Aksio: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Dakwah dan Komunikasi Volume 1 Nomor 1. Juni 2025. Hal, 47-63 https://jurnal. id/index. php/jas/index Pembinaan Pemahaman Ilmu Agama Bagi Generasi Milenial Sulastri Mulyana 1 STAI Darul Kamal NW Kembang Kerang NTB dendaayu09@gmail. Abstrak Artikel ini membahas pembinaan pemahaman ilmu agama bagi generasi milenial di Dusun Bilakembar Desa Suela. Kecamatan Suela. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah merancang dan mengimplementasikan strategi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan praktik keagamaan bagi generasi milenial. Metode pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah participatory action research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan generasi milenial berjumlah 30 generasi milenial. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Ukuran sampel yang memadai memastikan bahwa data yang diperoleh dapat diandalkan dan representatif, sementara pemilihan teknik sampling yang sesuai meningkatkan validitas dan generalisasi temuan. Hasil pengabdian kepada masyarakat bahwa participatory action research (PAR) terbukti efektif dalam melibatkan komunitas dan generasi milenial secara aktif dalam proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan praktik keagamaan Kata Kunci: Pembinaan Generasi Milenial. Pemahaman Ilmu Keagamaan Abstract This article discusses fostering understanding of religious knowledge for the millennial generation in Dusun Bilakembar. Suela Village. Suela District. The purpose of this community service is to design and implement strategies that can improve religious knowledge and practices for the millennial generation. The community service method used is participatory action research (PAR), which involves the active participation of the community and the millennial generation totaling 30 millennial generations. Sampling uses simple random sampling. An adequate sample size ensures that the data obtained is reliable and representative, while the selection of appropriate sampling techniques increases the validity and generalization of the findings. The results of community service show that participatory action research (PAR) has proven effective in actively involving the community and the millennial generation in the learning process, so that it can improve their religious knowledge and practices. Keywords: Fostering the Millennial Generation. Understanding of Religious Knowledge Pendahuluan Generasi muda saat ini lebih senang dengan kebiasaan nongkrong yang disertai dengan minuman keras, seperti arak, tuak dan sejenisnya. Selain itu, berkendara di jalanan ngebut-ngebutan dan perkelahian antar Perilaku seperti ini merupakan sebuah fenomena yang mencerminkan karakter generasi muda tidak baik. Perilaku tersebut merupakan tindakan yang dapat digolongkan sebagai kenakalan remaja1 Dengan perkataan lain, pendidikan agama mulai kehilangan identitasnya dari pikiran generasi muda. Jika generasi muda meninggalkan agamanya maka akan menjadi petaka yang mengerikan 2. Oleh sebab itu, jika pendidikan agama dihilangkan maka substansi atau hakikat menjalani kehidupan juga akan hilang. Kadang generasi muda tidak menyadari hal Rasa ingin tahu yang tinggi terkadang tidak seimbang dengan pengetahuan agama. Karena generasi muda dengan kepribadian yang belum stabil, emosional, gemar meniru dan mencari-cari pengalaman baru, serta konflik jiwa yang dialaminya merupakan sasaran utama orang. Suparno. , & Budimansyah. PERAN NILAI-NILAI RELIGIUS KERAJAAN SINTANG DALAM MEMBINA KARAKTER GENERASI MUDA. JURNAL PEKAN: Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 1. , 24-42. Wani. Pemuda Dalam Al-Qur'an Dan As-Sunnah: Pemuda Islam Yang Berkualitas Tidak Lepas Dari Pendidikan Orang Tua Yang Totalitas. AlDzikra: Jurnal Studi Ilmu al-Qur'an dan al-Hadits, 13. , 