Resiliensi Anak dan . (Laila Latifah I) 585 RESILIENSI ANAK DAN ISTRI KORBAN PERSELINGKUHAN SUAMI RESILIENCE OF CHILDREN AND WIVE OF VICTIM OF INFIDELITY BY THEIR HUSBAND Oleh: Laila Latifah Istiqomah,. Bimbingan dan Konseling FIP UNY Lailalatifah06@gmail. Abstrak Artikel ini berdasarkan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi anak dan istri korban perselingkuhan suami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Subyek penelitian adalah Sj dan Uk seorang istri dan anak korban perselingkuhan. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data menggunakan langkah kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori resiliensi dari Reivich & Shate . yang mencakup aspek regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, analisis penyebab masalah, empati, efikasi diri, dan menemukan jalan keluar dari permasalahan. Hasil penelitian yang didapat usia tidak menjadi penentu seseorang untuk lebih Hal ini tampak pada Uk yang lebih muda dari Sj, tetapi Uk lebih unggul dalam aspek regulasi emosi dan pengendalian impuls. Tampak pada kedua subjek bahwa resiliensi tidak dipengaruhi oleh usia seseorang tetapi resiliensi dipengaruhi oleh kemampuan kognitif, dukungan sosial, spriritualitas dan emosi Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmiah terhadap pengembangan keilmuan psikologi pendidikan dan bimbingan bidang pribadi khususnya tentang resiliensi pada istri dan anak korban perselingkuhan suami. Kata kunci: resiliensi. Anak. Istri. Perselingkuhan. Abstract This article is based on research that aims to describe the resilience of children and wives of victims of husband infidelity. This research uses a qualitative approach to the type of case study. The research subjects were Sj and Uk, a wife and child victim of an affair. Data were collected using interview and observation techniques. The validity of the data used triangulation of sources and methods. Data analysis techniques using data condensation steps, data presentation and drawing conclusions. This study uses the resilience theory from Reivich & Shate . which includes aspects of emotional regulation, impulse control, optimism, problem cause analysis, empathy, self-efficacy, and finding solutions to problems. The research results obtained that age does not determine a person to be more resilient. This is evident in Uk who is younger than Sj, but Uk is superior in the aspects of emotional regulation and impulse control. appears in both subjects that resilience is not influenced by a person's age but resilience is influenced by cognitive abilities, social support, spirituality and positive emotions. The results of this study are expected to provide a scientific contribution to the scientific development of educational psychology and personal guidance, especially regarding the resilience of wives and children of victims of husband's infidelity. Keywords: resilience, children, wife, infidelity PENDAHULUAN Keluarga merupakan kelompok sosial yang masyarakat, keluarga terdiri dari pribadi-pribadi yakni ayah, ibu dan anak-anak sebagai keluarga keturunan dan lingkungan sebagai dimensi yang inti (Gunarsa, 2. Berfungsinya peran sebuah penting bagi individu. Keluarga adalah tempat keluarga merupakan syarat utama bagi kelancaran yang penting bagi terlaksanakannya suasana keluarga yang baik, kemampuannya agar menjadi orang berhasil di anak dalam membentuk 586 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 dengan suasana keluarga yang bahagia anak bisa merupakan suatu hal yang sangat penting bagi mengembangkan dirinya dengan bantuan orang tua dan saudara-saudaranya (Gunarsa, 2. hususnya ana. karena kebahagiaan diperoleh Senada dengan hal tersebut. Yusuf . apabila keluarga dapat menjalankan fungsinya menjelaskan bahwa keluarga yang bahagia secara baik. Kegagalan keluarga untuk saling menyesuaikan diri dan menampilkan berita hangat mengenai kasus memecahkan masalah secara efektif dapat berujung kepada konflik yang berkepanjangan (Satiadarma, 2. Pernikahan yang tidak menimbulkan akibat negatif. Akibat negatif yang bahagia disebabkan oleh kegagalan dalam memenuhi harapan dan tujuan dalam pernikahan, (Satiadarma. Pasangan pelaku perselingkuhan Perselingkuhan sendiri adalah hal yang seringkali merasakan sakit hati yang mendalam karena merasa dikhianati dan ditinggalkan oleh umumnya fenomena ini terjadi. Fenomena pasangan yang melakukan perselingkuhan. Sakit perselingkuhan ini membawa dampak negatif hati yang dirasakan ini muncul akibat cedera yang yang luas, tidak hanya bagi pasangan tetapi bagi dialami pada kesatuan lembaga perkawinannya, keluarga secara keseluruhan (Satiadarma, 2. atau pada kesatuan hubungan interpersonal yang Hal ini dikarenakan, selain pasangan yang selama ini diyakininya sebagai selubung rasa diselingkuhi, dampak negatif juga dialami oleh anak yang memiliki orang tua yang berselingkuh 2001:. dan bercerai karenanya, memiliki risiko untuk Perselingkuhan Tindakan Walau narkotika serta depresi. Sedang anak yang demikian, situasi terkadang membuat seseorang dibesarkan dalam keadaan rumah di mana orang memilih berselingkuh. Menurut sebuah studi baru tua selalu berkonflik karena perselingkuhan akan oleh YouGov perusahaan riset dan konsultasi cenderung memiliki gaya kelekatan yang tidak (Nissa & Rahmawati, 10 Oktober 2. sekitar 1 Selain itu, anak akan mencontoh perilaku dari 5 orang yang disurvei melaporkan pernah Dilansir dari Womens Health, untuk perselingkuhan berulang dalam kehidupan rumah mengumpulkan data. YouGov . erusahaan riset tangga anak nantinya (Takariawan, 2. dan konsultas. , menyurvei 1. 