JOURNAL OF ECONOMICS AND REGIONAL SCIENCE Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 P-ISSN: 2776-2939 E-ISSN: 2776-3196 Analisis Resiko dan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Pada Pabrik Sagu CV Makmur Timika 1Nelci Esterlina W. Akely, 2Habel Taime 1,2Program Studi Ekonomi Pembangunan. STIE Jambatan Bulan. Mimika, 99910. Indonesia Histori Artikel: Pengajuan : 25 Juni 2022 Revisi : 05 Juli 2022 Diterima : 06 Juli 2022 Keywords: Potential hazard, risk. JSA. Abstract This study aims to determine the application of work safety (K. at CV Makmur Timika. The data collection methods are interviews and observations while the analytical tools use the Job Safety Analysis (JSA) method. Based on the results of research on the application of K3 at CV Makmur Timika, it shows that the production process from the forest to the sago factory has potential hazards such as mechanical hazards, ergonomic hazards, chemical and microbiological hazards, and other occupational diseases that can be harmful to workers. Researchers suggest to the management of CV Makmur Timika to continue to improve work safety and health by making efforts to control various potential hazards in every job, especially in the forest and factory work processes such as using Personal Protective Equipment (PPE) while working, obeying work procedures and being careful be careful when Citation: Akely. , & Taime. Analisis Resiko dan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Pada Pabrik Sagu CV Makmur Timika. Journal of Economics and Regional Science, 2. , 33-48. Kata kunci: Produksi. Luas Lahan. Modal. Tenaga Kerja. Penulis Korespondesi: Nelci Esterlina W. Akely Email:nelsehechy@gmail. Abstraksi Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan keselamatan kerja (K. pada CV Makmur Timika. Metode pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi sedangkan instrument alat analisis menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA). Berdasarkan hasil penelitian penerapan K3 pada CV Makmur Timika menunjukan bahwa proses produksi mulai dari hutan sampai pabrik sagu memiliki potensi bahaya seperti bahaya meknik, bahaya ergonomi, bahaya kimia dan mikrobiologi, dan penyakit akibat kerja lainnya yang dapat berbahaya bagi pekerja. Peneliti menyarankan kepada pihak manajemen CV Makmur Timika untuk terus meningkatkan keselamatan dan kesehtan kerja dengan melakukan upaya pengendalian dari berbagai potensi bahaya pada setiap perkerjaan terutama pada proses pekerjaan bagian hutan dan pabrik seperti menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja, menaati prosedur pekerjaan dan berhati-hati saat bekerja. JEL Classification: L50. O25. R41 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 PENDAHULUAN Perkembangan perusahaan dapat berjalan baik jika tenaga kerja yang dipekerjakan berkualitas, berkompeten, serta professional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tenaga kerja secara nasional tahun 2021 pada sektor formal sebesar 40,55 persen, sedangkan pada sektor informal sebesar 59,45 persen. Tenaga kerja merupakan salah satu unsur manajemen perusahaan, sehingga perlu diberikan perlindungan pada hal Keselamatan serta Kesehatan Kerja (K. Peraturan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja telah diatur dalam UndangUndang No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan. Kesehatan dan Keamanan Kerja. UU No. Tahun 2003 Pasal 86 tentang ketenagakerjaan. Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. PER. 03/MEN/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Tenaga Kerja, dan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Menurut Mathis dan Jackson (Tsenawatme, 2013:. menyatakan bahwa keselamatan adalah merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik seseorang terhadap cedera yang terkait dengan pekerjaan. Sedangkan, kesehatan adalah kondisi umum fisik, mental dan stabilitas emosi secara umum. Perlindungan dengan berbagai aturan yang ada tidak membuat angka kecelakaan kerja menurun seperti yang diharapkan oleh banyak pihak lain, hal itu bisa ditinjau dari peningkatan jumlah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja tahun 2020 secara nasional berdasarkan sumber Kementerian Tenaga Kerja (KEMNAKER) yaitu jumlah kecelakaan 174 kasus dengan jumlah korban 2. 