71-94. organisasi atau bangsa tertentu untuk mengaburkan nilai-nilai moral yang akan dijadikan pegangan dalam menata masa depan mereka3 Generasi muda atau generasi millenial menjadi tolak ukur terhadap nasib dan masa depan dari umat atau bangsa tersebut 4 Masalah keagamaan khususnya, boleh dikatakan sikap dan minat remaja sangat kecil dan hal ini tergantung dari kebiasaan masa kecil serta lingkungan agama yang mempengaruhi mereka. Salah satu pendidikan yang paling penting ditanamkan pada anak adalah pendidikan agama 5. Generasi muda dituntut untuk lebih memperhatikan dengan serius dan sungguh-sungguh dalam memakmurkan dan menjaga eksistensi Program kegiatan. Setelah tersusun dan tertata dengan baik kepengurusan masjid, kemudian membuat program kegiatan jangka panjang selama kepengurusan berlangsung yang didalamnya terdapat pembinaan, rohani, program yang bersifat hobi dan pengembangan bakat 6 Dalam Islam, tarbiah, ta'lim, dan tarbiyah an-nafs merupakan proses yang saling terkait dan saling mendukung. Tarbiah dan ta'lim membantu seseorang memahami suatu ajaran Islam dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan tarbiyah an-nafs membantu seseorang untuk mencapai kesempurnaan dalam iman, akhlak, dan ketaqwaan kepada Allah7. Muzakkir. Generasi muda dan tantangan abad modern serta tanggung jawab pembinaannya. Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 8. , 111-134. Faizah. Penguatan Wawasan Kebangsaan Dan Moderasi Islam Untuk Generasi Millenial. Jurnal PROGRESS: Wahana Kreativitas Dan Intelektualitas, 8. , 38-61 Alviana. Kuliyatun. , & Widayat. Minat Generasi Milenial Dalam Mengikuti Kajian Keislaman Di Masjid Darul Lukman Desa Tambah Luhur Purbolinggo Lampung Timur. PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, 4. , 89-96. IsroAoah. Zayinhida. Rismanto. Khosim. , & Al Fianti. Meningkatkan Kesadaran Remaja dalam Memakmurkan Masjid. Prosiding Konferensi Pengabdian Masyarakat, 1, 5-7Muzakkir. Generasi muda dan tantangan abad modern serta tanggung jawab pembinaannya. Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 8. , 111-134. Mukhlas. Pendidikan Islam dalam membentuk karakter anak AT-THUFULY: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1. , 66-79. Pendidikan agama sangat penting bagi generasi milenial dalam dapat memotivasi peserta didik dalam mengembangkan potensi dalam dirinya, mulai dari kecerdasan kepribadian, akhlak atau budi pekerti, serta keterampilan bersosialisasi dalam masyarakat 8 Ketaatan seorang muslim dalam menjalankan ketaatan ibadah benar-benar memerlukan pengetahuan agama sebagai pengetahuan syariat yang penting 9. Pendidikan agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi ini dengan nilai-nilai keislaman yang kuat. Pendidikan agama Islam memberikan pemahaman yang mendalam tentang ajaran agama Islam kepada generasi z. Hal ini meliputi pemahaman tentang aqidah . , akhlak . , dan syariat . ukum Isla. Dengan pemahaman yang baik tentang ajaran agama Islam, generasi z dapat mengembangkan karakter yang kuat dan bertanggung jawab 10 Posisi pendidikan agama kadang menempati posisi terakhir. Oleh karena itu masjid harus mempunyai kegiatan-kegiatan yang dapat menarik perhatian terutama para remaja. remaja perlu mendapatkan tempat dan perhatian dari berbagai elemen masyarakat salah satunya berasal dari pengurus masjid . aAomir masji. yaitu dengan melakukan kegiatankegiatan yang menarik dan bermanfaat bagi masyarakat khususnya remaja seperti belajar ilmu tauhid dan ilmu akhlak11 Remaja masjid adalah komponen masyarakat yang mempunyai peran penting sekaligus sebagai pelopor dalam membangun generasi muda Islam yang mampu mengatasi masalah remaja dilingkungannya dengan menjadikan Masjid sebagai sarana membangun para remaja Achmadin. Fattah. , & Marno. Metode pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada generasi millenial. Journal of Research and Thought on Islamic Education (JRTIE), 5. , 102-129. Suharyat. Hubungan Pengetahuan Agama Islam Generasi Milenial dengan Ketaatan Menjalankan Ibadah Sholat. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6. , 9832-9830. Mulyadi. AlHadjrath. , & Hutami. Peran Pendidikan Agama Islam dalam Membangun Karakter Generasi Z. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7. , 30380-30384. Alviana. Kuliyatun. , & Widayat. Minat Generasi Milenial Dalam Mengikuti Kajian Keislaman Di Masjid Darul Lukman Desa Tambah Luhur Purbolinggo Lampung Timur. PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, 4. , 89-96. Islam untuk menjaga moral, etika dalam kehidupan beragama sesuai tuntunan syariAoat Islam12 Dalam Pendidikan tentang identitas, perilaku, dan moral memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter dan juga pribadi individu Namun, terdapat beberapa masalah yang dapat menghambat proses Pendidikan,lalu Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, diperlukan pendekatan yang terintegrasi dan konsisten dalam pendidikan tentang identitas, perilaku, dan moral, yang melibatkan lingkungan sekitar, orang tua, dan keluarga. Selain itu, juga perlu diberikan perhatian pada pengembangan soft skills dan penggunaan teknologi dan media sosial yang bijak13. Hal ini sebagaimana yang telah difungsikan pendahulu pada masa Rasulullah menyelenggarakan pendidikan Islam yaitu sebagai pusat pengemblengan umat Islam untuk menjadi pribadi yang tangguh dan mulia14. Oleh karena itu masjid harus mempunyai kegiatan-kegiatan yang dapat menarik perhatian masyarakat yang berada di sekitar masjid terutama para remaja, sehingga dengan adanya beberapa kegiatan tersebut dapat meningkatkan minat remaja untuk memakmurkan masjid di era modern ini sebagai sarana pendidikan Islam dan dapat menjadi solusi terhadap pemecahan krisis spiritual remaja yang terjadi. Di Dusun Bilakembar Desa Suela. Kecamatan Suela, berbagai masalah yang cukup banyak di temukan, salah satunya terkait kurangnya minat dalam ilmu agama serta kurangnya kelengkapan dalam belajar membaca Alquran hampir di setiap TPQ yang ada didusun Bilakembar. Berdasarkan permasalahan tersebut maka kali ini akan mengamati Aminah. PELATIHAN DAN PEMBINAAN AGAMA BAGI GENERASI MILENIAL KERJASAMA DENGAN MAJELIS ULAMAAoINDONESIA KECAMATAN KOTA-KOTA KEDIRI. J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1. Indriani. , & Firdian. Tantangan Pendidikan Islam Di Era Milenial. Anwarul, 1. , 89-101. Alviana. Kuliyatun. , & Widayat. Minat Generasi Milenial Dalam Mengikuti Kajian Keislaman Di Masjid Darul Lukman Desa Tambah Luhur Purbolinggo Lampung Timur. PROFETIK: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Agama Islam, 4. , 89-96 bagaimana membentuk masyarakat dengan pelatihan pemahaman ilmu agama bagi generasi milenial Metode Penelitian Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Partisipasi Action Research. Partisipatory Action Research adalah pendekatan penelitian yang melibatkan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan, terutama komunitas yang menjadi subjek Metode ini bertujuan untuk memfasilitasi perubahan sosial melalui kolaborasi antara peneliti dan partisipan, dengan fokus pada tindakan praktis yang dapat meningkatkan kondisi kehidupan mereka. Subjek pada pengabdian ini yaitu anak Ae anak Di Dusun Bilakembar Desa Suela. Kecamatan Suela yang berjumlah 30 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Dikatakan simple . karena penentuan anggota sampel diambil dari populasi secara acak, tanpa memperhatikan strata yang ada pada populasi 16 Tahapan pengabdian yang dilakukan dalam pengabdian ini, meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan di lapangan dan tahap pasca lapangan. Pada tahap persiapan dilakukan yaitu, membuat rancangan pengabdian, menetapkan