Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. September, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109 - 1350 Received: 31 Maret 2025. Accepted: 28 April 2025. Published: September 2025 DOI: 10. 36350/jskom. Penerapan Metode Topsis (Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solutio. untuk Menentukan Prioritas Prajurit Teladan Agnes Amalia1*. Binanda Wicaksana2 Program Studi Sistem Informasi. Fakultas Informatika dan Komputer. Universitas Binaniaga Indonesia e-mail: inesyaputri9@gmail. *Corresponding Author ABSTRACT TNI soldiers have a heavy responsibility in maintaining the sovereignty of the Unitary State of the Republic of Indonesia, ready to sacrifice their lives and bodies and play an active role in national development. With this responsibility, giving appreciation is important as a form of appreciation and motivation to improve professionalism and integrity. One form of appreciation is the selection of exemplary soldiers who can be an inspiration for other members. However, the process of assessing exemplary soldiers often faces obstacles in the form of subjectivity in determining the final result. To overcome this, an objective decision support system is needed. This study aims to apply the Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) method to determine the priority of exemplary soldiers. Data were collected through literature studies, interviews, and discussions with expert sources. As a result, four main criteria were determined, namely physical similarity value, individual performance value, performance value, and behavioral value. The assessment was carried out using the TOPSIS method to ensure objectivity. The validation of the results using the Spearman Rank test showed a very strong correlation between the subjective method and TOPSIS, with a value of 0. 921 for noncommissioned officer data and 0. 903 for enlisted data. This proves that the TOPSIS method is effective in producing fair and reliable rankings, thus supporting more transparent and accurate decision-making in the selection of exemplary soldiers. Keywords: assessment criteria, exemplary soldiers, spearman rank, subjectivity. TOPSIS. ABSTRAK Prajurit TNI memiliki tanggung jawab berat dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, siap berkorban jiwa raga dan berperan aktif dalam pembangunan nasional. Dengan tanggung jawab tersebut, pemberian apresiasi menjadi penting sebagai bentuk penghargaan dan motivasi untuk meningkatkan profesionalisme dan integritas. Salah satu bentuk apresiasi adalah pemilihan prajurit teladan yang dapat menjadi inspirasi bagi anggota lainnya. Namun, proses penilaian prajurit teladan sering menghadapi hambatan berupa subjektivitas dalam penentuan hasil Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan sistem pendukung keputusan yang objektif. Penelitian ini bertujuan menerapkan metode Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) untuk menentukan prioritas prajurit teladan. Data dikumpulkan melalui studi literatur, wawancara, dan diskusi dengan narasumber ahli. Hasilnya, ditetapkan empat kriteria utama yaitu nilai kesamaptaan jasmani, nilai kinerja individu, nilai unjuk kerja, dan nilai perilaku. Penilaian dilakukan menggunakan metode TOPSIS untuk memastikan objektivitas. Validasi hasil menggunakan uji Spearman Rank menunjukkan korelasi sangat kuat antara metode subjektif dan TOPSIS, dengan nilai 0,921 untuk data bintara dan 0,903 untuk data tamtama. Hal ini membuktikan bahwa metode TOPSIS efektif dalam menghasilkan peringkat yang adil dan dapat diandalkan, sehingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih transparan dan akurat dalam pemilihan prajurit teladan. Kata Kunci: kriteria penilaian, prajurit teladan, rank spearman, subjektivitas. TOPSIS. PENDAHULUAN