Journal of Management and Social Sciences Volume 5. Nomor 2. May 2026 e-ISSN: 2963-5497. dan p-ISSN: 2963-5047. Hal. DOI: https://doi. org/10. 55606/jimas. Tersedia: https://journal-stiayappimakassar. id/index. php/Jimas Analisa Pengaruh Digital Marketing. Informasi Produk, dan Impulse Buying terhadap Performa Marketing Melalui Keputusan Pembelian Beras (Studi di Pasar Tradisona. Dhafin Fathur Rozi1*. David Sukardi Kodrat2 Universitas Ciputra Surabaya,Indonesia Penulis Korespondensi : dhafinfathurrozi@email. Abstract. The increase in internet users in Indonesia presents a significant opportunity for business actors to market products through digital marketing, which allows transactions anytime and anywhere and influences purchasing decisions through complete and real-time product information. In addition, impulsive buying behavior, especially in areas like Ponorogo, which is rich in quality rice products with attractive discounts, also contributes to increased sales, impacting customer satisfaction, loyalty, and long-term customer value. Therefore, this study aims to examine the influence of digital marketing, product information, and impulse buying on purchasing decisions, as well as the ability of purchasing decisions to mediate the effect of digital marketing, product information, and impulse buying on marketing performance. This study uses a quantitative approach with a research sample of 104 respondents who are consumers of rice products in the Legi Ponorogo market. The data collection technique employed a questionnaire distributed online. The data analysis technique used is SEM PLS. The results of the study indicate that digital marketing and product information affect purchasing decisions, whereas impulse buying does not affect purchasing decisions. Furthermore, purchasing decisions have an impact on marketing performance. The results of the indirect effect show that purchasing decisions mediate the influence of digital marketing and product information on marketing performance, while purchasing decisions do not mediate the influence of impulse buying on purchasing decisions. Keywords: Digital Marketing. Impulse Buying. Marketing Performance. Product Information. Purchase Decisions. Abstrak. Peningkatan pengguna internet di Indonesia menjadi peluang besar bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk melalui digital marketing yang memungkinkan transaksi kapan pun dan di mana pun serta memengaruhi keputusan pembelian melalui informasi produk yang lengkap dan real-time. Selain itu, perilaku pembelian impulsive terutama di daerah seperti Ponorogo yang kaya akan produk beras berkualitas dengan diskon menarik, sehingga turut mendorong peningkatan penjualan yang berdampak pada kepuasan, loyalitas, dan nilai pelanggan jangka panjang. Oleh karena itu tujuan penelitian ini ingin mengetahui pengaruh digital marketing, informasi produk, dan impulse buying terhadap keputusan pembelian dan kemampuan keputusan pembelian memediasi pengaruh digital marketing, informasi produk, dan impulse buying terhadap performa Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel penelitian sebanyak 104 responden konsumen produk beras dipasar Legi Ponorogo. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dibagika secara online. Teknik analisis data yang digunakan SEM PLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing dan informasi produk, terhadap keputusan pembelian, sedangkan impulse buying tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Kemudian keputusan pembelian memiliki pengaruh terhadap performa marketing. Hasil pengaruh tidak langsung menunjukkan keputusan pembelian memediasi pengaruh digital marketing dan informasi produk, terhadap performa marketing, sedangkan keputusan pembelian tidak memediasi pengaruh impulse buying terhadap keputusan pembelian. Kata kunci: Digital Marketing. Impulse Buying. Informasi Produk. Keputusan Pembelian. Performa Marketing. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola interaksi ekonomi masyarakat, terutama dalam aktivitas perdagangan yang semakin mengandalkan media digital sebagai sarana transaksi dan komunikasi pemasaran. Intensitas penggunaan internet yang terus meningkat telah menciptakan ruang baru bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen Naskah Masuk: 22 Maret 2026. Revisi: 23 April 2026. Diterima: 24 Mei 2026. Terbit: 31 Mei 2026 Analisa Pengaruh Digital Marketing. Informasi Produk, dan Impulse Buying terhadap Performa Marketing Melalui Keputusan Pembelian Beras secara lebih luas, cepat, dan efisien dibandingkan metode pemasaran konvensional. Krisnaresanti et al. menjelaskan bahwa media digital memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam mempertahankan keberlangsungan usaha melalui aktivitas pemasaran yang mampu menjangkau konsumen tanpa dibatasi ruang dan waktu. Perubahan perilaku masyarakat tersebut tercermin dari peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia yang mencapai 230 juta pengguna pada tahun 2023 dibandingkan 200 juta pengguna pada tahun 2022, sehingga terjadi peningkatan sebesar 15 persen dalam kurun waktu satu tahun. Peningkatan jumlah pengguna internet tersebut menunjukkan bahwa media digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat sekaligus membuka peluang yang semakin besar bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan pemasaran berbasis teknologi. Pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan pemasaran mendorong lahirnya berbagai strategi yang berorientasi pada interaksi langsung antara pelaku usaha dan konsumen. Gensler dan Rangaswamy . menjelaskan bahwa digital marketing berkembang dari sekadar sarana promosi produk menjadi mekanisme yang mampu menciptakan solusi berkelanjutan melalui rangkaian interaksi yang terhubung dengan kebutuhan konsumen. Aktivitas