JURNAL BUANA SAINS Volume 24. Number 3 (Desember 2. : Hal. ISSN: 1412-1638 . 2527-5720 . Terakreditasi Peringkat 4 Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan No 148/E/KPT/2020 Tersedia online https://jurnal. id/index. php/buanasains REVIEW TINJAUAN KRITIS PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI INDONESIA Ray March Syahadat dan Isti Mulyawati Universitas Ivet korespondensi: syahadatraymarch@gmail. Abstract Article history: Received 25 September 2024 Accepted 28 October 2024 Published 31 December 2024 This article is a critical review that aims to provide information regarding the development of household waste management in Indonesia. Household waste management in Indonesia is still not optimal due to several factors, internal and external. There are eight obstacles related to household waste management in Indonesia. The eight obstacles include: . weak level of knowledge, . community diversity related to customs and culture, . regulations and policies, . processing innovation, . synergy between stakeholders, . processing system, . facilities and infrastructure, and . the existence of a pandemic that has also changed people's behavior in producing types of household medical waste. These eight obstacles are challenges to be solved and also become opportunities for future research in related fields of science. Keywords: Critical. household waste management. Indonesia. Pendahuluan Jumlah penduduk yang semakin bertambah dan peningkatan ekonomi dilaporkan berkorelasi dengan peningkatan volume sampah (Nugraha et al. , 2018. Wahyudi & Novitasari, 2018. Wijayanti & Suryani, 2. Sampah rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar total volume sampah di pembuangan akhir (Naryono & Soemarno, 2. Hal ini diperparah dengan COVID-19 mengakibatkan masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah hingga pada akhirnya volume sampah rumah tangga juga terus meningkat. Bukan hanya itu, rumah tangga juga turut menghasilkan sampah medis (Juwono & Diyanah, 2. Persampahan seperti yang diketahui juga menjadi penggerak isu kerusakan lingkungan secara global baik secara langsung maupun tidak langsung sehingga mengancam keberlanjutan ekosistem di bumi (Syahadat et , 2021. Wahyudi, 2. Negara-negara maju di Asia dilaporkan lebih memahami proses pengelolaan sampah tidak terkecuali sampah rumah tangga (Chaerul & Zatadini. Rahim, 2020. Wahyudi & Novitasari. Tinjauan-tinjauan terkait sampah rumah tangga di Indonesia masih sulit untuk Padahal artikel mengenai tinjauan merupakan langkah awal untuk menemukan celah permasalahan yang nantinya dapat diselesaikan melalui berbagai tindakan. Tinjauan yang dilaporkan oleh Sholihah & Hariyanto persampahan di Indonesia yang lebih besar To cite this article: Syahadat. dan I. Mulyawati. Review Tinjauan Kritis Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Indonesia. Jurnal Buana Sains 24. : 97-102 R. Syahadat, dan I. Mulyawati / Buana Sains Vol 24 No 3 : 97-102 dalam hal ini tidak hanya pada skala rumah Hasilnya diperoleh tiga hal kunci terkait persampahan di Indonesia yakni regulasi, partisipasi masyarakat, dan program pengelolaan sampah. Artikel tinjauan lain terkait sampah dilaporkan oleh Chaerul & Zatadini . Artikel tersebut dapat dikatakan sebagai tinjauan awal yang baik mengeni topik persampahan rumah tangga. Namun, tinjauan tersebut memiliki fokus terhadap sampah makanan yang dihasilkan rumah tangga di berbagai negara. Hasil yang diperoleh berupa konsep yang berpeluang untuk dikembangkan di Indonesia. Melalui tinjauan-tinjauan tersebut, membuka pola pikir untuk lebih permasalahan-permasalahan sampah rumah tangga yang ada di Indonesia. Melihat dari permasalahan dan perkembangan tinjauan yang lebih dahulu dilaporkan, maka masih diperlukan sebuah tinjauan kritis untuk membahas lebih dalam terkait topik persampahan rumah tangga. Artikel ini merupakan tinjauan kritis yang bertujuan untuk melihat sejauh mana pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia. Melalui artikel ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai proses perkembangan pengelolaan sampah rumah tangga dalam kurun lima tahun terakhir. Harapannya artikel ini juga dapat memberi