JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jmp Email : jmp@stkip-pessel. p-ISSN : 2548-4826 . e-ISSN : 2548-4834 Vol. No. April 2026 Page 799-813 A Author Jurnal Manajemen Pendidikan METAFUNGSI BAHASA DALAM EPISODE AuASYIKNYA BERKEMAHAy PADA KARTUN ADIT SOPO JARWO: KAJIAN SFL HALLIDAY Della Eka Putri1. Sumarti2. Mulyanto Widodo3. I Wayan Ardi Sumarta4 1,2,3,4 Universitas Lampung. Indonesia Email: dellaekaputrii@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 27 January 2026 Final Revised: 11 February 2026 Accepted: 16 March 2026 Published: 30 April 2026 Keywords: Metafunction Language Systemic Functional Linguistics ABSTRACT This study aims to analyze language metafunctions in the camping-related conversations in the cartoon Adit Sopo Jarwo using HallidayAos Systemic Functional Linguistics (SFL) approach. This research employs a descriptive qualitative method with documentation techniques through conversation transcripts consisting of 45 clauses from three contexts. The data were analyzed based on three language metafunctions, namely ideational, interpersonal, and textual metafunctions. The findings show that the ideational metafunction is dominated by material processes that represent the charactersAo physical activities, accompanied by mental and relational processes that express attitudes and conditions of participants. In the interpersonal metafunction, declarative clauses with modality are predominantly used to build social interaction while conveying information. Meanwhile, the textual metafunction reveals a coherent and structured Theme-Rheme pattern that organizes the flow of information. The novelty of this study lies in the use of conversational data from an Indonesian local cartoon as the object of metafunction analysis, which has mostly been applied to written texts or formal discourse, thus contributing to SFL studies in popular media and informal interaction. The implication of this study is that the metafunctions of language can be applied to popular media such as cartoons to understand interaction patterns and language functions in informal communication. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metafungsi bahasa dalam percakapan pada kegiatan berkemah dalam kartun Adit Sopo Jarwo menggunakan pendekatan Systemic Functional Linguistics (SFL) Halliday. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik dokumentasi melalui transkrip percakapan yang terdiri atas 45 klausa dari tiga konteks. Data dianalisis berdasarkan tiga metafungsi bahasa, yaitu ideasional, interpersonal, dan tekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafungsi ideasional didominasi oleh proses material yang menggambarkan aktivitas fisik para tokoh, disertai proses mental dan relasional yang menunjukkan sikap serta kondisi partisipan. Pada metafungsi interpersonal, ditemukan dominasi klausa deklaratif dengan penggunaan modalitas yang berfungsi untuk membangun interaksi sosial sekaligus menyampaikan informasi. Sementara itu, metafungsi tekstual menunjukkan pola Tema-Rema yang terstruktur dan koheren dalam mengorganisasi alur informasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan data percakapan dari kartun lokal Indonesia sebagai objek analisis metafungsi bahasa yang sebelumnya lebih banyak diterapkan pada teks tertulis atau wacana formal, sehingga memberikan kontribusi dalam kajian LSF pada media populer dan interaksi informal. Implikasi penelitian ini yakni metafungsi bahasa dapat diterapkan pada media populer seperti kartun untuk memahami pola interaksi dan fungsi bahasa dalam komunikasi informal. Kata Kunci: Metafungsi. Bahasa. Linguistik. Sistemik. Fungsional. Metafungsi Bahasa Dalam Episode AuAsyiknya BerkemahAy Pada Kartun Adit Sopo Jarwo: Kajian SFL Halliday PENDAHULUAN Komunikasi merupakan proses utama dalam interaksi sosial yang tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk membangun hubungan antarindividu serta mengorganisasikan pesan secara sistematis dalam berbagai kondisi kehidupan (Saragih & Keisya, 2. Dalam kajian linguistik, bahasa dipahami sebagai sistem makna yang digunakan manusia untuk berinteraksi sekaligus merepresentasikan pengalaman sosialnya (Izzanti et al. , 2. Salah satu pendekatan yang menekankan fungsi bahasa secara menyeluruh adalah Systemic Functional Linguistics (SFL) yang dikembangkan oleh M. Halliday . , yang memandang bahasa bukan hanya sebagai struktur gramatikal, tetapi sebagai alat untuk melakukan tindakan sosial yang selalu terkait dengan konteks Dalam perspektif ini, setiap penggunaan bahasa