LATAR BELAKANG Setiap negara di dunia pasti memiliki pasukan yang bertugas untuk menjaga pertahanan negara, begitu juga dengan negara Indonesia memiliki pasukan pertahanan yaitu Tentara Nasional Indonesia (TNI). Prajurit TNI adalah anggota kekuatan angkatan perang negara Indonesia yang diatur berdasarkan ketentuan perundang-undangan. Tuntutan terhadap kesiapan dan kemampuan prajurit TNI mutlak diperlukan untuk mendapatkan keberhasilan dalam pelaksanaan peran, tugas dan fungsi TNI. Semakin berkualitas dan profesional personel yang mengawaki organisasi TNI maka peran, tugas dan fungsi dapat terlaksana dengan baik dan optimal. Dalam lingkup yang lebih luas, prajurit sejatinya adalah pegawai yang bekerja di sebuah organisasi atau instansi Sebagai bagian dari tugas mereka, prajurit menerima gaji atau penghasilan dari pemerintah, mirip dengan pegawai di sector lain. Namun, peran prajurit memiliki karakteristik yang unik karena menyangkut pengabdian kepada negara yang menuntut dedikasi, loyalitas, dan kesiapan penuh dalam berbagai situasi. Prajurit teladan merupakan sosok anggota TNI yang menunjukkan kualitas, dedikasi, dan komitmen luar biasa dalam melaksanakan tugas serta tanggung jawabnya. Prajurit ini memiliki karakteristik yang mencerminkan nilainilai luhur TNI, seperti disiplin, integritas, kepemimpinan, keberanian, dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap negara dan bangsa. Prajurit teladan menjadi contoh bagi rekan-rekannya, dengan selalu menunjukkan kinerja terbaik dan sikap yang Penghargaan terhadap prajurit teladan bukan hanya sebagai pengakuan atas prestasi, tetapi juga sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas negara. Untuk menentukan seorang prajurit sebagai teladan, diperlukan proses penilaian yang adil, transparan, dan Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. September, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109 - 1350 Penilaian ini bertujuan untuk mengidentifikasi individu yang benar-benar memenuhi kriteria prajurit teladan, sekaligus memberikan motivasi kepada seluruh anggota TNI untuk meningkatkan kualitas diri mereka. Namun, tantangan utama dalam penilaian prajurit teladan adalah kompleksitas kriteria yang harus dipertimbangkan dan banyaknya data yang perlu diolah. Untuk itu diperlukan sebuah sistem yang dapat mempermudah proses pengambilan keputusan dalam penentuan prioritas penerima penghargaan sebagai prajurit teladan. Untuk penyelesaian masalah ini diperlukan sistem pendukung keputusan yang dapat membantu dalam pengambilan Dengan adanya Sistem Pendukung Keputusan untuk menentukan prioritas penerima penghargaan sebagai prajurit teladan, diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang akurat dan objektif bagi pengguna, dalam hal ini Lanud Atang Sendjaja, untuk menentukan prajurit teladan. Sistem ini tidak hanya mempermudah proses penilaian, tetapi juga memastikan hasil yang dihasilkan dapat dipertanggungjawabkan. Pada akhirnya, penerapan sistem pendukung keputusan ini dapat mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di TNI secara berkelanjutan, sehingga peran dan fungsi organisasi dapat terlaksana dengan lebih baik dan optimal. PERMASALAHAN Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya, berikut ini adalah rumusan permasalahannya: TUJUAN Bagaimana metode TOPSIS dapat diterapkan untuk menentukan prioritas prajurit teladan dengan mempertimbangkan bobot pada setiap kriteria sehingga menghasilkan perhitungan yang akurat dan objektif? Apakah sistem penilaian menggunakan metode TOPSIS dapat mendukung pengambilan keputusan yang efektif dalam menentukan prajurit teladan? Menganalisis kriteria utama yang digunakan dalam penilaian prajurit teladan guna memastikan hasil yang sesuai dengan kualitas dan kontribusi prajurit secara