Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi Volume 31. Nomor 2. November 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. DOI: https://doi. org/10. 59725/ema. Tersedia: https://ejournals. stiedharmaputra-smg. id/index. php/EMA Determinasi Kualitas Laba dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun Erista Marpaung1*. Listiorini2 Akuntansi. Fakultas Ekonomi Bisnis. Universitas Harapan Medan. Indonesia *Penulis Korespondensi: eristamarpaung02@gmail. Abstract. This study aims to analyze the effect of profit growth, liquidity, and Leverage on profit quality with company size as a moderation variable in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2019-2023 period. This research is based on the importance of profit quality as an indicator of real financial performance, as well as the phenomenon of profit management practices that can reduce the quality of financial The research method used was quantitative with a causal and associative approach, using secondary data from the financial statements of 65 manufacturing companies over five years. Data analysis techniques include multiple linear regression analysis and moderated regression analysis (MRA) with the help of SPSS The results show that profit growth, liquidity, and Leverage have a significant negative effect on the quality of profit. This indicates that the increase in these three variables tends to decrease the quality of profits, which is likely due to profit management practices to maintain the company's financial image. In addition, company size is not able to moderate the relationship between profit growth, liquidity, and Leverage to profit These findings imply that the scale of the company does not affect the strength of the relationship between these variables and the quality of profits. This research makes a theoretical contribution in enriching the accounting literature regarding the factors that affect the quality of profits and the role of company size. Practically, the results of the research can be a reference for company management and investors in improving the transparency and quality of financial reporting. Keywords: Company Size. Leverage. Liquidity. Profit Growth. Quality of Profit Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan laba, likuiditas, dan Leverage terhadap kualitas laba dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019-2023. Penelitian ini didasari oleh pentingnya kualitas laba sebagai indikator kinerja keuangan yang sesungguhnya, serta adanya fenomena praktik manajemen laba yang dapat menurunkan kualitas informasi keuangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan kausalitas dan asosiatif, menggunakan data sekunder dari laporan keuangan 65 perusahaan manufaktur selama lima tahun. Teknik analisis data meliputi analisis regresi linier berganda dan moderated regression analysis (MRA) dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan laba, likuiditas, dan Leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas laba. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan ketiga variabel tersebut cenderung menurunkan kualitas laba, yang kemungkinan disebabkan oleh praktik manajemen laba untuk mempertahankan citra keuangan perusahaan. Selain itu, ukuran perusahaan tidak mampu memoderasi hubungan antara pertumbuhan laba, likuiditas, dan Leverage terhadap kualitas laba. Temuan ini mengimplikasikan bahwa skala perusahaan tidak mempengaruhi kekuatan hubungan variabel-variabel tersebut dengan kualitas laba. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dalam memperkaya literatur akuntansi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laba dan peran ukuran Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi acuan bagi manajemen perusahaan dan investor dalam meningkatkan transparansi dan kualitas pelaporan keuangan. Kata kunci: Kualitas Laba. Leverage. Likuiditas. Pertumbuhan Laba. Ukuran Perusahaan LATAR BELAKANG Laporan keuangan merupakan sarana penting untuk menggambarkan kinerja suatu perusahaan, baik bagi pihak internal maupun eksternal. Pihak manajemen memanfaatkan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban dan dasar pengambilan keputusan, sedangkan investor dan stakeholder menjadikannya sebagai bahan pertimbangan dalam Naskah Masuk: September 12, 2025. Revisi: September 30, 2025. Diterima: Oktober 02, 2025. Tersedia: Oktober 08, 2025 Determinasi Kualitas Laba dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2023 menilai kondisi perusahaan. Salah satu komponen utama laporan keuangan adalah laba, yang mencerminkan hasil operasional perusahaan dalam suatu periode. Informasi laba sangat krusial terutama bagi perusahaan yang telah go public, karena menjadi indikator keberhasilan perusahaan dalam memberikan return kepada pemegang saham. Namun, fenomena skandal keuangan di Indonesia, seperti kasus pada PT Indofarma Tbk. PT PLN, dan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, menunjukkan bahwa kualitas laba masih menghadapi tantangan serius akibat manipulasi laporan, fluktuasi kurs, maupun dampak krisis global. Hal ini membuktikan bahwa laba yang dilaporkan tidak selalu mencerminkan kondisi fundamental perusahaan yang Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi kualitas laba. Gunawan et al. menemukan bahwa pertumbuhan laba berpengaruh signifikan terhadap kualitas laba karena mencerminkan prospek kinerja masa depan. Selain itu, penelitian oleh Dewi . menunjukkan bahwa likuiditas yang baik mendukung kualitas laba dengan meningkatkan kemampuan perusahaan mengelola kewajiban jangka pendek. Bawoni . menyoroti peran Leverage, di mana penggunaan utang yang tinggi dapat menurunkan kepercayaan investor terhadap laporan keuangan. Lebih lanjut, ukuran perusahaan juga dinilai berpengaruh, karena perusahaan besar cenderung memiliki transparansi yang lebih tinggi, sebagaimana dijelaskan oleh Desyana et al. Meskipun demikian, masih terdapat gap penelitian yang perlu dikaji lebih lanjut. Penelitian sebelumnya seperti Lvialia . hanya menguji pengaruh pertumbuhan laba dan likuiditas terhadap kualitas laba dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini hadir dengan kebaruan berupa penambahan variabel Leverage untuk memperluas pemahaman mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kualitas laba. Dengan periode pengamatan yang lebih panjang, yaitu tahun 2019Ae2023, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai dinamika keuangan perusahaan manufaktur di Indonesia. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya menjaga kualitas laba yang kredibel, mengingat peran krusial laporan keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan bagi investor, manajemen, dan pemangku kepentingan lainnya. Berdasarkan uraian tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan laba, likuiditas, dan Leverage terhadap kualitas laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019Ae2023, serta menguji peran ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi dalam hubungan tersebut. Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi- Volume 31. Nomor 2. November 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. KAJIAN TEORITIS Penelitian ini didasarkan pada beberapa teori yang relevan untuk memahami hubungan antara pertumbuhan laba, likuiditas. Leverage, ukuran perusahaan, dan kualitas laba. Salah satu teori utama yang menjadi landasan adalah teori keagenan, yang menjelaskan hubungan kontraktual antara pemilik perusahaan . dan manajemen . Dalam konteks ini, konflik kepentingan dapat muncul karena perbedaan tujuan antara kedua pihak, yang berpotensi mendorong manajemen melakukan tindakan oportunistik seperti manajemen laba. Praktik ini dapat menurunkan kualitas laba yang dilaporkan, sehingga informasi keuangan menjadi kurang dapat dipercaya oleh para pemangku kepentingan. Kualitas laba sendiri merupakan ukuran seberapa baik laba yang dilaporkan mencerminkan kinerja ekonomi perusahaan yang sebenarnya. Laba berkualitas tinggi memberikan informasi yang akurat dan dapat digunakan untuk pengambilan keputusan investasi dan kredit. Faktor-faktor seperti pertumbuhan laba, likuiditas, dan Leverage dianggap memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas laba. Pertumbuhan laba mencerminkan kemampuan perusahaan dalam meningkatkan