Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 030 Ae 036 PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS DI KANTOR CAMAT NANGGALO KOTA PADANG Nila Eza Fitria1. Fitria Alisa2. Afrizal3. Eza Yusnela4 1,4 Prodi S1 Kebidanan/ Universitas MERCUBAKTIJAYA 2,3 Prodi S1 Keperawatan/ Universitas MERCUBAKTIJAYA E-mail: nila. ezafitria@gmail. Abstrak: Latar Belakang: Penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan yang sangat serius saat ini adalah hipertensi, asam urat, diabetes mellitus dan kolesterol yang mana jika tidak diatasi dan dilakukan upaya pencehagan dari awal dapat menimbulkan Dengan kita melakukan pemeriksaan Kesehatan secara berkala, maka potensi penyakit yang datang ke tubuh kitapun akan diketahui lebih cepat. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat. Metode: Metode pengabdian masyarakat ini mengacu pada action research dengan melakukan pemeriksaan kesehatan masyarakat di Kantor Camat Nanggalo Kota Padang. Pemeriksaan kesehatan dan edukasi terkait dengan penyakit tidak menular, dilaksanakan dan bekerjasama dengan Puskesmas Nanggalo sebagai tindak lanjut kegiatan ini. Hasil: Hasil pengabdian kepada masyarakat ini didapatkan sebanyak 65 peserta mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan edukasi tentang penyakit tidak menular. Kata Kunci: Pemeriksaan kesehatan. Edukasi Abstract: (Dalam Bahasa Inggri. Background: Non-communicable diseases that are currently very serious health problems are hypertension, gout, diabetes mellitus and cholesterol, which if not treated and prevention efforts made from the start can cause complications. By carrying out regular health checks, potential diseases that come to our bodies will be identified more quickly. For this reason, it is necessary to carry out health checks on the community. Method: This community service method refers to action research by conducting community health checks at the Nanngalo District Head Office. Padang City. Health checks and education related to non-communicable diseases were carried out in collaboration with the Nanggalo Community Health Center as a follow-up to this activity. Result: As a result of this community service, 65 participants received health checks and education about non-communicable diseases Keywords: Inspection. Health. Free Pendahuluan Dominasi masalah kesehatan di masyarakat saat ini mulai bergeser dari penyakit menular menjadi ke arah penyakit tidak menular. Penyebab kematian utama penduduk semua golongan umur pada saat ini disebabkan oleh penyakit tidak menular secara berurutan yaitu stroke, hipertensi, diabetes mellitus, tumor ganas / kanker, penyakit jantung, dan pernafasan kronik. Pengendalian penyakit sebagai upaya penurunan insiden, prevalen, kesakitan atau kematian dari suatu penyakit mempunyai peranan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 030 - 036 penting untuk mengukur derajat kesehatan masyarakat. Indikator yang digunakan dalam menilai derajat kesehatan suatu masyarakat adalah angka kesakitan dan kematian penyakit. Penyakit tidak menular dapat dikendalikan dengan upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap penyakit tidak menular tertentu (Kemenkes. Salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang menjadi masalah kesehatan yang sangat serius saat ini adalah hipertensi, asam urat, diabetes mellitus dan kolesterol yang mana jika tidak diatasi dari awal dapat menimbulkan komplikasi (Kurnianingtyas, 2. Untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat sebagai upaya deteksi lebih dini. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini melakukan beberapa pemeriksaan kesehatan berupa pengukuran tinggi badan, berat badan, pemeriksaan tekanan darah, cek asam urat, dan gula darah. Hal ini diharapkan adanya peningkatan minat masyarakat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sehingga dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan pada masyarakat dan potensi penyakit yang datang ke tubuhpun akan diketahui lebih dini. Analisis situasi. Puskesmas Nanggalo telah menunjukkan komitmen kuat dalam deteksi dan pencegahan penyakit tidak menular (PTM) melalui screening, edukasi, serta pemberdayaan keluarga. Namun, tantangan seperti rendahnya pemahaman publik dan tingginya prevalensi PTM-lansia masih membutuhkan perhatian. Terdapat sebanyak 68% usia yang rentan akan penyakit tidak menular diwilayah kerja Puskesmas Nanggalo. Penyakit-penyakit tidak menular tersebut adalah pasien yang jarang memeriksakan kesehatannya ke fasilitas pelayanan kesehatan. Oleh karena itu melihat fenomena yang terjadi, maka kami mengangkat topik untuk pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan Pemeriksaan Kesehatan berupa: pengukuran Tinggi Badan. Berat Badan. Tekanan Darah. Asam urat, dan Gula Darah Metode dan Pelaksanaan Kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Nanggalo Kota Padang ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat secara aktif. Metode pelaksanaan dirancang agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lokal masyarakat Nanggalo, serta melibatkan berbagai pihak terkait seperti perangkat kelurahan, kader kesehatan, tokoh masyarakat, dan mitra strategis lainnya. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan pada hari jum,at bertempat di Kantor Camat Nanggalo Kota Padang dengan sasaran masyarakat dewasa tengah dan lansia yaitu usia rentang 18-40 tahun keatas yang berada di wilayah Kecamatan Nanggalo. Metode kegiatan yang dilakukan pada kegiatan pengabdian adalah . Strategi pelaksanaan supaya dapat mencapai target luaran yang telah ditetapkan, maka tim pengabdi merencanakan rancangan pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif dan kelompok, agar pihak Puskesmas Nanggalo dan Camat Nanggalo Kota Padang berpartisipasi aktif terhadap kegiatan ini dari awal hingga akhir. Selain itu, kegiatan ini mengacu ke langkah-langkah action Kegiatannya sebagai berikut . Perencanaan yang terdiri dari . Melakukan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 030 - 036 survey awal terkait permasalahan yang terjadi . Koordinasi dengan penanggung jawab Puskesmas Nanggalo, . Mempersiapkan fasilitas dan sarana untuk kelengkapan pengabdian kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan terdapat 3 tahapan yaitu . Skrining kesehatan pada masyarakat . Memberikan edukasi pada masyarakat tentang penyakit tidak menular. Monitoring dan evaluasi secara berkala dan bekelanjutan melalui kerjasama dengan Puskesmas Nanggalo. Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh Tim pengabdi, dalam hal ini melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator yang akan membantu melancarkan kegiatan. Metode pelaksanaan terdiri dari . Identifikasi masalah yaitu sebelum menyusun program ini. Tim pengabdi melakukan identifikasi masalah yang ada dilokasi kegiatan. Permasalahan tersebut diketahui dengan cara berdiskusi langsung dengan Camat Nanggalo, penanggung jawab kesehatan yang ada di Puskesmas Nanggalo. Semua permasalahan itu dicatat untuk didiskusikan lebih lanjut dengan Tim Pengabdi. Berdasarkan wawancara dengan pimpinan puskesmas menyatakan bahwa masyarakat yang menjadi sasaran dari pengabdian masyarakat yang akan dilakukan. Analisis kebutuhan, berdasarkan informasi yang diperoleh dari berbagai pihak dan data-data sekunder, maka tim pengabdi menganalisis kebutuhan khusus tentang penyakit tidak menular ini pada masyarakat. Dari hasil analisis ditemukan masalah yang akan dicarikan solusi dengan cara penyusunan program berdasarkan skala prioritas dan disesuaikan dengan keahlian yang dimiliki. Pada tahap ini tim pengabdi sudah