Hubungan Peran Perawat sebagai Care Giver dengan Tingkat Stres Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSU Royal Prima Medan HUBUNGAN PERAN PERAWAT SEBAGAI CARE GIVER DENGAN TINGKAT STRES PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK DI RUANG HEMODIALISA RSU. ROYAL PRIMA MEDAN Ferianus Fatemaluo1, Mardan Darman2, Harpenta Halawa3, Restueli Waruwu4, Elis Anggeria5 Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia Email: elisanggeria@unprimdn.ac.id ABSTRAK Peran perawat sebagai care giver dengan memberikan terapi hemodialisa pada pasien gagal ginjal kronik. Terapi ini bertujuan untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme atau racun tertentu dari peredaran darah manusia melalui membran semi permiabel sebagai pemisah darah dan cairan dialisat pada ginjal buatan dimana terjadi proses difusi, osmosis dan ultra filtrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran perawat sebagai care giver dengan tingkat stres pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RSU. Royal Prima Medan. Penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan desain Cross Sectional. Waktu penelitian pada bulan Juni 2019. Populasi adalah seluruh pasien yang melakukan hemodialisa sebanyak 20 orang. Teknik pengambilan sampel dengan Sampling Jenuh, maka sampel sebanyak 20 orang. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data univariat dalam tabel distribusi frekuensi. Analisa bivariat menggunakan korelasi Spearman. Hasil penelitian mendapatkan karakteristik responden menurut umur, mayoritas berumur 60-69 tahun, berjenis kelamin laki-laki, pendidikan S2, dan beragama Protestan. Mayoritas peran perawat sebagai care giver baik dan minoritas cukup. Mayoritas stres ringan dan minoritas stres sedang. Kata kunci: peran, perawat, care giver, tingkat stres ABSTRACT The role of nurses is as care givers by providing hemodialysis therapy in patients with chronic kidney failure. This therapy aims to eliminate metabolic waste or certain poisons from human blood circulation through semi-permeable membranes as a separator of blood and dialysate fluid in artificial kidneys where diffusion, osmosis and ultra-filtration processes occur. This study aims to determine the relationship of the role of nurses as care givers with the stress level of patients with chronic kidney failure in the hemodialysis room in RSU Royal Prima Medan. This study uses descriptive analytic with Cross Sectional design. The time of the study was in June 2019. The population was all 20 hemodialysis patients. Saturated sampling technique for sampling, the sample amounted to 20 people. Methods collecting data is using a questionnaire. Analysis univariate data was in the frequency distribution table. Bivariate analysis is using Spearman correlation. The results of the study obtained the characteristics of respondents according to age, the majority were aged 60-69 years, male gender, S2 education, and Protestantism. The majority of the roles of nurses as good care givers and minorities are sufficient. There are majority of mild stress and moderate stress minority. Keywords: role, nurse, care giver, stress level Jurnal Keperawatan Vol. 11 No 1 2021 STIKES Hang Tuah Tanjungpinang https://jurnal.stikesht-tpi.ac.id/index.php/jurkep E-ISSN: 2621 7694 | P-ISSN: 2086-9703 14 Hubungan Peran Perawat sebagai Care Giver dengan Tingkat Stres Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSU Royal Prima Medan PENDAHULUAN Peran perawat sebagai care giver merupakan peran yang sangat penting dari peran-peran yang lain karena baik tidaknya layanan profesi keperawatan dirasakan langsung oleh pasien (Asmadi, 2012). Adanya hubungan yang bermakna antara peran perawat sebagai care giver dengan kualitas hidup (Hanafi, Bidjuni, & Babakal, 2016). Peran perawat sebagai care giver sangat penting bagi pasien dengan penyakit gagal ginjal kronik. Gagal ginjal kronik atau Chonic Kidney Disease (CKD) merupakan penurunan fungsi ginjal progesif yang ireversibel ketika fungsi ginjal tidak mampu mempertahankan keseimbangan metabolik, cairan dan elektrolik yang menyebabkan terjadinya uremia dan azotemia. (Bayhakki. 