Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis Volume. Nomor. 3 September 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 566-580 DOI: https://doi. org/10. 55606/jupsim. Tersedia : https://journalcenter. org/index. php/jupsim Eksplorasi Penerimaan Aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) Melalui Model UTAUT3 dan Trust Dessy Triana Putri1*. Dedy Setiawan2. Dewi Lestari3 1,2,3 Program Studi Sistem Informasi. Universitas Jambi. Indonesia *Penulis Korespondensi: dessytrianaptri@gmail. Abstract. This study aims to evaluate the factors influencing user acceptance of the Pegadaian Digital Service (PDS) application by applying the UTAUT3 framework with the addition of the Trust variable. Based on interview findings and user review analysis. PDS adoption remains relatively low due to initial access difficulties, inconsistent navigation, and concerns regarding data security. The research employed a quantitative approach with 100 active PDS users as respondents. The collected data were analyzed using the SEM-PLS method. The results indicate that Effort Expectancy. Social Influence, and Personal Innovativeness significantly affect Behavioral Intention, while Habit has a significant effect on Use Behavior. In contrast. Performance Expectancy. Facilitating Conditions. Price Value. Trust, and Behavioral Intention do not significantly influence Use Behavior. The model demonstrates moderate explanatory power (RA = 0. 555 for BI and 0. 274 for UB). These findings suggest that, in collateral-based financial services such as PDS, behavioral intention alone is insufficient to drive actual usage without adequate supporting conditions. The practical implications highlight the importance of improving user experience, strengthening socially driven campaigns, and fostering user habits through digital incentives to enhance PDS adoption. Keywords: Effort Expectancy. Personal Innovativeness. Social Influence. User Acceptance. User Habit Abstrak. Studi ini dilakukan untuk mengevaluasi faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan pengguna aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) dengan menggunakan pendekatan UTAUT3 yang diperluas melalui penambahan variabel Trust. Berdasarkan temuan wawancara dan analisis ulasan pengguna, ditemukan bahwa penerimaan PDS masih rendah akibat kebingungan saat akses awal, navigasi tidak konsisten, dan kekhawatiran keamanan data. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 100 pengguna PDS. Data yang diperoleh kemudian diolah melalui pendekatan SEM-PLS. Analisis menunjukkan bahwa variabel Effort Expectancy. Social Influence, serta Personal Innovativeness memberikan pengaruh yang signifikan pada Behavioral Intention, sedangkan variabel Habit terbukti signifikan memengaruhi Use Behavior. Namun. Performance Expectancy. Facilitating Conditions. Price Value. Trust, dan Behavioral Intention tidak berpengaruh signifikan terhadap Use Behavior. Model menunjukkan kemampuan penjelasan yang moderat (RA = 0. 555 untuk BI dan 0. 274 untuk UB). Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam layanan keuangan berbasis jaminan seperti PDS, niat penggunaan belum cukup mendorong tindakan aktual tanpa dukungan faktor pendukung yang memadai. Implikasi praktis menyarankan fokus pada perbaikan pengalaman pengguna, penguatan kampanye berbasis pengaruh sosial, dan pembentukan kebiasaan melalui insentif digital untuk meningkatkan adopsi PDS. Kata kunci: Harapan Usaha. Inovasi Pribadi. Kebiasaan Pengguna. Penerimaan Pengguna. Pengaruh Sosial LATAR BELAKANG Kemajuan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat mendorong percepatan transformasi digital pada sektor jasa keuangan, termasuk layanan perbankan digital, fintech, dan sistem pembayaran elektronik (Sofyan & Hasibuan, 2. Perkembangan teknologi finansial juga terbukti mempermudah akses layanan keuangan (Mulyani F & Haliza N, 2. , sejalan dengan meningkatnya penggunaan perangkat mobile. Di Indonesia, dominasi penggunaan perangkat mobile . ,84%) pada 2022Ae2025 menjadi indikator kuat pergeseran ke layanan digital. Dalam responsnya. PT Pegadaian (Perser. BUMN di bidang pembiayaan berbasis gadai dan investasi emas sejak 1901, meluncurkan Pegadaian Digital Service (PDS) Naskah Masuk: 29 Agustus, 2025. Revisi: 12 September, 2025. Diterima: 28 September, 2025. Terbit: 30 September, 2025 Eksplorasi Penerimaan Aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) Melalui Model UTAUT3 dan Trust pada 2018 sebagai respons terhadap transformasi digital layanan keuangan. Aplikasi ini memungkinkan akses 24/7 ke berbagai layanan seperti Tabungan Emas mulai Rp10. 