000 orang Amerika Fenomena semakin marak akhir-akhir ini. Hampir setiap hari (Satiadarma, terlibat dalam aktivitas seksual bebas dan tentang kebiasaan kencan mereka, pengalaman dan preferensi. Penelitian ini menemukan telah selingkuh setidaknya satu kali. YouGov bahwa 21 persen orang berusia 18 hingga 29 . erusahaan riset dan konsultas. , menemukan tahun dan 17 persen berusia antara 30-44 tahun bahwa perselingkuhan lebih sering dilakukan oleh Resiliensi Anak dan . (Laila Latifah I) 587 Sebanyak 21 persen pria melaporkan terlibat membunuh pasangannya. Reaksi negatif yang dalam aktivitas seksual dengan seseorang yang diberikan itu memang sangat ekstrim, tetapi bukan pasangannya. Sementara itu, hanya 13 kondisi ini sering terjadi di Indonesia (Widyastuti, persen wanita mengatakan hal yang sama. 2009: . Menurut Hagrave . Istri sebagai Ditambah lagi, 69 persen wanita menggambarkan hubungan ideal mereka sebagai "sepenuhnya antara tetap bertahan dalam pernikahan karena monogami", sementara hanya 52 persen pria masih mencintai suami dan anak-anak dengan berpikir itu adalah hal terbaik. Berdasarkan data ingin segera bercerai karena perbuatan suami telah melanggar prinsip utama pernikahan perselingkuhan merupakan salah satu masalah Hasil wawancara dengan Sj dan Uk yang masyarakat (Nissa & Rahmawati, 10 Oktober menjadi korban perselingkuhan suami mengalami berbagai konflik beragam. Sj . seorang Berdasarkan berbagai penelitian angka perceraian yang tercatat di Pengadilan Agama (PA) mengalami peningkatan setiap tahunnya. Perceraian akibat perselingkuhan melalui media aversive yang meliputi suami jarang pulang sosial di Provinsi Jawa Barat setiap tahunnya kerumah, tidak diberikan nafkah lahir dan batin, banyak kebohongan yang dilakukan Dw, banyak Pengadilan Agama Kota Bekasi sebanyak 2. perselisihan yang menimbulkan konflik, berulang pasangan bercerai sepanjang Januari-September kali ketahuan berselingkuh dan selalu mengulangi Faktor perselingkuhan, yaitu sebanyak perselingkuhan walaupun sudah berjanji tidak 862 kasus, disusul faktor ekonomi sebanyak 111 akan mengulangi. Dengan berbagai keadaan kasus dan faktor poligami 121 kasus. Sedangkan aversive yang Sj alami tidak ada niat Sj untuk menurut data dari Pengadilan Agama Kota bercerai dari suaminya. Wawancara kedua yaitu Bandung anak perempuan dari Sj . yang sudah melalui media sosial sepanjang Januari-Maret lulus sarjana dengan masa studi 3,5 tahun. Sejak 2017-2018 sebanyak 875 pasangan bercerai kecil memang Uk sudah ditinggal oleh ayahnya (Nuraeni, 2. Berdasarkan Seorang psikolog mengemukakan bahwa Dw. Jakarta. Dari perselingkuhan ayahnya sejak UK duduk di SMA. Sampai perselingkuhan akan mengalami kondisi depresi perselingkuhan ayahnya terus terjadi dan terus yang lebih berat daripada pasangan yang sedang mengalami permasalahan lainnya. Jika salah satu aversive yang UK alami meliputi banyaknya pihak dari pasangan tidak tahan dengan beban perselisihan yang menimbulkan konflik, tidak ada mental yang harus ditanggung, akibat yang terjadi perhatian dari seorang ayah, dan tidak terjalin adalah memutuskan untuk bunuh diri ataupun komunikasi yang baik dengan ayahnya, tetapi hal Dimasa 588 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 tersebut tidak menjadi suatu hambatan yang dalam situasi yang tidak menyenangkan dalam berarti bagi UK untuk tetap berprestasi di hidupnya dan juga berarti bahwa individu akan Kampusnya. mampu beradaptasi terhadap kondisi yang terjadi Perselingkuhan Dw berdampak banyak dalam hidupnya dan mampu bertahan dalam bagi istri dan anaknya. Selain menimbulkan kondisi yang kurang menyenangkan. Pengertian keadaan aversive. Uk tidak menaruh kebencian lain tentang resiliensi dikemukakan oleh Grotberg terhadap ayahnya. Walaupun hidup dengan . 