N. Laili. Astuti. Rachmawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. PERBEDAAN TRADING VOLUME ACTIVITY. ABNORMAL RETURN & SECURITY RETURN VARIABILITY SEBELUM & SAAT COVID-19 PADA PERUSAHAAN INFRASTRUCTURE. UTILITIES, & TRANSPORTATION YANG TERDAFTAR DI BEI Oleh: Najmul Laili1 Diana Dwi Astuti2 Lia Rachmawati3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Mandala Fakultas Ekonomi. Program Studi Akuntansi1,2,3 Email: najmullaili8@gmail. diana@stie-mandala. liarachmawati@stie-mandala. ABSTRACT This study aims to analyze the differences in the average Trading Volume Activity. Abnormal Return, and Security Return Variability before and during the COVID19 outbreak. The population used in this study is the Infrastructure. Utilities, & Transportation sector companies listed on the IDX. Sampling using purposive Based on predetermined criteria obtained 35 companies. Thisresearch uses Event Study, the data used in this research is secondary data. The hypothesis testing used in this study is the Wilcoxon Signed Rank Test for the Trading Volume Activity and Security Return Variability variables. Paried Sample T-test was used for the Abnormal Return variable. The results showed that there was no difference before and during the COVID-19 outbreak for the Trading Volume Activity. Abnormal Return and Security Return Variability variables. Keywords: Event Study. Trading Volume Activity and Security Return Variability Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan rata-rata Trading Volume Activity. Abnormal Return, dan Security Return Variability sebelum dan saat adanya COVID-19. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perusahaan sektor Infrastructure. Utilities, & Transportation yang terdaftar di BEI. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan diperoleh 35 perusahaan. Penelitian ini menggunakan Event Study, data yang digunakan dalam penelitian ini adalaha data sekunder. Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Uji Wilcoxon Signed Rank Test untuk variabel Trading Volume Activity dan Security Return Variability. Uji Paried Sample T-test digunakan untuk variabel Abnormal Return. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan sebelum dan saat adanya COVID-19 untuk variabel Trading Volume Activity. Abnormal Return dan Security Return Variability. Kata Kunci: Event Study. Trading Volume Activity and Security Return Variability. PENDAHULUAN Investasi merupakan salah satu aktivitas yang cukup penting dalam berjalannya kegiatan perekonomian atau operasional suatu perusahaan dan negara. Investasi adalah penempatan sejumlah uang atau modal dalam sebuah instrumen . isalnya: saham, emas, obligas. dengan harapan uang tersebut akan bertambah (May, 2019:. Selain itu Investasi juga dapat diartikan sebagai penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama periode waktu yang tertentu (Hartono, 2017:. Pasar modal adalah tempat atau sarana bertemunya permintaan dan penawaran atas instrumen keuangan untuk jangka panjang, umumnya lebih dari 1 . Pasar modal memiliki peran yang cukup strategis untuk menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dan berperan besar bagi perekonomian suatu negara, karena pasar modal dapat menjalankan fungsi ekonomi dan juga fungsi Dengan kata lain, pasar modal merupakan salah satu faktor pendorong perekonomian dalamsuatu negara, salah satunya di Indonesia. Selain menjadi faktor pendorong ekonomi, pasar modal juga menjadi suatu instrumen ekonomi yang tidak lepas dari berbagai pengaruh lingkungan, baik lingkungan ekonomi maupun non Pengaruh dari lingkungan ekonomi mikro seperti kinerja perusahaan, perubahan strategi perusahaan, pengumuman laporan keuangan atau dividen perusahaan selalu mendapat tanggapan dari pelaku pasar di pasar modal. Selain itu, perubahan lingkungan ekonomi makro yang terjadi seperti perubahan suku bunga tabungan dan deposito, kurs valuta asing, inflasi, serta berbagai regulasi dan deregulasi ekonomi yang dikeluarkan pemerintah, turut berpengaruh