Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2025, pp. 72-xx PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id,p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 Implementasi Sistem Peringatan Dini Banjir Dengan IoT Menggunakan Interface Berbasis Web (Studi Kasus: Perumahan Griya Bagasas. Suherman1. Ahmad Restu Rangga Dewa2 1,2Teknik Informatika. Universitas Pelita Bangsa Jl. Inspeksi Kalimalang No. Cibatu. Cikarang Selatan. Kab. Bekasi. Jawa Barat. Indonesia Korespondensi email: suherman@pelitabangsa. Abstrak Informasi Artikel Banjir sering terjadi di wilayah dataran rendah Diterima: 8 Desember 2024 seperti Perumahan Griya Bagasasi, sementara Direvisi: 6 Januari 2025 kurangnya sistem pemantauan ketinggian air Dipublikasikan: 30 Maret 2025 secara real-time menjadi kendala dalam mitigasi. Penelitian ini bertujuan merancang sistem peringatan dini banjir berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04, mikrokontroler NodeMCU ESP8266, website monitoring, dan notifikasi Telegram. Metode yang memungkinkan pengembangan iteratif. Hasil implementasi menunjukkan sistem mampu Keywords memantau dan menampilkan status ketinggian air Banjir. Internet of Things. NodeMCU, dalam tiga level . man, siaga, awa. melalui Sensor Ultrasonik. Sistem Peringatan Dini dashboard web secara real-time, dengan akurasi sensor rata-rata 97,04%. Sistem juga berhasil mengirim notifikasi Telegram secara otomatis ketika ambang batas siaga terlampaui dengan ratarata waktu pengiriman 18 detik. Website menampilkan data real-time, grafik tren, dan riwayat pengukuran, sementara pengujian black box menunjukkan seluruh fitur berfungsi dengan Sistem ini terbukti efektif sebagai solusi mitigasi banjir yang terjangkau dan aplikatif bagi Pendahuluan Bencana banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, khususnya pada wilayah dataran rendah dengan sistem drainase yang kurang optimal, seperti Perumahan Griya Bagasasi. Kondisi ini diperparah oleh tingginya curah hujan dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, sehingga meningkatkan risiko genangan air dan kerugian yang Berbagai upaya mitigasi telah dilakukan, seperti pembangunan drainase dan normalisasi sungai, namun belum sepenuhnya ISSN: p. 2301-475X e. Oleh karena itu, diperlukan sistem peringatan dini yang mampu memberikan informasi kondisi ketinggian air secara realtime untuk membantu masyarakat dalam mengantisipasi potensi banjir lebih awal. Perkembangan teknologi Internet of Things (IoT) memungkinkan pengembangan sistem pemantauan banjir yang terintegrasi dengan jaringan internet. Mikrokontroler NodeMCU ESP8266 menjadi salah satu perangkat yang banyak digunakan karena memiliki fitur WiFi bawaan, ukuran kecil, dan biaya yang Dalam pengukuran ketinggian air, penggunaan sensor seperti water level sensor dan sensor ultrasonik menjadi solusi yang efektif karena mampu mendeteksi perubahan tinggi air dengan akurasi yang baik . Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa IoT menggunakan Arduino UNO dapat memantau ketinggian air secara real-time, namun masih konektivitas internet . Sebagai alternatif. NodeMCU ESP8266 menawarkan integrasi jaringan yang lebih praktis dan efisien dalam pengembangan sistem monitoring berbasis IoT . Berdasarkan penelitian ini mengembangkan sistem peringatan dini banjir berbasis IoT menggunakan NodeMCU ESP8266 dan sensor ultrasonik dengan antarmuka berbasis web yang dikembangkan menggunakan PHP. Sistem ini dirancang untuk memantau ketinggian air dan menampilkan status dalam beberapa kategori peringatan melalui