Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 KAJIAN BAGIAN NON ISI BUKU BAHASA INDONESIA KELAS IV SEKOLAH DASAR BERBASIS KELAYAKAN BUKU VERSI BSNP Irfan Ardi Nugroho1. Panca Dewi Purwati2. Annisa Rahayu3. Novi Dwiana4. Helga Sabrina5 Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Universitas Negeri Semarang. Indonesia irfanardinugroho80@students. id 1, pancadewipurwati@email. id 2, annisarahayu0706@students. id 3, novidwiana@students. helgasabrina@students. ABSTRAK: Buku ajar merupakan elemen fundamental dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah dasar. Sebagai salah satu sumber belajar utama, kelayakan buku ajar harus memuat informasi, konsep, dan nilai-nilai yang membentuk pemahaman siswa terhadap materi ajar sekaligus menjadi cerminan dari arah dan tujuan kebijakan kurikulum yang diterapkan, namun kelayakan buku ajar perlu untuk dilakukan pengkajian. Penelitian ini mengkaji kelayakan buku ajar Bahasa Indonesia kelas 4 SD yang diterbitkan oleh Kemendikbud RI tahun 2021 berdasarkan kelayakan buku ajar versi Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) guna mengetahui kelayakan buku ajar yang mencangkup aspek kelayakan isi, kelayakan bahasa, kelayakan penyajian, dan kelayakan kegrafikaan. Kajian ini menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan melibatkan pengumpulan, pembacaan, dan pengolahan data dari berbagai sumber tertulis relevan. Dari keempat aspek yang dikaji secara keseluruhan sudah layak untuk digunakan sebagai buku ajar, namun pada setiap aspeknya masih perlu untuk ditingkatkan lagi seperti penggunaan tanda baca, pemilihan diksi, dan pemilihan ilustrasi, sehingga kualitasnya sangat menentukan mutu KATA KUNCI: Kelayakan Buku Ajar. Pra dan Pasca. Bahasa Indonesia kelas IV. BSNP ABSTRACT: Textbooks are a fundamental element in the implementation of the learning process in elementary As one of the main sources of learning, the eligibility of textbooks must contain information, concepts, and values that shape students' understanding of the teaching material as well as reflect the direction and objectives of the curriculum policy being implemented, but the eligibility of textbooks needs to be assessed. This study examines the eligibility of Indonesian language textbooks for grade 4 elementary schools published by the Indonesian Ministry of Education and Culture in 2021 based on the eligibility of textbooks according to the National Education Standards Agency (BSNP) in order to determine the eligibility of textbooks covering aspects of content eligibility, language eligibility, presentation eligibility, and graphic eligibility. This study uses a descriptive qualitative research method approach involving the collection, reading, and processing of data from various relevant written sources. Of the four aspects studied as a whole, it is already suitable for use as a textbook, but each aspect still needs to be improved, such as the use of punctuation, choice of diction, and choice of illustrations, so that its quality greatly determines the quality of learning. KEYWORDS: Eligibility of Textbooks. Pre and Post. Indonesian Language Class IV. BSNP . PENDAHULUAN Berdasarkan pada Badan Standar Nasional Pendidikan . bahwa Buku teks pelajaran adalah sumber belajar utama yang digunakan di sekolah, sehingga kualitasnya sangat menentukan mutu pembelajaran. Sehingga buku ajar merupakan elemen fundamental dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah dasar. Sebagai salah satu sumber belajar utama, buku ajar memuat informasi, konsep, dan nilai-nilai yang membentuk pemahaman siswa terhadap materi ajar sekaligus menjadi cerminan dari arah dan tujuan kebijakan kurikulum yang diterapkan. Dalam konteks Kurikulum Merdeka yang diluncurkan oleh Kemendikbudristek pada tahun 2021, buku ajar Bahasa Indonesia untuk kelas IV SD menjadi instrumen strategis