mengandung tiga metafungsi utama, yaitu metafungsi ideasional, metafungsi interpersonal dan metafungsi tekstual (Halliday, 2. Menurut Wael . , dijelaskan bahwa Auada tiga kategori metafungsi dalam setiap tuturan, oleh karenanya bahasa dapat dipahami sebagai sistem yang kompleks dan Ay Linguistik Sistemik Fungsional (LSF) pertama kali diperkenalkan oleh Michael Alexander Kirkwood Halliday pada tahun 1960-an (Wulansari, 2. LSF merupakan pendekatan yang mengkaji penggunaan bahasa berdasarkan fungsi dan konteks sosial tertentu, dengan fokus utama pada hubungan antara teks dan konteks(Wiratno, 2. Dalam LSF, bahasa dipandang sebagai sistem makna yang digunakan oleh penutur untuk membuat pilihan-pilihan tertentu sesuai dengan tujuan komunikasinya (Prajnaparamytha, 2. Terdapat dua konsep utama dalam LSF, yaitu AusistemikAy dan AufungsionalAy. Sistemik mengacu pada bahasa sebagai sistem pilihan yang dapat dipilih oleh pengguna bahasa, sedangkan fungsional berarti bahwa setiap bentuk bahasa memiliki fungsi tertentu dalam konteks penggunaannya (Lubis, 2024. Sugiyanti & Anwar, 2. Terlebih Amanda . juga menjelaskan bahwa AuLSF menekankan bahwa bahasa tidak hanya sebagai struktur, tetapi juga sebagai alat untuk melakukan tindakan sosial dan menyampaikan makna tertentu. Ay Klausa dipandang sebagai sumber makna. Pada sebuah klausa terkandung tiga dimensi makna sekaligus, yaitu makna ideasional, makna interpersonal, dan makna tekstual (Annisa & Prasetyo, 2. Metafungsi ideasional . lausa sebagai representas. adalah fungsi bahasa untuk menggambarkan pengalaman, peristiwa, atau realitas dalam Systemic Functional Linguistics (SFL) (Halliday & Matthiessen, 2. Fungsi ini memandang bahasa sebagai sarana representasi pengalaman manusia, baik eksternal maupun internal, sehingga klausa berfungsi menggambarkan Ausiapa melakukan apa, kepada siapa, di mana, kapan, dan bagaimanaAy(Saragi, 2. Dalam sistem transitivitas, pengalaman tersebut diwujudkan melalui tiga unsur utama, yaitu proses, partisipan, dan sirkumstan (Safitri & Utami, 2. Proses merupakan inti klausa yang menentukan jenis peristiwa seperti material, mental, atau relasional (Ayomi, 2018. Butt, 2. , sedangkan partisipan adalah entitas yang terlibat dalam proses, dan sirkumstan berfungsi memberikan keterangan tambahan seperti waktu, tempat, cara, atau sebab untuk memperjelas konteks (Irawati et al. , 2022. Suhendar, 2. Metafungsi interpersonal . lausa sebagai pertukara. digunakan untuk membangun interaksi sosial antara penutur dan mitra tutur, di mana klausa dipandang sebagai sarana pertukaran makna melalui struktur Mood yang terdiri dari Subjek dan Finite, serta Residue yang mencakup Predikator. Komplemen, dan Adjung (Halliday & Matthiessen, 2. Mood merupakan bagian inti klausa yang menunjukkan jenis interaksi . ernyataan, pertanyaan, atau perinta. , terdiri atas Subjek sebagai pelaku atau pusat pembicaraan dan Finite sebagai unsur verba yang menunjukkan waktu atau modalitas (Jobar et al. , 2018. Mantasiah & Wajdi. Metafungsi Bahasa Dalam Episode AuAsyiknya BerkemahAy Pada Kartun Adit Sopo Jarwo: Kajian SFL Halliday Sementara itu. Residue adalah bagian selain Mood yang mencakup Predikator sebagai proses utama. Komplemen sebagai pelengkap makna, dan Adjung sebagai keterangan tambahan seperti waktu, tempat, atau cara (Pusparini, 2. Sementara itu, metafungsi tekstual . lausa sebagai pesa. berfungsi mengorganisasi informasi agar menjadi pesan yang koheren dan mudah dipahami, dengan membagi klausa menjadi Tema sebagai titik awal pembicaraan dan Rema sebagai pengembang informasi, sehingga pesan dapat tersusun secara sistematis (Nugraha, 2017. Yin & Maman, 2. Urgensi penelitian ini terletak pada masih terbatasnya kajian metafungsi bahasa dalam pendekatan Systemic Functional Linguistics (SFL) yang diterapkan pada media populer, khususnya dalam bentuk percakapan pada animasi. Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih banyak berfokus pada teks formal atau wacana tertulis, sehingga analisis terhadap tuturan lisan yang merepresentasikan interaksi sosial dalam dunia hiburan masih relatif jarang dilakukan. Padahal, penggunaan bahasa dalam media animasi mencerminkan praktik komunikasi yang bersifat natural, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, sehingga penting untuk dikaji guna memahami bagaimana metafungsi ideasional, interpersonal, dan tekstual bekerja dalam membangun makna secara simultan dalam sosial yang lebih informal. Terlebih Ngongo . menjelaskan bahwa Aukajian mengenai metafungsi bahasa tidak hanya terbatas pada teks