JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. Perencanaan Strategis Sistem Informasi Menggunakan Analisa Value Chain pada CV. Toga Nusantara Riva Abdillah Aziz AbstractAi CV. Toga Nusantara is a SME engaged in the production of herbal medicines where its products are widespread in Indonesia. Problems faced by CV. Toga Nusantara in carrying out its business activities is not yet optimal support of information technology so that often become obstacle for CV. Toga Nusantara in developing its business. The method used in this study using qualitative methods. The purpose of this study is to analyze and know the needs of information systems as needed by using value chain analysis. The expected benefits of this research is to provide input needs of appropriate information systems for use in business activities CV. Toga Nusantara. IntisariAi CV. Toga Nusantara adalah UKM yang bergerak dibidang produksi obat-obat herbal dimana produkproduknya sudah tersebar luas di Indonesia. Pemasalahan yang dihadapi CV. Toga Nusantara dalam menjalankan kegiatan bisnisnya adalah belum optimalnya dukungan teknologi informasi sehingga seringkali menjadi kendala bagi CV. Toga Nusantara dalam mengembangkan usahanya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui kebutuhan sistem informasi yang sesuai kebutuhan dengan menggunakan analisa value Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah memberikan masukan kebutuhan sistem informasi yang sesuai untuk digunakan dalam kegiatan bisnis CV. Toga Nusantara. Kata KunciAi Produksi. Sistem Informasi. Value Chain PENDAHULUAN Teknologi informasi saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan disemua bidang. Hampir tidak ada bidang yang tidak disentuh oleh teknologi informasi. Instansi pemerintah, swasta, partai politik, lembaga swadaya masyarakat, organisasi masyarakat, dan lainnya pasti membutuhkan teknologi informasi. Tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap teknoklogi informasi membuat masyarakat saat ini lebih baik tertinggal dompet daripada harus tertinggal handphonenya. Dapat kita bayangkan saat ini jika kita harus hidup tanpa dibantu oleh teknologi Jika boleh diibaratkan hubungan antara dunia bisnis dengan teknologi informasi adalah bagaikan dua sisi mata Jurusan Sistem Informasi STMIK Nusa Mandiri Jakarta. Jl. Damai No. Warung Jati Barat (Margasatw. ,Pasar Minggu. Ragunan. Jakarta Selatan, 12540. lp: 021-78839513. e-mail: raz@bsi. uang yang tidak dapat dipisahkan. Dunia bisnis tanpa pemanfaatan teknologi informasi akan membuat bisnis tersebut tidak dapat berkembang dengan cepat dan kalah bersaing dengan para pesaingnya. Keadaan inilah yang menjadikan penggunaan infrastruktur teknologi informasi pada perusahaan dapat dikatakan wajib. Namun sayangnya sampai saat ini di Indonesia masih banyak perusahaan-perusahaan yang masih belum mengoptimalkan peran teknologi informasi sebagai media pendukung operasionalnya, hal ini berdampak kepada perkembangan bisnis yang dijalaninya. Jika kita melakukan pengamatan terhadap perusahaan yang perkembangnnya mengalami perubahan yang signifikan, maka hampir pasti dapat disimpulkan bahwa salah satu kunci keberhasilan perusahaan tersebut adalah karena mempergunakan teknologi informasi. Sebagai contoh. PT. KAI sebelum mensinergikan bisnisnya dengan menggunakan teknologi informasi seperti saat ini mengalami pasang surut perjalanannya, sulit sekali para pejabat PT. KAI untuk mengambil kebijakan strategis karena kesulitan mendapatkan informasi yang cepat akurat dan terpecaya. Kita masih ingat bahwa untuk membeli tiket KA saat itu masyarakat harus mengantri berjam-jam bahkan tidak jarang harus menginap di station. Disisi lain, para pengambil kebijkan PT. KAI pun kesulitan memperoleh data mengenai jumlah tiket yang tersisa dan yang sudah terjual padahal informasi ini sangatlah penting. Namun dengan bersineerginya operasional PT. KAI dengan teknologi informasi perkembangan pelayanan dan kemajuan perusahaan dapat berkembang dengan pesat seperti yang dapat kita saksikan saat ini. Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh PT. KAI melalui Arief Setiawan yang menjabat sebagai VP Enterprise Resource Planning di PT. KAI mengatakan: AuPT KAI Persero telah meng-enabler IT di dalam tubuh perusahaan dan mampu menjadi penggerak bisnis serta merealisasikan visi perusahaan menjadi penyedia jasa perkeretaapian terbaik. Hasil dari meningkatkan jumlah penumpang KA dari sebelumnya. Loket untuk penjualan tiket berkurang sebab mengandalkan mekanisme pembelian secara online dan lainnya. SAP berperan dalam mewujudkan ekosistem teknologi di dalam tubuh KAI. Perusahaan pemerintah tersebut menggunakan beberapa layanan teknologi dari SAP untuk menunjang kinerja perusahaan. Sejumlah layanan SAP yang kami gunakan adalah SAP Fico. SAP MM/PM, dan SAP Payroll untuk penggajian karyawan. Teknologi SAP Fico, kata ISSN 2098-8711 | Perencanaan Strategis SistemA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. Arief, digunakan untuk memperbaiki administrasi dan pelaporan keuangan. Sementara SAP MM/PM dipakai untuk mengefisienkan penggunaan inventory dan perawatanAy. Hal yang dialami oleh PT. KAI sebelum opersionalnya bersinergi dengan teknologi informasi dialami juga oleh CV. Toga Nusantara. Saat ini CV. Toga Nusantara masih belum terkomputerisasi di dalam menjalani proses bisnisnya, hal ini menimbulkan banayk kendala ketika CV. Toga Nusantara akan melakukan ekspansi bisnisnya Tidak ada data akurat yang dapat dipergunakan sebagai bahan pengambilan keputusan adalah salah satu permasalahan yang dihadapi. CV. Toga Nusantara yang bergerak dalam bidang produsen obat-obatan herbal berskala nasional nasional saat ini berencana mempergunakan teknologi informasi untuk mendukung proses bisnisnya, oleh karena itu dibutuhkan suatu strategi bisnis maupun strategi teknologi informasi yang dipetakan dalam analisis value chain . antai nila. II. KAJIAN PUSTAKA DAN TEORI PENDUKUNG Konsep Dasar Sistem Informasi Sebuah sistem informasi merupakan kumpulan dari perangkat keras dan perangkat lunak komputer serta perangkat manusia yang akan mengolah data menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak . Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan. Gelinas. Oram, dan Wiggnis dalam Abdul Kadir mengatakan bahwa Sistem Informasi adalah: sistem buatan manusia yang secara umum terdiri atas sekumupulan komponen berbasis komputer dan manual yang dibuat untuk menghimpun, menyimpan, dan mengelola data serta menyediakan informasi keluaran kepada para pemakai. Laudon. & Laudon. mengatakan bahwa: An information system can be defined technically as a set of interrelated components that collect . r retriev. , process, store, and distribute information to support decision making and control in an organization. In addition to supporting decision making, coordination, and control, information systems may also help managers and workers analyze problems, visualize complex subjects, and create new products. Selanjutnya Laudon. & Laudon menjelaskan bahwa: Sistem informasi berisi informasi yang menunjukan tentang orang, tempat, dan informasi menegnai organisasi atau lingkungan sekitarnya. Dengan informasi yang kami maksud data yang telah dibentuk menjadi bentuk yang lebih bermakna dan berguna untuk . Manfaat Sistem Informasi Adapun manfaat dari sistem informasi, menurut Kristanto, adalah sebagai berikut : . Organisasi JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi- transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan . Bank menggunakan sistem informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan transaksi yang terjadi. Perusahaan menggunakan sistem informasi untuk mempertahankan persediaan pada tingkat paling rendah agar konsisten dengan jenis barang yang tersedia. Hubungan Antara Strategi Bisnis. Sistem Informasi Dan Teknologi Informasi Penggunaan teknologi informasi dan sistem informasi dalam sebuah perusahaan tidak otomatis membuat perusahan tersebut menjadi berkembang, bahkan bisa jadi penggunaan teknologi informasi dan sistem informasi malah membuat operasional menjadi terhambat, hal ini dikarenakan teknologi informasi dan sistem informasi yang digunakan tidaklah cocok dengan jenis proses bisnis perusahaan tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah strategi yang bersinergi antara strategi bisnis dan strategi teknologi informasi dan sistem informasi, dengan kata lain strategi bisnis yang ada tidak dapat dipisahkan dengan strategi teknologi informasi, dan sistem informasi sehingga dengan adanya sinergi tersebut diharapkan pemakaian teknologi dan sistem informasi benar-benar optimal untuk mendukung kemajuan perusahaan. Gbr 1 menjelaskan hubungan antara strategi bisnis, dan teknologi informasi . Sumber: . Gbr 1. Hubungan Antara Strategi Bisnis. SI dan TI Peranan Sistem Informasi Manajemen dalam Memecahkan Masalah Manajemen Masalah adalah hal yang lumrah dalam kehidupan ini, hal ini berlaku pula pada sebuah perusahaan. Permasalahan dapat terjadi baik dari dalam . maupun dari luar . Permasalahan yang datang dari dalam . pada umumnya yang berhubungan dengan proses pengelolaan perusahaan atau pengelolaan Yang perlu ditekankan adalah perlu perlakuan ISSN 2098-8711 | Perencanaan Strategis SistemA JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. bijak di dalam menyelesaikan setiap masalah. Banyak orang berfikir bahwa masalah yang datangnya dari dalam . lebih baik diselesaikan terlebih dahulu daripada permasalahan yang datangnya dari luar . , mereka beranggapan bahwa masalah internal lebih mudah diselesaikan karena relatif tidak terlalu berbahaya. Padahal tidak jarang kita temukan bahwa ternyata permasalahan dari dalamlah yang sulit diselesaikan karena banyak kepentingan yang terlibat di dalamnya. Permasalahan internal biasanya terjadi karena buruknya pengelolaan perusahaan, manajemen yang buruk adalah salah satu contohnya. Selain itu konflik kepentingan antara karyawan turut menyumbang semakin sulitnya konflik tersebut diselesaikan. Hal inilah yang tidak jarang konflik internal lebih sulit diselesaikan dibandingkan dengan konflik dari luar . Lepas dari itu semua, berbicara penyelesaian permasalahan yang terjadi dalam sebuah perusahaan haruslah secepat mungkin harus diselesaikan, karena jika dibiarkan maka lambat laun akan semakin besar dan semakin sulit untuk diselesaikan. Banyak contoh kasus yang terjadi dimasyarakat baik pada sebuah perusahaan, organisasi, maupun partai politik yang harus gulung tikar karena tidak mampu menyelesaikan permasalahan yang Salah satu solusi pemecahan yang ada, baik eksternal maupun internal dibutuhkan data-data pendukung yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah. Berbicara mengenai data, maka bukanlah hal yang mudah menyajikan sebuah data yang akurat, capat, dan terpecaya, terlebih bagi sebuah organisasi atau perusahaan yang operasionalnya masih menggunakan cara-cara manual atau konvensional. Namun bagi sebuah organisasi atau perusahaan yang sudah menerapkan atau menggunakan sistem informasi dalam aktivitas sehari-hari bukanlah hal yang sulit untuk menyajikan sebuah data