pemasaran digital dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk seperti pemasaran media sosial, pemasaran afiliasi, pemasaran daring, maupun pemasaran berbasis surat elektronik yang memungkinkan penyampaian informasi produk secara lebih cepat dan terukur. Indrapura dan Fadli . menegaskan bahwa digital marketing berfungsi sebagai medium yang mempertemukan pelaku usaha dan konsumen dalam suatu hubungan komunikasi yang lebih intensif sehingga mampu memperkuat keterikatan antara kedua pihak. Keberhasilan strategi pemasaran digital pada akhirnya sangat ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha dalam menyajikan informasi yang menarik serta mampu membangun kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Peran digital marketing dalam membentuk keputusan pembelian menjadi semakin penting ketika konsumen dihadapkan pada berbagai alternatif produk yang tersedia di pasar. Keputusan pembelian menurut Enre et al. merupakan hasil dari proses evaluasi yang melibatkan berbagai faktor yang memengaruhi pertimbangan konsumen sebelum melakukan Informasi yang disampaikan melalui media digital memungkinkan konsumen memperoleh gambaran mengenai manfaat, kualitas, harga, serta keunggulan produk secara lebih mudah dan cepat. Efektivitas digital marketing juga tercermin dari kemampuannya dalam menyediakan ulasan pelanggan, testimoni pengguna, dan berbagai bentuk komunikasi interaktif yang dapat meningkatkan keyakinan konsumen terhadap suatu produk. Kualitas Journal of Management and Social Sciences - Volume 5. Nomor 2. May 2026 e-ISSN: 2963-5497. dan p-ISSN: 2963-5047. Hal. komunikasi pemasaran yang baik berpotensi menciptakan persepsi positif yang berujung pada peningkatan keputusan pembelian konsumen. Kualitas informasi produk merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan pemasaran karena konsumen membutuhkan informasi yang akurat sebelum mengambil keputusan pembelian. Kim et al. menjelaskan bahwa penyampaian informasi produk yang lengkap dan mudah dipahami memiliki peran strategis dalam meningkatkan pengalaman konsumen terutama pada aktivitas belanja yang dilakukan secara tidak langsung. Informasi mengenai karakteristik produk, manfaat, harga, serta ketersediaan produk membantu konsumen mengurangi ketidakpastian ketika melakukan pembelian. Annisa et al. menyatakan bahwa informasi produk yang baik mampu meningkatkan pemahaman konsumen terhadap nilai suatu produk sehingga keputusan pembelian dapat dilakukan secara lebih Ketersediaan informasi yang berkualitas juga menciptakan persepsi positif terhadap produk dan meningkatkan peluang terjadinya transaksi pembelian. Karakteristik konsumen modern tidak hanya ditentukan oleh pertimbangan rasional, tetapi juga dipengaruhi oleh aspek emosional yang muncul selama proses pencarian dan penerimaan informasi produk. Gong et al. menjelaskan bahwa impulse buying merupakan perilaku pembelian yang terjadi secara spontan akibat adanya rangsangan tertentu yang diterima konsumen selama berinteraksi dengan produk atau lingkungan pemasaran. Lee et al. mengemukakan bahwa emosi memiliki kontribusi yang signifikan dalam membentuk perilaku pembelian impulsif karena keputusan pembelian sering kali tidak sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan rasional. Respons positif terhadap promosi, tampilan produk, maupun informasi yang menarik dapat memicu dorongan untuk melakukan pembelian secara cepat tanpa perencanaan sebelumnya. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa impulse buying merupakan bagian dari perilaku konsumen yang perlu diperhatikan dalam strategi pemasaran karena berpengaruh terhadap peningkatan transaksi pembelian. Aktivitas pemasaran digital yang mampu menyajikan informasi produk secara menarik berpotensi menciptakan keterlibatan konsumen yang lebih tinggi terhadap suatu He et al. menjelaskan bahwa keterlibatan pengguna dalam media sosial dapat memperkuat interaksi sosial dan meningkatkan dukungan yang dirasakan oleh individu selama berpartisipasi dalam aktivitas digital. Hubungan yang terjalin melalui media sosial memungkinkan konsumen memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan produk maupun pelaku usaha sehingga menumbuhkan rasa percaya dan ketertarikan untuk melakukan Informasi yang mudah diakses, promosi yang menarik, serta komunikasi yang berlangsung secara intensif mampu menciptakan stimulus yang mendorong munculnya Analisa Pengaruh Digital Marketing. Informasi Produk, dan Impulse Buying terhadap Performa Marketing Melalui Keputusan Pembelian Beras perilaku impulse buying. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa digital marketing, informasi produk, dan impulse buying memiliki keterkaitan yang kuat dalam memengaruhi keputusan pembelian konsumen. Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu daerah penghasil beras terbesar di Jawa Timur yang memiliki potensi besar dalam pengembangan produk beras bermerek lokal. Ketersediaan beras berkualitas dari berbagai produsen lokal menghadirkan persaingan yang semakin kompetitif di pasar tradisional maupun pasar modern. Hasil survei awal menunjukkan bahwa harga beras bermerek lokal Ponorogo untuk kemasan lima kilogram berada pada kisaran Rp67. 000, sedangkan beras bermerek nasional dengan kualitas yang relatif setara dipasarkan pada kisaran Rp74. 