9: . bahwa resiliensi sebagai kapasitas keluarga yang penuh konflik tetapi Uk mampu manusia untuk menghadapi, mengatasi, menjadi membuktikan kepada ibu dan ayahnya ia mampu kuat, dan bahkan berubah karena pengalaman berprestasi di kuliah. Uk mampu lulus dengan Individu yang reisilien akan mampu masa studi 3,5 lebih cepat dari teman-temannya mengambil makna positif dari kejadian yang dan dengan ipk 3. Uk juga aktif berorganisasi dialamainya dan bahkan mampu menjadikan dirinya lebih baik. Setiap individu memiliki Sedangkan Sj walaupun sudah dikhianati oleh kapasitas untuk menjadi resilien. Pada dasarnya suaminya. Sj mampu bertahan dan sabar setiap individu dapat belajar cara menghadapi menjalani kehidupan dan tidak meminta untuk adversitas dalam hidupnya. Setiap individu juga Dari hal tersebut Sj dan Uk mampu memiliki kemampauan mengatasi adversitas dan merespon masalahnya secara positif. Kemampuan menjadi lebih kuat karena hal yang terjadi dalam merespon masalah yang baik dapat tergambarkan kehidupan tersebut. Greef . 5: . menjelaskan melalui beberapa karakteristik seperti mandiri, bahwa resiliensi dapat diartikan secara sederhana kreatif, terbuka, memiliki selera humor, dapat menerima kenyataan atas yang terjadi pada terhadap risiko dan adversitas. Resiliensi juga dirinya, dan memiliki nilai moral yang positif. Kemampuan atau kapasitas insani yang dimiliki kemampuan inidvidu menghadapi tantangan seseorang, kelompok, atau masyarakat yang dalam hidupnya. Resiliensi tidak hanya ketahanan memungkinkan untuk menghadapi, mencegah, vulnerabilitas dan berbagai faktor risiko belaka. dampak-dampak yang merugikan dari kondisi- Seharusnya resiliensi juga mencakup proses kondisi yang tidak menyenangkan, atau bahkan penyembuhan seperti halnya perkembangan dan merubah kondisi yang menyesatkan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi disebut dengan Individu resiliensi (Desmita, 2006: . dialaminya dan bahkan mampu menjadikan dirinya lebih baik. Setiap individu memiliki beradaptasi ketika keadaan kapasitas untuk menjadi resilien. Pada dasarnya menjadi serba salah. Hal ini berarti individu yang setiap individu dapat belajar cara menghadapi resilien akan mampu menyesuaikan diri saat adversitas dalam hidupnya. Setiap individu juga mengambil makna positif dari kejadian yang Reivich & Shatte . , menyatakan bahwa resiliensi adalah Resiliensi Anak dan . (Laila Latifah I) 589 memiliki kemampauan mengatasi adversitas dan kemampuan individu yang resilien. menjadi lebih kuat karena hal yang terjadi dalam Dengan Pengendalian kemampuan mengendalikan keinginan, dorongan, kesukaan, serta tekanan yang muncul dari dalam diri seseorang (Reivich & Shatte, 2002: . berkomunikasi, kemampuan yang realistik dalam Individu dengan pengendalian impuls rendah membuat rencana hidup, dan mampu mengambil sering mudah mengalami perubahan emosi langkah yang tepat bagi hidupnya (Utami dan dengan cepat yang cenderung mengendalikan Helmi, 2. Berdasarkan beberapa pendapat perilaku dan pikirannya. Individu akan mudah para ahli di atas, peneliti akan mengacu teori yang kehilangan kesabaran, mudah marah, impulsif, diungkapkan oleh Reivich & Shatte . yang dan berlaku agresif pada situasi-situasi kecil yang mendefinisikan resiliensi sebagai kemampuan tidak terlalu penting. Individu yang resilien untuk bertahan dan beradaptasi ketika keadaan adalah individu yang optimis (Reivich & Shatte, menjadi serba salah. Hal ini berarti individu yang 2002: . Individu yang optimis adalah individu resilien akan mampu menyesuaikan diri saat yang memiliki harapan atau impian untuk masa dalam situasi yang tidak menyenangkan dalam hidupnya dan juga berarti bahwa individu akan mampu beradaptasi terhadap kondisi yang terjadi mengindikasikan bahwa individu percaya dapat dalam hidupnya dan mampu bertahan dalam menangani masalah-masalah yang muncul di kondisi yang kurang menyenangkan. kehidupannya nanti. Optimisme Resiliensi mencakup tujuh komponen. Empati menggambarkan bahwa individu yaitu: regulasi emosi, pengendalian impuls, mampu membaca tanda-tanda psikologis dan optimisme, analisis penyebab masalah, empati, emosi dari orang lain (Reivich & Shatte, 2002: efikasi diri, dan menemukan jalan keluar dari permasalahan (Reivich & Shatte, 2002: . individu mengenali keadaan psikologis dan Regulasi emosi adalah kemampuan untuk tetap kebutuhan emosi orang lain. Kemampuan empati tenang dalam kondisi yang penuh tekanan penting dalam hubungan sosial, individu yang (Reivich Regulasi resilien akan mampu untuk memahami perasaan Kemampuan regulasi yang baik dalam diri maupun pikiran orang lain. Analisis penyebab masalah merujuk pada kemampuan individu memecahkan suatu masalah karena individu akan untuk secara akurat mengidentifikasi penyebab- mampu mengendalikan diri ketika sedih, marah, penyebab dari permasalahan individu (Reivich & Shatte, 2002: . Jika individu tidak mampu Pengekspresian emosi, baik negatif ataupun memperkirakan dan mengidentifikasi penyebab positif yang dilakukan dengan tepat merupakan dari permasalahannya secara akurat, maka hal yang sehat dan konstruktif. Pengekpresian individu akan membuat kesalahan yang sama. Menurut Reivich (Reivich & Shatte, 2002: . Shatte. Empati 590 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 individu yang resilien