Alacrity : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity Penerapan Pendidikan Karakter melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton Evi Susanti STAI Syekh Abdur Rauf Aceh Singkil Corresponding Author: Evi Susanti. ARTICLE INFO Article history: Received Revised Accepted KeywordsToywords Email: susantievi0902@gmail. ABSTRACT Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton. Pendidikan karakter diintegrasikan dalam proses pembelajaran dengan pendekatan berbasis nilai dan pengalaman, di mana nilai-nilai seperti kedisiplinan, kejujuran, dan tanggung jawab diajarkan baik dalam materi PAI maupun melalui kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan analisis Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan karakter di sekolah ini berdampak positif terhadap perubahan perilaku siswa, terutama dalam aspek kedisiplinan, akhlak, dan etika sosial. Meskipun demikian, metode pembelajaran yang masih didominasi ceramah dan evaluasi karakter yang dilakukan secara informal menjadi tantangan dalam meningkatkan efektivitas pendidikan karakter. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan sistem evaluasi yang lebih terstruktur untuk mengoptimalkan hasil penerapan pendidikan karakter di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton. pendidikan karakter. Pendidikan Agama Islam, pendekatan berbasis nilai, eksperiential learning, evaluasi karakter. INTRODUCTION Pendidikan karakter merupakan aspek penting dalam pembentukan kepribadian siswa yang tidak hanya berfokus pada pengembangan intelektual, tetapi juga pada pengembangan sikap dan perilaku yang baik. Di Indonesia, pendidikan karakter semakin diperhatikan oleh pemerintah dan masyarakat, terutama dalam upaya untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki nilai moral dan etika yang tinggi. Pendidikan Agama Islam (PAI), sebagai salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah, memiliki peran yang sangat signifikan dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa. Pembelajaran PAI bukan hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang agama, tetapi juga untuk membentuk karakter Evi Susanti: Penerapan Pendidikan Karakter melalui AA. Page170 Alacrity : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity siswa agar mereka mampu menjalani kehidupan yang berlandaskan pada ajaran agama dan nilai-nilai sosial yang baik. Di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton, pendidikan karakter telah diterapkan melalui berbagai pendekatan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Hal ini mencakup pengintegrasian nilai-nilai moral dan etika dalam setiap materi yang diajarkan, dengan tujuan untuk membentuk siswa yang tidak hanya memahami agama, tetapi juga dapat mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendidikan karakter melalui pembelajaran PAI di sekolah tersebut, serta menganalisis dampaknya terhadap perilaku siswa. Model pembelajaran yang digunakan di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton merupakan faktor utama yang mempengaruhi bagaimana pendidikan karakter ditanamkan kepada siswa. Berbagai pendekatan, seperti pendekatan berbasis nilai . alue-base. dan pendekatan berbasis pengalaman . xperiential learnin. , digunakan untuk mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran PAI. Pendekatan berbasis nilai menekankan pada pentingnya pemahaman nilai-nilai moral yang harus diterapkan dalam kehidupan seharihari, sementara pendekatan berbasis pengalaman memberikan kesempatan bagi siswa untuk merasakan dan menghayati nilai-nilai tersebut melalui kegiatan praktis dan pengalaman langsung. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan dalam pembelajaran karakter adalah value-based learning, di mana siswa tidak hanya diberikan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga diajak untuk merefleksikan dan mempraktekkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan mereka. Pendekatan ini sejalan dengan teori Pendidikan Karakter yang dikemukakan oleh Lickona . , yang menekankan pentingnya integrasi antara pengetahuan moral, perasaan, dan tindakan dalam proses pendidikan karakter. Menurut Lickona, pendidikan karakter yang efektif tidak hanya mengajarkan tentang apa yang benar, tetapi juga mendorong siswa untuk merasakan dan melakukan kebaikan Sementara itu, pendekatan experiential learning, yang dipopulerkan oleh Kolb . , memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung. Dalam konteks pendidikan karakter, pengalaman ini bisa berupa kegiatan sosial, kegiatan keagamaan, atau aktivitas lain yang mendukung perkembangan karakter siswa. Melalui pengalaman-pengalaman ini, siswa diharapkan dapat memahami secara mendalam nilai-nilai karakter yang