dalam menanamkan kompetensi literasi dasar yang adaptif, komunikatif, dan kontekstual. Keberadaan buku ajar tidak serta-merta menjamin mutu pembelajaran, sebab kualitas isi dan penyajiannya perlu ditelaah secara cermat. Untuk itu. Badan Standar Nasional Pendidikan Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 (BSNP) telah menetapkan kriteria penilaian kelayakan buku ajar yang mencakup empat aspek utama, yaitu kelayakan isi, penyajian, bahasa . , dan kegrafikaan. Keempat aspek ini menjadi indikator penting dalam menentukan sejauh mana buku ajar memenuhi standar pendidikan nasional dan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Bahasa merupakan cerminan budaya dan alat pembentuk identitas, sehingga buku ajar juga harus relevan dengan konteks sosial dan keberagaman kultural peserta didik di seluruh Indonesia. Pengkajian ini berguna untuk menilai apakah buku ajar telah berhasil mengakomodasi nilai Ae nilai Analisis ini juga berfungsi untuk mengevaluasi kualitas penyajian, isi buku, kebahasaan, dan kegrafikaan buku yang digunakan. Dengan demikian, pengkajian pra dan pasca buku ajar 2021 bukan hanya menjadi bagian dari refleksi akademik, tetapi juga sebagai dasar bagi perbaikan berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kualitas literasi siswa dan efektivitas pendidikan Bahasa Indonesia di era yang terus berubah. Sebelum 2021, buku ajar Bahasa Indonesia cenderung berorientasi pada aspek struktural dan normatif seperti tata bahasa dan ejaan. Namun, pasca 2021, terjadi pergeseran paradigma yang signifikan ke arah pendekatan komunikatif, kontekstual, dan literatif yang sejalan dengan semangat Kurikulum (Sulistyawati et al, 2. Oleh karena itu, penting dilakukan analisis mendalam untuk melihat sejauh mana buku ajar ini mampu menjembatani transformasi tersebut dan meningkatkan keterampilan berbahasa siswa secara fungsional dan kritis. Peran Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional sekaligus bahasa pengantar utama dalam Buku ajar Bahasa Indonesia tidak hanya bertugas mengajarkan keterampilan berbahasa, tetapi juga membentuk cara berpikir, bernalar, dan menyampaikan gagasan secara tertib dan logis. Oleh karena itu, buku ajar yang digunakan di jenjang Sekolah Dasar harus disusun secara hati-hati, agar sesuai dengan perkembangan kognitif anak dan mampu membangun fondasi literasi yang kuat sejak dini. Analisis kelayakan buku ajar berdasarkan empat aspek BSNP menjadi penting dalam menjamin keterpaduan antara bentuk dan makna, antara isi dan metode, serta antara teks dan konteks sosial budaya peserta didik. Selain itu, belum banyak kajian akademik yang secara spesifik menganalisis buku ajar Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka tahun 2021 secara menyeluruh, baik sebelum maupun setelah digunakan dalam praktik pembelajaran. Kebanyakan evaluasi hanya dilakukan secara sepintas atau administratif oleh satuan pendidikan. Padahal, refleksi mendalam terhadap struktur bahasa, kualitas ilustrasi, penyusunan materi, serta relevansi isi sangat diperlukan untuk memastikan bahwa buku ajar tidak sekadar memenuhi standar teknis, tetapi juga efektif dan transformatif dalam membentuk kompetensi literasi peserta didik. Dengan demikian, artikel ini hadir untuk mengisi kekosongan kajian tersebut dan menawarkan perspektif kritis serta konstruktif terhadap kualitas buku ajar Bahasa Indonesia di tingkat sekolah dasar. Buku ajar Bahasa Indonesia kelas IV SD Kurikulum Merdeka tahun 2021 terbitan Kemendikbudristek telah menjadi perangkat utama dalam pelaksanaan pembelajaran. Namun, dari hasil telaah awal, ditemukan sejumlah indikasi bahwa beberapa elemen penting buku ajar, khususnya pada bagian pra dan pasca buku, belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip penyusunan buku pendidikan dasar yang ideal. Bagian pra-buku seperti sampul, kata pengantar, daftar isi, dan