objektif. Merancang dan membangun aplikasi berbasis sistem pendukung keputusan (SPK) dengan metode TOPSIS (Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solutio. untuk mempermudah pengolahan data penilaian, meningkatkan efisiensi, dan mendukung pengambilan keputusan yang transparan dan akurat dalam menentukan prajurit teladan. TINJAUAN PUSTAKA Sistem Pendukung Keputusan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) adalah sistem berbasis komputer yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam menyelesaikan masalah yang bersifat semi-terstruktur atau tidak terstruktur. Sistem Pendukung Keputusan dirancang untuk mendukung proses pengambilan keputusan dengan menyediakan informasi, pemrosesan data dan model analisis yang relevan. Fokus utama sistem pendukung keputusan adalah untuk menyajikan data dan informasi yang berguna bagi pengambil keputusan dalam memilih alternatif terbaik berdasarkan berbagai kriteria yang dipertimbangkan. SPK berfungsi sebagai alat yang menyediakan dukungan yang diperlukan untuk pengambilan keputusan yang lebih efektif, membantu memastikan bahwa keputusan yang diambil didasarkan pada data yang jelas, terstruktur, dan relevan. TOPSIS (Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solutio. Metode TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solutio. adalah sebuah teknik dalam sistem pendukung keputusan yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi multi- kriteria. Metode ini berfokus pada perbandingan alternatif berdasarkan kedekatannya dengan solusi ideal positif (PIS) dan solusi negatif ideal (NIS). Langkah-langkah yang dilakukan dalam TOPSIS meliputi pembuatan matriks keputusan, normalisasi data, pembobotan kriteria, dan perhitungan jarak antara alternatif dengan solusi ideal dan negatif ideal. Nilai preferensi dihitung untuk setiap alternatif, dan alternatif terbaik dipilih berdasarkan kedekatannya dengan solusi ideal dan jauhnya dari solusi negatif ideal. Keunggulan utama TOPSIS adalah kesederhanaan dan objektivitasnya, yang memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih efisien dan adil, serta sering diterapkan dalam berbagai bidang seperti penilaian kinerja, pemilihan pemasok, dan evaluasi proyek. Penilaian Kinerja Penilaian kinerja merupakan proses sistematis untuk mengevaluasi efektivitas dan kontribusi individu terhadap penilaian kinerja harus didasarkan pada indikator yang jelas dan terukur agar hasilnya dapat Penilaian kinerja penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan individu, memberikan umpan balik, serta mendukung keputusan terkait promosi, pelatihan, dan pengembangan karir. Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. September, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109 - 1350 METODE Metode TOPSIS Metode TOPSIS (Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solutio. adalah salah satu metode dalam sistem pendukung keputusan (SPK) yang digunakan untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang melibatkan banyak kriteria. Metode ini mengukur kedekatan setiap alternatif dengan solusi ideal dan solusi negatif ideal. Tujuannya adalah untuk memilih alternatif yang paling dekat dengan solusi ideal dan paling jauh dari solusi negatif ideal. Berikut adalah langkah-langkah dari metode TOPSIS: Membuat Matriks Keputusan Matriks keputusan dibuat berdasarkan nilai-nilai untuk setiap alternatif yang dibandingkan dengan kriteria yang ada. Matriks ini menunjukkan bagaimana setiap alternatif memenuhi setiap kriteria yang ditentukan. Normalisasi Matriks Keputusan Melakukan normalisasi matriks keputusan untuk mengubah nilai kriteria ke dalam skala yang seragam. Membuat Matriks Normalisasi Ternormalisasi Berbobot Memberikan bobot pada masing-masing kriteria untuk mencerminkan tingkat kepentingannya, lalu