formal, tetapi juga dapat diterapkan pada teks lisan dalam media Ay Salah satu media yang banyak menampilkan penggunaan tuturan sehari-hari adalah animasi, yang merepresentasikan bahasa dalam kondisi sosial yang lebih natural, sederhana, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga relevan untuk dikaji dalam perspektif linguistik fungsional (Melati et al. , 2023. Ruswan et al. , 2. Kartun Adit Sopo Jarwo yang diproduksi oleh MD Animation . , merupakan salah satu animasi Indonesia yang cukup populer dan dikenal luas oleh berbagai kalangan, khususnya anak-anak. Popularitas tersebut menunjukkan bahwa animasi ini memiliki jangkauan audiens yang luas serta berpotensi menjadi media pembelajaran bahasa secara tidak langsung. Selain itu, bahasa yang digunakan dalam kartun ini cenderung sederhana, komunikatif, dan merefleksikan percakapan sehari-hari masyarakat Indonesia, sehingga menjadikannya representasi yang baik dari penggunaan bahasa dalam konteks sosial nyata. Salah satu episode yang menarik untuk dikaji adalah AuAsyiknya BerkemahAy, karena menampilkan berbagai interaksi antar tokoh dalam kegiatan berkemah. Episode ini memuat tuturan yang bersifat informatif, instruktif, dan ekspresif, yang mencerminkan dinamika komunikasi sosial antar tokoh dalam situasi kolaboratif, seperti memberi instruksi, bertanya, menyanggah, dan bekerja sama. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan tuturan dalam episode ini tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga membangun hubungan sosial, menegosiasikan makna, serta mengorganisasikan alur Dengan demikian. Adit Sopo Jarwo episode AuAsyiknya BerkemahAy relevan untuk dianalisis menggunakan pendekatan SFL karena mampu merepresentasikan fungsi bahasa secara nyata dalam kondisi sosial yang komunikatif. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini berfokus pada analisis metafungsi bahasa dalam episode AuAsyiknya BerkemahAy pada kartun Adit Sopo Jarwo dengan menggunakan pendekatan SFL Halliday. Kajian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai bagaimana bahasa digunakan dalam media animasi untuk merepresentasikan pengalaman, membangun interaksi sosial, serta mengorganisasi pesan secara sistematis. Metafungsi Bahasa Dalam Episode AuAsyiknya BerkemahAy Pada Kartun Adit Sopo Jarwo: Kajian SFL Halliday METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada pemaknaan dan analisis fungsi bahasa dalam tuturan pada episode AuAsyiknya BerkemahAy dalam kartun Adit Sopo Jarwo. Data kualitatif dianalisis secara deskriptif tanpa perhitungan statistik, melainkan melalui penjelasan linguistik yang mendalam (Fitrah & Luthfiah, 2017. Kartadirejaet al. Dalam penelitian ini, peneliti berperan sebagai instrumen utama yang terlibat langsung dalam proses pengumpulan, pengelompokan, analisis, dan pelaporan data(Anggito & Setiawan, 2. Analisis difokuskan pada tiga metafungsi bahasa dalam kerangka Linguistik Sistemik Fungsional (LSF), yaitu metafungsi ideasional, interpersonal, dan tekstual yang dikembangkan oleh M. Halliday (Wiratno, 2. Data penelitian berupa klausa-klausa yang terdapat dalam dialog tokoh pada episode tersebut, yang dipilih secara representatif untuk dianalisis. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik dokumentasi dengan cara menonton, menyalin, serta mengidentifikasi tuturan dalam episode AuAsyiknya BerkemahAy(Sugiyono, 2. Proses analisis data mengikuti model interaktif Miles et al. , yang meliputi reduksi data dengan memilah klausa yang mengandung tiga metafungsi, penyajian data dalam bentuk uraian naratif tanpa tabel, serta penarikan kesimpulan berdasarkan interpretasi makna tiap klausa. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teori dengan membandingkan hasil analisis dengan sumber-sumber teoretis terkait SFL(Kirk & Miller, 1. ,sehingga hasil analisis dapat dipertanggungjawabkan secara akademik. Reduksi Data Penyajian Data Penarikan Kesimpulan Gambar 1. Langkah-Langkah Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Temuan penelitian dianalisis berdasarkan unit klausa, yang kemudian dikelompokkan ke dalam beberapa segmen sesuai konteks peristiwa dalam video. Konteks 1: Adit. Ucup, dan Denis sedang mencoba mendirikan tenda di depan rumah Adit. Percakapan: Adit: Nah, ini tenda dari Ayah yang aku bilang. Adit: Cup, kenapa Cup senyum-senyum? Ucup: Hehehehe Adit: Yuk. Cup, kita pasang dulu tendanya. Ucup: Siap. Kak Dit. Denis: Dit, kamu bisa pasang tendanya? Adit: Enggak sih. Den. Ini tenda baru dari Ayah, belum pernah dipakai. Ucup: Coba aja dulu. Kak. Namanya juga