pada fluktuasi harga dan volume perdagangan di pasar modal. Pengaruh lingkungan non ekonomi, walaupun tidak terikat secara langsung dengan dinamika yang terjadi di pasar modal tidak dapat dipisahkan dariaktivitas bursa saham (Nurhaeni, 2. Bursa saham di Indonesia sangat rentan terhadap pengumuman suatu Untuk menguji reaksi pasar terhadap suatu peristiwa dapatmenggunakan N. Laili. Astuti. Rachmawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 53-67 event study. Menurut (Samsul, 2015:. studi peristiwa . vent stud. yaitu dengan mempelajari atau mengamati sesuatu peristiwa. Peristiwa itu dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: . Peristiwa dapat diduga dan . peristiwa mendadak/tak Peristiwa yang tidak terduga pada saat ini yaitu COVID-19. COVID-19 oronavirus disease 2. adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis coronavirus baru yaitu Sars-CoV-2, yang dilaporkan pertama kali terjadi di Wuhan Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019. COVID-19 ini dapat menimbulkan gejala gangguan pernafasan akut seperti demam di atas 38AC, batuk dan sesak nafas bagi Selain itu dapat disertai dengan lemas, nyeri otot, dan diare. Pada penderita COVID-19 yang berat, dapat menimbulkan pneumonia, sindroma pernafasan akut, gagal ginjal bahkan kematian. COVID- 19 dapat menular dari manusia ke manusia melalui kontak erat dan droplet . ercikan cairan pada saat bersin dan batu. , tidak melalui udara. Bentuk COVID-19 jika dilihat melalui misroskop elektron . airan saluran nafas/SWAB tenggoroka. dan digambarkan kembali bentuk COVID-19 seperti virus yang memiliki mahkota . Terjadinya pandemi COVID-19 . oronavirus disease 2. di seluruh dunia telah sangat memengaruhi produksi dan kehidupan masyarakat, salah satunya termasuk di Indonesia. Sejak diumumkannya kasus pasien positif COVID-19 di Indonesia padatanggal 2 Maret 2020 . , banyak sektor yang terdampak, salah satunya pasar modal yang ditunjukkan dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan sebesar 1,68% dari harga 452,70 menjadi 5. 361,25. Berdasarkan kondisi tersebut, maka peneliti ingin melakukan event study mengenai keterkaitan antara COVID-19 dengan trading volume activity, abnormal return, dan security return variability pada perusahaan sektor Infrastructure. Utilities, and Transportation. Terpilihnya sektor Infrastructure. Utilities, and Transportation dikarenakan sektor tersebut yang memimpin penguatan diantara sektor yang lain, selain hal tersebut sektor Infrastructure. Utilities, and Transportation juga memiliki performa yang cukup baik, yang ditunjukkan dengan grafik berikut: Sumber: w. Gambar 1. Jumlah Peredaran Saham Sektor Infrastructure. Utilities, dan Transportation Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 53-67 Pada gambar di atas menunjukkan bahwa pergerakan jumlah saham sektor Infrastructure. Utilities, and Transportation dari tahun 2018-2019 masih mengalami Tetapi naik turunnya jumlah saham dan harga tidakterlalu jauh. Masih 000 juta saham dan diharga 900-1. Beberapa penelitian mengenai studi peristiwa dilakukan oleh Indarti, 2. menunjukkan bahwa peristiwa bom Bali tanggal 12 Oktober 2002 juga terbukti memacu terjadinya abnormal return yang sangat signifikan dimana rata-rata abnormal return pada peristiwa bom Bali bernilai negatif. Kondisi ini menggambarkan bahwa peristiwa bom Bali diluar perkiraan atau harapan para investor maupun pasar. Sedangkan untuk variabel aktivitas volume perdagangan menimbulkan reaksi yang signifikan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan yang signifikan antara rata-rata aktivitas volume perdagangan saham relatif atau Trading Volume Activity (TVA) pada periode sebelum peristiwa bom Bali terjadi dengan periode sesudah peristiwa bom Bali. Rata-rata TVA sebelum peristiwa menunjukkan adanya volume perdagangan yang lebih kecil dari pada sesudah peristwa bom Bali. Hal ini mengindikasikan adanya aktivitas pelepasan saham oleh investor yang signifikan sesudah peristiwa bom Bali. Peneliti (Islami & Sarwoko, 2. menunjukkan adanya signifikansi abnormal return pada saat pengumuman peristiwa dan hari di sekitar pengumuman Sehingga dapat disimpulkan bahwa pasar modal Indonesia bereaksi atas peristiwa kemunduran Sri Mulyani dari jabatan menteri keuangan, untuk TVA menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia bereaksi terhadap peristiwa tersebut yang dapat dilihat melalui penurunan nilai TVA. Sedangkan untuk SRV menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia tidak bereaksi atas peristiwa kemunduran Sri Mulyani dari jabatan menteri keuangan. Setelah mencermati kondisi dan situasi yang telah dijelaskan di atas, maka peneliti pada akhirnya merasa perlu untuk membuktikan beberapa dugaan yaitu apakah ada perbedaan antara Trading Volume Activity. Abnormal Return, dan Security Return Variability sebelum dan saat COVID-19. KAJIAN PUSTAKA Trading Volume Activity Trading Volume Activity (TVA) ialah indikator yang digunakan untuk pengamatan serta pengukuran reaksi pasar modal terhadap suatu informasi atau peristiwa yang terjadi dalam dunia pasar modal (Suganda, 2018:. Suatu informasi atau peristiwa tertentu dapat memicu pergerakan saham di pasar modal yang akan memengaruhi penawaran dan permintaan saham. Return Saham Return saham merupakan tolak ukur kenaikan atau penurunan saham. Kenaikan harga saham dalam rupiah dianggap kurang berarti jika tidak dibandingkan dengan besaran modal investasi (Samsul, 2015:. Return merupakan salah satu faktor utama yang memotivasi investor untuk berinvestasi dan juga merupakan imbalan yang didapat atas keberanian investor menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya (Tandelilin, 2010:. Laili. Astuti. Rachmawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 53-67 Abnormal Return Abnormal Return (AR) yaitu selisih antara positif atau negatif dari Actual Return atau return sesungguhnya di sekitar informasi atau pengumuman dengan Expected Return atau return harapan (Tandelilin 2010:. Menurut (Hartono, 2. Abnormal return dapat diartikan sebagai return yang diperoleh dari investasi dalam situasi yang tak normal atau pada saat peristiwa baru yang terjadi, sehingga dapat mengubah nilai perusahaan dan membuat investor bereaksi dalam bentuk kenaikan harga saham ataupun sebaliknya. Dimana Abnormal return ialah selisih antara tingkat keuntungan sebenarnya . ctual retur. dengan tingkat keuntungan yang diharapkan . xpected retur. Security Return Variability Security Return Variability (SRV) dapat digunakan untuk melihat apakah pasar secara agregat menilai suatu pengumuman atau peristiwa sebagai hal yang informatif, yang artinya apakah suatu informasi dapat mengakibatkan perubahan pada distribusi return saham (Rundengan, et. , 2. Sedangkan menurut (Islami & Sarwoko, 2. Security Return Variability (SRV) memiliki kelebihan yaitu heterogenitas pada Security Return Variability (SRV) yang dapat dihilangkan, dimana hal tersebut berarti nilai dari Security Retutn Variability (SRV) menjadi positif semua, dengan adanya pengkuadratan yang terjadi dalam analisis indikator Security Return Variability (SRV). Menurut (Muzab, 2. Security Return Variabity (SRV) memiliki kekurangan yaitu arah pergerakan yang tidak dapat dilihat atau diprediksi, sehingga informasi baik ataupun buruk tidak dapat COVID-19 COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan. Virus yang menyebabkan COVID-19 terutama ditransmisikan melalui droplet yang dihasilkan saat orang terinfeksi batuk, bersin, atau mengembuskan nafas. Droplet ini terlalu beratdan tidak bisa bertahan di udara, sehingga dengan cepat jatuh dan menempel pada lantai atau permukaan lainnya. Perusahaan Sektor Infrastructure. Utilities, and Transportation Perusahaan Sektor Infrastructure. Utilities, and Transportation memiliki beberapa sub sektor dimana setiap perusahaan mempunyai posisi yang berbeda. Ada yang berada di papan utama dan papan pengembangan . Subsektor yang terdapat di sektor Infrastructure. Utilities, and Transportation yaitu: Sub sektor energi, jalan tol, bandara, pelabuhan,konstruksi non bangunan, telekomunikasi, dan transportasi (Prasetio, 2. Penelitian Terdahulu Beberapa penelitian terdahulu digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Hidayah, 2. pada perusahaan Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 53-67 LQ45 menyatakan bahwa adanya perbedaan yang signifikan terhadap abnormal return dan trading volume activity sebelum, saat, dan sesudah peristiwa Asian Games Jakarta Palembang 2018. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Ramandani & Abrianto, 2. pada perusahaan Transportasi dengan periode pengamatan 5 hari sebelum dan 5 hari sesudah peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan terhadap abnormal return dan trading volume activity (TVA) sebelum dan sesudah peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air. Penelitian yang dilakukan oleh (Arigawati, 2. juga menunjukkan tidak ada reaksi pada trading volume activity dan abnormal return saham barang konsumsi, khususnya pada saham perusahaan makanan dan minuman. Kerangka Konseptual Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis Trading Volume Activity (TVA). Abnormal Return (AR), & Security Return Variability (SRV) pada perusahaan sektor Infrastructure. Utilities, & Transportation yang terdaftar di BEI yang dapat digambarkan dalam bentuk kerangka konseptual sebagai berikut: Pengumuman Covid-19 Sebelum Peristiwa Trading Volume Activity Saat Peristiwa Abnormal Return Security Return Variability Uji Beda Sumber: diolah peneliti, 2022 Gambar 2. Kerangka Konseptual METODE PENELITIAN Objek penelitian dalam penelitian event study ini adalah perusahaan sektor Infrastructure. Utility, and Transportation yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan tujuan menguji reaksi pasar dari suatu peristiwa yang diakses melalui website resmi yang dimiliki oleh BEI yaitu w. id yang berjumlah 80 perusahaan sebagai populasinya. Melalui teknik purposive sampling, maka diperoleh sejumlah 35 perusahaan yang dijadikan sebagai objek penelitian ini dengan variabel Trading Volume Activity. Abnormal Return. Security Return Variability sebagai fokus penelitiannya. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa Trading Volume Activity (TVA) merupakan merupakan suatu instrumen yang dapat digunakan untuk melihat reaksi pasar modal terhadap informasi melalui parameter volume perdagangan saham (AAola & Asandimitra, 2. yang diformulasikan sebagai berikut: TVA = Jumlah saham i yang diperdagangkan pada waktu kyce t Jumlah saham i yang beredar pada waktu t N. Laili. Astuti. Rachmawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 53-67 Sementara Abnormal Return adalah selisih antara return sesungguhnya yang terjadi dengan return ekspektasian (Hartono, 2017:. Dan Security Return Variability sebagaimana yang dijelaskan oleh (Tandelilin, 2010:. merupakan fluktuasi pasar secara keseluruhan yang memengaruhi variabilitas return suatu investasi disebut sebagai risiko pasar. Jika return suatu aset tidak memiliki variabilitas, maka aset tersebut dikatakan tidak memiliki risiko. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu studi pustaka dalam bentuk buku-buku, jurnal, dan literatur yang berhubungan dengan penelitian ini dan data sekunder terkait dengan harga saham harian, jumlah saham yang beredar, indeks harga saham gabungan (IHSG), dan jumlah saham yang diperdagangkan perdagangan selama periode pengamatan yang diperoleh dari berbagai sumber seperti berita COVID, w. com, dan w. Sementara metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Statistik Deskriptif untuk melihat gambaran mean, standar deviasi, varian, nilai maksimum dan minimum, sum, range, kurtosis dan skewness, serta dilakukan uji normalitas untuk menguji apakah dalam model regeresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Dengan menggunakan uji Kolmogrov-Smirnov untuk menentukan apakah data terdistribusi normal atau tidak. Kemudian Uji Hipotesis dengan menggunakan uji paried sampel T-test atau uji wilcoxon signed rank test. Dalam penelitian ini, uji paried sampel T-test atau uji wilcoxon signed rank test digunakan untuk menganalisis perbedaan trading volume activity, abnormal return, dan security return variability sebelum dan saat COVID19. Apabila data terdistribusi normal maka dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji paried sampel t-test. Namun apabila data tidak terdistribusi normal maka digunakan uji Wilcoxon signed rank test. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif dilakukan terhadap variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini yang terdiri dari variabel Trading Volume Activity (TVA). Abnormal Return (AR), dan Security Return Variability (SRV). Adapun deskripsi dari setiap variabel yang digunakan dalam penelitian ini telah dijelaskan pada analisis deskriptif pada Tabel 1. sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Statistik Deskriptif Variabel Minimum Maximum TVA Sebelum TVA Saat AR Sebelum AR Saat SRV Sebelum SRV Saat Valid N . 0,000012 0,041580 0,00227189 0,006908428 0,000037 0,033195 0,00233311 0,005606288 -0,015380 0,016073 -0,00157737 0,006797470 -0,021156 0,015893 0,00145277 0,007711560 38,569489 29. 384,91 836. 308,8824 4. 771,372 23,660718 77. 291,585,81 3. 367,367409 12. 998,12240 Sumber: Data diolah Mean Std. Deviation Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 53-67 Berdasarkan Tabel 1 di atas analisis deskriptif dapat dijelaskan sebagai Perbandingan Trading Volume Activity (TVA) sebelum dan saat COVID-19 Pada Tabel 1. , variabel Trading Volume Activity (TVA) sebelum COVID-19 memiliki mean 0,00227189 lot dan standar deviasi sebesar 0,006908428 hal tersebut berarti bahwa mean lebih kecil dari pada standar deviasi. Nilai minimum pada rata-rata Trading Volume Activity (TVA) terjadi pada perusahaan Jasa Armada Indonesia Tbk sebelum COVID-19 0,000012 dan nilai maximum terjadi pada perusahaan Dewata Freightinternational Tbk yaitu sebesar 0,041580. Dengan hasil data tersebut menunjukkan bahwa terdapat rentang yang cukup jauh antara nilai minimum dengan nilai maximum. Pada Tabel 1 di atas, variabel Trading Volume Activity (TVA) saat COVID19 memiliki mean 0,00233311 dan standar deviasi sebesar 0,005606288 hal tersebut berarti bahwa mean lebih kecil dari pada standar deviasi yang menandakan hasil yang kurang baik. Nilai minimum pada rata-rata Trading Volume Activity (TVA) saat COVID-19 terjadi pada perusahaan Jasa Armada Indonesia Tbk yaitu sebesar 0,000037 dan nilai maximum pada perusahaan Dewata Freightinternational Tbk sebesar 0,033195. Hasil data tersebut menunjukkan bahwa terdapat rentang yang cukup jauh antara nilai minimum dengan nilai maximum. Perbandingan Abnormal Return (AR) sebelum dan saat COVID-19 Pada Tabel 1 di atas, variabel Abnormal Return sebelum COVID-19 mempunyai nilai mean sebesar -0,00157737 dan standar deviasi 0,006797470 yang berarti bahwa mean lebih kecil dari pada standar deviasi. Nilai minimum rata-rata Abnormal Return terjadi pada perusahaan Rukun Raharja Tbk sebesar -0,015380 dan nilai maximum pada perusahaan Rig Tenders Indonesia Tbk yaitu sebesar 0,016073. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rentang nilai tertinggi dan terendah cukup jauh. Pada Tabel 1 di atas, variabel Abnormal Return saat COVID-19 mempunyai nilai mean sebesar 0,00145277 dan standar deviasi sebesar 0,007711560. tersebut berarti bahwa mean lebih kecil dari pada standar deviasi yang menandakan hasil yang kurang baik. Nilai minimum rata-rata Abnormal Return (AR) saat adanya COVID-19 terjadi pada perusahaan Blue Bird Tbk yaitu sebesar -0,021156 dan nilai maximum pada perusahaan Soechi Lines Tbk sebesar 0,016073. Hasil data tersebut menunjukkan bahwa terdapat rentang yang cukup jauh antara nilai minimum dengan nilai maximum. Perbandingan Security Return Variability (SRV) sebelum dan saat COVID-19 Pada Tabel 1 di atas, variabel Security Return Variability sebelum COVID19 memiliki nilai mean sebesar 836. 