TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Sistem Pengendalian Internal Pengeluaran Kas pada PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk. Witel SULBANGSEL Rizky Dwiyanti1. St. Ramlah2 1,2. STIE Tri Dharma Nusantara. Makassar. Sulawesi Selatan. Indonesia ramlah74putri@ @gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pengendalian internal pengeluaran kas pada PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk. Witel SULBAGSEL Tahun Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, dan observasi dan menggunakan metode analisis data berdasarkan komponen pengendalian COSO (Committee of Sponsoring OrganizationAos of the Treadway Commissio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk. Witel SULBAGSEL telah melaksanakan Sistem Pengendalian Internal Pengeluaran Kas dengan baik, hanya saja Standar Operasional Prosedur (SOP) yang digunakan masih yang lama belum terdapat mengenai sistem yang digunakan untuk proses pengeluaran kas dikarenakan belum melakukan pengajuan permintaan ke pusat ABSTRACT The purpose of this study is to analyze the internal control system for cash disbursements at PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL 2024. The type of research used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of interviews, documentation, and observation and using data analysis methods based on the COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commissio. control components. The results of the study indicate that. PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL has implemented the Internal Control System for Cash disbursement well, only the Standard Operating Procedure (SOP) used is still the old one that does not exist regarding the system used for the cash disbursement process because it has not submitted a request to the central office. Volume 10 Nomor 2 Halaman 458-468 Makassar. Desember 2025 p-ISSN 2528-3073 e-ISSN 24656-4505 Tanggal masuk 24 November 2025 Tanggal diterima 4 Desember 2025 Tanggal dipublikasi 7 Desember 2025 Kata kunci : Sistem Pengendalian Internal. Pengeluaran Kas. Kas Keywords : Internal Control System. Cash Disbursements. Cash Mengutip artikel ini sebagai : Dwiyanti. Ramlah. St. Sistem Pengendalian Internal Pengeluaran Kas pada PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk. Witel SULBANGSEL. Tangible Jurnal, 10. No. Desember 2025. Hal. https://doi. org/10. 53654/tangible. PENDAHULUAN Setiap perusahaan baik perusahaan besar maupun kecil pasti mempunyai kas guna memperlancar kegiatan yang dilaksanakan perusahaan. Kas merupakan salah satu komponen yang penting dalam menunjang segala macam aktivitas kegiatan karena sifatnya yang mudah dibawa dan diperlukan untuk membiayai kegiatan operasional sehari-hari di dalam perusahaan (Sari dan Simanjuntak, 2. Pada umumnya aktivitas operasional adalah kegiatan yang menjadi penghasilan utama pendapatan sebuah entitas, oleh sebab itu pada proses pengeluaran kas aktivitas operasional perlu adanya prosedur-prosedur yang bertujuan untuk mengawasi agar kas yang dikeluarkan sesuai dengan tujuan dan misi perusahaan. Karena itu perlu adanya sistem pengendalian internal atas pengoperasian pengeluaran kas (Muanas. Di dalam perusahaan, proses pengeluaran kas diperlukan penetapan prosedur yang bertujuan untuk mengawasi agar pengeluaran kas sesuai dengan tujuan Sistem prosedur pengeluaran kas merupakan bentuk pengendalian internal untuk mencegah terjadinya penipuan, penggelapan, penyimpangan, ancaman. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. dan penyalahgunaan anggaran (Tiara dkk, 2. Pengendalian internal mempunyai peranan yang paling penting dalam Ketidakefektifan pengendalian internal mempermudah karyawan dalam melakukan penyimpangan-penyimpangan dalam rangka memperoleh keuntungan untuk diri sendiri, sehingga ketidakefektifan pengendalian internal dalam suatu organisasi menjadi penting untuk diperhatikan berkaitan dengan adanya tindakan fraud dalam perusahaan tersebut. Sistem pengendalian internal adalah sebuah proses, kegiatan, serta kepatuhan pada kebijakan yang telah dibentuk secara efektif dan efisien yang saling berhubungan antara satu dengan yang lain dalam rangka mencapai tujuan dan menjaga harta benda atau aset perusahaan (Tuasikal dkk, 2. Sistem pengendalian internal terhadap kas berguna bagi manajer keuangan untuk menilai kinerja yang telah tercapai, yang mana pada umumnya dapat dijadikan sebagai dasar dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen khususnya pengendalian intern pengeluaran kas (Wifriya dan Sanjaya. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya penyimpangan anggaran perjalanan dinas dari berbagai kementerian dan lembaga sepanjang tahun 2023. Penyimpangan anggaran dalam setahun mencapai Rp 39,26 miliar. Hal tersebut sebagaimana dicatat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Sistem Pengendalian Intern dan Kepatuhan Terhadap Ketentuan Peraturan Perundangundangan Pemerintah Pusat Tahun 2023. BPK mengungkapkan. OJK melaporkan Beban Kegiatan Administratif sebesar Rp6,15 triliun pada tahun 2023. Dalam rinciannya. Rp759,61 miliar dari jumlah tersebut digunakan untuk membayar imbalan prestasi berdasarkan kinerja pegawai dan organisasi tahun 2022. Hal itu tidak sesuai dengan Standar dan Kebijakan Akuntansi, karena pengeluaran itu semestinya dicatat di laporan tahun yang sama saat beban terjadi (Pambudi, 2. Tersedianya sistem komputerisasi belum mampu menghindarkan kesalahan dan penyelewengan jika karyawan yang terlibat melakukan persekongkolan untuk melakukan suatu penyelewengan yang dapat menyebabkan pengendalian internal tidak berguna lagi (Permatasari dkk, 2. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kenyataannya ada perusahaan yang mengesampingkan perihal pengendalian intern terhadap kas ini, sehingga memungkinkan terjadinya penyelewengan dan kecurangan (Permatasari dkk, 2. Agar masalah yang berkaitan dengan kas tidak terjadi, baik pengeluaran kas, maka diperlukan penyusunan suatu sistem pengendalian terhadap hal tersebut. Untuk menjaga keamanan kas perlunya mengupayakan transaksi dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di dalam perusahaan. Penunjang dalam menjalankan usaha suatu perusahaan adalah dengan menerapkan sistem pengendalian internal, yang di mana mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen (Ariani. Pimpinan perusahaan juga memerlukan suatu alat untuk memantau kinerja bawahannya dan untuk mengetahui kemajuan perusahaan. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem yang lebih dikenal dengan sistem pengendalian internal (Wawo dkk. Suatu perusahaan menerapkan sistem pengendalian internal yang dirancang dengan baik, sebagai penunjang dalam menjalankan usaha perusahaan. Di dalam hal ini terdapat pembagian tanggung jawab fungsional kepada unit-unit organisasi yang dibentuk untuk menjalankan kegiatan pokok perusahaan, seperti pemisahan fungsi operasional, fungsi penyimpanan, serta fungsi pencatatan. Sistem ini disesuaikan dengan keadaan dan kondisi masing-masing perusahaan karena jenis dan bentuk perusahaan berbeda-beda (Utomo, 2. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Sistem Pengendalian Internal Romney dan Steinbert . sistem pengendalian internal adalah sebuah proses yang diimplementasikan untuk memberikan sebuah jaminan yang memenuhi beberapa obyektif dari pengendalian internal, diantaranya yaitu menjaga aset, menjaga catatan dengan detail yang cukup untuk pelaporan aset perusahaan yang tepat dan akurat, menyediakan informasi yang akurat dan dapat dipercaya, menyiapkan laporan keuangan dengan kriteria yang ditentukan, mendorong dan meningkatkan efisiensi operasional, mendorong ketaatan dalam hal manajerial, dan memenuhi persyaratan dari regulasi dan peraturan yang ada. Sedangkan menurut Mulyadi . sistem pengendalian internal meliputi struktur organisasi, metode dan ukuran-ukuran yang dikoordinasikan untuk menjaga aset organisasi, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansi, mendorong efisiensi dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen. Menurut The Committe of Sponsoring Organization Of The Treadway