Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 EVALUASI KEPUASAN PENGGUNA REKAM MEDIS ELEKTRONIK MENGGUNAKAN METODE EUCS DI RUMAH SAKIT Rudiansyah1. Muhlisin2. Aditya Purbayanti3. Meri Rosita4. Naila Fathiya Anjani5. Carina Putri Intan Ridjani6 Program Studi Manajemen Informasi Kesehatan. Universitas Aisyiyah Palembang1,2,3,4,5,6 Email: rudiansyah@unisa-palembang. mukhsin@gmail. adityapurbayanti123@gmail. merirosita1978@gmail. nailafathiya47@gmail. carinaputri10@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Rekam medis elektronik (RME) merupakan sistem informasi yang semakin banyak diterapkan di rumah sakit Indonesia sebagai upaya transformasi digital layanan kesehatan. Rumah Sakit Namira Palembang telah mengimplementasikan RME, namun kepuasan tenaga rekam medis sebagai pengguna utama belum pernah dievaluasi secara sistematis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan tenaga rekam medis terhadap sistem RME di Rumah Sakit Namira Palembang menggunakan metode End User Computing Satisfaction (EUCS). Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh tenaga rekam medis di RS Namira Palembang . dengan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner EUCS yang mencakup lima dimensi: Content. Accuracy. Format. Ease of Use, dan Timeliness. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan skala Likert 1Ae5. Hasil: Tingkat kepuasan keseluruhan berada pada kategori Puas dengan rata-rata skor 3,78. Dimensi Ease of Use memperoleh skor tertinggi . , diikuti Format . Content . Timeliness . , dan Accuracy . Dimensi Accuracy mendapat skor terendah, terutama terkait ketepatan sistem dalam pengisian otomatis data pasien. Saran: Manajemen RS Namira Palembang perlu memprioritaskan peningkatan akurasi sistem melalui audit algoritma validasi data dan optimasi fitur pengisian otomatis, serta meningkatkan kapasitas infrastruktur server untuk mengatasi kelambatan akses pada jam sibuk. Kata Kunci: End User Computing Satisfaction. EUCS. Kepuasan pengguna. Rekam medis elektronik. Tenaga rekam medis ABSTRACT Background: Electronic medical records (EMR) are information systems increasingly implemented in Indonesian hospitals as a digital transformation effort in health services. Namira Hospital Palembang has implemented EMR, but the satisfaction of medical records staff as primary users has never been systematically evaluated. Objective: This study aims to evaluate the level of satisfaction of medical records staff with the EMR system at Namira Hospital Palembang using the End User Computing Satisfaction (EUCS) method. Methods: The study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The population consisted of all medical records staff at Namira Hospital Palembang . using total The EUCS questionnaire covering five dimensions Content. Accuracy. Format. Ease of Use, and Timeliness was used as the instrument. Data were analysed using descriptive statistics with a 1Ae5 Likert Results: The overall satisfaction level was in the Satisfied category with a mean score of 3. The Ease of Use dimension received the highest score . , followed by Format . Content . Timeliness . , and Accuracy . The Accuracy dimension received the lowest score, particularly regarding the system's accuracy in automatic patient data entry. Suggestions: Hospital management should prioritise improving system accuracy through validation-algorithm audits and auto-fill feature optimisation. Server infrastructure upgrades are also needed to address access delays during peak hours. Keywords: End User Computing Satisfaction. EUCS. Electronic medical records. Medical records staff. User satisfaction | 147 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN sebagai bagian dari sistem informasi Perkembangan teknologi informasi