diajarkan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari mereka. Evi Susanti: Penerapan Pendidikan Karakter melalui AA. Page171 Alacrity : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity Penerapan pendidikan karakter di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton tidak hanya berfokus pada pengajaran di dalam kelas, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pengajaran yang terintegrasi dengan nilai-nilai agama. Ini mencerminkan pentingnya pendekatan holistik dalam pendidikan karakter, di mana semua aspek kehidupan siswa diperhatikan, baik di dalam maupun di luar kelas. Hal ini sesuai dengan pandangan Pusat Pendidikan Karakter . , yang menyatakan bahwa pendidikan karakter harus menyentuh seluruh aspek kehidupan siswa, termasuk sikap, perilaku, dan kebiasaan sehari-hari. Salah satu dampak utama dari penerapan pendidikan karakter melalui pembelajaran PAI adalah perubahan perilaku siswa, terutama dalam aspek akhlak, kedisiplinan, dan etika sosial. Akhlak yang baik, yang merupakan inti dari ajaran agama Islam, diharapkan dapat tercermin dalam perilaku siswa, baik di dalam maupun di luar sekolah. Selain itu, kedisiplinan yang diterapkan melalui pendidikan karakter juga menjadi faktor penting dalam pembentukan sikap tanggung jawab siswa terhadap tugas dan kewajiban mereka, baik sebagai pelajar maupun sebagai anggota masyarakat. Dampak pendidikan karakter juga dapat dilihat dalam perubahan perilaku sosial siswa. Dalam kehidupan sehari-hari, siswa diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai sosial yang diajarkan dalam agama Islam, seperti tolong-menolong, kejujuran, dan rasa hormat terhadap orang lain. Hal ini akan membentuk siswa yang tidak hanya unggul dalam aspek akademis, tetapi juga memiliki etika sosial yang baik, yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Peran guru dalam pendidikan karakter sangat penting, terutama dalam memberikan bimbingan dan arahan yang tepat kepada siswa. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar materi pelajaran, tetapi juga sebagai pembimbing yang dapat memberikan contoh teladan dalam perilaku dan sikap. Teori pembelajaran sosial yang dikembangkan oleh Bandura . menunjukkan bahwa model atau teladan yang diberikan oleh guru memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku siswa. Oleh karena itu, peran guru dalam memfasilitasi siswa untuk menerapkan nilai-nilai karakter sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan karakter yang optimal. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh gambaran yang jelas mengenai efektivitas penerapan pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan rekomendasi yang dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan karakter di sekolah-sekolah lain. Evi Susanti: Penerapan Pendidikan Karakter melalui AA. Page172 Alacrity : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity terutama dalam konteks pembelajaran PAI yang terintegrasi dengan nilai-nilai moral dan etika yang kuat. Dengan demikian, penelitian ini memiliki kontribusi penting dalam mengidentifikasi dan menganalisis penerapan pendidikan karakter yang berbasis pada pembelajaran PAI di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton, serta dampaknya terhadap perubahan perilaku siswa, baik dalam aspek akhlak, kedisiplinan, maupun etika sosial mereka. RESEARCH METHODS Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap kegiatan pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru PAI, kepala sekolah, serta siswa, dan analisis dokumen terkait kurikulum dan materi pembelajaran. Pendekatan studi kasus dipilih untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai konteks penerapan pendidikan karakter di sekolah tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi-terstruktur yang memungkinkan peneliti untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai pengalaman guru dan siswa dalam menerapkan pendidikan karakter. Observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran PAI di kelas dan kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pembentukan karakter siswa. Analisis dokumen digunakan untuk menilai materi kurikulum yang digunakan serta kebijakan sekolah terkait pendidikan karakter. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara induktif untuk menemukan pola dan tema yang berkaitan dengan penerapan pendidikan karakter. Untuk memastikan validitas data, penelitian ini menggunakan triangulasi data, yaitu membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber, seperti wawancara dengan guru, siswa, dan kepala sekolah, serta hasil observasi di lapangan. Dengan demikian, diharapkan hasil penelitian dapat memberikan gambaran yang objektif dan komprehensif mengenai penerapan pendidikan karakter melalui pembelajaran PAI di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton. RESULTS AND DISCUSSION Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton telah dilaksanakan dengan baik, meskipun terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya. Dari segi model pembelajaran, sekolah ini Evi Susanti: Penerapan Pendidikan Karakter melalui AA. Page173 Alacrity : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity menggunakan pendekatan berbasis nilai . alue-base. yang mengintegrasikan nilai-nilai karakter dalam setiap materi yang diajarkan. Pendekatan ini bertujuan untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam prakteknya, nilai-nilai seperti kejujuran, disiplin, tolong-menolong, dan rasa hormat terhadap sesama siswa dan guru diajarkan melalui cerita-cerita dalam Al-QurAoan dan Hadis, serta aplikasi praktis dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. Pendekatan berbasis pengalaman . xperiential learnin. juga diterapkan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan proyek sosial yang melibatkan siswa langsung. Salah satu contoh nyata adalah kegiatan bakti sosial yang diadakan oleh siswa, di mana mereka dilibatkan dalam membantu masyarakat sekitar, yang bertujuan untuk menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari dalam kehidupan nyata. Melalui kegiatan ini, siswa dapat merasakan langsung manfaat dari memiliki karakter yang baik, seperti empati, rasa tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Namun, meskipun terdapat integrasi nilai-nilai karakter dalam pembelajaran PAI, metode yang digunakan oleh sebagian besar guru masih didominasi oleh pendekatan ceramah. Hal ini terbukti dari observasi yang dilakukan, di mana sebagian besar waktu pembelajaran digunakan untuk menyampaikan materi secara verbal tanpa melibatkan siswa dalam diskusi atau kegiatan yang lebih interaktif. Meskipun metode ceramah ini masih efektif dalam menyampaikan informasi dasar, ia tidak cukup untuk mendorong siswa berpikir kritis dan menginternalisasi nilai-nilai karakter secara lebih mendalam. Selain itu, meskipun tujuan pendidikan karakter sudah tercantum dalam kurikulum dan materi pembelajaran, guru di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton menghadapi tantangan dalam mengukur perubahan perilaku siswa secara Penilaian terhadap karakter siswa lebih banyak dilakukan secara informal melalui observasi langsung selama kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler, namun belum ada alat ukur yang standar dan sistematis untuk menilai aspek karakter secara objektif. Hal ini menjadi hambatan dalam mengevaluasi efektivitas pendidikan karakter secara menyeluruh. Dampak dari penerapan pendidikan karakter melalui pembelajaran PAI ini terlihat jelas pada perilaku siswa di sekolah. Hasil observasi menunjukkan bahwa banyak siswa yang lebih disiplin dalam mengikuti aturan sekolah, seperti tepat waktu dalam mengikuti pelajaran dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Selain itu, nilai-nilai sosial yang diajarkan melalui pembelajaran agama juga mulai terlihat dalam kehidupan sosial mereka, seperti saling menghormati antar teman, menjaga hubungan baik dengan guru, serta terbuka terhadap perbedaan. Evi Susanti: Penerapan Pendidikan Karakter melalui AA. Page174 Alacrity : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity Tingkat kedisiplinan siswa juga meningkat, baik dalam aspek akademik maupun non-akademik. Banyak siswa yang melaporkan bahwa mereka merasa lebih bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan oleh guru dan memiliki kesadaran yang lebih tinggi untuk berperilaku baik. Meskipun demikian, masih ada sebagian kecil siswa yang mengalami kesulitan dalam menerapkan nilai-nilai karakter, terutama dalam situasi yang membutuhkan pengorbanan pribadi atau ketika menghadapi godaan yang bertentangan dengan nilai yang diajarkan. Peran guru dalam membimbing dan memfasilitasi pendidikan karakter sangat besar. Guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar materi agama, tetapi juga sebagai contoh teladan bagi siswa dalam mengimplementasikan nilai-nilai Sebagian besar siswa mengaku merasa terinspirasi oleh sikap dan perilaku guru yang menunjukkan integritas, kesederhanaan, dan kejujuran. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan pendidikan karakter sangat bergantung pada teladan yang diberikan oleh guru, sesuai dengan teori pembelajaran sosial yang dikemukakan oleh Albert Bandura. Meskipun demikian, tidak semua guru merasa percaya diri dalam menerapkan pendidikan karakter dengan cara yang terstruktur dan terintegrasi dengan baik dalam pembelajaran PAI. Beberapa guru merasa kurang memiliki pelatihan yang cukup untuk mengintegrasikan karakter secara efektif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pelatihan bagi guru untuk memperkuat keterampilan mereka dalam mengajar dengan pendekatan berbasis karakter dan nilai-nilai agama Islam yang relevan. Secara keseluruhan, penerapan pendidikan karakter melalui pembelajaran PAI di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton menunjukkan hasil yang positif dalam pembentukan karakter siswa. Namun, ada beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki, seperti pengembangan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan peningkatan sistem evaluasi pendidikan karakter yang lebih Ke depan, diharapkan bahwa sekolah dapat lebih mengoptimalkan penerapan pendidikan karakter dengan melibatkan siswa lebih aktif dalam pembelajaran dan memberikan pelatihan yang lebih intensif kepada guru. Penerapan pendidikan karakter ini memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan moral dan sosial siswa. Sebagai bagian dari pendidikan yang lebih luas, penerapan nilai-nilai agama Islam yang terkandung dalam pendidikan karakter tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga membantu menciptakan generasi yang lebih bertanggung jawab dan memiliki etika yang baik, siap menghadapi tantangan kehidupan di masyarakat. Evi Susanti: Penerapan Pendidikan Karakter melalui AA. Page175 Alacrity : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity Disscussion Penerapan pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton dapat dianggap sebagai langkah yang signifikan dalam mengintegrasikan nilai-nilai moral ke dalam kurikulum pendidikan. Pendekatan berbasis nilai . alue-base. yang digunakan di sekolah ini sangat relevan dengan teori pendidikan karakter yang menekankan pada pembentukan moral dan etika siswa (Lickona, 1. Dalam konteks ini, nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, tolong-menolong, dan rasa hormat diajarkan secara langsung melalui materi-materi PAI yang mengacu pada ajaran Islam. Ini sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Suyanto . bahwa pendidikan karakter berbasis agama dapat menjadi landasan yang kuat dalam membentuk sikap moral siswa. Namun, meskipun pendekatan berbasis nilai ini diterapkan, tantangan terbesar dalam implementasinya adalah bagaimana membuat pembelajaran PAI menjadi lebih interaktif dan mengikutsertakan siswa dalam diskusi yang mengarah pada penguatan nilai-nilai karakter. Hal ini sejalan dengan pendapat Huda . yang mengungkapkan bahwa metode ceramah yang dominan dalam pembelajaran sering kali tidak cukup untuk menginternalisasi nilai-nilai karakter secara mendalam. Oleh karena itu, pembelajaran yang lebih berbasis pada pengalaman atau experiential learning, seperti kegiatan bakti sosial yang dilakukan oleh siswa, menjadi penting untuk memastikan bahwa nilai-nilai yang diajarkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kegiatan ekstrakurikuler yang melibatkan siswa dalam berbagai aktivitas sosial juga memberi dampak positif terhadap penerapan pendidikan karakter. Melalui pengalaman langsung, siswa tidak hanya memahami teori nilai-nilai karakter, tetapi juga merasakan manfaatnya dalam kehidupan nyata. Kegiatan seperti ini sejalan dengan teori Kolb . yang menjelaskan bahwa pengalaman langsung dapat memperkuat pemahaman dan keterampilan siswa dalam mengaplikasikan apa yang mereka pelajari. Ini membuktikan bahwa pendidikan karakter tidak hanya dapat dilakukan di dalam kelas, tetapi juga perlu diterapkan melalui kegiatan di luar kelas yang bersifat praktis. Salah satu dampak positif dari penerapan pendidikan karakter ini adalah perubahan signifikan dalam perilaku siswa, baik dalam aspek akhlak, kedisiplinan, maupun etika sosial. Berdasarkan hasil observasi, banyak siswa yang menunjukkan peningkatan disiplin dalam mengikuti peraturan sekolah dan menjalankan tugas mereka dengan lebih bertanggung jawab. Ini mengindikasikan bahwa penerapan pendidikan karakter melalui PAI telah memberi kontribusi Evi Susanti: Penerapan Pendidikan Karakter melalui AA. Page176 Alacrity : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity terhadap perkembangan kepribadian siswa, sebagaimana yang diungkapkan oleh Kurniawan . , yang menjelaskan bahwa pendidikan karakter dapat membentuk kedisiplinan dan rasa tanggung jawab pada siswa. Namun, meskipun terdapat peningkatan dalam kedisiplinan, penilaian terhadap karakter siswa masih dilakukan secara informal dan tidak terstruktur. Siswa dievaluasi melalui observasi langsung oleh guru, yang dapat menimbulkan bias dan kurangnya objektivitas dalam menilai perubahan perilaku siswa. Hal ini sesuai dengan temuan Sutarno . yang menyatakan bahwa dalam banyak kasus, evaluasi karakter masih dilakukan tanpa adanya alat ukur yang baku dan Oleh karena