000, gadai, dan pembiayaan melalui perangkat mobile dan pada 2022 terpilih sebagai salah satu produk investasi emas terbaik (StatCounter, 2. Penetapan Pegadaian sebagai Bank Emas pada Februari 2025 semakin memperkuat legitimasi dan kepercayaan terhadap layanannya. Namun, penerimaan pengguna masih terkendala masalah teknis . egistrasi rumit, saldo tidak terupdat. serta kekhawatiran atas keamanan data dan aset, sebagaimana terlihat dalam ulasan PlayStore. Untuk menganalisis penerimaan teknologi, penelitian ini menggunakan model UTAUT3, yang mencakup faktor seperti Performance Expectancy. Effort Expectancy, hingga Personal Innovativeness (Azam et al. , 2. , yang telah digunakan dalam berbagai studi fintech meskipun hasilnya kontekstual (Kristi et al. , 2. Mengingat sensitivitas layanan keuangan digital, konstruk Trust (TR) ditambahkan sebagai faktor kritis, mengacu pada temuan bahwa kepercayaan terhadap keamanan dan reputasi penyedia sangat memengaruhi niat penggunaan (Prabu et al. , 2. Dengan demikian. Studi ini berfokus pada analisis penerimaan pengguna aplikasi PDS menggunakan kerangka UTAUT3 yang diperluas dengan variabel Trust, sehingga dapat diketahui faktor-faktor yang berperan dalam membentuk niat maupun perilaku penggunaan jangka panjang. KAJIAN TEORITIS Penelitian ini menggunakan model UTAUT3 yang dipadukan dengan variabel Trust, yang mencakup sembilan variabel independen serta dua variabel dependen. Dari kerangka penelitian tersebut, dirumuskan sejumlah hipotesis yang menggambarkan hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Gambar 1. Model Penelitian. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 566-580 Performance Expectancy (PE) Performance Expectancy menggambarkan tingkat keyakinan pengguna bahwa pemanfaatan sistem dapat meningkatkan efektivitas serta hasil pekerjaan mereka (Samarinda. Pada konteks Pegadaian Digital Service (PDS). PE menggambarkan persepsi bahwa aplikasi ini memudahkan akses terhadap layanan seperti tabungan emas, gadai, maupun pembayaran, secara lebih praktis dibandingkan metode konvensional. Samarinda . dalam penelitiannya menunjukkan bahwa Performance Expectancy berpengaruh secara signifikan terhadap niat seseorang untuk menggunakan teknologi digital. Berdasarkan temuan tersebut, hipotesis pertama dirumuskan: H1: Performance Expectancy (PE) berpengaruh secara signifikan terhadap Behavioral Intention (BI) dalam penggunaan aplikasi PDS. Effort Expectancy (EE) Effort Expectancy mengacu pada persepsi pengguna mengenai seberapa sederhana dan mudah suatu sistem untuk digunakan (Asmita & Hamid, 2. Dalam aplikasi PDS, indikator ini terkait dengan kemudahan navigasi menu, proses registrasi, verifikasi, hingga pelaksanaan Penelitian terdahulu oleh Asmita & Hamid, 2022 menemukan bahwa semakin sederhana penggunaan suatu aplikasi, maka semakin tinggi kecenderungan pengguna untuk Berdasarkan temuan tersebut, hipotesis kedua disusun: H2: Effort Expectancy (EE) berpengaruh secara signifikan terhadap Behavioral Intention (BI) dalam penggunaan aplikasi PDS. Social Influence (SI) Social Influence merujuk pada pengaruh orang-orang penting di sekitar, baik keluarga, teman, maupun rekan kerja, yang mendorong individu untuk menggunakan sistem tertentu (Anugrah et al. , 2. Dalam konteks PDS, pengaruh sosial muncul ketika seseorang termotivasi menggunakan aplikasi karena melihat orang terdekat telah memanfaatkannya untuk menabung emas atau bertransaksi. Penelitian oleh Anugrah et al. , 2024 menyatakan bahwa faktor sosial memiliki pengaruh signifikan terhadap niat menggunakan layanan finansial digital (Anugrah et al. , 2. Dengan demikian, hipotesis ketiga dirumuskan: H3: Social Influence (SI) berpengaruh secara signifikan terhadap Behavioral Intention (BI) dalam penggunaan aplikasi PDS. Eksplorasi Penerimaan Aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) Melalui Model UTAUT3 dan Trust Facilitating Conditions (FC) Facilitating Conditions adalah kondisi