PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Volume 9. Issue 5. Pages 889-893 Mei 2024 e-ISSN: 2654-4385 p-ISSN: 2502-6828 https://journal. id/index. php/pengabdianmu/article/view/67666 DOI: https://doi. org/10. 33084/pengabdianmu. Edukasi Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di PPTQ Al-Rasyid Kartasura Anemia Prevention Education for Adolescent Girls at PPTQ Al-Rasyid Kartasura Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum * Sabrina Cantika Putri Sandrana Novyanti Setiyo Rini Nanda Hani Nur Pertiwi Nurjihan Luthfia Nabila Department of Public Health. Muhammadiyah University of Surakarta. Sukoharjo. Indonesia email: tanjung. anitasari@ums. Kata Kunci Remaja Anemia Edukasi pencegahan anemia Keywords: Adolescents Anemia Anemia Prevention Education Received: February 2023 Accepted: March 2024 Published: May 2024 Abstrak Remaja mengalami masa perkembangan pada fisik yang sangat dinamis. Anemia merupakan salah satu permasalahan yang dialami oleh remaja Jika asupan zat besi pada remaja putri tidak mencukupi, remaja dapat mengalami masalah pada kebutuhan dan respons imun mereka. Salah satu penyebab anemia pada remaja adalah masih kurangnya pengetahuan tentang anemia. kegiatan pengabdian ini dilakukan kepada remaja putri di Pondok Pesantren Tahfidz Quran Al-Rasyid Kartasura. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai anemia kepada remaja putri sebagai upaya pencegahan anemia. Metode pelaksanaan program pengabdian ini yaitu melakukan penyuluhan yang diawali dengan pre-test, kemudian penyampaian materi dan diskusi interaktif, lalu diakhiri post-test. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan pengetahuan remaja mengenai anemia dari sebelum adanya penyuluhan dan sesudah adanya Hal ini menunjukkan pentingnya penyuluhan atau promosi kesehatan untuk dilakukan secara terus menerus kepada remaja. Pengetahuan memiliki peran penting dalam membentuk tindakan Remaja yang memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia diharapkan dapat mencegah anemia pada diri mereka karena anemia akan mempengaruhi kemampuan dan konsentrasi belajar, menghambat pertumbuhan baik sel tubuh maupun otak. Oleh karena itu bagi remaja agar dapat meningkatkan pemahaman tentang anemia melalui berbagai media dan memperbaiki gaya hidup. Abstract Adolescents experience a very dynamic period of physical development. Anemia is one of the problems experienced by young women. If iron intake in adolescent girls is insufficient, adolescents can experience problems with their needs and immune One of the causes of anemia in teenagers is a lack of knowledge about This service activity was for young women at the Tahfidz Quran AlRasyid Kartasura Islamic Boarding School. This service aims to educate young women about anemia to prevent anemia. The method for implementing this service program is to provide counseling, starting with a pre-test, delivering material and interactive discussions, and ending with a post-test. The results achieved from this service activity were increased teenagers' knowledge about anemia before and after the counseling. This shows the importance of health education or promotion to be carried out continuously to teenagers. Knowledge has a vital role in shaping a person's actions. It is hoped that teenagers with good knowledge about anemia can prevent anemia in themselves because it will affect learning ability and concentration, inhibiting the growth of both body and brain cells. Therefore, teenagers can increase their understanding of anemia through various media and improve their lifestyle. A 2024 Tanjung Anitasari Indah Kusumaningrum. Sabrina Cantika Putri Sandrana. Novyanti Setiyo Rini. Nanda Hani Nur Pertiwi. Nurjihan Luthfia Nabila. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY-SA License . ttp://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). DOI: https://doi. org/10. 33084/pengabdianmu. How to cite: Kusumaningrum. Sandrana. Rini. Pertiwi. H,N. Nabilam N. Edukasi Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di PPTQ Al-Rasyid Kartasura. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 9. , 889-893. https://doi. org/10. 33084/pengabdianmu. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat. Vol 9 No 5. Mei 2024. Pages 889-893 p-ISSN:2502-6828. e-ISSN:2654-4385 PENDAHULUAN Remaja mengalami masa transisi yang penuh dengan transformasi fisik, mental, dan kognitif yang sangat dinamis. Beberapa isu gizi yang umum dihadapi pada masa remaja adalah kegemukan, kekurangan energi berkepanjangan (KEB), dan kekurangan zat besi atau anemia (Yasira et al. , 2. Anemia adalah kondisi di mana kadar Hb rendah akibat kurangnya zat gizi yang menyebabkan gangguan dalam pembuatan hemoglobin. Zat gizi yang dibutuhkan untuk membuat hemoglobin bisa kurang karena konsumsi zat besi yang tidak cukup atau masalah dalam penyerapan. Zat gizi yang berhubungan dengan anemia yaitu protein, zat besi, vitamin B6 yang berfungsi untuk katalis dalam sintesis heme pada molekul hemoglobin. Zat gizi ini, terutama zat besi (F. , menjadi salah satu unsur gizi yang penting untuk membuat sel darah merah atau hemoglobin (Sulistiani et al. , 2. Remaja putri adalah salah satu kelompok yang rentan terkena anemia. Jika asupan zat besi pada remaja putri tidak mencukupi, remaja dapat mengalami masalah pada kebutuhan dan respons imun mereka (Soetardjo, 2. Kekurangan zat besi yang berlangsung lama dapat menyebabkan anemia karena kurangnya zat besi. Anemia pada remaja putri juga dapat menyebabkan anemia pada saat hamil. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan janin. Selain itu, anemia pada saat hamil dapat menyebabkan masalah pada kehamilan dan kelahiran, bahkan dapat menyebabkan ibu dan bayi meninggal (Karya Kesehatan et al. , 2. Sampai saat ini diketahui bahwa prevalensi anemia pada remaja masih tinggi. Pada tahun 2019, prevalensi anemia ecara global adalah 29,9% . % ketidakpastian interval (UI) 27,0%, 32,8%) pada usia wanita usia subur, sebanding dengan lebih dari setengah miliar wanita yang berusia 15-49 tahun. Sementara di Indonesia pada tahun 2020 penderita anemia yang terjadi pada usia anak balita berjumlah 47,0%. remaja putri 26,50%. WUS 26,9%. Ibu hamil 40,1%. Anemia remaja di Jawa Tengah 57,7%. Lalu pada Kabupaten Sukoharjo terdapat 26,5% kejadian anemia remaja. Berdasarkan hasil survei pemeriksaan anemia oleh Bidang Promosi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo dari 1200 siswi di 12 sekolah yang diperiksa oleh Bidang Promosi Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, 559 orang . ,58%) di antaranya menderita Jumlah ini lebih rendah dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 655 orang. Kecamatan Kartasura memiliki kasus anemia tertinggi dengan 74 orang. (Arum et al. , 2017. Dinas Kesehatan, 2022. Poltekkes Depkes, 2020. WHO, 2. Berdasarkan data kesehatan remaja putri pada bulan Maret 2023 di PPTQ Al-Rasyid Kartasura, terdapat 16 remaja putri mengalami anemia kategori ringan, dan 10 remaja putri kategori anemia sedang. Pada PPTQ Al-Rasyid Kartasura belum ada edukasi mengenai cara pencegahan anemia pada remaja putri. Remaja putri yang telah rutin mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) di PPTQ Al-Rasyid Kartasura hanya yang masuk dalam kategori anemia sedang sementara remaja putri yang lainnya belum mengonsumsi TTD secara rutin. Anemia pada remaja bisa disebabkan oleh rendahnya kesadaran dan pemahaman tentang anemia. Menurut sebuah studi, anemia pada remaja putri dipengaruhi oleh kondisi gizi, kebiasaan mengonsumsi suplemen zat besi, dan tingkat Pengetahuan anemia menjadi faktor dominan anemia pada remaja putri (Jaelani et al. , 2017. Simanungkalit et al. , 2. Berdasarkan studi lain pada remaja, separuh dari siswi tidak tahu banyak tentang anemia dan hampir 90% dari mereka kurang mengerti tentang suplemen tambah darah. (Simanungkalit et al. , 2. Maka dari itu, penting untuk memberikan pengetahuan tentang anemia pada remaja, khususnya pada remaja putri. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai anemia kepada Remaja Putri di PPTQ Al-Rasyid Kartasura sebagai upaya pencegahan anemia. METODE Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada Sabtu, 01 April 2023 di Pondok Pesantren Tahfidz Qur'an (PPTQ) Al-Rasyid Kartasura. Sasaran pengabdian ini yaitu remaja putri sebagai upaya pencegahan anemia. Kegiatan pengabdian di lakukan dengan menggunakan media power point yang berisi materi, proyektor, dan LCD. Sebelum kegiatan dimulai, terdapat pre-test terlebih dahulu, kemudian diskusi interaktif, dan diakhiri dengan post-test untuk melihat apakah ada Kusumaningrum. Sandrana. Rini. Pertiwi. H,N. Nabilam N. Anemia Prevention Education for AdolesceA kenaikan pengetahuan tentang anemia pada remaja putri setelah pengabdian berakhir. Adapun materi dari penyuluhan yang diberikan yaitu pencegahan anemia pada remaja putri yang meliputi tahap siklus kehidupan, pengertian anemia, klasifikasi anemia, penyebab anemia, gejala anemia, dampak anemia serta strategi mencegah anemia. Peserta dalam pengabdian ini adalah 84 remaja putri PPTQ Al-Rasyid Kartasura. Data yang diperoleh melalui kuesioner sebelum . dan setelah pengabdian . ost-tes. kemudian dilakukan analisis untuk melihat perubahan pengetahuan remaja setelah mendapatkan penyuluhan dari tim pengabdian. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan ini melibatkan 84 peserta remaja putri. Kegiatan ini berlangsung di Aula Pondok Pesantren Tahfidzul QurAoan Al-Rasyid Kartasura pada hari Sabtu, 01 April 2023. Sebelum kegiatan dimulai, terlebih dahulu dilaksanakan pre-test. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan memberikan materi penyuluhan yang disampaikan menggunakan metode ceramah dengan media powerpoint. Setelah penyuluhan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif laluang terakhir, kegiatan diakhiri dengan memberikan post-test. Kegiatan pre-test dan post-test dimaksudkan untuk mengukur tingkat pengetahuan tentang anemia. Dari hasil pre-testdan posttest ini kemudian didapatkan hasil. Tabel I. Hasil Pre-test dan Post-test No. Hal yang dievaluasi Jumlah remaja Nilai rata-rata Pengetahuan Sebelum 59,9864 Persentase Sesudah 78,6369 31,09% Gambar 1. Kegiatan penyuluhan pada remaja putri PPTQ Al-Rasyid Kartasura. Dari hasil pengerjaan pre-test dan post-test oleh remaja didapatkan hasil yang dapat dilihat pada Tabel 1 yaitu pada pretest didapatkan hasil nilai rata-rata keseluruhan adalah 59,9864. Kemudian pada post-test didapatkan hasil nilai rata-rata keseluruhan adalah 78,6369. Dari kedua hasil tersebut maka didapatkan adanya kenaikan rata-rata pada remaja sebesar 31,09% yang berarti hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan remaja telah meningkat dari sebelum adanya penyuluhan dan setelah adanya penyuluhan. Hal ini menunjukkan pemberian informasi kepada remaja putri secara langsung dapat meningkatkan pengetahuan remaja mengenai perilaku sehat seperti perilaku pencegahan anemia sehingga promosi kesehatan atau penyuluhan penting untuk dilakukan secara rutin kepada remaja. Pengetahuan remaja putri yang bertambah pada pengabdian ini adalah remaja putri menjadi mengetahui bahwa dampak anemia sangat besar