000 per lima kilogram. Temuan tersebut menunjukkan bahwa produk beras lokal memiliki daya saing yang cukup kuat dari sisi harga tanpa mengalami perbedaan kualitas yang signifikan dibandingkan produk berskala nasional. Potensi tersebut memerlukan dukungan strategi pemasaran yang efektif agar keunggulan produk lokal dapat diketahui secara lebih luas oleh masyarakat. Penerapan digital marketing pada usaha beras lokal telah menunjukkan indikasi keberhasilan dalam meningkatkan penjualan dan memperkuat performa pemasaran. Data penjualan Beras Mbok Darmi menunjukkan bahwa volume penjualan meningkat dari 20 ton pada tahun 2022 menjadi 50 ton pada tahun 2024 setelah memanfaatkan strategi pemasaran digital secara lebih intensif. Perkembangan tersebut mengindikasikan bahwa peningkatan keputusan pembelian konsumen tidak hanya berdampak pada kenaikan penjualan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan performa marketing yang tercermin melalui loyalitas pelanggan, kepuasan pelanggan, serta nilai pelanggan yang semakin baik. Persaingan usaha beras bermerek lokal yang semakin ketat menuntut pelaku usaha untuk memahami faktorfaktor yang mampu memengaruhi keputusan pembelian konsumen secara lebih mendalam. Ketertarikan untuk mengkaji hubungan antara digital marketing, informasi produk, impulse buying, keputusan pembelian, dan performa marketing menjadi dasar dilakukannya penelitian mengenai pengaruh ketiga variabel tersebut terhadap performa marketing melalui keputusan pembelian pada produk beras di pasar tradisional. TINJAUAN PUSTAKA Digital Marketing Digital marketing merupakan bentuk transformasi aktivitas pemasaran yang memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau konsumen secara lebih luas, cepat, dan efisien dibandingkan pendekatan pemasaran konvensional. Perkembangan teknologi informasi Journal of Management and Social Sciences - Volume 5. Nomor 2. May 2026 e-ISSN: 2963-5497. dan p-ISSN: 2963-5047. Hal. telah mendorong perusahaan untuk mengintegrasikan berbagai platform digital dalam strategi pemasaran guna membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen. Novita dan Malik . menjelaskan bahwa pemanfaatan digital marketing mampu membantu pelaku usaha mempertahankan keberlangsungan usahanya melalui perluasan jangkauan pasar dan peningkatan efektivitas komunikasi pemasaran. Gensler dan Rangaswamy . memandang digital marketing sebagai proses penciptaan nilai yang berkelanjutan melalui interaksi yang terhubung secara sistematis dengan kebutuhan konsumen. Kemampuan perusahaan dalam mengelola pemasaran digital menjadi faktor penting dalam menciptakan keunggulan kompetitif di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin bergantung pada teknologi. Informasi Produk dan Impulse Buying Informasi produk merupakan salah satu unsur penting dalam proses pemasaran karena berfungsi memberikan pemahaman kepada konsumen mengenai karakteristik, manfaat, dan nilai suatu produk. Ketersediaan informasi yang lengkap membantu konsumen mengurangi ketidakpastian ketika melakukan evaluasi terhadap berbagai alternatif produk yang tersedia di Nazar . menjelaskan bahwa informasi produk yang akurat dan mudah dipahami memiliki pengaruh positif terhadap efektivitas keputusan pembelian karena mampu meningkatkan keyakinan konsumen terhadap produk yang dipilih. Informasi yang berkualitas juga berfungsi sebagai sarana komunikasi yang menjembatani kebutuhan konsumen dengan keunggulan yang dimiliki oleh produk. Kemampuan perusahaan dalam menyajikan informasi yang relevan menjadi bagian penting dari strategi pemasaran yang berorientasi pada konsumen. Keputusan Pembelian dan Performa Marketing Keputusan pembelian merupakan tahapan penting dalam perilaku konsumen yang menggambarkan proses pemilihan suatu produk hingga terjadinya transaksi pembelian. Proses tersebut melibatkan serangkaian aktivitas mulai dari pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, hingga penetapan pilihan terhadap produk yang dianggap paling Enre et al. menjelaskan bahwa keputusan pembelian dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti harga, kualitas produk, promosi, lokasi, dan karakteristik konsumen yang membentuk persepsi terhadap suatu produk. Kompleksitas proses pengambilan keputusan menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya mempertimbangkan manfaat fungsional produk, tetapi juga mempertimbangkan aspek emosional dan sosial yang melekat pada produk tersebut. Tingkat keberhasilan perusahaan dalam memengaruhi keputusan pembelian akan menentukan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan dan memperluas pangsa pasar. Analisa Pengaruh Digital Marketing. Informasi Produk, dan Impulse Buying terhadap Performa Marketing Melalui Keputusan Pembelian Beras METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan tujuan menguji hubungan kausalitas antarvariabel yang terdiri atas digital marketing, informasi produk, impulse buying, keputusan pembelian, dan performa marketing. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner dengan skala Likert yang disebarkan kepada konsumen beras bermerek lokal di Pasar Legi Ponorogo, sedangkan waktu pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Desember 2024. Populasi penelitian berjumlah 817 konsumen produk beras bermerek lokal di Kabupaten Ponorogo, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu, yaitu konsumen yang pernah membeli beras bermerek lokal lebih dari satu kali, pernah melakukan pembelian secara spontan, serta pernah melakukan pembelian melalui media digital. Perhitungan jumlah sampel menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 10% sehingga diperoleh jumlah sampel minimum sebanyak 100 responden yang dianggap mampu mewakili karakteristik populasi penelitian. Fokus penelitian diarahkan pada pengujian pengaruh digital marketing, informasi produk, dan impulse buying terhadap performa marketing melalui keputusan pembelian sebagai variabel mediasi pada konsumen beras bermerek lokal di Ponorogo. Teknik analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Structural Equation ModelingAePartial Least Square (SEM-PLS) yang diawali dengan analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan karakteristik data dan kecenderungan jawaban responden terhadap setiap variabel penelitian. Pengujian model pengukuran . uter mode. dilakukan melalui uji validitas konvergen, validitas diskriminan, composite reliability, dan CronbachAos alpha guna memastikan bahwa seluruh indikator penelitian memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas. Pengujian model struktural . nner mode. dilakukan dengan mengevaluasi nilai Goodness of Fit melalui Standardized Root Mean Square Residual (SRMR), koefisien determinasi (RA), predictive relevance (QA), serta uji F untuk menilai kelayakan model penelitian secara Hubungan antarvariabel diuji menggunakan uji t parsial melalui nilai path coefficient untuk mengetahui pengaruh langsung, sedangkan pengaruh mediasi keputusan pembelian dianalisis melalui nilai specific indirect effect pada model SEM-PLS. Journal of Management and Social Sciences - Volume 5. Nomor 2. May 2026 e-ISSN: 2963-5497. dan p-ISSN: 2963-5047. Hal. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Penelitian ini melibatkan konsumen produk beras merek lokal di Kabupaten Ponorogo, meliputi merek Mbok Darmi. Ortani. Cap Reog, dan Ladang Pangan sebagai populasi penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan penentuan responden berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sesuai tujuan penelitian. Proses penyebaran kuesioner dilakukan kepada 107 responden, namun hanya 104 kuesioner yang memenuhi kriteria dan dapat diolah, sedangkan 3 kuesioner tidak sesuai dengan ketentuan penelitian sehingga tidak digunakan dalam analisis. Jumlah sampel yang berhasil diolah tersebut telah melampaui jumlah sampel minimum yang ditentukan berdasarkan perhitungan rumus Slovin, yaitu sebanyak 100 responden. Karakteristik Responden Berdasarkan hasil karakteristik responden, mayoritas konsumen produk beras bermerek lokal di Ponorogo berjenis kelamin perempuan sebanyak 68 orang . ,4%), sedangkan responden laki-laki sebanyak 36 orang . ,6%). Karakteristik usia menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada rentang usia 17Ae30 tahun sebanyak 58 orang . ,8%), diikuti usia 31Ae40 tahun sebanyak 42 orang . ,4%), usia 41Ae50 tahun sebanyak 3 orang . ,9%), dan usia di atas 50 tahun sebanyak 1 orang . %). Tingkat pendidikan responden didominasi oleh lulusan Sarjana sebanyak 62 orang . ,6%), kemudian SMA/MA/SMK sebanyak 22 orang. Diploma (D. sebanyak 17 orang, dan kategori lainnya sebanyak 3 orang. Karakteristik pekerjaan responden didominasi oleh pegawai swasta sebanyak 46 orang . ,2%), disusul wirausaha sebanyak 23 orang . ,1%), pegawai BUMN sebanyak 15 orang . ,4%), pegawai negeri sipil sebanyak 13 orang . ,5%), pegawai BUMD sebanyak 5 orang . ,8%), serta pekerjaan lainnya sebanyak 2 orang . ,9%). Karakteristik penghasilan menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki penghasilan antara Rp2,5 juta hingga Rp5 juta sebanyak 49 orang . ,1%), diikuti responden dengan penghasilan Rp6 juta hingga Rp10 juta sebanyak 48 orang . ,2%), dan penghasilan di atas Rp10 juta sebanyak 7 orang . ,7%). Deskripsi Variabel Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa seluruh variabel penelitian memiliki nilai rata-rata yang berada pada kategori tinggi berdasarkan interval penilaian yang telah Variabel digital marketing memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,59, informasi produk sebesar 3,55, impulse buying sebesar 3,58, keputusan pembelian sebesar 3,56, dan performa marketing sebesar 3,63. Variabel digital marketing memperoleh nilai rata-rata Analisa Pengaruh Digital Marketing. Informasi Produk, dan Impulse Buying terhadap Performa Marketing Melalui Keputusan Pembelian Beras sebesar 3,59 dan informasi produk sebesar 3,55 yang keduanya termasuk dalam kategori tinggi. Variabel impulse buying memperoleh nilai rata-rata sebesar 3,58, keputusan pembelian sebesar 3,56, dan performa marketing sebesar 3,63 yang seluruhnya berada pada kategori tinggi. Uji Outer Model Gambar 1. Outer Model sebelum Modifikasi Berdasarkan model penelitian sebelumnya dilakukan Uji Outer Model untuk menguji validitas dan reliabilitas item pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat nilai outer loading < 0,5 pada variabel impulse buying pertanyaan 5 sebesar 0,475 dan performa marketing pertanyaan 5 sebesar 0,348, sehingga kedua item pertanyaan tersebut harus dihapus atau dimodifikasi dari model penelitian sebagai berikut: Gambar 2 Outer Model Sesudah Modifikasi. Uji Validitas Convergent Tabel 1. Uji Validitas Covergent. Variabel Digital Marketing Informasi Produk Kode Item Digital_1 Digital_2 Digital_3 Digital_4 Info_1 Outer Loading 0,898 0,920 0,908 0,915 0,914 Batas Ket Valid Valid Valid Valid Valid AVE Batas Ketrangan 0,829 0,5 Valid 0,795 0,5 Valid Journal of Management and Social Sciences - Volume 5. Nomor 2. May 2026 e-ISSN: 2963-5497. dan p-ISSN: 2963-5047. Hal. Variabel Info_2 Outer Batas Ket Loading 0,886 Valid Info_3 Impulse_1 Impulse_2 Impulse_3 Impulse_4 Beli_1 Beli_2 Beli_3 Beli_4 Performa_1 Performa_2 Performa_3 Performa_4 0,874 0,943 0,882 0,925 0,916 0,902 0,911 0,908 0,907 0,929 0,916 0,903 0,914 Kode Item Impulse Buying Keputusan Pembelian Performa Marketing Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid AVE Batas Ketrangan 0,840 0,5 Valid 0,823 0,5 Valid 0,838 0,5 Valid Sumber : Data Primer . Berdasarkan Tabel 1 sebelumnya menunjukan hasil Uji Validitas Covergent dimana nilai outer loading dan nilai Average Variance Extracted (AVE) > 0,5 sehingga dapat disimpulkan seluruh seluruh konstruk indikator penelitian dapat dikatakan valid. Uji Discriminant Validity Tabel 2. Uji Deskirpitf Diskriminant. Beli_ BELI_1 BELI_2 BELI_3 BELI_4 DIGITAL_1 DIGITAL_2 DIGITAL_3 DIGITAL_4 IMPULSE_1 IMPULSE_2 IMPULSE_3 IMPULSE_4 INFO_1 INFO_2 INFO_3 Performa_1 Performa_2 Performa_3 Performa_4 Digital Marketing Impulse Buyying Informasi Produk Performa Marketing Sumber. Data Primer . Berdasarkan tabel 2 validitas diskriminan sebelumnya pada tabel