mempunyai fleksibilitas bukanlah akhir dari segalanya, justru hal tersebut dan kemampuan mengidentifikasi penyebab masalah yang dihadapi secara signifikan. memperbaiki diri dan mengusahakan yang Efikasi diri merupakan keyakinan pada Sehingga kemampuan diri sendiri untuk menghadapi dan beradaptasi dengan permasalahan yang dihadapi memecahkan masalah dengan efektif (Reivich & Shatte, 2002: . Efikasi diri juga berarti menghilangkan perasaan ragu maupun cemas inidvidu meyakini diri sendiri mampu berhasil untuk menghadapi situasi sulit yang sedang dan sukses dalam kehidupannya. Individu dengan dialami (Utami dan Helmi, 2. Berdasarkan efikasi diri tinggi tidak akan menyerah ketika beberapa penjelasan yang telah dipaparkan mengetahui strategi yang digunakannya dalam sebelumnya membuat peneliti tertarik untuk menyelesaikan masalah tidak berhasil. Individu tidak merasa ragu karena memiliki kepercayaan resiliensi Sj dan Uk korban perselingkuhan suami. Tujuanya untuk mengetahui gambaran resiliensi Individu ini akan cepat menghadapi Sj dan Uk korban perselingkuhan suami. masalah dan mampu bangkit dari kegagalan yang Menemukan jalan keluar dari permasalahan METODE PENELITIAN Jenis Penelitian . eaching ou. merupakan kemampuan yang Penelitian ini dilaksanakan menggunakan meliputi peningkatan aspek positif dalam hidup pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang (Reivich & Shatte, 2002: . Individu yang digunakan yaitu studi kasus. Creswell . 5: . resilien mampu melakukan tiga hal dengan baik, menyatakan bahwa studi kasus merupakan yaitu mampu menganalisis risiko dari suatu masalah, memahami dirinya dengan baik, dan mengeksplorasi kehidupan nyata, suatu kasus, mampu menemukan makna serta tujuan hidup atau beragam kasus melalui pengumpulan data (Reivich & Shatte, 2002: . yang detail dan mendalam melibatkan berbagai Mencermati perjalanan hidup Sj dan Uk sumber informasi. Selanjutnya menurut Mulyana yang menjadi korban perselingkuhan, muncullah . 4: . studi kasus ialah uraian serta pertanyaan apa yang membuat mereka tetap penjelasan komprehensif mengenai berbagai bertahan mempertahankan keluarga yang penuh aspek seorang inividu, suatu kelompok, suatu dengan konflik. Pertanyaan lain yang pantas organisasi atau komunitas, dan suatu program diajukan adalah bagaimana mereka memaknai atau situasi sosial. Dengan menggunakan jenis konflik di dalam keluarga yang mereka alami. penelitian studi kasus pendekatan kualitatif, maka bagaimana daya lentur psikologis mereka? diharapkan mampu menggambarkan secara jelas Resiliensi Sj dan Uk korban perselingkuhan dan sistematis mengenai fakta dan karakteristik suami perlu diketahui karena Sj dan Uk dapat mengenai resiliensi anak dan istri korban memaknai bahwa hambatan dan rintangan perselingkuhan suami. Resiliensi Anak dan . (Laila Latifah I) 591 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di rumah Sj dan Uk kerangka uraian pertanyaan namun pertanyaan yang berada di Kecamatan Wates. Kabupaten dapat dikembangkan sesuai kondisi di lapanagan Kulon Progo. Selain di rumah subjek penelitian dan tidak erpaku pada pedoman wawancara. ini dilakukan di rumah Key Informan dan via Peneliti melakukan wawancara dengan subjek Sj Penelitian dilaksanakan pada bulan dan Uk. Selain dengan subjek peneliti melakukan Februari 2021 sampai dengan Maret 2021. wawancara dengan Key Informan Al dan El yang Subjek Penelitian merupakan keluarga dekat subjek. Wawancara Subyek penelitian ini adalah Sj seorang istri dilakukan di rumah Sj dan Uk. Selain itu yang menjadi korban suaminya sedang Uk wawancara dilakukan di rumah Key Informan El sebagai anak yang ayahnya selingkuh. Alasan dan via Whatsapp. peneliti memilih kedua subyek tersebut karena Sj Observasi yang digunakan dalam penelitian dan Uk mampu bertahan dengan keadaan aversive ini adalah observasi non partisispan. Dalam yang sedang dialaminya dan mampu beradaptasi observasi non partisipan, peneliti tidak ikut serta dengan permasalahan yang dihadapi. Uk tetap dalam kegiatan yang subjek lakukan. Peneliti berprestasi walaupun penuh dengan keadaan aversive di keluarganya dan Sj tetap bersabar dan observasi dengan cara pengamatan berstruktur. Pengamatan Proses keadaan jasmani, kemampuan sosialiasi yang ditunjukan oleh Sj dan Uk, dan keadaan mewawancarai kedua subjek dan dilengkapi lingkungan tempat tinggal Uk dan Sj. Instrumen dengan dua orang terdekat subjek sebagai key wawancara dan pedoman observasi. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Teknik Analisis Data Teknik analisis yang dapat digunakan Pengumpulan Data Peneliti menggunakan metode wawancara dalam penelitian ini adalah teknik analisa kualitatif, yaitu menganalisis data dengan cara pengumpulan data dalam penelitian ini. Metode menjelaskan dalam bentuk kalimat logis. Miles Wawancara yang digunakan dalam penelitian ini dan Huberman . 