SISTEM INFORMASI PENGIRIMAN BARANG BERBASIS WEBSITE (STUDI KASUS: PT JASTIPMAN JAKARTA KE ANAMBAS KEPULAUAN RIAU) Betesda1. Jehan Saptia Kurmia2 betesdasinaga@gmail. com, 2jkurnia@unsurya. Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma ABSTRACT PT. Jastipman Jakarta to Anambas Islands in Riau is a company engaged in the delivery service industry. The use of manual recording systems in the delivery process has a significant impact on the company's performance and customer satisfaction. As a company providing delivery services, all activities must always be timely and there should be no delays in the services provided, especially in the delivery process. The research method used in creating this proposal report is through observation directly at the research site, and the Waterfall method is a basic process that involves specification, development, validation, solution, and represents it as different process phases such as specification requirements, software design, implementation, and testing. The system design will be explained in the proposed system procedures, the proposed system procedures will be implemented using UML, the database design, the proposed system interface design, the proposed system configuration, the proposed implementation, and blackbox testing. The implementation of an information system for delivery services can improve the company's performance by making the delivery process easier to process and making it easier for customers to obtain information about their shipment through the tracking feature using the provided tracking number. Keyword: System. Information System. Shipping Information System. PENDAHULUAN PT. Jastipman Jakarta ke Anambas Kepulauan Riau merupakan perusahaan yang bergerak dibidang jasa pengiriman PT Jastipman Jakarta ke Anambas Kepulauan Riau menggunakan sistem pencatatan manual berupa buku besar pada saat menjalankan proses pengiriman barang. Penggunaan sistem pencatatan manual pada proses pengiriman tersebut sangat berpengaruh pada kinerja perusahaan dan juga dalam kepuasan pelanggan. Karena PT. Jastipman Jakarta ini adalah perusahaan jasa pengiriman barang, yang pada prinsipnya seluruh aktivitas harus selalu tepat waktu dan tidak boleh adanya keterlambatan pelayanan yang diberikan terutama dalam proses pengiriman barang. Dimana perusahaan dalam konteks pelayanan kepada harus dapat bersifat professional. Sudah saatnya perusahaan memperbaiki sistem yang mereka gunakan. Karena sistem informasi komputerisasi sangat bermanfaat untuk strategi, pengawasan dan pengendalian perusahaan. Hal ini sangat penting karena sebuah sistem informasi yang baik dapat memberikan input bagi pimpinan perusahaan untuk mengetahui perkembangan usahanya secara akurat. Menurut Hati dan Julianti, . logistik juga merupakan bagian dari proses kegiatan rantai pasok yang merencanakan, menerapkan, serta mengontrol penyimpanan dan aliran barang, jasa, dan segala macam informasi yang dari titik pasokan sampai ke titik permintaan sehingga permintaan pelanggan terpenuhi. Menurut Aben, . Pengiriman barang dapat berupa barang kecil ataupun barang yang besar. Pengiriman barang dari suatu tempat ke tempat lainnya akan menjadi lebih mudah dengan menggunakan jasa ekspedisi. II. LANDASAN TEORI Pengiriman Barang Menurut Desilia Purnama Dewi, dkk . pengertian pengiriman barang merupakan upaya pengiriman barang dari suatu bagian ke bagian lain yang dapat memudahkan konsumen. Kualitas layanan logistik adalah bentuk tindakan suatu perusahaan dengan mengoptimalkan jaringan barang dan jasa untuk menanggapi kebutuhan dan keinginan barang & jasa konsumen (Japarianto ,2018:. Pengiriman merupakan bagian yang penting dalam rantai persediaan yang berguna untuk menyiapkan dan mengirimkan barang terhadap pelanggan (Awaludin, 2. Transportasi yang berhubungan dengan transportasi apa yang dipakai supaya lebih efektif baik dari biaya, kecepatan waktu, dan ketepatan waktu (Yulianti. Destriana, & Sukemi, 2. Jasa pengiriman barang adalah usaha yang untuk mewakili kepentingan pemilik barang, untuk menangani segala kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat, udara ataupun laut yang bisa mencakup kegiatan penerimaan, penyimpanan, pengepakan, penandaan pengukuran, penimbangan, pengurusan penyelesaian dokumen, penerbitan dokumen angkutan, klaim asuransi atas pengiriman barang dan penyelesaian tagihan serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pengiriman barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya Tracking Menurut Wijayanyi dan Abijono, . Pembuatan