dan informasi yang digunakan sebagai bahan masukan kepada manajemen dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Disnilah fungsi sistem di dalam memecahkan masalah manajemen, seperti yang di katakan oleh Hari Toha Hidayat, mengatakan bahwa: AuUntuk melakukan aktivitas memecahkan masalah Sistem oleh pengguna . maupun spesialis dibutuhkanAy. Sedangkan Laudon. & Laudon. mengatakan bahwa: AuMiddle management needs systems to help with monitoring, controlling, decision-making, and administrative activitiesAy. Gbr 2 adalah gambar ilustrasi hubungan sistem informasi untuk memecahkan masalah manajemen. Sumber: . Gbr 2. Bagaimana Sistem Informasi Manajemen Menghasilkan Laporan Model Rantai Nilai (Value Chai. Untuk menganalisa sebuah proses bisnis pada sebuah perusahaan, kita dapat menggunakan tools value chain analisys yang diperkenalkan oleh Porter pada tahun 1985. Value chain analysis dapat menjadi alat analisa untuk melihat peranan IS/IT dalam proses bisnis perusahaan, dalam value chain analysis dianalisa kembali aktifitas kunci dalam proses bisnis yang berkaitan dengan entitas lain yang berada diluar perusahaan, seperti supplier dan pelanggan . xternal value chai. dan relasi antar entitas di dalam perusahaan itu sendiri . nternal value chai. Porter dalam Jogiyanto, mendefinisikan pembagian aktivitas di dalam perusahaan menjadi sembilan aktivitas utama yang kemudian beliau kelompokkan menjadi dua aktivitas besar, yaitu empat untuk aktivitas pendukung dan lima untuk aktivitas utama. Gbr 3. menjelaskan pembagian aktivitas perusahaan seperti yang dijelaskan oleh Porter. TABEL I Sumber : . Gbr 3. Model rantai nilai oleh Porter Gbr 3. menjelaskan empat komponen aktivitas pendukung perusahaan yaitu: Infrastruktur . anagement administrative services yaitu manajemen, akuntansi, keuangan, dan sebagainy. ISSN 2098-8711 | Perencanaan Strategis SistemA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. Manajemen sumberdaya manusia . uman resource manajement seperti penerimaan, pelatihan pengembangan sumberdaya manusi. Pengembangan teknologi . echnology development seperti R&D. Peningkatan kualitas produk dan prose. , dan pengadaan barang . Sedangkan lima komponen aktivitas utama menurut Porter adalah: Inbound logistics bahan mentah. Operations. outbound logistics barang jadi. Sales and Marketing, dan Operations Dapat ditarik kesimpulan bahwa menurut Porter, untuk mencapai keberhasilan dan keunggulan dalam sebuah kompetisi dibutuhkan kolaborasi dari kesembilan aktivitasaktivas yang ada dalam perusahaan seperti yang digambarkan pada gambar tiga di atas. Setiap aktivitas sangat mempengaruhi aktivitas yang lain, kesembilan aktivitas tersebut harus ditingkatkan nilainya, dan harus efesien dan efektif. Matriks McFarlan Untuk menganalisis kebutuhan sebuah sistem informasi dalam sebuah organisasi dapat menggunakan kerangka matriks Warren McFarlan. Matrix McFarlan dapat berdasarkan prioritas yang akan dipertimbangkan untuk digunakan dalam operasional sebuah organisasi. Dalam strategi Matrix McFarlan sistem informasi dibagi menjadi empat kelompok, yakni: Support. Factory. Turnarround, dan Strategic. Ward mengatakan bahwa: AuMatriks McFarlan digunakan untuk menyusun portofolio aplikasi berdasarkan prioritas dari masing-masing aplikasi tersebut, yang kemudian menjadi bahan pertimbangan dalam perencanaan pengembangan aplikasi-aplikasi tersebut. McFarlan mengembangkan model portofolio aplikasi dengan melihat kontribusi aplikasi SI/TI terhadap organisasi saat ini dan di masa depan. Indrajit mengatakan bahwa Matriks McFarlan mengkategorikan sistem berdasarkan karakteristiknya: . Support, aplikasi ini mempunyai posisi yang kritikal dalam mewujudkan strategi