pendukung berupa ketersediaan sarana, prasarana, dan bantuan teknis yang memungkinkan seseorang menggunakan sistem dengan efektif (Rasulong et al. , 2. Dalam konteks PDS. FC mencakup akses internet stabil, tersedianya panduan penggunaan, respons layanan pelanggan, dan dukungan dari petugas Penelitian oleh Asmita & Hamid, 2022 serta Rasulong et al. , 2024 menunjukkan bahwa kondisi ini tidak hanya meningkatkan keyakinan pengguna, tetapi juga mempermudah pelaksanaan penggunaan aktual. Maka hipotesis yang dirumuskan adalah: H4: Facilitating Conditions (FC) berpengaruh secara signifikan terhadap Behavioral Intention (BI) dalam penggunaan aplikasi PDS. H5: Facilitating Conditions (FC) berpengaruh secara signifikan terhadap Use Behavior (UB) dalam penggunaan aplikasi PDS. Hedonic Motivation (HM) Hedonic Motivation menggambarkan rasa senang atau kepuasan emosional yang dirasakan pengguna ketika berinteraksi dengan sebuah teknologi. (Rabiah et al. , 2. Pada PDS. HM dapat dirasakan melalui desain antarmuka yang menarik, adanya notifikasi capaian tabungan emas, atau rasa bangga dapat menabung emas secara digital. Penelitian oleh Rabiah et al. , 2024 mengonfirmasi bahwa HM berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan aplikasi mobile commerce. Maka hipotesis keenam dirumuskan: H6: Hedonic Motivation (HM) berpengaruh secara signifikan terhadap Behavioral Intention (BI) dalam penggunaan aplikasi PDS. Price Value (PV) Price Value merupakan persepsi pengguna mengenai keseimbangan antara keuntungan yang diperoleh dari teknologi dengan pengorbanan biaya, waktu, atau usaha yang dikeluarkan (Maulani & Handayani, 2. Pada aplikasi PDS. PV terbentuk ketika pengguna merasa fitur seperti tabungan emas mulai Rp10. 000, bebas biaya administrasi, serta promo diskon transaksi memberikan keuntungan nyata. Penelitian oleh Maulani & Handayani, 2023 menyatakan PV menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi aplikasi keuangan digital. Sehingga disusun H7: Price Value (PV) berpengaruh secara signifikan terhadap Behavioral Intention (BI) dalam penggunaan aplikasi PDS. Habit (HB) Habit merefleksikan kebiasaan pengguna dalam menggunakan teknologi, yang muncul secara spontan akibat penggunaan berulang sebelumnya (Wibowo & Sobari, 2. Pada PDS. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 566-580 kebiasaan terbentuk ketika pengguna rutin memantau harga emas, melakukan top up, atau membayar tagihan melalui aplikasi. Penelitian oleh Wibowo & Sobari, 2023 menunjukkan habit tidak hanya memperkuat niat penggunaan, tetapi juga berdampak langsung pada perilaku aktual (Rauf et al. , 2. Oleh sebab itu, hipotesis berikut diajukan: H8: Habit (HB) berpengaruh secara signifikan terhadap Behavioral Intention (BI) dalam penggunaan aplikasi PDS. H9: Habit (HB) berpengaruh secara signifikan terhadap Use Behavior (UB) pengguna dalam penggunaan aplikasi PDS. Personal Innovativeness (PI) PI merefleksikan keterbukaan individu terhadap teknologi baru serta kecenderungan menjadi pelopor dalam mencoba inovasi (Yu et al. , 2. Dalam konteks PDS, hal ini tampak pada pengguna yang bersemangat menjajal fitur baru, seperti cicil emas atau integrasi e-wallet. Penelitian oleh Yu et al. , 2024 menemukan bahwa PI berpengaruh terhadap niat penggunaan, sementara Wu et al. , 2025 menunjukkan bahwa PI juga memperkuat perilaku penggunaan Sehingga disusun hipotesis: H10: Personal Innovativeness (PI) berpengaruh secara signifikan terhadap Behavioral Intention (BI) dalam penggunaan aplikasi PDS. H11: Personal Innovativeness (PI) berpengaruh secara signifikan terhadap Use Behavior (UB) dalam penggunaan aplikasi PDS. Trust (TR) Trust merujuk pada keyakinan individu terhadap perlindungan data, konsistensi layanan, dan keutuhan sistem digital, terutama dalam aktivitas transaksi finansial (Mulazid et , 2. Pada PDS, trust menjadi krusial karena pengguna perlu memberikan data pribadi, melakukan verifikasi identitas, serta bertransaksi dengan nominal tertentu. Mulazid et al. , 2024 menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan memengaruhi niat pengguna untuk mengadopsi layanan keuangan digital. Maka hipotesis yang diajukan adalah : H12: Trust (TR) berpengaruh secara signifikan terhadap Behavioral Intention (BI) dalam penggunaan aplikasi PDS. Behavioral Intention terhadap