2013). Indonesia termasuk negara dengan tingkat penderita gagal ginjal yang cukup tinggi. Berdasarkan data pada tahum 2010 jumlah pasien gagal ginjal adalah 17.507 orang. Kemudian meningkat lagi kia-kira lima ribu lebih pada tahun 2011 dengan jumlah pasti sebesar 23.261 pasien, tahun 2012 mengalami peningkatan tidak sebanyak dari tahun 2010 sampai tahun 2011. Pada tahun 2013 akan terus meningkat terkait terus meningkatnya populasi penyakit diabetes dan juga hipertensi. Pada tahun 2011 ke 2012 terjadi peningkatan yaitu 24.141 pasien bertamabah 880 orang (Kementerian Kesehatan RI [Kemenkes RI], 2013). Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (2013) prevalensi gagal ginjal kronik yang pernah diagnosis oleh Dokter Indonesia 0,2% prevalensi tertinggi di Sulawesi Tengah 0,05%. Prevalensi selanjutnya diikuti Aceh, Gorontalo, dan Sulawesi Utara masingmasing 0,4%. Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogjakarta, dan Jawa Timur masingJurnal Keperawatan Vol. 11 No 1 2021 STIKES Hang Tuah Tanjungpinang https://jurnal.stikesht-tpi.ac.id/index.php/jurkep masing 0,5%, sedangkan Sumatera Utara sebesar 0,2%. Hasil penelitian Pongsibidang (2016) menunjukan bahwa faktor resiko kejadian gagal ginjal kronik adalah hipertensi diabetes dan komsumsi obat herbal. Penelitian Adhiatma, Wahab, dan Widyantara (2014) mendapatkan hipertensi, diabetes melitus, nefropati obstruksi dan pielonefritis kronik menunjukan ada hubungan dengan kejadian gagal ginjal kronik. Penelitian Ali, Masi, dan Kallo (2017) menunjukan pasien gagal ginjal kronik dengan comorbid (komorbiditas) diabetes mellitus yang memiliki kualitas hidup baik sebanyak 43,4% dan yang memiliki kualitas hidup buruk sebanyak 56,7%. Kualitas hidup seseorang dalam hal ini pasien gagal ginjal kronik dengan comorbid hipertensi dan diabetes melitus sebetulnya dipengaruhi oleh banyak faktor. Peran perawat dengan memberikan asuhan keperawatan untuk dapat meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Hemodialisa merupakan suatu membran atau selaput semi permiabel. Membran ini dapat dilalui oleh air dan zat tertentu atau zat sampah. Proses ini disebut dialisis yaitu proses berpindahnya air atau zat, bahan melalui membran semi permiabel. Terapi hemodialisa menggunakan teknologi tinggi sebagai terapi pengganti untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme atau racun tertentu dari peredaran darah manusia melalui membran semi permiabel sebagai pemisah darah dan cairan dialisat pada ginjal buatan dimana terjadi proses difusi, osmosis dan ultra filtrasi (Smeltzer & Bare, 2017). Hemodialisa menjadi tindakan pengobatan yang dilakukan pada pasien GGK supaya mampu bertahan hidup. Namun demikian, tindakan tersebut mempunyai efek samping pada kondisi fisik serta psikologis pendetita GGK (Kemenkes, 2018). E-ISSN: 2621 7694 | P-ISSN: 2086-9703 15 Hubungan Peran Perawat sebagai Care Giver dengan Tingkat Stres Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSU Royal Prima Medan Penelitian Rahayu, Ramlis, dan Fernando (2018) menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi hemodialisis terhadap tingkat stres pada pasien gagal ginjal kronik. Penelitian Harahap, Sarumpaet dan Tarigan (2010) menunjukan adanya hubungan yang bermakna antara stres, depresi, dukungan sosial dengan kepatuhan pembatasan nutrisi pada pasien gagal ginjal kronik dan ada hubungan yang bermakna antara stres, depresi, dukungan sosial dengan kepatuhan pembatasan cairan pada pasien gagal ginjal kronik. Penelitian Anggraeni, Sarwono dan Sunarmi (2017) mendapatkan adanya hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa. Penelitian Hayun, Aziz, dan Sudiro (2017) menunjukkan adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani terapi hemodialisis. Pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis memerlukan hubungan yang erat yang bisa dijadikan tempat mencurahkan perasaannya disaatsaat stres dan kehilangan semangat. Berdasarkan hasil survei awal yang dilakukan peneliti pada bulan Maret 2019 diperoleh data bahwa penderita gagal ginjal kronik di RSU. Royal Prima Medan pada bulan Maret tahun 2019 sebanyak 56 orang. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara kepada 15 perawat dan 11 pasien dengan gagal ginjal kronik. Ada 7 pasien yang menyatakan bahwa pasien kurang semangat dan pasiennya tampak lesu, lemas dan muka merah, pucat, gelisah, khawatir hilangnya minat, tidak dapat istirahat dan pasien mengatakan tidak berguna, dan tidak dapat melakukan kegiatan seperti biasanya. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik mengetahui hubungan peran perawat sebagai Jurnal Keperawatan Vol. 11 No 1 2021 STIKES Hang Tuah Tanjungpinang https://jurnal.stikesht-tpi.ac.id/index.php/jurkep care giver dengan tingkat stres pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSU. Royal Prima Medan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan desain Cross Sectional, dimana data yang menyangkut variabel bebas dan terikat akan dikumpulkan dalam waktu bersamaan untuk mengetahui hubungan peran perawat sebagai care giver dengan tingkat stres pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RSU. Royal Prima Medan tahun 2019. Waktu penelitian akan dilaksanakan pada bulan Juni 2019. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien yang melakukan hemodialisa sebanyak 20 orang diruang hemodialisa RSU. Royal Prima Medan. Teknik pengambilan sampel dengan cara Sampling Jenuh yaitu semua populasi dijadikan sampel. Menentukan besarnya sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Arikunto (2013), yaitu apabila jumlah populasi kurang dari 100 orang maka seluruh populasi dijadikan sampel dan apabila jumlah populasi diatas 100 orang maka diambil 10-15% atau 2025%. Maka sampel sebanyak 20 orang. Metode pengumpulan data dapat dilakukan dengan cara memberikan dan menggunakan kuesioner yang mengacu pada kerangka konsep dan tinjauan pustaka. Pengumpulan data instrumen dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner data demografi, peran perawat care giver, dan tingkat stres. Kuesioner data demografi meliputi kode responden, usia, jenis kelamin, pendidikan, dan agama. Analisa Univariat Analisa data pada penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Analisa data univariat dilakukan setelah data terkumpul dan disajikan dalam tabel E-ISSN: 2621 7694 | P-ISSN: 2086-9703 16 Hubungan Peran Perawat sebagai Care Giver dengan Tingkat Stres Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSU Royal Prima Medan distribusi frekuensi. Analisa bivariat untuk menganalisa hubungan peran perawat sebagai care giver dengan tingkat stres pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RSU. Royal Prima Medan menggunakan korelasi Spearman. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1.Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Royal Prima Medan Tahun 2019 (n=20) No Karakteristik Responden Umur 29 Frekuensi (f) Persentase (%) 1930-39 1 3 5 15 40-49 2 10 50-59 7 35 60-69 7 35 20 100 13 7 65 35 20 100 Total Jenis Kelamin Lakilaki Perempuan Total Sambungan tabel 1 No Karakteristik Responden Frekuensi (f) Pendidikan SMA DIII Persentase (%) 4 4 20 20 S1 5 25 S2 7 35 20 100 Protestan Islam 7 6 35 30 Katholik 3 15 Budha 4 20 Total Agama Total Jurnal Keperawatan Vol. 11 No 1 2021 STIKES Hang Tuah Tanjungpinang https://jurnal.stikesht-tpi.ac.id/index.php/jurkep 20 100 E-ISSN: 2621 7694 | P-ISSN: 2086-9703 17 Hubungan Peran Perawat sebagai Care Giver dengan Tingkat Stres Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSU Royal Prima Medan Berdasarkan tabel 1 tentang karakteristik responden didapatkan berdasarkan umur, lakilaki sebanyak 13 orang (65%) dan minoritas perempuan sebanyak 7 orang (%). Tabel 2 Distribusi Frekuensi Peran Perawat Sebagai Care Giver di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Royal Prima Medan Tahun 2019 (n=20) No Karakteristik Responden 1 2 Baik Cukup Frekuensi 18 2 20 Total (f) Persentase (%) 90 10 100 Berdasarkan tabel 2 diatas, peran perawat peran perawat sebagai care giver baik sebagai care giver di ruang hemodialisa sebanyak 18 orsng (90%), dan minoritas RSU. Royal Prima Medan tahun 2019 pada peran perawat sebagai care giver cukup 20 responden didapat bahwa mayoritas sebanyak 2 orang (10%). Tabel 3 Distribusi Frekuensi Tingkat Stres pada Pasien di Ruang Hemodialisa Rumah Sakit Royal