4:31-. mengemukakan (In-depth bahwa terdapat 3 . langkah dalam proses Intervie. Wawancara mendalam dilakukan analisis data, yaitu kondensasi data, penyajian untuk memperoleh informasi secara mendalam, data dan penarikan kesimpulan. terbuka dan fokus mengenai Resiliensi Sj dan Uk Keabsahan Data yang meliputi aspek regulasi emosi, pengendalian Uji keabsahan data pada penelitian ini impuls, optimisme, empati, analisis penyebab menggunakan model triangulasi. Triangulasi masalah, efikasi diri, dan menemukan jalan keluar ialah kombinasi beragam sumber data, tenaga dari permasalahan. Wawancara yang dilakukan peneliti, teori, dan teknik metodologis dalam 592 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 suatu penelitian atas gejala sosial. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber dan metode spriritualitas dan emosi positif. untuk menguji kredibilitas data dengan cara Aspek Regulasi Emosi mengecek data yang telah diperoleh melalui Menurut Reivich & Shatte . 2: . beberapa sumber dan metode. Data yang sudah kemampuan regulasi yang baik dalam diri memecahkan suatu masalah karena individu akan mampu mengendalikan diri ketika sedih, marah. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian yang didapat regulasi Pengekspresian emosi, baik negatif ataupun positif yang dilakukan dengan tepat merupakan mengendalikan diri ketika emosi sedangkan hal yang sehat dan konstruktif. Pengekpresian subjek Sj mudah marah dan cemas serta kurang kemampuan individu yang resilien. Berdasarkan Pengendalian impuls yang dilakukan Uk mampu hasil wawancara dan observasi Uk tidak mudah mengendalikan keinginan dan tidak memaksakan marah dan mampu mengendalikan diri ketika kehendak kepada orang lain sedangkan subjek Sj Uk lebih memilih memendam masalahnya mudah terpengaruh oleh orang lain. Uk memiliki sendiri dan menangis, dari pada marah-marah dan rasa optimis, memiliki tujuan hidup, semangat meluapkan emosinya secara berlebihan. Namun, dan tidak putus asa. Sj memiliki harapan untuk ketika Uk sudah tidak sanggup lagi untuk masa depannya, percaya bahwa dia dapat memendam masalahnya sendiri, ia kadang- kadang bercerita tentang apa yang dialami kepada gambaran konsekuensi atas apa yang ia kerjakan. orang terdekat yang ia percaya. Hal ini sesuai Rasa empati Uk dan Sj terlihat pada sikap mampu dengan yang diungkapkan Grotberg . 5: . memahami kondisi orang lain dan mampu bahwa kasih sayang dan dukungan dari orang lain memposisikan diri berada diposisi orang lain. terkadang dapat mengimbangi kurangnya kasih dan Sj menunjukkan kemampuan efikasi diri sayang dari orangtua maupun orang terdekat. melalui cara yang efektif dalam menyelesaikan Subjek memiliki orang lain selain orangtuanya permasalahan yang menimpanya. Kedua subjek untuk dapat dia percaya, karena individu sudah mempunyai pencapaian dalam hidup, diharapkan dapat mempercayai orang lain dan diri mampu mengembangkan aspek positif dalam sendiri dalam menghadapi permasalahan atau dirinya dan mengambil hikmah dari permasalahan adversitas yang terjadi dalam dirinya. yang dihadapi. Meskipun Uk lebih muda dari Sj. Uk tetap menghormati ayahnya dan Uk lebih unggul dalam aspek regulasi emosi dan bersikap baik terhadap ayahnya karena Uk pengendalian impuls. Tampak pada kedua subjek menganggap ayahnya tetap ayahnya, seseorang bahwa resiliensi tidak dipengaruhi oleh usia yang telah membesarkan sejak kecil, memberikan seseorang tetapi resiliensi dipengaruhi oleh perlindungan sejak kecil, tidak ada ayah, dia juga Resiliensi Anak dan . (Laila Latifah I) 593 tidak akan lahir di dunia ini, dan sejak kecil Uk dengan pendapat Reivich & Shatte . memiliki kenangan yang indah bersama ayahnya. menyatakan bahwa orang yang mengalami kesulitan mengatur emosinya seringkali kelelahan mengendalikan diri ketika cemas karena saat secara emosional dengan pasangan mereka di cemas ada ibu dan saudaranya yang selalu saling rumah dan sulit untuk diajak bekerja sama. menguatkan Uk. Uk mampu mengendalikan diri Berdasarkan ketika sedih dan mampu mengendalikan diri terdapat perbedaan, meskipun Uk lebih muda dari Sj. Uk lebih unggul dalam aspek regulasi emosi. kesedihannya dengan menulis. Hal tersebut sesuai Tampak pada kedua subjek bahwa resiliensi tidak dengan pernyataan dari Reivich dan Shatte . dipengaruhi oleh usia dan pengalaman seseorang . bahwa kemampuan regulasi emosi yang baik tetapi resiliensi dipengaruhi oleh spriritualitas dan dalam diri individu akan mempermudah individu emosi positif. memecahkan suatu masalah. Hal tersebut karena Aspek Pengendalian Impuls individu akan memiliki kemampuan untuk Hasil penelitian memperlihatkan bahwa Uk mengendalikan diri ketika sedang sedih, marah. Berdasarkan hasil wawancara diatas Uk mampu Pengekspresian emosi, baik negatif ataupun mengendalikan keinginan tidak memaksakan positif yang dilakukan dengan tepat merupakan kehendak kepada orang lain, apabila keinginan hal yang sehat dan konstruktif. Uk