petunjuk penggunaan belum tentu disusun dengan mempertimbangkan keterbacaan, struktur logis, serta daya tarik visual yang sesuai dengan usia peserta didik. Sementara itu, bagian pasca-buku seperti glosarium, indeks, evaluasi, dan daftar pustaka kadang tidak disusun secara sistematis, bahkan terabaikan. Kondisi ini berpotensi mengurangi fungsi buku sebagai sarana belajar yang utuh dan terstruktur. Secara teoretis, keberadaan unsur pra dan pasca buku merupakan bagian integral dari sistematika buku ajar yang baik. Menurut BSNP . , kelengkapan struktur penyajian merupakan indikator dalam aspek penyajian yang harus dipenuhi agar buku dinilai layak. Cover yang komunikatif, daftar isi yang logis, dan glosarium yang membantu pemahaman istilah adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman belajar siswa. Selain itu, seluruh bagian buku Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 harus mematuhi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, mengacu pada Ejaan Bahasa Indonesia Edisi V. Penggunaan istilah, kalimat perintah, dan penyajian informasi harus selaras dengan kaidah tata bahasa dan ejaan yang sesuai, agar siswa tidak hanya memahami isi buku, tetapi juga mendapatkan model penggunaan bahasa yang baik. Menurut Piaget . , anak usia 7 -11 tahun berada pada tahap operasional konkret, di mana mereka mulai dapat berpikir logis terhadap objek nyata, memahami hubungan sebab-akibat, serta mengorganisasi informasi secara sistematis namun belum mampu berpikir secara abstrak Mereka mulai dapat memahami mengorganisasi informasi sederhana, dan belajar melalui representasi visual dan kontekstual. Oleh sebab itu, bagian pra dan pasca buku ajar seharusnya tidak hanya menjadi pelengkap administratif, tetapi harus dirancang sebagai panduan dan penguat literasi struktural. Petunjuk penggunaan buku misalnya, sebaiknya disusun secara komunikatif dan eksplisit agar siswa dan guru memahami alur pembelajaran. Begitu pula dengan glosarium atau indeks yang dirancang sesuai tingkat kosakata siswa. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kelayakan terhadap unsur-unsur pra dan pasca buku ajar secara komprehensif, sebagai bentuk evaluasi akademik dan dasar perbaikan penerbitan buku ajar ke depan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif yang mana menurut Bongdon dan Taylor yang dikutip oleh Lexy J berdasarkan studi pustaka dan observasi langsung. Tujuannya adalah menganalisis kelayakan buku ajar Bahasa Indonesia SD Kelas IV berdasarkan standar dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Studi pustaka melibatkan pengumpulan, pembacaan, dan pengolahan data dari berbagai sumber tertulis relevan. Subjek dalam penelitian ini adalah buku ajar itu sendiri, sedangkan objeknya adalah kelayakan isi buku sesuai kriteria BSNP. Data dalam penelitian ini terdiri dari data primer . uku ajar dan obervasi kela. serta data sekunder . okumen, jurnal, dan referensi lainny. menurut sugiyomo 2022 . alam Andien Fransiska, 2. Penelitian ini menggunakan evaluasi kelayakan isi buku menurut BSNP dan melakukan observasi terhadap penggunaan buku di kelas. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, yaitu melalui proses reduksi data, penyajian data dalam bentuk tabel atau deskripsi ringkas, serta penarikan kesimpulan sementara yang dapat dikaji ulang bila ditemukan data baru sesuai dengan model Miles dan Huberman menurut Sugiyono . alam Wicaksono et al. , 2. Untuk menjaga validitas data, digunakan metode triangulasi, yaitu membandingkan data dari berbagai sumber dan melibatkan diskusi kelompok serta pembacaan ulang agar hasil analisis lebih kuat dan obyektif. Triangulasi dapat dilakukan untuk memastikan bahwa interpretasi terhadap data yang diperoleh lebih mendalam dan akurat (Nurfajriani et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan, terdapat beberapa ketidak sesuaian