Use Behavior Behavioral Intention merujuk pada niat atau keinginan individu untuk tetap menggunakan suatu sistem atau teknologi di kemudian hari (Paramita & Cahyadi, 2. Dalam PDS, semakin kuat niat pengguna, semakin besar pula peluang aplikasi digunakan secara berulang. Penelitian oleh Paramita & Cahyadi, 2024 membuktikan adanya pengaruh BI Eksplorasi Penerimaan Aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) Melalui Model UTAUT3 dan Trust terhadap penggunaan aktual sistem pembayaran digital seperti QRIS. Berdasarkan hal tersebut, hipotesis ke-13 dirumuskan: H13: Behavioral Intention (BI) berpengaruh secara signifikan terhadap Use Behavior (UB) dalam penggunaan aplikasi PDS. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan tujuan mengidentifikasi faktorfaktor yang memengaruhi penerimaan pengguna terhadap aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS). Populasi dalam penelitian ini terdiri atas seluruh pengguna aktif PDS di Indonesia, yang berdasarkan data dari Google Play Store diperkirakan mencapai sekitar lima juta orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan kriteria bahwa responden telah menggunakan aplikasi PDS secara aktif minimal selama tiga bulan. Jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus Slovin dengan margin of error sebesar 10%, sehingga diperoleh kebutuhan sampel sebanyak 100 responden sesuai dengan jumlah kuesioner yang berhasil dikembalikan dan layak untuk dianalisis. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner daring yang dikembangkan melalui Google Form, menggunakan skala Likert lima poin yang berkisar dari 1 . angat tidak setuj. hingga 5 . angat setuj. Penyebaran kuesioner dilakukan melalui berbagai platform media sosial, seperti WhatsApp. TikTok. X . ebelumnya Twitte. , dan Threads, guna menjangkau responden dari berbagai latar belakang. Seluruh butir pertanyaan dalam kuesioner dirumuskan berdasarkan indikator-indikator yang merujuk pada variabel dalam model penelitian. Data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling Ae Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS versi 4. Proses analisis dilakukan dalam dua tahap utama. Tahap pertama adalah evaluasi measurement model untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen, yang meliputi uji validitas konvergen, validitas diskriminan, composite reliability, serta koefisien CronbachAos Alpha. Tahap kedua adalah pengujian structural model untuk menilai hubungan kausal antarvariabel laten dalam model serta menguji hipotesis penelitian, terutama dalam menentukan signifikansi pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Demografi Karakteristik Responden Penelitian ini melibatkan 100 responden pengguna PDS dengan karakteristik dominan adalah perempuan . %), usia 25Ae 34 tahun . %), dan pengguna baru . % menggunakan JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 566-580 aplikasi 3Ae6 bula. Responden berasal dari 19 provinsi, terbanyak dari DKI Jakarta dan Jawa Barat . asing-masing 22%), menunjukkan cakupan nasional dengan dominasi wilayah Jawa dan Sumatera. Outer Model Outer Model . odel pengukura. dalam PLS-SEM menjelaskan hubungan antara variabel laten dengan indikatorindikator pengukurannya, serta digunakan untuk menilai kualitas konstruk melalui uji validitas . onvergent dan discriminant validit. dan reliabilitas . isalnya melalui factor loading dan composite reliabilit. Uji Validitas Konvergen Uji validitas konvergen bertujuan untuk memastikan bahwa indikator-indikator mampu merepresentasikan konstruk laten secara akurat. Pada tingkat indikator, validitas dinilai berdasarkan nilai outer loading, dengan ambang batas minimal 0. 