profitabilitasnya dari waktu ke waktu, yang biasanya diharapkan dapat meningkatkan kualitas laba. Likuiditas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek, yang dapat mempengaruhi stabilitas keuangan dan kepercayaan investor. Leverage, yang mengukur tingkat penggunaan utang dalam struktur modal perusahaan, dapat menimbulkan tekanan keuangan yang mempengaruhi perilaku manajemen dalam pelaporan laba. Ukuran perusahaan juga dianggap sebagai variabel penting yang dapat memoderasi hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kualitas laba. Perusahaan yang lebih besar biasanya memiliki sumber daya yang lebih memadai dan sistem pengendalian internal yang lebih baik, sehingga diharapkan mampu menghasilkan laporan keuangan dengan kualitas yang lebih tinggi. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang beragam mengenai peran ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Beberapa penelitian terdahulu telah mengkaji pengaruh pertumbuhan laba, likuiditas, dan Leverage terhadap kualitas laba dengan hasil yang bervariasi. Beberapa studi menemukan bahwa pertumbuhan laba dan likuiditas berpengaruh positif terhadap kualitas laba, sementara yang lain menunjukkan pengaruh negatif atau tidak signifikan. Leverage umumnya ditemukan memiliki pengaruh negatif terhadap kualitas laba karena tekanan utang yang tinggi dapat mendorong praktik manajemen laba. Penelitian mengenai peran moderasi ukuran perusahaan juga menunjukkan hasil yang tidak konsisten, dengan beberapa studi menyatakan bahwa Determinasi Kualitas Laba dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2023 ukuran perusahaan memperkuat hubungan antara variabel independen dan kualitas laba, sedangkan yang lain tidak menemukan efek moderasi yang signifikan. Berdasarkan landasan teori dan hasil penelitian sebelumnya, penelitian ini menguji pengaruh pertumbuhan laba, likuiditas, dan Leverage terhadap kualitas laba serta peran ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laba di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain kausalitas dengan pendekatan asosiatif untuk menguji hubungan sebab-akibat antara variabel independen yaitu pertumbuhan laba, likuiditas, dan Leverage terhadap variabel dependen yaitu kualitas laba, serta peran ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Populasi penelitian terdiri dari seluruh perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019 hingga 2023. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria perusahaan yang terdaftar secara berturut-turut, melaporkan laporan keuangan lengkap, dan mencatat laba positif selama periode Sebanyak 65 perusahaan manufaktur terpilih sebagai sampel, menghasilkan total observasi sebanyak 325 data. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan dan situs resmi Bursa Efek Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan studi pustaka untuk memperoleh data yang relevan dan valid. Analisis data dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak statistik SPSS versi 26, yang meliputi analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan autokorelas. , serta analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Model penelitian yang digunakan mengacu pada persamaan regresi linier berganda dengan memasukkan variabel moderasi. Persamaan regresi dinyatakan sebagai berikut: kualitas laba sebagai variabel dependen dipengaruhi oleh pertumbuhan laba, likuiditas, dan Leverage sebagai variabel independen, serta ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi yang berinteraksi dengan variabel independen. Simbol dalam model meliputi Y sebagai kualitas laba. X1 sebagai pertumbuhan laba. X2 sebagai likuiditas. X3 sebagai Leverage, dan Z sebagai ukuran perusahaan. Interaksi antara variabel independen dan variabel moderasi diuji menggunakan metode Moderated Regression Analysis (MRA) dengan pendekatan residual. Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi- Volume 31. Nomor 2. November 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. Hasil uji validitas dan reliabilitas instrumen menunjukkan bahwa data yang digunakan memenuhi syarat untuk analisis lebih lanjut, dengan nilai signifikan yang sesuai dan tidak terdapat masalah multikolinearitas maupun heteroskedastisitas. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan uji t untuk pengaruh parsial dan uji F untuk pengaruh simultan, sesuai dengan prosedur standar dalam analisis regresi. Dengan rancangan penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai pengaruh faktor-faktor keuangan terhadap kualitas laba serta peran ukuran perusahaan dalam konteks perusahaan manufaktur di Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019 hingga Data diperoleh melalui situs resmi BEI dan laporan tahunan perusahaan yang Lokasi penelitian berpusat di BEI cabang Medan. Sumatera Utara, dengan rentang waktu pengumpulan data selama tiga bulan. Teknik pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi dan studi pustaka untuk memastikan validitas dan kelengkapan data yang digunakan dalam analisis. Hasil Penelitian Statistik Deskriptif Tabel 1. Statistik Deskriptif Mean Descriptive Statistics Maximu Minimum Std. Deviation Valid N . Berdasarkan analisis statistik deskriptif, pertumbuhan laba (X. memiliki nilai terendah Ae1,12 pada PT Emdeki Utama Tbk . dan tertinggi 33,49 pada Mulia Industrindo Tbk . , dengan rata-rata 0,4480 dan standar deviasi 2,13100. Likuiditas (X. berkisar dari 0,00 pada PT Wijaya Karya Beton Tbk . hingga 21,70 pada Duta Pertiwi Nusantara Tbk . , rata-rata 3,2120 dan standar deviasi 2,95375. Leverage (X. terendah 0,00 di Suparma Tbk . dan tertinggi 4,77 di Alakasa Industrindo Tbk . , rata-rata 0,8084 dengan standar deviasi 0,80788. Ukuran perusahaan (Z) minimum 0,91 pada Merdeka Copper Gold Determinasi Kualitas Laba dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2023 Tbk . dan maksimum 13,56 pada PT Adhi Karya . , rata-rata 9,9794 dan standar deviasi 2,48116. Kualitas laba (Y) berkisar dari Ae8,52 di Sekar Bumi Tbk . hingga 18,30 di Betonjaya Manunggal Tbk . , dengan rata-rata 1,8879 dan standar deviasi 2,57203. Nilai negatif pada kualitas laba menunjukkan kerugian, sedangkan nilai maksimum mencerminkan laba berkualitas tinggi. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 2. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Unstandardized Residual Pada tabel diatas memiliki nilai Asymp. Sig adalah 0,200 > 0,05 dapat disimpulkan bahwa variabel kualitas laba, pertumbuhan laba, likuiditas. Leverage, dan ukuran perusahaan dapat dikatakan berdistribusi normal. Uji Multikolinearitas Tabel 3. Uji Multikolinearitas Model Coefficientsa Collinearity Statistics Tolerance VIF Pertumbuhan Laba Likuiditas Leverage Ukuran perusahaan Pada tabel di atas nilai tolerance > 0. 10 dan nilai VIF < 10. 00, maka kriteria agar tidak terjadi multikolinearitas sudah terpenuhi pada penelitian ini. Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi- Volume 31. Nomor 2. November 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. Uji Heteroskedastisitas Tabel 4. Uji Heteroskedastisitas Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta 1 (Constan. Pertumbuhan Laba Likuiditas Leverage Ukuran Perusahaan Dependent Variable: ABS_RES Sig. Tabel di atas tidak ada gangguan heteroskedastisitas jika nilai signifikansi variabel independen > 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak ada masalah heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Tabel 5. Uji Autokorelasi Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Durbin-Watson Predictors: (Constan. Ukuran Perusahaan. Leverage. Pertumbuhan Laba. Likuiditas Dependent Variable: Kualitas Laba Berdasarkan tabel di atas, hasil uji autokorelasi menunjukkan bahwa nilai DurbinWatson adalah 2,042 pada taraf signifikansi 5%, dengan variabel bebas . = 4 dan banyaknya sampel penelitian . = 187. Dalam uji autokorelasi, salah satu syarat pengambilan keputusan, menurut Ghozali . , adalah bahwa apabila du < d < 4Aedu, maka tidak ada autokorelasi positif atau negatif, sehingga keputusan ditolak. Akibatnya, dapat disimpulkan bahwa nilai DW dalam studi ini berada pada du 1,849< 2,042< 2,1951. Ini menunjukkan bahwa autokorelasi tidak ada dalam model Determinasi Kualitas Laba dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2023 Uji Regresi Linear Berganda Tabel 6. Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. Pertumbuhan Laba Likuiditas Leverage Dependent Variable: Kualitas Laba Sig. Y = 167,746 Ae0,108 X1 Ae 0,093 X2- 0,165 X3 e Nilai konstanta yang di peroleh sebesar 167,746 maka bisa diartikan Jika variabel independen bernilai 0 . maka variabel dependen bernilai 167,746. Koefisien regresi variabel X1 Pertumbuhan Laba diketahui bernilai negatif (-) sebesar 0,108, yang berarti bahwa jika variabel X1 Pertumbuhan Laba meningkat maka variabel Y, yaitu Kualitas Laba, akan menurun sebesar 0,108. Koefisien regresi variabel X2 Likuiditas diketahui bernilai negatif (-) sebesar 0,093, yang berarti bahwa jika variabel X2 Likuiditas meningkat, maka variabel Y, yaitu Kualitas Laba, akan menurun sebesar 0,093. Koefisien regresi variabel X3 Leverage diketahui bernilai negatif (-) sebesar 0,165, yang berarti bahwa jika variabel X3 Leverage meningkat, maka variabel Y, yaitu Kualitas Laba, akan menurun sebesar 0,165. Uji Kelayakan Model Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 7. Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summary Std. Error of the Model R Square Adjusted R Square Estimate Predictors: (Constan. Leverage. Pertumbuhan Laba. Likuiditas Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi yang tercantum nilai Adjusted R Square yang diperoleh adalah 0,149. Ini mengindikasikan bahwa variabel-variabel independen dalam penelitian ini, yaitu pertumbuhan laba, likuiditas, dan Leverage, dapat menjelaskan sekitar 14,9% variasi pada variabel dependen, yaitu kualitas Dengan kata lain, model regresi yang digunakan hanya mampu menjelaskan Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi- Volume 31. Nomor 2. November 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. sebagian kecil dari perubahan kualitas laba, sementara 85,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam model penelitian ini. Uji F Tabel 8. Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Kualitas Laba Predictors: (Constan. Leverage. Pertumbuhan Laba. Likuiditas Sig. Tabel ANOVA memperlihatkan bahwa nilai F hitung sebesar 11,847 dengan tingkat signifikansi 0,000, yang lebih kecil dari 0,05. Selain itu, nilai F hitung 11,847 juga lebih besar dari nilai F tabel 3,05. Hal ini menandakan bahwa secara simultan, variabel independen yaitu pertumbuhan laba, likuiditas, dan Leverage memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen, yaitu kualitas laba. Dengan demikian, model regresi yang digunakan dalam penelitian ini dianggap layak dan efektif sebagai alat analisis karena variabel-variabel independen tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan variasi pada kualitas laba. Uji t Tabel 9. Uji t Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Pertumbuhan Laba Likuiditas Leverage Dependent Variable: Kualitas Laba Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang disajikan pada Tabel IV. 10, berikut adalah interpretasi dari pengujian hipotesis HCA. HCC, dan HCE: Untuk hipotesis mengenai pengaruh Pertumbuhan Laba (X. terhadap kualitas laba, nilai t hitung sebesar Ae2,928 lebih kecil dari t tabel 1,97301, dengan nilai signifikansi 0,004 yang kurang dari 0,05. Oleh karena itu, hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. diterima, yang berarti Pertumbuhan Laba (X. memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas laba pada perusahaan Determinasi Kualitas Laba dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2023 Pada pengujian hipotesis Likuiditas (X. terhadap kualitas laba, t hitung sebesar Ae5,474 juga lebih kecil dari t tabel 1,97301, dengan nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan demikian. H0 ditolak dan H2 diterima, menunjukkan bahwa Likuiditas (X. berpengaruh negatif signifikan terhadap kualitas laba pada perusahaan manufaktur. Untuk hipotesis Leverage (X. terhadap kualitas laba, t hitung sebesar Ae3,154 lebih kecil dari t tabel 1,97301, dan nilai signifikansi 0,000 kurang dari 0,05. Maka. H0 ditolak dan H3 diterima, yang menyimpulkan bahwa Leverage (X. memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap kualitas laba pada