dashboard yang dapat diakses secara online. Selain itu, sistem juga menyediakan visualisasi data dan notifikasi otomatis untuk membantu masyarakat dalam mengambil tindakan mitigasi secara cepat dan tepat. Dengan adanya sistem ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi kondisi lingkungan secara real-time sehingga risiko dan dampak banjir dapat diminimalkan. Berbagai penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penerapan teknologi Internet of Things (IoT) dalam pemantauan lingkungan dan mitigasi bencana telah berkembang secara signifikan, mulai dari pengukuran kualitas air berbasis sensor digital hingga sistem peringatan dini banjir dengan pendekatan fuzzy logic, notifikasi pesan instan, dan antarmuka berbasis web . Implementasi sistem peringatan dini banjir berbasis IoT dengan metode Fuzzy Sugeno membuktikan bahwa integrasi sensor ultrasonik. NodeMCU, serta klasifikasi cerdas mampu meningkatkan akurasi deteksi ketinggian air dan status bahaya . Penelitian lain menekankan pentingnya monitoring real-time melalui web server dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana . Integrasi NodeMCU dan sensor ultrasonik dengan layanan notifikasi digital seperti Telegram menunjukkan efektivitas sistem dalam memberikan peringatan cepat kepada pengguna . Selain itu, pengembangan sistem berbasis web dengan mikrokontroler memperlihatkan bahwa otomatisasi deteksi ambang batas air dapat meningkatkan respons dini terhadap banjir . Secara konseptual, penelitian ini didukung oleh teori sistem yang memandang sistem sebagai kumpulan elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu . Karakteristik sistem meliputi komponen, batas sistem, lingkungan, interface, input, process, output, serta mekanisme feedback yang memastikan sistem berjalan sesuai sasaran . Dalam konteks sumber daya air, sungai sebagai bagian dari sistem lingkungan memiliki dinamika yang dipengaruhi aktivitas manusia sehingga berpotensi menimbulkan banjir apabila kapasitasnya terlampaui . Banjir sendiri didefinisikan sebagai peristiwa meluapnya air akibat curah hujan tinggi atau sistem drainase yang tidak memadai, dengan karakteristik yang berbeda-beda sesuai kondisi geografis wilayah . Oleh karena itu, pemahaman karakteristik banjir lokal ISSN: p. 2301-475X e. menjadi dasar dalam merancang sistem peringatan dini yang adaptif dan presisi berbasis level status seperti AuAmanAy. AuWaspadaAy. AuSiagaAy, dan AuBahayaAy . Konsep monitoring dalam penelitian ini merujuk pada proses pengukuran, pencatatan, dan pengolahan data untuk mendukung pengambilan keputusan secara efektif . Implementasi monitoring berbasis IoT memungkinkan konektivitas antar perangkat melalui jaringan internet sehingga data ketinggian air dapat dikirim dan dianalisis secara real-time . Sensor sebagai komponen utama berfungsi mengubah besaran fisik menjadi sinyal listrik yang dapat diproses oleh mikrokontroler . Sensor ultrasonik, seperti HC-SR04, bekerja dengan prinsip pantulan gelombang suara untuk menghitung jarak berdasarkan selisih waktu pengiriman dan penerimaan sinyal . Data yang diperoleh kemudian diproses oleh NodeMCU ESP8266 sebagai microcontroller dengan kemampuan Wi-Fi terintegrasi untuk mendukung komunikasi data . Peringatan lokal diwujudkan melalui buzzer sebagai alarm suara ketika ambang batas terlampaui . , sementara LCD dan modul I2C berfungsi sebagai media tampilan informasi ketinggian air secara langsung . Proses Arduino IDE lingkungan pengembangan berbasis bahasa C/C yang telah disederhanakan . Pengembangan diimplementasikan dalam bentuk