Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Transformasi Museum Kota Makassar Melalui Pengembangan Aktivitas Interpretasi Berbasis Edukasi Renold1. Buntu Marannu Eppang 2. Darmayasa3. Muhammad Arya Djamaluddin4 1,2,3,4 Politeknik Pariwisata Makassar. Kota Makassar. Indonesia ABSTRAK Info Artikel Sejarah Artikel: Diterima: Juli 2023 Disetujui: Agustus 2023 Dipublikasi: September Kata kunci: Museum Kota makassar. Aktivitas Interpretasi. Pengembangan. Edukasi. Potensi Daya Tarik Wisata. Keywords: Makassar City Museum. Interpretive Activities. Development. Education. Potential Tourist Attractions Corresponding Author: Renold Email: obuscuslan@gmail. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potensi daya tarik wisata yang terdapat di museum kota di Kota Makassar dan mengembangkan aktivitas interpretasi yang menarik di dalamnya. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi, dengan menggunakan metode R&D (Research and Developmen. berdasarkan model pengembangan yang diusulkan oleh Sugiyono. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya program aktivitas interpretasi berbasis edukasi yang disusun berdasarkan rekomendasi dari pihak Pengelola Museum Kota Makassar, dengan fokus pada penyajian informasi melalui storytelling yang menarik serta aktivitas permainan yang sesuai dengan daya tarik wisata yang dimiliki oleh museum tersebut. Diharapkan bahwa produk interpretasi ini akan menjadi acuan bagi pelaku industri pariwisata yang ingin mengemas program aktivitas interpretasi berbasis edukasi yang menyenangkan di Museum Kota Makassar, sehingga dapat memperkaya pengalaman wisata budaya bagi pengunjung. ABSTRACT This research aims to uncover the potential tourist attractions within the city museum of Makassar and develop engaging interpretive activities within it. Data collection was carried out through interviews and documentation, utilizing the Research and Development (R&D) method based on the development model proposed by Sugiyono. The findings of this study reveal the existence of an education-based interpretive activity program structured according to the recommendations provided by the management of the Makassar City Museum. The program focuses on captivating storytelling for information presentation and incorporates interactive games that align with the museum's unique attractions. It is hoped that this interpretive product will serve as a reference for stakeholders in the tourism industry seeking to design enjoyable education-based interpretive programs at the Makassar City Museum, thus enriching the cultural tourism experience for visitors. A 2023 Renold. Buntu Marannu Eppang. Darmayasa. Muhammad Arya Jamaluddin This is an open access article under the CC BY-SA 4. 0 license Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 395 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. PENDAHULUAN Aktivitas pariwisata dilakukan oleh individu atau kelompok dengan tujuan rekreasi dan pembelajaran tentang keunikan atau pengembangan pribadi. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Pariwisata, aktivitas rekreasi dalam pariwisata dilakukan untuk mengisi waktu luang dengan tujuan kesenangan, kepuasan, dan pemulihan sikap dan kesejahteraan mental seseorang, yang dapat mengembalikan kekuatan fisik dan mental sambil menikmati keindahan objek wisata. Selain itu, kelompok orang terlibat dalam aktivitas pariwisata untuk mempelajari keunikan suatu daerah tertentu, dengan museum sebagai sumber informasi berharga tentang daerah tersebut. Museum adalah objek wisata populer di mana pengunjung dapat belajar dan menjelajahi. Museum menawarkan kesempatan bagi pengunjung untuk mempelajari subjek atau topik tertentu yang menarik minat mereka, memperkaya pengalaman pariwisata mereka. Untuk meningkatkan kualitas pengalaman pariwisata, penting untuk memberikan presentasi yang informatif dan menarik kepada pengunjung. Salah satu pendekatan yang efektif untuk mencapai hal ini adalah melalui interpretasi. Interpretasi melibatkan penyajian informasi secara cara yang memfasilitasi pemahaman dan menciptakan pengalaman yang berkesan bagi pengunjung. Interpretasi