Commision (COSO) dalam Teri dkk, . tujuan pengendalian internal untuk mencapai 3 kategori yang memungkinkan organisasi fokus pada adanya aspek pengendalian yang berbeda yang tujuan-tujuan operasi, tujuan-tujuan pelaporan,dan tujuan-tujuan Sistem Pengendalian Internal Committee of Sponsoring Organization of the Treadway Commission (COSO) Pengendalian Internal adalah proses yang dipengaruhi oleh dewan direksi, manajemen, dan personal lain suatu entitas, yang dirancang untuk memberikan keyakinan memadai mengenai pencapaian tujuan yang berkaitan dengan operasi, pelaporan, dan kepatuhan. Kerangka COSO berupaya menerapkan pengendalian internal yang memformalkan cara pelaksanaan proses bisnis utama. Selain mengintegrasikan pengendalian tersebut ke dalam proses bisnis utama, kerangka kerja ini juga memberikan penekanan besar pada pemantauan dan pelaporan, terutama yang berkaitan dengan penggunaan auditor internal untuk memantau kepatuhan terhadap pengendalian yang telah ditetapkan. Menurut COSO framework. Internal kontrol terdiri dari 5 komponen yang saling terkait, yaitu: Lingkungan Pengendalian (Control Environmen. Lingkungan pengendalian adalah seperangkat standar, proses, dan struktur yang memberikan dasar untuk melaksanakan pengendalian internal di seluruh Lingkungan pengendalian terdiri dari Struktur organisasi. Komitmen terhadap integritas dalam nilai-nilai etika. Komitmen terhadap kompetensi. Peraturan dan kode etik karyawan. Metode penetapan tanggung jawab dan wewenang, dan Kebijakan dan praktik untuk mengelola sumber daya manusia. Penilaian Risiko (Risk Assessmen. Mekanisme yang ditetapkan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko-risiko yang berkaitan dengan berbagai aktivitas di mana organisasi beroperasi. Penilaian risiko juga mengharuskan manajemen untuk mempertimbangkan dampak dari kemungkinan perubahan dalam lingkungan eksternal dan dalam lingkungan internal yang mungkin membuat pengendalian internal tidak efektif. Aktivitas Pengendalian (Control Activitie. Aktivitas pengendalian merupakan kebijakan dan prosedur untuk membantu memastikan bahwa tindakan yang diperlukan untuk mengatasi risiko yang telah diambil guna mencapai tujuan Aktivitas pengendalian terdiri dari Pemisahan fungsi. Otorisasi yang tepat atas transaksi. Dokumen dan catatan yang memadai. Pengendalian fisik atas aktiva dan catatan, serta Pemeriksaan independent. Informasi dan Komunikasi (Informasi and Communicatio. Informasi diperlukan entitas untuk melaksanakan tanggung jawab pengendalian internal untuk TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. mendukung pencapaian tujuannya. Komunikasi internal adalah sarana untuk menyebarkan informasi ke seluruh organisasi. Informasi dan komunikasi terdiri dari Mengidentifikasi dan mencatat semua transaksi yang valid. Mengklasifikasi transaksi sebagaimana seharusnya, dan Menyajikan transaksi dan pengungkapan terkait dalam laporan keuangan secara tepat. Pemantauan . Sistem pengendalian internal perlu dipantau, proses ini bertujuan untuk menilai mutu kinerja sistem sepanjang waktu. Ini dijalankan melalui aktivitas pemantauan yang terus-menerus, evaluasi yang terpisah atau kombinasi dari keduanya. Tujuan Sistem Pengendalian Internal Tujuan sistem pengendalian internal juga diterangkan oleh Mulyadi . adalah sebagai berikut: Menjaga Aset Perusahaan atau Organisasi Bila sistem pengendalian berjalan dengan baik maka akan dapat mengantisipasi terjadinya kecurangan, pemborosan, ketidak efisiensinan, dan penyalahgunaan terhadap aktiva perusahaan. Mengecek Ketelitian dan Keandalan Data Akuntansi Keandalan data informasi akuntansi digunakan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan ketelitian dan dapat dipercayanya data akuntansi. Mendorong Efisiensi Kebijakan perusahaan mampu memberikan manfaat tertentu dengan memantau setiap pengorbanan yang telah dikeluarkan guna mendapatkan hasil yang sebaik-baiknya. Mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen Untuk mencapai tujuan perusahaan maka kebijakan, prosedur, sistem pengendalian internal dirancang untuk