikian, metode studi literatur ini memberikan gambaran komprehensif mengenai pengaruh lembaga pendidikan Islam, praktik pembelajaran bermakna, dan kurikulum berbasis cinta dalam mendukung perkembangan siswa Madrasah Ibtidaiyah. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengaruh Lembaga Pendidikan Islam Kamus Besar Bahasa Indonesia mengartikan lembaga sebagai perdagangan atau melakukan penelitian ilmiah. Sebaliknya, lembaga pendidikan adalah kumpulan individu atau kelompok yang karena alasan apa pun mengemban tugas mendidik siswa sesuai dengan tujuan dan misi (Gunadi. Hamdani. , & Awaliah, 2. Lembaga pendidikan Islam merupakan bentuk organisasi yang dirancang untuk membangun institusi berbasis nilai-nilai Islam yang mampu bertahan, berkembang, serta memiliki pola kerja yang teratur dalam menjalankan tugasnya. Organisasi ini memiliki struktur yang mengikat para anggotanya sehingga lembaga tersebut memiliki legitimasi dan kekuatan hukum. Dari penjelasan tersebut, lembaga pendidikan Islam dapat dipahami sebagai wadah atau institusi yang mengelola proses pendidikan Islam dengan struktur yang jelas dan fungsi utama menyelenggarakan pembelajaran keislaman. Dengan demikian, lembaga pendidikan Islam, termasuk sekolah atau madrasah, perlu menciptakan 121 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. suasana pendidikan yang kondusif agar pelaksanaan pendidikan berjalan optimal sesuai tanggung jawab yang diemban (Rasyid, 2. Lembaga Islam membentuk akhlak, pengetahuan, serta kepribadian umat Muslim. Sepanjang Islam peradaban Islam yang berlandaskan ajaran Al-Qur'an dan Hadis sejak masa awal. Di tengah tantangan kehidupan modern yang semakin rumit dan berubah cepat, keberadaan lembaga pendidikan Islam semakin dibutuhkan untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan Pendidikan Islam sendiri bermula sejak Rasulullah SAW menjadi pendidik pertama umat Muslim. Pada masa itu. Masjid Nabawi berfungsi sebagai pusat pembelajaran tempat Al-Qur'an dan Hadis Dalam proses pengajaran yang bersifat sederhana tersebut. Nabi memberikan bimbingan langsung kepada para sahabatnya (Dawam. Lembaga pendidikan Islam pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah kepribadian, akhlak, dan kemampuan spiritual peserta didik. Pada tahap usia sekolah dasar, karakter anak masih dalam proses pembentukan, menanamkan nilai-nilai keislaman secara konsisten (Aini. , & Maulidiyah, 2. Melalui budaya sekolah yang religius, pembiasaan ibadah, serta interaksi yang berlandaskan adab, madrasah mampu memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat akademik tetapi juga menumbuhkan moral serta kepekaan spiritual siswa. Selain menjadi tempat transmisi ilmu agama, lembaga pendidikan Islam berfungsi sebagai pembentuk kultur religius yang tercermin dari program-program harian, seperti pembacaan doa, tadarus, dan kegiatan praktik ibadah. Kegiatan tersebut membantu siswa memahami ajaran Islam secara lebih konkret, bukan sekadar teori. Lingkungan yang terstruktur dan bernuansa Islami juga membantu membangun kebiasaan 122 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Pengaruh Lembaga Pendidikan Islam Kegiatan Meaning Full Studi Keislaman KurikulumA| Meti Friska. Suwandi, ahmad Zainuri. Frika Fatimah Zahra positif, seperti disiplin, kejujuran, dan tanggung jawab, yang pada akhirnya berkontribusi pada perkembangan akhlak mulia anak. Madrasah Ibtidaiyah kemampuan sosial dan emosional peserta didik melalui pola pembinaan yang ramah anak, penuh kasih, dan menghargai setiap perbedaan. Guru tidak hanya bertindak sebagai pengajar, tetapi juga teladan yang keseharian (Hidayat. , & Safitri, 2. Dengan demikian, lembaga pendidikan Islam turut membentuk suasana belajar yang kondusif untuk penguatan karakter, kecerdasan spiritual, dan perkembangan kompetensi dasar yang seimbang dengan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Pengaruh Meaningful Learning (Pembelajaran Bermakn. Studi Keislaman Pembelajaran . eaningful keislaman merupakan pendekatan yang menekankan keterhubungan antara pengalaman belajar siswa dengan ajaran agama yang dipelajari. Dalam konteks Madrasah Ibtidaiyah, metode ini memungkinkan siswa memahami konsep keislaman secara lebih mendalam karena materi tidak memberikan pengalaman langsung serta relevansi dengan kehidupan sehari-hari (Nugraha. , & Fauziah, 2. Dengan memadukan nilai, praktik ibadah, dan refleksi diri, pembelajaran bermakna membantu siswa membangun pemahaman yang lebih kuat terhadap ajaran Islam. Ketika materi baru dikaitkan dengan kerangka pengetahuan yang telah dimiliki siswa selama proses pembelajaran, hal ini disebut pembelajaran bermakna. Oleh karena itu, siswa belajar secara bermakna konsep-konsep pengajaran dan membuat hubungan antara fenomena baru dan apa yang telah mereka ketahui. Pembelajaran yang menyenangkan dan mempunyai manfaat untuk memperoleh berbagai pengetahuan secara utuh guna pada 123 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. akhirnya meningkatkan keterampilan