di manajemen rumah sakit (SIMRS) yang Tenaga rekam medis sebagai transformasi sistem pencatatan medis dari pengguna utama sistem ini memiliki peran rekam medis berbasis kertas . aper-base. krusial dalam keberhasilan implementasi menuju rekam medis elektronik (RME). RME. Kepuasan pengguna akhir terhadap Rekam medis elektronik didefinisikan sistem informasi merupakan indikator sebagai rekaman sistematis tentang riwayat penting dalam menentukan keberhasilan kesehatan individu dalam format digital suatu sistem, karena pengguna yang puas yang dapat diakses oleh berbagai penyedia cenderung menggunakan sistem dengan layanan kesehatan yang berwenang (WHO, lebih optimal (DeLone & McLean, 2. Implementasi RME bertujuan untuk Metode End User Computing meningkatkan efisiensi, akurasi, keamanan. Satisfaction (EUCS) yang dikembangkan dan aksesibilitas data medis pasien. oleh Doll dan Torkzadeh . merupakan RME salah satu instrumen yang valid dan reliabel Menteri untuk mengukur kepuasan pengguna akhir Kesehatan Nomor sistem informasi berbasis komputer. EUCS 269/MENKES/PER/i/2008 mengukur kepuasan melalui lima dimensi Rekam Medis dan Permenkes Nomor 24 utama, yaitu Content . si/konte. Accuracy Tahun 2022 yang secara khusus mengatur . Format . Ease of Use penyelenggaraan rekam medis elektronik. emudahan penggunaa. , dan Timeliness Peraturan tersebut mewajibkan fasilitas . etepatan wakt. Kelima dimensi ini pelayanan kesehatan untuk secara bertahap secara komprehensif merepresentasikan beralih ke sistem RME paling lambat pada aspek-aspek yang mempengaruhi kepuasan Kebijakan ini mendorong pengguna dalam berinteraksi dengan sistem rumah sakit di seluruh Indonesia, termasuk Indonesia. Peraturan Rumah Sakit Namira Palembang, untuk RME operasional sehari-hari. Beberapa menunjukkan hasil yang bervariasi terkait kepuasan pengguna RME. Novita et al. Rumah Sakit Namira Palembang . di RSUP Dr. Mohammad Hoesin merupakan rumah sakit swasta tipe C yang Palembang menemukan bahwa kepuasan telah mengimplementasikan sistem RME perawat terhadap SIMRS berada pada | 148 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 kategori cukup puas. Rahmawati . sehingga dapat memberikan rekomendasi menemukan bahwa petugas rekam medis di berbasis bukti bagi peningkatan mutu salah satu rumah sakit di Jakarta merasa sistem informasi kesehatan. puas terhadap sistem RME dengan dimensi Ease of Use sebagai yang tertinggi. Pratiwi METODE PENELITIAN dan Susanto . juga menemukan Penelitian ini menggunakan desain bahwa integrasi model EUCS menghasilkan penelitian deskriptif kuantitatif dengan evaluasi kepuasan yang lebih komprehensif di rumah sakit umum daerah. Namun, deskriptif bertujuan untuk menggambarkan belum terdapat penelitian yang secara suatu fenomena atau keadaan secara apa khusus mengkaji kepuasan tenaga rekam adanya tanpa intervensi atau manipulasi medis di RS Namira Palembang. Pendekatan cross-sectional dipilih cross-sectional. Penelitian Research gap yang teridentifikasi karena pengumpulan data dilakukan pada adalah belum adanya kajian yang secara satu titik waktu tertentu untuk mendapatkan gambaran kepuasan pada saat penelitian tenaga rekam medis terhadap RME di rumah sakit swasta tipe C di Palembang Penelitian Rumah Namira Rekam mencakup seluruh lima dimensi secara Palembang pada bulan MaretAeApril 2024. Berdasarkan studi pendahuluan Populasi penelitian adalah seluruh tenaga yang dilakukan pada Februari rekam medis yang bekerja di RS Namira beberapa tenaga rekam medis di RS Namira Palembang, berjumlah 32 orang. Teknik Palembang menyampaikan keluhan terkait pengambilan sampel menggunakan total lambatnya respons sistem pada jam sibuk sampling . ampling jenu. , yaitu seluruh Sakit Unit menggunakan pendekatan EUCS yang Medis Kondisi ini mengindikasikan