perusahaan Uji MRA . Tabel 10. Uji MRA . Variabel Pertumbuhan Laba Likuiditas Leverage - 0. Sig. Berdasarkan tabel koefisien, variabel kualitas laba memiliki nilai regresi 0,821 (>0,. dan koefisien parameter positif 0,061. Menurut Ghozali . , variabel moderasi harus negatif dan signifikan, sehingga ukuran perusahaan tidak memoderasi hubungan antara pertumbuhan laba dan kualitas laba. Berdasarkan tabel koefisien, nilai regresi variabel Kualitas Laba sebesar 0,928 (>0,. tidak signifikan dengan koefisien parameter negatif Ae0,029. Menurut Ghozali . , variabel moderasi harus negatif dan signifikan, sehingga ukuran perusahaan tidak berperan sebagai moderator karena tidak signifikan. Berdasarkan tabel koefisien, nilai regresi variabel Kualitas Laba sebesar 0,867 (>0,. tidak signifikan dengan koefisien parameter positif 0,045. Menurut Ghozali . , variabel moderasi harus memiliki koefisien parameter negatif dan Karena syarat ini tidak terpenuhi, ukuran perusahaan tidak memoderasi hubungan antara Leverage dan kualitas laba. Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi- Volume 31. Nomor 2. November 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. Pembahasan Pengaruh Pertumbuhan laba Terhadap Kualitas Laba Berdasarkan hasil analisis regresi, pertumbuhan laba berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas laba, dengan nilai t hitung Ae2,928 < t tabel 1,97301 dan signifikansi 0,004 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, semakin tinggi pertumbuhan laba, kualitas laba cenderung menurun, kemungkinan akibat praktik manajemen laba untuk mempertahankan citra positif di mata investor. Temuan ini sesuai dengan teori keagenan yang menyatakan bahwa asimetri informasi mendorong perilaku oportunistik manajemen, serta sejalan dengan penelitian Gunawan et al. dan Sari . Namun, hasil ini berbeda dengan Dewi . yang menemukan pengaruh positif, yang mungkin disebabkan oleh karakteristik fluktuatif dan tekanan kompetitif di sektor manufaktur. Pengaruh Likuiditas terhadap Kualitas Laba Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas laba, dengan t hitung Ae5,474 < t tabel 1,97301 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan H2 diterima. Meskipun likuiditas tinggi mencerminkan kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendek, kelebihan likuiditas dapat dimanfaatkan untuk praktik manajemen laba yang menurunkan kualitas laba. Temuan ini didukung oleh penelitian Nur Aini dkk. dan Indrawan dkk. , namun bertentangan dengan Dewi . yang menyatakan pengaruh positif likuiditas. Perbedaan ini mungkin karena perusahaan manufaktur sering menyimpan kas besar yang tidak selalu produktif. Sesuai teori keagenan, likuiditas berlebih memberi peluang manajemen melakukan tindakan oportunistik yang menurunkan kualitas laba (Jensen, 1. Dengan demikian, likuiditas tinggi tidak selalu mencerminkan kualitas laba yang baik. Pengaruh Leverage terhadap Kualitas Laba Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa Leverage berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kualitas laba, dengan t hitung Ae3,154 < t tabel 1,97301 dan signifikansi 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan H3 diterima. Leverage tinggi meningkatkan tekanan kreditur, mendorong manajemen melakukan earnings management untuk memenuhi kewajiban utang, sehingga menurunkan kualitas laba. Temuan ini didukung oleh penelitian Nurdin dkk. Puspitasari & Sari . , dan Adnyani & Sudiartha . , serta sejalan dengan teori keagenan dan debt covenant hypothesis (Watts & Zimmerman, 1. Namun, hasil ini berbeda dengan Nugroho . yang menemukan pengaruh Leverage tidak signifikan terhadap kualitas laba. Determinasi Kualitas Laba dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2023 Pengaruh Pertumbuhan Laba Terhadap Kualitas Laba dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi Hasil Moderated Regression Analysis (MRA) dengan metode residual menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak memoderasi pengaruh pertumbuhan laba terhadap kualitas laba, ditandai dengan nilai signifikansi koefisien interaksi residual lebih besar dari 0,05. Artinya, meskipun perusahaan