siswa disebut dengan pembelajaran bermakna (Kholifah et al. , 2. Guru harus menyelidiki ide-ide siswa yang sudah ada sebelumnya untuk mengintegrasikannya dengan hal-hal yang dipelajarinya agar pembelajaran menjadi bermakna. Hal ini perlu dilakukan agar siswa dapat belajar, memperoleh pengalaman langsung dari proses pembelajaran, dan menggunakan berbagai indera karena dalam pembelajaran bermakna, peserta didik Siswa melakukan lebih dari sekedar mendengarkan atau fokus pada penjelasan instruktur tentang materi pelajaran. Dengan mengetahui bagaimana kegiatan pembelajaran dilaksanakan maka suatu proses pembelajaran dapat dianggap bermakna (Hamida et al. , 2. Tidak seperti kegiatan menghafal semata, pembelajaran bermakna menekankan pentingnya memahami konsep secara mendalam. Untuk mencapai pengetahuan yang bermakna, siswa perlu menguasai gagasan inti, melihat keterkaitan antar konsep, serta memahami struktur yang melandasi suatu bidang studi. Cara belajar yang efektif bukan sekadar mengulangi informasi tanpa pemahaman, tetapi memperluas, menyusun. Pembelajaran bermakna juga menempatkan pemecahan masalah serta penerapan informasi dalam kondisi nyata sebagai bagian penting dalam proses Ketika siswa mampu menggunakan pengetahuan mereka untuk menyelesaikan persoalan atau menjelaskan fenomena kehidupan seharihari, mereka akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Proses penerapan ini tidak hanya memperkuat penguasaan konsep, tetapi juga menunjukkan kegunaan dan relevansi pengetahuan tersebut (Hamida et al. , 2. Pembelajaran bermakna memiliki nilai etis sekaligus praktis dalam dunia pendidikan karena mampu menumbuhkan pemahaman yang mendalam, mengasah kemampuan berpikir kritis, serta mendukung proses transfer pengetahuan secara efektif. Inti dari pendekatan ini adalah memberdayakan peserta didik agar mampu belajar secara mandiri 124 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 Pengaruh Lembaga Pendidikan Islam Kegiatan Meaning Full Studi Keislaman KurikulumA| Meti Friska. Suwandi, ahmad Zainuri. Frika Fatimah Zahra dan siap menghadapi berbagai persoalan yang kompleks. Pendekatan ini juga dipandang etis karena menghargai kapasitas kognitif siswa dalam membangun makna, sekaligus mendorong mereka untuk terlibat aktif dalam proses belajar yang mereka jalani. (Ahmad SyafiAoi, 2. Pengaruh Kurikulum Berbasis Cinta dalam Lembaga Pendidikan Islam Kurikulum berbasis cinta merupakan suatu pendekatan yang menjadikan rasa kasih, empati, dan penghargaan terhadap kemampuan Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, model ini menciptakan lingkungan belajar yang nyaman sehingga siswa merasa dihormati dan aman (Latifah. , & Suryana, 2. Ketika pendidik pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Islam menjadi lebih mudah terbentuk karena proses belajar berlangsung secara alami dan sejalan dengan perkembangan emosional mereka. Dalam penerapannya, kurikulum berbasis cinta memperkuat hubungan emosional antara guru dan siswa. Guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga figur teladan yang membantu siswa memahami ajaran Islam melalui sentuhan kasih, penguatan moral, dan pembiasaan perilaku positi. Pendekatan ini membuat nilai seperti kasih saying (Aulia, , & Hasanah, 2. , persaudaraan, dan kesabaran lebih mudah terinternalisasi, karena siswa melihat dan merasakan contoh nyata dari lingkungannya sehari-hari. Lebih jauh, pembelajaran yang dibangun atas dasar cinta mendorong keterlibatan belajar yang lebih aktif. Ketika hubungan guruAe siswa harmonis dan komunikasi berjalan empatik, anak lebih percaya diri untuk bertanya, berpendapat, dan mengeksplorasi hal baru. Suasana positif tersebut membantu menumbuhkan motivasi intrinsik, sehingga siswa belajar bukan karena tekanan, tetapi karena kenyamanan 125 | Ahsani Taqwim: Jurnal Pendidikan dan Keguruan Vol. 3 No. 1 Februari 2026 https://ejournal. org/index. php/AhsaniTaqwim e-ISSN: 3047-2563. p-ISSN: 3047-2571. Hal. emosional dan dorongan dari dalam dirinya (Hamid. , & Rahman, 2. Dengan demikian, kurikulum berbasis cinta mendukung keseimbangan perkembangan kognitif, karakter, dan spiritual sesuai tujuan pendidikan Islam. KESIMPULAN Temuan kajian memperlihatkan bahwa lembaga pendidikan Islam memegang peranan kunci dalam membentuk karakter, spiritualitas, dan perilaku siswa di Madrasah Ibtidaiyah melalui penerapan budaya religius, pembiasaan ibadah, serta keteladanan yang diberikan guru. Pendekatan menghubungkan materi dengan pengalaman sehari-hari, sehingga nilai-nilai Islam lebih mudah dipahami dan dipraktikkan. Di sisi lain, kurikulum berbasis cinta menciptakan suasana pembelajaran yang penuh kehangatan, empati, dan nilai kemanusiaan, sehingga siswa lebih termotivasi, percaya diri, dan berpartisipasi secara aktif. Secara keseluruhan, perpaduan ketiga pendekatan tersebut menghasilkan proses pendidikan yang harmonis antara aspek pengetahuan, sikap, dan spiritualitas, serta menunjang tercapainya tujuan pendidikan Islam di jenjang dasar. REFERENSI