dapat berbagai bentuk, termasuk tur berpemandu di mana pemandu menjelaskan pameran dan artefak, serta penggunaan produk interpretasi yang memberikan narasi terstruktur dan kegiatan edukatif bagi pengunjung. Banyak museum telah melaksanakan kegiatan edukatif tambahan untuk menarik pengunjung, seperti seminar, sesi menggambar untuk anak-anak, lokakarya batik, belajar gamelan, pertunjukan teater, kesempatan berfoto, kegiatan observasi atau eksplorasi, kesempatan penelitian, dan permainan interaktif. Dalam konteks Museum Kota Makassar, pengembangan kegiatan interpretasi dan penggunaan permainan edukatif dapat meningkatkan pengalaman pengunjung. Dengan menetapkan jalur interpretasi yang terstruktur dan memperkenalkan permainan interaktif, pengunjung tidak hanya dapat mengamati dan menghargai koleksi museum, tetapi juga aktif terlibat dalam pengalaman belajar. Jalur interpretasi memastikan bahwa pengunjung menerima narasi yang dipandu, sementara permainan edukatif memberikan peluang belajar tambahan dan membuat pengalaman pariwisata lebih menyenangkan. Implementasi produk interpretasi oleh pemandu atau tur pemandu dapat sangat meningkatkan presentasi museum. Ini memungkinkan penjelasan museum yang terstruktur dan fokus, memastikan bahwa pemandu memiliki pengetahuan dan persiapan yang cukup untuk menyampaikan informasi yang diperlukan kepada pengunjung. Museum berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak kuno dan warisan budaya, yang memamerkan barang-barang ini untuk mendidik dan memberi informasi kepada pengunjung. Interpretasi memainkan peran penting dalam museum dengan menyediakan informasi yang jelas dan menarik, sehingga menghasilkan pengalaman berkualitas tinggi bagi pengunjung. Pendekatan ini berkontribusi pada pengembangan museum melalui produk interpretasi yang berfungsi sebagai alat pendidikan tambahan dan memiliki dampak positif pada jumlah pengunjung. Pengalaman pariwisata dibentuk oleh berbagai faktor, termasuk kegiatan interpretasi yang disajikan melalui produk interpretasi. Produk interpretasi ini bertujuan untuk meningkatkan kepuasan dan memperkaya pengalaman pengunjung. Kegiatan interpretasi berkontribusi untuk membuat waktu luang yang dihabiskan di museum menjadi lebih bermakna dan efektif. Dinas Pariwisata Makassar mendukung pengembangan Museum Kota Makassar sebagai upaya untuk melestarikan bangunan bersejarah, seperti museum, dan menarik wisatawan ke kota tersebut. Museum ini menampilkan berbagai pameran untuk menarik pengunjung ke Makassar. Museum ini terletak di Jl. Balai Kota No. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 396 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Kelurahan Baru. Kecamatan Ujung Pandang. Kota Makassar, dan telah mengimplementasikan interpretasi personal untuk wisatawan yang mengunjungi, meskipun tidak konsisten karena ketiadaan pemandu di depan museum. Metode interpretasi non-personal, seperti penggunaan media sebagai sumber informasi untuk pengunjung, juga digunakan di museum. Pengembangan kegiatan interpretasi berbasis pendidikan dan eksplorasi potensi objek wisata di dalam Museum Kota Makassar dapat berkontribusi dalam menciptakan pengalaman yang lebih bermakna bagi pengunjung. Dengan menggabungkan produk interpretasi dan kegiatan yang menarik, pengunjung tidak hanya akan mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang pameran museum dan signifikansi historisnya, tetapi juga dapat aktif terlibat dalam pengalaman Produk interpretasi akan diimplementasikan oleh pemandu wisata, memastikan eksplorasi museum yang terstruktur dan dipandu. Melalui pendekatan ini, pengunjung akan dapat menghargai koleksi, berpartisipasi dalam permainan interaktif, mengamati dan menganalisis artefak, serta mengabadikan foto-foto berkesan di lingkungan unik museum. Pengembangan kegiatan interpretasi di dalam Museum Kota Makassar sejalan dengan tujuan yang lebih luas dalam mempromosikan pariwisata budaya di daerah tersebut. Museum ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan artefak kuno dan pengetahuan sejarah, yang memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mempelajari