JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume 13 Nomor 1 Bulan Maret Tahun 2024 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 59672/emasains. PAPARAN MIKROPLASTIK DAN POTENSI RISIKO KESEHATAN PENCERNAAN Kadek Yuniari Suryatinia,*. I Gusti Ayu Raib. I Gusti Agung Gede Wiadnyanac. Anak Agung Istri Mirah Dharmadewid a,b,c,d Universitas PGRI Mahadewa Indonesia. Denpasar. Indonesia *email: yuniarisuryatini@gmail. Abstrak. Penemuan plastik telah membawa kemudahan bagi peradaban manusia karena plastik mempunyai daya tahan, fleksibilitas, dan biaya produksi yang rendah. Keberadaan plastik di lingkungan berasal dari kegiatan rumah tangga, industri, perdagangan, dan tempat Hal tersebut akan berdampak dalam peningkatan sampah plastik. Proses dekomposisi plastik berlangsung sangat lambat sehingga diperlukan waktu ratusan tahun agar terdegradasi menjadi mikroplastik melalui berbagai proses fisik, kimiawi maupun biologis. Mikroplastik mempunyai ukuran kecil (<5 m. dan memiliki berat 0,1-8,8 mg. Kekhawatiran tentang terjadinya distribusi dan toksikologi mikroplastik kini menjadi fokus perhatian publik di seluruh dunia. Saluran pencernaan diduga merupakan jalur utama masuknya mikroplastik ke dalam tubuh manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi risiko kesehatan pencernaan dengan adanya paparan mikroplastik. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan . ibrary researc. dan data dianalisis secara deskriptif sehingga akan diperoleh gambaran atau penjelasan dari topik yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian diketahui paparan mikroplastik secara terus-menerus pada manusia menimbulkan potensi risiko kesehatan pencernaan. Potensi tersebut telah dikaitkan dengan efek kesehatan pencernaan manusia seperti kerusakan saluran pencernaan, peradangan usus, dan dampak merugikan mikrobiota usus manusia. Efek tersebut masih dalam tahap penelitian tetapi bukti awal menunjukkan adanya potensi risiko kesehatan yang signifikan. Kata Kunci : mikroplastik, potensi risiko kesehatan, pencernaan PENDAHULUAN Penemuan plastik membawa keuntungan besar dan kemudahan bagi peradaban manusia karena daya tahan, fleksibilitas, dan biaya produksi yang rendah. Plastik digunakan pada hampir semua aspek kehidupan manusia sehingga permintaan dan produksi plastik meningkat pesat (Prokic et al. , 2. Hal tersebut akan berdampak dalam peningkatan sampah plastik (Chaerul et al. , 2. Keberadaan plastik di lingkungan didapatkan dari kegiatan rumah tangga, industri, tempat umum, dan perdagangan (Browne et al. , 2. Sampah plastik yang terpendam dalam tanah bertahun-tahun akan terurai menjadi mikroplastik yang akan terserap ke dalam unsur-unsur tanah dan akhirnya mencemari kehidupan dalam tanah. Polusi udara juga mengandung mikroplastik berukuran 10-25 m (Ummah et al. , 2. Mikroplastik memiliki potensi mengancam lebih serius dibandingkan dengan material plastik yang berukuran besar (Hidalgo-Ruz et al. , 2. Berdasarkan JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume 13 Nomor 1 Bulan Maret Tahun 2024 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 59672/emasains. penelitian terkini, mikroplastik ditemukan dalam bahan makanan seperti ikan, kerang, udang, ayam, makanan kaleng bahkan gula dan garam. Air minum kemasan botol plastik juga terbukti mengandung mikroplastik, bahkan masker daur ulang yang sejak masa pandemi Covid-19 wajib dipakai terbukti menjadi