memiliki aset besar, ukuran perusahaan tidak memperkuat atau melemahkan hubungan antara pertumbuhan laba dan kualitas laba. Secara teoritis, hal ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan laba tinggi tidak selalu mencerminkan kualitas laba yang baik, baik pada perusahaan besar maupun kecil, sesuai dengan teori agensi yang menjelaskan potensi tindakan oportunistik manajemen seperti manajemen laba di berbagai skala Temuan ini mendukung penelitian Maryati & Muhyarsyah . dan Abidin . yang menyatakan ukuran perusahaan tidak berperan sebagai variabel moderasi dalam hubungan pertumbuhan laba dan kualitas laba saat diuji dengan pendekatan residual. Selain itu, hasil ini memperkuat bukti empiris bahwa perusahaan besar tidak selalu lebih mampu menghasilkan laba berkualitas dibandingkan perusahaan kecil, karena tekanan persaingan dan tuntutan pasar modal tetap mendorong praktik fleksibilitas akuntansi. Namun, hasil ini berbeda dengan penelitian Sari . yang menemukan perusahaan besar mampu mengurangi praktik manajemen laba sehingga pertumbuhan laba lebih mencerminkan kinerja riil. Pengaruh Likuditas Terhadap Kualitas Laba dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi Hasil uji MRA (Moderated Regression Analysi. menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan tidak memoderasi pengaruh Likuiditas terhadap Kualitas Laba. Meskipun koefisien interaksi bernilai negatif (-0,. , nilai signifikansinya . jauh di atas batas signifikan 0,05, sehingga secara statistik hubungannya tidak signifikan. Ini konsisten dengan teori agensi, di mana manajer, baik di perusahaan besar maupun kecil, bisa memanipulasi laba untuk menjaga citra. Oleh karena itu, ukuran perusahaan tidak memperkuat atau memperlemah hubungan tersebut. Temuan ini didukung oleh penelitian Abidin. Sasana & Amelia . serta Maryati & Muhyarsyah . , namun bertentangan dengan penelitian Dewi . yang menyatakan bahwa perusahaan besar dapat meningkatkan transparansi. Temuan ini selaras dengan teori agensi, yang menggarisbawahi potensi manajer untuk melakukan manajemen laba tanpa memandang besar kecilnya perusahaan. Likuiditas yang tinggi bisa disalahgunakan untuk menunjukkan kinerja laba yang baik, meskipun kualitas laba sesungguhnya rendah. Hasil penelitian ini juga konsisten dengan bukti empiris dari penelitian sebelumnya (Abidin et al. , 2022. Maryati & Muhyarsyah, 2. , yang sama-sama menemukan Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi- Volume 31. Nomor 2. November 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. bahwa ukuran perusahaan bukan variabel moderasi yang signifikan. Namun, ada kontradiksi dengan penelitian Dewi . yang berpendapat sebaliknya, yaitu ukuran perusahaan besar mampu meningkatkan transparansi dan memperkuat hubungan positif antara likuiditas dan kualitas laba. Pengaruh Leverage Terhadap Kualitas Laba dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi Hasil uji MRA menunjukkan bahwa Ukuran Perusahaan tidak memoderasi pengaruh Leverage terhadap Kualitas Laba. Koefisien regresi yang tidak signifikan . ,867 > 0,. menegaskan bahwa besar atau kecilnya perusahaan tidak berperan dalam memperkuat atau memperlemah hubungan tersebut. Ini sejalan dengan teori agensi, di mana tekanan dari kreditur mendorong manajemen, baik di perusahaan besar maupun kecil, untuk melakukan manajemen laba demi menjaga citra perusahaan. Temuan ini konsisten dengan teori agensi dan didukung oleh penelitian lain. Tekanan dari kreditur untuk mematuhi kontrak utang dapat memicu manajemen laba, terlepas dari skala Ini sesuai dengan hasil penelitian Putra & Anwar . dan Aslam & Kurniawan . , yang juga menemukan bahwa ukuran perusahaan bukan variabel moderasi yang signifikan dalam hubungan antara Leverage dan kualitas laba. Namun, temuan ini berbeda dengan penelitian Nugroho . , yang berpendapat bahwa tata kelola yang lebih baik di perusahaan besar dapat memperlemah pengaruh Leverage terhadap kualitas laba. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan analisis regresi, penelitian ini menyimpulkan bahwa pertumbuhan laba, likuiditas, dan Leverage secara parsial tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas laba pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 20192023. Temuan ini juga didukung oleh hasil uji moderasi, di mana ukuran perusahaan tidak terbukti mampu memoderasi hubungan antara ketiga variabel independen tersebut dengan kualitas laba. Hal ini menunjukkan bahwa besar kecilnya perusahaan tidak memperkuat atau memperlemah pengaruh pertumbuhan laba, likuiditas, dan Leverage terhadap kualitas laba. Secara teoritis, hasil ini sejalan dengan teori agensi yang menyatakan bahwa manajemen, terlepas dari ukuran perusahaan, dapat memiliki kecenderungan untuk melakukan manajemen Meskipun demikian, ada kemungkinan keterbatasan dalam penelitian ini, seperti penggunaan proksi variabel yang mungkin tidak sepenuhnya menangkap esensi dari setiap variabel, atau periode penelitian yang terbatas. Untuk penelitian mendatang, disarankan untuk Determinasi Kualitas Laba dengan Ukuran Perusahaan sebagai Variabel Moderasi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di BEI Tahun 2019-2023 memperluas periode waktu penelitian, menggunakan proksi variabel yang berbeda . isalnya, earning management untuk kualitas lab. , atau menambahkan variabel independen lain yang relevan seperti tata kelola perusahaan atau profitabilitas. DAFTAR REFERENSI Abidin. , & Amelia. Pengaruh struktur modal, pertumbuhan laba terhadap kualitas laba dan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi. Owner: Riset & Jurnal Akuntansi, 6. https://doi. org/10. 33395/owner. Ariska. Pengaruh profitabilitas, leverage, likuiditas, dan komisaris independen terhadap kualitas laba dengan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi . tudi empiris perusahaan manufaktur di BEI). Jurnal Akuntansi Indonesia. Aslam. , & Tjakrawala. Pengaruh profitability, liquidity, dan leverage terhadap earning quality dengan moderator firm size. Jurnal Multiparadigma Akuntansi, 5. , 349Ae360. https://doi. org/10. 24912/jpa. Bawoni. Pengaruh leverage terhadap kualitas laba pada perusahaan manufaktur di BEI. Jurnal Akuntansi Multiparadigma, 11. , 145Ae158. BPK temukan indikasi kerugian negara Rp146,57 miliar dari Indofarma dan IGM. Investing. Desyana. Firmansyah. , & Kurniawan. Pengaruh ukuran perusahaan terhadap kualitas laba pada perusahaan sektor manufaktur. Jurnal Akuntansi & Bisnis, 23. , 55Ae Dewi. Pertumbuhan laba, likuiditas, dan pengaruhnya terhadap kualitas laba. Jurnal Ilmiah Akuntansi, 18. , 201Ae210. Ghozali. Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 26 (Cetakan ke. Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Gunawan. Lestari. , & Putra. Pertumbuhan laba, likuiditas, dan pengaruhnya terhadap kualitas laba. Jurnal Riset Akuntansi Indonesia, 26. , 120Ae134. Indrawan. Pramono. , & Nasution. Pengaruh struktur modal, likuiditas, pertumbuhan laba, dan ukuran perusahaan terhadap kualitas laba pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Prosiding Konferensi Nasional Ekonomi Manajemen dan Akuntansi (KNEMA), 1Ae12. Livialia. Pengaruh pertumbuhan laba dan likuiditas terhadap kualitas laba pada sektor perbankan. Jurnal Akuntansi Kontemporer, 8. , 45Ae60. Marpaung. Pengaruh leverage, likuiditas, dan ukuran perusahaan sebagai variabel moderasi terhadap kualitas laba. Journal of Accounting. Finance. Taxation, and Auditing (JAFTA), 1. , 1Ae14. https://doi. org/10. 28932/jafta. Mayerson, & Wijaya. Pengaruh leverage, likuiditas, profitabilitas, konservatisme terhadap kualitas laba. Jurnal Multiparadigma Akuntansi, 6. , 143Ae152. https://doi. org/10. 24912/jpa. PLN rugi Rp18,48 T dalam 9 bulan 2019 akibat selisih kurs. CNN Indonesia. Puspitasari. Pramono. Santoso. , & Kusbandiyah. Pengaruh ukuran perusahaan, likuiditas, konservatisme, dan pertumbuhan laba terhadap kualitas laba. J29 Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi- Volume 31. Nomor 2. November 2025 e-ISSN: 2964-5816. p-ISSN: 0853-8778. Hal. MAS (Jurnal Manajemen https://doi. org/10. 33087/jmas. Sain. , 9. Putra. , & Anwar. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laba dengan ukuran perusahaan sebagai pemoderasi. Jurnal Akuntansi Kompetif, 4. , 226Ae234. https://doi. org/10. 24912/jpa.