berbahasa, penyajian, kelayakan isi, dan kegrafikaan, beberapa aspek tersebut bisa ditingkatkan dengan beberapa rekomendasi yang diberikan, namun kelayakan latar belakang penulis juga dipertimbangkan seperti penulis pertama yang berlatar pendidikan farmasi juga menjadi kritikan oleh tim peneliti. Berikut adalah pemaparan kelayakan buku ajar versi BSNP: Hasil Kajian Kelayakan Kesesuaian isi Berdasarkan hasil analisis terhadap buku Bahasa Indonesia Kelas 4 SD Kurikulum Merdeka, bahwa pada kata pengantar di buku ini telah memadai dalam mengakomodasi Capaian Pembelajaran (CP). Kata pengantar menunjukkan koherensi yang kuat dengan tujuan CP 5 sebagaimana ditetapkan dalam Kemendikbud RI No. 958/2020, khususnya dalam pengembangan literasi dan kemampuan komunikasi efektif. Selain itu, kata pengantar memberikan gambaran Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 komprehensif mengenai kompetensi esensial yang akan dikembangkan melalui pembelajaran bahasa Indonesia sesuai dengan fase perkembangan kognitif peserta didik kelas 4 SD. Pada Peta konsep juga memuat konsep pembelajaran yang jelas dan terstruktur, sehingga memudahkan guru dan peserta didik memahami alur pembelajaran yang akan dilalui (Suyanto & Jihad, 2. Temuan ini sejalan dengan penelitian ( Fatmawati 2. yang menyatakan bahwa "Dalam buku ajar kurikulum merdeka perlu merefleksikan kesadaran literasi dan kemampuan komunikasi sebagai kompetensi inti yang harus dikembangkan pada peserta didik sekolah dasar. Biodata penulis buku menunjukkan ketidaksesuaian latar belakang pendidikan dengan bidang keahlian yang dibutuhkan. Penulis utama tercatat atas nama Eva Yulia Nukma, lulusan S1 Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1988-1993 dengan latar belakang pendidikan Farmasi. Hal ini menimbulkan keraguan mengenai kompetensi penulis dalam bidang pendidikan dan kebahasaan, mengingat penyusunan buku teks untuk sekolah dasar memerlukan pemahaman mendalam tentang pedagogik, psikologi perkembangan anak, dan metodologi pembelajaran yang tidak tercakup dalam pendidikan farmasi. Dalam aspek elemen visual pada sampul buku sangat sesuai dengan karakteristik psikologis dan preferensi visual siswa kelas 4 SD, menampilkan ilustrasi relevan dengan dunia anak-anak, tokoh anak dengan latar familiar, serta didominasi warna cerah yang menarik minat visual (Santrock, 2. , dengan komposisi seimbang antara teks dan gambar sesuai kajian (Anggraini & Nathalia 2. yang menekankan ilustrasi representatif dunia anak, warna cerah, dan komposisi sederhana namun menarik. Judul buku AuLihat SekitarAy sudah sejalan dengan materi yang akan di bahas. Dari sisi daftar isi per bab materi, buku ini menyajikan konsep kebahasaan yang tepat dan berjenjang sesuai tingkat kognitif siswa dengan memperhatikan spiral kurrikulum, mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan berbahasa dalam aktivitas pembelajaran, memperhatikan kontekstualitas materi dengan kehidupan sehari-hari (Dewantara & Sinaga, 2. , serta menerapkan pendekatan literasi yang kuat melalui aktivitas membaca dan menulis kreatif, sejalan dengan pendapat Rohman . bahwa buku ajar bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka harus mengembangkan keterampilan berbahasa dalam konteks bermakna. Ketidakseimbangan signifikan dengan rasio referensi expired berbanding aktif mencapai 3:1, yang tidak memenuhi standar Permendikbudristek No. 16 Tahun 2022 tentang referensi yang "akurat, terkini, dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis". Nurhasanah & Sobandi . menegaskan bahwa kualitas referensi merupakan indikator utama kelayakan buku dalam Kurikulum Merdeka. Rekomendasi perbaikan daftar pustaka 6 dengan menghapus referensi expired dan menambahkan minimal 10-15 referensi terkini dari sumber resmi Kemendikbudristek, implementasi sistem review berkala setiap 2 tahun, dan integrasi dengan