mengidentifikasi jumlah pasien yang dibutuhkan. Penyusunan program, program disusun oleh tim berdasarkan skala prioritas dan benar-benar menjadi permasalahan utama yang ditemukan dilokasi kegiatan. Programnya berupa pemeriksaan kesehatan dan pemberian edukasi, monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan program, setelah program disusun secara detail dan rencana kerja sudah dibuat, maka dilaksanakan program tersebut sesuai dengan rencana kerja yang sudah ditetapkan bersama. Pelaksanaannya berupa pemeriksaan tekanan darah, pengukuruan tinggi badan dan berat badan, asam urat, cek gula darah, pemberian edukasi, monitoring dan evaluasi. Monitoring dan evaluasi, selain dilakukan oleh tim pemberi dana juga dilakukan oleh tim internal dari kampus. Tim monitoring melakukan evaluasi atas kegiatan yang telah dilakukan pengabdi apakah kegiatan tersebut sesuai dengan rencana kerja yang sudah ditetapkan seperti proses pelaksanaannya. Hasil Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kecamatan Nanggalo. Kota Padang fokus pada pemeriksaan fisik secara umum sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular (PTM), telah berjalan dengan lancar dan memperoleh respon yang positif dari masyarakat. Kegiatan ini melibatkan warga dari berbagai kelurahan di Kecamatan Nanggalo, terutama kelompok usia dewasa dan lanjut usia yang memiliki risiko tinggi terhadap PTM. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan analisa situasi dan permasalahan mitra. Kegiatan yang telah dilakukan untuk pemeriksaan kesehatan masyarakat Kecamatan Nanggalo tersebut sebagai ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 030 - 036 berikut : Pemeriksaan kesehatan dilakukan bekerjasama dengan Puskesmas Nanggalo pada tanggal 7 Juni 2024 di kantor camat Kecamatan Nanggalo dengan jumlah sasaran sebanyak 65 orang. Dalam proses pemeriksaan kesehatan juga dilakukan edukasi pada masyarakat terkait dengan penyakit tidak menular. Pemeriksaan kesehatan dan edukasi tersebut diberikan oleh Tim Pengabdi dari Universitas Mercubaktijaya dan juga tim Puskesmas Nanggalo Kota Padang. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat diawali dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pada pasien terdapat pada tebel berikut : Tabel 1. Pemeriksaan Tekanan Darah Pemeriksaan Tekanan Darah Tidak normal Normal Total Berdasarkan tabel 1 diatas diketahui bahwa nilai pemeriksaan tekanan darah pada peserta didapatkan hasil 26 peserta . %) dalam rentang tidak normal. Tabel 2. Pemeriksaan Gula Darah Pemeriksaan Tekanan Darah Tidak normal Normal Total Berdasarkan tabel 2 diatas diketahui bahwa nilai pemeriksaan gula darah pada peserta didapatkan hasil 22 . %) dalam rentang tidak normal. Tabel 3. Pemeriksaan Asam Urat Pemeriksaan Tekanan Darah Tidak normal Normal Total Berdasarkan tabel 3 diatas diketahui bahwa nilai pemeriksaan asam urat pada peserta didapatkan hasil 27 . %) dalam rentang tidak normal. Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan pada peserta, dilanjutkan dengan pemberian edukasi kesehatan. Pemberian edukasi ini, membahas tentang topik terkait dengan penyakit tidak menular (PTM). Setelah pemberian edukasi, bagi sasaran atau peserta yang teridentifikasi bermasalah dengan hasil pemeriksaannya, tetap bisa melaksanakan aktivitas ringan walaupun hanya didalam rumah. Hal ini bertujuan untuk mencegah dampak buruk yang bisa terjadi. Pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dan pemberian edukasi sesuai dengan rencana yang sudah disusun oleh tim pengabdi, dimulai sejak pukul 8. 30 - 12. 