Metode Jurnal Teknik Industri Vol 6 . : 20 - 26 2020 ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN OBAT PADA PUSKESMAS MALAWILI AIMAS DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY Irman Amri. Sanny Hahury. Saul Meokbun. Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Sorong Jl. Pendidikan No. Klabulu. Malaimsimsa. Kota Sorong. Papua Barat 98412 Telp. Email: irmanamri@umsorong. id, sanny0577. sh@gmail. com, saulmeokbun08@gmail. ABSTRAK Jenis Penelitian adalah untuk mengatahui nilai infestasi obat, mengetahui jumlah pemesanan optimum dan waktu pemesanan kembali masing-masing obat yang ada di Puskesmas Malawili Kab. Sorong. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang di peroleh dari wawancara mendalam dan data sekunder melalui dokumen dan literatur yang Berdasarkan metode EOQ dengan jumlah obat yang optimal setiap kali pesan pada tahun periode oktober 2018 sampai oktober 2019 adalah sebesar 441 tablet, nilai SS optimal setiap kali pesan pada tahun periode oktober 2018 sampai oktober 2019 adalah sebesar 89. 682 tablet dan ROP yang di dapat pada periode oktober 2018 sampai oktober 2019 adalah sebesar tablet dan ROP yang di dapat sebesar 133. Puskesmas Malawili perlu menggunakan sitem informasi manajemen yang terintegrrasi ke setiap unit sehingga mempermudah pengawasan/ pengendalian obat-obatan yang perlu menerapkan metode pengendalian obat agar tidak terjadi stock out. KATA KUNCI : Pengendalian Persediaan, obat paten. Economic Order Quantity,dan Reorder Point. Pendahuluan Ercis. Satibi, dan Gunawan Pamudji Widodo . Analisis Pengendalian Obat Sitostatika. EOQ (Economic Order Quantit. dan ROP (Reorder Poin. Pengendalian obat sitostatika di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada tahun 2012 belum memenuhi efisiensi biaya yaitu frekuensi pengadaan tiap item obat sitostatika pada kenyataannya lebih rendah dibanding dengan Perhitungan Persediaan Obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Paru Jember. EOQ (Economic Order Quantit. dan ROP (Reorder Poin. Permasalahan yang terjadi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Paru Jember adalah belum dilakukannya pengendalian persediaan secara Data laporan rekapitulasi stok barang tahun 2015 menunjukkan terdapat obat expired date sebesar 92 . %) dari jumlah obat keseluruhan dan diketahui terdapat 65 . %) jenis obat stok mati. Selain itu total pengeluaran obat lebih besar dari anggaran obat dengan selisih sebesar Rp. 083,00 Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengendalian persediaan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Paru Jember dengan metode EOQ dan ROP. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis obat metode EOQ, akan tetapi analisis pengendalian obat sitostatika dengan metode EOQ dan ROP di RSUD Dr. Moewardi Surakarta dapat Rp. 245 atau 73% dari total cost kenyataan sebesar Rp 306. Adila Rokhmaniar Irlyna. Eri Witcahyo dan Christyana Sandra dengan kelas terapi obat saluran nafas memiliki nilai EOQ terbesar yaitu 25% . 577 oba. Demikian pula pada hasil perhitungan ROP menunjukkan bahwa jenis obat dengan kelas terapi obat saluran nafas memiliki nilai ROP terbanyak yaitu 44% . 325 oba. Perhitungan EOQ dan ROP berbanding lurus dengan permintaan, maka semakin besar permintaan maka nilai EOQ dan ROP juga akan semakin Gita Gilang Kencana . Analisis Perencanaan dan Pengendalian Persediaan Obat Antibiotik di RSUD Cicalengka Tahun 2014 . EOQ (Economic Order Quantit. dan ROP (Reorder Poin. Penelitian operasional ini menggunakan Metode ABC indeks kritis, safety stock. Economic Order Quantity (EOQ) dan Reorder Point (ROP). Dilakukan pula evaluasi persediaan dengan Inventory Turnover Ratio Metode Jurnal Teknik Industri Vol 6 . : 20 - 26 2020 (ITOR). Hasil analisis ABC Indeks Kritis menemukan tujuh obat antibiotik yang perlu mendapatkan prioritas. Peramalan kebutuhan obat antibiotik Kelompok A tahun 2015 menggunakan Metode Single Eksponential Smoothing. Safety stock untuk Cefadroxil Kaps Metode Penelitian 1 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Malawili yang berlokasi di jalan Nangka Kelurahan Malawili Aimas dan waktu penelitian yang diambil selama 2 bulan, di mulai dari tanggal 01 September Ae 29 Oktober 2019. 