platform pembelajaran digital resmi. Hasil Kajian Kelayakan Kebahasaan Berdasarkan hasil analisis kelayakan kebahasaan buku bahasa Indonesia AyLihat SekitarAy untuk siswa kelas IV sekolah dasar dianalisis dari berbagai aspek kebahasaan berdasarkan cabang linguistik, mulai dari fonologi hingga wacana. Dari aspek AuFonologiAy ditemukan bahwa meskipun penulisan teks sudah benar, pelafalan beberapa istilah berpotensi mengalami kesalahan, terutama jika dibaca cepat oleh siswa SD. Misalnya, kata AuperbukuanAy bisa terdengar sebagai Aupembukuan dan frasa panjang seperti AuHak Cipta pada Kementrian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan TeknologiAy rawan mengalami reduksi bunyi. Fenomena elisi sepertiAy dan Perbukuan AymenjadiAy PerbukuanAy, epentesis pada kata AuKementrianAy menjadiAy KemementrianAy, serta substitusi seperti AupengembanganAy menjadi AypembangemanAy juga dapat terjadi. Selain itu, dalam glosarium, di temukan kata seperti AusyekAy sertaAy biodataAy yang berpotensi menjadiAybiAodataAy, menunjukan adanya tantangan artikulasi bagi pembaca pemula. Dari sisi AuMorfologiAy, secara umum penggunaan kata dalam buku ini sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti penggunaan kata Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 AupemenuhanAy yang dinilai kurang tepat dalam konteks dan dapat diganti dengan AupemberianAy agar lebih sesuai. Selain itu, penggunaan kata AudiperbaruiAy dan AudimutakhirkanAy secara bersamaan menunjukkan redundansi makna karena keduanya memiliki arti yang hampir sama. Analisis juga menunjukkan bahwa pembentukan kata dengan prefiks seperti Aupe-Ay dalam kata *penyiapan, pelaksanaan, dan pengawasan, serta sufiks Au-kanAy dalam diterapkan dan diperlukan, telah digunakan secara tepat. Proses morfologis berupa derivasi dan komposisi, seperti pada kata AupengembanganAy dan frasa AuKurikulum MerdekaAy, dilakukan sesuai kaidah. Kata-kata dalam glosarium pun menunjukkan pemilihan morfem yang tepat, terutama untuk kata serapan seperti destinasi, migrasi, dan infografik. Secara AuSintaksisAy, terdapat beberapa kalimat yang perlu disempurnakan agar lebih sesuai dengan struktur baku bahasa Indonesia. Contohnya, frasa AuHak Cipta pada KementerianAAy lebih tepat jika ditulis AuHak Cipta dimiliki oleh KementerianAAy. Kalimat AuDilindungi Undang-UndangAy pun terlalu singkat dan sebaiknya ditulis lengkap menjadi AuHak cipta ini dilindungi oleh UndangUndangAy. Penggunaan frasa seperti Audalam rangkaAy dapat diganti dengan AuuntukAy agar lebih lugas, dan kalimat panjang seperti AuKurikulum ini memberikan keleluasaanAAy sebaiknya disederhanakan agar tidak membingungkan. Salah satu struktur yang kurang efektif juga terlihat pada frasa AuBadan Penelitian dan Pengembangan dan PerbukuanAy karena pengulangan konjungsi AudanAy membuatnya berat dibaca. Dalam aspek AuSemantikAy makna judul AuLihat SekitarAy dapat diinterpretasikan sebagai ajakan eksploratif, namun bisa terasa menggantung jika tidak diberi konteks yang jelas. Meskipun demikian, judul ini masih sesuai dengan pendekatan pembelajaran kontekstual untuk siswa SD. Pada bagian kata pengantar, ditemukan banyak istilah birokratis seperti Aupenyiapan kebijakan teknisAy dan rujukan terhadap keputusan menteri, yang cenderung terlalu abstrak untuk dipahami anak-anak. Sebaliknya, dalam bagian prakata, bahasa yang digunakan lebih sederhana dan emosional, seperti penggunaan sapaan AuSalam!Ay. AuSelamat, ya!Ay, dan AuSalam sayangAy, yang membuat teks terasa dekat dengan anak-anak dan membangun kedekatan personal. Dari sudut pandang AuWacanaAy, struktur isi buku dibangun dengan baik namun memiliki beberapa Judul buku secara struktural menyampaikan bidang studi dan tingkat pendidikan, namun subjudul AuLihat SekitarAy masih membutuhkan penguatan makna. Kata pengantar ditulis dengan gaya formal untuk audiens dewasa, sementara