cross loading nilai menunjukkan faktor loading > 0,5 yang artinya seluruh variabel dalam penelitian dapat dikatakan valid. Analisa Pengaruh Digital Marketing. Informasi Produk, dan Impulse Buying terhadap Performa Marketing Melalui Keputusan Pembelian Beras Composite Reliability Tabel 3. Nilai Composite Reliability. Variabel Digital Marketing Informasi Produk Impulse Buying Keputusan Pembelian Performa Marketing Composite Reliability 0,932 0,874 0,937 0,929 0,936 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber : Data Primer . Berdasarkan Tabel 3 sebelumnya maka dapat diketahui bahwa nilai composite reliability > 0,70 yang artinya variabel digital marketing, informasi produk, impulse buying, keputusan pembelian, dan performa marketing dapat dikatakan reliabel. Cronbach Alpha Tabel 4. Nilai Cronbach Alpha. Variabel CronbachAos Alpha Keterangan Digital Marketing Informasi Produk Impulse Buying Keputusan Pembelian Performa Marketing 0,931 0,871 0,937 0,928 0,935 Reliable Reliable Reliable Reliable Sumber : Data Primer . Berdasarkan Tabel 4 sebelumnya dapat ketahui bahwa nilai Cronbach Alpha > 0,70 sehingga dapat disimpulkan indikator variabel dapat dikatakan reliabel. Uji Goodnes of Fit (GoF) Tabel 5. Uji Goodnes of Fit. SRMR 0,039 Standard < 0,80 Keterangan Baik Sumber: Data Primer . Berdasarkan tabel 5 mengenai Uji Uji Goodnes of Fit sebelumnya menunjukkan nilai SRMR sebesar 0,039< 0,80 yang artinya model penelitian dapat dikatakan baik atau model fit. Uji Koefisien Determinasi Tabel 6. Uji Koefisien Determinasi. Variabel Keputusan Pembelian Performa Marketing Adjusted R Square 0,729 0,777 Persentase Hasil 72,9% 77,7% Sumber: Data Sekunder . Berdasarkan Tabel 6 sebelumnya mengenai Uji Koefisien Determinasi dapat diketahui keputusan pembelian dijelaskan digital marketing, informasi produk, dan impulse buying sebesar 72,9% dan sisanya 27,1% dijelaskan variabel lainya. hasil lainya menunjukkan Journal of Management and Social Sciences - Volume 5. Nomor 2. May 2026 e-ISSN: 2963-5497. dan p-ISSN: 2963-5047. Hal. performa marketing dijelaskan digital marketing, informasi produk, dan impulse buying sebesar 72,9% dan sisanya 22,3% Predictive Relevance (Q. Tabel 7. Uji Predictive relevance (Q. Variabel Keputusan Pembelian Performa Marketing 0,722 0,785 Standard Keterangan Relevan Relevan Sumber Data Primer diolah . Berdasarkan Tabel 7 di atas menunjukkan hasil Uji Predictive relevance (Q. memiliki nilai > 0 yang artinya model memiliki kemampuan prediksi yang relevan. Uji F Tabel 8. Hasil Uji F-Square. F Signifikan 0,026 Alpha 0,05 Keterangan Signifikan Sumber Data Primer diolah . Berdasarkan tabel 8 mengenai uji F-Square sebelumnya menunjukkan nilai F Signifikan sebesar 0,026 < 0,05 yang artinya model regresi tersebut dianggap layak dan dapat Uji t . Tabel 9. Uji t Hipotesis. Digital Marketing -> Keputusan Pembelian Informasi Produk -> Keputusan Pembelian Ipulse Buying Keputusan Pembelian Keputusan Pembelian > Performa Marketing Digital Marketing -> Keputusan Pembelian > Performa Marketing Informasi Produk -> Keputusan Pembelian > Performa Marketing Ipulse Buying Keputusan Pembelian > Performa Marketing Original Sample (O) Sample Mean (M) Standard Deviation (STDEV) Statistics (|O/STDEV|) P Values Sumber: Data Primer . Berdasarkan tabel 9 menunjukkan hasil pengaruh langsung dan tidak langsung sesuai hipotesis penelitian sebagai berikut. Digital marketing menunjukkan nilai P value sebesar 0,013 < 0,05 sehingga H1 diterima artinya digital marketing berpengaruh terhadap keputusan Analisa Pengaruh Digital Marketing. Informasi Produk, dan Impulse Buying terhadap Performa Marketing Melalui Keputusan Pembelian Beras Informasi produk menunjukkan nilai P value sebesar 0,004 < 0,05 sehingga H2 diterima artinya informasi produk berpengaruh terhadap keputusan pemebelian. Impulse buying menunjukkan nilai P value sebesar 0,090 > 0,05 sehingga H3 ditolak artinya Impulse buying tidak berpengaruh terhadap keputusan pemebelian. Keputusan pembelian menunjukkan nilai P value sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H4 diterima artinya keputusan pembelian berpengaruh terhadap performa marketing. Pengaruh digital marketing terhadap performa marketing melalui keputusan pembelian menunjukkan nilai P value sebesar 0,013 < 0,05 sehingga H5 diterima artinya keputusan pembelian memediasi pengaruh digital marketing terhadap performa marketing. Pengaruh informasi produk terhadap performa marketing melalui keputusan pembelian menunjukkan nilai P value sebesar 0,004 < 0,05 sehingga H6 diterima artinya keputusan pembelian memediasi pengaruh informasi produk terhadap performa marketing. Pengaruh impulse buying terhadap performa marketing melalui keputusan pembelian menunjukkan nilai P value sebesar 0,091 > 0,05 sehingga H7 diterima artinya keputusan pembelian tidak memediasi pengaruh impulse buying terhadap performa marketing. Pembahasan Hubungan Digital Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai p-value sebesar 0,013 yang lebih kecil dari 0,05, sehingga hipotesis pertama diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas pemasaran digital yang dilakukan pada produk beras bermerek lokal mampu meningkatkan keyakinan konsumen dalam menentukan pilihan pembelian. Nilai rata-rata variabel digital marketing sebesar 3,59 yang berada pada kategori tinggi mengindikasikan bahwa responden memberikan penilaian positif terhadap pemanfaatan media digital sebagai sarana komunikasi pemasaran produk. Pemanfaatan media digital memungkinkan pelaku usaha menyampaikan informasi produk secara lebih cepat, mudah diakses, dan mampu menjangkau konsumen secara lebih luas sehingga mendorong terbentuknya keputusan pembelian yang lebih kuat sebagaimana dijelaskan oleh Novita dan Malik . Karakteristik responden memperlihatkan bahwa mayoritas konsumen