warisan budaya yang kaya di Makassar. Dengan menawarkan kegiatan interpretasi yang dirancang dengan baik, museum bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pariwisata secara keseluruhan dan menarik berbagai jenis pengunjung. Unsur-unsur pendidikan di dalam Museum Kota Makassar sangat penting dalam memperkaya pengalaman pariwisata. Dengan mengimplementasikan produk interpretasi yang menarik dan melibatkan kegiatan yang menarik, pengunjung akan memiliki kesempatan untuk menjelajahi dan mempelajari warisan budaya yang unik di Makassar. Inisiatif ini didukung oleh Dinas Pariwisata Makassar dan diharapkan akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam promosi dan pelestarian harta sejarah daerah tersebut. Dengan mengembangkan dan menyajikan kegiatan interpretasi ini di dalam museum, pengunjung akan memiliki akses ke pengalaman komprehensif dan mendalam. Produk interpretasi ini akan diimplementasikan oleh pemandu wisata, yang akan memastikan eksplorasi museum yang terstruktur dan dipandu. Melalui pendekatan ini, pengunjung akan dapat menghargai koleksi-koleksi museum, terlibat dalam permainan interaktif, mengamati dan menganalisis artefak, serta mengabadikan momen-momen berkesan di dalam lingkungan unik museum. Pengembangan kegiatan interpretasi di dalam Museum Kota Makassar sejalan dengan tujuan yang lebih luas dalam mempromosikan pariwisata budaya di daerah tersebut. Museum ini bertindak sebagai gudang pengetahuan dan kekayaan budaya kuno, yang memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menjelajahi warisan budaya yang kaya di Makassar. Dengan menawarkan kegiatan interpretasi yang dirancang dengan baik, museum bertujuan untuk meningkatkan pengalaman pariwisata secara keseluruhan dan menarik berbagai jenis pengunjung. Pengembangan kegiatan interpretasi dengan unsur-unsur pendidikan di dalam Museum Kota Makassar Dengan mengimplementasikan produk interpretasi yang menarik dan melibatkan kegiatan yang menarik, pengunjung akan memiliki kesempatan untuk menjelajahi dan mempelajari warisan budaya yang unik di Makassar. Inisiatif ini didukung oleh Dinas Pariwisata Makassar dan diharapkan akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam promosi dan pelestarian harta sejarah daerah tersebut. Penelitian interpretasi kegiatan pariwisata di Museum Kota Makassar penting karena dapat memperkaya pengalaman pariwisata pengunjung, meningkatkan pemahaman tentang warisan Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 397 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. budaya, mendukung pelestarian dan promosi museum, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendorong pembelajaran dan pertumbuhan pribadi. Dengan penelitian ini, dapat dikembangkan interpretasi kegiatan yang menarik, meningkatkan nilai edukatif, dan memikat pengunjung dengan tujuan memperkaya pengalaman pariwisata dan mempromosikan warisan budaya Makassar. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) yang bertujuan untuk menghasilkan produk baru melalui proses pengembangan. Penelitian ini dilakukan di Museum Kota Makassar dengan melibatkan pegawai museum dan orang-orang yang terkait di Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Selatan sebagai informan. Tahap pengembangan produk dilakukan melalui langkah-langkah penelitian dan pengembangan yang terdiri dari potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk, uji coba produk, dan revisi Data yang dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian Research and Development (R&D) untuk mengembangkan paket interpretasi guna meningkatkan pengalaman wisatawan di Museum Kota Makassar. Penelitian ini dimulai dengan mengidentifikasi potensi dan masalah yang ada, yaitu kurangnya pengalaman wisata yang berkualitas bagi pengunjung museum. Selanjutnya, dilakukan pengumpulan data terkait koleksi museum dan kebutuhan pengunjung. Berdasarkan data yang terkumpul, dilakukan desain produk berupa paket interpretasi yang akan digunakan untuk menyajikan informasi kepada wisatawan. Desain produk tersebut kemudian divalidasi dengan melibatkan praktisi dan ahli terkait. Setelah validasi, dilakukan revisi