prakata dirancang lebih komunikatif untuk siswa. Daftar isi menunjukkan keberagaman tema dalam setiap bab, seperti AuSehatlah RagakuAy dan AuAsal-UsulAy, yang mencerminkan pendekatan interdisipliner dan kontekstual. Glosarium disusun secara sistematis dan alfabetis, memperlihatkan karakteristik wacana edukatif yang mendukung pembelajaran mandiri. Melalui analisis linguistik ini, dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan buku AuLihat SekitarAy telah memenuhi kriteria kebahasaan yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di tingkat dasar, meskipun masih terdapat beberapa aspek fonologis, morfologis, dan sintaktis yang bisa ditingkatkan untuk memperkuat kejelasan dan keterpahaman bahasa bagi pembaca usia dini. Hasil Kajian Kelayakan Isi Bahasa dalam buku disesuaikan dengan tingkat perkembangan kognitif dan psikologis anak kelas IV SD. Bahasa bersifat komunikatif dan konkret, mengandung materi yang releven dan dekat dengan pengalaman anak sehari-hari. Pendekatan narasi dan dialog membantu siswa mengaitkan pelajaran dengan konteks nyata. Latihan menyusun dan menyunting kalimat mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Di samping itu,beberapa istilah tematik seperti 8 AyJelajah KataAy. AyBahasa BahasaAy disajikan tanpa penjelasan yang cukup, sehingga bisa menyulitkan pemahaman siswa yang baru mengenal konsep-konsep tersebut. Berdasarkan studi Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 Latif . , buku ajar yang dirancang untuk siswa SD seharusnya mampu menyerderhanakan istilah teknis dan menyertakan penjelasan ekspilisit untuk mendukung pertumbuhan pemahaman konseptual mereka. Gaya bahasa dalam buku bahasa Indonesia pada bagian Pra-kata. Pra-isi dan Pasca isi sudah menunjukan pendekatan personal dan akrab melalui penggunaan kata sapaan langsung dan kalimat aktif, yang selaras dengan pendekatan pembelajaran aktif dalam Kurikulum Merdeka. Namun demikian, dari sisi afektif, bahasa yang digunakan masih terkesan datar belum mengandung unsur ajakan atau dorongan emosional yang dapat menumbuhkan motivasi belajar. Menurut Suyanto . , unsur motivasional seperti kalimat penyemangat atau ajakan kolaboratif sangat penting atau membangun keterlibatan siswa secara emosional terhadap materi Berdasarkan keempat indikator kebahasaan menurut BSNP, buku Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar untuk kelas IV SD secara umum sudah memenuhi standar kelayakan bahasa menurut BSNP. Penerapan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar, penggunaan bahasa yang sesuai dengan perkembangan peserta didik,komunikasi yang efektif, dan konsistensi istilah serta simbol visual telah diakomodasi secara menyeluruh. Meskipun terdapat beberapa aspek yang masih dapat disempurnakan seperti penyerderhanaan diksi, variasi ekspresi, dan penjelasan simbol, buku ini layak dan efektif digunakan sebagai bahan ajar bahasan Indonesia tingkat sekolah dasar. Pra-isi dari buku ini membangkitkan motivasi belajar siswa karena memiliki struktur yang sistematik, judul bab yang menarik, serta keterkaitan dengan pengalaman sehari-hari. Judul seperti AuLihat SekitarAy dan AuSehatlah RagakuAy mendorong akan rasa ingin tahu, sementara glosarium dan daftar pustaka mendukung eksplorasi lebih lanjut. Penyajian yang interaktif dan relevan membuat siswa lebih terarah dan termotivasi untuk belajar. Ada tidaknya soal Tidak mengkaji bab. Hanya mengkaji cover buku. Pra-kata. Pra-isi, dan Pasca isi. Berdasarkan hasil analisis mengenai kualitas buku penyajian buku ini dikategorikan sebagai menarik (M) karena menunjukkan bahwa aspek pembangkit motivasi belajar siswa. Buku ini mmenyajikan beragam elemen yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penyajian ini mendukung prinsip pembelajaran aktif dan bermakna, sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka. Menurut BSNP buku dapat