salah satu sumber paparan mikroplastik (British Geological Survey, 2. Para peneliti dari Ocean Conservacy dan Universitas Toronto belum lama ini telah menemukan hampir 90% dari protein yang dikonsumsi manusia yang bersumber dari daging ayam, daging sapi, makanan laut, daging babi, tahu, dan tiga alternatif makanan nabati mengandung mikroplastik (Dana Mitra Lingkungan, 2. Kontaminasi mikroplastik dapat memasuki rantai makanan yang termakan oleh hewan laut seperti ikan, bivalvia, dan akhirnya dikonsumsi manusia (Abdli et al. , 2. Menurut Caruso . , mikroplastik memiliki potensi dalam mengkontaminasi karena partikel mikroplastik dapat mengalami biomagnifikasi dimana pada rantai makanan terjadi transfer polutan. Biomagnifikasi mikroplastik terdapat pada ikan dan kerang yang hidup pada lingkungan perairan yang Aulia et al. melaporkan bahwa konsumsi ikan yang tinggi di berbagai negara dapat menyebabkan kontaminasi mikroplastik pada manusia. Hasil penelitian tersebut memperkirakan asupan mikroplastik berkisar antara 112-842 mikroplastik/gram/tahun. Nilai tersebut berbeda untuk setiap negara dimana negara-negara dengan konsumsi ikan tinggi menunjukkan paparan mikroplastik yang tinggi yaitu 3078 mikroplastik/tahun/kapita. Paparan mikroplastik cenderung lebih tinggi pada anak-anak dibandingkan orang Sumber paparan mikroplastik pada anak-anak antara lain: susu kemasan yang mengandung pristine microplastics, mainan plastik, playground yang terbuat dari plastik, botol susu plastik, dan bahan-bahan makanan (Path S & Path P, 2. Kekhawatiran tentang terjadinya distribusi dan toksikologi mikroplastik kini menjadi fokus perhatian publik di seluruh dunia (Budiarti, 2. Mikroplastik menjadi vektor senyawa Persistent Organic Pollutans (POP. dan mengadsorpsi logam berat (Abbasi et al. , 2. Hal tersebut menimbulkan efek toksik ganda (Meiwinda et al. , 2. Efek mikroplastik pada kesehatan manusia sedang aktif diteliti oleh para ilmuwan di seluruh dunia. Peran sampah plastik dalam menimbulkan dampak terhadap kesehatan masih belum diketahui dengan jelas dan juga mekanisme bagaimana bahan kimia dari plastik dapat berdampak pada manusia dan hewan belum diketahui (European Commision, 2. Berdasarkan hal-hal tersebut sangat penting untuk mengkaji potensi risiko kesehatan pencernaan dengan adanya paparan mikroplastik. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan . ibrary researc. dan data dianalisis secara deskriptif. Menurut Nazir . , studi kepustakaan merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan penelahaan terhadap buku, literatur, catatan, serta berbagai laporan yang berkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkan. Dalam penelitian deskriptif, peneliti mendapatkan gambaran atau penjelasan dari topik Peneliti akan melakukan pencarian literatur yang relevan dengan menggunakan basis data akademis, berbagai jurnal ilmiah, buku-buku, dan sumber-sumber terpercaya Sumber-sumber literatur yang relevan dipilih untuk disertakan dalam analisis. PEMBAHASAN Karakteristik dan Sumber Paparan Mikroplastik Menurut Waste Management Information, plastik merupakan bahan organik yang mempunyai kemampuan untuk dibentuk ke berbagai bentuk, apabila terpapar panas dan JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume 13 Nomor 1 Bulan Maret Tahun 2024 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 59672/emasains. Komposisi dan material plastik adalah polimer dan zat