memberikan keyakinan yang memadai bahwa kebijakan, prosedur yang ditetapkan perusahaan akan dipatuhi oleh seluruh karyawan. Kas Kas adalah suatu harta kekayaan yang dimiliki oleh suatu organisasi atau Pemahaman akan kas sangat penting untuk siapa saja, terutama untuk para pebisnis ataupun mereka yang bertanggungjawab dalam mengelola keuangan perusahaan (Senastri, 2. Karena sifat kas yang liquid, maka kas mudah digelapkan sehingga diperlukan pengawasan terhadap kas dengan memisahkan fungsi-fungsi penyimpanan, pelaksanaan, dan pencatatan. Selain itu juga diadakan pengawasan yang ketat terhadap fungsi-fungsi pengeluaran kas (Ariani, 2. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang diperoleh dikumpulkan, disusun, diolah serta dianalisis dengan mengkaji dan memaparkan data-data yang diperoleh pada PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL. Indikator pada penelitian ini menggunakan sistem pengendalian internal menurut konsep COSO (Committee of Sponsoring Organization of the Treadway Commissio. dengan komponen lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pemantauan. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL (Wilayah Telkom Sulawesi Bagian Selata. Dilaksanakan dari bulan Agustus 2024 sampai dengan bulan Oktober 2024. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pengeluaran kas pada PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL dibagi menjadi dua, yaitu pengeluaran kas kepada pihak ketiga . dan pengeluaran kas imprest fund. Pihak ketiga . adalah pihak yang ditempati PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL untuk melakukan pemesanan sebagai pengadaan barang menggunakan by sistem yaitu MyDx. Imprest fund adalah sama halnya dengan restitusi yaitu pengeluaran yang terjadi dengan dipertanggungkan dulu uang pribadi karyawan, yang nantinya akan dibayarkan kembalikan oleh perusahaan dalam waktu minimal satu minggu dan maksimal satu Pengeluaran kas kepada pihak ketiga . yang dilakukan lebih sering terjadi dibandingkan pengeluaran kas imprest fund, maka penulis akan memfokuskan penelitian ini pada pengeluaran kas kepada pihak ketiga . by sistem. Setelah melakukan penyerapan anggaran, perusahaan menggunakannya untuk kebutuhan operasional dengan cara melakukan belanja pada platform milik Telkom Indonesia seperti PaDi UMKM sebagai pihak ketiga. Perusahaan menyerap anggaran dengan melampirkan apa saja yang dibutuhkan, perusahaan melakukan pemesanan melalui web PaDi UMKM nantinya Telkom pusat yang akan melakukan proses pembayarannya sehingga perusahaan hanya tinggal menerima pesanan saja dalam bentuk barang. Pembahasan Lingkungan Pengendalian Struktur Organisasi Struktur organisasi perusahaan menggambarkan pembagian otoritas dan tanggung jawab dalam perusahaan dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL sudah memiliki struktur organisasi yang jelas serta pembagian tugas dari setiap unit kerja, yang masingmasing unit memiliki SOP (Standar Operasional Perusahaa. Komitmen terhadap Integritas dalam Nilai-Nilai Etika Sangat penting bagi manajemen untuk menciptakan budaya organisasi yang menekan pada integritas dan nilai-nilai etika. Dalam ruang lingkup PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL, integritas dan nilai-nilai etika telah terlaksana dengan baik dapat dilihat dari pengendalian internal di PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL setiap tahunnya melakukan pembaruan pakta integritas yang ditandatangani setiap tahun oleh seluruh karyawan di atas 000, selain itu karyawan juga memiliki ujian pakta integritas. Pakta integritas ini adalah surat pernyataan yang berisi ikrar untuk mencegah dan tidak melakukan Kolusi. Korupsi dan Nepotisme, selain itu untuk meminimalisir kerugian perusahaan dari sisi kebocoran data, penyalahgunaan data perusahaan maupun data pelanggan sehingga jika terdapat pelanggaran bisa diproses secara hukum karena adanya pakta integritas. Isi dalam pakta integritas ini menyatakan bahwa karyawan akan melakukan wewenang dan kewajibannya sesuai dengan job description dan tidak mencampuri