2 Tahapan Penelitian 1 Metode Penelitian Metode penelitian merupakan penjelasan mengenai urutan kegiatan dalam penelitian secara sistematis guna mempermudah dan memberi gambaran yang lebih jelas mengenai penyederhanaan dan pemecahan masalah. Identifikasi Masalah Berdasarkan penelitian yang dilakukan, masalah yang ditinjau adalah tentang AuPengendalian persedian obat pada Puskesmas Malawili yang disebabkan karena kekurangan obat bahkan kehabisan stock obat pada saat pelayanan kantor dibuka. Untuk itu dilakukan perhitungan menggunakan metode EOQ (Economic Order Quantit. dan metode ROP ( Reorder Point ) agar didapatkan hasil dari pemecahan masalah ini serta dilakukanya peramalan dan permintaan persedian. 4Metode Pengumpulan Data Hasil dan Pembahasan Sekilas Puskesmas Malawili Kab. Sorong Puskesmas Malawili Aimas pada awalnya adalah Pustu Malawili yang di dirikan pada tahun 1980an, pada saat datangnya transmigrasi dari jawa ke Kabupaten Sorong. Dan kemudian ada pemekaran Distrik, yaitu pemekaran Distrik Aimas dan Distrik maryat. Maka Puskesmas maryat di mekarkan yaitu Puskesmas Malawili, yang di tetapkan pada tanggal 28 april 2014. 500 mg . EOQ sebesar 1. dan ROP sebesar 977. Hasil perhitungan ITOR adalah 8,1 dan setelah analisis menjadi 19,6. Penelitian ini menyarankan RSUD Cicalengka pengendalian obat di Rumah sakit. Data yang dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan beberapa informan dicatatat dan dibuat trankip wawancara. Data yang dianggap kurang penting dan tidak berhubungan dengan penelitian. Kemudian hasil wawancara berdasarkan pertanyaan Perhitungan EOQ dilakukan berdasarkan rumus sebagai berikut : 2 DS Keterangan : Q : Jumlah Optimum Unit Perpesanan D : Jumlah Permintaan S : Biaya Pemesananan Untuk Setiap Pesanan H : Biaya Penyimpanan Perunit Pertahun Perhitungan ROP menggunakan rumus sebagai berikut : ROP = ( d x L ) Keterangan : ROP: Reorder Point d : Permitaan harian L : Lead time ( waktu tunggu ) 1 Uraian Pegawai. Hari dan Jam Kerja Pegawai Puskesmas Malawili Kabupaten Sorong. Uraian Pegawai Negeri Sipil dan Tenaga HonorerJumlah Pegawai dan Tenaga Honorer yang berada di Puskesmas Malawili Kabupaten Sorong Sebanyak . 2 Orang Dokter, 36 orang perawat masing 27 orang PNS (Pegawai Negeri Sipi. , 2 orang tenaga honorer, 7 orang magang. Bidan 25 orang masingmasing 21 orang PNS (Pegawai Negeri Sipi. dan 4 orang magang dan Jumlah pegawai farmasi 3 orang masing-masing 2 orang PNS Metode Jurnal Teknik Industri Vol 6 . : 20 - 26 2020 (Pegawai Negeri Sipi. dan 1 orang Tenaga Pemesanan Obat Honorer. Proses Cara Pemesanan Obat Puskesmas Malawili Kabupaten Pembuatan Laporan Pemakaian dan Sorong melakukan penerimaan obat 3 . Lembar Permintaan (LPLPO) dan dimasukan bulan sekali atau per triwulan dari gudang kegudang farmasi lalu mereka melihat untuk farmasi Kabupaten Sorong. Data yang dilakukan penyesuaian dengan banyaknya obat diperoleh dari puskesmas malawili tempat yang berada di gudang farmasi. dan untuk peneliti mengambil data tersebut tentang pengadaan obat pada puskesmas malawili tidak pemesanan obat pada tahun 2018-2019 dapat ditentukan oleh Dinas Kesehatan melainkan dilihat pada tabel 1 Hasil Penelitian Tabel 1 Pemesanan Obat tahun 2018-2019 Nama Obat Satuan Pesanan Bulan Tahun Amoxicillin 500mg Tablet Oktober Antalgin 500mg Tablet Oktober Dexamethasone 0,5mg Tablet Oktober Amoxicillin 500mg Tablet Januari Antalgin 500mg Tablet Januari Dexamethasone 0,5mg Tablet Januari Amoxicillin 500mg Tablet April Antalgin 500mg Tablet April Dexamethasone 0,5mg Tablet April Amoxicillin 500mg Tablet Juli Antalgin 500mg Tablet Juli Dexamethasone 0,5mg Tablet Juli Total Rata-rata Terlihat dari tabel diatas pada tahun 2018 dan 2019 jumlah pemesanan Obat sebesar 77500 tablet dengan rata pemesanan nya adalah 19175 tablet/ triwulan lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 4. 