Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PETA KONSEP DALAM PEMBELAJARAN IPAS SISWA KELAS IV SD NEGERI 09 LUBUKLINGGAU Eka Lokaria1. Sepriyaningsih2 Universitas PGRI Silampari. Lubuklinggau. Indonesia ARTICLE INFORMATION A B S T R A C T Received: 22 Mei 2025 Revised: 8 Juni 2025 Available online: 23 Juli 2025 Pembelajaran merupakan salah satu kegiatan inti yang harus diikuti oleh siswa karena pembelajaran ini digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain dan menambah pengetahuan yang akan menjadi bekal di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk berupa Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Peta Konsep dalam Pembelajaran IPAS Kelas IV SD Negeri 09 Lubuklinggau dan menghasilkan LKS yang valid, praktis dan efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model yang digunakan adalah 4D. Objek penelitian ini adalah 20 siswa kelas IV. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: . kualitas LKS dilihat dari aspek validitas dikatakan masuk dalam kategori valid dengan koefisien Aiken v untuk ahli bahasa 0,85, ahli material 0,80, ahli media 0,76 dengan kategori tinggi. Sementara itu, hasil analisis penilaian kepraktisan LKS guru dan siswa memenuhi kriteria praktik dengan nilai rata-rata 76%, dan efektivitas dengan rata-rata 84,9%, sehingga dapat disimpulkan bahwa LKS dalam pembelajaran IPA memenuhi kriteria yang valid, praktis, dan efektif sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran. KEYWORDS LKS. Peta Konsep. IPAS CORRESPONDENCE E-mail: ekalokaria87@gmail. INTRODUCTION Pendidikan merupakan proses pembelajaran bagi siswa untuk dapat mengetahui, mengevaluasi dan menerapkan setiap ilmu yang diperoleh dari pembelajaran di kelas atau pengalaman yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sejalan dengan itu, dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 Ayat 1 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa Pendidikan adalah upaya sadar dan terencana untuk menciptakan suasana belajar dan proses pembelajaran sehingga siswa secara aktif mengembangkan potensi mereka untuk memiliki spiritual, agama, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang dibutuhkan, masyarakat, bangsa dan negara (Sahvira et al. , 2021:. Pembelajaran merupakan salah satu kegiatan inti yang harus diikuti oleh siswa karena pembelajaran ini digunakan untuk berinteraksi dengan orang lain dan menambah ilmu yang akan menjadi bekal di masa depan. Pembelajaran dilakukan dengan banyak konsep mulai dari tanya Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau jawab dengan guru dan lainnya. Interaksi yang baik akan mendorong bagaimana tujuan pembelajaran atau pembelajaran dapat direalisasikan. Guru harus memiliki metode dan strategi yang digunakan untuk menjadi alat pembelajaran agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pembelajaran merupakan salah satu komponen yang harus dilakukan untuk melaksanakan proses pembelajaran di sekolah, selain menjadi salah satu komponen penting bagi terwujudnya proses pembelajaran selain guru dan siswa (Aminah, 2022:. Dalam pembelajaran sekolah dasar, ada beberapa isi mata pelajaran yang harus dipahami oleh siswa, salah satunya adalah ilmu alam dan ilmu sosial. IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosia. adalah pengembangan kurikulum dari pembelajaran IPA yang dikombinasikan dengan IPS dalam kurikulum mandiri. Pembelajaran IPS saat ini juga merupakan pembelajaran yang mengarah pada sains dan pembelajaran sosial. Mata pelajaran IPA dalam kurikulum mandiri diintegrasikan dengan mata pelajaran IPS ke dalam IPS. (Nurul, et al. 2022:4. Tujuan belajar sains dalam kurikulum mandiri adalah untuk mengembangkan minat dan rasa ingin tahu, keterampilan inkuiri, dan pemahaman konsep pada Pembelajaran sains adalah pembelajaran yang bersifat penyelidikan ilmiah, yaitu pemberian pengalaman belajar langsung melalui keterampilan proses dan sikap ilmiah (Anjar Palupi dan Husamah 2023:4. Analisis kebutuhan yang dilakukan di SD Negeri 09 Lubuklinggau didasarkan pada hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan penulis terhadap guru dan siswa SD Negeri 09 Lubuklinggau kelas IV masih menggunakan bahan ajar dari pemerintah yang konsepnya masih Bahan ajar berupa LKPD belum dikembangkan