berusaha, manusia kan wajib berusaha. Kak Adit kan kalau usaha itu namanya ikhtiar, terus kalau misalA. Adit: Kayak Pak Haji kan. Cup? Tapi kan Pak Haji lagi gak ada di sini. Ucup: Hehehehe Adit: Nah. Cup, kamu pegang tiang penyangganya ya. Kak Adit sama Kak Denis yang pasang tendanya. Ucup: Oke. Kak! Ucup: Sini Ucup bantu juga. Kak, masang tendanya. Metafungsi Bahasa Dalam Episode AuAsyiknya BerkemahAy Pada Kartun Adit Sopo Jarwo: Kajian SFL Halliday Ucup: Maafin Ucup ya. Kak Adit. Ucup udah gak sabar nih mau kemah. Adit: Ucup. UcupA Metafungsi Ideasional Tabel 1. Temuan Data Ideasional Konteks 1. Data Proses adalah . Klausa Ini tenda dari Ayah yang aku bilang Kenapa Cup senyum-senyum Kita pasang dulu Kamu bisa pasang Ini tenda baru dari Ayah Belum pernah dipakai Manusia wajib berusaha Pak Haji gak ada di sini Kamu pegang tiang Ucup bantu masang Ucup gak sabar Ucup mau kemah dipakai . aterial berusaha . senyum-senyum . bisa pasang . aterial moda. bantu, masang . Partisipan Ini tenda . , dari Ayah . Cup . Sirkumstan kita . , tendanya . , tendanya . ini tenda . , baru dari Ayah . Pak Haji . , tiang penyangga . Ucup . , tendanya . Ucup . Ucup . , kemah . belum pernah . di sini . Berdasarkan hasil analisis, metafungsi ideasional dalam data direalisasikan melalui beberapa jenis proses, yaitu material, relasional, mental, dan behavioral. Proses material ditemukan pada data 3, 4, 6, 7, 9, dan 10 melalui verba seperti pasang, dipakai, berusaha, pegang, dan bantu/masang yang menunjukkan tindakan fisik, dengan partisipan berupa aktor sebagai pelaku tindakan . isalnya AukitaAy. AukamuAy. AumanusiaAy. AuUcupA. dan goal sebagai sasaran tindakan . isalnya AutendaAy atau Autiang penyanggaA. Proses relasional terdapat pada data 1, 5, dan 8 melalui verba adalah . dan ada yang menyatakan keadaan atau identitas, dengan partisipan berupa carrier sebagai entitas yang dijelaskan dan attribute sebagai keterangan yang melekat pada carrier. Selanjutnya, proses mental ditemukan pada data 11 dan 12 melalui verba seperti sabar dan mau yang menunjukkan kondisi batin atau perasaan, dengan partisipan berupa senser sebagai perasa atau pengalami, serta fenomena sebagai hal yang dirasakan. Selain itu, proses behavioral terdapat pada data 2 melalui verba senyum-senyum yang menunjukkan perilaku fisiologis, dengan partisipan berupa behaver sebagai pelaku perilaku tersebut. Dengan demikian, keempat jenis proses ini menunjukkan bahwa tuturan dalam data mampu merepresentasikan pengalaman tokoh secara beragam, baik dalam bentuk tindakan, keadaan, perasaan, maupun perilaku. Metafungsi Interpersonal Tabel 2. Temuan Data Interpersonal Konteks 1. Data Klausa Ini tenda dari Ayah yang aku Mood Subjek ini tenda Residue Finite Predikator Komplemen Adjung Metafungsi Bahasa Dalam Episode AuAsyiknya BerkemahAy Pada Kartun Adit Sopo Jarwo: Kajian SFL Halliday Data Mood Klausa Subjek Finite Kenapa Cup senyum-senyum Cup Kita pasang dulu tendanya Kamu bisa pasang tendanya Ini tenda baru dari Ayah ini tenda Belum pernah dipakai Manusia wajib berusaha . Pak Haji gak ada di sini Pak Haji Kamu pegang tiang Predikator . Residue Komplemen Adjung Ayah Ayah di sini Ucup bantu masang tendanya Ucup Ucup gak sabar Ucup mau kemah Ucup Ucup Berdasarkan analisis metafungsi interpersonal pada 12 klausa, interaksi dalam data direalisasikan melalui struktur Mood yang terdiri atas Subjek dan Finite serta Residue yang mencakup Predikator. Komplemen, dan Adjung. Subjek didominasi oleh partisipan seperti ini tenda. Cup, kita, kamu, manusia, dan Pak Haji yang berfungsi sebagai pusat pembicaraan dalam tuturan. Finite muncul melalui modalitas dan negasi seperti bisa, wajib, gak, belum, dan mau yang menunjukkan sikap penutur terhadap isi klausa, seperti kemampuan, keharusan, penyangkalan, dan keinginan. Sementara itu. Residue direalisasikan melalui Predikator seperti pasang, senyum-senyum, berusaha, pegang, dan bantu/masang, serta dilengkapi oleh Komplemen dan Adjung yang memberikan objek dan keterangan konteks. Secara keseluruhan, klausa-klausa tersebut menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga membangun interaksi dan sikap antar tokoh dalam percakapan. Metafungsi Tekstual Tabel 3. Temuan Data Tekstual Konteks 1. Data Klausa Ini tenda dari Ayah yang aku bilang Kenapa Cup senyum-senyum Kita pasang dulu tendanya Kamu bisa pasang tendanya Ini tenda baru dari Ayah Belum pernah dipakai Manusia wajib berusaha Pak Haji gak ada di sini Kamu pegang tiang penyangganya Ucup bantu masang tendanya Ucup udah gak sabar Ucup mau kemah Tema Ini tenda Cup