sistem tracking dilakukan dengan menggunakan pemrograman website sehingga memudahkan pengguna dalam mendapatkan informasi. Tracking secara harfiah memiliki arti mengikuti jalan, atau dalam arti bebasnya adalah suatu kegiatan untuk mengikuti jejak suatu obyek. Pengertian tracking atau pemantauan dalam hal ini adalah kegiatan untuk memantau keberadaan barang berdasarkan posisi yang didapatkan dari peralatan tracking. Ada 2 tipe alat tracking, yaitu: Passive Tracking Alat yang digunakan menyimpan data-data seperti lokasi, kecepatan, arah, dan lainya. Ketika mobil kembali maka data yang terdapat pada alat yang dipasang dapat di download ke komputer lalu dilakukan evaluasi terhadap data tersebut. Active Tracking Alat yang digunakan memperoleh data-data seperti lokasi, kecepatan, arah, dan lainnya. Lalu data-data tersebut langsung dikirim kepada Sedangkan menurut (Vikasari, 2. Saat ini perkembangan teknologi informasi badan pemerintah maupun swasta semakin hari semakin berkembang pesat sehingga dunia transportasi pun tidak luput dari teknologi informasi. Dalam hal pengiriman barang . indonesia informasi harus digunakan secara efisien dan disajikan dengan akurat dan tepat, karena masyarakat menyukai segala sesuatu yang mudah dan komputer server secara real-time melalui jaringan seluler atau satelit. oleh web browser seperti Internet Explorer. Netscape. Opera, dan Firefox. Untuk contoh bahasa client side adalah HTML. CSS. Javascript. VBscript, dan XML. Pemograman Web Aplikasi atau perangkat lunak . merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suatu sistem komputer, disamping keberadaan pengguna . , perangkat keras . dan jaringan . Jika dilihat dari lingkungan pengembangannya, aplikasi dapat dibagi menjadi aplikasi berbasis desktop, aplikasi berbasis web dan aplikasi berbasis mobile. Aplikasi berbasis desktop merupakan aplikasi yang memerlukan proses instalasi di setiap komputer yang akan menggunakannya. Contoh aplikasi berbasis desktop antara lain Microsoft Office. Mozilla Firefox. Adobe Photoshop dan Macromedia Dreamweaver. Sedangkan server side dilakukan oleh web server seperti PWS (Personal Web Server untuk Sistem Operasi Windows . IIS . ntuk Sistem Operasi Windows 2000/Windows XP). Apache. Tomcat. Xitami, dan ZOPE. Untuk contoh bahasa server side adalah ASP Ne. PHP. JSP. CFM, dan CGI/PL. Web scripting yang bersifat client side akan menghasilkan web page yang tatis, artinya lebih menekankan pada desain format tampilan informasi dan informasi yang disajikan tidak dapat diupdate seketika, karena tidak dapat dilakukan request interaktif dari pengguna dan proses tidak terjadi di server sehingga tidak akan menghasilkan output Sehingga sangatlah tidak mungkin untuk menciptakan aplikasi web yang bersifat dinamis dengan web scripting bersifat client side ini, tetapi harus dikombinasikan juga dengan web scripting yang bersifat serverside. Sementara itu, aplikasi berbasis web tidak memerlukan instalasi di setiap komputer karena aplikasi berada di Suatu Untuk membuka aplikasi cukup menggunakan browser yang terhubung melalui jaringan ke server. Situs web merupakan salah satu contoh jenis aplikasi berbasis web. PHP PHP merupakan script yang terintegrasi dengan HTML dan berada pada server . erver side HTML embedded scriptin. Kelebihan dari bahasa pemrograman PHP (Supono. HTML HTML adalah dasar terbentuknya Dan kode-kode HTML tersebut, yang sifatnya universal tadi, akan diterjemahkan oleh komputer pengguna dengan bentuk tampilan yang sama baik itu teks, grafik atau bahkan multimedia. METODOLOGI PENELITIAN Proses Bisnis Sistem Dalam kegiatan ini, diawali Admin melakukan proses penginputan barang yang akan dikirim. Setelah selesai melakukan proses penginputan, admin akan mencetak daftar laporan pengiriman barang yang telah di input yang akan diserahkan kepada pihak gudang. Setelah pihak gudang menerima daftar laporan Pemrograman yang lebih dikenal dengan sebutan web scripting. Dikatakan script karena perintah kode program tersebut akan diinterpreter dan tidak ada kompilasi untuk menjadikannya executable. Berdasarkan letak proses interpreter maka web scripting dibagi menjadi dua kategori, yaitu yang bersifat client side dan server side. Client side dilakukan pengiriman barang tersebut, bagian gudang akan langsung memproses barang untuk di packing lalu setelah selesai proses packing pihak gudang akan langsung memasukan ke dalam mobil pick up/truck. Setelah barang selesai di proses pihak gudang akan memberitahukan kepada admin kalau barang sudah siap diproses untuk