menggunakan peta konsep, di LKPD yang dikembangkan sesuai dengan lingkungan dan peta konsep yang dimiliki oleh daerahnya masingmasing, misalnya tarian tradisional silampari kahyangan tinggi, parade karnaval budaya, air terjun drum, bukit ajaib, cerita rakyat dan peta konsep lainnya yang dimiliki oleh wilayah Lubuklinggau dan dilengkapi dengan materi dan konsep yang lebih menarik. Selain itu, diketahui juga bahwa hasil analisis kebutuhan sekolah, guru dan siswa yang telah dilakukan di SD Negeri 09 Lubuklinggau, sekolah masih kekurangan sumber belajar, salah satunya adalah LKPD, hal ini menyebabkan kendala dalam proses pembelajaran pada guru kelas IV dalam memberikan pengajaran yang efektif juga kesulitan merancang pengalaman belajar yang mengajak Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau siswa untuk terlibat aktif dan mendorong siswa' berpikir kritis, karena kurangnya sumber belajar yang sesuai. Sementara itu, mahasiswa yang dihadapkan pada kegiatan pembelajaran kurang aktif dalam proses pembelajaran karena sumber belajarnya kurang menarik sehingga kurangnya minat belajar siswa dalam proses pembelajaran IPAS. Rata-rata rendahnya hasil belajar IPAS adalah 60% - 40% karena beberapa faktor, salah satunya adalah keterbatasan sumber belajar dan minat belajar siswa yang rendah. Diharapkan sebagai solusi Lembar Kerja Mahasiswa IPAS seperti yang diharapkan, diperlukan cara yang tepat dengan memanfaatkan peran pembelajaran berbasis Peta Konsep dalam setiap kegiatan proses pembelajaran yang menggunakan Lembar Kerja Mahasiswa ini, sehingga siswa tidak hanya mendapatkan materi dari guru dan buku tetapi juga dapat belajar sendiri dengan bantuan Lembar Kerja Siswa yang sangat memudahkan siswa untuk belajar. Sehingga hasil pembelajaran dapat sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Menurut Prastowo . 4: . Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah bahan ajar cetak berupa lembaran kertas yang berisi rangkuman materi, dan petunjuk pelaksanaan tugas pembelajaran yang harus dikerjakan oleh siswa, serta mengacu pada kompetensi dasar yang harus dicapai. Hal ini sejalan dengan pendapat Majid . , menjelaskan bahwa "Lembar Kerja (LK) atau lembar kerja (LT) dimaksudkan untuk memicu dan membantu siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran dalam rangka menguasai suatu pemahaman, keterampilan, atau sikap". RESEARCH METHOD Model pengembangan penelitian ini dalam Pengembangan Lembar Kerja Mahasiswa Berbasis Peta Konsep (LKPD) akan menggunakan model Four-D . D) yang dikembangkan oleh Thiangrajin. Model penelitian pengembangan Four-D . D) terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap definisi, tahap desain, tahap pengembangan, dan tahap diseminasi, (N. Lestari, dalam Sapiruddin et al. , 2024: . Berikut ini adalah tata cara penelitian dan pengembangan LKPD Berdasarkan Peta Konsep dalam Pembelajaran IPA Kelas IV SD Negeri 09 Lubuklinggau. Ada 4 tahapan, yaitu Definisi. Perancangan. Pengembangan, dan Diseminasi: Mendefinisikan. Merancang. Mengembangkan, dan Menyeminasi. Subjek yang terlibat dalam desain uji coba ini adalah ahli, guru, dan peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan dalam pengembangan media ini berupa wawancara dan Teknik analisis data ini juga diartikan sebagai menganalisis data yang telah diperoleh Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau dalam suatu penelitian. Analisis data dari segi validitas dan kepraktisan data dilakukan oleh. Uji Validitas LKS. Uji Kepraktisan LKS, dan Uji Efektivitas LKS. Gambar 1. Skema Pengembangan Sumber (Trianto 2009:. RESULTS AND DISCUSSION Lembar Kerja Siswa berbasis peta konsep adalah penelitian jenis Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang menggunakan model pengembangan 4-D. Tahap definisi meliputi analisis awal, analisis siswa, analisis tugas, analisis konsep dan tujuan tertentu. Penulis melakukan analisis awal untuk mengetahui permasalahan yang ada di kelas IV SD Negeri 09 Kota Lubuklinggau. Analisis ini dilakukan pada tanggal 18 Januari 2025, terdapat permasalahan yang dihadapi, yaitu guru memiliki kendala dalam pengajaran materi IPAS, yaitu bahan ajar yang tidak lengkap, masih mencari materi dari sumber lain, siswa memiliki masalah dengan sedikit bahan ajar yang