Kita Kamu Ini tenda Tenda . Manusia Pak Haji Kamu Ucup Ucup Ucup Rema dari Ayah yang aku bilang senyum-senyum pasang dulu tendanya bisa pasang tendanya baru dari Ayah belum pernah dipakai wajib berusaha gak ada di sini pegang tiang penyangganya bantu masang tendanya udah gak sabar mau kemah Metafungsi Bahasa Dalam Episode AuAsyiknya BerkemahAy Pada Kartun Adit Sopo Jarwo: Kajian SFL Halliday Berdasarkan analisis metafungsi tekstual pada 12 klausa, diketahui bahwa struktur TemaAe Rema digunakan untuk mengorganisasi aliran informasi dalam percakapan secara koheren. Tema dalam data didominasi oleh unsur partisipan seperti ini tenda. Cup, kita, kamu, manusia. Pak Haji, dan Ucup yang berfungsi sebagai titik awal penyampaian informasi dan menunjukkan fokus utama pembicaraan pada pelaku atau objek yang dibicarakan. Sementara itu. Rema berisi pengembangan informasi yang menjelaskan tindakan, keadaan, atau keterangan tambahan seperti pasang dulu tendanya, senyum-senyum, bisa pasang tendanya, wajib berusaha, gak ada di sini, dan mau kemah. Pola ini menunjukkan bahwa informasi dalam percakapan disusun secara linear dari pengenalan partisipan sebagai Tema menuju penjelasan aktivitas atau keadaan sebagai Rema, sehingga pesan dalam tuturan menjadi lebih terarah, mudah dipahami, dan sesuai konteks. Konteks 2: Bang Sopo dan Jarwo ingin ikut Adit. Ucup, dan Denis berkemah di depan rumah Adit. Percakapan: Sopo Jarwo: Assalamualaikum Adit. Ucup. Denis: Waalaikumsalam Jarwo: Ayo Sopo, cepat turunin jagungnya! Sopo: Iya. Boss. Jarwo: Kalian mau ngapain toh, kok ada tenda segala di halaman rumah? Adit: Ini Bang Jarwo, kita mau camping malam ini di sini, tapi tendanya dari tadi susah didiriin. Jarwo: Emm, kami boleh ikutan camping gak? Adit: Iya boleh. Bang Jarwo, tapi ini tendanya susah banget didiriin. Bang. Jarwo: Kalian ini cuma pasang tenda begini aja ndak bisa, nih lihat ahlinya. Sopo: Bos bisa? Jarwo: Pake nanya kamu. Sopo. Harusnya seperti ini, kalau pasak penyangganya sudah dipasang baru tiangnya, terus kain tendanya kayak gini nih loh. Sopo: Mm, mau dibantuin enggak. Bos? Jarwo: Wies, gak usah, aku bisa sendiri. Jarwo: Aduh, duh, duh. Sopo: Sakit. Boss? Jarwo: He, eh, gak usah nanya. Sopo. Bunda: Eh, jagungnya sudah datang ya. Makasih ya. Bang Sopo. Bang Jarwo. Jarwo: Sama-sama. Bun. Bunda: Ini rencananya anak-anak mau camping malam ini di pekarangan. Nah, kalau ada jagung bakar kan jadi lebih seru loh, tapi kok tendanya belum berdiri juga? Adit: Bang Jarwo aja gak bisa apa? Del, ada buku petunjuknya? Bunda: Iya, ini bukunya ketinggalan tadi di kardus tendanya. Adit: Wah, ternyata ada buku petunjuknya. Pantesan dari tadi kita susah diriin tendanya. Jarwo: Sebetulnya aku sendiri bisa kok, cuma ya itu. Ucup: Itu apa. Bang Jarwo? Jarwo: Ya itu ndak tahu mulainya dari mana, hehe. Ucup: Walah. Bang Jarwo, kalau kata Pak Haji nih ya, sebelum lakukan apa-apa kita itu harus tahu dulu. Jarwo: Wi wis wis wis deh. Pak Haji lagi ke kelurahan ada urusan. Bunda: Ya udah, begini aja, anak-anak sama Bang Jarwo pasang lagi tendanya berdasarkan buku petunjuk. Nanti bunda sama Adel siapin jagung bakarnya ya. Bang Sopo tolong bawain jagung bakarnya ke dapur ya. Sopo: Iya. Bun. Bunda: Pokoknya nanti bunda akan buatin jagung bakar yang paling enak deh buat kalian. Anak-anak: Yey, asik! Metafungsi Ideasional Tabel 4. Temuan Data Ideasional Konteks 2. Data Klausa Proses Partisipan Sirkumstan Metafungsi Bahasa Dalam Episode AuAsyiknya BerkemahAy Pada Kartun Adit Sopo Jarwo: Kajian SFL Halliday Ayo Sopo turunin jagungnya turunin . Kalian mau ngapain mau ngapain . Sopo . , jagungnya . Ada tenda di halaman rumah ada . Kita mau camping di sini Tendanya susah didirikan Kami boleh ikutan camping mau camping . ental/materia. aterial boleh ikutan . Kalian pasang tenda pasang . aterial bisa . Pasak penyangganya sudah Aku bisa sendiri Aku tidak tahu mulainya dari Kita harus tahu dulu Buku petunjuknya ketinggalan di kardus tenda Kita susah mendirikan tenda Kita pasang lagi tenda Bunda akan buatin jagung bakar buatin . Ini jagung bakar paling enak adalah . elasional di halaman kita . enser/akto. di sini tenda . , tenda . pasak penyangga . dari mana tahu . ental moda. buku petunjuk . , tenda . , tenda . , jagung bakar . ini jagung bakar . di kardus paling enak Berdasarkan hasil analisis metafungsi ideasional, klausa-klausa dalam data didominasi oleh proses material yang menunjukkan tindakan fisik, seperti turunin, pasang, didirikan, ketinggalan, dan buatin, dengan partisipan utama berupa aktor (Sopo, kalian, kita, bund. serta