perusahaan di masa dep adalah sistem informasi atau teknologi informasi yang hanya berfungsi sebagai penunjang perusahaan . inerja perusahaan tidak bergantung kepada peranan teknologi informas. dan tidak memiliki potensi yang besar dalam memberikan keunggulan kompetitif perusahaan. Factory, adalah teknologi informasi yang tidak secara langsung memberikan keunggulan kompetitif kepada JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA perusahaan, namun keberadaannya mutlak diperlukan. Turnaround, adalah sistem yang secara langsung dapat memberikan keunggulan kompetitif kepada perusahaan yang memilikinya, namun secara prinsip perusahaan tersebut tidak tergantung eksistensinya terhadap sistem informasi yang bersangktun. Strategic, yaitu suatu sistem informasi yang secara signifikan memiliki nilai strategis bagi perusahaan. Dan tanpa sistem ini, perusahaan yang bersangkutan dapat gulung tikar di era globalisasi informasi dewasa ini. Ay . Sumber : . Gbr 4. Matrix McFarlan Matriks di atas menjelaskan kriteria-kriteria dari setiap grid untuk dasar pemilihan pengembangan IT Perusahaan seperti di bawah ini:. Support The impact of IS in existing / future application development is low IT/IS is used essentially for administrative systems to improve internal efficiency IT investment is average / below average Factory IT/IS is critical to current operations but is not at the heart of the companyAos strategic development Reliable information systems are required for administrative and process management Future IT applications are not the critical factor for future business success The IT budget will always be significant Turnaround T is becoming more pervasive and is recognized as a tool for transformation / business change The systems that have being planned and developed may be critical to the firmAos survival or However there is uncertainty as the capabilities of the company in terms of delivery and support are IT investment is increasing Aeperhaps rapidly ISSN 2098-8711 | Perencanaan Strategis SistemA JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. Strategic Some companies will be operating in conditions where IT is already central, and their future is dependent upon and shaped by development in information systems Business operations are totally dependant on the use of advanced information systems. The products and services tend to be computer The IT budget will be very significant i. METODOLOGI P ENELITIAN Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah kualitatif dengan tahapan-tahapan penelitian sebagai berikut: . Analisys value chain. Analisys value chain digunakan untuk mengetahui konteks bisnis dari CV. Toga Nusantara. Analisis Lingkungan SI. Pada tahapan ini dilakukan penyusunan daftar aplikasi yang ada, kemudian dipetakan ke dalam portofolio akhir, selain itu, juga digunakan untuk membantu dalam menentukan aplikasi mana yang menjadi prioritas utama dalam pengembangan. Tools yang digunakan dalam tahapan ini adalah menggunakan matriks McFarlan. IV. PENGUJIAN DAN P EMBAHASAN Analisis Value Chain (Proses Bisni. Rangkaian aktivitas inti CV. Toga Nusantara dapat digambarkan pada analisis Value Chain yang terlihat pada gambar 3. Aktivitas bisnis dimulai dengan pembelian bahan baku obat herbal dari para supplier, selanjutnya bahan tersebut dikirim kebagian gudang bahan baku sebagai bahan dasar pembuatan obat herbal. Bahan baku yang tiba di gudang kemudian dishortir atau dipisahkan antara bahan baku yang kualitasnya baik dengan yang rusak/buruk. Pada saat penyortiran, ratarata ada 95% bahan baku yang berkualitas baik, dan sisanya tidak dapat diproduksi . Selanjutnya bahan baku yang sudah dipastikan kualitasnya akan dikirmkan kebagian