1 dibawa ini Grafik Pemesanan Obat/ tri wulan Amoxiciliin Apr-19 Sumber: Penelitian dan pengolahan data excel Gambar 1 Pemesanan Obat/ Tri Wulan di Puskesmas Malawili Metode Jurnal Teknik Industri Vol 6 . : 20 - 26 2020 Pada bulan juli 2019 terjadi peningkatan pemesanan 3 jenis obat yaitu obat Amoxicillin 10100 tablet. Antagin 9400 tablet dan Dexamethasone 7000 tablet. Hal ini karena kontak dan kerja sama yang baik antara pihak Analisis Data Analisis ini mencakup perhitungan kebutuhan obat pertriwulan di puskesmas malawili dengan menngunakan pendekatatan dengan metodeAy perencanaan yaitu sebagai 1 Metode Economic Order Quantity ( EOQ ) Dalam pemesanana obat di puskesmas Malawili tidak ada perhitungan khusus Jumlah pemesanan tergantung pemakaian bulan-bulan sebelumnya, obat yang sering digunakan akan di pesan lebih banyak dari obat yang jarang di Jumlah pesanan dilihat dari pemakaian bulan-bulan sebelumnya berdasarkan hal tersebut kita bisa menentukan jumlah pesanan untuk bulan berikutnya, biasanya untuk bulan sebelumnya tidak beda jauh jumlahnya. Untuk mengetahui jumlah pesanan optimum dalam setiap kali melakukan pemesanan obat di puskesmas Malawili dapat di terapkan metode Economic Order Quantity. Rumus untuk menentukan jumlah pemesanan optimum adalah : Q = Oo 2DS/ H Keterangan: : Jumlah Optimum Unit Perpesanan : Jumlah Permintaan Per Triwulan : Biaya Pemesanan Masing- masing Obat Tiap Kali Pemesanan : Biaya Penyimpanan Masing-masing Obat Per Triwulan Penentuan Persediaan Pengaman (Safety Stoc. Persediaan pengaman (Safety Stoc. berguna untuk melindungi puskesmas malawili dari resiko kehabisan obat (Stock Ou. dan keterlambatan penerimaan obat yang dipesan. Safety Stock diperlukan untuk mengurangi kerugian yang ditimbulkan karena terjadinya Stock Out, tetapi pada tingkat persediaan dapat Puskesmas Malawili dan pihak Gudang Farmasi Kabupaten Sorong pada triwulan sebelumnya memberikan efek positif terhadap pemesanan Sehingga kendala kekurangan stok obat dapat di atasi. Untuk menentukan EOQ, diperlukan jumlah pada suatu per triwulan, biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Setelah di ketahui jumlah pemakaian obat, biaya pemesanan dan biaya penyimpanan. Berikut ini perhitungan permintaan obat pertriwulan : Perhitungan pengunaan Obat per triwulan pada puskesmas Malawili adala seperti berikut : Perhitungan Obat Jenis Amoxilin 500mg per Triwulan Triwulan Oktober 2018 Jumlah Permintaan Obat Triwulan Oktober 2018: 5. 000 tablet / triwulan Biaya Pemesanan : Rp. 333/ triwulan Biaya penyimpanan : Rp. 000/ triwulan Maka EOQ adalah Oo2yaycI yaycCycE = yaycCycE = Oo 2 x 5. 000 x 333. yaycCycE = Oo yaycCycE = Oo11. 111,10 yaycCycE = 105,41 EOQ = 105 Tablet Jadi EOQ triwulan oktober 2018 penggunaan obat jenis Amoxicillin adalah sebesar 105 ditekan seminimal mungkin, oleh karena itu perhitungan untuk menentukan safety stock yang paling optimal untuk menentukan besarnya pengaman digunakan analisis statistic. Untuk menentukan safety stock, perlu mempertimbangkan target pencaipaian kerja ( service level ) menurut assauri . , jika safety stock dengan service level 98% (Z=2,. Metode Jurnal Teknik Industri Vol 6 . : 20 - 26 2020 dan standar lead time dapat diketahui konstan, maka perhitungannya adalah sebagai berikut : Rumus : SS = Z x d x L Keterangan : : Safety stock : Service Level : Rata-Rata Pemakaiaan : Lead Time Menurut informan lead time/ waktu tunggu obat paling lama adalah 2 . hari, berikut ini adalah