berusia 17Ae30 tahun sebesar 55,8% dan usia 31Ae40 tahun sebesar 40,4%, yang menunjukkan dominasi kelompok usia produktif dalam penelitian ini. Kelompok usia tersebut merupakan konsumen yang memiliki tingkat kedekatan tinggi dengan penggunaan teknologi digital dalam aktivitas sehari-hari sehingga lebih mudah menerima berbagai bentuk promosi dan informasi yang disampaikan melalui media digital. Kondisi tersebut menjelaskan mengapa digital marketing mampu memberikan pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian beras meskipun Journal of Management and Social Sciences - Volume 5. Nomor 2. May 2026 e-ISSN: 2963-5497. dan p-ISSN: 2963-5047. Hal. transaksi utama tetap dilakukan di pasar tradisional. Pola perilaku konsumen yang mengombinasikan pencarian informasi melalui media digital dan pembelian secara langsung menunjukkan bahwa saluran pemasaran digital telah menjadi bagian penting dalam proses pengambilan keputusan konsumen modern. Kemampuan digital marketing dalam memengaruhi keputusan pembelian tidak hanya berasal dari fungsi promosi, tetapi juga dari kemampuannya membangun komunikasi yang lebih dekat antara penjual dan konsumen. Informasi mengenai kualitas beras, harga, ketersediaan stok, serta testimoni pelanggan dapat disampaikan secara berkelanjutan melalui berbagai platform digital sehingga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa konsumen cenderung memanfaatkan informasi yang tersedia pada media digital sebagai bahan pertimbangan sebelum melakukan pembelian. Pandangan tersebut sejalan dengan hasil penelitian Nazar . yang menjelaskan bahwa efektivitas pemasaran digital mampu memperkuat proses keputusan pembelian melalui penyampaian informasi yang relevan dan mudah dipahami oleh Keberhasilan digital marketing dalam memengaruhi keputusan memberikan implikasi bahwa pelaku usaha beras lokal perlu memperkuat aktivitas pemasaran berbasis digital sebagai bagian dari strategi pemasaran jangka panjang. Kondisi sosial dan ekonomi masyarakat Ponorogo yang memiliki keterkaitan kuat dengan sektor pertanian dan perdagangan beras sebagaimana dijelaskan Mahmudi . membuka peluang besar bagi pemanfaatan media digital untuk memperluas jangkauan pasar produk lokal. Peningkatan keputusan pembelian yang dihasilkan dari aktivitas pemasaran digital berpotensi memberikan kontribusi terhadap peningkatan performa marketing sebagaimana dijelaskan oleh Muafa et al. mengenai pentingnya strategi pemasaran yang mampu menciptakan nilai bagi Hasil penelitian ini sekaligus memperkuat temuan bahwa digital marketing merupakan instrumen pemasaran yang efektif dalam membangun keputusan pembelian konsumen pada produk kebutuhan sehari-hari, sedangkan faktor impulse buying yang dibahas oleh Oning Amasuba dan Apriani . cenderung memiliki karakteristik pengaruh yang berbeda dibandingkan keputusan pembelian yang didasarkan pada pencarian informasi dan pertimbangan rasional. Hubungan Informasi Produk Terhadap Keputusan Pembelian Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa informasi produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai p-value sebesar 0,004 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis kedua diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin Analisa Pengaruh Digital Marketing. Informasi Produk, dan Impulse Buying terhadap Performa Marketing Melalui Keputusan Pembelian Beras baik kualitas informasi yang diterima konsumen mengenai produk beras, maka semakin tinggi kecenderungan konsumen untuk melakukan pembelian. Nilai rata-rata variabel informasi produk sebesar 3,55 yang berada pada kategori tinggi memperlihatkan bahwa responden menilai informasi mengenai produk beras bermerek lokal telah disampaikan dengan cukup baik dan mampu membantu proses evaluasi sebelum pembelian. Kejelasan informasi mengenai kualitas beras, harga, karakteristik produk, serta reputasi penjual memberikan keyakinan kepada konsumen dalam menentukan pilihan sehingga memperkuat proses keputusan pembelian sebagaimana dijelaskan oleh Rizki Amalia et al. mengenai pentingnya informasi yang mampu membentuk persepsi positif konsumen terhadap suatu produk. Karakteristik responden menunjukkan bahwa mayoritas konsumen dalam penelitian ini adalah perempuan sebanyak 65,4%, yang mengindikasikan bahwa keputusan pembelian beras masih didominasi oleh pihak yang berperan dalam pengelolaan kebutuhan rumah tangga. Dominasi responden perempuan memiliki keterkaitan dengan tingginya perhatian terhadap informasi produk karena kelompok konsumen ini cenderung mempertimbangkan kualitas, manfaat, harga, dan keamanan produk sebelum melakukan pembelian. Proses pencarian dan evaluasi informasi yang lebih cermat menyebabkan keberadaan informasi produk menjadi faktor yang sangat menentukan dalam pembentukan keputusan pembelian. Temuan ini memperkuat pandangan Putri dan Marlien . bahwa informasi yang mudah diakses dan dipahami mampu meningkatkan keyakinan konsumen dalam menentukan pilihan pembelian yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Peranan informasi produk tidak hanya membantu konsumen mengenali karakteristik produk, tetapi juga berfungsi membangun kepercayaan yang menjadi dasar hubungan jangka panjang antara penjual dan pembeli. Penyajian informasi yang transparan mengenai asal beras, kualitas produk, ketersediaan stok, hingga konsistensi mutu dapat meningkatkan persepsi positif konsumen terhadap produk yang ditawarkan sehingga mendorong terjadinya keputusan Kekuatan informasi produk dalam memengaruhi keputusan pembelian pada akhirnya dapat berkontribusi terhadap peningkatan performa pemasaran sebagaimana dijelaskan oleh Tuluki et al. , karena keputusan pembelian yang semakin kuat akan berdampak pada perkembangan usaha dan keberhasilan pemasaran produk. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengaruh informasi produk terhadap keputusan pembelian lebih dominan dibandingkan faktor pembelian spontan yang dijelaskan oleh Rini dan Anasrulloh . , sehingga konsumen beras di pasar tradisional cenderung mengedepankan pertimbangan rasional yang didasarkan pada kualitas informasi yang mereka peroleh. Journal of Management and Social Sciences - Volume 5. Nomor 2. May 2026 e-ISSN: 2963-5497. dan p-ISSN: 2963-5047. Hal. Hubungan Impulse Buying Terhadap Keputusan Pembelian Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa impulse buying tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai p-value sebesar 0,090 yang lebih besar dari 0,05 sehingga hipotesis ketiga ditolak. Temuan ini menunjukkan bahwa kecenderungan pembelian spontan yang dimiliki konsumen tidak menjadi faktor utama dalam menentukan keputusan pembelian beras bermerek lokal di Ponorogo. Nilai rata-rata variabel impulse buying sebesar 3,58 yang berada pada kategori tinggi menunjukkan bahwa responden memiliki kecenderungan perilaku impulsif yang cukup baik, namun kecenderungan tersebut tidak cukup kuat untuk memengaruhi keputusan pembelian secara nyata. Karakteristik produk beras sebagai kebutuhan pokok menyebabkan konsumen lebih mengutamakan pertimbangan rasional dibandingkan dorongan emosional ketika menentukan produk yang akan dibeli. Karakteristik responden memperlihatkan bahwa mayoritas konsumen bekerja sebagai pegawai swasta sebesar 44,2% dan wirausaha sebesar 22,1%, yang menunjukkan bahwa sebagian besar responden berasal dari kelompok masyarakat produktif yang memiliki tanggung jawab pengelolaan keuangan rumah tangga. Kondisi tersebut mendorong konsumen untuk melakukan perencanaan pengeluaran secara lebih terukur sehingga keputusan pembelian beras tidak dilakukan secara spontan. Karakteristik penghasilan responden yang didominasi kelompok berpenghasilan Rp2,5 juta hingga Rp5 juta sebesar 47,1% dan Rp6 juta hingga Rp10 juta sebesar 46,2% semakin memperkuat kecenderungan konsumen untuk mempertimbangkan harga, kualitas, dan manfaat produk sebelum melakukan pembelian. Pola perilaku tersebut menunjukkan bahwa keputusan pembelian beras lebih dipengaruhi oleh kebutuhan fungsional dan pengelolaan anggaran daripada dorongan sesaat sebagaimana dijelaskan oleh Uswatun Chasanah dan Muhammad Mathori . mengenai karakteristik perilaku impulsif dalam aktivitas konsumsi. Karakteristik beras sebagai produk kebutuhan pokok menjadikan proses keputusan pembelian melibatkan pertimbangan yang lebih kompleks dibandingkan produk yang bersifat hedonis atau simbolis. Konsumen umumnya telah memiliki preferensi tertentu mengenai jenis beras, kualitas yang diinginkan, merek yang dipercaya, serta kesesuaian harga dengan kemampuan ekonomi rumah tangga sehingga keputusan pembelian dilakukan secara terencana. Temuan penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Widianti et al. yang menunjukkan bahwa impulse buying tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian karena konsumen tetap melakukan evaluasi rasional sebelum menentukan pilihan akhir. Fenomena tersebut juga memperlihatkan bahwa meskipun budaya belanja digital dan perilaku konsumtif semakin berkembang sebagaimana dijelaskan oleh Utamanyu dan Darmastuti . , keputusan Analisa Pengaruh Digital Marketing. Informasi Produk, dan Impulse Buying terhadap Performa Marketing Melalui Keputusan Pembelian Beras pembelian pada produk kebutuhan pokok tetap lebih banyak dipengaruhi oleh pertimbangan utilitarian yang pada akhirnya berkontribusi terhadap efektivitas kinerja pemasaran sebagaimana dijelaskan oleh Wesly Tumbur ML Tobing et al. Hubungan Keputusan Pembelian Terhadap Performa Marketing. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa keputusan pembelian berpengaruh positif dan signifikan terhadap performa marketing dengan nilai p-value sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05 sehingga hipotesis keempat diterima. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat keputusan pembelian konsumen, maka semakin baik pula performa marketing yang dihasilkan oleh pelaku usaha beras bermerek lokal di Ponorogo. Nilai koefisien jalur sebesar 0,883 mengindikasikan bahwa keputusan pembelian memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam meningkatkan kinerja pemasaran. Nilai rata-rata keputusan pembelian sebesar 3,56 dan performa marketing sebesar 3,63 yang sama-sama berada pada kategori tinggi memperlihatkan bahwa keberhasilan konsumen dalam menentukan pembelian berkontribusi terhadap terciptanya performa pemasaran yang lebih optimal. Keputusan pembelian merupakan hasil akhir dari proses evaluasi konsumen terhadap berbagai informasi dan rangsangan pemasaran yang diterima sebelum melakukan transaksi. Faktor-faktor seperti kualitas produk, harga, informasi produk, pelayanan, promosi, dan kemudahan memperoleh produk menjadi pertimbangan utama yang memengaruhi konsumen dalam menentukan pilihan pembelian sebagaimana dijelaskan oleh Enre et al. Tingginya keputusan pembelian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa konsumen memiliki tingkat keyakinan yang baik terhadap produk beras bermerek lokal sehingga mendorong peningkatan loyalitas, kepuasan, dan kecenderungan melakukan pembelian ulang. Kondisi tersebut menjadi indikator penting bagi keberhasilan pemasaran karena performa marketing pada dasarnya tercermin dari kemampuan pelaku usaha dalam menciptakan transaksi yang berkelanjutan dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Performa marketing yang tinggi tidak terlepas dari kemampuan pelaku usaha dalam membangun keputusan pembelian melalui berbagai aktivitas pemasaran yang efektif. Strategi digital marketing yang mampu menyampaikan informasi produk secara cepat dan tepat sasaran dapat memperkuat proses evaluasi konsumen sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya pembelian