goal seperti jagung, tenda, pasak penyangga, dan jagung bakar. Hal ini menunjukkan bahwa tuturan banyak merepresentasikan aktivitas nyata yang berkaitan dengan kegiatan berkemah, khususnya proses mendirikan tenda. Selain itu, terdapat proses mental seperti mau, tahu, dan harus tahu yang melibatkan senser . alian, aku, kit. untuk merepresentasikan keinginan, pengetahuan, dan keharusan yang bersifat kognitif. Proses eksistensial juga muncul melalui klausa Auada tenda di halaman rumahAy yang menunjukkan keberadaan suatu entitas, sedangkan proses relasional implisit terdapat pada klausa Auini jagung bakar paling enakAy yang menggambarkan atribut suatu objek. Secara keseluruhan, variasi proses tersebut menunjukkan bahwa tuturan tidak hanya merepresentasikan tindakan fisik, tetapi juga pengalaman mental dan keberadaan entitas dalam berkemah. Metafungsi Interpersonal Tabel 5. Temuan Data Interpersonal Konteks 2. Data Klausa Mood Finite Predikator Residue Komplemen Ayo Sopo turunin jagungnya Kalian mau ngapain Subjek Sopo Ada tenda di halaman rumah Kita mau camping di sini Adjung di halaman di sini Metafungsi Bahasa Dalam Episode AuAsyiknya BerkemahAy Pada Kartun Adit Sopo Jarwo: Kajian SFL Halliday Data Mood Klausa Residue Komplemen Adjung Tendanya susah didirikan Subjek Finite Kami boleh ikutan camping dari mana Kalian pasang tenda Pasak penyangganya sudah Aku bisa sendiri Aku tidak tahu mulainya dari Kita harus tahu dulu Buku petunjuknya ketinggalan di kardus tenda Kita susah mendirikan tenda Kita pasang lagi tenda Predikator Bunda akan buatin jagung bakar di kardus Ini jagung bakar paling enak ini jagung . Berdasarkan hasil analisis metafungsi interpersonal, diketahui bahwa struktur interaksi dalam data direalisasikan melalui sistem Mood yang terdiri atas Subjek dan Finite serta Residue yang mencakup Predikator. Komplemen, dan Adjung. Subjek dalam tuturan didominasi oleh partisipan seperti Sopo, kalian, kita, kami, aku, bunda, serta tenda dan buku petunjuk, yang menunjukkan bahwa fokus interaksi tidak hanya pada pelaku manusia tetapi juga objek yang dibicarakan. Finite banyak direalisasikan melalui modalitas dan aspek seperti mau, bisa, boleh, harus, tidak, sudah, dan akan yang mencerminkan sikap penutur terhadap isi tuturan, seperti kemampuan, keharusan, izin, penyangkalan, dan waktu. Sementara itu. Predikator diwujudkan melalui verba seperti turunin, pasang, didirikan, tahu, ketinggalan, dan buatin yang menunjukkan proses utama dalam klausa, sedangkan Komplemen dan Adjung melengkapi makna dengan menunjukkan objek serta keterangan tempat, waktu, dan kondisi . i halaman rumah, di kardus tenda, dulu, lagi, susa. Metafungsi Tekstual Tabel 6. Temuan Data Tekstual Konteks 2. Data Klausa Ayo Sopo turunin jagungnya Kalian mau ngapain Ada tenda di halaman rumah Kita mau camping di sini Tendanya susah didirikan Kami boleh ikutan camping Kalian pasang tenda Pasak penyangganya sudah dipasang Aku bisa sendiri Tema Sopo Kalian Tenda Kita Tendanya Kami Kalian Pasak penyangga Aku Aku tidak tahu mulainya dari mana Aku Kita harus tahu dulu Kita Rema turunin jagungnya mau ngapain ada di halaman rumah mau camping di sini susah didirikan boleh ikutan camping pasang tenda sudah dipasang bisa sendiri tidak tahu mulainya dari harus tahu dulu Metafungsi Bahasa Dalam Episode AuAsyiknya BerkemahAy Pada Kartun Adit Sopo Jarwo: Kajian SFL Halliday Data Klausa Buku petunjuknya ketinggalan di kardus Kita susah mendirikan tenda Kita pasang lagi tenda Bunda akan buatin jagung bakar Ini jagung bakar paling enak Tema Buku Kita Kita Bunda Ini jagung bakar Rema ketinggalan di kardus tenda susah mendirikan tenda pasang lagi tenda akan buatin jagung bakar paling enak Berdasarkan hasil analisis metafungsi tekstual, diketahui bahwa struktur TemaAeRema berperan dalam mengorganisasi aliran informasi dalam percakapan secara koheren. Tema dalam data didominasi oleh unsur partisipan seperti Sopo, kalian, kita, kami, aku, bunda, tenda, pasak penyangga, dan buku petunjuk yang berfungsi sebagai titik awal informasi sekaligus menunjukkan fokus utama pembicaraan. Sementara itu. Rema berisi pengembangan informasi yang menjelaskan tindakan, keadaan, atau keterangan tambahan seperti turunin jagungnya, mau ngapain, ada di halaman rumah, pasang tenda, susah didirikan, boleh ikutan camping, harus tahu dulu, serta keterangan tempat dan kondisi lainnya. Pola ini menunjukkan bahwa informasi dalam percakapan disusun secara linear dari pengenalan Tema sebagai pusat perhatian menuju Rema sebagai pengembangan pesan, sehingga tuturan menjadi