dikategorikan menarik apabila dapat menunjukkan bahwa hampir seluruh bagian buku telah mampu membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa. Selain itu, buku ajar yang menyertakan visualisasi menarik dan kegiatan kontekstual juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa (Sari et al, 2. Hasil Kajian Kelayakan Kegrafikaan Buku ini dirancang dengan mengutamakan kenyamanan dan kemudahan baca bagi siswa Sekolah Dasar. Menggunakan ukuran standar cetak A4 . ,7 cm x 21 c. , tampilannya cukup besar sehingga memberikan ruang visual yang lega dan tidak membuat mata cepat lelah. Jenis huruf yang digunakan adalah Andika New Basic dengan ukuran 10/14 pt, yaitu font yang telah dikenal ramah anak serta dirancang khusus untuk mendukung keterbacaan teks oleh pembaca Format huruf yang digunakan adalah tegak lurus, dengan jarak spasi yang cukup longgar agar tiap huruf dan kata terbaca jelas, sehingga membantu anak-anak membaca dengan lebih lancar dan nyaman. Pada halaman awal buku, dicantumkan informasi lengkap mengenai jenis font dan ukuran huruf yang digunakan, sebagai bentuk transparansi dan acuan teknis. Seluruh tampilan halaman buku ini juga disusun secara konsisten mengikuti standar ISO, guna memastikan kualitas dan keseragaman tata letak dari awal hingga akhir halaman. Ilustrasi pada halaman judul buku ini telah dirancang dengan sangat baik dan menyentuh makna. Gambar anak-anak berkebutuhan khusus yang sedang bermain bersama dengan anak-anak lain menggambarkan pesan bahwa buku ini dapat diakses dan dinikmati oleh semua anak, tanpa Pada halaman iv. Pada halaman Prakata Terdapat Ilustrasi dimana seorang manusia mendarat dengan parasut di sebuah padang pasir dimana dibawah manusia tersebut terdapat onta dan keledai dengan gerobaknya. Jika menggunakan interpretasi pribadi bisa saja diartikan bahwa Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 anak-anak akan memasuki dunia pembelajaran atau kelas baru. Namun demikian, ilustrasi pada bagian Prakata dinilai kurang tepat. Gambar seekor keledai dengan gerobak yang rusak tidak mencerminkan semangat hangat dan ucapan selamat yang disampaikan oleh Bu Eva dan Bu Erni. Keledai, yang dalam persepsi umum sering diasosiasikan dengan kebodohan, justru bertentangan dengan nuansa positif yang ingin dibangun, dan Interpretasi gambar ini multitafsir, namun untuk melihat korelasi antara prakata dan ilustrasi sangat sulit untuk di korelasikan, melihat bagaiamana siswa yang masih duduk dibangku SD, dapat dipastikan beberapa anak akan berimajinasi dan berinterpretasi berbeda beda sehingga ini dapat mengasah imajinasi sang anak, padang pasir yang menjadi latar ilustrasi ini juga tidak selaras dengan konsep pembelajaran Bahasa Indonesia yang dimaksudkan lebih nasionalis, penulis lebih baik menggunakan latar yang bernuansa Indonesia seperti di Gunung Bromo ataupun Lereng Merapi, sehingga masih bisa relevan dengan ilustrasi Berbeda halnya dengan halaman vi, berjudul AuAda Apa dengan Buku Ini?Ay. Pada Halaman AuAda apa di Buku in?Ay, terdapat beberapa balon bicara yang mengangkut beberapa sub topik atau kegiatan yang ada di dalam buku ini dengan beberapa simbol penanda. Namun adanya balon bicara ini tidak dilengkapi dengan nomor atau penanda dari mana pembaca mulai 10 membaca, sehingga ini dapat membingungkan pembaca. Dan beberapa lambang tidak relevan dengan dengan apa yang dituliskanya seperti AuBahas BahasaAy dimana lambangnya adalah gear dan buku, akan lebih baik jika menggunakan simbol bendera negara dan ilustrasi percakapan antar dua orang, meski demikian ilustrasi simbolik yang digunakan sangat relevan. Simbol tanda tanya dan tanda seru merepresentasikan kegiatan bertanya dan menjawab dalam diskusi, sedangkan simbol buku menggambarkan aktivitas membaca secara langsung dan jelas. Untuk bagian Daftar Isi, ilustrasi pada beberapa bagian awal seperti