mengingat jumlah populasi yang relatif perlunya evaluasi komprehensif terhadap Kriteria inklusi meliputi: . tenaga kepuasan pengguna sistem RME. Penelitian rekam medis yang aktif bekerja minimal ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat satu bulan, . menggunakan sistem RME kepuasan tenaga rekam medis terhadap dalam pekerjaan sehari-hari, dan . sistem RME di Rumah Sakit Namira Palembang menggunakan metode EUCS, eksklusi meliputi: . tenaga rekam medis Kriteria | 149 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 yang sedang cuti atau tidak aktif selama periode pengumpulan data, dan . tenaga penggunaan RME. Kuesioner terdiri dari 12 rekam medis yang menolak berpartisipasi. pernyataan yang mencakup lima dimensi Instrumen yang digunakan adalah dengan distribusi item sebagaimana tersaji kuesioner End User Computing Satisfaction pada Tabel 1. (EUCS) yang diadaptasi dari Doll dan Torkzadeh . dan telah diterjemahkan Tabel 1. Kisi-kisi Instrumen Kuesioner EUCS No. Dimensi EUCS Content (Konten/Is. Jumah Item Nomor Item 1, 2, 3 Accuracy (Akuras. 4, 5 Format (Tampila. 6, 7 Ease of Use (Kemudahan Penggunaa. Timeliness (Ketepatan Wakt. 8, 9, 10 11, 12 Indikator Utama Kelengkapan, relevansi, dan kegunaan informasi Ketepatan dan kebenaran data yang dihasilkan sistem Tampilan antarmuka dan kemudahan membaca output Kemudahan operasional dan navigasi Kecepatan akses dan ketersediaan informasi tepat waktu Sumber: Adaptasi dari Doll & Torkzadeh . Skala seluruh item valid dengan nilai r hitung skala Likert 5 poin . =Sangat Tidak Puas, berkisar antara 0,412Ae0,817. Uji reliabilitas 2=Tidak Puas, 3=Cukup Puas, 4=Puas, 5=Sangat Pua. Kategori tingkat kepuasan sebesar 0,874, yang berarti instrumen ditentukan berdasarkan nilai rata-rata skor Analisis dengan kriteria: Sangat Tidak Puas . ,00Ae 1,. Tidak Puas . ,81Ae2,. Cukup Puas persentase, nilai rata-rata . , nilai . ,61Ae3,. Puas . ,41Ae4,. , dan Sangat minimumAemaksimum, dan standar deviasi. Puas . ,21Ae5,. yang diolah menggunakan perangkat lunak Uji validitas kuesioner menggunakan Cronbach's Alpha SPSS versi 25. korelasi Pearson . hitung > r tabe. dan uji Penelitian ini telah mendapatkan reliabilitas menggunakan Cronbach's Alpha persetujuan etik dari Komite Etik Penelitian ( > 0,. Hasil uji validitas menunjukkan Universitas Aisyiyah Palembang, | 150 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 seluruh responden menandatangani lembar Dari total 32 tenaga rekam medis Tahapan penelitian meliputi: . karakteristik sebagaimana tersaji pada persiapan dan penyusunan instrumen, . Tabel 2. Sebagian besar responden berjenis . ,5%), pengumpulan data, . pengolahan dan berpendidikan D3 Rekam Medis . ,3%), analisis data, serta . penyusunan laporan. dengan masa kerja 1Ae3 tahun . ,8%), dan berusia 20Ae29 tahun . ,0%). HASIL PENELITIAN Tabel 2. Karakteristik Responden Penelitian No. Karakteristik Jenis Kelamin A Laki-laki A Perempuan Pendidikan Terakhir A D3 Rekam Medis A D4/S1 Rekam Medis A S1 Kesehatan Masyarakat Masa Kerja A < 1 tahun A 1Ae3 tahun A > 3 tahun Usia A 20Ae29 tahun A 30Ae39 tahun A > 40 tahun Frekuensi . ) Persentase (%) Sumber: Data Primer, 2024. Karakteristik terbanyak: perempuan . ,5%). D3 Rekam Medis . ,3%), masa kerja 1Ae3 tahun . ,8%), usia 20Ae29 tahun . ,0%). Tingkat . ,38. Cukup Pua. Variabilitas skor paling medis per dimensi EUCS disajikan pada tinggi terdapat pada dimensi Accuracy Tabel 3. Dimensi Ease of Use mendapat (SD=0,. , skor tertinggi . ,12. Pua. , sedangkan persepsi yang cukup besar antar responden. dimensi Accuracy mendapat skor terendah | 151 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 3. Tingkat Kepuasan Tenaga Rekam Medis per Dimensi EUCS Dimensi EUCS Content (Konte. Accuracy (Akuras. Format (Tampila. Ease of Use (Kemudahan Penggunaa. Timeliness (Ketepatan Wakt. Keseluruhan (Total EUCS) Min 2,67 2,00 3,00 3,00 2,50 Maks 5,00 5,00 5,00 5,00 5,00 Rerata (SB) 3,85 . 