lebih terstruktur, dan mudah dipahami. Konteks 3: Berkemah dengan tenda kecil di depan rumah Adit pada malam hari. Percakapan: Ayah: Assalamualaikum Semua: Waalaikumsalam Ayah: Wah, sudah berdiri ya tendanya. Maaf ya. Ayah tidak bisa ikutan bantuin. Ayah banyak urusan di Adit: Iya, gak apa-apa kok. Ya sudah dibantuin sama Bang Sopo sama Bang Jarwo. Ucup: Em, enak banget nih. Adit: Iya, enak banget nih. Bunda: Iya Del, sabar dong, kan masih panas jagungnya. Semua: Hahahaha. Bunda: Wah. Bang Jarwo sudah ngantuk saja. Jarwo: Hehehe, iya Bun. Boleh gak nih Bang Jarwo ngerasain tendanya? Bunda: Loh. Bang Jarwo gak makan dulu jagung bakarnya? Jarwo: Walah, kok adil duluan. Ucup: Ucup juga mau ah masuk ke tenda. Adit: Adit juga. Sopo: Sopo juga mau. Jarwo: Loh, lah, kok aku ya ngantuk malah kalian yang masuk ke tenda, wis aku juga ikutan. Ayah: Bang Jarwo. Bang Jarwo gak mau ngalah sama anak-anak. Bunda: Namanya juga Bang Jarwo. Yah. Ucup: Bang Jarwo geser dikit dong. Jarwo: Wong kamu ini sudah menghabiskan tempat kok. Adit: Iya Del. Kak Adit juga kejepit. Ucup: Tendanya kekecilan. Kak Adit. Jarwo: Geseran lagi, cuk. Geser, geser, geser. Metafungsi Ideasional Tabel 7. Temuan Data Ideasional Konteks 3. Data Klausa Sudah berdiri ya tendanya Proses sudah berdiri . Partisipan tendanya (Akto. Sirkumstan Metafungsi Bahasa Dalam Episode AuAsyiknya BerkemahAy Pada Kartun Adit Sopo Jarwo: Kajian SFL Halliday Data Klausa Ayah tidak bisa ikutan Ayah banyak urusan di Enak banget nih Sabar dong Bang Jarwo sudah ngantuk Bang Jarwo ngerasain merasakan . Bang Jarwo (Sense. Bang Jarwo gak makan dulu jagung bakarnya makan . Bang Jarwo (Akto. Ucup mau masuk ke tenda Adit juga . au masu. Sopo juga mau . Aku juga ikutan Bang Jarwo gak mau Kamu sudah menghabiskan tempat Adit juga kejepit Tendanya kekecilan Geseran lagi Proses bisa . material/kemampua. Partisipan Sirkumstan Ayah (Akto. Ayah (Carrie. di kantor . ental/behaviora. ental/behaviora. Bang Jarwo (Sense. mau masuk . aterial mau masuk . aterial mau . odal/materia. (Fenomen. jagung bakarnya (Goa. ke tenda . rah/tempa. Ucup (Akto. Adit (Akto. Sopo (Akto. Jarwo (Akto. Bang Jarwo (Akto. kamu (Akto. tempat (Goa. Adit (Carrie. tendanya (Carrie. elasional kekecilan . elasional geser . Berdasarkan analisis metafungsi ideasional pada data percakapan, klausa-klausa yang muncul didominasi oleh proses material, mental, dan relasional yang merepresentasikan aktivitas dan pengalaman dalam konteks pemasangan tenda dan kegiatan berkemah. Proses material seperti sudah berdiri, bantuin, makan, masuk, menghabiskan, dan geser menunjukkan tindakan fisik yang dilakukan oleh partisipan seperti Adit. Ucup. Sopo, dan Jarwo, dengan peran dominan sebagai aktor yang melakukan suatu aksi terhadap goal tertentu seperti tenda atau jagung bakar. Sementara itu, proses mental seperti ngantuk, ngerasain, dan mau menggambarkan pengalaman batin, keinginan, serta persepsi tokoh, dengan partisipan berperan sebagai senser yang mengalami fenomena tertentu. Adapun proses relasional seperti banyak urusan, enak, kekecilan, dan kejepit berfungsi untuk mengidentifikasi atau mengklasifikasikan keadaan partisipan . , sehingga memberikan deskripsi kondisi dalam percakapan. Metafungsi Interpersonal Tabel 8. Temuan Data Interpersonal Konteks 3. Klausa Subjek Finite Predikator Komplemen Sudah berdiri ya tendanya Ayah tidak bisa ikutan bantuin Ayah Adjun Ayah banyak urusan di kantor Ayah Data Metafungsi Bahasa Dalam Episode AuAsyiknya BerkemahAy Pada Kartun Adit Sopo Jarwo: Kajian SFL Halliday Data Klausa Subjek Finite Predikator Komplemen Adjun Enak banget nih Sabar dong Bang Jarwo sudah ngantuk Bang Jarwo ngerasain tendanya Bang Jarwo gak makan dulu jagung . Bang Jarwo Bang Jarwo Bang Jarwo Ucup mau masuk ke tenda Ucup Adit juga . au masu. Sopo juga mau . Aku juga ikutan Bang Jarwo gak mau ngalah Kamu sudah menghabiskan tempat Adit juga kejepit Tendanya kekecilan Geseran lagi Adit . Adit Sopo Jarwo Bang Jarwo Berdasarkan analisis metafungsi interpersonal pada data percakapan, struktur Mood didominasi oleh pola deklaratif yang menunjukkan fungsi utama tuturan sebagai penyampaian informasi, keadaan, serta tindakan dalam kegiatan berkemah. Subjek dalam klausa umumnya diisi oleh partisipan seperti Adit. Ucup. Sopo. Bang Jarwo, dan tendanya yang menunjukkan peran sosial sebagai penutur atau objek pembicaraan yang bertanggung jawab terhadap isi proposisi. Sementara itu. Finite banyak ditandai oleh unsur modalitas dan temporal seperti bisa, mau, tidak, sudah, dan gak yang berfungsi untuk menunjukkan