164 orang sedangkan penyakit akibat kerja sebanyak 46 kasus. Industri sagu CV Makmur Timika, setiap harinya bisa memproses 5 Ae 7 ton sagu mentah menjadi tepung sagu. Usaha ini berdiri sejak akhir desember tahun 2018 dan memiliki 14 orang karyawan diantaranya 6 orang di pabrik dan 8 orang di hutan. Tujuan utama didirikannya pabrik ini adalah untuk membina dan meningkatkan ketrampilan masyarakat lokal dalam mengelolah sagu dengan menggunakan mesin. Dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada bulan juni 2021 di pabrik sagu CV Makmur Jaya Irigasi kota Timika ditemukan beberapa unsafe action serta unsafe condition yang terdapat pada pekerja pabrik sagu. Unsafe action seperti perilaku pekerja yang kurang Nelci Esterlina W. Akely. Habel Taime Analisis Resiko dan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Pada Pabrik Sagu | 34 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 lengkap memakai alat pelindung diri saat berhubungan dengan mesin pada ketika menebang pohon sagu serta saat melakukan proses produksi di pabrik sagu. Sedangkan, unsafe condition diantaranya lantai pabrik yang licin, kebisingan mesin, debu sagu yang disebabkan dari proses produksi, serta juga terdapat perilaku kerja tidak ergonomis, suhu ditempat kerja yang panas, terhirupnya debu sagu yang terus-menerus, sanitasi. Akibatnya bisa menimbulkan beberapa penyakit akibat kerja contohnya gangguan musculoskeletal, dehidrasi, dermatitis kontak, gangguan pernapasan serta penyakit umum lainnya. Dari hasil wawancara dengan pemilik pabrik sagu bapak Kuslan ditemukan adanya kasus kecelakaan kerja yang pernah terjadi yaitu, pertengahan tahun 2019 terjadi kecelakaan kerja pada pekerja bagian pabrik yang dimana salah seorang karyawan mengalami kecelakaan yaitu tangannya terkenah mesin parut sagu saat melakukan proses produksi dan dirawat kurang lebih hampir 2 bulan. Sedangkan, kecelakaan yang terjadi pada pekerja bagian hutan yaitu kaki terinjak benda tajam saat membersihakan area Hal ini dipengaruhi karena pekerja kurang memiliki kesadaran dan pengetahuan tentang K3. Perilaku seperti ini dapat diatasi dengan melakukan identifikasi bahaya pada setiap pengendaliannya supaya dapat meminimalisir kecelakaan saat melakukan pekerjaan. Berdasarkan fenomena diatas maka, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui resiko dan pengendalian program kesehatan dan keselamatan kerja pada pabrik sagu CV Makmur Timika. METODE Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini, jenis data yang akan dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif yaitu data berupa keterangan-keterangan non angka. Dalam penelitian ini data kualitatif seperti data profil perusahaan, hasil kusioner, dan informasi yang diperoleh dari pihak manajemen dan karyawan pabrik sagu CV Makmur Timika. Dan Sumber data dalam penelitian ini meliputi sumber data primer. Sumber data primer adalah pihak pertama yang memberikan data Nelci Esterlina W. Akely. Habel Taime Analisis Resiko dan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Pada Pabrik Sagu | 35 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 secara langsung kepada peneliti untuk diolah dan dianalisis. Sumber data primer dalam penelitian ini yaitu pihak manajemen pabrik sagu CV Makur Timika. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara observasi dan wawancara yaitu: observasi dan wawancara. Observasi yaitu pengamatan yang dilakukan dengan sengaja dan sistematis terhadap aktivitas individu atau objek lain yang diselidiki. Dan wawancara memiliki prinsip sama dengan kusioner hanya pelaksanaannya dilakukan secara lisan, dimana pewawancara dapat menanyakan beberapa pertanyaan pada situasi tatap muka antara pewawancara dan yang diwawancarai Surapto . Untuk menjawab rumusan masalah pertama dan kedua penelitian ini, peneliti menggunakan Job Safety Analysis yang merupakan salah satu langkah utama dalam analisa bahaya dan kecelakaan dalam usaha menciptakan keselamatan kerja. Dalam melakukan analisa potensi bahaya pekerjaan dengan menggunakan Job Safety Analysis ada empat langkah dasar yaitu: menentukan pekerjaan yang akan dianalisa, menguraikan pekerjaan, menjadi langkah-langkah dasar, mengidentifikasi bahaya atau kecelakaan kerja pada masing-masing pekerjaan, mengendalikan bahaya dalam upaya pencegahan kecelakaan Adapun format Job Safety Analysis adalah sebagai berikut : Tabel 1. Format Job Safety Analysis Nama Perusahaan Nama Pekerjaan Nama Pekerja Tahap Pekerjaan Catatan : Tanggal Pengawas Departemen : Potensi Bahaya Resiko No. Upaya Pengendalian Tanggung Jawab Form JSA harus diisi dengan cermat dan terpirinci Pastikan seluruh pekerja memahami JSA sebelum melakukan pekerjaan Sumber : Nurkholis, 2017 HASIL Metode Job Safety Analysis (JSA) Pada Pabrik Sagu CV Makmur Timika Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Job Safety Analysis (JSA), menurut Ramli (Jauhari 2018:. dengan langkah-langkah sebagai berikut: Nelci Esterlina W. Akely. Habel Taime Analisis Resiko dan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Pada Pabrik Sagu | 36 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 Memilih pekerjaan (Job Selectio. Menguraikan pekerjaan (Job Breakdow. Mengidentifikasi Bahaya dan Resikko (Hazard and Risk Identificatio. Rekomendasikan Pengendalian (Control Recommende. Memilih Pekerjaan (Job Selectio. CV Makmur Jaya Timika memiliki 2 bagian pekerjaan yang berbeda yaitu : Pekerjaan di bagian hutan, seperti pembersihan area penebangan, proses penebangan pohon sagu, dan pengangkutan batang pohon sagu dari hutan ke pabrik. Pekerjaan di bagian pabrik, seperti proses mengolah batang sagu menjadi pati sagu, pengelolaan limbah sagu, dan memasarkan sagu. Menguraikan Pekerjaan (Job Breakdow. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, langkah-langkah pekerjaan yang yang dilakukan oleh setiap bagian kerja sebagai berikut: Bagian Hutan . Pembersihan area dan proses penebangan pohon sagu . Pekerja mempersiapkan alat kerja seperti: gergaji mesin, parang, tali dan peralatan tebang lainnya yang mendukung proses penebangan pohon sagu. Pekerja melihat dan membersikan area disekitar pohon sagu yang akan . Pekerja memastikan area sekitar pohon sagu yang akan ditebang sudah dalam keadaan bersih, serta memastikan arah jatuh pohon sagu yang akan ditebang. Pemotongan batang pohon sagu . Pekerja membersihkan batang pohon sagu yang sudah ditebang . Pekerja mengukur ukuran batang pohon sagu yang akan dipotong dengan ukuran 60 cm. Loading batang sagu ke dalam truck . Pekerja melakukan pemindahan batang sagu yang sudah dipotong secara manual menggunakan tali, kedalam kendaraan yang sudah disiapkan. Nelci Esterlina W. Akely. Habel Taime Analisis Resiko dan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Pada Pabrik Sagu | 37 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 . Pekerja memastikan batang pohon sagu tersusun rapi tidak melewati atau melebihi bak truck, lalu ditutup menggunakan terpal dan diikat. Pengantaran batang sagu ke pabrik sagu Pekerja memastikan driver/operator kendaraan dalam keadaan sehat, memiliki SIM, dan tidak mengkonsumsi alkohol atau obat-obatan. Bagian Pabrik . Unloading sagu dari truk kedalam pabrik Pekerja membongkar muatan batang sagu ke bak penyimpanan yang sudah disediakan dan memastikan semua batang sagu sudah tersusun rapi. Pengelupasan kulit batang sagu . Pekerja mengupas kulit luar