itu, perlu ada sistem penilaian yang lebih terstruktur dan objektif untuk mengukur efektivitas pendidikan karakter di sekolah. Di sisi lain, meskipun tujuan pendidikan karakter telah tercantum dalam kurikulum, pengajaran karakter melalui PAI di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton masih menghadapi kendala dalam hal pengintegrasian karakter dalam semua aspek pembelajaran. Menurut Depdiknas . , pendidikan karakter harusnya dilakukan tidak hanya di mata pelajaran agama, tetapi juga harus diintegrasikan ke dalam mata pelajaran lain dan kegiatan sekolah secara Ini berarti bahwa upaya pembentukan karakter seharusnya menjadi bagian dari budaya sekolah, bukan hanya tanggung jawab guru PAI semata. Guru memegang peranan penting dalam keberhasilan implementasi pendidikan karakter. Sebagian besar siswa mengaku merasa terinspirasi oleh sikap dan teladan yang diberikan oleh guru, seperti kejujuran dan kesederhanaan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan teori pembelajaran sosial yang dikemukakan oleh Bandura . , yang menunjukkan bahwa siswa cenderung meniru perilaku positif dari model yang mereka lihat. Oleh karena itu, guru di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton diharapkan tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga contoh teladan yang baik bagi siswa. Namun, masih ada beberapa guru yang merasa belum cukup terlatih dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran PAI dengan cara yang lebih terstruktur. Huda . menyatakan bahwa banyak guru yang belum memiliki pengetahuan yang cukup dalam hal metode dan strategi yang efektif untuk mengintegrasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi sekolah untuk memberikan pelatihan berkelanjutan bagi para guru agar mereka lebih siap dan percaya diri dalam mengimplementasikan pendidikan karakter secara efektif. Selain itu, meskipun pendidikan karakter telah memberikan dampak positif terhadap perilaku siswa, penerapan karakter yang berbasis pada ajaran agama Islam harus diimbangi dengan pembelajaran yang memperhatikan konteks lokal. Evi Susanti: Penerapan Pendidikan Karakter melalui AA. Page177 Alacrity : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity Sebagai contoh. SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton terletak di daerah yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sehingga pendidikan karakter berbasis agama menjadi relevan. Namun, penting juga untuk memastikan bahwa pendidikan karakter dapat diterima oleh semua siswa, termasuk mereka yang berasal dari latar belakang yang berbeda, seperti yang disampaikan oleh Arifin . , yang menekankan pentingnya pendekatan yang inklusif dalam pendidikan karakter. Ke depan, untuk meningkatkan efektivitas pendidikan karakter di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton, perlu adanya evaluasi yang lebih menyeluruh mengenai metode yang digunakan, serta peningkatan pelatihan bagi guru agar dapat lebih memadukan teori dengan praktik dalam pembelajaran. Dengan adanya peningkatan ini, diharapkan pendidikan karakter dapat diterapkan dengan lebih efektif dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi siswa, baik dalam perkembangan moral, sosial, maupun akademik mereka. CONCLUSION Penerapan pendidikan karakter melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton terbukti memberikan dampak positif terhadap perilaku dan perkembangan moral siswa. Pendekatan berbasis nilai yang mengintegrasikan karakter dalam setiap pembelajaran agama Islam, didukung dengan kegiatan ekstrakurikuler yang relevan, berhasil menanamkan nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan rasa tanggung jawab pada siswa. Meskipun demikian, metode pembelajaran yang masih dominan menggunakan ceramah perlu diperbaiki dengan meningkatkan interaktivitas dan pengalaman langsung bagi siswa untuk memperdalam pemahaman mereka terhadap nilainilai karakter. Namun, evaluasi terhadap penerapan pendidikan karakter di sekolah ini masih kurang terstruktur dan lebih mengandalkan observasi informal. Oleh karena itu, diperlukan sistem evaluasi yang lebih objektif dan terstandarisasi untuk mengukur efektivitas pendidikan karakter secara lebih akurat. Selain itu, penting bagi sekolah untuk memberikan pelatihan lebih lanjut bagi guru agar mereka dapat lebih percaya diri dalam mengintegrasikan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran secara efektif. Dengan perbaikan ini, pendidikan karakter di SMA IT Pompes Darur Rasyid Silaton diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih signifikan bagi perkembangan karakter siswa di masa depan. Evi Susanti: Penerapan Pendidikan Karakter melalui AA. Page178 Alacrity : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity REFERENCES