Essor Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 ISSN: 3110-410X (Electroni. Open Access: https://gumpublisher. id/index. php/essor/index Pelatihan Penggunaan Media Kartu Kata dalam Meningkatkan Penguasaan Kosa Kata Teks Iklan bagi Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Sikur melalui Kegiatan KKN dan Asistensi Mengajar Intan Febriantari Putri Kedang1. Siska Ayu Ningsih2. Lailah Hafizah Maulida3. Eva Nurmayani4 1-3Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Universitas Hamzanwadi. Lombok Timur. Indonesia 4Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Hamzanwadi. Lombok Timur. Indonesia Email:intanfebriantari121@gmail. Info Artikel : Diterima : 20-11-2025 Disetujui : 30-11-2025 Dipublikasikan : 03-12-2025 ABSTRAK . PT) Artikel ini menyajikan hasil pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Asistensi Mengajar (AM) di Desa Sikur yang bertujuan untuk menelaah efektivitas penggunaan kartu kata . ord cards / flashcard. dalam meningkatkan penguasaan kosa kata yang berhubungan dengan teks iklan . pada siswa kelas IX di SMPN 1 Sikur. Keterbatasan kosa kata siswa sering menjadi penghalang memahami struktur, fungsi, dan makna teks iklan. Kegitan ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebanyak dua siklus: perencanaan, tindakan, observasi, dan Data dikumpulkan melalui tes kosa kata, lembar observasi, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan: rata-rata skor tes dari 58,20 . re-tes. naik menjadi 76,40 di Siklus I dan 87,10 di Siklus II. Hasil pelatihan penggunaan kartu kata mempermudah siswa dalam menghafal, mengelompokkan, dan mengontekstualisasikan kosakata. Kata Kunci: kartu kata, penguasaan kosa kata, teks iklan, pembelajaran bahasa Inggris. SMP ABSTRACT This article presents the results of a Community Service Program (KKN) and Teaching Assistance (AM) carried out in Sikur Village, which aimed to examine the effectiveness of using word cards . in improving vocabulary mastery related to advertisement texts among ninth-grade students at SMPN 1 Sikur. StudentsAo limited vocabulary often becomes an obstacle in understanding the structure, function, and meaning of advertisement texts. This activity employed a Classroom Action Research (CAR) design consisting of two cycles: planning, action, observation, and Data were collected through vocabulary tests, observation sheets, and documentation. The results show a significant improvement: the average test score increased from 58. re-tes. 40 in Cycle I and 87. 10 in Cycle II. The training on the use of word cards helped students memorize, categorize, and contextualize vocabulary more easily. Keywords : word cards, vocabulary mastery, advertisement text. English learning, junior high A2022 Penulis. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi Creative Commons Attribution Non Commercial 4. 0 International License. ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. PENDAHULUAN Kosa kata merupakan komponen fundamental dalam pembelajaran bahasa Inggris. tanpa penguasaan kosa kata yang memadai, siswa menghadapi kesulitan dalam memahami maupun memproduksi teks, termasuk teks iklan . Banyak penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media kartu seperti flashcards secara signifikan meningkatkan penguasaan kosa kata siswa di tingkat sekolah dasar maupun menengah (Romrome, 2025. Nurarisda, 2023. Khoerunnisa et al. , 2. Secara khusus, pembelajaran kosa kata melalui flashcards memberikan stimulasi visual dan kognitif, memudahkan siswa dalam menghafal, mengingat, dan mengasosiasikan makna kata (Wati & Oka, 2021. Pangesti, 2. Prinsip multisensori dan repetisi dalam flashcards memfasilitasi retensi jangka panjang dan membantu siswa dalam mengenali serta menggunakan kosa kata dalam konteks yang relevan (Baslini & Zaitun, t. Siti Nabela, 2. Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 Berdasarkan latar belakang tersebut, artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan kartu kata dalam meningkatkan penguasaan kosa kata pada teks iklan di kelas IX SMPN 1 Sikur. METODE Pelatihan ini menggunakan partisipatif guru dan siswa melalui desain yang dilaksanakan dalam dua siklus . erencanaan Ie tindakan Ie observasi Ie refleks. , sesuai dengan praktik yang umum digunakan dalam studi flashcard untuk meningkatkan kosa kata. Pendekatan serupa dengan yang dilakukan oleh Pangesti . dalam konteks SMP. Subjek kegiatan ini adalah 32 siswa kelas IX SMPN 1 Sikur. Instrumen meliputi: A Tes kosa kata . re-test dan post-tes. terkait kata tematik dalam teks iklan. A Lembar observasi aktivitas siswa selama penggunaan kartu kata. A Dokumentasi proses pembelajaran. Tindakan pembelajaran mencakup: pengenalan kosa kata dengan kartu kata, pengelompokan kata menurut kategori produk/layanan, permainan mencocokkan kata-arti, serta produksi teks iklan sederhana menggunakan kosa kata yang telah dipelajari. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan kegiatan asistensi mengajar pada tiga kelas (IX-D. IX-G, dan IX-I), setiap siswa mengidentifikasi 2Ae3 kosakata yang dianggap sulit dari teks They Are on Sale. Kosakata tersebut kemudian dituliskan pada kartu kata, dicari artinya, dan didiskusikan dalam kelompok. Rekapitulasi jumlah kosakata sulit pada setiap kelas adalah sebagai berikut: A Kelas IX-D : 17 kosakata A Kelas IX-G : 18 kosakata A Kelas IX-I : 15 kosakata Table 1. Temuan Kata Sulit Kelas IX-D Kata Sulit Raise Participeted Orphanages Held Compartement Snekers Funds Selling Contrast Distinctive Pockets Embossed Condition Preloved Donate Canvas Sholeses Arti Menaikkan / mengumpulkan Partisipasi Panti Asuhan Diadakan Ruang Sepatu kets Dana Penjualan Berlawanan Berbeda Kantung/saku Timbul Keadaan Barang bekas Menyumbangkan Kanvas Tali sepatu Jumlah Siswa Tabel 2. Temuan kosakata sulit IX-G Kata Sulit Preloved Sneakers Raise Arti Barang bekas Sepatu kets Meningkatkan/ mengumpulkan Jumlah Siswa Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 Selling Pair Orphanage Hope Contrast Embossed Compartment Participated Funds However Distinctive Donate Clothing Bazaar Menjual Pasang Panti asuhan Berharap Sebaliknya/berlawanan Timbul Ruang/bagian Ikut serta/partisipasi Saku Dana Bagaimanapun Khusus Donasi Pasar Tabel 3. Temuan kata sulit IX-I Kata Sulit Sneakers Pockets Participated Orphanage Embossed Distinctive Funds Selling Different However Compartment Limited Condition Excited Backpacks Arti Sepatu kets Saku Ikut serta Panti asuhan Timbul Khusus Simpanan Menjual Perbedaan Bagaimanapun Ruang Terbatas Keadaan Semangat Ransel Jumlah Siswa Gambar 1. Grafik Jumlah Kosakata Sulit per Kelas A A Temuan ketiga kelas menunjukkan pola bahwa: Kelas IX-G memiliki jumlah kosakata sulit terbanyak . Kelas IX-I memiliki jumlah kosakata sulit paling sedikit . Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 Beberapa preloved, orphanage, sneakers, raise, compartment, embossed. Kata yang paling sering muncul adalah AuorphanageAy, ditemukan oleh 15 siswa. Kosakata tersebut termasuk kategori low frequency vocabulary dan context-specific vocabulary, sehingga wajar jika siswa menganggapnya sulit. Hal ini sesuai temuan bahwa siswa SMP sering mengalami hambatan memahami kosakata berfrekuensi rendah (Khoerunnisa et al. , 2024. Nurjanah & Nugroho, 2. Analisis ketiga kelas menunjukkan bahwa kosakata sulit dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori Kosakata Terkait Produk (Product-Related Vocabular. Contoh: preloved, sneakers, pockets, clothing, backpacks. Kosakata ini berkaitan dengan barang yang dijual dalam teks iklan. Istilah preloved misalnya, merupakan istilah yang lazim dalam dunia belanja online, namun kurang diajarkan dalam buku teks SMP sehingga sulit dipahami siswa. Penelitian menunjukkan bahwa kosakata dalam real-life advertisement kerap menjadi tantangan bagi siswa SMP karena banyak istilah tidak tercantum dalam buku teks (Romrome, 2. Kosakata Terkait Aksi Sosial (Social-Action