website sebagai media penyajian informasi yang saling terhubung melalui protokol HTTP . Sistem informasi berbasis web berfungsi mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan mendistribusikan informasi secara terintegrasi guna mendukung pengambilan keputusan . Dengan mempertimbangkan berbagai pendekatan tersebut, penelitian ini berupaya mengintegrasikan sensor, mikrokontroler, notifikasi suara, serta antarmuka web dalam satu sistem monitoring banjir berbasis IoT . Implementasi teknologi ini diharapkan masyarakat terhadap risiko banjir di wilayah rawan seperti Perumahan Griya Bagasasi . Dukungan konektivitas jaringan memastikan data dapat diakses secara luas dan cepat oleh pengguna . Integrasi perangkat keras dan perangkat lunak yang efisien memungkinkan sistem bekerja secara optimal dalam kondisi darurat . Selain itu, pemanfaatan platform terbuka memberikan fleksibilitas dalam pengembangan dan pemeliharaan sistem . Penerapan konsep ini juga memperhatikan aspek efisiensi energi dan kemudahan integrasi perangkat . Dengan pendekatan terstruktur dan berbasis kebutuhan pengguna, sistem dirancang agar responsif terhadap perubahan kondisi lingkungan . Seluruh komponen yang digunakan mendukung terciptanya sistem monitoring yang akurat dan berkelanjutan . Implementasi berbasis web memungkinkan visualisasi data historis sebagai bahan evaluasi dan analisis lanjutan . Secara keseluruhan, landasan teori dan tinjauan pustaka ini memperkuat urgensi pengembangan sistem peringatan dini banjir berbasis IoT yang efektif, efisien, dan mudah diakses masyarakat . Dalam pengembangan perangkat lunak, pengujian dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan seluruh fungsi sistem berjalan sesuai spesifikasi tanpa melihat struktur kode internal . Model pengembangan yang digunakan adalah metode Prototype, yang memungkinkan perancangan sistem secara iteratif melalui pembuatan purwarupa sebelum implementasi Sebagai gambaran kondisi nyata di lapangan final . Metode ini efektif ketika kebutuhan dan alur pengembangan sistem, berikut dapat pengguna belum terdefinisi secara rinci dan disisipkan ilustrasi mengenai Kondisi Banjir memerlukan umpan balik berkelanjutan . di Perumahan Griya Bagasasi serta skema ISSN: p. 2301-475X e. Model Prototype sebagai representasi visual perancangan sistem yang diusulkan. Gambar 1. Kondisi Banjir di Perumahan Griya Bagasasi Gambar 2. Model Prototype II. Metodologi Penelitian ini menggunakan pendekatan engineering research dengan metode kuantitatif untuk merancang dan membangun sistem peringatan dini banjir berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan antarmuka web. Studi dilakukan di Perumahan Griya Bagasasi dengan fokus pada mendeteksi ketinggian air secara real-time dan memberikan notifikasi otomatis kepada Data kuantitatif diperoleh dari pembacaan sensor ultrasonik yang diproses menggunakan ambang batas tertentu untuk menghasilkan klasifikasi status kondisi Secara konseptual, alur kerja dan arsitektur sistem yang dikembangkan dapat dilihat pada ilustrasi Model yang Diusulkan. Gambar 3. Model Yang Diusulkan Instrumen penelitian terdiri atas perangkat keras dan perangkat lunak yang saling Perangkat keras meliputi NodeMCU ESP8266 sebagai microcontroller, sensor ultrasonik HC-SR04 untuk membaca ketinggian air. LCD 20x4 I2C sebagai media tampilan lokal, serta komponen pendukung seperti power bank dan rangkaian pelindung tahan air. Perangkat lunak yang digunakan meliputi Arduino IDE untuk pemrograman ISSN: p. 2301-475X e. berbasis C . XAMPP (Apache dan MySQL) sebagai server dan basis data. PHP serta HTML/CSS untuk pengembangan web. Chart. js untuk visualisasi grafik, dan Telegram Bot API untuk notifikasi otomatis. Perbandingan antara sistem konvensional yang berjalan secara manual dengan sistem terkomputerisasi ditunjukkan pada gambar Sistem Berjalan (Manua. Gambar 4. Sistem Berjalan (Manua. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara dengan warga terdampak banjir, serta studi pustaka dan literatur terkait. Observasi dan wawancara pengguna serta permasalahan pada metode pemantauan manual yang dinilai tidak efisien dan berisiko. Data sensor yang diperoleh dikirimkan melalui koneksi WiFi ke server dan disimpan dalam basis data MySQL untuk dianalisis lebih lanjut. Visualisasi data ditampilkan dalam bentuk grafik dinamis berbasis Chart. js agar pengguna dapat memantau tren kenaikan air secara intuitif melalui Sistem Monitoring Berbasis Website. Gambar 5. Sistem Monitoring Berbasis Website Teknik analisis data dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu visualisasi data, analisis threshold . mbang bata. , dan logika notifikasi berbasis kondisi if-else. Ketinggian air diklasifikasikan ke dalam empat kategori status, yaitu Aman. Waspada. Siaga, dan Bahaya, berdasarkan nilai ambang yang ditentukan dari data historis dan masukan Apabila ketinggian air mencapai level tertentu, sistem secara otomatis menampilkan status pada dashboard web dan mengirimkan notifikasi melalui Telegram secara real-time. Interaksi antara aktor dan sistem secara terstruktur dapat dilihat pada diagram Use Case Sistem Deteksi Banjir yang Diusulkan. Gambar 6. Use Case Deteksi Banjir Yang Diusulkan Tahap akhir penelitian meliputi perancangan lapangan. Pengujian dilakukan terhadap database, pengujian sistem, dan implementasi akurasi sensor dengan membandingkan hasil ISSN: p. 2301-475X e. pembacaan dengan pengukuran aktual, serta pengujian antarmuka menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan seluruh fungsi berjalan sesuai spesifikasi. Selain itu, dilakukan uji notifikasi Telegram dan uji stabilitas koneksi jaringan dalam kondisi nyata selama musim hujan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja secara stabil, responsif, dan akurat dalam memberikan peringatan dini, sehingga layak diterapkan sebagai solusi mitigasi banjir berbasis IoT di lingkungan permukiman. integrasi perangkat keras dan perangkat lunak yang saling terhubung. Perangkat keras terdiri dari NodeMCU ESP8266, sensor ultrasonik HC-SR04, power supply, serta rangkaian pendukung yang dirakit sesuai desain awal. Sensor membaca ketinggian air dan mengirimkan data setiap 5 detik ke server HTTP POST, kemudian ditampilkan secara real-time pada Implementasi membuktikan bahwa rancangan sistem dapat berjalan sesuai spesifikasi awal dan mampu melakukan deteksi otomatis ketika tinggi air i. Hasil dan Pembahasan melebihi ambang batas Ou 20 cm. Adapun Hasil implementasi menunjukkan bahwa visualisasi rangkaian perangkat keras yang sistem monitoring banjir berbasis Internet of digunakan dapat disisipkan pada Gambar Things (IoT) berhasil direalisasikan melalui Diagram Rangkaian Sistem. Gambar 6. Diagram Rangkaian Sistem Pada sisi perangkat lunak, pemrograman dilakukan menggunakan Arduino IDE berbasis C dengan dukungan beberapa library seperti ESP8266WiFi. HTTPClient, dan UniversalTelegramBot. Sistem mampu mengklasifikasikan kondisi air menjadi tiga status, yaitu Aman. Siaga 1 (>20 c. , dan Siaga 2 (>30 c. , serta menampilkan informasi tersebut pada LCD dan halaman web WATA Monitoring. Antarmuka website menampilkan