produski . esuai permintaan bagian produks. untuk diolah menjadi obat herbal yang siap dijual. Tahap selanjutnya adalah proses penjualan produk herbal CV. Toga nusantara dari gudang barang jadi sampai ke tangan konsumen. Produk yang siap jual di gudang barang jadi didistribusikan oleh bagian pemasaran atas instruksi kepala bagian pemasaran (Marketing Manage. ke outlet-outlet yang telah menjadi pelanggan tetap ataupun tidak tetap CV. Toga Nusantara. Dalam suatu wilayah ada distributor besar yang mendominasi suatu wilayah tertentu sebagai pusat bagi outlet-outlet kecil untuk memasok produk TOGA sesuai dengan kebutuhan pasar. Sumber : Data Penelitian Gbr 5. Proses Bisnis CV. Toga Nusantara Perangkat Lunak CV. Toga Nusantara saat ini belum memiliki sistem informasi bisnis untuk mengelelo bisnis prosesnya, saat ini CV. Toga Nusantara hanya memakai aplikasiaplikasi support untuk mendukung operasionalnya seperti MS. Word. Exel, dan Power Point. Aplikasi support ini digunakan oleh CV. Toga Nusantara untuk membuat dokumen kegiatan operasional kantor seperti surat menyurat, penawaran produk, perkenalan perusahaan, p resentasi dan dokumen bisnis lainnya. Selain itu CV. Toga Nusantara sudah memiliki website yang disimpan di sebuah provider hosting, namun website tersebut belum mencerminkan sebuah website yang professional dan terkesan asal-asalan, hal ini dapat dilihat ketika mengunjungi website tersebut dan kita akan mendapati hanya ada 1 halaman yang tersaji. Portofolio Aplikasi Saat Ini Aplikasi yang s a a t i n i d i g u n a k a n o l e h CV. Toga Nesantara dapat dipetakan ke dalam matriks Mc Farlan untuk disusun berdasarkan prioritas dari masingmasing aplikasi tersebut, d a r i h a s i l p e m e t a p a a n pertimbangan dalam perencanaan aplikasi-aplikasi yang akan digunakan kedepannya. Pemetaan aplikasi dengan menggunakan matrik Mc Farlan pada CV. Toga Nesantara dikategorikan menjadi 4 bagian yaitu strategic, high potensial, support dan key operational, yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini. TABEL I PORTOFOLIO APLIKASI CV. TOGA NESANTARA Strategic Belum ada Turnaround Belum ada Factory Support ISSN 2098-8711 | Perencanaan Strategis SistemA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. Belum Ada Otomasi Kantor Sistem Penggajian Aplikasi Analisis Penjualan Target Portofolio Aplikasi Hasil akhir dari analisys yang kemudian dipetakan dengan menggunakan matrik Mc Farlan, menunjukan kebutuhan aplikasi untuk mendukung kegiatan CV. Toga Nesantara adalah seperti yang digambarkan pada tabel 2 di bawah ini. Targetnya adalah: . Strategic. Situs Interaktif: Situs ini akan menjadi alat pemasaran yang cukup efektif dan dapat memudahkan para distributor dan agen untuk melihat informasi tentang company profile dari CV. Toga Nesantara dan produk-produk yang Selain itu juga bisa mempermudah . Key Operational. Aplikasi Odoo V10: Aplikasi ini akan mencatat semua kegiatan pembuatan obat herbal dari bahan baku dating sampai menjadi obat herbal yang siap dijual. High Potential. Customer Relationship Management. Sistem CRM ini akan lebih mendekatkan CV. Toga Nusantara dengan distributor dan agen sehingga loyalitas distributor dan agen akan tetap dapat dipertahankan. Support. Otomasi kantor : Penggunaan kinerja perusahaan. Sistem Penggajian : Sistem ini dapat mempermudah dalam penggajian karyawan . Aplikasi Analisis Penjualan: Sistem yang dapat membantu dalam menganalisa produk mana yang paling laris/laku pada waktu tertentu, sehingga CV. Toga Nusantara dalam memproduksi sebuah produk dapat mengacu dari hasil analisa tersebut untuk dipasarkan ke TABEL II TARGET PORTOFOLIO APLIKASI CV. TOGA NUSANTARA Strategic Turnaround Aplikasi ERP odoo