job description orang lain, karyawan harus berkomitmen dengan ini. Masing-masing karyawan memiliki tanggung jawab atas seluruh data yang ada. Untuk mengakses satu aplikasi saja membutuhkan pakta integritas yang menyatakan bahwa seluruh data dalam TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. aplikasi tersebut tidak akan keluar, jika ada data yang dikeluarkan maka akan ditindak pidanakan. Dalam pakta integritas juga menyatakan komitmen karyawan untuk menjaga data dari masing-masing aplikasi yang diakses, jadi jika terdapat beberapa aplikasi yang akan diakses maka karyawan membuat pakta integritas untuk seluruh aplikasi tersebut dengan pernyataan didalamnya bahwa pengguna aplikasi tidak akan menyalahgunakan data dari aplikasi tersebut. Aplikasi yang ada berbeda-beda, ada yang berisi data karyawan, data pelanggan, ada juga berisi tentang data Fungsi pakta integritas disini adalah untuk menjaga keamanan aplikasi agar datanya tidak bocor atau aplikasi tersebut di hack. Jadi, semua aplikasi yang terdapat di PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL memiliki pakta integritas, baik sebagai individu maupun sebagai karyawan, salah satunya pada fungsi yang menangani pengeluaran kas. Komitmen terhadap Kompetensi PT. Telkom Indonesia berpegang teguh pada core values AKHLAK salah satunya adalah Kompeten. Pada bagian ini pertimbangan perusahaan dalam merekrut karyawan yang kompeten dan dapat dipercaya terutama untuk ditempatkan pada bagian yang berhubungan dengan pengeluaran kas. Dalam merekrut karyawan PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL menempatkan mereka sesuai dengan kompetensi atau setidaknya jika tidak sesuai dengan background pendidikannya dia punya pengalaman yang terkait dengan pengeluaran kas, apalagi bagian pengeluaran ini butuh orang-orang yang ahli dibidangnya artinya dia terbukti dan mampu secara kompetensi dan secara karakter dia dapat dipercaya. Officer Finance yang ada dalam proses wawancara memiliki latar belakang pendidikan S1 Sastra Inggris, tetapi memiliki pengalaman terkait finance selama kurang lebih dua tahun. Karyawan yang telah direkrut akan ditempatkan di seluruh Indonesia sesuai dengan jobdesk yang dibutuhkan yang telah mereka pilih sebelumnya. Bahkan setelah menjadi karyawan. PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL selalu menjadikan karyawannya kompeten karena dengan adanya e-learning yang dilakukan setiap bulan, hasil dari e-learning ini sangat bermanfaat bagi karyawan maupun perusahaan. Selain kompetensi, komitmen juga sangat dibutuhkan oleh seorang karyawan. Hal ini dilihat dari seberapa lama seorang karyawan bertahan dan dilihat dari pengetahuan, keterampilan, serta perilaku karyawan. Peraturan dan Kode Etik Karyawan Penting bagi perusahaan untuk memiliki peraturan dan kode etik secara tertulis agar setiap karyawan memahami aktivitas yang boleh dan tidak boleh PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL memiliki kode etik secara tertulis, baik dari sisi unit maupun sisi karyawan salah satunya adalah kode etik pengelolaan kas. PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL memiliki organisasi yang bernama Serikat Karyawan Telkom (Sekar Telko. , salah satu tujuan dari sekar ini adalah untuk menjaga keutuhan dan komitmen di PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL. Sekar Telkom sebagai wadah pemersatu dan aspirasi karyawan, organisasi ini yang memperjuangkan kepentingan karyawan dan perusahaan kepada manajemen. Bisa dibilang sekar sebagai perwakilan karyawan ke manajemen sesuai dengan kode etik yang ada. Serikat karyawan Telkom (Sekar Telko. memantau apabila ada karyawan yang bekerja tidak sesuai kode etika atau melanggar peraturan dan kode etik perusahaan, maka sekar inilah yang memproses terlebih dahulu sebelum ke atasan. Dilihat berdasarkan pasal yang telah dilanggar, apakah melakukan pelanggaran ringan, sedang, atau bahkan pelanggaran berat. Pada dasarnya sekar harus mendampingi karyawan itu untuk mempertanggung jawabkan dia ke manajemen. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. apakah membela atau melindungi itu yang menjadi tugasnya sekar, jadi kalau ada karyawan yang terlibat kasus nanti akan disidang dan sekar ini yang menjadi mediator ke manajemen. Metode Penetapan tanggung jawab dan wewenang Penetapan tanggung jawab dan wewenang di PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL memiliki aplikasi yaitu diarium, aplikasi ini merupakan aplikasi digital yang dimana tempat karyawan melakukan absensi, melihat slip gaji, laporan kehadiran, jadwal training, surat keterangan, sertifikasi, dan juga job description tersedia di aplikasi tersebut. Jadi job description semua karyawan terdapat di profil aplikasi diarium masing-masing karyawan, sehingga masing-masing karyawan dapat mengetahui tanggung jawab dan wewenangnya. Kebijakan dan Praktik untuk mengelola Sumber Daya Manusia Pengelolaan Sumber Daya Manusia di PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL dilihat dari adanya aplikasi yang bernama DigiLearn (Digital Learnin. , aplikasi ini memberikan materi untuk belajar dan penugasan kepada karyawan yang wajib untuk dikerjakan, sehingga karyawan tidak hanya bekerja tetapi juga belajar. Tidak hanya itu, terdapat juga mentoring, video podcast, dan webinar didalamnya. Salah satunya adalah webinar e-learning finance sell all be. Jadi seluruh karyawan Telkom se-Indonesia diwajibkan punya literasi keuangan, untuk mempersiapkan keadaan yang mendatang misalnya gaji bisa digunakan untuk dana darurat, dana pendidikan anak, dana pensiun dan lain-lain, karena hal inilah karyawan membutuhkan literasi keuangan. E-learning ini memiliki batas waktu, jadi sub unit Finance & HC bertugas untuk me-remind dan memantau yang belum mengakses hingga yang belum dan telah menyelesaikan e-learning, karena ini wajib untuk seluruh karyawan. Di dalam elearning terdapat post-test . asca te. dan pre-testnya, jadi untuk mendapatkan sertifikat, maka harus kerjakan dulu pre-test dan post-testnya dan menonton videonya, jika nilai yang didapatkan tidak mencapai atau tidak lulus maka tidak bisa mendapat sertifikat. Pengelolaan Sumber Daya Manusia PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL bukan hanya pengembangan karyawan, tetapi ada juga yang namanya Assessment . Dalam Assessment terdapat band, band yaitu menentukan golongan seorang karyawan untuk karyawan baru dan outsourcing berada di band 6, senior staff berada di band 5, asisten manajer berada di band 4, manajer berada di band 3, general manager (GM) berada di band 2, dan terakhir band 1 setara dengan VP (Vice Presiden. di Regional. Jika ingin naik golongan bukan hanya dilihat dari pengembangan karyawannya tetapi juga dilihat berdasarkan hasil assessment yang telah dilewati. Setiap tahun terdapat tes dan penilaian, penilaian ini berupa penilaian karakter, penilaian sesuai nilai-nilai akhlak, penilaian berdasarkan atasan, dan penilaian peer assessment . enilaian reka. di sistem. Penilaian ini dilihat dari 2 yaitu B (Behavior/Perilak. dan K (Kompetensi/Competenc. K yaitu kompetensi dari assessment tertulis, sedangkan B yaitu perilaku dinilai baik dari penilain perilaku akhlak secara individu maupun perilaku akhlak secara peer atau dari jawaban rekan Terkhusus untuk Manajer yang ingin naik jadi General Manager atau semacamnya band 3 ke band 2, terdapat assessment khusus atau disebut dengan Fit and Proper Test (FNP), bukan hanya tes seperti di atas tetapi ada juga wawancara yang akan dilalui. Jadi di PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL tidak mudah untuk hal promosi karyawan. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Penilaian Risiko Dalam hal ini penilaian risiko mencakup suatu proses yang dinamis dan berulang untuk mengidentifikasi serta menilai risiko yang dapat menghalangi pencapaian tujuan. Khususnya dalam pengeluaran kas, sangat penting untuk memberikan perhatian lebih dalam mendeteksi dan mencegah risiko yang akan merugikan perusahaan. Pada dasarnya risiko yang biasa terjadi dari sisi pengeluaran kas PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL ada pada Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk menyerap anggaran dari pusat dan mendistribusikannya masih menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang belum diperbarui ini bisa menyebabkan kesalahan penginputan pada sistem. Manajemen dapat menilai potensi risiko yang dapat ditimbulkan dan sudah berupa untuk meminimalisir risiko seperti menerapkan sistem penagihan yang efektif dan efisien untuk meminimalkan piutang macet. Perusahaan juga semakin terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan agar tetap kompetitif sehingga pelanggan tidak berpindah ke pesaing. Aktivitas Pengendalian Dalam pengeluaran kas dikatakan telah terlaksana dengan baik apabila perusahaan mengelola penyerapan anggaran sebaik mungkin dan bisa mempertanggung jawabkan anggaran yang telah diserap. Aktivitas ini harus memiliki pengendalian yang baik untuk mencapai tujuan perusahaan, maka dengan hal ini harus memastikan hal-hal sebagai berikut: Pemisahan Fungsi Dalam melaksanakan kegiatan. PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL memisahkan tugas berdasarkan streams, dilihat berdasarkan pengalaman dan keahlian karyawan. Terdapat 4 unit di PT. Telkom Indonesia WItel SULBAGSEL, yang dimana 2 unit masuk ke streams marketing dan 2 unit masuk ke streams support. Yang termasuk dalam Streams Marketing yaitu Unit Business Service dan Unit Government Service. Unit Business Service bertanggung jawab untuk menargetkan pelanggan bisnis. Sedangkan Unit Government Service bertanggung jawab untuk menargetkan pelanggan pemerintahan. Kemudian yang termasuk dalam Streams Support yaitu Unit Shared Service & General Support dan Unit Performance Risk & QOS. Unit Shared Service & General Support bertanggung jawab dalam hal support perusahaan seperti keuangan, penagihan dan pengelolaan utang, serta support aset. Sedangkan Unit Performance Risk & QOS, bertanggung jawab untuk mengurus kualitas penjualan, kinerja dan manajemen risiko. Otoritas yang tepat atas Transaksi Dengan proses otorisasi yang tepat atas transaksi, maka proses transaksi keuangan perusahaan akan lebih hati-hati karena memerlukan lebih dari satu orang dalam menyelesaikan sebuah transaksi. Untuk menjaga aset perusahaan dari kemungkinan terjadinya penyalahgunaan aset perusahaan atau kemungkinan terjadinya fraud oleh karyawan maka proses transaksi perusahaan harus melibatkan beberapa orang supaya terjadi saling memantau antar karyawan. Pada PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL dalam proses pengeluaran kas, melibatkan beberapa orang mulai dari pemesanan melalui pihak ketiga. hingga terjadi proses pembayaran. Untuk terjadinya proses pembayaran harus melewati beberapa orang yang berkepentingan. Dokumen dan Catatan yang Memadai PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL menggunakan aplikasi untuk mempermudah proses pengeluaran kas sehingga dokumen dan catatannya sudah ada didalamnya, aplikasi ini yaitu MyDx. Dalam hal ini dokumen dan catatan yang memadai terkait pengeluaran kas adalah permintaan pembelian. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. berita acara serah terima, invoice, pengadaan beban rapat, instruksi pembayaran, dan surat perintah bayar. yang nantinya dibuat menjadi hardcopy dan diupload ke dalam MyDx untuk diproses. Pengendalian Fisik atas Aktiva dan Catatan PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL sudah tidak memiliki pengendalian fisik karena semuanya sudah digitalisasi yang artinya pengendalian pencatatannya itu ada pada aplikasi yang digunakan saat ini oleh PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL semua catatan dan dokumen terdapat Pemeriksan Independen PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk. Witel SULBAGSEL melakukan pemeriksaan secara berkala, yaitu dilakukan setiap triwulan oleh bagian internal perusahaan, dengan mencocokkan keterkaitan transaksi pada aplikasi MyDx. Informasi dan Komunikasi Pada PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL ada perangkat yang menjadi sumber informasi terutama terkait pengeluaran kas. Pertama dari segi aset