lokasi pengabdian, melakukan observasi awal, mengurus izin, memilih dan menetapkan informan, dan mempersiapkan diri sebagai tim pelaksana. Untuk mencapai tujuan berkelanjutan tersebut, penggunaan pendekatan participatory action research (PAR) menjadi langkah yang Penelitian participatory action research merupakan salah satu model penelitian yang mencari sesuatu untuk menghubungkan proses penelitian ke dalam proses perubahan sosial. Perubahan sosial yang dimaksud adalah bagaimana dalam proses pemberdayaan dapat mewujudkan tiga tolak ukur, yakni adanya komitmen bersama dengan masyarakat, adanya local leader dalam masyarakat dan adanya institusi Rahmat. , & Mirnawati. Model Participation Action Research Dalam Pemberdayaan Masyarakat. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 6. Zulfikar. Sari. Fatmayati. Wandini. Haryati. Jumini. , . & Fadilah, . Metode Penelitian Kuantitatif (Teori. Metode Dan Prakti. baru dalam masyarakat yang dibangun berdasarkan kebutuhan. Penelitian ini membawa proses penelitian dalam lingkaran kepentingan orang dan menemukan solusi praktis bagi masalah bersama dan isu-isu yang memerlukan aksi dan refleksi bersama 17. Pendekatan PAR merupakan pendekatan penelitian yang mengkombinasikan partsipasi dan tindakan atau aksi sosial untuk memahami dan mengatasai masalah sosial dengan menekankan pada kebebasan berpendapat atau demokrasi dalam proses penelitian yang melibatkan partisipasi komunitas sebagai subyek. Sifat partisipatif PAR mengacu pada keterlibatan aktif klien dalam suatu program, praktisi dan anggota komunitas serta orang lain yang memiliki kepentingan dalam program18 Langkah-langkah PAR yang digunakan meliputi19: Mengetahui kondisi nyata para muallaf. Memahami masalah yang dihadapi muallaf dalam persoalan Merencanakan strategi pemecahan masalah. Melakukan aksi pemecahan masalah melalui program kerja pembinaan muallaf. Melakukan refleksi untuk keberlanjutan program. Langkah-langkah ini diharapkan dapat membentuk siklus berkelanjutan dalam pemberdayaan millenial, yang tergambar sebagai Rahmat. , & Mirnawati. Model participation action research dalam pemberdayaan masyarakat. Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal, 6. , 6271. Pujileksono. Metode Penelitian Pekerjaan Sosial. Malang: Intrans Publishing Satibi. Duriat. , & Abdullah. PENINGKATAN KAPASITAS KOORDINASI. EVALUASI. DAN PELAPORAN MELALUI PENDAMPINGAN TIM AKSELERASI PROGRAM CEMPOR AuCAMP ENTREPRENEUR DISPORAAy KOTA BANDUNG. TO KNOW/ MENGETAHUI TO CHANGE/ TO UNDERSTAND/ MERUBAH MEMAHAMI TO ACT/ TO PLAN/ BERTINDAK MERENCANAKAN Gambar 1 Siklus Participatory Action Research Hasil dan Pembahasan Program dalam kegiatan pengabdian masyarakat berbasis PAR ini dititikberatkan kepada membangun kesadaran pendidikan agama pada generasi milenial di lingkungan Dusun Bilakembar Desa Suela. Kecamatan Suela dengan pembinaan pemahaman ilmu agama bagi generasi milenial. Dalam upaya merealisasikan program pembinaan untuk peningkatan pendidikan keagamaan, beberapa program kegiatan pembinaan generasi milenial di Dusun Bilakembar Desa Suela. Kecamatan Suela sebagai berikut. Tabel 1 Jadwal Program Pembinaan di Dusun Bilakembar Desa Suela. Kecamatan Suela Hari Program Pendampingan Uraian Kegiatan Asar. Hari Senin. Diniah (Anak Shole. Bahasa Arab Asar. Hari Selasa Diniah (Anak Shole. Fiqh Asar. Hari Rabu Diniah (Anak Shole. Tahfidz Malam Sinin-Kamis Kajian Keagamaan Pembelajaran Iqro & AlQurAoan Malam JumAoat Kajian Keagamaan Hiziban dan Jadwal ini disusun untuk memberikan variasi pembelajaran keagamaan setiap harinya. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman pembelajaran yang holistik dan komprehensif kepada masyarakat Dusun Bilakembar Desa Suela. Kecamatan Suela. Dengan variasi aktivitas harian, anak-anak akan mendapatkan kesempatan untuk memperkuat keterampilan dasar dan mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam tentang ajaran Islam. Pembelajaran Bahasa Arab. Fiqih. Tahfidz Pembelajaran Bahasa Arab. Fiqih. Tahfidz merupakan program yang dijalankan Asar Senin - Rabu. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan bahasa arab dan membaca Al-qurAoan dengan baik dan benar, terutama karena bacaan ini memiliki peran sentral dalam sholat. Tahsin al-Qur'an merupakan suatu model atau metode pembelajaran dasar yang mempelajari tentang huruf-huruf makhorijul dan sifat-sifat huruf serta huruf ahkamul dan bertujuan untuk membantu Masyarakat dalam membaca Al-Qur'an agar dapat membacanya dengan baik dan benar20. Untuk membaca al-Quran baik dan benar seorang muslim diwajibkan untuk belajar Al-Quran, terkait cara Mujahidin. Daudin. Nurkholis. , & Ismail. Tahsin Al-QurAoan untuk orang dewasa dalam perspektif Islam. Jurnal Pendidikan Luar Sekolah, 14. , membacanya, menghafalnya dan mengkajinya . serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari21. Pembelajaran Iqro & Al-QurAoan Pembelajaran Iqro & Al-QurAoan merupakan program yang dijalankan Malam Senin - Kamis. Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan anak-anak dalam membaca huruf hijaiyah dan memahami tartil membaca Al-Qur'an. Program ini diteruskan secara berkelanjutan agar kemampuan membaca Al-Qur'an secara tartil dapat terus Sebaik-baiknya manusia adalah orang yang belajar alQurAoan dan mengajarkannya22. Harapan utama adalah agar mualaf dapat menjadi pengajar bagi yang lainnya, menciptakan lingkungan belajar yang berkelanjutan23 Hiziban dan albarzanji Hiziban dan albarzanji merupakan program yang dijalankan Malam JumAoat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, memperingati hari kelahiran beliau, serta mempererat silaturahmi antar umat muslim. Selain itu, keduanya juga Aziz. , & Nursikin. Pengelolaan Program Induksi Guru Pemula (PIGP) Di MAN Kendal. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 4. Safliana. Al-QurAoan sebagai pedoman hidup manusia. Jurnal Islam Hamzah Fansuri, 3. , 78-89. Rezani. Yuseran. Wahyudi. Safira. Azizah. Damayanti. , & Halimah. Pembinaan Muallaf: Strategi Inovatif Peningkatan Pendidikan Keagamaan di Desa Patikalain. Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3. , 25-34. memiliki tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa dan pujian Hizib merupakan jenis wirid dan kumpulan doa yang sistematika bacaannya teratur dan terpilih dari ayat-ayat Al-QurAan dan Hadits Nabi SAW, yang merupakan salah satu amalan rutin para ulama dan auliya Allah untuk mendekatkan diri kepada Allah dan demi tujuan tertentu 24 Mencintai Rasul adalah bukti nyata yang dapat diamati melalui karakter atau perilaku seseorang yang meniru teladan Rasulullah SAW secara Hal ini membawa nama baik Rasulullah SAW ke mana pun dan kapan pun, bukan sekadar diucapkan dengan kata-kata tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata sebagai umat Islam yang baik yang meneladani Rasulullah SAW. Tujuannya adalah agar cinta kepada Rasulullah tidak hanya diucapkan semata, melainkan diterjemahkan dalam tindakan nyata, karena hanya orang yang berjuang untuk mencintai Rasulullah yang akan dicintai oleh-Nya di akhirat25. Kitab AlBarzanji adalah sebuah bentuk ibadah yang esensialnya mengandung keagungan Allah SWT, pujian serta penghormatan kepada Rasulullah yang memiliki kepribadian indah dan mengharukan. Syair-syair yang memancarkan kecintaan kepada Rasulullah membuat kegiatan ini menjadi rangkaian ibadah yang diminati di kalangan masyarakat Muslim. Dengan sebagian besar penduduk Indonesia beragama Islam, tak terbantahkan bahwa selain melaksanakan ibadah wajibnya, mereka Saudi. Tradisi pembacaan hizib nahdlatul wathan untuk membentuk karakter santri di pondok pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah Praya Lombok Tengah (Doctoral dissertation. UIN Matara. Nisa. , & Hasan. Nilai-nilai Pendidikan Akhlak dalam Kitab al Barzanji Karya Syaikh JaAofar al Barzanji dan Implementasinya Dalam Pendidikan. Al-IAotibar : Jurnal Pendidikan Islam, 6. , 50Ae63 juga mengikuti kegiatan-kegiatan keagamaan seperti sholawat AlBarzanji sebagai sumber kekuatan rohani26,27 Berikut ini adalah langkah-langkah strategis inovatif dalam pembinaan generasi milenial yang kami rancang berdasarkan tahapan kerja PAR Tahap to Know (Mengetahui Kondisi Riil Komunita. Dalam tahap ini, strategi pembinaan generasi milenial dimulai dengan langkah-langkah konkret untuk memahami kondisi riil Dusun Bilakembar Desa Suela. Kecamatan Suela. Proses ini tidak hanya mencakup kegiatan fisik di lapangan, tetapi juga melibatkan interaksi sosial dan proses inkulturasi untuk membangun kepercayaan dan keterlibatan aktif dalam masyarakat. Berikut adalah rincian langkahlangkah dalam Tahap to Know: Menerapkan Pendataan Komprehensif untuk Generasi Milenial. Informasi yang dikumpulkan mencakup: tingkat kemampuan mengaji, pemahaman keagamaan, frekuensi kunjungan ke masjid Menggunakan Data Sebagai Landasan. Data yang terkumpul dijadikan landasan utama untuk memahami karakteristik dan kebutuhan individual Merancang Program Personal dan Sesuai Kebutuhan. Data hasil pendataan digunakan untuk merancang program yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan individual Tahap to Understand (Memahami Problem Komunita. Tahap to Understand merupakan kelanjutan dari Tahap to Know dan difokuskan pada pemahaman lebih mendalam terhadap persoalan utama yang dihadapi oleh Dusun Bilakembar Desa Suela. Kecamatan Suela. Strategi pemberdayaan pada tahap ini dirancang untuk melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses analisis melalui Fauzi. , & Atqia. Penanaman Sikap Cinta terhadap Rasul dengan Mengamalkan Kitab Al Barzanji di Desa Kampung Gili. ISLAMIKA, 3. 171Ae177 Qomarullah. Solimin. Fadillah. Yanti. Pratama. Wahyuni. , & Kutni. Tradisi Maulid Al-Barzanji Untuk Menumbuhkan Kecintaan pada Nabi Muhammad SAW di Desa Bangun Rejo. Jurnal Uluan: Pengabdian Kepada Masyarakat, 2. , 23-37. Focus Group Discussion (FGD). Berikut adalah rincian langkah-langkah dalam Tahap to Understand: Mengadakan Diskusi Terstruktur dengan Stakeholder. Diskusi ini mencakup tokoh masyarakat, pemuka agama, dan pihak terkait lainnya yang memiliki peran signifikan dalam konteks pemberdayaan Generasi milenial Memanfaatkan Hasil Pendataan. Data-data yang terkumpul digunakan sebagai acuan untuk memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh generasi milenial Merumuskan Program dengan Melibatkan Masukan Stakeholder. Melibatkan stakeholder dalam merumuskan program pemberdayaan, sehingga program yang dihasilkan lebih berdasarkan pada kebutuhan riil dan mendapat dukungan luas dari komunitas Tahap to Plan (Merencanakan Pemecahan Masalah Komunita. Tahap to Plan merupakan langkah krusial dalam strategi pemberdayaan generasi milenial. Pada tahap ini, fokusnya adalah merencanakan aksi konkret untuk pemecahan masalah komunitas, dengan memastikan bahwa setiap langkah yang diambil didasarkan pada pemahaman yang mendalam terhadap permasalahan yang diidentifikasi sebelumnya. Perencanaan program harus didasarkan atas rumusan masalah dalam bentuk pohon masalah yang sudah disusun melalui proses FGD dalam tahap sebelumnya. Perencanaan program disusun berdasarkan rumusan masalah dan tujuan, yang strukturnya dibuat dengan model logical framework approach (LFA). Perencanaan program ini bentuknya semacam sebuah proposal dengan sistematika sebagai berikut. Menyusun Pemetaan Proses dengan Langkah-langkah yang jelas mencakup pemilihan strategi pemecahan masalah dan penetapan tujuan membantu menentukan arah pemetaan proses. Pemetaan proses dirancang dengan merinci langkah-langkah yang