Vocabular. Contoh: orphanage, raise, donate, funds. Kosakata ini terkait konteks kegiatan amal dalam iklan. Sebagai contoh, raise sering dipahami siswa sebagai AumengangkatAy, padahal dalam konteks iklan berarti Aumenggalang danaAy. Ketidaksesuaian makna literal dan kontekstual ini dikenal sebagai overgeneralization (Wati & Oka, 2. Dengan demikian, kesulitan siswa tidak hanya pada pemaknaan kata, tetapi juga ketidakmampuan mengaitkan kata dengan konteksnya. Penggunaan kartu kata terbukti memberikan dampak positif bagi siswa. Efektivitas media ini terlihat dari beberapa aspek berikut: Mengidentifikasi kosakata secara mandiri Siswa membaca teks dan menandai kata sulit sendiri, sesuai prinsip discovery learning (Khoerunnisa et al. , 2. Meningkatkan pemahaman melalui pencarian kamus Pencarian makna aktif meningkatkan retensi memori dan penguasaan kosakata jangka panjang (Nurarisda et al. , 2. Diskusi dan klarifikasi makna dalam kelompok Diskusi kelompok membantu menurunkan kesalahan pemahaman, sejalan dengan prinsip cooperative Penggunaan kosakata dalam konteks baru Setelah memahami arti, siswa menggunakan kata tersebut untuk menjelaskan isi iklan. Repetisi kontekstual ini memperkuat memori jangka panjang (Laila, 2. Temuan ini mendukung hasil penelitian lain yang menyatakan bahwa flashcard/word card membantu asosiasi visual, pengorganisasian kosakata, dan efektivitas retensi (Siti Nabela, 2023. Pangesti, 2. Analisis Perbandingan antar Kelas A Kelas IX-G menunjukkan jumlah kosakata sulit tertinggi. Faktor yang mungkin menjadi o Heterogenitas kemampuan membaca lebih tinggi. o Siswa kurang terbiasa dengan kosakata menengah. o Motivasi awal lebih rendah. A Kelas IX-I menunjukkan jumlah kosakata sulit terendah, kemungkinan karena: o Lebih familiar dengan istilah iklan. o Diskusi kelompok lebih aktif. o Partisipasi siswa lebih merata. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas kartu kata dipengaruhi oleh dinamika kelas, bukan hanya Hasil penelitian ini sejalan dengan literatur akademik yang menyatakan bahwa: A Flashcards meningkatkan penguasaan kosakata siswa SMP secara signifikan (Nurarisda et al. A Media kartu memperkuat asosiasi antara kata dan makna melalui stimulus visual (Khoerunnisa et al. , 2. Essor: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 3 Desember 2025 Student-centered learning membuat siswa lebih mandiri dalam menemukan kosakata (Romrome, 2. A Repetisi terstruktur memperkuat retensi kosakata (Laila, 2. Dengan demikian, hasil lapangan di SMPN 1 Sikur kuat secara empiris dan teoritis. KESIMPULAN Penggunaan kartu kata . terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan kosa kata siswa kelas IX pada pembelajaran teks iklan di SMPN 1 Sikur. Peningkatan skor dari pre-test ke Siklus I dan II menunjukkan bahwa media ini memberikan kontribusi nyata terhadap kemampuan siswa dalam memahami dan menggunakan kosa kata dalam konteks teks iklan. Flashcards menawarkan metode pembelajaran multisensori, repetitif, serta interaktif yang memudahkan retensi jangka panjang dan motivasi siswa. UCAPAN TERIMAKSIH Terimakasih disampaikan kepada Kepala Sekolah dan Bapak serta Ibu Guru di SMPN 1 Sikur atas kerjasamanya sehingga program asistensi mengajar berjalan dengan baik. SARAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, beberapa saran yang dapat diberikan adalah: Guru disarankan menggunakan kartu kata secara berkelanjutan untuk memperkuat kosakata siswa, terutama dalam teks iklan, prosedur, dan deskriptif. Media kartu dapat dimodifikasi menjadi kartu bergambar untuk meningkatkan daya tarik bagi Pembelajaran berbasis kelompok perlu ditingkatkan karena diskusi terbukti membantu memahami makna kosakata secara lebih akurat. Kegiatan pencarian kosakata kontekstual perlu diperbanyak, terutama kata-kata yang memiliki makna ganda . Penelitian lanjutan dapat menambahkan uji perbandingan antara media kartu fisik dan kartu digital untuk melihat efektivitas keduanya. DAFTAR PUSTAKA