3,38 . 3,92 . 4,12 . 3,64 . 3,78 . Kategori Puas Cukup Puas Puas Puas Puas Puas Keterangan: SB = simpangan baku . tandar devias. Sumber: Data Primer, 2024. Skor tertinggi: Ease of Use . skor terendah: Accuracy . Distribusi sedangkan skor terendah terdapat pada pernyataan disajikan pada Tabel 4. Item dengan skor tertinggi adalah kemudahan rerata=3,. tem mempelajari sistem . rerata=4,. Tabel 4. Distribusi Kepuasan per Item Pernyataan No. Pernyataan Dimensi Content A Sistem RME menyediakan informasi yang dibutuhkan A Isi sistem RME sesuai dengan kebutuhan pekerjaan A Laporan yang dihasilkan RME relevan dan berguna Dimensi Accuracy A Sistem RME menghasilkan data yang akurat dan benar A Pengisian data otomatis sistem sudah akurat Dimensi Format A Tampilan sistem RME mudah dibaca dan dipahami A Tata antarmuka sistem RME sudah Dimensi Ease of Use A Sistem RME mudah untuk A Sistem RME digunakan dalam pekerjaan sehari-hari A Navigasi antarmenu dalam sistem RME mudah STP (%) (%) (%) (%) (%) Rerata 4,03 3,88 3,75 3,22 3,22 4,03 3,94 4,19 4,09 4,03 | 152 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Dimensi Timeliness A Sistem RME menyediakan informasi tepat waktu saat A Kecepatan akses sistem RME sudah memadai 3,63 3,56 Keterangan: STP=Sangat Tidak Puas. TP=Tidak Puas. CP=Cukup Puas. P=Puas. SP=Sangat Puas. Skor item tertinggi: item 8 . terendah: item 12 . Sumber: Data Primer, 2024. PEMBAHASAN McLean Tingkat Kepuasan Dimensi Content . nformation qualit. merupakan salah satu Dimensi Content memperoleh rata- rata skor 3,85 yang termasuk dalam kategori Puas. Hasil ini menunjukkan bahwa tenaga memengaruhi kepuasan pengguna, karena kelengkapan dan relevansi informasi yang sistem secara optimal apabila isi informasi RME. Item yang dihasilkan benar-benar mendukung . tem Semakin lengkap dan relevan memperoleh skor tertinggi pada dimensi ini isi sistem terhadap kebutuhan tugas, . , diikuti relevansi isi sistem dengan semakin tinggi pula tingkat kepuasan yang kebutuhan pekerjaan . , sedangkan dirasakan oleh pengguna akhir. Hasil ini sejalan dengan penelitian memperoleh skor terendah . dengan Handayani et al. yang menemukan 9,4% responden menyatakan tidak puas. bahwa petugas rekam medis di RS Konten sistem secara umum dinilai sesuai Bhayangkara dengan konten sistem informasi yang menghasilkan laporan yang berguna dalam digunakan, dengan skor rata-rata 3,76. operasional pencatatan medis sehari-hari. Temuan ini juga selaras dengan Pratiwi dan Dimensi Content dalam model End User Computing Satisfaction Palembang Susanto . yang melaporkan bahwa merepresentasikan sejauh mana sistem merupakan salah satu dimensi EUCS informasi menyediakan keluaran yang dengan tingkat kepuasan yang konsisten tinggi pada evaluasi sistem rekam medis (Doll elektronik di rumah sakit umum daerah. Torkzadeh, 1. Menurut DeLone dan Kesesuaian arah temuan pada beberapa | 153 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 rumah sakit dengan tipe dan karakteristik Sebesar 25,0% responden berbeda mengindikasikan bahwa kepuasan menyatakan tidak puas dengan keakuratan terhadap konten RME cenderung stabil ketika sistem dirancang mengikuti standar menyatakan sangat tidak puas. dipersyaratkan regulasi. 