seperti laptop, handphone, maupun tablet yang merupakan milik perusahaan yang digunakan karyawan semuanya dilengkapi dengan password, jadi penggunanya tidak dapat mendownload apapun dari luar yang akan memicu adanya virus, semuanya diproteksi dan jika ada perangkat yang aktif maupun tidak akan terdeteksi. Kemudian PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL memiliki jaringan yang digunakan sebagai informasi dan komunikasi, jaringan ini adalah Intranet merupakan jaringan seperti internet yang hanya digunakan dalam internal perusahaan, dengan intranet karyawan dapat saling berkomunikasi jarak jauh satu sama lain melalui sambungan internet. Intranet tidak menggunakan sambungan jaringan internet dalam sistem kerjanya, di PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL sendiri menggunakan jaringan LAN hanya perangkat yang tersambung dengan LAN yang bisa terjaring dalam intranet. Ini digunakan sebagai kebutuhan karyawan yang sedang menjalankan tugas/rapat diluar kota atau di luar kantor. Pengguna jaringan ini lebih dibatasi, sehingga setiap informasi dan data didalam jaringan intranet akan lebih terjaga keamanannya. Pemantauan Sistem Pengendalian Internal pengeluaran kas perlu di pantau untuk menilai mutu kinerja sistem sepanjang waktu dan agar kinerja setiap fungsional perusahaan dapat bekerja lebih efektif terutama yang berhubungan langsung dengan pengeluaran PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL melakukan evaluasi berkelanjutan sebanyak satu kali dalam seminggu untuk unit dan sebanyak dua minggu sekali untuk sub unit. Evaluasi ini dilakukan oleh Manager dan General Manager, dalam membantu tugas-tugasnya untuk memastikan apakah setiap prosedur yang ditetapkan perusahaan telah dijalankan oleh karyawan maka adanya internal auditor sebagai pihak yang membantu untuk mengawasi dan menjalankan sistem pengendalian internal dalam perusahaan yang dilaksanakan setiap triwulan, proses audit ini sudah tidak menggunakan kertas lagi tetapi sudah berdasarkan sistem yaitu pada aplikasi ICA (Internal Control Assessmen. Aplikasi ini membantu tim auditor dalam mengumpulkan data audit dari berbagai sumber untuk itu karyawan memenuhi kebutuhan auditor dengan mengupload dokumen yang dibutuhkan, data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan berbagai alat analisis yang terintegritas dalam aplikasi, aplikasi ini juga membantu auditor untuk mengidentifikasi risiko-risiko yang potensial dalam proses bisnis perusahaan. , setelah itu hasil analisis kemudian disusun dalam bentuk laporan audit yang komprehensif. TANGIBLE JOURNAL VOL. NO. DESEMBER 2025. HAL. Tidak hanya itu, proses pemantauan pengendalian internal tidak hanya dilakukan oleh satu pihak saja tetapi berkolaborasi seperti Manager dan karyawan shared service & general support berkolaborasi dengan finance Telkom Regional, dan Finance Capital Bussiness Partner (FCBP) Jakarta yang disupport oleh Direktorat IT sebagai pengawas Sistem Pengendalian Internal. Jadi proses pemantauan ini bukan hanya dilakukan oleh tim audit saja tetapi PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL juga memiliki satgas atau lebih tepatnya direktorat IT yang khusus memantau semua tools yang digunakan termasuk dalam proses pengeluaran kas seperti MyDx untuk memastikan bahwa aplikasi tersebut hanya diakses oleh karyawan yang memiliki akses dan menghindari karyawan yang bertukar password untuk mengakses aplikasi-aplikasi tersebut. Proses pemantauan pengendalian internal by kolaborasi ini dilakukan supaya pengendalian internal maksimal. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian sistem pengendalian internal pengeluaran kas pada PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL dapat disimpulkan bahwa sistem pengendalian internal pengeluaran kas pada PT. Telkom Indonesia (Perser. Tbk Witel SULBAGSEL sudah sesuai dengan komponen berdasarkan COSO yang dapat dilihat pada beberapa faktor-faktor sistem pengendalian internal yang terdiri dari lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, dan pemantauan. DAFTAR PUSTAKA