memberikan materi yang tidak lengkap, membuat siswa kurang memahami materi yang diajarkan dan siswa kurang aktif dalam pembelajaran. Sumber materi pembelajaran yang tidak Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau menarik perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Dari hasil analisis ini, ditemukan bahwa mahasiswa menginginkan bahan ajar yang menarik, dari segi gambar, warna dan isi materi yang lengkap dan mudah dipahami. Analisis tugas adalah kegiatan pemahaman dalam pembelajaran yang dilakukan untuk mengidentifikasi struktur materi yang akan dipelajari. Kemudian penulisan LKS dilakukan dengan langkah-langkah, yaitu merumuskan kompetensi dasar, menyusun pertanyaan/materi, dan menulis dengan memperhatikan struktur LKS. Analisis konsep adalah identifikasi konsep utama yang diajarkan dan secara sistematis menyusun dan menghubungkan konsep tentang materi, norma, dan adat istiadat daerah saya secara sistematis. Melalui alur tujuan pembelajaran (ATP) yang telah dirumuskan, dikembangkan peta kebutuhan judul, tujuan pembelajaran dan urutan LKS. Setelah konsep yang digunakan diidentifikasi dan kemudian membentuk peta konsep, keterampilan yang harus dimiliki siswa juga akan terbentuk. Keterampilan siswa ini merupakan bentuk pencapaian tujuan pembelajaran sesuai dengan ATP yang telah ditetapkan. Data dari analisis tugas dan analisis konsep dapat dijadikan acuan untuk merumuskan tujuan pembelajaran sebagai elaborasi alur tujuan pembelajaran (ATP). Perumusan tujuan pembelajaran akan dijadikan dasar perancangan LKS berbasis peta konsep. Tahap perencanaan bertujuan untuk menghasilkan LKS berbasis peta konsep. Ada beberapa langkah pada tahap ini, yaitu: . Penyusunan Tes Referensi Awal. Setelah tujuan pembelajaran dirumuskan, kemudian siapkan uji referensi benchmark berupa pertanyaan yang sering ditemui siswa dalam kegiatan proses pembelajaran. Soal latihan diberikan dan dilakukan oleh mahasiswa secara langsung sehingga kita dapat melihat keaktifan dan kemandirian mahasiswa dalam menentukan dan mengembangkan pengetahuannya. Pemilihan Media. Penelitian pengembangan LKS berbasis peta konsep dipilih sebagai sarana untuk membantu proses penyampaian materi Dengan memilih LKS berbasis peta konsep, diharapkan indikator dan tujuan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dapat tercapai. Tahap pengembangan ini terdiri dari pengembangan LKS berbasis peta konsep yang berisi materi pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) tentang norma dan adat istiadat daerah saya pada siswa kelas IV SD Negeri 09 Kota Lubuklinggau. Tahap pengembangan terdiri dari LKS berbasis peta konsep, validasi dengan ahli bahasa, pakar media, ahli materi dan revisi LKS Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau berbasis peta konsep. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk media pembelajaran yang valid. Tahap diseminasi ini melibatkan siswa dan sekolah yang sama dengan uji coba kelompok kecil, dengan total 20 siswa dan 6 siswa merespon dengan mengisi kuesioner kepraktisan siswa dan menyebarluaskan lainnya melalui media sosial seperti youtube. Tujuan lain pada tahap diseminasi ini adalah untuk produk yang telah disusun dan dikembangkan yang dapat digunakan oleh orang lain dalam kegiatan proses pembelajaran. Pemaparan data uji coba dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode validasi pada produk media LKPD yang telah dikembangkan. Validasi ini dilakukan oleh 3 tenaga ahli, yaitu ahli bahasa, pakar media, dan ahli materi. Lembar penilaian untuk media pembelajaran ahli materi berisi penilaian LKS. Validator ahli materi IPAS adalah Ibu Dwi Purwasih, guru S. Pd kelas IV SD Negeri 09 Kota Lubuklinggau. Pernyataan pada lembar kuesioner validasi materi terdiri dari 9 Anggota Media. Validasi pakar media dilakukan untuk memvalidasi komponen media yang terdapat dalam LKS yang dikembangkan. Pertanyaan yang terkandung dalam kuesioner validasi media terdiri dari 13 pertanyaan. Validator pakar media adalah ahli di bidang desain media, pakar media dalam LKPD ini adalah Bapak Dr. Dodik Mulyono. Pd. kritik dan saran diberikan oleh penulis agar peneliti mendapatkan masukan untuk memperbaiki LKS. Kuesioner penilaian kepraktisan terdiri dari kuesioner respon guru, dan kuesioner respon siswa terdiri dari pertanyaan yang disusun dengan kategori jawaban 5,4,3,2,1, dengan kriteria berturut-turut (SB) Sangat Baik, (B) Baik, (C) Cukup, (TB) Tidak Baik, (STB) Sangat Tidak Baik. Hasil keseluruhan penilaian LKPD dari ketiga validator tersebut, yaitu: validator bahasa, validator material, dan validator media terhadap pengembangan LKPD dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Hasil Penilaian Semua Validator Skor itu Aiken Tidak Nama Anggota Golongan Diperoleh Dr. Dian Ramadan Lazuardi, 41 0,85 Tinggi Pd. Dwi Purwasih. 