KESKOM. : 106-109 JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS ( J O U R N A L O F C O M M U N I T Y H E A LT H ) http://jurnal. Karakteristik Merokok Dan Tekanan Darah Pada Pria Usia 30-65 Tahun: Cross Sectional Study Characteristics Of Smoking And Blood Pressure In Men 30-65 Years Old: A Cross-Sectional Study Heriviyatno Julika Siagian1. La Ode Alifariki2. Tukatman3 Departemen Keperawatan. Universitas Sembilan belas November. Kolaka. Indonesia Departemen Epidemiologi. Fakultas Kedokteran. Universitas Halu Oleo. Kendari. Indonesia ABSTRACT ABSTRAK The smoking habit is s ll a health behavior problem that aAects various organs in the body, especially the cardiovascular system. The chemical content in one cigare e has an eAect on heart health and changes blood pressure. This study aims to determine the rela onship between smoking characteris cs in men aged 30-65 years in Kolaka Regency. This research was conducted in several Kelurahan in Kolaka Regency using a cross sec onal study design involving 112 respondents who were selected by purposive sampling with certain criteria. The collected data were then processed and analyzed using the chi square test at the alpha signiAcance limit of 0. The results showed that all the variabels that were part of the smoking characteris cs were related to the respondent's blood pressure. The variabel number of cigare es, dura on of smoking, types of smoking and method of smoking cigare es has a p value of 0. It is concluded that smoking can increase blood pressure in men aged 30-65 years. Kebiasaan merokok masih menjadi salah satu masalah perilaku kesehatan yang berdampak pada berbagai organ dalam tubuh, terutama sistem kardiovaskuler. Kandungan zat kimia dalam satu batang rokok berefek pada kesehatan jantung dan merubah tekanan darah. Peneli an ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteris k merokok pada pria usia 30-65 tahun di Kabupaten Kolaka. Peneli an ini dilaksanakan di 12 Kelurahan di Kabupaten Kolaka menggunakan desain cross sec onal study yang melibatkan 112 responden yang dipilih secara purposive sampling dengan kriteria tertentu. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji chi square pada batas kemaknaan alfa 0,05. Hasil peneli an menunjukkan bahwa semua variabel yang tergabung dalam karakteris k merokok berhubungan dengan tekanan darah responden. Variabel jumlah batang rokok, lama merokok, jenis merokok dan cara isap rokok memiliki p value sebesar 0,000. Disimpulkan bahwa kebiasaan merokok dapat meningkatkan tekanan darah pada pria usia 3065 tahun. Keywords : Hypertension. Characteris cs of Smoking. Men. Kata Kunci :Hipertensi. Karakteris k Merokok. Pria . Correspondence : La Ode Alifariki Email : ners_riki@yahoo. id, 085145272116 A Received 10 Maret 2021 A Accepted 20 Maret 2021 A p - ISSN : 2088-7612 A e - ISSN : 2548-8538 A DOI: h ps://doi. org/10. 25311/keskom. Vol7. Iss1. Copyright @2017. This is an open-access ar cle distributed under the terms of the Crea ve Commons A ribu on-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 Interna onal License . p://crea vecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. which permits unrestricted non-commercial used, distribu on and reproduc on in any medium Keskom. Vol. No. 107 April 2021 PENDAHULUAN Hipertensi atau tekanan darah nggi adalah peningkatan tekanan darah yang melebihi batas normal yaitu sistolik/diastolik >140/90 mmHg pada dua kali pengukuran dengan selang waktu lima menit (Alifariki, 2. ,(Alifariki, 2. Hipertensi bukan penyakit tunggal tetapi gejala (Rohkuswara and Syarif, 2. ,(Yosriani. Donowa and