additives lainnya (Purwaningrum, 2. Mikroplastik terbuat dari berbagai polimer seperti PE . PP . PS . PVC . olyvinyl chlorid. , dan PET . olyethylene terephthalate (Hidalgo-Ruz et al. , 2. Plastik merupakan zat additives sehingga plastik memiliki sifat kuat, ringan, serta tahan lama sehingga sifatnya tersebut menjadikan plastik sulit terurai di lingkungan baik di darat maupun perairan (Law & Thompson, 2. Proses dekomposisi plastik berlangsung sangat lambat diperlukan waktu hingga ratusan tahun agar terdegradasi menjadi mikroplastik melalui berbagai proses fisik, kimiawi maupun biologis (Galgani, 2. Mikroplastik mempunyai ukuran kecil (< 5 m. (Andrady, 2. dan memiliki berat 0,1-8,8 mg (Septian et al. , 2. Mikroplastik dikategorikan menjadi beberapa jenis berdasarkan bentuknya seperti fiber, fragment, film, foam, pellet, dan lainnya (Zhang et al. , 2. Mikroplastik jenis fiber mempunyai ciri menyerupai serabut ataupun seperti jaring nelayan. Mikroplastik jenis fiber digunakan sebagai bahan dasar pembuatan pakaian, serat pakaian, jaring nelayan, maupun peralatan rumah tangga. Mikroplastik jenis film berbentuk menyerupai lembaran atau pecahan plastik dan digunakan dalam pembuatan kantong kresek ataupun plastik kemasan. Mikroplastik jenis fragment mempunyai ciri berupa pecahan yang dihasilkan dari sampah seperti botol, toples, map mika serta potongan kecil pipa Mikroplastik jenis foam mempunyai ciri warna putih dengan tekstur yang kenyal dan secara umum bersumber dari produk sekali pakai seperti styrofoam. Mikroplastik jenis pellet berbentuk silindris dengan warna putih (Ambarsari & Anggiani, 2. Mikroplastik dapat dibedakan menjadi mikroplastik primer dan sekunder. Mikroplastik primer berasal dari partikel mikro seperti bahan mentah plastik perindustrian dan microbread pada scrub kosmetik, sedangkan mikroplastik sekunder berasal dari sampah plastik yang tidak tertangani dengan baik yang langsung dibuang begitu saja ke badan lingkungan kemudian berfragmentasi menjadi partikel-partikel kecil akibat proses degradasi (Rachmat et al. , 2. Mikroplastik perlu menjadi perhatian karena berdampak besar terhadap lingkungan dan makhluk hidup (Prokic et al. , 2. Mikroplastik merupakan salah satu bahan ataupun limbah yang berbahaya (Sianturi et al. , 2. Mikroplastik sangat tahan terhadap biodegradasi (Yoshida et al. , 2. dan dapat menyerap bahan kimia yang beracun seperti PBTs (Persistent. Bioaccumulative, and Toxic Substance. dan POPs (Persistent Organic Pollutan. (Barnes et al. , 2. Transfer mikroplastik dari lingkungan ke dalam tubuh manusia dapat terjadi secara primer . angsung dari lingkungan ke dalam tubuh manusia dalam bentuk inorgani. dan secara sekunder . asuk melalui rantai makanan dengan cara mengkonsumsi organisme yang tercemar mikroplasti. Transfer primer terjadi melalui sistem pencernaan . dan pernapasan . , sedangkan transfer sekunder biasanya terjadi melalui digesti. Mikroplastik telah diketahui sebagai kontaminan rantai makanan (Supit et al. , 2. Mikroplastik mempunyai ukuran yang sangat kecil sehingga dapat dengan mudah ditelan oleh biota laut dan berpotensi memberikan dampak negatif jika terakumulasi didalam tubuh manusia atau biota lainnya melalui rantai makanan (Eriksen et al. , 2. Pernyataan tersebut didukung oleh Mardiyana . yang menyebutkan bahwa peluang terjadinya transfer mikroplastik melalui rantai makanan sangat besar bahkan masuk ke tubuh manusia melalui rantai