3,1% Dimensi Accuracy dalam model EUCS mengukur sejauh mana sistem Peneliti berasumsi bahwa tingginya Content tepat dan benar sesuai dengan kondisi nyata disebabkan oleh proses pengembangan yang direkam (Doll & Torkzadeh, 1. sistem RME di RS Namira Palembang yang DeLone dan McLean . menegaskan bahwa akurasi merupakan komponen inti minimal sesuai Permenkes Nomor 24 dari kualitas informasi . nformation qualit. Tahun 2022, sehingga field data dan menu dalam model kesuksesan sistem informasi, pelaporan yang tersedia secara umum karena keluaran sistem yang tidak akurat selaras dengan kebutuhan kerja tenaga dapat menurunkan kepercayaan pengguna rekam medis. Namun demikian, masih terhadap keseluruhan sistem meskipun informasi mampu menghasilkan data yang 15,6% merasa cukup puas dan 9,4% yang tidak kemudahan penggunaan dinilai baik. Dalam puas terhadap relevansi laporan yang konteks layanan kesehatan, akurasi data dihasilkan diduga terkait dengan format memiliki bobot kepentingan yang lebih keluaran laporan yang belum sepenuhnya tinggi dibandingkan sistem informasi pada dapat disesuaikan . dengan umumnya, sebab kesalahan data dapat kebutuhan spesifik unit kerja, sehingga berdampak langsung pada keputusan klinis dan keselamatan pasien (Sittig & Singh, tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Tingkat Kepuasan Dimensi Accuracy Penelitian Apriliani dan Sari . Dimensi Accuracy memperoleh rata- merupakan salah satu permasalahan utama rata skor terendah yaitu 3,38 dengan yang sering ditemukan pada implementasi kategori Cukup Puas. Ini menunjukkan RME di rumah sakit tipe C dan D di wilayah Sumatera Selatan, terutama pada fitur auto- menghasilkan data yang akurat masih perlu complete dan integrasi data lintas modul. | 154 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Temuan serupa juga dilaporkan oleh Tingkat Kepuasan Dimensi Format Nguyen et al. yang menyatakan Dimensi Format mendapatkan rata- bahwa ketidaksempurnaan integrasi antar rata skor 3,92 dengan kategori Puas. Tenaga rekam medis menilai bahwa tampilan elektronik merupakan salah satu hambatan antarmuka sistem RME mudah dibaca, kontingensi . ontingency facto. yang dipahami, dan memiliki tata letak yang Item tampilan antarmuka yang mudah keakuratan data oleh pengguna akhir. dibaca mendapat skor tertinggi dalam Kemiripan pola temuan pada berbagai dimensi ini . konteks rumah sakit ini menunjukkan Dimensi Format EUCS mengacu pada persepsi pengguna terhadap tampilan antarmuka, tata letak, dan estetika sistemik dan bukan sekadar masalah teknis (Doll lokal pada satu institusi. Torkzadeh, 1. Secara teoritis, format Peneliti berasumsi bahwa rendahnya yang baik mengurangi beban kognitif skor dimensi Accuracy di RS Namira . ognitive loa. pengguna saat berinteraksi Palembang dengan sistem, sehingga informasi dapat konfigurasi sistem yang belum sepenuhnya ditangkap dan diproses lebih cepat dan optimal pada fitur pengisian otomatis . uto- Tampilan antarmuka yang tertata fil. dan integrasi data antar modul SIMRS, dibandingkan dengan kesalahan input oleh efisiensi kerja pengguna, karena desain Kondisi yang intuitif mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk menemukan fitur yang Palembang, diinginkan dan meminimalkan kesalahan mengingat akurasi data medis sangat krusial navigasi saat bekerja dengan volume data pasien yang besar. Namira keberlangsungan proses klinis. Diperlukan Penelitian Mulyati dan Prasetyo audit sistem secara berkala, peningkatan . algoritma validasi data, serta pelatihan berkorelasi signifikan dengan produktivitas meminimalkan kesalahan input pada tahap kerja petugas rekam medis . =0,612. entri data manual. p<0,. Bossen et al. dalam | 155 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 evaluasi sistem rekam medis elektronik dipelajari, mudah digunakan, dan memiliki komprehensif berbasis model DeLone dan navigasi yang mudah dipahami. Item McLean juga menemukan bahwa kualitas kemudahan mempelajari sistem mendapat tampilan sistem menjadi salah satu faktor skor tertinggi . pendorong keberhasilan adopsi sistem oleh Kemudahan tenaga kesehatan. Konsistensi temuan ini merupakan faktor yang sangat menentukan memperkuat