Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Volume 7 Nomor 1 April 2022 Hal 78-88 https://journal. id/index. php/dynamika/issue/view/2267 ISSN 2548-7590 . edia onlin. ISSN 2598-392X . edia ceta. STRATEGI PEMBELAJARAN DARING DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN PEMESINAN Sulaeman Deni Ramdani1. Ridho Aji Pangestu1 Pendidikan Vokasional Teknik Mesin. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Jl. Ciwaru Raya No 25 Cipocok Jaya Serang Banten Indonesia Email: s. ramdani@untirta. ABSTRACT Covid 19 requires us to adapt to very rapid changes. This is followed by current technological developments that aim to answer the problems that occur. Teachers experience many obstacles and problems during the transition from offline learning to online learning. Vocational schools that have hands-on skills still have to carry out online learning even though they have to change practical learning into online learning. SMK majoring in engineering is one of the affected. This study aims to determine the online learning strategies that are of interest to students and teachers in the machining expertise program in vocational high schools (SMK). This research is quantitative research. The population of this study consisted of 3 schools, namely SMKN 1 Cikande Serang City. SMKN Agriculture Serang City, and SMKN 2 Serang City. The total population of 10th grade students is 298 students and 28 teachers. The sampling technique used random sampling with the Slovin formula so that the sample was 75 students and 28 teachers. The data collection instrument used a questionnaire. The data analysis technique used descriptive analysis. The results showed that the use of online learning strategies that students were interested in was Project based learning by 27%, online by 23%, blended learning by 30%, and offline by The obstacles faced by students in online learning are the difficulty of access when learning takes place 13%, difficulty focusing while learning 13%, the minimum internet quota 13%, the number of tasks given 47%, and the complexity of using online learning applications 14%. The obstacles faced by teachers were the difficulty of access when learning took place 32%, difficulty focusing due to many tasks 32%, the minimum internet quota 22%, and the complexity of using online learning applications 14%. Students' perceptions of readiness in online learning get an average of 2. 76 in the sufficient category and the teacher's 3. 01 in the ready category. Keywords: Learning strategies. Online Learning. Vocational high School ABSTRAK Covid 19 menuntut kita untuk beradaptasi dengan perubahan yang sangat pesat. Hal ini diikuti dengan perkembangan teknologi saat ini yang bertujuan untuk menjawab permasalahan yang terjadi. Guru banyak mengalami banyak kendala dan permasalahan di masa transisi pembelajaran luring menjadi pembelajaran daring. SMK yang memiliki karakteristik hands on skill tetap harus menjalankan pembelajaran online meskipun harus merubah pembelajaran praktik menjadi pembelajaran daring. SMK jurusan permesinan menjadi salah satu yang Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran online yang diminati peserta didik maupun guru pada program keahlian pemesinan di sekolah menegah kejuruan (SMK). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini terdapat 3 sekolah yaitu SMKN 1 Cikande Kota serang. SMKN Pertanian Kota Serang, dan SMKN 2 Kota Serang. Populasi total peserta didik kelas 10 yaitu 298 peserta didik dan 28 guru. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan rumus slovin sehingga sampel 75 peserta didik dan 28 guru. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuisioner. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukan penggunaan strategi pembelajaran daring yang diminati peserta didik yaitu Project based learning sebesar 27%, daring 23%, blended learning 30%, dan luring Adapun kendala yang dihadapi peserta didik dalam pembelajaran daring yaitu susahnya akses ketika pembelajaran berlangsung 13%, sulit fokus saat pembelajaran 13%, minimnya kuota internet 13%, banyaknya tugas yang diberikan 47%, serta rumitnya penggunaan aplikasi pembelajaran online 14%. Kendala yang dihadapi guru yaitu susahnya akses ketika pembelajaran berlangsung 32%, sulit fokus karena banyak tugas 32%, minimnya kuota internet 22%, serta rumitnya penggunaan aplikasi pembelajaran online 14%. Persepsi kesiapan peserta didik dalam pembelajaran daring mendapatkan rerata 2,76 dengan kategori cukup dan guru 3,01 dengan kategori siap. Kata kunci: Strategi Pembelajaran. Pembelajaran Daring. Sekolah Menengah Kejuruan Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 79 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi dan media komunikasi memudahkan guru dan peserta didik dalam melakukan proses pembelajaran dengan memaksimalkan poses belajar mengajar. Media pembelajaran bertujuan untuk mendorong terjadinya proses pembelajaran yang efektif (Ramdani. Pangestu, & Abizar, 2. Adanya perkembangan teknologi yang pesat membawa dampak positif dan dampak negatif yang perlu Guru dihadapkan dengan sebuah kewajiban untuk dapat mengelola pembelajaran berbasis digital. Teknologi digital merupakan unsur yang sangat penting untuk mencapai kesuksesan belajar saat ini (Ramdani et al. , 2. Hal ini dibuktikan dengan pemberlakuan pembelajaran daring yang menuntut guru dan peserta didik untuk mampu mengoperasikan teknologi informasi dan komunikasi secara massif. Pada proses pembelajaran dengan menggunakan memaksimalkan pembelajaran jarak jauh tanpa adanya pertemuan langsung dalam satu ruangan dengan guru (Suprianta, 2. Pembelajaran jarak jauh melalui moda daring menjadi satusatunya solusi untuk dunia Pendidikan tetap menjalankan fungsinya yaitu transfer of knowledge kepada peserta didik. Guru harus memiliki kompetensi untuk mendukung proses belajar mengajar (Ramdani. Burhanudin. Fawaid. Abizar, & Fatkhurokhman. Adanya pembelajaran jarak jauh melalui meningkatkan kompetensi dan literasi digital dalam pembelajaran. Guru merupakan kunci keberhasilan dalam menwujudkan tujuan pembelajaran (Agustine. Gunarto, & Ramdani. Oleh karena itu, guru saat ini dihadapkan pada proses adaptasi yang begitu cepat sehingga harus siap dengan segala perubahan yang terjadi. Pembelajaran pelaksanaannya tidak hanya pendidikan virtual saja atau pendidikan jarak jauh yang dalam pelaksanaannya menyampaikan konten secara elektronik dengan menggunakan internet, akan tetapi pendidikan elektonik dapat digunakan dalam pembelajaran yang bersifat efektif yang dilaksanakan dalam waktu yang nyata (Al-Balas et al. , 2. Hal ini dapat dilihat dari tingkat persentase pembelajaran yang dihasilkan menggunakan pendekatan secara langsung /tradisional memiliki tingkat keefektifan dalam pembelajaran sebanyak 58%. Hal tersebut berbeda dengan pemanfaatan pembelajaran berbasis teknologi elektronik yang mampu menambah tingkat efektifitas pembelajaran sebanyak 72,5%. (Baporikar, 2. Pada awalnya pembelajaran yang memanfaatkan teknologi dikenal dengan computer based training (CBT) yang berfokus pada pembelajaran yang hanya memanfaatkan teknologi sebagai tempat mencari informasi penunjang pembelajaran, akan tetapi saat ini pembelajaran berbasis teknologi semakin berkembang dan berorientasi pada pembelajaran real-time yang memfasilitasi interaksi simultan baik antara pengajar dengan peserta didik (Chaurasia & Pal, 2. Pembelajaran daring multimedia seperti video, kelas virtual, text virtual animasi, email, telepon konferensi, dan streaming online (Jayul & Irwanto, 2. Dengan berkembangnya teknologi dapat memaksimalkan implementasi pembelajaran daring sesuai dengan kondisi yang terjadi. Berdasakan dengan panduan kurikulum, proses pembelajaran terdiri dari beberapa macam yaitu pembelajaran berbasis teori, pembelajaran praktik, dan pembelajaran praktik dan teori (Gollier, 2. Kurikulum yang merupakan elemen vital dalam Pendidikan pengetahuan dan pengalaman yang peserta didik