308,8824 dan standar deviasi sebesar 771,372 Hal tersebut berarti mean lebih kecil dari pada standar deviasi. Nilai minimum rata-rata Security Return Variability terjadi pada perusahaan Jasa Marga (Perser. Tbk yaitu sebesar 38,569489 dan nilai maximum pada perusahaan Blue Bird Tbk sebesar 29. 384,91. Hasil tersebut menunjukkan bahwa rentang nilai N. Laili. Astuti. Rachmawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 53-67 tertinggi dan terendah cukup jauh. Pada Tabel 1 di atas, variabel Security Return Variability saat COVID-19 memilki nilai mean sebesar 3. 367,36740 dan standar deviasisebesar 12. 998,12240 Hal ini berarti mean lebih kecil dari pada standar deviasi sehingga mengindikasikan bahwa hasil yang kurang baik. Nilai minimum rata-rata Security Return Variability terjadi pada perusahaan Gas Negara Tbk yaitu sebesar 23,660718 dan nilai maximum pada perusahaan Dana Brata Luhur Tbk sebesar 291,58581 Hasil tersebut menunjukkan bahwa rentang nilai tertinggi dan terendah cukup jauh. Uji Normalitas Uji Normalitas yang digunakan dalampenelitian ini yaitu uji KolmogorovSmirnov. Berikut adalah Tabel hasil uji normalitas menggunakan SPSS dengan metode Kolmogorov-Smirnov: Trading Volume Activity Tabel 2. Hasil Uji Normalitas TVA TVA SEBELUM 0,00227189 0,006908428 0,404 0,404 -0,372 0,404 0,000c Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Absolute Differences Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber: Data diolah TVA SAAT 0,00233311 0,005606288 0,341 0,327 -0,341 0,341 0,000c Dari hasil Tabel 2 di atas dapat diketahui bahwa variabel Trading Volume Activity (TVA) sebelum COVID-19 memiliki nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,000 dan untuk variabel TVA saat COVID-19 sebesar 0,000, karena nilainya menunjukkan kurang dari 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Trading Volume Activity (TVA) tidak terdistribusi secara normal. Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 53-67 Abnormal Return Tabel 3. Hasil Uji Normalitas AR Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative AR SEBELUM -0,00157737 0,006797470 0,095 0,095 -0,058 0,095 0,200c,d Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. Sumber: Data diolah AR SAAT 0,00145277 0,007711560 0,086 0,084 -0,086 0,086 0,200c,d Dari hasil Tabel 3 di atas menunjukkan bahwa variabel Abnormal Return (AR) sebelum COVID-19 memiliki nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,200 dan untuk variabel AR saat COVID-19 sebesar 0,200, karena nilainya menunjukkan lebih dari 0,05 sehingga dapat dikatakan bahwa variabel Abnormal Return (AR) terdistribusi secara normal. Security Return Variability Tabel 4. Hasil Uji Normalitas SRV Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative SRV SEBELUM 836308,8824 4931771,372 0,535 0,535 -0,433 0,535 0,000c Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. Sumber: Data diolah SRV SAAT 3367,367409 12998,12240 0,398 0,377 -0,398 0,398 0,000c Tabel 4 di atas menunjukkan Security Return Variability (SRV) sebelum COVID-19 mempunyai nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,000 dan variabel SRV saat COVID-19 sebesar 0,000, artinya variabel Security Return Variability (SRV) tidak terdistribusi secara normal karena nilainya kurang dari 0,05. Laili. Astuti. Rachmawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 53-67 Uji Hipotesis Trading Volume Activity Tabel 5. Hasil Uji Wilcoxon signed rank test TVA Variabel TVA Sebelum dan saat Sig. -taile. 0,432 Sumber: Data diolah Keterangan Hipotesis ditolak Tabel 5 di atas menunjukkan hasil pengujian hipotesis uji Wilcoxon Signed Rank Test TVA Sebelum dan Saat COVID-19 memperoleh hasil sig sebesar 0,432 > 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa hipotesis pertama ditolak. Sehingga dapat dikatakan bahwa peristiwa COVID-19 menunjukkan tidak ada perbedaan terhadap Trading Volume Activity (TVA) yang artinya pengumuman peristiwa COVID-19 tidak memberikan pengaruh terhadap reaksi pasar modal. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh (Pradini, 2. serta penelitian oleh (Purwanti & Se, 2. yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan Trading Volume Activity sebelum dan sesudah peristiwa. Sedangkan penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh (Joga, 2. terdapat perbedaan rata-rata aktivitas volume perdagangan saham sebelum dan setelah pengumuman peristiwa. Abnormal Return Tabel 6. Hasil Uji Paried Sample T-test AR Variabel AR Sebelum dan saat Sig. -taile. Keterangan 0,127 Hipotesis ditolak Sumber: Data diolah Tabel 6 di atas menunjukkan hasil pengujian hipotesis uji Paried Sample Ttest pada Abnormal Return (AR) Sebelum dan Saat COVID-19 memperoleh hasil sig sebesar 0,127 > 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa hipotesis kedua ditolak. Artinya tidak ada perbedaan secara signifikan pada Abnormal Return (AR) Sebelum dan Saat COVID-19. Abnormal Return (AR) tidak mengalami perbedaan juga disebabkan oleh Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tidak mengalami perubahan yang signifikan, dimana dari bulan Januari sampai bulan April IHSG memiliki nilai 5. 706, sehingga investor masih tetap melakukan investasinya. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh (Sari, 2. yang menyatakan tidak ada perbedaan sebelum, saat, dan sesudah peristiwa. Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh (Saraswati & Mustanda, 2. dan (Andari, 2. yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan Abnormal Return (AR) sebelum dan setelah peristiwa. Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. 53-67 Security Return Variability Tabel 7. Hasil Uji Wilcoxon signed rank test SRV Variabel SRV Sebelum dan saat Sig. -taile. 0,128 Sumber: Data diolah Keterangan Hipotesis ditolak Tabel 7 di atas menunjukkan hasil pengujian hipotesis uji Wilcoxon Signed Rank Test SRV Sebelum dan Saat COVID-19 memperoleh hasil sebesar 0,128 > 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa hipotesis ketiga ditolak. Artinya tidak ada perbedaan secara signifikan pada Security Return Variability (SRV) Sebelum dan Saat COVID-19. Tidak terdapat perbedaan Security Return Variability (SRV) sebelum dan saat COVID-19 disebabkan oleh keuntungan saham dan abnormal return yang tidak mengalami perubahan yang signifikan. Selain hal tersebut investor telah mengetahui informasi terjadinya COVID-19 sehingga investor telah mempersiapkan strategi apabila COVID-19 juga terjadi di Indonesia. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh (Ratam & Paramita, 2. dan (Yulianti & Rizkiyah, 2. yang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah peristiwa. Penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian yang dilakukan oleh (Nandita, 2. yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan Security Return Variability (SRV) yang signifikan pada saat dan sesudah peristiwa. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data mengenai Trading Volume Activity (TVA). Abnormal Return (AR), dan Security Return Variability (SRV), maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test rata-rata Trading Volume Activity menunjukkan hasil yang tidak signifikan, sehingga tidak ada perbedaan antara rata-rata Trading Volume Activity pada saham Infrastructure, utilities, & Transportation sebelum dan saat adanya peristiwa COVID-19. Berdasarkan hasil uji Paried Sample T-test Abnormal Return menunjukkan hasil yang tidak signifikan, dengan demikian dapat dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara rata-rata Abnormal Return pada saham Infrastructure, utilities, & Transportation sebelum dan saat adanya peristiwa COVID-19. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test Security Return Variability menunjukkan hasil yang tidak signifikan, dengan demikian dapat dinyatakan bahwa tidak ada perbedaan antara rata-rata Security Return Variability pada saham Infrastructure. Utilities, & Transportation sebelum dan saat adanya peristiwa COVID-19. Laili. Astuti. Rachmawati / Journal of Applied Business and Economic (JABE) Vol. 9 No. 1 (September 2. DAFTAR PUSTAKA