Misterius : Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual Volume. Nomor. 2 Juni 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 139-145 DOI : https://doi. org/10. 62383/misterius. Available online at: https://journal. id/index. php/Misterius Analisis Motif Ornamen pada Kain Tenun Songket Khas Melayu Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Aidil Amri1*. Agus Priyatno2 Universitas Negeri Medan. Indonesia Korespondensi penulis: aidilamri415@gmail. Abstract. Deli Serdang is a district in North Sumatra known for its diversity and significant Malay community Traditional songket weaving, especially the Deli Tobacco Leaf motif, plays an important role as a symbol of economic growth and prosperity for the Deli Malay community, and is a Malay cultural heritage that must be preserved. This study highlights the Malay songket tradition in Deli Serdang, to reveal its aesthetic and symbolic meaning through interviews with craftsmen and community leaders. The Tobacco Leaf motif, in addition to beautifying the fabric, also reflects traditional artistic values such as balance, proportion, while emphasizing the identity of Indonesian culture. This study encourages the preservation of cultural heritage to remain relevant and modern. Keywords: Malay Songket. Deli Tobacco Leaf Motif. Weaving. Culture. Deli Serdang. Abstrak. Deli Serdang merupakan sebuah kabupaten di Sumatera Utara yang di kenal akan keberagaman dan komoditas masyarakat melayu yang signifikan. Tenun songket Tradisional, khususnya motif Daun Tembakau Deli, memainkan peran penting sebagai symbol pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bagi masyarakat Melayu Deli. Serta merupakan warisan budaya melayu yang harus dilestarikan. Penelitian ini menyoroti tradisi songket Melayu di Deli Serdang, untuk mengungkapkan makna estetika dan simboliknya melalui wawancara dengan pengrajin dan tokoh masyarakat. Motif Daun Tembakau, selain memperindah kain, juga mencerminkan nilai-nilai seni tradisional seperti keseimbangan, proporsi, sekaligus mempertegas identitas budaya Indonesia. Studi ini mendorong pelestarian warisan budaya agar tetap relevan dan modern Kata kunci: Songket Melayu. Motif Daun Tembakau Deli. Tenun. Budaya. Deli Serdang. LATAR BELAKANG Dalam kajian mengenai keberagaman budaya di Kabupaten Deli Serdang, terdapat beberapa ahli yang telah banyak meneliti dan membahas mengenai kekayaan budaya dan seni yang berkembang di wilayah tersebut. Salah satunya adalah Menurut Hutabarat. penggunaan motif daun tembakau deli menunjukkan kepekaan estetika masyarakat local terhadap bentuk dan warna. Menurutnya, ornamen Daun Tembakau Deli melambangkan harapan untuk kehidupan yang lebih baik, pertumbuhan, kemakmuran, dan keberuntungan, yang juga dapat ditemukan dalam kain tenun songket khas Melayu. Situmorang . juga menyoroti pentingnya kebudayaan masyarakat Batak Toba yang mengedepankan nilai-nilai kehidupan yang luhur, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa syukur. Meskipun fokus utamanya adalah masyarakat Batak, konsep ini sangat relevan untuk dipahami dalam konteks kebudayaan di Deli Serdang, yang memiliki tradisi dan adat istiadat yang sarat dengan nilai-nilai kehidupan. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh L. Azzahra . mengenai keberagaman budaya di Indonesia sangat penting untuk menggambarkan betapa pentingnya memahami dan Received: Juni 02, 2025. Revised: Juni 14, 2025. Accepted: Juni 28, 2025. Published: Juni 30, 2025 Analisis Motif Ornamen pada Kain Tenun Songket Khas Melayu Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan menghargai kebudayaan lokal sebagai bentuk toleransi terhadap keberagaman. Hal ini sejalan dengan keberagaman etnis dan agama di Kabupaten Deli Serdang, yang memengaruhi kekayaan budaya yang ada, termasuk dalam seni kriya seperti tenun songket. Melalui pandangan dan penelitian para ahli ini, kita dapat melihat bahwa keberagaman budaya yang ada di Kabupaten Deli Serdang, khususnya dalam hal seni kriya dan tenun songket, memiliki nilai simbolis dan estetika yang sangat tinggi. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai pelestarian kebudayaan tradisional, serta memberikan kontribusi terhadap generasi mendatang untuk lebih menghargai dan melestarikan warisan budaya yang telah ada. KAJIAN TEORITIS Analisis Data Kualitatif Secara umum analisis merupakan aktivitas dalam mengamati suatu objek dengan menguraikan komponen pembentuknya dan menyusun kembali komponen tersebut agar dapat dikaji secara detail. Menurut Sugiyono . bahwa teknik analisis data adalah cara yang digunakan berkenaan dengan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan pengujian hipotesis yang telah diajukan dalam penelitian. Dalam penelitian kualitatif, data dapat ditemukan dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam . , dan dilakukan secara berulang hingga data jenuh. Teknik analisis data Kualitatif menurut Sugiyono . adalah bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan pola hubungan tertentu hingga menjadi hipotesis, kemudian berdasarkan hipotesis tersebut data akan dicari hingga berulang hingga disimpulkan apakah hipotesis tersebut dapat diterima atau ditolak. Menurut Sugiyono . proses analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama di lapangan, dan setelah selesai lapangan. Penenlitin kualitatif telah melakukan analisis data sebelum peneliti turun ke lapangan. Miles dan Huberman . alam Sugiyono,2018:. mengemukakan bahwa metode atau teknik pengolahan data kualitatif dapat dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Sementara itu menurut Spradley . alam Sugiyono,2018:. tahapan analisis data kualitatif meliputi analisis domain, taksonomi dan komponensial, dan analisis tema kultural. MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 139-145 Ornamen Ornamen berasal dari kata AuORNAREAy . ahasa lati. yang berarti menghias. Ornamen juga bias diartikan sebagai menghias, sehingga ornamen sering disebut sebagai desain dekoratif dan desain ragam hias. Seni ragam hias atau ornamen adalah seni yang tergolong tua. Sejak manusia belum mengenal aksara, mereka sudah mampu berkomunikasi atau menyampaikan buah pikiran kepada orang lain atau kepada keturunanya kelak. Ornamen merupakan salah satu bentuk ekspresif kreatif manusia zaman dulu. Ornamen dipakai untuk mendekorasi badan, pahatan kayu, tembikar, hiasan pada baju, alat-alat perang, bangunan serta benda seni lainnya (Sari dan Pramono, 2008:. Istilah ornamen dalam arti mengandung unsur-unsur dari hiasan yang dikembangkan dari motif daun-daun alam, bentuk geometris dan bentuk-bentuk binatang. Dalam kesenian primitif, kepandaian hias-menghias sering lebih dipentingkan dari pada caracara berkesenian. Tembakau Deli Penelusuran mendalam mengenai sejarah dan peran tembakau Deli telah dibahas dalam buku Perkembangan Perkebunan Tembakau di Wilayah Kesultanan Deli Tahun 1900Ae1927 yang dijelaskan bahwa tembakau Deli berasal dari tanaman lokal yang kemudian dikembangkan menjadi komoditas ekspor oleh Nienhuys, serta pentingnya kontribusi investor dan perusahaan swasta dalam kemajuan industri ini (Risky M. P, 2022: . Buku tersebut juga menyoroti dampak sosial-ekonomi, termasuk arus besar migrasi tenaga kerja dan perubahan struktur masyarakat lokal akibat ekspansi perkebunan. Sejarah Tenun Songket Mengacu pada pendapat sejarawan Robyn dan Jhon Maxwell. Agustini (Agustini 2004,. mengemukakan bahwa tradisi tenun sutera dan songket dibawa oleh pedagang Cina dan India yang menguasai perdagangan Asia Tenggara melalui Selat Malaka dan pelabuhanpelabuhan Sumatera dan pantai utara Pulau Jawa sekita abad ke 7-15. Pendapat serupa dikemukakan oleh Reid . 