Situs Penjualan Online V10 Factory Support Customer Relationship Management Sistem Informasi dan Penggajian Aplikasi Office Karyawan Strategi Bisnis dan Strategi Sistem Informasi/ Teknologi Informasi Untuk memenangi persaingan usahanya, maka CV. Toga Nusantara melakukan Strategi bisnis dengan melakukan pemasaran menggunakan tenaga-tenaga pemasaran yang dibekali dengan product knowledge yang cukup tinggi, selain itu pemasaran juga menggunakan media internet. Adapun Strategi sistem informasi dan JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA teknologi informasi yang digunakan oleh CV. Toga Nusantara adalah membangun sistem informasi yang dapat menjembatani CV. Toga Nusantara dengan para distributor dan agen-agennya. Dengan sistem informasi tersebut diharapkan para distributor dan agen-agen CV. Toga Nusantara dapat mengetahui dengan cepat produkproduk yang dihasilkan oleh CV. Toga Nusantara. Dari uraian strategi bisnis dan strategi sistem informasi/teknologi informasi di atas, selanjutnya dapat disimpulkan sebuah portofolio aplikasi yang diperlukan. Untuk lebih jelasnya mengenai hubungan antara strategi bisnis, aplikasi dan kebutuhan fungsional dapat dilihat pada Tabel i. TABEL i KETERKAITAN ANTARA STRATEGI BISNIS. APLIKASI DAN KEBUTUHAN FUNGSIONAL Kebutuhan Strategi Bisnis Aplikasi Fungsional Mempertahankan Customer Dapat menjadi sumber Relationship riset keinginan Manajement konsumen yang dilihat dengan cara dari historical pembelian produk oleh kualitas produk dan layanan. Penawaran diskon dan produk. Pengiriman informasi kepada konsumen yang berisi tentang informasi produkproduk baru Memberikan Situs Penjualan Sebagai media untuk kemudahan bagi Online bertransaksi melalui pelanggan untuk Sebagai sumber informasi dan informasi yang dibutuhkan oleh secara cepat distributor, agen dan calon distributor, agen produk-produk CV. Toga Nusantara Mempercepat Aplikasi ERP Mengintigrasikan Odoo V10 aplikasi bisnis pencatatan bisnis Mempermudah utama dengan pengendalian proses tepat dan akurat. Menyederhanakan informasi yang proses bisnis dihasilkan dapat Ekosistem perusahaan yang terintegrasi oleh pihak Meningkatkan efisiensi Mengelola manajemen Sebagai media C Sistem sumber daya manusia pencatatan data Informasi dengan baik, sehingga karyawan seperti: Karyawan menciptakan suasana Masa kerja kerja yang kondusif Perhitungan cuti Penggajian dan penataan jenjang Perhitungan gaji karir karyawan yang Laporan kinerja Sebagai media Mengelola surat pendukung untuk C Aplikasi menyurat baik internal aktifitas surat Office dan eksternal secara menyurat, membuat dokumen pendukung, membuat penawaran, dan lain-lain. ISSN 2098-8711 | Perencanaan Strategis SistemA JURNAL SISTEM INFORMASI STMIK ANTAR BANGSA [VOL. VII NO. 1 FEBRUARI 2. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa CV. Toga Nusantara memerlukan beberapa strategi antara lain: Mengkomputerisasikan proses bisnisnya mulai dari pembuatan obat herbal sampai dengan penjualannya dengan menggunakan Sistem Informasi yang Adapun sistem informasi yang dapat digunakan adalah seperti ERP (Enterprise Resource Plannin. yang berbasis opensource. Strategi pengembangan pemasaran melalui internet dan strategi peningkatan hubungannya pelanggan melalui sistem CRM. Adapun sistem atau aplikasi yang perlu dikembangkan antara lain situs interaktif dan CRM (Customer Relationship Managemen. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada managemen dan karyawan CV. Toga Nusantara yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian ini, dan tak lupa penulis ucapkan terima kasih pula kepada semua pihak yang tidak dapat penulis ucapkan satu persatu, begitu juga kepada anak dan istriku tercinta. REFERENSI