Widaya , 2. dengan beberapa penyebab dan dikenal dua jenis hipertensi, yaitu Hipertensi primer . adalah hipertensi yang dalam kebanyakkan kasus, penyebabnya masih belum diketahui dan Hipertensi sekunder adalah hipertensi yang penyebabnya diketahui (Susilawa and Ariwibowo, 2. ,(Hasanah, 2. WHO telah memperkirakan pada tahun 2025 nan , 1,5 milyar orang di dunia akan menderita hipertensi ap tahunnya (Setyanda. Sulastri and Lestari, 2015. Data dari survei nasional 2018 menunjukkan prevalensi perokok saat ini sebesar 28,8%, sedangkan proporsi perokok se ap hari pada laki-laki adalah 62,9% lebih banyak dibandingkan perokok perempuan yaitu 4,8% pada usia A 15 tahun dan perokok pada usia 10-14 tahun sebesar 9,1% (Kementerian Kesehatan, 2. Pada tahun 2019 di Kabupaten Kolaka terdapat 41. penduduk yang berumur 15 tahun ke atas yang diperkirakan menderita hipertensi. Dari jumlah tersebut, 11. 368 orang diantaranya atau sekitar 27,6% telah mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai standar. Capaian ini lebih baik dari tahun sebelumnya sekitar 12,5% (Dinkes Kabupaten Kolaka, 2. Merokok, akibat zat-zat kimia yang terkandung dalam tembakau, dapat terjadi kerusakan pembuluh darah (Rahmah. Tiap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia, dan hampir 200 diantaranya beracun dan 43 jenis yang dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Merokok dapat menurunkan ak vitas dimethylarginine dimethylaminohydrolase (DDAH) sehingga asymmetric dimethylarginine (ADMA) meningkat. Terjadinya peningkatan kadar ADMA menyebabkan fungsi Nitric Oxide Synthase (NOS) terhambat dan arginine dak dapat diubah menjadi NO (Susilawa and Ariwibowo, 2. , akibatnya pembuluh darah mudah menyempit dan berpeluang menyebabkan meningkatnya tekanan darah (Astu k. Adriani and Wirjatmadi, 2. Merokok meningkatkan tekanan darah melalui vasokonstriksi dan mempercepat jantung (Lee, 1. , (Seltzer, 1. Kenaikan tekanan darah dipengaruhi seberapa besar kandungan niko n pada tembakau (Roth el al, 1. Peneli an tentang kebiasaan merokok ini sangat pen ng untuk dilakukan, mengingat kompleksitas dampak terhadap kerusakan berbagai organ dalam tubuh terutama pada sistem kardiovaskuler. Mencerma belum adanya data base tentang kebiasaan merokok di Kabupaten Kolaka dan riset serupa, maka peneli tertarik untuk melihat hubungan antara karakteris k merokok dengan tekanan darah h p://jurnal. yang melipu lama kebiasaan merokok, lama merokok dan jumlah rokok yang dihisap, jenis rokok. METODE Menggunakan desain cross sec onal dalam menetapkan pendekatan peneli an, dimana sampel peneli an adalah semua masyarakat yang berusia di atas 30 tahun yang ditentukan secara purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 112 responden yang diambil dari 12 Kelurahan yang ada di Kabupaten Kolaka yakni Watuliandu. Sea. Lalombaa. Unaasi. Sabilambo. Wundulako. Hakatutobu. Balandete. Tosiba. Kolaka. Wolo, dan Lapao-Pao. Peneli an dilaksanakan selama 1 bulan. Pemilihan sampel peneli an diseleksi dengan memperha kan kriteria sampel yang telah ditentukan oleh peneli yakni kriteria inklusi seper memiliki kebiasaan merokok, usia 30-65 tahun, dapat berbahasa Indonesia, dan bersedia menjadi responden peneli an. Kriteria Eksklusi : . Responden dak hadir saat pengambilan data. Responden menderita hipertensi yang disebabkan oleh penyakit lain . ipertensi sekunde. seper pada DM, hiper roid, penyakit ginjal, dan lain sebagainya. Data peneli an dikumpulkan secara langsung yang dilakukan oleh enumerator yakni 8 mahasiswa ak f di Universitas Sembilanbelas November Kolaka. Indonesia. Karakteris k merokok diukur menggunakan