batang sagu dengan bersih menggunakan peralatan kerja yang sudah disiapkan. Pekerja memotong batang sagu yang sudah dibersihkan dari kulitnya, menjadi beberapa bagian sedang dan dicuci kembali sampai bersih. Proses penggilingan atau pemarutan batang sagu Pekerja memasukan batang pohon sagu yang sudah di cuci dan dipotong tadi satusatu kedalam mesin untuk digiling dan diparut. Proses penyaringan hasil parutan menggunakan mesin yang sudah disediakan. Sagu yang sudah digiling atau diparut, akan disaring, lalu pekerja akan memisahkan serat-serat batang sagu yang kasar. Proses penyaringan ini masih menggunakan mesin, dilakukan 3 kali untuk mendapatkan pati sagu yang halus. Proses pengendapan pati sagu yang sudah digilling. Sagu yang sudah halus akan diendapkan selama 1-3 hari dalam bak penampungan agar mengendap dan terpisah dari air. Pekerja memastikan sagu yang sudah jadi benar-benar bersih dan terpisah dari . Sagu yang sudah diendapkan akan di masukan ke dalam karung untuk dijual Nelci Esterlina W. Akely. Habel Taime Analisis Resiko dan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Pada Pabrik Sagu | 38 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 Pengelolaan limbah sagu Pekerja yang bekerja di bagian ini akan mengumpulkan seluruh limbah dari proses pengelolaan sagu . eperti kulit pohon sagu, dan sisa ampas kasar dari proses penggilinga. yang nantinya diolah menjadi kayu bakar, pupuk dan pakan terna. Mengidentifikasikan Bahaya. Resiko dan Rekomendasi Pengendalian Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, maka didapatkan bahwa setiap pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja bagian hutan dan pekerja bagian pabrik memiliki bahaya dan tingkat resiko yang berbeda-beda disetiap langkah pekerjaannya. Berikut ini hasil penelitian menggunakan Job Safety Analysis Worksheet: Tabel 2. Job Safety Analysis Pada Pekerja Bagian Hutan Tahapan Kerja Bahaya Resiko Pembersihan area dan proses penebangan pohon sagu Pekerja memastikan alat kerja seperti: gergaji mesin, parang, tali dan Terpotong rantai Luka-luka peralatan tebang lainnya yang Lecet mendukung proses Tangan Tergores penebangan pohon sagu berfungsi dengan baik. Keracunan bisah Bahaya dari binatang ular, bengkak atau Pekerja melihat dan gatal-gatal membersihkan area Bahaya mekanik dari Terpotong. Tergores, yang akan digunakan alat kerja 2 untuk arah jatuh pohon Terhirup serbuk dan Gangguan yang akan ditebang dan debu pohon dan melakukan penebangan asap mesin Terinjak benda tajam pohon sagu Tertimpa ranting seperti duri, ranting atau batang pohon pohon dll Terluka, memar Proses pemotongan batang pohon sagu Pekerja membersihkan Bahaya mekanik dari 3 batang pohon sagu yang alat kerja yang sudah ditebang Tertimpa batang Pekerja mengukur pohon sagu saat ukuran batang pohon 4 sagu yang akan dipotong dengan ukuran 60cm Terpotong. Tergores. Kaki terjepit batang pohon sagu Rekomendasi Pengendalian Pekerja harus selalu menggunakan sarung tangan saat bersentuhan dengan mesin. Seluruh pekerja menggunakakan Safetty Shoes. Safety Glove cotton. Safety Glasses. Masker, rompi dan helm saat melakukan pekerjaan Pekerja perlu diawasi agar lebih berhati-hati saat melakukan Menggunakan sarung tangan . otton glove. dan helm saat bekerja Proses pengangkutan batang sagu ke dalam truk Nelci Esterlina W. Akely. Habel Taime Analisis Resiko dan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Pada Pabrik Sagu | 39 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 Pekerja melakukan Bahaya ergonomi pemindahan batang . ostur tubuh yang sagu yang sudah 5 dipotong secara manual menggunakan tali ke Tertusuk serat kayu dalam kendaraan yang sudah disiapkan Pekerja memastikan Terjatuh atau posisi batang sagu terguling batang tersusun rapu dalam sagu ke jalan Pengantaran batang sagu ke pabrik Pekerja memastikan driver/operator mengantar batang sagu sampai ke pabrik Melanggar