0,80 Tinggi Dr. Dodik Mulyono. 0,76 Cukup tinggi Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau Tes kepraktisan guru dilaksanakan pada tanggal 22 Mei 2025 untuk wali kelas IV SD Negeri 09 Kota Lubunlinggau. Peneliti menjelaskan cara menggunakan LKS, kemudian guru diberikan kuesioner untuk mengetahui LKS dengan 10 pertanyaan, guru memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut menggunakan (O. pada kolom seleksi jawaban pertanyaan dengan nilai 1, 2, 3, 4, 5. Berdasarkan hasil tes kelompok kecil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa respon mahasiswa terhadap LKS dengan kriteria "Sangat Praktis" dengan persentase sebesar 83,33%. Hal ini menunjukkan bahwa LKS siap digunakan tanpa revisi. Tabel 2. Hasil Keseluruhan Uji Kepraktisan Tidak Percobaan Banyak Item Presentase Golongan Tes Kepraktisan Guru Sangat Praktis Uji Coba Kelompok 83,33% Sangat Kecil Praktis Sangat Seluruh 84,9% Praktis Pelaksanaan uji coba kelompok besar . ji lapanga. dilakukan dalam waktu 4 hari. Uji coba dilakukan pada seluruh siswa kelas IV SD Negeri 09 Kota Lubuklinggau dengan total 20 siswa yang memiliki tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Penulis membagikan soal pre test pada tanggal 26 Mei 2025 yang harus dilakukan, kemudian keesokan harinya peneliti menjelaskan materi menggunakan LKPD setelah itu pada tanggal 27 Mei 2025 mahasiswa mengerjakan soal post-test. Hasil uji efektivitas yang diberikan kepada 20 siswa kelas IV SD Negeri 09 Lubuklinggau. Berdasarkan data di atas, skor yang diperoleh melalui perhitungan rumus N-Gain dari masingmasing nilai rata-rata pree-test mendapatkan skor rata-rata 45,25 dengan kategori tidak lengkap dan post-test mendapatkan skor rata-rata 83,76 dengan kategori Lengkap dan diklasifikasikan ke dalam rumus N-Gain mendapatkan skor 0,71 "Tinggi". Sehingga dapat disimpulkan bahwa LKS berbasis peta konsep dalam pembelajaran IPAS Bab 8 Membangun Masyarakat Beradab Topik A Norma dalam Adat Istiadat Daerah Saya untuk kelas IV efektif digunakan. Setelah Draf 1 divalidasi oleh para ahli, direvisi lebih lanjut sesuai dengan saran dan masukan yang diberikan oleh para ahli yang Berikut ini adalah deskripsi draf. Jurnal Prespektif Pendidikan - Vol. 19 No. Available online at : https://ojs. stkippgri-lubuklinggau. id/index. php/JPP Jurnal Perspektif Pendidikan | ISSN (Prin. 0216-9991 | ISSN (Onlin. 2654-5004 | DOI: https://doi. org/10. 31540/jpp. Penerbit : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau CONCLUSION Berdasarkan latar belakang dan perumusan permasalahan dalam penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut: Validitas Lembar Kerja Siswa (LKS) Berdasarkan Peta Konsep Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial yang dikembangkan diperoleh berdasarkan hasil penilaian lembar kuesioner yang telah diisi oleh ahli bahasa, dengan nilai 0,85 dalam kategori "Tinggi", pakar media dengan nilai 0,76 dalam kategori "Sangat Tinggi", dan pakar material dengan nilai 0,80 dalam kategori "Tinggi". Sehingga dapat disimpulkan bahwa Lembar Kerja siswa Berbasis Peta Konsep (LKS) valid dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil uji coba kelompok kecil memperoleh kategori "Sangat Praktis" dan setelah diuji kepraktisan pada siswa, peneliti juga melakukan kepraktisan bagi guru yang memperoleh kategori sangat Lembar Kerja Mahasiswa Berbasis Peta Konsep (LKS) dapat dikatakan praktis sehingga dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Uji coba efektivitas pengembangan Lembar Kerja siswa Berbasis Peta Konsep (LKPD) berdasarkan hasil pre test dan post test, sehingga Lembar Kerja siswa Berbasis Peta Konsep (LKS) cocok digunakan dalam pembelajaran IPAS di SDN 09 Lubuklinggau. REFERENCES