sebagaimana dijelaskan oleh Amanatus Solikhah et al. dan Gensler dan Rangaswamy . Kualitas informasi produk yang lengkap dan mudah dipahami juga berperan penting dalam membentuk keyakinan konsumen terhadap produk yang ditawarkan, sebagaimana ditemukan oleh Annisa et al. , sehingga keputusan pembelian yang terbentuk akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan performa marketing. Hasil Journal of Management and Social Sciences - Volume 5. Nomor 2. May 2026 e-ISSN: 2963-5497. dan p-ISSN: 2963-5047. Hal. penelitian ini memperlihatkan bahwa keberhasilan pemasaran beras bermerek lokal tidak hanya ditentukan oleh aktivitas promosi yang dilakukan, tetapi juga oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengarahkan konsumen hingga mencapai tahap keputusan pembelian yang pada akhirnya menjadi faktor utama dalam meningkatkan kinerja pemasaran. Keputusan Pembelian Memediasi Hubungan Digital Marketing. Informasi Produk, dan Impulse Buying Terhadap Performa Marketing Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa keputusan pembelian mampu memediasi pengaruh digital marketing terhadap performa marketing dengan nilai p-value sebesar 0,013 yang lebih kecil dari 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas digital marketing tidak secara otomatis meningkatkan performa marketing, melainkan terlebih dahulu memengaruhi keputusan pembelian konsumen yang kemudian berkontribusi terhadap peningkatan kinerja pemasaran. Kualitas komunikasi pemasaran yang disampaikan melalui media digital mampu meningkatkan ketertarikan dan keyakinan konsumen terhadap produk sehingga mendorong terjadinya transaksi pembelian. Efektivitas strategi digital marketing yang mampu menciptakan keterlibatan konsumen sebagaimana dijelaskan oleh Indrapura dan Fadli . , serta pentingnya interaksi digital dalam membangun respons positif pengguna sebagaimana dikemukakan oleh He et al. , memperkuat peran keputusan pembelian sebagai jalur utama dalam menghasilkan performa marketing yang lebih baik. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keputusan pembelian memediasi pengaruh informasi produk terhadap performa marketing dengan nilai p-value sebesar 0,004 yang lebih kecil dari 0,05. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa informasi produk yang jelas, lengkap, dan mudah dipahami mampu meningkatkan keyakinan konsumen dalam memilih produk beras bermerek lokal sehingga mendorong terbentuknya keputusan pembelian yang lebih kuat. Kualitas informasi yang diterima konsumen berperan dalam mengurangi ketidakpastian selama proses evaluasi produk dan meningkatkan persepsi nilai yang dimiliki produk tersebut. Pandangan Kim et al. menjelaskan bahwa metode penyampaian informasi produk yang efektif mampu meningkatkan kualitas pengalaman konsumen dan memperkuat keputusan pembelian yang pada akhirnya berdampak pada keberhasilan pemasaran. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa keputusan pembelian tidak mampu memediasi pengaruh impulse buying terhadap performa marketing dengan nilai p-value sebesar 0,091 yang lebih besar dari 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa perilaku pembelian impulsif tidak menjadi mekanisme yang mendorong peningkatan performa marketing melalui proses keputusan pembelian pada konsumen beras di pasar tradisional. Karakteristik produk beras sebagai kebutuhan pokok menyebabkan konsumen lebih mengutamakan pertimbangan Analisa Pengaruh Digital Marketing. Informasi Produk, dan Impulse Buying terhadap Performa Marketing Melalui Keputusan Pembelian Beras rasional dibandingkan dorongan emosional ketika melakukan pembelian sehingga efek impulse buying menjadi relatif terbatas. Penjelasan Gong et al. mengenai perilaku impulse buying menunjukkan bahwa pengaruh pembelian impulsif sangat dipengaruhi oleh karakteristik produk dan situasi konsumsi, sehingga pada produk kebutuhan pokok yang memiliki tingkat keterlibatan tinggi, keputusan pembelian cenderung dibentuk melalui proses evaluasi yang lebih terencana dibandingkan respons spontan yang bersifat emosional. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh digital marketing, informasi produk, dan impulse buying terhadap performa marketing melalui keputusan pembelian pada konsumen beras merek lokal di Kabupaten Ponorogo, dapat disimpulkan bahwa digital marketing dan informasi produk terbukti berpengaruh positif serta signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan impulse buying tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keputusan pembelian berpengaruh positif dan signifikan terhadap performa marketing, yang mengindikasikan bahwa peningkatan keputusan pembelian konsumen akan mendorong peningkatan kinerja pemasaran produk beras lokal. Peran mediasi keputusan pembelian terbukti mampu menjembatani pengaruh digital marketing dan informasi produk terhadap performa marketing, sehingga keberhasilan strategi pemasaran digital dan penyampaian informasi produk yang berkualitas akan semakin efektif ketika mampu mendorong konsumen untuk mengambil keputusan pembelian. Temuan lain menunjukkan bahwa keputusan pembelian tidak mampu memediasi hubungan antara impulse buying dan performa marketing, yang mengindikasikan bahwa pembelian beras sebagai produk kebutuhan pokok cenderung dilakukan secara rasional, terencana, dan berdasarkan pertimbangan informasi yang jelas dibandingkan dorongan pembelian spontan. Hasil tersebut menegaskan bahwa penguatan strategi digital marketing dan penyediaan informasi produk yang akurat, lengkap, serta mudah diakses merupakan faktor penting dalam meningkatkan keputusan pembelian dan performa marketing produk beras merek lokal di pasar tradisional Kabupaten Ponorogo. Journal of Management and Social Sciences - Volume 5. Nomor 2. May 2026 e-ISSN: 2963-5497. dan p-ISSN: 2963-5047. Hal. DAFTAR PUSTAKA