luaran kontribusi manejerial, praktis, maupun teoritis terhadap permasalahan sampah rumah tangga yang ada di Indonesia. Hasil dan Pembahasan Dinamika dan Tantangan Pengelolaan Sampah di Indonesia Pengelolaan persampahan di Indonesia masih terkendala dengan tingkat pengetahuan Hal ini memacu banyaknya pelaksanaan kegiatan pengabdian yang berfokus untuk mensosialisasikan tentang persampahan (Al Qamari et al. , 2019. Asnifatima et al. , 2018. Khaira et al. , 2020. Nurcahyo & Ernawati, 2019. Tamyiz et al. Wahid et al. , 2021. Wartama & Nandari. Kegiatan penyadartahuan memang pengetahuan masyarakat memiliki pengaruh terhadap perilaku mengelola sampah. Pengaruh tersebut juga dilaporkan bernilai positif terhadap pengelolaan persampahan pada skala rumah tangga (Nugraha et al. , 2018. Solihin et al. , 2019. Wildawati & Hasnita. Hasil yang bertolak belakang dilaporkan oleh Juwono & Diyanah . serta Ningsih et al. Kedua penelitian tersebut mengungkapkan bahwa meskipun masyarakat memiliki tingkat pengetahuan terhadap persampahan tetapi tidak menjamin perilaku untuk mengolah persampahan rumah tangga. Merangkum dari dua laporan tersebut, menyelesaikan masalah persampahan. Ketiga dibutuhkannya aturan yang tegas terkait pendidikan kesehatan, serta dukungan orang Selanjutnya, hasil penelitian yang dilakukan Setyoadi . juga menyatakan bahwa peran tokoh masyarakat merupakan salah satu faktor pendorong yang paling signifikan untuk mendorong pengelolaan Berbicara Nurcahyo & Ernawati . menyatakan bahwa setiap daerah sesungguhnya memiliki kebiasaan yang berbeda-beda. Terkait dengan kebijakan publik, daerah harus menyesuaikan dengan kondisi setempat dalam hal ini kebiasaan yang dianut masyarakat lokal. Secara tidak langsung pendapat ini sejalan fenomena yang dilaporkan oleh Hutagaol et . Fenomena yang terjadi di Kabupaten Pakpak Bharat - Provinsi Sumatera Utara terlihat bahwa partisipasi masyarakat sangat rendah terkait masalah persampahan yang ditunjukkan dengan perilaku tidak mau mengurangi, mengolah, mensubtitusi, dan tidak juga mau memberi laporan jika ada penyelewengan. Hal ini To cite this article : Syahadat. dan I. Mulyawati. Review Tinjauan Kritis Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Indonesia. Jurnal Buana Sains 24. : 97-102 R. Syahadat, dan I. Mulyawati / Buana Sains Vol 24 No 3 : 97-102 diperparah dengan sistem yang ada pada daerah setempat tidak menyediakan fasilitas untuk mengadu. Masyarakat merasa telah melaksanakan kewajiban retribusi terkait persampahan, tetapi tidak melihat adanya pelaksanaan pengelolaan sampah oleh petugas, hingga akhirnya merasa bahwa ada oknum yang melakukan pungli dengan Tidak mengherankan pada akhirnya masyarakat menjadi acuh dengan urusan persampahan. Kebijakan dalam Proses Pengelolaan Sampah di Indonesia Kebijakan terkait pengelolaan sampah harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena kesalahan membuat kebijakan dapat mengubah perilaku yang sesungguhnya tidak diinginkan yang akhirnya akan menimbulkan permasalahan baru dari persampahan (Huduri, 2. Dengan demikian, kembali ditegaskan peraturan-peraturan mikro tentang persampahan di suatu daerah juga harus penegakannya, serta keadilannya. Maksud dari keadilan adalah kemerataan pelayanan oleh pemerintah daerah (Huduri, 2019. Nurcahyo & Ernawati, 2. Adanya program bank sampah diharapkan menjadi salah satu solusi kreatif untuk menangani sampah rumah tangga. Selayaknya sebuah bank, masyarakat dapat lingkungan dengan mengumpulkan sampah. Dimensi lingkungan dari bank sampah, memungkinkan kemudahan kegiatan 4R . educe, reuse, recycle, and repai. sehingga dapat menciptakan lingkungan yang bersih (Wartama & Nandari, 2. Selanjutnya dimensi ekonomi dari bank sampah, produkproduk dari hasil pengolahan sampah dapat dijual sehingga masyarakat dapat memperoleh keuntungan finansial (Istiqomah et al. , 2019. Khaira et al. , 2020. Nugraha et al. , 2. Meskipun secara eknonomi dilaporkan tidak begitu signifikan, tetapi faktanya memang terjadi peningkatan pendapatan pada masyarakat dari hasil pengolahan sampah (Fikriyyah & Adiwibowo, 2. Bank sampah sebagai salah satu solusi kenyataannya juga tidak lepas permasalahan. Kendala yang dihadapi