70, sementara konstruk. Validitas konvergen dianggap memadai apabila setiap konstruk mampu menjelaskan lebih dari 50% varian dari indikator-indikatornya, yang tercermin dari nilai Average Variance Extracted (AVE) Ou 0,50 (Hair. Joseph F. et al. , 2. Dari total 33 butir pertanyaan yang digunakan, sebagian besar indikator telah memenuhi kriteria outer loading, kecuali tiga indikator yaitu EE1. PV2, dan UB3 yang dihapus karena nilainya berada di bawah ambang batas. Setelah indikator-indikator tersebut dieliminasi, seluruh konstruk menunjukkan nilai AVE di atas 0. sehingga validitas konvergen dapat dinyatakan terpenuhi. Eksplorasi Penerimaan Aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) Melalui Model UTAUT3 dan Trust Tabel 1. Uji Validitas Konvergen. Variabel Indikator Outer Loading Performance Expectancy (PE) PE1 PE2 PE3 Effort Expectancy (EE) EE1 EE2 EE3 Social Influence (SI) SI1 SI2 SI3 Facilitating Conditions (FC) FC1 FC2 FC3 Hedonic Motivation (HM) HM1 HM2 HM3 Price Value (PV) PV1 PV2 PV3 Habit (HB) HB1 HB2 HB3 Personal Innovativeness (PI) PI1 PI2 PI3 Trust (TR) TR1 TR2 TR3 Behavioral Intention (BI) BI1 BI2 BI3 Use Behavior (UB) UB1 UB2 UB3 Uji Validitas diskriminan Keterangan Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid AVE Uji Validitas diskriminan dievaluasi melalui dua pendekatan: kriteria Fornell-Larcker dan cross loading. Untuk indikator reflektif, validitas diskriminan terpenuhi jika nilai cross loading terhadap konstruk asal melebihi 0,70. Selain itu, suatu konstruk dianggap memiliki validitas diskriminan yang memadai apabila akar kuadrat Average Variance Extracted (AVE)-nya lebih besar daripada korelasinya dengan konstruk lain. Hasil pengujian berdasarkan kriteria Fornelarcker ditampilkan dalam Tabel 2 JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 566-580 Tabel 2. Hasil Uji Validitas Diskriminan Fornell-Lacker. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas bertujuan untuk menjamin konsistensi internal dari instrumen penelitian, sehingga dapat menilai ketepatan, kestabilan, dan keajegan alat ukur. Pada metode PLS, reliabilitas dievaluasi menggunakan dua ukuran utama, yaitu CronbachAos Alpha dan Composite Reliability. CronbachAos Alpha berfungsi untuk menilai konsistensi dasar dari konstruk, sedangkan Composite Reliability digunakan untuk mengukur reliabilitas aktual dari konstruk Suatu konstruk dianggap reliabel jika nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability-nya masing-masing melebihi 0. Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas. Variabel CronbachAos Alpha Composite Keterangan Reliability Performance Expetency (PE) Reliabel Effort Expectancy (EE) Reliabel Social Influence (SI) Reliabel Facilitating Conditions (FC) Reliabel Hedonic Motivation (HM) Reliabel Price Value (PV) Reliabel Habit (HB) Reliabel Personal Innovativeness (PI) Reliabel Trust (TR) Reliabel Behavioral Intention (BI) Reliabel Use Behavior (UB) Reliabel Berdasarkan Tabel 3, seluruh konstruk menunjukkan nilai CronbachAos Alpha dan Composite Reliability yang lebih tinggi dari batas minimum 0. 7, sehingga mengindikasikan bahwa instrumen dalam penelitian ini memiliki tingkat reliabilitas yang memadai. Eksplorasi Penerimaan Aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) Melalui Model UTAUT3 dan Trust Inner Model Inner model digunakan berfungsi untuk menguji hubungan kausal antara variabel laten dalam model struktural, khususnya antara variabel independen dan variabel dependen. Pengujian tersebut dilakukan melalui sejumlah tahapan, yaitu: R-Square (RA) Nilai R-square digunakan untuk menilai seberapa besar proporsi variansi variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model. Secara umum, nilai RA 10 dianggap mencerminkan pengaruh yang lemah, nilai 0. 30 menunjukkan pengaruh sedang, sedangkan nilai 0. 50 atau lebih mengindikasikan pengaruh yang kuat. Variabel Behavior Intention (BI) Use Behavior (UB) Tabel 4. R-Square. R-Square Keterangan Moderat Moderat Nilai RA untuk untuk variabel Behavioral Intention dan Use Behavior berada pada kategori moderat. Hal ini menunjukkan bahwa konstruk dalam model penelitian mampu menjelaskan sebagian besar variasi niat serta perilaku penggunaan aplikasi PDS. Namun demikian, masih terdapat kemungkinan adanya faktor lain di luar model yang turut memberikan pengaruh. F- Square (FA) Ukuran pengaruh . ffect siz. , digunakan untuk menilai kontribusi praktis variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai FA ditafsirkan sebagai pengaruh kecil apabila Ou0. 02, sedang bila Ou0. 15, dan besar jika Ou0. Tabel 5. F- Square. Hubungan Antar Jalur F-Square Keterangan PE IeBI Kecil EE Ie BI Kecil SI Ie BI Kecil FC Ie BI Kecil FC Ie UB Kecil HM IeBI Kecil PV Ie BI Kecil HB Ie BI Kecil HB Ie UB Kecil PI Ie BI Menengah PI Ie UB Kecil TR Ie BI Kecil BI Ie UB Kecil Berdasarkan hasil F-Square, hanya Personal Innovativeness yang memberikan efek menengah, menunjukkan kontribusi substantif terhadap Behavioral Intention. Sementara itu. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 566-580 seluruh hubungan lainnya memiliki pengaruh kecil, yang mengindikasikan bahwa niat pengguna belum sepenuhnya terwujud dalam perilaku aktual. Uji Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan untuk menentukan apakah hipotesis yang telah dirumuskan diterima atau ditolak. Nilai path coefficient digunakan untuk melihat arah dan kekuatan pengaruh dengan rentang -1 hingga 1, di mana nilai positif menunjukkan pengaruh searah dan negatif menunjukkan pengaruh berlawanan. Tingkat signifikansi ditentukan melalui nilai t-statistic dan p-value hasil bootstrapping dengan pendekatan uji dua arah . wo-tailed tes. , dengan kriteria signifikan jika t-statistic > 1,96 dan p-value < 0,05. Tabel 6. Uji Hipotesis. Hipotesis Path Coefisien T-Statistik P-Values Keterangan H1 : PEIeBI Ditolak H2 : EEIeBI Diterima H3 : SIIeBI Diterima H4 : FCIeBI Ditolak H5 : FCIeUB Ditolak H6 : HMIeBI Ditolak H7 : PVIeBI Ditolak H8 : HBIeBI Ditolak H9 : HBIeUB Diterima H10 : PIIeBI Diterima H11 : PIIeUB Ditolak H12 : TRIeBI Ditolak H13 : BIIeUB Ditolak Setelah dilakukan penghitungan menggunakan smartPLS, dapat diketahui hasil uji hipotesis sebagai berikut : Koefisien 0,186 dengan t-statistik 1,353 dan p-value 0,176 (>0,. menandakan hipotesis Dengan demikian. Performance Expectancy tidak berpengaruh signifikan terhadap Behavioral Intention. Meskipun pengguna menyadari aplikasi dapat mempermudah akses layanan, hal tersebut belum cukup kuat mendorong niat penggunaan. PDS masih dianggap sebagai pelengkap, bukan layanan utama. Agar PE lebih berpengaruh, diperlukan sosialisasi manfaat nyata serta integrasi fitur yang benar-benar relevan untuk aktivitas harian. Nilai koefisien 0,253, t-statistik 2,614, dan p-value 0,009 (<0,. menunjukkan hipotesis Artinya, kemudahan penggunaan aplikasi berhubungan positif dengan niat Faktor seperti navigasi intuitif, proses registrasi sederhana, dan respon aplikasi yang cepat menjadi penentu utama. Oleh karena itu. Pegadaian perlu terus meningkatkan Eksplorasi Penerimaan Aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) Melalui Model UTAUT3 dan Trust kualitas antarmuka dan pengalaman pengguna agar lebih ramah bagi berbagai tingkat literasi digital. Dengan koefisien 0,254, t-statistik 2,622, dan p-value 0,024 (<0,. , hipotesis diterima. Hal ini menandakan pengaruh Social Influence signifikan, di mana dorongan dari keluarga, teman, atau rekan kerja meningkatkan niat menggunakan aplikasi. Peran komunitas serta kampanye berbasis rekomendasi mulut ke mulut maupun media sosial menjadi penting. Strategi seperti referral program atau konten pengguna dapat memperkuat pengaruh ini. Koefisien 0,072, t-statistik 0,499, dan p-value 0,618 (>0,. membuat hipotesis ditolak. Dukungan infrastruktur dan teknis (Facilitating Condition. ternyata tidak memengaruhi niat pengguna. Walau pengguna mengetahui adanya layanan bantuan, hal tersebut bukan pertimbangan utama dalam menentukan niat penggunaan. Meski begitu. FC tetap berperan penting saat pengguna menghadapi kendala nyata. Koefisien 0,034, t-statistik 0,247, dan p-value 0,805 (>0,. juga membuat hipotesis Artinya, faktor dukungan eksternal seperti jaringan internet atau akses layanan pelanggan tidak berpengaruh signifikan pada perilaku aktual. Hal ini bisa jadi karena pengguna yang sudah memiliki niat tinggi tetap menggunakan aplikasi meski infrastruktur kurang optimal, sedangkan yang kurang berminat tetap enggan walau dukungan tersedia. Dengan koefisien -0,034, t-statistik 0,301, dan p-value 0,763 (>0,. , hipotesis ditolak. Selain tidak signifikan, arah pengaruhnya negatif meski kecil. Ini berarti faktor kesenangan belum menjadi pendorong utama dalam membentuk niat. Pengguna lebih menekankan aspek praktis seperti kemudahan dan manfaat. Walaupun demikian, dimensi hedonik masih bisa ditingkatkan melalui fitur yang lebih menarik, misalnya notifikasi pencapaian tabungan emas atau tampilan aplikasi yang lebih interaktif. Koefisien 0,231, t-statistik 1,857, dan p-value 0,063 (>0,. menyebabkan hipotesis Ini menunjukkan bahwa Price Value tidak signifikan memengaruhi niat. Pengguna tampaknya belum merasakan perbedaan berarti antara transaksi digital dan konvensional. Oleh