mengalikan bobot dengan nilai normalisasi. Menentukan Solusi Ideal Positif (PIS) dan Solusi Ideal Negatif (NIS). Memilih Alternatif Terbaik Setelah nilai preferensi dihitung, alternatif dengan nilai preferensi tertinggi dipilih sebagai alternatif terbaik, yaitu yang paling dekat dengan solusi ideal dan paling jauh dari solusi negatif ideal. TEKNIK ANALISA DATA Untuk uji hasil keakuratan dalam penelitian ini menggunakan korelasi Rank Spearman karena metode ini sesuai untuk mengukur hubungan antara dua variabel yang bersifat ordinal atau data yang telah dirangking. Korelasi Rank Spearman digunakan untuk mengetahui seberapa kuat dan arah hubungan antara dua peringkat yang dihasilkan dari proses analisis. Tabel 1 Korelasi Rank Spearman Nilai 0,00 Ae 0,19 0,20 - 0,39 0,40 Ae 0,59 0,60 Ae 0,79 0,80 Ae 1,00 Hubungan Sangat Lemah Lemah Sedang Kuat Sangat Kuat HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisa Metode Dalam penentuan prioritas prajurit teladan menggunakan metode TOPSIS diperlukan kriteria-kriteria yang relevan serta nilai bobot untuk melakukan perhitungan. Berikut adalah tahapan prosesnya: Menetukan Kriteria Kriteria merupakan parameter yang akan menjadi acuan dasar penilaian dalam menentukan prioritas sebagai prajurit teladan dimana kriteria penilaian dalam penelitian ini terdiri dari 4 . kriteria yang bobot dari masing-masing kriteria sudah ditentukan oleh pihak yang kompeten dan paham dari Adapun kriteria tersebut sebagai berikut: Kesamaptaan Jasmani (Samapt. merupakan kriteria pertama atau C1 Kinerja Individu merupakan kriteria ke dua atau C2 Unjuk Kerja (Prestas. merupakan kriteria ke tiga atau C3 Perilaku (Kepribadia. merupakan kriteria ke empat atau C4 Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. September, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109 - 1350 Tabel 2 Kriteria Penelitian Kode Nama Kriteria Nilai Samapta Nilai Kinerja Individu Nilai Unjuk Kerja (Prestas. Nilai Perilaku (Kepribadia. Menentukan Bobot Setiap Alternatif Pada Setiap Kriteria Dari kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, maka ditentukan tingkat kepentingan dari masing- masing kriteria tersebut. Pada tahap ini akan diberikan skala nilai dari satu sampai dengan lima. Kesamaptaan Jasmani (Samapt. Penilaian kesamaptaan jasmani diukur berdasarkan nilai tes kesegaran jasmani AuAAy . ari 12 meni. dan tes kesegaran jasmani AuBAy yang terdiri dari sit ups, push ups, shuttle run untuk setiap prajurit serta tambahan pull ups bagi prajurit pria dan chinning bagi prajurit wanita. Tabel 3 Kriteria Kesamaptaan Jasmani (Samapt. Nilai Kategori Baik Sekali Baik Cukup Kurang Kurang Sekali Keterangan S5 jika nilai akhir 81,00-100 S4 jika nilai akhir 61,00-80,99 S3 jika nilai akhir 41,00-60,99 S2 jika nilai akhir 21,00-40,99 S1 jika nilai akhir <21. Kinerja Individu Metode penilaian kinerja individu menggunakan formulir kuisioner yang menggunakan model skala likert yang terdiri dari 40 pertanyaan dengan nilai skor maksimal untuk prajurit Bintara dan Tamtama Tabel 4 Kriteria Kinerja Individu Nilai Kategori Baik Sekali Baik Cukup Kurang Kurang Sekali Keterangan K5 jika nilai akhir 91,00-100 K4 jika nilai akhir 80,00-90,99 K3 jika nilai akhir 60,00-79,99 K2 jika nilai akhir 40,00-59,99 K1 jika nilai akhir 20,00-39,99. Unjuk Kerja (Prestas. Penilaian unjuk kerja . bagi prajurit bintara dan tamtama dilaksanakan dengan memberikan nilai berdasarkan delapan faktor penilaian yaitu kepatuhan terhadap peraturan, ketepatan waktu pelaksanaan tugas, efisiensi dan efektifitas, inisiatif, kerjasama, keberanian, etos kerja, dan Nilai akhir dari penilaian merupakan nilai rata-rata dari penilaian unjuk kerja . Tabel 5 Kriteria Unjuk Kerja (Prestas. Nilai Kategori Baik Sekali Baik Cukup Kurang Kurang Sekali Baik Sekali Keterangan