yaitu minimnya inovasi terkait pengelolaan sampah. Umumnya sampah organik hanya diolah menjadi pupuk, sampah plastik diolah menjadi anyaman, kemudian sampah kertas maupun botol plastik dijual kembali kepada industri yang membutuhkan (Al Qamari et al. , 2019. Asnifatima et al. , 2018. Istiqomah et al. , 2. Permasalahan lainnya yaitu pemasarannya kebanyakan produk menumpuk di etalase (Istiqomah et al. , 2. Selanjutnya, permasalahan struktur organisasi dan pembukuan yang tidak jelas juga menjadi masalah yang jarang dilirik oleh pemangku kepentingan (Khaira et al. , 2. Melihat hal tersebut, sinergitas antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dirasa sangat Diharapkan dengan adanya penguatan antar pemangku kepentingan dapat memberikan solusi terkait manajemen sumberdaya manusia, keuangan, pemasaran, dan juga pengembangan produk pengolahan sampah agar dapat lebih beragam serta memberikan implikasi terhadap nilai ekonominya (Hayat & Zayadi, 2. Meskipun beberapa daerah di Indonesia membutuhkan inovasi terkait pengelolaan sampah rumah tangga, tetapi ternyata sistem pemilahan sampah dari TPS ke TPA juga masih menjadi hambatan. Tidak sedikit masyarakat yang telah sadar lingkungan dengan menerapkan pemilahan sampah, tetapi masih sering ditemukan ketika proses pengangkutan seluruh sampah tersebut kembali dicampur oleh petugas (Wildawati & Hasnita, 2. Beberapa penelitian juga melaporkan kendala terkait pengelolaan sampah rumah tangga juga tidak selamanya berasal dari rumah tangga itu sendiri tetapi lebih kepada masalah sarana dan prasarananya (Nasution et al. , 2021. Ningsih et al. , 2020. To cite this article : Syahadat. dan I. Mulyawati. Review Tinjauan Kritis Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Di Indonesia. Jurnal Buana Sains 24. : 97-102 R. Syahadat, dan I. Mulyawati / Buana Sains Vol 24 No 3 : 97-102 Nugraha et al. , 2018. Solihin et al. , 2. Untuk itu, sistem pengelolaan sampah memang harus terpadu, terintegrasi, dan bersinergi dari skala mikro, meso, hingga Hal ini sejalan dengan laporan penelitian Setyoadi . yang menyatakan bahwa jaringan Masih terkait dengan sarana dan prasarana pengelolaan sampah rumah tangga, nampaknya studi kasus di daerah dengan kebudayaan maritim belum banyak dibahas. Hasil kajian yang dilakukan oleh Rosnawati et , . mengungkapkan bahwa masyarakat yang tinggal di atas laut tidak memiliki TPS. Terkait masalah efisiensi memang nampaknya masih dibutuhkan banyak kajian untuk mengatasi masalah sampah rumah tangga untuk masyarakat kepulauan. Terlebih negara kita Indonesia memang merupakan negara Jangan sampai permasalahan sampah bagi masyarakat yang hidup di pesisir, pulau, dan perairan menjadi fenomena gunung es yang nantinya juga akan berdampak pada masalah kelestarian ekosistem laut. Hal ini juga diperparah dengan adanya pandemi COVID-19. Kini rumah tangga juga turut menghasilkan sampah medis dari masker sekali pakai (Juwono & Diyanah, 2. Tanpa kita sadari, selama ini mungkin banyak diantara kita yang membuang begitu saja masker sekali pakai. Padahal seharusnya masker sekali pakai sebagai sampah medis rumah tangga tetap harus diperlakukan seperti limbah B3 lainnya. Peng et al. menyatakan bahwa sampah medis rumah tangga harus dipisahkan dari sampah lain. Selain dipisahkan, sampah medis rumah tangga juga harus dilakukan pembungkusan ganda dan permukaannya harus harus Kegiatan penyuluhan terkait hal ini nampaknya belum banyak dilaporkan dan nampaknya harus segera kita lakukan untuk mewujudkan kesehatan lingkungan yang lebih baik Kesimpulan Pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia masih memiliki beberapa hambatan antara lain: . tingkat pengetahuan yang lemah, . keragaman masyarakat . alam hal ini terkait kebiasaan dan kebudayaa. , . peraturan dan kebijakan, . inovasi pengolahan, . sinergitas antar pemangku kepentingan, . sistem pengolahan, . sarana dan prasarana, serta . adanya pandemi yang turut mengubah perilaku masyarakat dalam menghasilkan jenis sampah medis rumah Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih ditujukan kepada Program Studi Ilmu Lingkungan. Universitas Ivet yang telah memfasilitasi kegiatan penyusunan artikel ini. Daftar Pustaka