dikirimkan. Admin akan membuat surat jalan kontainer yang ditujukan kepada pihak kapal sebagai bukti bahwa kontainer yang akan digunakan telah memperoleh izin untuk melakukan proses loading barang ke Dokumen surat jalan ini biasanya berisi jenis barang, jumlah barang, tanda tangan dari pihak pengirim, informasi driver serta petugas gudang. semua disiapkan admin akan menyerahkan dokumen surat jalan kepada driver yang bertanggung jawab mengantarkan barang ke Pelabuhan untuk dilakukan proses muatan ke dalam kapal, proses loading barang dan kemudian barang dikirimkan ke tujuan. Semua kegiatan yang terjadi meliputi proses pengiriman barang telah dicatat oleh admin kemudian akan dibuatkan laporannya dan akan dilaporkan kepada pimpinan perusahaan setiap akhir bulan. Activity Diagram Flowmap Entity Relationship Diagram (ERD) Gambar 3. Activity Diagram Proses Pengiriman Barang Perancangan Sistem 1 Usecase Diagram Keseluruhan Gambar 3. 1 Use Case Diagram Keseluruhan Gambar 3. 1 Use Case Diagram Gambar 3. Entity Relationship Diagram (ERD) 3 Perancangan Penelitian Activity Diagram Manajemen Akun Admin Activity Diagram Admin Menginput Pengiriman Gambar 3. Activity Diagram Manajemen Akun Admin Activity Diagram Manajemen Akun Pelanggan Gambar 3. Activity Diagram Admin Menginput Pengiriman Activity Diagram Pelanggan Menggunakan Resi Gambar 3. Activity Diagram Manajemen Akun Pelanggan Activity Diagram Admin Mengelola Armada Gambar 3. Activity Diagram Pelanggan Menggunakan Resi Gambar 3. Activity Diagram Admin Mengelola Armada tombol AuSave TrackingAy Activity Diagram Mengelola Laporan Pengiriman 2 Hasil Penelitian Pengujian Aplikasi Form Laporan Pengiriman Tabel 4. 2 Pengujian Blackbox Tesing Laporan Pengiriman No. Skenario Test case Hasil yang Hasil diharapkan pengujian Pada AuPDFAy Gambar 3. Activity Diagram Mengelola Laporan Pengiriman IV. PEMBAHASAN 1 Hasil Penelitian Pengujian Aplikasi Form Input Pengiriman Tabel 4. 1 Pengujian Blackbox Testing Form Input Pengiriman No. Skenario Test case Hasil yang Hasil Kesimp diharapka pengujian Pada input Beberapa Sistem Sesuai Valid s lalu Beberapa form tidak . idak n dan Menampil Kosong dan kan di Ausave trackingAy Jika form email: Sistem Email dipilih . akan Namun Diisi dengan dengan s laporan Sesuai Tidak benar . dan harapan Valid Tombol AuSave TrackingAy Pada semua Tanggal Sistem form dipilih Awal: akan . memprose Tanggal s laporan lengkp dan Akhir: dan Sesuai Valid benar lalu . menampil harapan Priode Tanggal: idak Sistem tetap memproses Sesuai random dan data laporan Pada Tanggal: Sistem akan . memproses laporan dan menampilka Sesuai Mulai AuPDFAy Pada AuPDFAy Tanggal Awal: Tanggal Akhir: Sistem akan laporan dan menampilka Sesuai Kesi Vali Vali Vali 3 Hasil Penelitian Pengujian Aplikasi Form Nomor Resi Pelanggan PENUTUP 1 Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan data, penulis memperoleh kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian mengenai Sistem Pengiriman Barang PT Jastipman Jakarta Ke Anambas Kepulauan Riau ini dapat ditarik beberapa kesimpulan antara lain: Dengan sistem informasi pengiriman barang yang diusulkan maka PT Jastipman Jakarta Ke Anambas Kepulauan Riau khususnya pengiriman barang meningkatkan kinerja perusahaannya dengan semakin mudahnya memproses pengiriman dengan sistem yang terkomputerisasi. Sistem berbasis web ini memudahkan pelangan untuk mendapatkan informasi mengenai barang melalui fitur tracking dengan mengunakan nomor resi yang diberikan. Sistem informasi ini memudahkan pimpinan dalam mendapatkan laporan/report dari setiap pengiriman barang, lebih terorganisisr dengan baik dan lebih meminimalisir apabila terjadi kesalahan pada pengiriman Tabel 4. 3 Pengujian Blackbox Testing Form Nomer Resi Pelanggan No. Skenario Test case Hasil yang Pada input Form resi: Sistem tetap nomer resi, . idak nomer resi diis. tidak diisi, lalu tetap Menampilka Sesuai Kosong dan Autracking paketAy Hasil Kesimp pengujian ulan Pada input No resi:12 Sistem akan nomer resi, 34 jika nomer . dan tetap Dengan menampilka Sesuai . salah atau Valid Valid Autracking paketAy form dipilih Nomor . dan benar Au Tracking paketAy 2 Saran Saran pada sistem yang dapat penulis berikan guna pengembangan sistem pengiriman barang berbasis website ini yang lebih baik lagi adalah: Sistem dikembangkan lagi kedepannya mungkin bisa menjadi platform di android dan ios. Kedepannya sistem seperti tracking pengiriman barang mungkin bisa dikembangkan lagi menjadi tracking pengiriman secara real time. Sistem akan Sesuai Valid DAFTAR PUSTAKA