argumen bahwa investasi pada adopsi dan pemanfaatan sistem informasi Dalam dampak yang nyata terhadap penerimaan Acceptance sistem oleh pengguna di lingkungan dikemukakan Davis . , perceived ease layanan kesehatan. of use merupakan salah satu prediktor Peneliti Model Technology (TAM) utama penerimaan pengguna terhadap kepuasan yang tinggi pada dimensi Format sistem informasi, di samping perceived mengindikasikan vendor sistem RME yang Semakin mudah suatu sistem digunakan RS Namira Palembang telah dipelajari dan dioperasikan, semakin rendah memperhatikan aspek desain antarmuka pengguna dengan cukup baik, kemungkinan perubahan dari proses kerja manual menuju melalui proses uji coba . ser testin. proses kerja berbasis digital, sehingga sebelum sistem diimplementasikan secara dimensi ini sering dianggap sebagai pintu Konsistensi skor antar indikator masuk utama keberhasilan adopsi teknologi pada dimensi ini juga mengindikasikan informasi kesehatan. bahwa tampilan sistem telah disesuaikan Handayani et al. menemukan dengan kebiasaan kerja tenaga rekam medis di Indonesia, sehingga tidak memerlukan masa adaptasi yang panjang bagi pengguna penerimaan sistem informasi rumah sakit Tingkat Kepuasan Dimensi Ease of Use Rahmawati . juga melaporkan bahwa Dimensi Ease of Use memperoleh petugas rekam medis di salah satu rumah skor tertinggi di antara semua dimensi sakit di Jakarta menilai dimensi Ease of Use EUCS, yaitu 4,12 dengan kategori Puas. EUCS Hasil ini menunjukkan bahwa tenaga rekam ditemukan dalam penelitian ini. Konsistensi RME Indonesia. | 156 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 temuan pada konteks rumah sakit yang lambatnya respons sistem pada jam-jam Dimensi Timeliness dalam EUCS dimensi yang relatif mudah dipenuhi oleh mengukur sejauh mana sistem informasi sistem RME generasi terbaru dibandingkan mampu menyediakan data dan informasi dimensi akurasi maupun ketepatan waktu. secara tepat waktu sesuai kebutuhan Peneliti pengguna (Doll & Torkzadeh, 1. tertinggi pada dimensi ini menunjukkan RS Ketepatan Namira Palembang berhasil memilih dan komponen kualitas sistem . ystem qualit. mengimplementasikan sistem RME yang yang krusial dalam model DeLone dan ramah pengguna . ser-friendl. Tingginya McLean . , karena keterlambatan skor Ease of Use kemungkinan juga dipengaruhi oleh pelatihan yang diberikan kelancaran alur kerja klinis, terutama pada kepada pengguna sebelum dan sesudah unit-unit dengan volume transaksi tinggi implementasi RME, yang meningkatkan seperti instalasi gawat darurat. Masalah kecepatan akses pada jam sibuk umumnya penggunaan sistem. Selain itu, mayoritas merupakan persoalan teknis yang lazim terjadi pada sistem berbasis jaringan produktif 20Ae39 tahun . ,5%) yang . etwork-based umumnya lebih adaptif terhadap teknologi bersumber dari kapasitas server yang tidak tingginya skor kemudahan penggunaan terbatas, atau konfigurasi basis data yang yang dilaporkan. belum optimal. Tingkat Kepuasan Dimensi Timeliness Penelitian Zahroh dan Kurniawan Dimensi Timeliness memperoleh rata- . menemukan hal serupa di beberapa rata skor 3,64 dengan kategori Puas. Namun rumah sakit tipe C di Jawa Tengah, di mana demikian, item kecepatan akses sistem ketepatan waktu akses sistem RME pada mendapat skor relatif rendah . , dengan 12,5% responden menyatakan tidak puas signifikan akibat beban server yang tinggi. dan 3,1% sangat tidak puas. Hal ini Cresswell dan Sheikh . dalam kajian konsisten dengan keluhan yang ditemukan organisasional terhadap adopsi teknologi informasi kesehatan juga menekankan . 