4,96-. , namun dari masa ke masa yang lebih kemudian . bad ke-12 M). Namun Andaya mengemukakan bahwa songket sangat popular pada masa kerajaan Palembang sekitar tahun 1629, karena pada masa itu songket merupakan pakaian bangsawan yang disesuaikan dengan kedudukannya. MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 Analisis Motif Ornamen pada Kain Tenun Songket Khas Melayu Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Pengertian Prinsip Seni Rupa Utoyo . menjelaskan bahwa Prinsip-prinsip seni rupa menjadi landasan dalam pembuatan karya seni, karya seni yang estetis dan enak dipandang adalah karya seni yang menerapkan prinsip-prinsip seni rupa. Cara menyusun dan menata unsur-unsur rupa sehingga membentuk suatu karya seni disebut prinsip seni rupa. Prinsip seni rupa juga dapat didefinisikan sebagai prinsip desain yang menekankan prinsip seperti kesatuan, keseimbangan, ritme, penekanan, proporsi, dan harmoni. Sebuah karya seni yang unsur-unsurnya tersusun tanpa memenuhi aturan penyusunan seperti sampah atau yang tertumpuk bagaikan sampah yang berserakan ditempat pembuangan. Sebaliknya, barang buangan yang memiliki elemen garis, bentuk, warna, dan tekstur tersebut disusun pada suatu ruang atau bidang tertentu dengan mempertimbangkan prinsip penyusunan dapat berubah menjadi sebuah karya seni rupa yang Mesra . alam Siregar,2020:. Aumengungkapkan tentang prinsip yang lebih ditekankan komposisi dalam menggambar merupakan suatu susunan dari beberapa unsur secara seimbang, serasi atau harmonis, komposisi tersebut terdiri dari beberapa indikator yaitu: kesatuan keseimbangan, irama, proporsi, keselarasan, dan penekananAy. Salam Sofyan,dkk berpendapat bahwa sebuah karya seni rupa yan unsur-unsurnya tersusun tanpa memenuhi prinsip-prinsip penyusunan bagaikan sampah yang berserakan ditempat pembuangan. Sebaliknya, apabila barang buangan tersebut memiliki unsur garis, bentuk, warna dan tekstur tersebut disusun pada suatu ruang dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip penyusunan dapat berubah menjadi sebuah karya seni rupa yang menarik . METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang bertujuan untuk memahami makna dan prinsip seni motif Daun Tembakau Deli pada kain Songket Melayu di Kabupaten Deli Serdang. Kecamatan Percut Sei Tuan. Pendekatan kualitatif dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali informasi mendalam mengenai fenomena budaya yang ada, dengan fokus pada pengalaman dan pandangan masyarakat setempat. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik purposive dan snowball. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sementara analisis dilakukan dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Penelitian ini berlokasi di Desa Bandar Khalipah. Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang. Provinsi Sumatera Utara, dengan waktu penelitian selama tiga bulan, mulai Juli hingga September 2024. Sampel penelitian terdiri dari pengrajin kain Songket, tokoh adat, dan masyarakat setempat yang memiliki pengetahuan tentang motif Daun Tembakau Deli. MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 139-145 Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi langsung terhadap proses pembuatan kain Songket, wawancara dengan pengrajin dan tokoh adat, serta dokumentasi mengenai Motif Daun Tembakau Deli. Data yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif kualitatif, dengan mengorganisir, mengelompokkan, dan menganalisis data untuk menemukan makna yang terkandung dalam fenomena tersebut. Untuk memastikan validitas dan keandalan temuan, digunakan triangulasi data dan member checking, yang mengonfirmasi hasil temuan dengan informan terkait. Hasil penelitian diharapkan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang makna budaya yang terkandung dalam motif Daun Tembakau Deli pada kain Songket Melayu. HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Bandar Khalipah yang terletak di Kecamatan Percut Sei Tuan. Kabupaten Deli Serdang, merupakan wilayah strategis dengan keunggulan geografis berupa tanah aluvial datar, menjadikannya pusat aktivitas pertanian dan perdagangan. Desa ini dihuni oleh masyarakat multietnis, khususnya suku Melayu dan Batak Karo, yang hidup harmonis dengan mempertahankan tradisi seperti upacara adat, gotong royong, serta seni tari dan musik. Kehidupan ekonomi desa ini didukung oleh sektor