bagi kesehatan dan pencegahan anemia tidak bisa dilakukan secara instan. Remaja putri PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat. Vol 9 No 5. Mei 2024. Pages 889-893 p-ISSN:2502-6828. e-ISSN:2654-4385 juga menjadi paham bahwa konsumsi tablet tambah darah merupakan salah satu tindakan yang sangat bermanfaat untuk mencegah anemia. Sebelum pengabdian dilakukan, remaja putri hanya mengetahui bahwa TTD dapat dikonsumsi dengan minuman jenis apapun. Kemudian setelah pengabdian selesai, remaja putri mengetahui bahwa konsumsi TTD lebih baik jika dikonsumsi dengan air yang mengandung vitamin C agar membantu penyerapan zat besi dalam tubuh. Pendidikan kesehatan memberikan dampak positif bagi kesehatan sehingga dapat menciptakan generasi yang sehat, makmur, sejahtera dan produktif (Saragih et al. , 2. Beberapa hal yang dapat menyebabkan anemia pada remaja putri adalah: sebab langsung, yaitu kurangnya zat gizi, terinfeksi penyakit . TB. Malari. Sebab tidak langsung, yaitu minimnya perhatian keluarga, tingginya aktivitas wanita dan pola makan keluarga. Penyebab dasar, yaitu faktor sosial ekonomi, pendidikan, pengetahuan, pekerjaan, pendapatan dan lokasi geografis yang sulit. (Budianto et al. , 2. Pengetahuan adalah informasi yang telah dikombinasikan dengan pemahaman dan potensi untuk menindaki. lantas melekat di benak seseorang. Pada umumnya, pengetahuan memiliki kemampuan prediktif terhadap sesuatu sebagai hasil pengenalan atas suatu pola. Adanya tindakan atau bahkan kebiasaan yang dimiliki seseorang dipengaruhi oleh banyaknya pengetahuan yang dimiliki (Yudi Fitranti et al. , 2. Remaja yang memiliki pengetahuan yang cukup tentang anemia akan lebih teliti dalam menjaga pola makan atau diet mereka, dibandingkan dengan remaja yang tidak mengerti tentang anemia. Remaja yang tidak mengerti anemia cenderung lebih asal-asalan dalam memilih makanan, tanpa memperhatikan kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh (Laksmita et al. , 2. Pengetahuan memiliki peran yang cukup penting dalam membentuk tindakan seseorang. Remaja yang telah memiliki pengetahuan serta pemahaman yang baik tentang anemia sebaiknya dapat mencegah anemia pada diri mereka karena anemia akan mempengaruhi kemampuan dan fokus belajar, menghambat pertumbuhan baik sel tubuh maupun sel otak sehingga menyebabkan gejala wajah tampak pucat, lemas, dan mudah lelah yang dapat mengganggu kebugaran dan prestasi belajar (Made et al. , 2. Ada banyak sumber informasi tentang anemia, seperti media cetak dan elektronik. Remaja usia sekolah juga bisa mendapatkan informasi anemia dari materi pelajaran di sekolah. Dengan informasi tersebut, diharapkan remaja bisa mencegah anemia dengan cara yang tepat. Selain itu, sekolah bisa bekerja sama dengan puskesmas terdekat untuk terus melakukan upaya promosi kesehatan dalam pencegahan anemia. Oleh karena itu, sangat penting untuk mensosialisasikan bahaya anemia pada remaja. KESIMPULAN Berdasarkan kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan remaja tentang anemia sebagai upaya untuk mencegah kejadian anemia. Pengetahuan memiliki peran yang penting dalam membentuk tindakan seseorang. Setelah pengabdian ini dilakukan remaja putri berniat mengonsumsi TTD secara rutin dan mengonsumsi makan-makanan yang mengandung zat besi. Maka dari itu, responden/remaja perlu belajar lebih banyak tentang anemia dari berbagai sumber . etak, elektroni. dan mengubah pola/gaya hidup menjadi lebih sehat. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terimakasih kepada Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang telah mendukung dan memfasilitasi keberlangsungan pengabdian, serta kepada remaja putri pTQ Al-Rasyid yang sudah bersedia menjadi mitra pengabdian. REFERENSI