karena itu, nilai ekonomis bukan faktor utama, melainkan kepercayaan dan kemudahan penggunaan yang lebih dominan. Koefisien -0,086, t-statistik 0,659, dan p-value 0,510 (>0,. membuat hipotesis ditolak. Arah pengaruh yang negatif mengindikasikan kebiasaan belum terbentuk sebagai pendorong niat. Bahkan, sebagian pengguna yang terbiasa dengan layanan konvensional enggan beralih ke digital. Untuk memperkuat habit, diperlukan upaya berkelanjutan seperti reminder, notifikasi fitur baru, atau insentif penggunaan rutin. JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 566-580 Koefisien 0,337, t-statistik 2,626, dan p-value 0,009 (<0,. menunjukkan hipotesis Kebiasaan terbukti memengaruhi Use Behavior secara langsung. Artinya, pengguna yang sudah terbiasa dengan PDS akan terus menggunakannya secara konsisten. Hal ini menekankan pentingnya proses onboarding dan edukasi sejak awal untuk menumbuhkan kebiasaan penggunaan. Dengan koefisien 0,400, t-statistik 3,770, dan p-value 0,000 (<0,. , hipotesis diterima. Artinya, individu dengan tingkat keterbukaan inovasi yang tinggi lebih mudah menerima PDS. Mereka menganggap aplikasi ini sebagai inovasi relevan dan ingin ikut serta dalam transformasi digital. Pegadaian dapat memanfaatkan temuan ini dengan menyasar kelompok pengguna muda atau UMKM yang cenderung inovatif. Koefisien -0,051, t-statistik 0,378, dan p-value 0,706 (>0,. mengindikasikan hipotesis Walaupun Personal Innovativeness berpengaruh pada niat, pengaruh tersebut tidak berlanjut pada perilaku aktual. Hal ini menunjukkan bahwa keterbukaan terhadap teknologi baru belum cukup mendorong penggunaan rutin tanpa dukungan faktor lain, seperti kebiasaan atau infrastruktur pendukung. Koefisien -0,188, t-statistik 1,485, dan p-value 0,138 (>0,. membuat hipotesis ditolak. Dalam konteks layanan keuangan berbasis jaminan seperti PDS, kepercayaan saja belum Diperlukan strategi edukasi digital agar pengguna memahami keamanan layanan digital setara dengan konvensional. Selain itu, insentif nyata seperti penghematan waktu, kemudahan transaksi, atau benefit tambahan . isalnya diskon biaya dan notifikasi otomati. perlu diperkuat. Koefisien 0,281, t-statistik 1,813, dan p-value 0,070 (>0,. menunjukkan hipotesis Meskipun pengguna memiliki niat, mereka cenderung menunda penggunaan aktual karena faktor keamanan, kejelasan prosedur, dan dukungan layanan. Hal ini menegaskan bahwa niat saja tidak cukup untuk mendorong perilaku, kecuali disertai kondisi pendukung yang memadai. KESIMPULAN DAN SARAN Proses adopsi teknologi dalam konteks layanan keuangan digital ini dipengaruhi oleh dinamika yang kompleks dan tidak selalu linier. Temuan penelitian ini tidak hanya memperkaya literatur tentang adopsi teknologi keuangan digital di Indonesia, tetapi juga memberikan masukan strategis bagi Pegadaian dalam mengoptimalkan fitur aplikasi guna meningkatkan keterlibatan pengguna Hal ini mengisyaratkan adanya kesenjangan antara niat dan tindakan nyata, yang mungkin disebabkan oleh kurangnya dukungan infrastruktur atau Eksplorasi Penerimaan Aplikasi Pegadaian Digital Service (PDS) Melalui Model UTAUT3 dan Trust kondisi pendukung (Facilitating Condition. yang memadai untuk mewujudkan niat tersebut. Sebaliknya, faktor-faktor seperti kemudahan penggunaan (Effort Expectanc. , pengaruh sosial (Social Influenc. , inovatifitas pribadi pengguna (Personal Innovativenes. , dan terutama kebiasaan (Habi. terbukti menjadi pendorong yang signifikan. Kebiasaan, sebagai faktor yang mempengaruhi perilaku penggunaan secara langsung, menyoroti pentingnya pembentukan rutinitas dalam penggunaan aplikasi. Sementara itu, variabel Trust, meskipun secara konseptual dianggap krusial dalam layanan keuangan, tidak menunjukkan pengaruh signifikan, yang mungkin mencerminkan bahwa kepercayaan telah menjadi asumsi dasar yang sudah terpenuhi bagi pengguna yang bersedia mengadopsi aplikasi ini. Model ini memiliki kemampuan penjelasan dan prediksi yang moderat, yang menunjukkan bahwa ada faktor-faktor lain di luar model yang turut berkontribusi terhadap perilaku penggunaan. Implikasi praktisnya, strategi untuk meningkatkan adopsi PDS sebaiknya beralih dari sekadar membangun niat, menjadi fokus pada perbaikan pengalaman pengguna secara menyeluruh, penguatan kampanye yang memanfaatkan pengaruh sosial, dan pembentukan kebiasaan melalui insentif digital yang DAFTAR REFERENSI Anugrah. Suhaebah. Pramudita. , & Yusuf. Pengaruh performance expectancy, effort expectancy, social influence pada behavioral intention aplikasi Gojek di Kabupaten Garut. ANALYSIS: Accounting. Management. Economics, and Business, 2. , 34Ae42. https://doi. org/10. 