U5 jika nilai akhir 90U4 jika nilai akhir 80-89 U3 jika nilai akhir 65-79 U2 jika nilai akhir 49-65 U1 jika nilai akhir 0-48 U5 jika nilai akhir 90- Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. September, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109 - 1350 . Perilaku (Kepribadia. Penilaian perilaku . bagi prajurit berpangkat bintara dan tamtama dilaksanakan dengan memberikan nilai berdasarkan sepuluh faktor penilaian yaitu pengabdian, disiplin, kejujuran, tanggungjawab, ketabahan, moral dan etika, integritas, loyalitas, penampilan, dan kemampuan Nilai akhir dari penilaian merupakan nilai rata-rata dari penilaian perilaku . Tabel 6 Kriteria Perilaku (Kepribadia. Nilai Kategori Baik Sekali Baik Cukup Kurang Kurang Sekali Keterangan P5 jika nilai akhir 90P4 jika nilai akhir 80-89 P3 jika nilai akhir 65-79 P2 jika nilai akhir 49-65 P1 jika nilai akhir 0-48 . Menentukan Bobot (W) Setiap Kriteria Nilai bobot pada tabel dibawah ini menjelaskan pemberian nilai bobot untuk masing Ae masing kriteria untuk penentuan prioritas prajurit teladan. Dimana nilai bobot tersebut di dapat dari hasil wawancara tekait penetapan kriteria serta perhitungan bobot dalam penentuan prioritas prajurit teladan, sehingga dihasilkan tabel dibawah ini: Tabel 7 Tabel Bobot (W) Pada Setiap Kriteria Kode Nama Kriteria Samapta Kinerja Individu Unjuk Kerja Perilaku Bobot . Data Alternatif Data alternatif ini didapatkan dari hasil tinjauan pada objek penelitian dan merupakan data faktual yang digunakan sebagai data pendukung penelitian. Adapun data alternatif dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 8 Data Alternatif (Prajuri. Kode A10 A11 A12 A13 A14 A15 A16 A17 A18 Nama Alternatif Bintara 1 Bintara 2 Bintara 3 Bintara 4 Bintara 5 Bintara 6 Bintara 7 Bintara 8 Bintara 9 Bintara 10 Bintara 11 Bintara 12 Bintara 13 Bintara 14 Tamtama 1 Tamtama 2 Tamtama 3 Tamtama 4 Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. September, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109 - 1350 Kode A19 A20 A21 A22 A23 A24 Nama Alternatif Tamtama 5 Tamtama 6 Tamtama 7 Tamtama 8 Tamtama 9 Tamtama 10 . Data Penilaian Data penilaian yang digunakan pada penelitian ini merupakan data penilaian prajurit teladan periode tahun 2022 yang dideskripsikan pada tabel dibawah: Tabel 9 Penilaian Prajurit Bintara Kode A10 A11 A12 A13 A14 Samapta Kinerja Unjuk Perilaku Tabel 10 Penilaian Prajurit Tamtama Kode A15 A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22 A23 A24 Samapta Kinerja Unjuk Perilaku Analisa Kasus Dengan Metode TOPSIS . Menentukan Alternatif Terhadap Kriteria Tabel 11 Alternatif (Bintar. Terhadap Kriteria Kode Samapta Kinerja Unjuk Perilaku Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. September, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109 - 1350 Kode A10 A11 A12 A13 A14 Samapta Kinerja Unjuk Perilaku Tabel 12 Alternatif (Tamtam. Terhadap Kriteria Kode A15 A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22 A23 A24 Samapta Kinerja Unjuk Perilaku . Membuat Matrik Keputusan Berdasarkan Kriteria. Matrik keputusan Xij untuk Bintara berdasarkan dari nilai kriteria pada setiap alternatif: Matrik keputusan Xij untuk Tamtama berdasarkan dari nilai kriteria pada setiap alternatif: Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. September, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109 - 1350 . Membuat Matrik R (Matrik Ternormalisas. Matrik R untuk bintara sebagai berikut: Matrik R untuk Tamtama sebagai berikut: Membuat Matrik Y (Matrik Ternormalisasi Terbobo. Matrik Y untuk Bintara sebagai berikut: Matrik Y untuk Tamtama sebagai berikut: Menentukan Solusi Ideal Positif (A ) dan menentukan Solusi Ideal Negatif (A-). Tabel 13 Solusi Ideal Positif (A ) dan Solusi Ideal Negatif (A-) Bintara Kriteria