Kata Pengantar. Prakata, dan Daftar Isi hanya menggunakan simbol huruf. Akan lebih baik jika ilustrasi tersebut diganti dengan gambar yang relevan, seperti pada bagian Prakata yang bisa digambarkan dengan ilustrasi anak yang sedang mendarat menggunakan parasut, sesuai isi halamannya. Beberapa bab memang telah menggunakan simbol yang sesuai, namun pada BAB 5 AuBertukar dan MembayarAy, ilustrasi yang digunakan tampak kurang tepat. Gambar tersebut menyerupai keluarga yang sedang makan bersama, sehingga bisa menimbulkan kesalahan interpretasi terhadap isi bab yang sebenarnya membahas tentang konsep pertukaran dan transaksi. KESIMPULAN Buku Lihat Sekitar secara umum telah memenuhi kriteria kelayakan isi berdasarkan standar BSNP karena materi yang disajikan kontekstual, berbasis literasi, dan sesuai dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Peta konsep dan judul bab terstruktur dengan baik, memudahkan siswa memahami alur pembelajaran. Namun demikian, terdapat kelemahan signifikan berupa dominasi referensi yang sudah kedaluwarsa dan tidak proporsional terhadap referensi mutakhir, serta latar belakang penulis utama yang tidak berasal dari bidang pendidikan atau bahasa. Oleh karena itu, pembaruan referensi dan validasi kompetensi penulis sangat disarankan untuk menjamin kualitas isi. Dari segi kebahasaan, buku ini menunjukkan upaya adaptasi terhadap tingkat perkembangan kognitif siswa sekolah dasar dengan penggunaan bahasa komunikatif dan pilihan diksi yang cukup tepat. Meski demikian, masih ditemukan beberapa kelemahan seperti kalimat yang terlalu panjang, redundansi morfologis, dan ketidaksesuaian istilah yang dapat membingungkan peserta didik. Untuk meningkatkan kualitas bahasa, diperlukan penyederhanaan kalimat birokratis, klarifikasi istilah teknis, serta konsistensi dalam pemaknaan simbol dan istilah Buku ini menampilkan penyajian yang sistematik, menarik, dan mengakomodasi prinsip pembelajaran aktif dengan berbagai aktivitas kontekstual dan latihan kreatif. Struktur bab yang komunikatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa mendukung penguatan literasi dan keterampilan berpikir kritis. Namun, kelemahan masih terdapat pada kurangnya nuansa afektif dan penjelasan simbol pembelajaran yang digunakan. Perlu ditambahkan unsur motivasi Jurnal Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya Volume . Nomor . Agustus 2025 ISSN: 2721-1533 emosional serta deskripsi eksplisit pada istilah atau simbol agar penyajian menjadi lebih bermakna dan memfasilitasi pemahaman siswa secara utuh. dalam seluruh isi buku. Dari sisi kegrafikaan, buku ini berhasil menerapkan prinsip desain ramah anak dengan pemilihan font, spasi, dan tata letak yang mendukung kenyamanan membaca. Ilustrasi yang digunakan umumnya menarik dan mendukung pemahaman isi. Namun, ditemukan beberapa visual yang tidak relevan secara budaya dan simbolik, seperti penggunaan latar gurun atau ikon yang tidak sesuai dengan konteks isi. Oleh karena itu, penyempurnaan elemen visual berdasarkan kearifan lokal dan penyesuaian simbol dengan makna kontennya sangat penting untuk meningkatkan keterlibatan dan kedekatan siswa terhadap materi ajar. Berdasarkan hasil analisis terhadap aspek isi, kebahasaan, penyajian, dan kegrafikaan, buku Bahasa Indonesia Kelas IV Lihat Sekitar dinilai cukup layak digunakan sebagai bahan ajar dalam Kurikulum Merdeka. Buku ini telah menampilkan struktur materi yang kontekstual dan komunikatif, serta penyajian visual yang ramah anak. Namun demikian, masih terdapat sejumlah kelemahan yang perlu diperbaiki, seperti penggunaan referensi usang, kalimat yang kurang efektif, simbol yang tidak dijelaskan, dan ilustrasi yang kurang relevan secara kultural. Perbaikan pada aspek-aspek tersebut penting untuk meningkatkan kualitas buku dan memastikan keberpihakannya terhadap kebutuhan peserta didik. DAFTAR PUSTAKA