kuesioner yang terdiri atas lama merokok, jenis rokok, karakter isapan rokok dan jumlah batang rokok, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan tensi meter. cut oA tekanan darah adalah normal dan meningkat. Dikatakan tekanan darah normal jika 139/89 mmHg, sedangkan dikatakan meningkat jika tekanan darah Ou 140/90 mmHg. Variabel lama merokok diukur menggunakan cut oA A 10 tahun. Variabel jumlah batang rokok diukur berdasarkan kriteria Sitepoe yakni 1-10 batang per hari, 11-24 batang per hari dan > 24 batang per hari. Variabel cara isap dibagi 2 yakni dangkal dan dalam, dimana cara isap dangkal adalah mengisap asap rokok hanya sampai dimulut saja kemudian dikeluarkan melalui mulut sedangkan cara isap dalam yakni mengisap asap rokok sampai saluran dapas atas kemudian dikeluarkan melalui hidung. Data yang telah dikumpulkan kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji chi square pada batas kemaknaan nilai alfa 0,05. Ijin peneli an ini telah dikeluarkan oleh Komisi E k Peneli an Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo Nomor : 051/UN29. 3/ETIK/2020. La Ode Alifariki, et al Characteris cs of Smoking and Blood Pressure in Men Aged 30-65 Years Karakteris k Merokok Dan Tekanan Darah Pada Pria Usia 30-65 Tahun HASIL Table 1. Distribusi Karakteris k Responden Peneli an . Pada table 1 di atas, menunjukkan bahwa usia reponden rata-rata 43,9 tahun dengan usia terbanyak > 40 tahun sebanyak 58% dan berhubungan secara bermakna dengan tekanan darah yakni p value = 0,000, variabel pendidikan responden terbanyak adalah kategori rendah atau ngkat SMA ke bawah dan secara sta s c dak berhubungan dengan tekanan darah yakni p value = 0,438, variabel pendidikan non formal lebih banyak 87,5% dan dak berhubungan dengan tekanan darah dengan p value = 0,830, dan variabel status obesitas terbanyak normal yakni 51,8% dan berhubungan dengan tekanan darah . value = 0,. Tabel 2. Hubungan Karakteris k Merokok dengan Tekanan Darah Responden Peneli an Pada table 2 di atas, menunjukkan bahwa variabel karakteris k jumlah rokok yang diisap se ap hari lebih banyak kategori ringan sebanyak 42% dan berhubungan dengan tekanan darah . value = 0,. , variabel lama merokok diukur dengan cut oA A 5 tahun lebih banyak perokok lama sebanyak 50,9% dan berhubungan dengan tekanan darah . value = 0,. , variabel jenis rokok lebih banyak responden yang memilih rokok berAlter sebanyak 54,5% dan berhubungan dengan tekanan darah . value = 0,. , dan untuk variabel cara isap rokok yang paling banyak adalah merokok dalam sebanyak 55,4% dan berhubungan dengan tekanan darah . value = 0,. PEMBAHASAN Jumlah rokok Pada peneli an ini ditemukan adanya hubungan antara jumlah rokok yang diisap per hari berhubungan dengan tekanan darah yang rela ve meningkat. Sejalan dengan peneli an sebelumnya yang menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna jumlah rokok yang dihisap dengan tekanan darah meningkat karyawan laki-laki di Wilayah Kerja Nasmoco Kota Semarang . =0,. (Tisa, 2. Risiko terkena meningkatnya tekanan darah akibat merokok dapat diketahui melalui perilaku merokok seseorang, yakni jumlah rata-rata batang rokok yang dihisap sehari, jenis rokok yang dihisap, cara menghisap rokok, dan lama merokok dalam 10 tahun lebih (Suradi, 2. Perokok di Kabupaten Kolaka, lebih banyak pada perokok ringan karena mengkonsumsi rokok dalam jumlah sedikit per hari yakni antara 1-10 batang, akan tetapi dari kebiasaan tersebut banyak responden yang kemudian memiliki tekanan darah yang nggi dan dominan adalah tekanan darah diastolik. Lama merokok Peneli an ini menemukan adanya hubungan