data tinggi air terbaru, indikator warna status, grafik tren, serta riwayat pengukuran yang tersimpan di database MySQL. Integrasi ini menunjukkan bahwa sistem informasi berbasis web dapat berfungsi sebagai media monitoring jarak jauh yang informatif dan responsif. Tampilan antarmuka monitoring dapat disisipkan pada Gambar Tampilan Website WATA Monitoring. Jurnal Pelita Teknologi. Vol. 2025, pp. 72-xx PELITA TEKNOLOGI Journal homepage: jurnal. id,p-ISSN: 2301-475X, e-ISSN: 2656-7059 Gambar 7. Tampilan Website WATA monitoring Alur pengiriman data dimulai dari pembacaan sensor ultrasonik yang diproses oleh NodeMCU, kemudian dikirim melalui jaringan WiFi menuju server lokal dan disimpan ke dalam database sebelum divisualisasikan di halaman web. Mekanisme ini berjalan stabil tanpa gangguan koneksi selama pengujian, baik pada tahap laboratorium maupun uji lapangan. Selain itu, sistem notifikasi Telegram berhasil mengirim peringatan otomatis saat status berubah ke level siaga, dengan rata-rata waktu pengiriman 18,47 detik sejak pembacaan Alur komunikasi data dan integrasi antar komponen sistem dapat ditampilkan pada Gambar Alur Pengiriman Data Sensor. Gambar 8. Alur Pengiriman Data Sensor Berdasarkan pengujian sensor di lima titik genangan, diperoleh rata-rata tingkat akurasi sebesar 97,04% dengan rata-rata kesalahan relatif 2,95%. Selisih pembacaan maksimum sebesar A1 cm menunjukkan bahwa sensor HC-SR04 memiliki presisi yang cukup baik untuk kebutuhan deteksi banjir skala Hasil black box testing juga ISSN: p. 2301-475X e. menunjukkan seluruh fungsi sistemAimulai dari pembacaan sensor, pengiriman data, tampilan web, hingga notifikasi TelegramAi berjalan sesuai dengan spesifikasi yang Tren perbandingan antara tinggi air aktual dan pembacaan sensor memperlihatkan pola yang hampir sejajar, sehingga mendukung validitas sistem. Visualisasi hasil pengujian dapat disisipkan pada Gambar Grafik Hasil Pengukuran Tinggi Air. Gambar 9. Grafik Hasil Pengukuran Tinggi Air Secara menunjukkan bahwa sistem deteksi banjir berbasis IoT ini efektif, responsif, dan layak diterapkan sebagai solusi mitigasi dini di wilayah rawan genangan. Keunggulan sistem terletak pada biaya implementasi yang relatif rendah, kemudahan replikasi, notifikasi instan berbasis Telegram, serta kemampuan monitoring jarak jauh melalui web. Meskipun demikian, keterbatasan pada jangkauan WiFi dan pengujian yang masih terbatas pada satu titik lokasi menjadi aspek yang perlu Dengan pengembangan tambahan seperti integrasi multi-sensor dan analisis data historis berbasis predictive analytics, sistem ini berpotensi menjadi model peringatan dini banjir yang lebih komprehensif dan adaptif di tingkat IV. Kesimpulan air secara real-time menggunakan sensor ultrasonik HC-SR04 dan mikrokontroler NodeMCU ESP8266, serta mengirimkan data ke server setiap 5 detik untuk ditampilkan melalui antarmuka web berbasis PHP dan MySQL dengan indikator status AuAmanAy. AuSiaga 1Ay, dan AuSiaga 2Ay. Sistem juga berhasil mengirimkan notifikasi otomatis melalui Telegram dengan rata-rata waktu respons 18,47 detik dan menunjukkan performa stabil selama 10 hari pengujian lapangan. Secara umum, sistem memiliki keunggulan pada biaya yang relatif rendah, kemudahan implementasi, dan kemampuan monitoring jarak jauh, meskipun masih memiliki keterbatasan pada jangkauan WiFi dan sensitivitas sensor terhadap kondisi cuaca ekstrem, sehingga pengembangan lanjutan seperti penggunaan jaringan alternatif dan peningkatan proteksi sensor diperlukan untuk meningkatkan keandalan sistem. Daftar Pustaka