Prima Medan Tahun 2019 (n=20) No 1 2 Karakteristik Responden Sedang Ringan Total Frekuensi (f) 4 16 20 mayoritas tingkat stres pasien gagal ginjal kronik diruang hemodialisa RSU. Royal Prima Medan berusia 60-69 tahun sebanyak 7 orang (15%) responden dan minoritas berusia 19-29 tahun sebanyak 1 orang (5%). Berdasarkan jenis kelamin, mayoritas Jurnal Keperawatan Vol. 11 No 1 2021 STIKES Hang Tuah Tanjungpinang https://jurnal.stikesht-tpi.ac.id/index.php/jurkep Persentase (%) 20 80 100 Berdasarkan pendidikan mayoritas S2 sebanyak 7 orang (35%) dan minoritas SMA sebanyak 4 orang (20%). Berdasarkan agama, Protestan sebanyak 7 orang (35%) dan minoritas Katholik 3 orang (30%). E-ISSN: 2621 7694 | P-ISSN: 2086-9703 18 Hubungan Peran Perawat sebagai Care Giver dengan Tingkat Stres Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSU Royal Prima Medan Berdasarkan tabel 3 diatas, tingkat stres pada pasien di ruang hemodialisa RSU. Royal Prima Medan tahun 2019 pada 20 responden didapat mayoritas stres ringan Tingkat stres pada pasien gagal ginjal yang menjalani terapi hemodialisa dapat berubah-ubah karena dukungan psikologis yang diterima pasien di ruang rawat. Analisa Bivariat Tabel 4 Hubungan Peran Perawat Sebagai Care Giver dengan Tingkat Stres Pasien di Ruang Hemodialisa RSU. Royal Prima Medan Tahun 2019 (n=20) Tingkat Stres Sedang Ringsn Peran perawat sebagai care giver N % value f % f % Baik 3 15 Cukup 1 5 Total 4 20 sebanyak 16 orsng (80%), dan minoritas stres sedang sebanyak 4 orang (20%). n peran perawat sebagai care giver dengan tingkat stres pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RSU. Royal Prima Medan tahun 2019 pada 20 responden didapat bahwa peran perawat sebagai care giver baik dengan tingkat stres pasien hemodialisa sedang 3 (15%) dan ringan 15 (75%), peran perawat sebagai care giver cukup dengan tingkat stres hemodialisa sedang 1 (5%) dan ringan 1 (5%). Berdasarkan hasil uji ststistik diatas menggunakan uji Speaman’s rho didapat nilai signifikan (p) = 0,288 lebih kecil nilai (a) yang ditetapkan = (0,05). Nilai korelasi Speramen (r) = 0,288 maka Ho diterima yang artinya tidak ada hubungan peran perawat sebagai care giver dengan tingkat stres pasien gagal ginjal kronik di Ruang Hemodialisa RSU. Royal Prima Medan tahun 2019. Pembahasan Karakteristik Responden Jurnal Keperawatan Vol. 11 No 1 2021 STIKES Hang Tuah Tanjungpinang https://jurnal.stikesht-tpi.ac.id/index.php/jurkep Jumlah 15 1 75 5 18 2 16 80 20 P 90 0,288 10 100 Berdasarkan tabel 4 diatas, hubunga Berdasarkan karakteristik responden didapatkan berdasarkan umur, mayoritas tingkat stres pasien gagal ginjal kronik diruang hemodialisa RSU. Royal Prima Medan berusia 60-69 tahun sebanyak 7 orang (15%) responden dan minoritas berusia 19-29 tahun sebanyak 1 orang (5%). Hasil Riskesdas (2013) juga menunjukkan prevalensi meningkat seiring dengan bertambahnya umur, dengan peningkatan tajam pada kelompok umur 35-44 tahun dibandingkan kelompok umur 25-34 tahun. Penyakit gagal ginjal kronis sebenarnya dapat terjadi pada semua tingkat usia. Namun, bila diidentifikasi lebih detail terjadi penyakit ginjal kronis dapat terjadi sering dengan bertambahnya usia seseorang, disamping ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Menurut hasil penelitian Lathifah (2016), umur responden pada kelompok kasus mayoritas adalah 3940 tahun, sedangkan pada kelompok kontrol mayoritas usia 18-23 E-ISSN: 2621 7694 | P-ISSN: 2086-9703 19 Hubungan Peran Perawat sebagai Care Giver dengan Tingkat Stres Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSU Royal Prima Medan tahun. Penelitian Hartini (2016) menunjukkan proporsi tertinggi dari pasien penderita CKD berusia 51-60 tahun. Berdasarkan jenis kelamin, mayoritas lakilaki sebanyak 13 orang (65%) dan minoritas perempuan sebanyak 7 orang (%). Hal ini mungkin disebabkan karena pola kebiasaan, seperti mengkomsumsi minuman penambah stamina. Menurut Hartini (2016) mendapatkan kebiasaan mengkonsumsi obat/suplemen kadangkadang (1-2x/mg) sebanyak 48,5%. Penelitian Lathifah (2016) juga menyebutkan dari 40 pasien kelompok intervensi dengan penyakit ginjal kronis yang dirawat di rumah sakit