belum tercapai Uk menganggap hal itu Sj mudah merasa cemas terhadap kondisi memang belum rejekinya dan sudah menjadi keluarganya tetapi Sj mampu mengendalikan diri kehendak dan ridha Allah. Uk masih kurang ketika cemas karena ada anak-anak yang bisa berusaha dalam menggapainnya, dan Allah akan dijadikan tempat untuk bercerita dan menemukan gantikan yang lebih daripada yang Uk minta. solusi dari kecemasannya. Ketika sedih dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain karena kecewapun Sj bercerita kepada anak-anaknya Uk termasuk orang yang apa adanya dan tidak sehingga Sj mampu mengendalikan diri ketika mudah terhasut oleh godaan dari teman- sedih dan mampu mengendalikan diri ketika Uk dapat mengontrol diri ketika mampu bersabar menghadapai menghadapi tekanan dengan melakukan kegiatan suaminya karena Sj menyadari suaminya itu yang positif seperti mengajar anak-anak mengaji adalah ayah dari anak-anaknya. Tidak apa-apa Sj dan mengikuti kajian-kajian keagamaan. Dengan tidak merasakan figur seorang suami tetapi melakukan hal positif Uk bisa lebih senang dan asalkan anak-anaknya tidak kehilangan figur bisa melupakan sejenak masalah yang sedang seorang ayah dan cucunya tidak kehilangan figur Hal ini sesuai dengan pernyataan seorang kakek. Sj mudah marah dan kurang (Reivich dan Shatte 2002:. sosok yang resilien mampu mengendalikan diri ketika marah karena yaitu individu yang mampu mengendalikan suaminya selalu melakukan kekerasan verbal dan keinginan, dorongan, kesukaan, serta tekanan atau memancing keributan. Hal tersebut senada tidak agresif yang muncul dari dalam diri 594 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 Uk memiliki tujuan hidup membuat Sedangkan Sj mampu mengendalikan bangga kedua orang tua, membahagiakan kedua keinginan dan tidak memaksakan kehendaknya orang tua, sukses di karir dan ketika berkeluarga untuk suaminya berubah dan bekerja di jogja mempunyai keluarga yang harmonis dan dapat karena Sj menyadari kebutuhan keluarga masih mengambil hikmah dari perselingkuhan ayah banyak dan untuk berubah itu membutuhkan yang dapat diaplikasikan ketika berumah tangga. Banyak godaan yang membuat Sj untuk Walaupun Uk pernah kesusahan dalam mencari menceraikan suaminya, banyak omongan yang universitas dan pekerjaan tetapi Uk tetap membuat Sj mudah terpengaruh orang lain, tetapi semangat dan tidak putus asa, karena Uk ingin Sj ingin tetap bertahan demi keluarga dan mewujudkan cita-cita ibunya kalau anak-anaknya terutama anak-anaknya. Sj dapat mengontrol diri harus bisa kuliah dan lebih pintar dari orang taunya yang hanya lulusan SMA. mendekatkan diri kepada Allah dan Sj melakukan Sj memiliki harapan untuk masa depannya kegiatan berkebun untuk merefresh otak dari dan percaya bahwa dia dapat mengontrol arah permasalahan yang ada. Hal tersebuts sesuai Sj percaya bahwa kemampuan dalam dengan pernyataan Reivich dan Shatte . suaminya walaupun sudah diselingkuhi berulang mengendalikan impuls sangat terkait dengan kemampuan regulasi emosi yang dia miliki. mengupayakan cara apapun untuk membuat Individu yang memiliki skor resilience question tinggi pada faktor regulasi emosi cenderung suaminya, memberikan nasihat dan ancaman, dan memiliki skor resilience question yang tinggi pula setelah segala cara yang ia lakukan akhirnya Sj pada faktor pengendalian impuls. Pernyataan juga membuat surat pernyataan bermaterai yang tersebut terbukti pada Subjek Uk yang memiliki ditandatangani Sj dan suami apabila kesempatan faktor regulasi emosi yang baik, maka memiliki itu dilanggar Sj akan menceraikan suaminya. pengendalian impuls yang baik pula. Sedangkan Dengan cara tersebut sampai saat ini suami Sj subjek Sj memiliki faktor regulasi emosi yang tidak berselingkuh lagi. Sj memiliki gambaran kurang baik, maka memiliki pengendalian impuls kalau Sj tidak bersikap tegas suaminya tidak akan yang kurang baik pula. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Aspek Optimisme Reivich dan Shatte . 2: . menyatakan bahwa Reivich dan Shatte . 2: . menyatakan Individu yang optimis adalam individu yang bahwa Individu yang optimis adalah individu memiliki harapan atau impian untuk masa yang memiliki harapan atau impian untuk masa mengontrol arah. Optimis sangat dibutuhkan mengontrol arah hidupnya. Hal ini berarti dalam menumbuhkan resiliensi, senada dengan individu yakin dengan kemampuannya untuk pendapat Grotberg . 