derajat kepastian, kemampuan, serta waktu terjadinya tindakan. Bagian Predikator mendominasi isi makna seperti berdiri, bantuin, makan, masuk, ngantuk, ngerasain, dan ngalah, yang menunjukkan proses utama dalam interaksi, sedangkan Komplemen dan Adjung memberikan informasi tambahan seperti objek . agung bakarnya, tenda, tempa. dan keterangan waktu atau cara . i kantor, dulu, lag. Metafungsi Tekstual Tabel 9. Temuan Data Tekstual Konteks 3. Data Klausa Sudah berdiri ya tendanya Ayah tidak bisa ikutan bantuin Ayah banyak urusan di kantor Enak banget nih Sabar dong Bang Jarwo sudah ngantuk Bang Jarwo ngerasain tendanya Tema Ayah Ayah . mplisit: in. Bang Jarwo Bang Jarwo Rema sudah berdiri tidak bisa ikutan bantuin banyak urusan di kantor enak banget sudah ngantuk ngerasain tendanya Metafungsi Bahasa Dalam Episode AuAsyiknya BerkemahAy Pada Kartun Adit Sopo Jarwo: Kajian SFL Halliday Data Klausa Bang Jarwo gak makan dulu jagung Ucup mau masuk ke tenda Adit juga . au masu. Sopo juga mau . Aku juga ikutan Bang Jarwo gak mau ngalah Kamu sudah menghabiskan tempat Adit juga kejepit Tendanya kekecilan Geseran lagi Tema Bang Jarwo Ucup Adit Sopo Jarwo Bang Jarwo Adit . Rema gak makan dulu jagung mau masuk ke tenda mau masuk juga ikutan gak mau ngalah sudah menghabiskan tempat juga kejepit geser lagi Berdasarkan analisis metafungsi tekstual pada data percakapan, pola TemaAeRema menunjukkan bahwa Tema didominasi oleh unsur partisipan seperti Adit. Ucup. Sopo. Bang Jarwo. Ayah, tendanya, serta pronomina seperti kamu dan ini . , yang berfungsi sebagai titik awal informasi sekaligus penanda fokus utama dalam setiap klausa. Pemilihan Tema yang cenderung berupa pelaku atau objek menunjukkan bahwa percakapan lebih berorientasi pada pelaku tindakan dan benda yang menjadi pusat kegiatan, yaitu aktivitas Sementara itu, bagian Rema berisi pengembangan informasi yang menjelaskan proses, kondisi, atau tindakan seperti sudah berdiri, tidak bisa ikutan bantuin, banyak urusan di kantor, enak banget, mau masuk ke tenda, ngantuk, ngerasain tendanya, hingga kekecilan, yang memperkaya makna dan menjelaskan situasi secara lebih rinci. Berdasarkan keseluruhan hasil analisis metafungsi bahasa, percakapan dalam kegiatan berkemah menunjukkan keterpaduan fungsi bahasa dalam merepresentasikan pengalaman, membangun interaksi sosial, dan mengorganisasi informasi secara sistematis. Pada metafungsi ideasional, dominasi proses material menggambarkan bahwa tuturan berfokus pada rangkaian aktivitas fisik seperti memasang tenda, berpindah tempat, dan membantu kegiatan bersama, yang disertai proses mental dan relasional untuk mengekspresikan keinginan, kondisi, serta penilaian terhadap situasi yang terjadi. Sementara itu, pada metafungsi tekstual, pola TemaAeRema memperlihatkan alur informasi yang runtut dan koheren, di mana Tema didominasi oleh partisipan atau objek yang menjadi pusat perhatian, sedangkan Rema berisi pengembangan informasi yang menjelaskan tindakan dan keadaan secara lebih rinci. Secara keseluruhan, ketiga metafungsi tersebut saling melengkapi dalam membentuk makna percakapan yang utuh, dinamis, dan kontekstual, sehingga menunjukkan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana representasi pengalaman dan pembangun relasi sosial dalam interaksi sehari-hari. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis metafungsi bahasa dalam tiga konteks percakapan kegiatan berkemah, diperoleh total 45 klausa yang terdiri atas 12 klausa pada konteks 1, 16 klausa pada konteks 2, dan 17 klausa pada konteks 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada metafungsi ideasional, proses yang dominan adalah proses material yang merepresentasikan aktivitas fisik para tokoh, disertai proses mental dan relasional yang menggambarkan sikap, keinginan, dan kondisi partisipan. Pada metafungsi interpersonal, klausa deklaratif dengan Metafungsi Bahasa Dalam Episode AuAsyiknya BerkemahAy Pada Kartun Adit Sopo Jarwo: Kajian SFL Halliday modalitas seperti mau, bisa, tidak, dan sudah menunjukkan bahwa bahasa berfungsi untuk menyampaikan informasi sekaligus membangun interaksi sosial. Sementara itu, pada metafungsi tekstual, pola TemaAeRema memperlihatkan alur informasi yang terstruktur. Secara keseluruhan, ketiga metafungsi tersebut saling melengkapi dalam membentuk makna percakapan yang utuh dan kontekstual. Adapun keterbatasan penelitian ini adalah cakupan data yang masih terbatas serta belum melibatkan banyak aspek, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas data agar hasil lebih akurat. REFERENSI