dan menjalani terapi hemodialisis lebih banyak pria daripada wanita, pria sebanyak 26 (65%) dan 14 wanita (35%), sedangkan pada kelompok kontrol terdapat 24 pria (60%) dan 16 wanita (40%). Berdasarkan pendidikan mayoritas S2 sebanyak 7 orang (35%) dan minoritas SMA sebanyak 4 orang (20%). Hal ini karena semakin baik pendidkan, maka semakin baik pula pengetahuan yang didapat tentang penyakit gagal ginjal. Sedangkan penelitian Sitiaga (2015) sebagian besar berpendidikan dasar (74,29 %). Hasil menunjukan tidak ada hubungan tingkat pendidikan, pengetahuan dan dukungan keluarga dengan asupan protein pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisa rawat jalan di RSUD. Kabupaten Sukoharjo. Berdasarkan agama, Protestan sebanyak 7 orang (35%) dan minoritas Katholik 3 orang (30%). Menurut Mailani, Setiawan, Cholina (2015) mendapatkan bahwa mendekatkan diri kepada Tuhan, dukungan dari orang terdekat, mempunyai harapan besar untuk sembuh, dan menerima dengan ikhlas Jurnal Keperawatan Vol. 11 No 1 2021 STIKES Hang Tuah Tanjungpinang https://jurnal.stikesht-tpi.ac.id/index.php/jurkep penyakit yang diderita merupakan bentuk spiritual pasien. Peran Perawat Sebagai Care Giver Berdasarkan peran perawat sebagai care giver di ruang hemodialisa RSU. Royal Prima Medan tahun 2019 pada 20 responden didapat bahwa mayoritas peran perawat sebagai care giver baik sebanyak 18 orang (90%), dan minoritas peran perawat sebagai care giver cukup sebanyak 2 orang (10%). Peran perawat sebagai pemberi asuhan sangat dibutuhkan dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Penelitian Mailani, Setiawan, dan Cholina (2015) didapatkan bahwa rata-rata kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik buruk yang hal ini dipengaruhi oleh banyak faktor sehingga menuntut adanya pendekatan kolaborasi dari tim kesehatan, termasuk didalamnya perawat yang dituntut dapat melakuakan pelayanan keperawatan (care giver) dengan baik sesuai standar keperawatan. Menurut asumsi peneliti, peran perawat memberikan asuhan keperawatan sebagai salah satu peran care giver. Hubungan antara perawat dan pasien merupakan bagian penting yang saling menguntungkan. Perawat mempunyai hak dan kewajiban dalam meningkatkan kesehatan dengan pendekatan bio, psiko, sosial spiritual, dan sesuai dengan kebutuhan pasien. Perawat memfasilitasi kebutuhan pasien gagal ginjal saat menjalani proses hemodialisa. Peran perawat sebagai care giver baik karena perawat memiliki pengalaman yang baik dalam memberikan asuhan keperawatan. Perawat memperhatikan kondisi pasien dari awal masuk ruang hemodialisa sampai pasien pulang. Perawat sering menimbang berat badan pasien yang E-ISSN: 2621 7694 | P-ISSN: 2086-9703 20 Hubungan Peran Perawat sebagai Care Giver dengan Tingkat Stres Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSU Royal Prima Medan baru datang, mengukur tekanan darah pada pasien sebelum dilakukan hemodialisa, mencatat intake dan output cairan pasien selama perawatan hemodialisa, dan memfasilitasi pemeriksaan laboratorium darah lengkap sebelum dan setelah dilakukan hemodialisa. Perawat sering memonitor adanya udem, pemeriksaan rutin, pengecekan nadi rutin, pengecekan nafas pasien rutin, memberikan oksigen, dan memantau adanya pucat atau sianosis pada pasien hemodialisa. Perawat sering berkolaborasi saat menjalani hemodialisa. Hasil observasi peneliti perawat selalu melakukan cek gula darah sebelum dan sesudah hemodialisa Perawat selalu memasang shunt/thandu pada pasien yang tidak cocok dijadikan fistula. Perawat selalu melakukan transfusi darah setelah dilakukan tindakan hemodialisa. Perawat selalu memantau efek obat yang telah diberikan kepada pasien hemodialisa. Perawat selalu melakukan informed consent kepada pasien sebelum dilakukan hemodialisa. Perawat selalu melakukan pemantau adanya perubahan-perubahan tanda-tanda vital. Tingkat Stres Pasien Gagal Ginjal Berdasarkan tingkat stres pada pasien di ruang hemodialisa RSU. Royal Prima Medan tahun 2019 pada 20 responden didapat bahwa mayoritas stres ringan sebanyak 16 orang (80%), dan minoritas stres sedang sebanyak 4 orang (20%). Hasil penelitian Sandra, Dewi, dan Dewi (2019) juga menunjukkan