dapatkan (Ramdani & Pangestu, 2. Pembelajaran dengan pelaksanaan daring lebih efisien dan efektif dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka secara langsung (Kemenristekdikti, 2. Efektifitas pada Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 80 dasarnya adalah alat ukur yang dapat menunjukkan tingkat keberhasilan suatu tujuan yang telah ditentukan (Hikmat. Hermawan. Aldim, & Irwandi, 2. Hal tesebut sejalan dengan kondisi dunia khusunya Negara Indonesia yang saat ini sedang dilanda pandemi covid-19 yang harus meminimalisir kontak langsung satu individu dengan individu yang lainnya untuk menghentikan laju penyebaran virus tersebut. Surat edaran kementrian pendidikan dan kebudayaan . No. 3 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan di masa darurat penyebaran virus coronavirus disesase (Covid-. terkait proses belajar mengajar yang harus dilakukan dari rumah dengan menggunakan pembelajaran daring/jarak jauh dan dilaksanakan untuk terjalannya pembelajaran yang efektif dan efisien bagi peserta didik (Azhar et al. , 2. Melalui instruksi tersebut pada masa pandemi semua satuan gugus tugas pendidikan dalam menggunakan pembelajaran daring/jarak jauh. Pada pelaksanaannya perlu adanya strategi yang sesuai untuk memaksimalkan pembelajaran daring tersebut. Strategi pembelajaran mengacu pada keterampilan dari berbagai tindakan dan proses berfikir yang berkaitan dengan konsep utama yang digunakan dalam mengajar (Ghirardini. Dalam strategi pembelajaran menekankan kebutuhan peserta didik menyadari keunggulan dan kekurangan personalnya untuk mengenali aspek strategi dalam mengoptimalkan dan mengelola pembelajaran dengan lebih baik (Setiyadi & Ramdani, 2. Dalam menentukan stategi yang digunakan dalam pembelajaran online, perlu adanya penilaian dari beberapa aspek lingkungan yang mempengaruhi staregi apa yang sesuai dengan kondisi lingkungan tersebut (Jensen, 2. Terdapat empat karakteristik aspek lingkungan belajar online yang dapat mengidentifikasi stategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi sebagai berikut : Fleksibilitas ruang dan waktu, dalam pembelajaran online aspek utama yang harus dilhat adalah ruang dan waktu yang bebas. Perubahan yang paling signifikan dalam penggunaan pembelajaran daring dapat mengatasi batasan-batasan waktu dan ruang untuk belajar (Ghirardini, 2. Tugas dan pembelajaran online dapat diakses kapan saja dan dimana saja tanpa adanya batasan waktu untuk melakukannya. Lingkungan belajar online sangat berbeda dengan lingkungan belajar tatap muka, yang pada pelaksanaannya guru dan peserta didik harus bertemu secara langsung dan teratur pada waktu dan ruang tertentu (Short & Graham, 2. Hal ini berbanding terbalik dengan pelaksanaan pembelajaran online yang bebas, fleksibel dan tidak terikat oleh ruang dalam proses belajar mengajar (Carcillo. Le Borgne. Caelen, & Bontempi, 2. Artinya pada pembelajaran daring peserta didik mendapatkan lebih banyak waktu luang dibandingkan dengan pembelajaran tatap muka. akan tetapi peserta didik dengan pembelajaran online dapat mengendalikan dan memenejemen waktu belajar sesuai dengan keinginannya, sehingga peserta didik dapat berkonsentrasi dalam mengerjakan tugas belajarnya (Baporikar. Sumber daya informasi yang berlimpah, kelimpahan dan keberagaman sumber informasi pembelajaran berbasis internet (Law & Meyer. Dalam proses pembelajaran peserta didik dapat segera megambil informasi yang relevan untuk dijadikan referensi dalam proses belajar mengajar (Sarti. De Salvatore. Gazzola. Pantaleoni, & Granocchio, 2. Akan tetapi sumber informasi yang berada di internet memiliki tingkat kualitas yang bervariasi dan sukar diukur, berbeda dengan informasi yang diberikan pada pembelajaran tatap muka yang mendapatkan informasi yang stabil dan otoritas sumbernya dapat dipertanggung jawabkan (Ehrlich. McKenney, & Elkbuli, 2. Peserta didik perlu mengetahui tidak hanya mencari informasi melalui internet, tetapi juga