30 wib. Jumlah peserta yang hadir pada saat kegiatan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 030 - 036 pengabdian masyarakat inis sebanyak 65 orang. Pengaturan media dan alat-alat yang digunakan sesuai dengan yang telah disusun oleh Tim pengabdi yaitu dengan menggunakan timbangan. Gluko cek, dan tensi meter. Gambar 1 . Pemeriksaan Kesehatan Gambar 2. Pemberian Edukasi Kesehatan kepada Masyarakat Diskusi Pada tahap persiapan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah mempersiapkan instrument pengabdian yang akan dilakukan seperti alat-alat yang ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 030 - 036 diperlukan saat pelaksanaan pengabdian serta melakukan koordinasi dengan Puskesmas Nanggalo. Rangkaian pelaksanaan kegiatan yang dilakukan yaitu Pemeriksaan Berat Badan. Pengukuran Tinggi Badan. Tekanan Darah. Asam Urat. Glukosa darah serta pemberian edukasi tentang penyakit tidak menular. Berdasarkan hasil pegabdian masyarakat didapatkan hasil pemeriksaan tekanan darah 40% dari peserta tidak normal. Hipertensi biasanya terjadi pada kelompok usia lanjut, namun pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa penyakit hipertensi dapat muncul sejak usia remaja dan prevalensinya mengalami peningkatan pada beberapa tahun terakhir (Kurnianingtyas, 2. Penyakit hipertensi berjalan dengan perlahan dan mungkin tidak dirasakan sampai menimbulkan kerusakan organ yang bermakna. Semakin tinggi tekanan darah maka semakin besar resiko terhadap kerusakan organ tersebut (Price & Wilson, 2. Hasil dari pemeriksaan Gula Darah didapatkan 34% tidak normal. Hal ini menujukkan bahwa perilaku seseorang tidak hanya dipengaruhi oleh pengetahunnya tetapi juga oleh factor lain seperti sikap, kebudayaan, dukungan keluarga dan dukungan petugas kesehatan (Kozier at all, 2. Hasil ini juga menunjukkan kesesuaian dengan teori yang menyatakan bahwa pemberian edukasi pada pasien DM dapat memberikan pengaruh terhadap kadar glukosa darah. Dalam keperawatan, edukasi merupakan satu bentuk intervensi keperawatan yang mendiri untuk membantu klien secara individu, kelompok maupun masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya melalui pengalaman dan kegiatan pembelajaran, yang didalamnya tenaga kesehatan berperan sebagai seorang yang memberikan informasi kepada kliennya (Soliha, 2. Hasil pemeriksaan asam urat pada peserta sebanyak 41% ditemukan tidak Masih ada peserta yang memiliki kadar asam urat tidak normal karena adanya gangguan metabolisme purin serta sintesa purin yang berlebih karena banyak mengkonsumsi sumber purin tinggi seperti kacang-kacangan, ayam, sarden dan jeroan. Kebiasaan pola makan juga dapat berpengaruh terhadap peningkatan kadar asam urat. Hal ini sesuai dengan teori dimana jika mengkonsumsi makanan tinggi purin dapat meningkatkan kadar asam urat. Sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Uliyah & Hidayat, 2. , mengatakan bahwa asam urat dapat merangsang system ranin angiotensi, sehingga dapat memicu peningkatan tekanan darah dan menyebabkan penebalan dinding arteri di ginjal, khususnya pembuluh arteriol afferent, sehingga terjadi arteriosclerosis yang selanjutnya menyebabkan tekanan darah tinggi. Kesimpulan dan Saran Pemeriksaan kesehatan dan edukasi tentang penyakit tidak menular adalah salah satu upaya preventif bentuk pelayanan kepada masyarakat. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara kelompok pada kegiatan Pemeriksaan kesehatan Gratis di Kantor Camat Nanggalo Kota Padang. Tujuan dari kegiatan ini agar masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatannya dan teredukasi cara menjaga kesehatannya. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan pada fasilitas layanan kesehatan secara berkala dimanapun berada, masyarakat dapat mendeteksi lebih dini tentang status Diharapkan kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin di Puskesmas ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 030 - 036 Nanggalo sehingga dapat tercapai pemenuhan kebutuhan kesehatan pada masyarakat dengan optimal. Ucapan Terimakasih