9: . yang menyatakan mewujudkan impiannya dimasa yang akan Resiliensi Anak dan . (Laila Latifah I) 595 merupakan faktor yang penting dan sangat kesulitan ekonomi Uk selalu meringankan beban dibutuhkan dalam menumbuhkan resiliensi. Hal ekonomi ibunya. Uk mampu memposisikan diri itu dapat diartikan bahwa ketika subjek dapat berada diposisi orang lain karena Uk menyadari optimis dalam menjalani kehidupannya maka manusia adalah makhluk sosial yang butuh subjek mampu untuk menumbuhkan resiliensi bantuan dari orang lain dan ingin menjadi orang yang ada pada dirinya dan subjek mampu yang bermanfaat bagi orang lain. Uk percaya segala kebaikan akan dibalas oleh Allah, jadi ketika Uk mampu membantu orang lain Uk akan Aspek Analisis Penyebab Masalah Sj mampu memahami kondisi Berdasarkan diatas Uk dan Sj mampu orang lain dan mampu menjadi pendengar yang memahami penyebab masalah-masalah yang memposisikan diri berada pada posisi orang lain permasalahan yang dihadapi karena antara Sj dan karena sejak kecil Sj sudah merasakan hidup Uk memang senang bercerita dan berdiskusi susah dan merasakan ketika sedang susah tidak ada yang membantu, jadi Sj tidak mau keadaan permasalahan yang ada sehingga cermat dan tidak tersebut ada di anak-anaknya dan orang-orang terburu-buru dalam mengambil keputusan. Sj dan Hal ini sesuai dengan pernyataan Uk mampu menimbang baik buruknya ketika (Reivich and Shatte, 2002: . bahwa empati mengambil sebuah keputusan. Salah satu faktor resiliensi yang dikemukakan oleh Grotberg membaca tanda-tanda psikologis dan emosi dari . 5: . yaitu faktor i can, dimana salah orang lain. Empati mencerminkan seberapa baik satunya adalah kemampuan individu untuk individu mengenali keadaan psikologis dan kebutuhan emosi orang lain. Menurut Grotberg kehidupannya, mengetahui penyebabnya, dan . 5: . individu yang resilien mampu mengetahui langkah apa saja yang harus merasakan ketidaknyamanan dan penderitaan dilakukan guna menyelesaikan permasalahannya. yang dialami oleh orang lain serta ingin Subjek sebagai korban perselingkuhan telah mengetahui penyebab dari perselingkuhan Dw memberikan kenyamanan pada orang tersebut. serta dampak kejadian tersebut kepada dirinya dan Uk telah mampu untuk membaca tanda-tanda dan subjek memiliki cara dalam menyikapi hal mengembangkan tanda-tanda psikologis tersebut. Aspek Empati Sj dan Uk juga memiliki keiginan yang besar Melihat anak-anaknya. mengalami kesulitan. Aspek Efikasi Diri Berdasarkan wawancara diatas Uk mampu memahami kondisi orang lain terutama ibunya. Ketika ibunya untuk membantu orang lain ketika sedang dilakukan, dapat dilihat bahwa kedua subjek juga mampu Efikasi keyakinan diri terhadap kemampuan diri sendiri 596 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 sesuatu dengan sendiri dan berusaha mencari mengerjakan suatu tugas maupun mencapai bantuan yang diperlukan. Uk dan Sj akan berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri observasi Uk mampu berubah menjadi pribadi terlebih dahulu, jika dia sudah tidak bisa, dia akan yang lebih baik karena Uk menganggap suatu meminta bantuan orang terdekatnya. kesalahan bisa terjadi tidak luput dengan Aspek keteledoran yang ia buat sendiri. Uk membenahi Berdasarkan Menemukan diri dan mengambil hikmah yang dijadikan Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat pembelajaran untuk kehidupannya. Uk yakin bahwa Uk mengambil hikmah dari permasalahan dapat menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi karena Uk yakin setiap masalah pasti ada berhubungan, keluarga itu adalah tempat untuk kembali dari rutinitas bertemu dengan orang di perselingkuhan ayahnya. Uk bisa bertahan karena dunia luar, keluarga tempat berkeluh kesah yang berkat ibunya. Uk dari kecil tinggal bersama paling nyaman dan aman, jadi bagaimanapun ibunya, jadi sebisa mungkin Uk membahagiakan suatu yang terjadi, harus cepat diselesaikan secara ibunya dengan bertahan karena ibunya memilih kekeluargaan dalam tanda kutip tanpa harus ada bertahan dengan ayahnya. Uk yakin segala pihak luar yang mengetahui. Karena keburukan sesuatu itu sudah digariskan oleh Allah dan Allah apapun dikeluarga harus disimpan baik-baik. adalah sutradara terbaik. Selalu mendekatkan diri kepada Allah dan Sj memiliki keyakinan mampu berubah Tidak berhati-hati menjadi pribadi yang lebih baik karena Sj yakin kejelekan, karna akan berdampak ketidakbaikkan. terus membenahi diri, berusaha dan berdoa pasti lebih mawas, peka terhadap sekitar, selalu apa yang menjadi keinginan dimasa depan bisa memperbaiki diri dan selalu berfikir positif. Sj yakin terhadap kesuksesan dimasa mampu memperbaiki diri dan berani mencoba depan dan harapannya bisa terwujud karena Sj tantangan baru dibidang usahanya yang akan ia dan anak-anaknya saling menguatkan satu sama Uk mampu mengembangkan aspek Sj mampu menyelesaikan permasalahan positif dalam dirinya. Uk tetap berprestasi di yang ada karena setiap permasalahan yang kampusnya, lebih dekat dengan keluarga dan muncul selalu dipikirkan dengan matang, dan Sj mampu mengembangkan bisnisnya. Sj mampu mengembangkan aspek positif permasalahan yang dihadapi, sambil berdoa, dan dalam dirinya dan mengambil hikmah dari Sj lalu mendiskusikan dengan anaknya, jadi permasalahan yang dihadapi yaitu setiap keluarga keputusannya memang benar-benar matang dan pasti ada lika-liku permasalahannya berat, sedang sudah menjadi keputusan