aturan Menabrak kendaraan Nyeri otot low back pain, kelelahan, fatik Terluka, tergores Melakukan peregangan otot selama 1 menit sebelum bekerja Selalu menggunakan sarung tangan Jatuh dan menimpa kendaraan lain atau pejalan kaki Kendaraan truk harus memiliki peralatan pendukung seperti : terpal, tali, dan sling Kerusakan property Tahanan Polisi Melakukan Safety meeting sebelum bekerja Meamstikan operator/driver memiliki SIM dan skill Sumber : Data diolah, 2022 Berikut hasil Job Safety Analysis pada pekerja yang bekerja di bagian pabrik: Tabel 3. Job Safety Analysis Pada Pekerja Bagian Pabrik Tahapan Kerja Bahaya Unloading batang sagu dari truk ke dalam pabrik Pekerja membongkar Bahaya ergonomi muatan batang sagu ke bak postur tubuh yang penyimpanan yang sudah disediakan dengan manual menggunakan tali dan memastikan semua batang sagu sudah tersusun rapi Proses pengelupasan kulit batang sagu Pekerja memotong batang Bahaya mekanik dari sagu menjadi beberapa peralatan kerja yang bagian sedang dengan digunakan . menggunakan kapak, lalu terpotong, terjepit, dikupas menggunakan mesin yang disediakan lalu Gerakan berulang / bahaya Ergonomi Proses penggilingan atau pemarutan batang sagu Pekerja memasukan batang Tangan/jari terjepit sagu yang sudah dicuci dan mesin parut, dipotong tadi, satu-satu ke Terpapar debu atau dalam mesin untuk diparut ampas kayu pada Resiko Rekomendasi Pengendalian Nyeri otot Fatik Kecapean Pekerja harus selalu melakukan peregangan otot selama 1 menit sebelum melakukan Tabel Lanjutan Menyediakan alat angkut forklift Luka-luka Lecet Nyeri otot Pekerja harus selalu menggunakan sarung tangan saat bersentuhan dengan mesin. Melakukan peregangan otot 1 menit sebelum melakukan pekerjaan Luka-luka, tangan/jari bisa patah bahkan bisa Perih, iritasi, luka buta Pekerja harus selalu menggunakan APD yang lengkap seperti Helm. Safety glasses. Sarung tangan, masker dan Safety shoes Pentingnya pengawasan saat pekerja melakukan pekerjaan agar pekerja dapat berhati-hati dan Proses penyaringan hasil parutan menggunakan mesin yang sudah disediakan Nelci Esterlina W. Akely. Habel Taime Analisis Resiko dan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Pada Pabrik Sagu | 40 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 Sagu yang sudah digiling Tangan tertusuk atau diparut akan disaring oleh serat batang menggunakan mesin, lalu sagu yang kasar pekerja akan memisakan Bahaya mekanik dari serat-serat batang sagu yang mesin yang digunakan . jari dapat terjepit Proses penyaringan ini disela-sela mesin masih menggunakan mesin dilakukan 3 kali untuk mendapatkan pati sagu yang halus Proses pengendapan pati sagu yang sudah halus Sagu yang sudah halus akan Bahaya mekanik dari diendapkan selama 1-3 hari peralatan kerja yang dalam bak penampungan digunakan seperti : agar mengendap terpotong, teriris. Pekerja memastikan sagu atau Terbentur mesin yang sudah jadi benar-benar ayakan Bahaya kimia dan Sagu yang sudah mikrobiologi dari air diendapkan akan di endapan pati sagu masukan ke dalam karung Bahaya ergonomi untuk dijual Pengelolaan limbah sagu Pekerja yang bekerja dibagian ini akan mengumpulkan seluruh limbah dari proses pengelolaan sagu Bahaya Ergonomi Tangan lecet dan terluka Pekerja harus selalu mengunakan sarung tangan yang tebal setiap kali bekerja, serta selalu berhati-hati dalam melakukan pekerjaan. Terluka, memar, lecet. Dermatits kontak, kutu air, terhiirup bau sagu Nyeri otot. Pekerja harus menggunakan APD seperti . arung tangan plastik dan maske. dan berhati-hati saat melakukan pekerjaan Melakukan peregangan otot selama 1 menit sebelum bekerja Saat terjadi masalah dengan mesin, pekerja harus meastikan bahwa mesin dalam keadaan Nyeri otot. Pekerja harus selalu menggunakan sarung tangan saat bersentuhan dengan mesin. Tertusuk serat kayu Gangguan Melakukan peregangan otot 5-10 menit sebelum melakukan pekerjaan Sumber : Data diolah, 2022 PEMBAHASAN Setelah melakukan analisis dan mengidentifikasi bahaya . serta resiko dari setiap pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja bagian hutan dan pekerja bagian pabrik CV Makmur Timika, dibutuhkan pengendalian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. sebagai APD lengkap saat melakukan pekerjaan Menurut Suma'mur (Jauhari, 2018: . menjelaskan bahwa dari hasil penelitian sebanyak 80-85% kecelakaan kerja disebabkan oleh kelalaian atau kesalahan manusia . nsafe human ac. Tindakan pengendalian yang dapat dilakukan untuk menghindari Nelci Esterlina W. Akely. Habel Taime Analisis Resiko dan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Pada Pabrik Sagu | 41 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 potensi bahaya dan resiko yaitu menggunakan alat pelindung diri yang lengkap saat melakukan pekerjaan. Alat Pelindung Diri (APD) didefinisikan sebagai alat yang digunakan untuk melindungi pekerja dari luka atau penyakit yang diakibatkan oleh adanya kontak dengan bahaya . di tempat kerja. APD yang disarankan untuk digunakan oleh pekerja CV Makmur Timika di hutan adalah safety shoes, face shield, safety gloves, masker, coverall atau waerpack dan helm Safety. Safety shoes Berfungsi untuk melindungi kaki dari benda tajam ataupun benda asing lainnya, contoh safety shoes yang cocok digunakan pada pekerja bagia hutan dapat terlihat pada gambar dibawah ini : Gambar 1. Safety shoes Sumber: google. com, 2022 Face shield dan safety helm Berfungsi melindungi kepala, area wajah dan mata secara langsung untuk menghidari dari paparan ampas atau serbuk pohon dan menghindari resiko tertimpa pohon atau ranting pada saat melakukan penebangan. Untuk helm dianjurkan menggunakan helm safety berstandar SNI. Gambar 2. Helm APD dan Face shield Sumber: google. com, 2022 Nelci Esterlina W. Akely. Habel Taime Analisis Resiko dan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Pada Pabrik Sagu | 42 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 Masker Berfungsi mikroorganisme, asap, uap, aerosol, atau kotoran lain yang mengotori udara yang pekerja hirup. Sehingga, kesehatan organ pernapasan dapat lebih terjaga dan sehat. Gambar 3. Masker Sumber : google. com, 2022 Safety Gloves Berfungsi untuk memberi perlindungan pada tangan dan jari-jari pekerja agar terhindar dari pajanan langsung terhadap api, suhu panas maupun dingin, dan radiasi . lektromagnetik maupun radiasi mengio. atau cidera saat melakukan pekerjaan. Untuk pekerja di bagian hutan disarankan menggunakan sarung tangan cotton gloves . arung tangan berbahan dasar katu. , sedangkan pada pekerja bagian pabrik bisa menggunakan cotton gloves dan rubber gloves . arung tangan kare. sesuaikan dengan pekerjaan yang dilakukan. Contoh safety gloves yang cocok pada gambar berikut: (Rubber Glove. (Cotton Glove. Gambar 4. Safety Gloves Sumber : google. com, 2022 Nelci Esterlina W. Akely. Habel Taime Analisis Resiko dan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Pada Pabrik Sagu | 43 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 Coverall atau wearpack Safety Wearpack adalah pakaian khusus yang dipakai oleh orang-orang yang memiliki risiko pekerjaan tinggi. Model pakaian ini umumnya menutupi leher hingga mata kaki sehingga dapat mengamankan seluruh tubuh. Gambar 2. 