stres pasien pada tingkat ringan sebanyak 2 orang (6%), stres pasien tingkat sedang sebanyak 21 orang (58%), stres pasien tingkat berat sebanyak 13 orang (36%). Penelitian ini, menunjukkan bahwa perlunya perawat hemodialisa mengetahui tingkat stres pasien gagal ginjal terminal yang menjalani terapi hemodialisa sehingga dapat memantau kondisi psikologis pasien selama menjalani proses hemodialisa. Jurnal Keperawatan Vol. 11 No 1 2021 STIKES Hang Tuah Tanjungpinang https://jurnal.stikesht-tpi.ac.id/index.php/jurkep Menurut Hawari (2017) stress yang dialami oleh seseorang tidak hanya karena mengeluh secara subyektif seperti yang diuraikan pada tahapan stress. Bila yang pasien tidak mengemukakan keluhankeluhan tadi, orang lain sulit untuk mengetahui seseorang itu sedang mengalami stres atau tidak. Menurut asumsi peneliti, stres ringan pada pasien karena perawat telah memberikan asuhan keperawatan sesuai dengan kebutuhan pasien. Hal ini didapat dari hasil observasi pasien yang sering berinteraksi dengan orang-orang di lingkungannya tinggal. Pasien mampu menerima dan memberikan kasih sayang kepada orang lain, dan selalu mencari waktu untuk menenangkan diri. Menurut asumsi peneliti berdasarkan stres sedang, hal ini didapat dari hasil obsevasi pasien yang masih merasa tidak memiliki keyakinan untuk sembuh berdasarkan agama pasien. Pasien berbicara terus terang untuk mengutarakan perasaan hati diwaku marah atau gelisah. Setiap hari pasien gagal ginjal jarang tidur sedikitnya 4 malam seminggu 7-8 jam. Pasien jarang dapat mengatur waktu secara efektif. Pasien kadang-kadang menghadiri acara kegiatankegiatan sosial. Hubungan Peran Perawat Sebagai Care Giver dengan Tingkat Stres Pasien Gagal Ginjal Berdasarkan hubungan peran perawat sebagai care giver dengan tingkat stres pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa RSU. Royal Prima Medan tahun 2019 pada 20 responden didapat bahwa peran perawat sebagai care giver baik dengan tingkat stres pasien hemodialisa sedang 3 (15%) dan ringan 15 (75%), peran perawat sebagai care giver E-ISSN: 2621 7694 | P-ISSN: 2086-9703 21 Hubungan Peran Perawat sebagai Care Giver dengan Tingkat Stres Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSU Royal Prima Medan cukup dengan tingkat stres hemodialisa sedang 1 (5%) dan ringan 1 (5%). Hasil penelitian Sopha dan Wardani (2016) menunjukkan bahwa stres dan tingkat kecemasan saat ditetapkan mendapatkan terapi hemodialisis berhubungan dengan karakteristik pasien penyakit ginjal kronis. Hal ini memunculkan suatu kebutuhan akan adanya asuhan keperawatan untuk mengurangi stres dan kecemasan yang disesuaikan dengan karakteristik pasien. Manifestasi seseorang itu sedang mengalami stres dapat dilihat dari peubahan-perubahan perilaku (behavior changes) terutama pada eksekutif. Pada umumnya para eksekutif menyangkal (denial) dan menutupi-nutupi bahwa dirinya sesungguhnya sedang mengalami stres. Tetapi dari perubahan-perubahan perilaku yang bersangkutan dapat diamati bahwa ia sedang mengalami stres dan perubahanperubahan perilaku itu merupakan mekanisme kompensasi (Hawari, 2017). Perawat memiliki peran membantu mengurangi stres pada pasien. Perawat memiliki fungsi dalam sejumlah peran. Perawat adalah seorang penyedia layanan kesehatan. Perawat membantu setiap individu mencapai tingkat kesejahteraan mereka secara maksimum (Rosdahl & Kowalski, 2014). Menurut Kodim (2015) dalam meyelenggarakan praktik keperawatan sebagaimana diatur dalam UU RI NO.38 tahun 2014, perawat bertugas sebagai pemberi asuhan keperawatan, penyuluh dan konselor bagi klien, pengelola pelayanan keperawatan, peneliti keperawatan, pelaksana tugas pelimpahan wewenang dan pelaksana tugas dalam keadaan keterbatasan tertentu. Tugas dapat dilaksanakan secara bersama ataupun sendiri-sendiri, dilaksanakan secara bertanggung jawab dan akuntabel. Jurnal Keperawatan Vol. 11 No 1 2021 STIKES Hang Tuah Tanjungpinang https://jurnal.stikesht-tpi.ac.id/index.php/jurkep Berdasarkan hasil uji ststistik diatas menggunakan uji Speaman’s rho didapat nilai signifikan (p) = 0,288 lebih kecil nilai (a) yang ditetapkan = (0,05). Nilai korelasi Speramen (r) = 0,288 maka Ho diterima yang artinya tidak ada hubungan peran perawat sebagai care giver dengan tingkat stres pasien gagal ginjal kronik di Ruang Hemodialisa RSU. Royal Prima Medan tahun 2019. KESIMPULAN DAN SARAN Kesinpulan 1. Karakteristik responden didapatkan berdasarkan umur, mayoritas berumur 60-69 tahun, berjenis kelamin lakilaki, pendidikan S2, dan beragama Protestan. 