56855/analysis. Asmita. , & Hamid. Peran effort expectancy, facilitating conditions, price value dalam menentukan behavioural intentions pada nasabah pengguna mobile banking. Owner, 7. , 322Ae332. https://doi. org/10. 33395/owner. Azam. Khatibi. Gunasinghe. , & Abd Hamid. The viability of UTAUT-3 in understanding the lecturersAo acceptance and use of virtual learning International Journal of Technology Enhanced Learning, 1. , 1. https://doi. org/10. 1504/ijtel. Hair. Hult. Ringle. , & Sarstedt. A primer on partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM). https://lccn. gov/2021004786 Kristi. Shiddieq. , & Nurhayati. Analisis penerimaan aplikasi Flip menggunakan model Unified of Acceptance and Use of Technology 3. MALCOM: Indonesian Journal of Machine Learning and Computer Science, 4. , 685Ae694. https://doi. org/10. 57152/malcom. Maulani. , & Handayani. Analysis of the application of the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 3 (UTAUT-. model on intention and use behavior of users of mobile banking applications in the Jabodetabek region. International Journal of Social Science and Human Research, 6. , 5465Ae5475. https://doi. org/10. 47191/ijsshr/v6-i9-17 JUPSIM - VOLUME. NOMOR. 3 SEPTEMBER 2025 e-ISSN: 2808-8980. p-ISSN: 2808-9383. Hal 566-580 Mulazid. Saharuddin. Muttaqien. Wicaksono. Fatmawati. , & Fauzan. Determinants for acceptance and use of Sharah banking digital services in Indonesia: Applying UTAUT 3, trust, and Sharah compliance. Journal of King Abdulaziz University: Islamic Economics, 37. , 55Ae77. https://doi. org/10. 4197/Islec. Mulyani. , & Haliza. Analisis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Ipte. dalam pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK), 3. , 101Ae109. Paramita. , & Cahyadi. The determinants of behavioral intention and use behavior of QRIS as digital payment method using extended UTAUT model. Indonesian Journal Business Entrepreneurship. https://doi. org/10. 17358/ijbe. PlayStore. Ulasan pengguna Ae Pegadaian Digital Service. Prabu. Nurhaliza. , & Indonesia. Digital transformation in the financial sector: Implications for consumer trust and security. Rabiah. Setiawan. Rohman. , & Mugiono. Assess the impact of hedonic motivation, social influence, gamification, and education level on behavioral intention to adopt mobile shopping in Jakarta. Indonesia. Revista de Gestyo Social e Ambiental, 18. , 1Ae24. https://doi. org/10. 24857/RGSA. V18N7-008 Rasulong. Salam. Yusuf. , & Abdullah. Implikasi kepribadian Gen Z bagi daya saing organisasi: Suatu kajian systematic literature review. Liquidity: Jurnal Ilmu Manajemen Bisnis, 2. https://jurnal. id/index. php/liquidity/article/view/46 Rauf. Idris. Baharuddin. Amelia. , & Ahri. Pengaruh motivasi hedonis dan kebiasaan terhadap perilaku pengguna melalui niat pengguna rekam medis elektronik berbasis model UTAUT 2 di RSUD Lamaddukkelleng. , 1Ae14. Samarinda. Relationship between performance expectancy and behavioral intention: A systematic literature review. , 334Ae340. Sofyan. , & Hasibuan. Transformasi digital dalam industri layanan keuangan: Implikasi dan tantangan bagi sektor manufaktur. Kohesi: Jurnal Multidisiplin Saintek, 2. , 80Ae89. StatCounter. Mobile vs desktop vs tablet market share Indonesia. Wibowo. , & Sobari. The influence of behavioral intention, facilitating condition, and habit on use behavioral of QRIS: A study on mobile banking services. Gema Wiralodra, 14. , 1243Ae1258. https://doi. org/10. 31943/gw. Wu. Tian. , & Liu. Exploring the usage behavior of generative artificial intelligence: A case study of ChatGPT with insights into the moderating effects of Current Psychology. https://doi. org/10. 1007/s12144-024-07193-w Yu. Teoh. Wang. , & Bian. Convenient or risky? Investigating the behavioral intention to use facial recognition payment in smart hospitals. Humanities and Social Sciences Communications, 11. , 1Ae20. https://doi. org/10. 1057/s41599024-03910-9