signiAkan antara lama merokok dengan kenaikan tekanan darah, dimana dominan adalah perokok lama meskipun dak jauh berbeda dengan jumlah perokok baru. Didukung peneli an sebelumnya yang menemukan ada hubungan yang bermakna lamanya menghisap rokok dengan tekanan darah meningkat karyawan laki-laki di Wilayah Kerja Nasmoco Kota Semarang . =0,. (Tisa, 2. Lama merokok adalah lama waktu responden memiliki kebiasaan merokok, yang dihitung sejak responden merokok untuk pertama kalinya sampai pada saat pengukuran. Lamanya seseorang merokok akan berdampak pada keterpaparan zat-zat kimia berbahaya yang terdapat pada rokok. Salah satunya adalah tar, niko n, dan karbon monoksida akan meningkatkan tekanan sistolik 10Ae25 mmHg dan menambah detak jantung 5Ae20 kali per menit (Maria Sirait, 2. Jenis rokok Pada peneli an ini ditemukan adanya hubungan yang sangat signiAkan antara jenis rokok yang diisap yang diaktualisasikan dalam bentuk Alter dan non Alter, dimana non Alter termaksud didalamnya rokok jenis vape elektrik dan pada kenyataannya bahwa ada banyak responden yang mengkonsumsi rokok jenis ini di Kabupaten Kolaka. Sejalan dengan peneli an sebelumnya yang menyatakan bahwa adanya hubungan bermakna antara jenis rokok dengan kejadian hipertensi . =0,. (Setyanda. Sulastri and Lestari. Hal ini sejalan dengan peneli an Sidabutar dan Simbolon . yang menyatakan bahwa kandungan niko n dalam rokok non Alter lebih besar dari rokok Alter, sehingga risiko yang di mbulkannya akan lebih besar (Sidabutar and Simbolon, 2. Jenis rokok Alter dapat mengurangi masuknya niko n ke dalam tubuh (Setyanda. Sulastri and Lestari, 2015. Filter tersebut berfungsi sebagai penyaring asap rokok yang akan dihisap, sehingga nan nya dak terlalu banyak bahan kimia yang akan masuk sampai ke paru-paru (Umbas, 2. j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. 109 April Cara isap Hasil peneli an ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara cara mengisap rokok dengan tekanan darah, dimana dominan ditemukan bahwa responden yang memiliki cara mengisap rokok dalam, cenderung memiliki tekanan darah Sejalan dengan temuan sebelumnya bhwa ada hubungan yang sangat bermakna cara menghisap rokok dengan tekanan darah meningkat karyawan laki-laki di Wilayah Kerja Nasmoco Kota Semarang . =0,. (Tisa, 2. Jadi seseorang yang menghisap rokok dengan cara dalam lebih terkena risiko hipertensi daripada yang menghisap rokok dengan cara dangkal. Risiko hipertensi didapatkan seseorang yang menghisap rokok dengan cara dalam mencapai 4 kali lipat dibandingkan dengan yang menghisap dengan cara dangkal (Lestari and Saraswa , 2. Menghisap rokok dengan cara dalam mempunyai risiko lebih besar terhadap meningkatnya tekanan darah karena rokok yang banyak mengandung par kel atau gas beracun itu ditelan sampai masuk kerongkongan melewa pembuluh darah perifer dan pembuluh di ginjal dan menyebabkan terjadinya vasokonstriksi pembuluh darah perifer dan pembuluh di ginjal sehingga terjadi peningkatan tekanan darah (Tawbariah et al. , 2. Hal ini dapat disebabkan karena gas CO yang dihasilkan oleh asap rokok dapat menyebabkan pembuluh darah AukrampAy sehingga tekanan darah naik, dinding pembuluh darah menjadi robek (HaAd, 2. KESIMPULAN Hasil peneli an dapat disimpulkan bahwa peneli an ini semakin menguatkan temuan sebelumnya bahwa meskipun berbeda daerah dan karakter responden, variabel karakter merokok tetap ditemukan berhubungan dengan tekanan darah yakni cenderung meningkat. Disarankan agar masyarakat sedapat mungkin menghindari kebiasaan merokok atau asap rokok, baik sebagai perokok ak f maupun pasif. DAFTAR PUSTAKA