perhitungan safety stock periode oktober 2018 s/d Juli Perhitungan Safety Stock Obat Jenis Amoxilin 500mg per Triwulan Triwulan Oktober 2018 Perihitungan Rata-rata Pemakaian Obat Untuk Triwulan Oktober 2018 adalah sebagai Pemakaian Obat Triwulan Oktober 2018= 6. Jumlah bulan dalam 1 triwulan Penentuan Pesanan Kembali (Reorder Poin. Saat kembali atau Reorder Point (ROP) adalah saat dimana perusahaan harus melakukan obat kembali, sehingga penerimaan obat yang dipesan datang tepat waktu. Karena dalam pemesanan obat tidak dapat langsung diterima hari itu juga. Besarnya sisa obat yang masih tersisa hingga perusahaan harus melakukan kembali adalah sebesar ROP yang telah dihitung. Yang dimaksud dengan lead time dalam penelitian ini adalah tenggang waktu yang diperlukan antara saat spare parts dilakukan dengan datangnya obat yang dipesan. Dengan demikian dapat dihitung ROP-nya dengan rumus Rumus: ROP = . x L ) SS Keterangan: Jumlah Pemakaian Rata-rata . = 3 bulan = 6. 150/ 3 = 550 tablet Jadi rata-rata pemakaian obat untuk triwulan oktober 2018 adalah sebanyak 550 tablet Jumlah pemakaian rata-rata . = 550 tablet = 2,05 Safety Stock (SS)= Z x d x L = 2,05 x 550 x 2 = 2255 = 2. 255 tablet Maka Jumlah safety stock untuk triwulan oktober 2018 adalah sebanyak 2255 Jadi setelah menentukan savety stock, maka akan melakukan peritungan Reorder Point (ROP). Lead Time (L) Safety Stock (SS) Perhitungan Reorder Point (ROP) Obat Jenis Amoxilin 500mg per Triwulan Triwulan Oktober 2018 ROP = . x L) SS ROP = . ROP = 1. ROP = 3. 355 tablet Pada triwulan oktober 2018 puskesmas harus melakukan kembali pada saat persediaan obat sebesar 3. Metode Jurnal Teknik Industri Vol 6 . : 20 - 26 2020 Tabel. 2 :Besarnya EOQ. Safety Stock, dan Reorder Point, obat periode Oktober 2018- Juli 2019. Jenis Obat Amoxicillin EOQ Safety Stock ROP Triwulan (Table. (Table. (Table. Oktober 2018 Januuari 2019 April 2019 Juli 2019 Sumber : Pengelolaan Data Tabel. 3 :Besarnya EOQ. Safety Stock, dan Reorder Point, obat periode Oktober 2018- Juli 2019. Jenis Obat Antalgin EOQ Safety Stock ROP Triwulan (Table. (Table. (Table. Oktober 2018 Januuari 2019 April 2019 Juli 2019 Sumber : Pengelolaan Data Tabel. 4 :Besarnya EOQ. Safety Stock, dan Reorder Point, obat periode Oktober 2018- Juli 2019. Jenis Obat Dexamethasone EOQ Safety Stock ROP Triwulan (Table. (Table. (Table. Oktober 2018 Januuari 2019 April 2019 Juli 2019 Kendala yang di rasakan oleh puskesmas Malawili Kabupaten Sorong yang menentukan kapan waktu pemesanan kembali dilakukan adalah tidak adanya peritungan safety stock, keterlambatan dalam mengirim obat. Hasil wawan cara dengan staf puskesmas Malawili Kab. Sorong. Jadi dalam menentukan pemesanan kembali di puskesmas Malawili Kab. Sorong tidak menggunakan perhitungan khusus obat akan di pesan jika stock obat di ruang penyimpanan atau permintaan obat naik. Sehingga sering terjadinya kekosongan obat tersebut ketika di butuhkan. Obat harus tersedia setiap saat di butuhkan agar pelayanan terhadap pasien tetap berjalan dengan Oleh sebab itu sebelum persediaan habis maka persediaan obat harus harus di lakukan. Untuk mencari waktu yang tepat dapat di lakukan dengan perhitungan Reorder Point (ROP). Waktu pemesanan kembali ditetapkan agar persediaan dapat menutupi kebutuhan persediaan selama masa tenggang/ menunggu pesanan tiba. Metode Jurnal Teknik Industri Vol 6 . : 20 - 26 2020 Simpulan Kesimpulan Dari hasil penelitian, maka kesimpulan yang peneliti dapatkan adalah : Berdasarkan metode EOQ dengan jumlah obat yang optimal setiap kali pesan pada tahun periode oktober 2018 sampai oktober 2019 adalah sebesar 441 tablet, nilai SS optimal setiap kali pesan pada tahun periode oktober 2018 sampai oktober 2019 adalah sebesar 682 tablet dan ROP yang di dapat pada periode oktober 2018 sampai oktober 2019 adalah sebesar tablet dan ROP yang di dapat Saran