makanan atau jaring makanan. Pratiwi et al. melaporkan adanya kontaminasi mikroplastik pada kerang konsumsi . erang darah, kerang kepah, dan kerang loka. yang berasal dari perairan Pulau Bangka. Kontaminasi mikroplastik pada kerang konsumsi tersebut dapat mempengaruhi fisiologi kerang sampai dengan membahayakan manusia sebagai Tuhumury & Ritonga . menyebutkan bahwa kandungan kimia plastik JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume 13 Nomor 1 Bulan Maret Tahun 2024 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 59672/emasains. akan terserap ke tubuh biota perairan sehingga jika dikonsumsi manusia akan terjadi transfer Efek Kesehatan Pencernaan dari Paparan Mikroplastik Mikroplastik merupakan konsekuensi jaman AuplasticeneAy (Ding et al. , 2. Penelitian terkini menyebutkan bahwa mikroplastik sejauh ini memiliki potensi yang membahayakan kesehatan manusia. Meskipun tidak berefek secara langsung terhadap tubuh namun jika terjadi paparan berulang maka berefek pada kesehatan (Budiarti, 2. Berdasarkan studi, ditemukan sebanyak 0,44 mikroplastik/gram gula. 0,11 mikroplastik/gram 0,03 mikroplastik/liter alkohol. dan sebanyak 0,09 mikroplastik dalam botol 600 ml air minum. Manusia diperkirakan mengkonsumsi 80 partikel mikroplastik perhari melalui buah dan sayur yang terkontaminasi (Campanale et al. , 2. Mikroplastik mempunyai ukuran yang sangat kecil sehingga dapat ditelan oleh berbagai hewan akuatik. Pada akhirnya akan terjadi penumpukan biomassa dan manusia sebagai konsumen akhir akan terpapar mikroplastik secara sekunder (Smith et al. , 2. Mulyadi . melaporkan bahwa mikroplastik sudah mencemari rantai makanan manusia sehingga tidak mengherankan mikroplastik telah ditemukan pada feses yaitu 20 serpihan/10 gram feses. Budiarti . juga telah mengidentifikasi mikroplastik pada feses manusia. Berdasarkan hasil penelitian mikroplastik pada 10 gram sampel feses yang dikumpulkan dari 102 sukarelawan ternyata mengandung mikroplastik. Liebmann et al. mengumpulkan spesimen feses manusia dari 8 negara di Eropa dan Asia, menemukan kandungan mikroplastik positif pada semua Sampel terbanyak mengandung PP . dan PET . olyethylene Namun hasil tersebut tidak dapat menjelaskan mekanisme ekskresi mikroplastik secara menyeluruh karena kandungan mikroplastik di feses dapat berupa mikroplastik yang tidak terabsorpsi, sempat memasuki enterosit lalu terlepas kedalam lumen atau sempat beredar secara sistemik lalu diekskresikan melalui sistem hepatobilier. Menurut Prata . , paparan mikroplastik ke dalam tubuh manusia dimungkinkan terjadi dari tiga jalur mekanisme yaitu saluran pencernaan, saluran pernapasan, dan paparan Saluran pencernaan diduga merupakan jalur utama masuknya mikroplastik ke dalam tubuh manusia. Pada ukuran mikroplastik >130 m biasanya akan terserap secara mekanis melalui celah pada lapisan tunggal epitel di ujung vili saluran pencernaan. Apabila memungkinkan bisa juga masuk ke dalam sistem peredaran darah melalui pembuluh limfatik. Hal tersebut dipengaruhi oleh fleksibilitas partikel yang masuk ke dalam lapisan dan tingkat aktivitas motorik pada saluran pencernaan. Mikroplastik yang diangkut oleh sel dendritik dan memecahnya ke pembuluh limfatik dan vena akan terdistribusi ke jaringan sekunder termasuk hati, otot, dan otak yang bisa mengakibatkan penumpukan di daerah tersebut bahkan bisa mengganggu proses metabolisme. Selain itu dapat menimbulkan peradangan pada