2. Peran perawat sebagai care giver di ruang hemodialisa RSU. Royal Prima Medan tahun 2019 mayoritas peran perawat sebagai care giver baik dan minoritas peran perawat sebagai care giver cukup. 3. Tingkat stres pada pasien di ruang hemodialisa RSU. Royal Prima Medan tahun 2019 mayoritas stres ringan dan minoritas stres sedang. 4. Berdasarkan hubungan peran perawat sebagai care giver dengan tingkat stres pada pasien, menggunakan uji Spearman’s rho didapat nilai signifikan (p) = 0,288, maka Ho diterima yang artinya tidak ada hubungan peran perawat sebagai care giver dengan tingkat stres pasien gagal ginjal kronik di Ruang Hemodialisa RSU. Royal Prima Medan tahun 2019. Saran Rumah Sakit Diharapkan kepada rumah sakit untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, dan perawat care giver dapat memberikan asuhan keperawatan secara holistik kepada pasien gagal ginjal kronik di ruang hemodialisa. E-ISSN: 2621 7694 | P-ISSN: 2086-9703 22 Hubungan Peran Perawat sebagai Care Giver dengan Tingkat Stres Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSU Royal Prima Medan Institusi Pendidikan Sebagai acuan dan referensi untuk institusi pendidikan dalam mengaplikasikan cara untuk mencegah stres pada pasien hemodialisa dengan peran aktif perawat sebagai care giver. Responden Diharapkan kepada pasien dapat memahami dan mengetahui perawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien untuk mengatasi stres pada pasien HD. Peneliti Selanjutnya Penelitian ini dapat dijadikan rujukan untuk menambah pengetahuan peran perawat sebagai care giver, dan melanjutkan penelitian tentang pengaruh peran perawat terhadap penurunan stres dan depresi pada pasien gagal ginjal kronik. UCAPAN TERIMA KASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada: 1. Rektor Universitas Prima Indonesia, Dr. Chrismis Novalinda Ginting, M.Kes 2. Dekan Fakultas Keperawatan dan Kebidanan Universitas Prima Indonesia, Tiarnida Nababan, S.Kep., Ns., M.Kep, 3. Dosen Pembimbing, Elis Anggeria, S.Kep., Ns., M.Kep, yang telah banyak memberikan bimbingan dan arahan selama menyelesaikan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA Adhiatma, A. T., Wahab, Z., & Widyantara, I. F. E. (2014) Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian gagal ginjal kronik pada pasien hemodialisis di RSUD Tugurejo Semarang. Diakses dari https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/ke dokteran/article/view/2592/2441 Jurnal Keperawatan Vol. 11 No 1 2021 STIKES Hang Tuah Tanjungpinang https://jurnal.stikesht-tpi.ac.id/index.php/jurkep Ali., M. A. R. B., Masi, G. M. N., & Kallo, V. (2017). Perbandingan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik dengan comorbid faktor diabetes melitus dan hipertensi di Ruangan Hemodialisa RSUP. Prof. Dr. R. D. Kandou Diakses dari: https://media.neliti.com/media/publicati ons/106621-ID-perbandingankualitashidup-pasien-gagal.pdf. Anggraeni, K. N., Sarwono. B., & Sunarmi. (2017). Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat depresi pada pasien yang menjalani terapi hemodialisa di Unit Hemodialisa Rumah Sakit Tentara Dr SoedjonoMagelang. Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing), Volume 12, No.2. Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Asmadi. (2012). Teknik prosedural keperawatan konsep dan aplikasi kebutuhan dasar. Jakarta: Salemba Medika. Aziz, I. H. A., & Sudiro. (2017) Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di RSUD Dr. Soehadi Prijonegoro Sragen. Diakses dari: http://webcache.googleusercontent.com /search?q=cache:Z2JS_qXeu6sJ:jurnal. poltekkessolo.ac.id/index.php/JKG/artic le/download/347/312+&cd=1&hl=id&c t=clnk&gl=id&client=firefox-b-d Hartini, S. (2016). Gambaran karakteristik pasien gagal ginjal kronis yang menjalanihemodialisa di RSUD Dr Moewardi. Diakses dari: http://eprints.ums.ac.id/44680/1/nas%2 0pub%20jadi.pdf. Hanafi, R., Bidjuni, H., & Babakal, A. (2016). Hubungan peran perawat sebagai care giver dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani E-ISSN: 2621 7694 | P-ISSN: 2086-9703 23 Hubungan Peran Perawat sebagai Care Giver dengan Tingkat Stres Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSU Royal Prima Medan hemodialisis di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. ejournal Keperawatan (e-Kp) Volume 4 Nomor 1. Diakses dari: https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/j kp/article/view/10800/10389 Harahap, M. I. M., Sarumpaet, S. M., & Tarigan, M. (2010). Hubungan stres, depresi dan dukungan sosial dengan kepatuhan pembatasan asupan nutrisi dan cairan pada pasien gagal ginjal kronik. Diakses dari: http://webcache.googleuser content.com/search?q=cache:eNHYpX Dlq7YJ:www.jurnal.unsyiah.ac.id/INJ/a rticle/download/6794/5554+&cd=1&hl =id&ct=clnk&gl=id&client=firefox-b-d Kementerian Kesehatan RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar: Riskesdas (2013). Jakarta. Kementerian Kesehatan RI. Lathifah, A. U. (2016). Faktor risiko kejadian gagal ginjal kronis pada usia dewasa muda di RSUD Moewardi. Diakses dari: http://eprints.ums.ac.id/45516/19/naska n%20pubikasi.pdf Mailani, F., Setiawan., & Cholina, T. S. (2015). Pengalaman spiritualitas pada pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.Volume 3 Nomor 1 April 2015. Diakses dari: http://jkp.fkep.unpad.ac.id/ index.php/jkp/article/ download/94/89. Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta Rahayu F., Ramlis R., & Fernando T. (2018). Hubungan frekuensi hemodialisis dengan tingkat stres pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Diakses dari: https://webcache.googleusercontent.co m/search?q=cache:73BD6EzJDoJ:https: //journal.ipm2kpe.or.id/index.php/JKS/ article/view/7/89+&cd=3&hl=id&ct=cl nk&gl=id&client=firefox-b-d Jurnal Keperawatan Vol. 11 No 1 2021 STIKES Hang Tuah Tanjungpinang https://jurnal.stikesht-tpi.ac.id/index.php/jurkep Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Diakses dari: http://www.depkes.go.id/resources/dow nload/general/Hasil%20Riskesdas%202 013pdf Sitiaga, S. (2015). Hubungan tingkat pendidikan, pengetahuan dan dukungan keluarga dengan asupan protein pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa rawat jalan di RSUD Sukoharjo. Diakses dari: http://eprints.ums.ac.id/40497/1/PUBLI KASI%20KARYA%20ILMIAH.pdf Sandra, Dewi, W. N., & Dewi, Y. I. (2019). Gambaran stres pada pasien gagal ginjal terminal yang menjalani terapi hemodialisa di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru. Diakses dari: https://ejournal.unri.ac.id/index.php/JNI /article/view/2019. Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D, Bandung: Alfabeta.Pongsibidang (2016) Risiko Hipertensi, Diabetes dan konsumsi herbal pada kejadian gagal ginjal di RSUP DR. Wahidin Sudirohusodo Makasar tahun 2015 Jurnal Wiyata, Vol. 3 No. 2 Tahun 2016 Diakses dari: https://www.iik.ac.id/v3/home/images/j ournal/lppm_jurnal_133_162167_GABRIELLYN.pdf.pdf Sopha, R. F., Wardani,. I. Y., (2016). Stres dan tingkat kecemasan saat ditetapkan perlu hemodialisis berhubungan dengan karakteristik pasien Jurnal Keperawatan Indonesia, Volume 19 No.1, Maret 2016, hal 55-61 pISSN 1410-4490, eISSN 2354-9203 Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2017) Keperawatan Medikal bedah brunes & Suddart edisi 12. Jakarta: EGC E-ISSN: 2621 7694 | P-ISSN: 2086-9703 24 Hubungan Peran Perawat sebagai Care Giver dengan Tingkat Stres Pasien Gagal Ginjal Kronik di Ruang Hemodialisa RSU Royal Prima Medan Stuart dan Gail.W. (2016). Keperawatan Kesehatan Jiwa : Indonesia: Elsever. Tokala., B. F.Kandou. L. F. J&Dundu. A. E. (2015)Hubungan antara lamanya menjalani hemodialisis dengan tingkat kecemasan pada pasien dengan penyakit ginjal kronik di RSUP PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO. Diakses dari: Jurnal e-Clinic (eCl), Volume 3, Nomor 1, Januari-April 2015. Jurnal Keperawatan Vol. 11 No 1 2021 STIKES Hang Tuah Tanjungpinang https://jurnal.stikesht-tpi.ac.id/index.php/jurkep E-ISSN: 2621 7694 | P-ISSN: 2086-9703 25