dapat Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 81 mengevaluasi, mengintegasikan, dan menilai informasi yang disediakan di internet (Boon. Seorang peserta didik harus mengetahui strategi pencarian informasi yang matang agar mendapatkan sumber informasi yang valid dan dapat dipertanggung jawabkan. Hilangnya interaksi sosial secara langsung, tidak adanya interaksi tatap muka merupakan salah satu kekurangan yang paling banyak dikritik karena dapat menghilangkan sifat asli manusia sebagai makhluk sosial (Amir et al. , 2. Meskipun pembelajaan online dapat mengurangi kecemasan beberapa peserta didik tentang pertanyaan-pertanyaan yang diberikan langsung oleh guru di ruang kelas. Isolasi pembelajaran online merupakan salah satu problematika utama terkait krisisnya jiwa sosialis pada tiap individu peserta didik (Malyana, 2. Peran guru dalam lingkungan pembelajaran online tidak seperti pembelajaran tatap muka yang dijadikan sebagai sumber utama pada proses pembelajaran, akan tetapi lebih berperan sebagai fasilitator dalam proses belajar mengajar. Pembelajaran antar muka, pembelajaran online melibatkan penggunaan teknologi internet untuk membuat platform pembelajaran yang menghubungkan antara peserta didik dan guru (Alves. Modyran. Chichery, & Dickel. Kemajuan teknologi yang pesat, merubah pertemuan manusia berbasis sistem, sistem termasuk perangkat keras dan lunak yang biasanya diperbarui/diganti (Khalil et al. , 2. Desain antar muka dan berbagai fungsi sistem yang lainnya berpengaruh pada sikap, prestasi belajar, dan motivasi peserta didik ketika belajar online (Alves et al. , 2. Sistem pembelajaran online yang tidak stabil selalu menyebabkan frustasi dan kecemasan ketika melaksanakan pembelajaran online (Paulsen & Feldman. Untuk itu, pentingnya peserta didik dalam memahami sifat teknologi internet, dan penerapan sistem baru dengan pendekatan yang sesuai untuk menanganinya. Model strategi pembelajaran daring dalam pengaplikasiannya harus dapat menunjukkan aktivitas dan proses melalui individu yang memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta sikap dalam penggunaan berbagai alat digital penunjang pembelajaran daring (Amir et al. Sarana pendukung proses pembelajaran sangat penting untuk disediakan pihak sekolah. Sarana pembelajaran yang memadai dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik di kelas (Ramdani. Maulani, & Fawaid, 2. Penggunaan pembelajaran daring membahas pekerjaan rumah dengan teman melalui email, mencari dan mempelajari informasi melalui internet, membaca artikel online, berpartispasi dalam diskusi online, dan mengikuti kursus/pembelajaran jarak jauh secara online (Al-Balas et al. , 2. SMK merupakan jenjang Pendidikan menengah yang memprioritaskan keterampilan dan kemampuan teknis untuk siap memasuki dunia kerja (Ramdani. Astana, & Fawaid, 2. Pembelajaran daring di SMK menjadi permasalahan yang perlu diperhatikan dan dikaji untuk menemukan kendala dan solusi yang dihadapi guru dalam mentransfer ilmu METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif adalah metode penelitian yang menggunakan proses data-data yang berupa angka sebagai alat menganalisis dan melakukan kajian penelitian, terutama mengenai apa yang sudah di teliti. Penelitian kuantitatif ini bertujuan untuk menjelaskan suatu fenomena sedalamdalamnya melalui pengambilan, pengumpulan data serta analisis yang menunjukkan kedalaman detail data yang sedang diteliti. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei yaitu metode penelitian untuk memperoleh informasi tentang karakteristik, acuan, dan pendapat yang mewakili populasi berdasarkan kuisioner ataupun wawancara. Tempat penelitian yaitu di SMK Negeri 1 Cikande. SMK Negeri Pertanian, dan SMK Negeri 2 Kota Serang. Populasi penelitian yaitu peserta didik kelas 10 kompetensi keahlian Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 82 permesinan yaitu 298 peserta didik (SMKN Pertanian 64 peserta didik. SMKN Cikande 98 peserta didik. SMKN 2 Kota Serang 136 peserta Populasi guru Teknik permesinan berjumlah 28 orang (SMKN Pertanian 6 guru. SMKN Cikande 7 guru. SMKN 2 Kota Serang 15 gur. Teknik pengambilan sampel untuk peserta didik menggunakan rumus slovin menghasilkan jumlah sampel yaitu 75 orang dengan taraf kesalahan 10%. Teknik pengambilan sampel untuk guru karena dibawah 30 maka semua anggota populasi diambil sebagai sampel. Teknik digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi, dengan instrumen pengumpulan data menggunakan lembar kuisioner dan Teknis analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif untuk menyajikan dan mengkaji hasil penelitian yang telah dilakukan. Indikator Persepsi guru terhadap pembelajaran berbasis online (Gur. Persepsi terhadap pembelajaran berbasis online (Guru dan peserta didi. Tingkat pembelajaran secara daring di SMK Pemesinan (Guru dan peserta didi. Kendala Ae kendala apa yang ditemukan ketika penggunaan strategi pembelajaran tersebut digunakan pada saat pembelajaran daring di SMK Pemesinan (Guru dan peserta didi. Faktor-faktor pendukung penggunaan strategi pembelajaran berbasis online di SMK pemesinan (Guru dan peserta didi. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Sampel Penelitian ini memilki jumlah sampel yang dijadikan sebagai responden sebanyak 75 orang peserta didik dan 28 guru yang terdiri dari 79% laki-laki dan 21% perempuan. Responden yang mengisi lembar kuisioner berasal dari tiga sekolah yang berbeda yakni SMKN Pertanian Kota serang . %). SMKN 2 Kota Serang . %), dan SMKN 1 Cikande Serang . %). SMKN Pertanian SMKN 2 Kota Serang SMKN 1 Cikande Gambar 1. Asal Sekolah Responden Domisili responden berada pada wilayah kota serang yang menerapkan peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan . nomor 15 Tahun 2020 tentang pedoman penyelenggaraan belajar dari rumah dalam masa Selama pemberlakuan pembelajaran berbasis online atau biasa disebut work from home, responden banyak menghabiskan waktu dan menjalankan aktivitas di dalam rumah. Termasuk dengan proses belajar mengajar dengan mengerjakan tugas-tugas sekolah dan mengajar mata Strategi Pembelajaran Daring digunakan Sekolah Menengah Kejuruan Program Kejuruan Pemesinan Media Sosial/platform yang Paling sering Digunakan Pembelajaran Daring Berdasarkan dengan hasil kuisioner media pembelajaran daring yang paling disukai oleh peserta didik dan guru secara berturut-turut adalah youtube . %), zoom . %), google classroom . %), dan whatsApp . %). Mereka menggunakan media sosial tersebut karena sesuai dan mudah dalam penggunaannya. Hal lain yang membuat mereka memilih aplikasi media sosial tersebut karena terlalu menyita waktu yang banyak, akses jaringan, dan menyedot kuota pulsa. Keuntungan yang di dapatkan dari model pembelajaran daring karena pembelajaran tanpa adanya ruang dan waktu. Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 83 Youtube WhatsApp Zoom Google classroom Gambar 2 Platfrom pembelajaran online Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembelajaran daring dapat menyajikan materi melalui web yang menarik, melayani bimbingan, serta komunikasi interaktif yang dapat menstimulasi minat dalam belajar. Berdasarkan hasil kuisioner yang disajikan menunjukkan bahwa google classroom merupakan media pembelajaran yang mampu memfasilitasi keinginan guru dan perserta didik serta memberikan dampak positif dalam peningkatan hasil belajar. Adapun media sosial yang lainnya baik akan tetapi belum mampu memfasilitasi aspek-aspek yang menunjang pembelajaran daring. Persepsi Peserta didik pembelajaran daring Berdasarkan hasil survey yang dilakukan mengenai persepsi pembelajaran daring dari persektif peserta didik dan guru menghasilkan data sebagai berikut 4,00 3,21 3,50 3,00 2,78 2,67 2,76 pembelajaran daring yaitu hanya 2,67%. Hal ini menunjukan bahwa diperlukan sebuah strategi yang dapat menarik minat dan motivasi perserta didik dalam pembelajaran daring. Penyampaian dan penerimaan materi yang tergolong rendah yaitu 2,40 menunjukan