6 Wearpack Sumber : google. com, 2022 Safety meeting sebelum melakukan pekerjaan. Tindakan pengendalian selanjutnya yaitu. Safety Meeting. Menurut Hakam . Safety meeting atau rapat keselamatan adalah suatu pertemuan yang diadakan oleh suatu kelompok untuk membicarakan masalah K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerj. di lingkungan tempat kerja. Tujuan dari safety meeting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tenaga kerja tentang pentingnya keselamatan. Pekerja wajib melakukan safety meeting 30 menit sebelum memulai pekerjaan, agar para pekerja lebih memperhatikan norma-norma K3 selama melakukan kegiatan atau proses produksi. Melakukan stretching exercise selama 5-10 menit secara rutin. Pekerja yang sering melakukan gerakan berulang dalam pekerjaan, dapat membuat pekerja merasa kelelahan, pegal-pegal, nyeri otot dan sakit pinggang. Tindakan ini perlu diperhatikan dan diawasi secara berkesinambungan agar melakukan peregangan otot terlebih dahulu sebelum bekerja, menururt Silviyani (Anugerah, 2017:. menjelaskan bahwa diharapkan untuk melakukan peregangan sebelum melakukan pekerjaan agar menjadi sebuah kebiasaan untuk menghindari posisi kerja statis. Manfaat stretching Nelci Esterlina W. Akely. Habel Taime Analisis Resiko dan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Pada Pabrik Sagu | 44 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 exercise sebelum bekerja yaitu dapat mengurangi stress, memperbaiki postur tubuh, mempertahankan flesibilitas, meringankan sakit pinggang, dan mengurangi efek cidera. Menyediakan alat angkut . Forklift merupakan sebuah alat yang didesain khusus untuk mempermudah pekerjaan seperti memindahkan atau mengangkut barang dari suatu tempat menuju tempat lainnya. forklift bermanfaat dalam membantu memindahkan barang dan mengurangi kejadian kecelakaan kerja saat mengangkat barang oleh pekerja. Dengan adanya alat seperti ini dapat memudahkan pekerjaan pekerja pabrik sagu dalam melakukan kegiatan unloading dan loading batang sagu. Pekerja pabrik saat melakukan aktivitas kerja dengan menggunakan mesin atau peralatan kerja lainnya, wajib memastikan atau memeriksa secara rutin kenyamanan dan keamanan dari alat/mesin yang digunakan. Melakukan Medical Check Up (MCU) Pemeriksaan kesehatan berkala ini diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja dan Permenaker 02 Tahun 1980 tentang pemeriksaan Dalam ketentuannya, pemeriksaan kesehatan berkala ini harus dilakukan sekurang-kurangnya satu tahun sekali Hal ini diharuskan untuk menghindari karyawan terkenah penyakit akibat kerja, atau gangguan-gangguan fisik dan mental yang yang tidak diketahui pemilik perusahaan. Kondisi tubuh yang sehat secara jasmani dan rohani, akan membuat pekerja dapat bekerja lebih baik dan optimal. SIMPULAN Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : Proses kerja yang paling berpotensi bahaya terdapat pada pada pekerja bagian pabrik yaitu bahaya mekanik, bahaya ergonomi, bahaya kimia dan mikrobiologi pada pabrik sagu CV Makmur Timika. Nelci Esterlina W. Akely. Habel Taime Analisis Resiko dan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. Pada Pabrik Sagu | 45 Journal of Economics and Regional Science Vol. 2 No. 1 Edisi Maret 2022 Potensi bahaya yang berisiko tterdapat pada pekerja bagian hutan yaitu kercunan bisah ular, terluka karena benda-benda tajam, tertimpa pohon saat melakukan proses Potensi bahaya yang dianalisa pada proses perawatan pada CV Makmur Timika ratarata disebabkan oleh lingkungan, alat kerja yang tidak aman untuk petugas dan kelalaian petugas pada saat bekerja (Unsafe Condition & Unsafe Actio. SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada pekerja pabrik sagu CV Makmur Timika, peneliti menyarankan : Pemilik pabrik selalu mengingatkan dan menyarankan pekerja CV Makmur Timika menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti helm safety, safety shoes, safety glases, safety gloves, masker, dan coverall safety saat melakukan pekerjaan. Pemilik pabrik sagu dapat memberikan jaminan atas pemeliharaan dan peningkatan kesehatan kerja dengan mendaftarkan karyawan pada program BPJS Tenaga kerja Pemerintah dapat mengontrol seluruh usaha yang memperkerjakan tenaga kerja yang banayk, agar memberikan perlindungan dari jasmani dan rohani sesuai dengan Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan. Kesehatan dan Keamanan serta UU No. 13 tahun 2003 pasal 86 tentang ketenagakerjaan. DAFTAR PUSTAKA