00Ae10. WIB) | 157 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Secara teoritis, kepuasan pengguna merupakan salah satu faktor penentu akhir terhadap sistem informasi merupakan keberhasilan implementasi sistem informasi hasil interaksi dari berbagai dimensi kesehatan, dan keterlambatan akses pada kualitas sistem dan kualitas informasi, sehingga skor keseluruhan tidak dapat kesenjangan antara kapasitas infrastruktur dilepaskan dari profil kelima dimensi dengan beban kerja operasional rumah penyusunnya (DeLone & McLean, 2. Pola urutan skor Ease of Use > Format > Peneliti berasumsi bahwa rendahnya Content > Timeliness > Accuracy yang skor kecepatan akses pada item 12 mengindikasikan kapasitas server dan/atau menunjukkan bahwa aspek-aspek yang bandwidth jaringan RS Namira Palembang pengguna-sistem . oncurrent user. pada jam-jam sibuk memuaskan pengguna dibandingkan aspek operasional, khususnya di unit-unit dengan volume transaksi tinggi seperti IGD, rawat infrastruktur dan kualitas data . kurasi dan inap, dan rawat jalan. Untuk meningkatkan kepuasan pada dimensi ini. RS Namira konsisten dengan tahapan kematangan Palembang . implementasi sistem informasi infrastruktur teknologi informasi, termasuk peningkatan kapasitas server dan optimasi kesehatan pada umumnya. Hasil ini sejalan dengan meta-analisis jaringan secara berkala. yang dilakukan oleh Kusuma dan Wibowo Gambaran Kepuasan Keseluruhan . terhadap 15 penelitian kepuasan Secara keseluruhan, tingkat kepuasan RME Indonesia, tenaga rekam medis terhadap RME di RS menemukan bahwa rata-rata skor kepuasan Namira Palembang berada pada kategori pengguna berada pada rentang 3,50Ae4,00. Puas dengan rerata skor 3,78. Urutan dengan dimensi Ease of Use konsisten kepuasan dari tertinggi ke terendah adalah: sebagai yang tertinggi dan Accuracy Ease of Use . > Format . > Content . > Timeliness . > Wahyuningsih . juga menemukan Accuracy . pola serupa pada evaluasi RME di rumah Rahayu | 158 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 sakit swasta tipe C di Jawa Barat. rekam medis terhadap sistem RME di Konsistensi pola ini pada berbagai konteks Rumah rumah sakit di Indonesia memperkuat menggunakan metode EUCS, dan tujuan tersebut telah terjawab melalui hasil kemudahan penggunaan dan akurasi data Secara keseluruhan, tingkat bukan merupakan kondisi unik RS Namira kepuasan tenaga rekam medis terhadap Palembang, melainkan tantangan yang RME di RS Namira Palembang berada pada lebih luas dalam implementasi RME di kategori Puas dengan rerata skor 3,78. fasilitas pelayanan kesehatan tipe C di Dimensi Ease of Use mendapat skor Indonesia. Peneliti Sakit Namira Palembang Accuracy mendapat skor terendah . kesenjangan antara dimensi Ease of Use dan dengan kategori Cukup Puas, sementara Accuracy dimensi Content . Format . , dan Timeliness . berada pada kategori Puas. Temuan ini menunjukkan bahwa kemudahan antarmuka pengguna pada aspek kemudahan penggunaan merupakan kekuatan utama sistem RME di RS Namira penyempurnaan akurasi data dan kapasitas Palembang, sedangkan aspek akurasi data RME investasi lanjutan yang belum sepenuhnya Implikasi dari temuan ini adalah berikutnya karena keterkaitannya yang perlunya perbaikan berkelanjutan pada sistem RME, terutama pada aspek akurasi Penelitian ini menyediakan data empiris data dan kecepatan akses, mengingat kedua berbasis EUCS yang dapat menjadi acuan dimensi ini tidak hanya berpengaruh evaluasi sistem informasi kesehatan di terhadap kepuasan pengguna, tetapi juga rumah sakit tipe C di Indonesia. Sebagai berimplikasi langsung pada kualitas dan gagasan lanjutan, evaluasi berkala terhadap keselamatan layanan klinis. dimensi Accuracy dan Timeliness perlu dijadikan agenda rutin manajemen guna KESIMPULAN Penelitian memastikan peningkatan mutu sistem RME secara berkesinambungan. mengevaluasi tingkat kepuasan tenaga | 159 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2026. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 SARAN