saluran Mikroplastik yang berukuran <10 m, umumnya terserap melalui PeyerAos patch pada ileum yang mana dianggap sebagai jalur utama serapan dan mengalami translokasi. Daerah ini memiliki lapisan epitel sel M yang memiliki lekukan mikro pada permukaan luminal dan enterositnya. Di bawah lapisan tersebut terdapat lapisan subepitel yang memiliki rongga yang mengandung limfosit dan atau makrofag. Sampel sel M mampu mengangkut partikel mikroplastik dari lumen usus ke jaringan limfoid mukosa. Paparan yang terjadi berulang-ulang menyebabkan inflamasi pada saluran pencernaan hingga mampu mengganggu homeostasis imun. Anak-anak sebagai individu yang lebih banyak terpapar mikroplastik ditemukan lebih rentan terhadap paparan mikroplastik. Gejala yang dapat timbul pada anak yaitu reaksi alergi. JEms Emasains Jurnal Edukasi Matematika dan Sains Volume 13 Nomor 1 Bulan Maret Tahun 2024 P-ISSN 2302-2124 E-ISSN 2622 8688 DOI : 10. 59672/emasains. gangguan saluran napas, gangguan saluran pencernaan, gangguan hormonal seperti obesitas, diabetes, dan tiroid bahkan dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular (De-La-Torre, 2. Hollman et al. menyatakan bahaya yang ditimbulkan pada manusia bila mikroplastik berada di dalam lumen maka dapat berinteraksi dengan darah melalui proses adsorpsi dan akan mengisi protein dan glikoprotein. Hal tersebut dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dan pembengkakan usus. Ukuran mikroplastik yang sangat kecil juga memungkinkan terjadinya transportasi ke jaringan organ lain. Wright et al. menyatakan materi partikulat tersebut menyebabkan efek toksik ketika masuk ke dalam tubuh seperti kerusakan pada saluran pencernan. Hal didukung hasil penelitian Sincihu et al. pada hewan coba Rattus Norvegicus Strain Wistar yang diberikan mikroplastik polyethylene per oral mengindikasikan terjadinya proses inflamasi akut dan kronis secara terus-menerus. Terjadinya peradangan pada usus karena sifat fisik mikroplastik polyethylene . iameter ukuran, permukaan, tepi, maupun bentukny. , sifat kimia . ahan aditif bersifat toksi. , konsentrasi, serta adanya biofilm mikroba. Selain faktor-faktor tersebut, sitotoksisitas akibat mikroplastik sebagai hydrophobic organic chemicals juga diduga berperan dalam peradangan usus. Bianco et al. menyatakan bahwa paparan mikroplastik juga telah dikaitkan dengan dampak yang merugikan pada mikrobiota usus manusia yang dapat berdampak negatif pada sistem Namun hasil penelitian Nugrahapraja et al. pada feses penduduk di pesisir dan dataran tinggi Indonesia yang terkontaminasi mikroplastik diketahui tidak mempunyai korelasi signifikan antara kontaminasi mikroplastik dan komposisi mikrobioma usus manusia. Hasil tersebut kemungkinan karena ambang batasnya belum terpenuhi. Menurut Giyatmi & Irianto . , dampak jangka panjang dari pencemaran mikroplastik terhadap manusia masih belum diketahui, namun Rochman et al. menyatakan bahwa bukti awal telah menunjukkan adanya potensi risiko kesehatan yang signifikan. SIMPULAN Paparan mikroplastik secara terus-menerus pada manusia menimbulkan potensi risiko kesehatan pencernaan. Potensi tersebut telah dikaitkan dengan efek kesehatan pencernaan manusia seperti kerusakan saluran pencernaan, peradangan usus, dan dampak merugikan mikrobiota usus manusia. Efek tersebut masih dalam tahap penelitian tetapi bukti awal menunjukkan adanya potensi risiko kesehatan yang signifikan. DAFTAR PUSTAKA