AKriteria 0,1390 0,0834 0,1083 0,0433 0,0584 0,0234 0,0533 0,0320 Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. September, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109 - 1350 Tamtama . Menentukan Jarak Ideal Positif (D ) dan menentukan Jarak Ideal Negatif (D-). Tabel 14 Jarak Ideal Positif (D ) dan Jarak Ideal Negatif (D-) Untuk Bintara Alternatif A10 A11 A12 A13 A14 0,0526 0,0461 0,0421 0,0363 0,0815 0,0750 0,0428 0,0774 0,0912 0,0268 0,0538 0,0650 0,0612 0,0436 D0,0508 0,0650 0,0716 0,0747 0,0217 0,0268 0,0565 0,0302 0,0117 0,0750 0,0436 0,0461 0,0668 0,0538 Tabel 15 Jarak Ideal Positif (D ) dan Jarak Ideal Negatif (D-) Untuk Tamtama Alternatif A15 A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22 A23 A24 0,0396 0,0752 0,0508 0,0376 0,0411 0,0547 0,0874 0,0619 0,0299 0,0117 D0,0818 0,0394 0,0508 0,0779 0,0725 0,0494 0,0299 0,0770 0,0874 0,0995 Menghitung Nilai Preferensi (V). Dengan melakukan pembagian dari setiap nilai Jarak Ideal Negatif dengan jumlah dari Jarak Ideal Negatif dan Positif di setiap kriteria terhadap alternatif, maka Nilai Preferensi (V) dapat dilihat pada tabel dibawah Tabel 16 Nilai Preferensi V dan Perangkingan untuk Bintara Nama Nilai 0,4916 0,5849 0,6297 0,6730 0,2633 0,5690 0,2804 Rangking Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. September, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109 - 1350 Nama V10 V11 V12 V13 V14 Nilai 0,7367 0,4475 0,4151 0,5219 0,5525 Rangking Tabel 17 Nilai Preferensi V dan Perangkingan untuk Tamtama Nama V15 V16 V17 V18 V19 V20 V21 V22 V23 V24 Nilai Rangking Pembahasan Uji hasil dari penelitian ini yaitu dengan menggunakan Rank Spearman. Berikut adalah hasil dari perhitungan Korelasi Rank Spearman. Tabel 18 Perhitungan Korelasi Spearman Rank Untuk Bintara Alternatif A10 A11 A12 A13 A14 Jumlah Rangking X-Y (X-Y)2 Keterangan: X = Rangking dengan metode subjektive Y = Rangking dengan metode TOPSIS Pada tabel diatas, diketahui bahwa jumlah dari perhitungan ranking sebelum dan sesudah menggunakan perhitungan TOPSIS, kemudian dihitung menggunakan rumus korelasi Rank Spearman sebagai berikut: Eud rs = 1 Oe n. 2 Oe . Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. September, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109 - 1350 rs = 1 Oe 2 Oe . rs = 1Oe rs = 1Oe 0,0879 rs = 0,9121 Tabel 19 Perhitungan Korelasi Spearman Rank Untuk Tamtama Alternatif A15 A16 A17 A18 A19 A20 A21 A22 A23 A24 Jumlah Rangking X-Y (X-Y)2 Keterangan: X = Rangking dengan metode subjektive Y = Rangking dengan metode TOPSIS Eud rs = 1 Oe 2 Oe . rs = 1 Oe 2 Oe . rs = 1Oe rs = 1Oe 0,09697 rs = 0,90303 Hasil analisis korelasi Rank Spearman menunjukkan hubungan yang sangat kuat antara ranking alternatif dari metode subjektif (X) dan metode TOPSIS (Y), dengan nilai korelasi sebesar 0,9121 untuk bintara dan 0,9030 untuk tamtama yang memiliki makna bahwa terjadi perubahan peringkat calon penerima penghargaan sebagai prajurit teladan yang cukup signifikan antara sebelum dan sesudah penggunaan metode TOPSIS. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Dengan menerapkan metode TOPSIS, perhitungan untuk menentukan prioritas prajurit teladan dilakukan dengan mempertimbangkan bobot pada setiap kriteria yang telah ditentukan, sehingga menghasilkan Jurnal SAINTEKOM (Sains dan Teknologi Komputas. Vol. No. September, 2025 Lembaga Penelitian. Pengembangan, dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNBIN e-ISSN: 3109 - 1350 perhitungan yang lebih akurat. Sistem penilaian untuk menentukan prioritas prajurit teladan menggunakan metode TOPSIS dinilai tepat dalam mendukung pengambilan keputusan. Hal ini diperkuat oleh hasil uji korelasi Spearman Rank, yang menunjukkan nilai sebesar 0,9121 untuk data bintara dan 0,90303 untuk data tamtama. DAFTAR PUSTAKA