pembelajaran daring masih belum dianggap sebagai metode yang efektif dalam tansfer of knowledge. Dari sis kesiapan fasilitas yaitu 2,78 dan perangkat 3,21 menunjukan bahwa dari peralatan sudah cukup Rerata persepsi peserta didik dalam pembelajaran daring yaitu 2,76 dengan kategori cukup siap. 4,00 3,50 3,00 3,11 3,30 3,04 3,01 2,61 2,50 2,00 1,50 1,00 0,50 0,00 Pembelajaran Penyampaian Materi Perangkat Fasilitas dan Lingkungan Rerata Gambar 4. Persepsi Guru dalam pembelajaran Berdasarkan gambar 04, menunjukan bahwa minat guru dalam pembelajaran daring tergolong rendah yaitu 2,61, penyampaian materi 3,11, perangkat, 3,04, dan fasilitas 3,30. Hal ini menunjukan bahwa guru sebenarnya sudah cukup siap dengan pembelajaran daring walaupun dari perspektif minat tidak terlalu Rerata persepsi guru dalam pembelajaran daring yaitu 3,01 dengan kategori siap. 2,40 2,50 Strategi Pembelajaran Daring yang Disukai Peserta Didik 2,00 1,50 1,00 0,50 0,00 Pembelajaran Penyampaian Materi Perangkat Fasilitas dan Lingkungan Rerata Gambar 3. Persepsi peserta didik dalam pembelajaran daring Dari gambar 3 dapat diketahui bahwa peserta didik masih rendah minatnya terhadap Berdasarkan hasil survei yang dilakukan strategi pembelajaran yang paling disukai oleh peserta didik. Tedapat beberapa kriteria yaitu diskusi, penugasan individu/kelompok, ceramah . uru yang menjelaska. , dan video Dapat dilihat pada gambar 5. Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 84 Project Based Luring Blended Learning Daring Gambar 5. Strategi Pembelajaran Daring Berdasarkan penelitian ini mengungkapkan bahwa dalam penggunaan pembelajaran daring memperhatikan aspek-aspek yang dapat menunjang pembelajaran daring. Dalam menggunakan pembelajaran daring harus kreatif dan inovatif dalam proses belajar mengajar, karena dalam pembelajaran daring juga harus adanya interaksi antara dua individu yang dapat berpartisipasi dan terjadi timbal balik untuk mempermudah pemahaman dalam belajar. Hasil dari kuisioner yang disebarkan menyebutkan strategi pembelajaran yang paling dibutuhkan dalam media online adalah dengan diskusi interaktif antara pengajar dan peserta didik. Karena interaksi dalam proses pembelajaran dapat berjalan apabila adanya pengelolaan pengajar/guru. Kendala yang dihadapi selama pembelajaran Kendala yang sering dihadapi guru dan peserta didik selama pembelajaran daring, yaitu susah fokus . idak paham materi pembelajara. , akses internet tidak stabil, terlalu banyak tugas, kuota terbatas, lebih menyukai pembelajaran tatap muka, dan aplikasi online yang rumit. Susah Akses Kuota Tugas Sulit Fokus Rumit Gambar 6. Kendala belajar online perspektif peserta didik Dari gambar 06 menunjukan bahwa kendala belajar daring terbesar adalah banyaknya tugas yang diberikan guru. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya guru dan peserta didik berinteraksi secara intens dalam moda daring. Selain itu pembelajaran daring masih dianggap rumit, susah akses, kuota, dan sulit fokus. Rumit Sulit Fokus Kuota Susah Akses Gambar 7. Kendala belajar online perspektif Berdasarkan gambar 07, guru mengalami pengelolaan pembelajaran daring. Hal ini dikarenakan banyaknya tugas yang perlu diperiksa karena guru memberikan cukup banyak tugas sehingga menyita konsentrasi dan fokus dalam pembelajaran. Selain itu komunikasi, dan interaksi yang terbatas menjadi salah satu masalah yang dihadapi oleh guru. Masalah selanjutnya yaitu kuota yang terbatas. Hal ini mempengaruhi kelancaran pembelajaran Banyaknya kelas memerlukan kuota Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin. Volume 7. Nomor 1. April 2022 | 85 yang banyak. Selain itu rumitnya penggunaan aplikasi pembelajaran daring menuntut guru untuk selalu belajar hal baru. Perlu adanya keseimbangan antara penggunaan pembelajaran daring dan pembelajaran tatap muka. Karena untuk mengurangi adanya ketidakpahaman materi yang dirasakan oleh peserta didik dan ketidakpuasan pengajar dalam mengukur kepahaman peserta didik. Saran