bersama. Hal ini sesuai atau pun kecil, tetapi permasalahan itu bisa dengan pendapat Grotberg . yang teratasi tergantung cara menyikapinya. Sj selalu menyatakan bahwa individu didorong untuk membenahi diri dan membenahi keluarga. Sj juga menjadi otonom, yang berarti individu melakukan lebih dekat dengan anak-anak dan Sj jadi lebih Resiliensi Anak dan . (Laila Latifah I) 597 sabar dalam menghadapi suaminya. Sj mampu bersikap tegas apabila suaminya berselingkuh SIMPULAN DAN SARAN kembali akan memaksa suaminya untuk bekerja Simpulan di jogja agar dekat dengan keluarga, hal tersebut Simpulan pada penelitian ini menemukan ditulis dalam materai dan ada konsekuensi apabila ternyata usia tidak menjadi penentu seseorang Hal tersebut sejalan dengan pendapat untuk lebih resilien. Hal ini tampak pada Uk yang Reivich & Shatte . menyatakan bahwa lebih muda dari Sj, tetapi Uk lebih unggul dalam resiliensi lebih dari sekedar bagaimana seorang aspek regulasi emosi dan pengendalian impuls. individu memiliki kemampuan untuk mengatasi Tampak pada kedua subjek bahwa resiliensi tidak kemalangan dan bangkit dari keterpurukan, dipengaruhi oleh usia seseorang tetapi resiliensi namun lebih dari itu resiliensi juga merupakan dipengaruhi oleh kemampuan kognitif, dukungan kemampuan individu meraih aspek positif dari sosial, spriritualitas dan emosi positif. Regulasi kehidupan setelah kemalangan yang menimpa. sepenuhnya resilien karena Sj memiliki harapan mengendalikan diri ketika emosi sedangkan untuk masa depannya dan percaya bahwa dia subjek Sj mudah marah dan cemas serta kurang dapat mengontrol arah hidupnya. Sj tidak hanya bertahan tetapi Sj mengupayakan cara apapun Pengendalian impuls yang dilakukan Uk mampu untuk membuat suaminya berubah. Sj tetap mengendalikan keinginan dan tidak memaksakan bertahan dan tidak mengambil langkah bercerai kehendak kepada orang lain sedangkan subjek Sj walaupun sudah diselingkuhi berulang kali karena mudah terpengaruh oleh orang lain. Uk memiliki Sj memiliki cara tersendiri secara perlahan untuk rasa optimis, memiliki tujuan hidup, semangat membuat suaminya berubah, langkah demi dan tidak putus asa. Sj memiliki harapan untuk masa depannya, percaya bahwa dia dapat ancaman, menyadap hp suami, meminta bantuan gambaran konsekuensi atas apa yang ia kerjakan. ke keluarga suami dan akhirnya Sj melakukan Rasa empati Uk dan Sj terlihat pada sikap mampu cara yang tegas dengan membuat surat pernyataan memahami kondisi orang lain dan mampu bermaterai yang ditandatangani Sj dan suami memposisikan diri berada diposisi orang lain. apabila kesempatan itu dilanggar Sj akan dan Sj menunjukkan kemampuan efikasi diri menceraikan suaminya. Dengan cara tersebut melalui cara yang efektif dalam menyelesaikan sampai saat ini suami Sj tidak berselingkuh lagi. permasalahan yang menimpanya. Kedua subjek Sj mengetahui langkah apa yang ia ambil dan sudah mempunyai pencapaian dalam hidup, memiliki gambaran konsekuensi dari langkah mampu mengembangkan aspek positif dalam yang dia ambil. Sj percaya bahwa kemampuan dirinya dan mengambil hikmah dari permasalahan dalam dirinya mampu mengatasi perselingkuhan yang dihadapi. peringatan secara halus, menasehati, memberikan suaminya walaupun sudah diselingkuhi berulang 598 Jurnal Riset Mahasiswa Bimbingan dan Konseling. Volume 7. Nomor 12. Desember 2021 Saran Bagi Subjek Penelitian observasi yang lebih mendalam dengan ikut Subjek Uk perlu mempertahankan semua aspek resiliensi dalam dirinya yaitu regulasi tinggal bersama subjek agar diperoleh hasil yang lebih baik. emosi, pengendalian impuls, optimisme, empati, analisis penyebab masalah, efikasi diri, dan menemukan jalan keluar dari permasalahan. Subjek Sj diharapkan mampu meningkatkan aspek regulasi emosi dan pengendalian impuls, serta mempertahankan aspek optimisme, empati, analisis penyebab masalah, efikasi diri, dan menemukan jalan keluar dari permasalahan. Bagi Peneliti Selanjutnya Untuk penelitian yang mengangkat topik Gunarsa. Psikologi praktis, remaja, anak dan keluarga. Jakarta: BPK Gunung Mulya. Greef. Resiliense Vol 1 Personal Skills for Effective Learning. United Kingdom: Crown House Publishing Ltd and Crown House Publishing Company LLC. Helmi. , & Utami. Self-Efficacy dan Resiliensi: Sebuah Tinjauan MetaAnalis. Buletin psikologi. Vol. , 5465. Miles. Huberman. M, & Saldana. Qualitative Data Analysis. A Method Sourcebook. Edition 3. USA: SAGE Publictions, inc. Mulyana. Metodologi penelitian Bandung: Rosdakarya. Nissa. S & Rahmawati. Oktober 2. Seberapa Banyak Orang Berselingkuh Dalam Hubungan. Suara. Diambil pada tanggal 18 Januari 2021, dari https://w. com/lifestyle/2019/10 /10/141000/seberapa-banyak-orangselingkuh-dalam-hubungan-ini-faktanya. Nuraeni. Program Bimbingan Konseling Keluarga untuk Mengurangi Perselingkuhan (Studi Deskriptif Di Kantor Urusan Agama Kecamatan Cicada. Bandung: UIN Sunan Gunung DAFTAR PUSTAKA