jelas untuk mencapai tujuan pemberdayaan generasi milenial. Selanjutnya diperkuat dengan uraian: inti masalah, masalah utama, penyebab utama, penyebab pendukung atau akar masalah. Analinis tujuan, dilengkapi dengan uraian: tujuan inti, harapan utama, strategi-strategi, dan dampak yang dihasilkannya. Uraikan perubahan apa yang terjadi seandainya strategi ini dijalankan. Matrik analisis kelayakan strategis. Matrik ini digunakan untuk menganalisis kelayakan strategi sebuah program dilaksanakan. Bentuk programnya apa, capaian targetnya apa, respon suka atau tidaknya komunitas, kemungkinan dilaksanakannya, sumberdaya yang dibutuhkan, keberlangsungan . , pengaruh apa yang akan terjadi jika dilaksanakan . ecara ekonomi, sosial, dan lainlai. Matrik Perencanaan Operasional (MPO) atau Matrik Rencana Kerja (MRK). Matrik ini merupakan bentuk operasional tentang program yang dilaksanakan. Komponen matrik berupa bentuk kegiatan, target atau capaian, jadwal pelaksanaan, penanggungjawab, support sumber daya yang dibutuhkan, resiko atau asumsi. Matrik Analisis Stakeholder. Matrik ini untuk menganalisis pihakpihak terkait yang bisa berpartisipasi pada program yang akan Disebut juga dengan matrik analisis partisipasi. Organisasi Pelaksana. Penentuan penanggungjawab dan pelaksana program, yaitu pihak yang menjadi siapa untuk melakukan apa. Penganggaran. Sumber dan Pengeluaran (Budgetin. Uraian kebutuhan anggaran dan bahan yang dibutuhkan, dengan asumsi sumber pemasukan dan asumsi pengeluaran Tahap to Act (Melakukan Program Aksi Pemecahan Masala. Tahap to Act menjadi tonggak penting dalam strategi pemberdayaan muallaf di Dusun Bilakembar Desa Suela. Kecamatan Suela. Pada tahap ini, program aksi yang telah direncanakan pada tahap sebelumnya diimplementasikan dengan cermat. Tahap ini mengharuskan program aksi yang dijalankan untuk menjadi solusi nyata terhadap problem sosial yang telah dianalisis sejak awal. Pada tahap ini, tim pelaksana memulai implementasi program aksi sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Program ini harus secara langsung mengatasi problem sosial yang telah diidentifikasi dan dianalisis pada tahap sebelumnya. Program ini memastikan keterlibatan masyarakat, penggunaan sumberdaya lokal, dan penciptaan dampak berkelanjutan yang membawa perubahan positif secara evolutif. Tahap to Change (Melakukan Refleksi untuk Keberlanjutan Progra. Pada tahap ini, hal yang semestinya dilakukan adalah melakukan refleksi atas hasil proses selama proses riset dan pemberdayaan. Refleksi bukan sekedar dilakukan untuk internal, tetapi dilakukan bersama komunitas, sehingga terbangun pembelajaran untuk keseluruhan millenial yang terlibat. Refleksi dibangun untuk mengkritisi kembali hal-hal yang pernah dilakukan dan pelajaran apa yang bisa diambil untuk menapak ke depan. Dengan demikian dibangunlah komitmen untuk melanjutkan program untuk menapak perubahan Metodologi Pengabdian Masyarakat sehingg tidak terjadi keterputusan dan dapat terus berkelanjutan Kesimpulan Berdasarkan seluruh program pembinaan ilmu agama bagi generasi milenial yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa strategi inovatif pembinaan generasi milenial di Dusun Bilakembar Desa Suela. Kecamatan Suela melalui peningkatan keagamaan menggunakan metode participatory action research (PAR) memberikan kontribusi signifikan. Hasil penelitian ini tidak hanya memberikan pemahaman mendalam tentang kondisi keagamaan di Dusun Bilakembar Desa Suela. Kecamatan Suela kalain, tetapi juga memberikan landasan bagi pengembangan program pemberdayaan yang lebih inklusif dan berkesinambungan di masa depan. Dengan demikian, pentingnya melibatkan masyarakat dan generasi milenial secara aktif dalam proses pemberdayaan serta menerapkan metode PAR sebagai pendekatan yang dapat memberikan dampak positif secara menyeluruh. Daftar Pustaka