pertanian, termasuk padi dan palawija, serta usaha kecil seperti kerajinan tangan yang semakin berkembang. Seperti yang dikemukakan oleh Siti Maryam . AuKerajinan tangan yang berakar dari budaya lokal memiliki potensi besar untuk menjadi identitas ekonomi desa sekaligus pelestarian seni tradisionalAy. Tokoh seperti Irfania Ramadhani Lubis menjadi simbol pelestarian budaya melalui revitalisasi songket Deli. Berkat perannya, motif klasik seperti Daun Tembakau Deli yang melambangkan pertumbuhan dan harapan kini dikembangkan menjadi lebih modern. Menurut Tarigan. L . AuMotif daun tembakau Deli sering digunakan sebagai simbol kesuburan dan kemakmuran dalam berbagai karya seni tradisionalAy. Motif ini tidak hanya kaya akan nilai estetika tetapi juga mengandung filosofi mendalam yang mencerminkan hubungan manusia dengan alam. Lebih lanjut. Simanjuntak. J . AuOrnamen daun tembakau Deli menjadi identitas visual yang membedakan seni hias daerah Deli dengan daerah lain di Sumatera Utara. Ay. Dengan dukungan dari berbagai pihak, songket Deli tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi. Irfania telah berhasil mengembangkan IR Songket, yang menjadi wadah untuk meregenerasi penenun lokal dan memasarkan kain songket sebagai produk bernilai seni tinggi. Seperti dikatakan oleh Marzal . AuPengembangan motif baru dapat membantu perajin untuk mempertahankan etika dan kualitas dalam pembuatan kain MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 Analisis Motif Ornamen pada Kain Tenun Songket Khas Melayu Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan songketAy. Dengan ini, songket Deli kembali hidup sebagai bagian dari identitas budaya Melayu sekaligus sumber inspirasi bagi generasi mendatang. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini telah memberikan pemahaman mendalam mengenai potensi budaya dan ekonomi Desa Bandar Khalipah, terutama melalui pelestarian kain tenun songket khas Melayu. Salah satu temuan utama adalah pentingnya motif Daun Tembakau Deli sebagai simbol pertumbuhan, harapan, dan identitas budaya yang kuat bagi masyarakat Melayu. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengembangan motif-motif klasik seperti Daun Tembakau Deli ke dalam desain modern dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan budaya. Selain itu, melalui IR Songket. Irfania Ramadhani Lubis berhasil merevitalisasi tradisi menenun songket Deli yang sebelumnya hampir punah. Dukungan dari berbagai pihak juga menjadi katalis dalam menghidupkan kembali industri kain tradisional ini. Untuk melanjutkan langkah yang telah dicapai, beberapa hal yang dapat dipertimbangkan adalah pengembangan pendidikan dan pelatihan dengan memasukkan seni menenun songket ke dalam kurikulum sekolah lokal untuk membantu generasi muda memahami dan melestarikan tradisi. Selain itu, program pelatihan menenun bagi masyarakat dapat terus diperluas dengan mengintegrasikan teknologi modern. Peningkatan akses pasar melalui kerja sama pemerintah dan pihak swasta dalam menyediakan platform pemasaran global untuk produk songket juga dapat meningkatkan nilai jual kain tenun dan mendukung keberlanjutan ekonomi para perajin. Revitalisasi warisan budaya melalui penelitian lebih lanjut terhadap motif-motif lain dalam kain tenun songket dapat dilakukan untuk mengungkap nilai-nilai lokal yang masih Hal ini juga dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan produk-produk kreatif lainnya yang relevan dengan tren saat ini. Dukungan kebijakan dari pemerintah daerah juga diperlukan untuk menetapkan langkah strategis yang mendukung pelestarian dan promosi kain tenun sebagai bagian dari warisan budaya tak benda yang dapat diwariskan kepada generasi Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, diharapkan pelestarian kain tenun songket khas Melayu tidak hanya dapat menjaga tradisi budaya, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi positif bagi masyarakat setempat. MISTERIUS - VOLUME 2. NOMOR. 2 JUNI 2025 e-ISSN: 3032-1654. p-ISSN: 3032-2057. Hal 139-145 REFERENSI