produk untuk memperbaiki dan menyempurnakan Tahap selanjutnya adalah uji coba produk dengan melibatkan mahasiswa Poltekpar Makassar sebagai subjek uji coba. Uji coba ini bertujuan untuk menguji efektivitas produk dalam meningkatkan pengalaman wisatawan. Hasil uji coba akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan revisi terakhir pada produk. Selama penelitian, data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Melalui langkah-langkah metode ini, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan paket interpretasi yang dapat meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan di Museum Kota Makassar. HASIL Sejarah Museum Kota Makassar Museum kota Makassar merupakan salah satu museum yang banyak menyimpan informasi bersejarah mengenai identitas Kota Makassar, sejarah maupun budaya masyarakatnya. Museum ini terletak di Jalan Balai Kota No. 11 A. Kelurahan Baru. Kecamatan Ujung Pandang. Kota Makassar. Museumini mulanya diperuntukkan sebagai kantor Pemerintah 'Gemeente Makassar'. Museum Kota Makassar yang saat itu difungsikan sebagai Kantor Walikota dan merupakan bangunan Kantor pertama di luar Benteng Rotterdam. Pada masa pemerintahan Suwahyo yang saat itu menjabat sebagai Walikotamadya Ujung Pandang . eriode masa jabatan 1988-1. Kantor Walikota dipindahkan ke Kantor Gubernur Celebes yang sekarang menjadi gedung Kantor Balai Kota. Setelah Kantor Walikota dipindahkan, kantor gubernur dipindahkan ke Jalan Urip Sumoharjo. Sementara itu, gedung yangsebelumnya menjadi kantor walikota Makassar difungsikan sebagai MuseumKota dan sekarang dikenal sebagai 'Museum Kota Makassar' Museum ini didirikan atas ide yang dilontarkan oleh Baso Amiruddin Maulasaat mengawali masa jabatannya sebagai Wali Kota Makassar. Museum KotaMakassar yang dibuka perdana pada tanggal 7 Juni 2000 silam, hadir untuk melayani kebutuhan masyarakat akan informasi mengenai identitas KotaMakassar, sejarah dan budaya penduduknya. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 398 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Museum ini memiliki beberapa koleksi seperti peta yang dibuat untuk kelancaran misi perdagangan dan politik Indonesia di masa lalu serta koleksilainnya antara lain potret relief Ratu Wilhelmina dan Ratu Juliana, foto peristiwa dan bangunan bersejarah, perlengkapan sehari-hari dan mata uang. Koleksi lainnya yang terdapat pada museum kota Makassar ialah foto mantanwalikota Makassar dari walikota pertama hingga yang masih menjabat hinnga sekarang. Foto walikota ini menjawab pertanyaan kepada orang yang menelitiatau ingin mengetahui walikota Makassar dari yang menjabat pertama kali hingga yang sekarang. Keberadaan berbagai koleksi di Museum Kota Makassar merupakan sarana pembelajaran yang menarik, baik untuk pelajar maupun wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin mengetahui fungsi dan peran yang dipamerkan dimuseum Profil Museum Kota Makassar Gambar 4. 1 Museum Kota Makassar Gambar 4. 1 Museum Kota Makassar Sumber: data olahan penulis, 2023 Nama Industri : Museum Kota Makassar Alamat : Jl. Balai Kota No. Kelurahan Baru. Kecamatan Ujung Pandang. Kota Makassar. Struktur Organisasi Museum kota Makassar dikelola langsung oleh Dinas Kebudayaan kota Makassar dan berikut sturktur organisasi yang ada di Museum kota Makassar. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 399 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Gambar 4. 2 Struktur Organisasi Museum Kota Makassar Gambar 2 Struktur Organisasi Kota Makassar Sumber: data museum kotaMuseum Makassar. Jam Operasional Jam operasional Museum kota Makassar yaitu mulai pada jam 09. WITA Ae 15. 00 WITA setiap hari senin Ae jumat sedangkan sabtu Ae minggu dimulai pada jam 09. 00 WITA Ae 13. 00 WITA. Penyajian Data Interpretasi Potensi Museum Kota Makassar Museum kota Makassar memiliki potensi besar dalam pengembangan interpretasinya, potensi yang dimiliki daya tarik wisata ini diuraikan sesuai dengan kategori 5A, yaitu atraksi, aktivitas, aksesibilitas, amenitas dan akomodasi. Berikut potensi interpretasi di daya tarik museum kota Makassar: Atraksi Karakteristik atraksi yang dimiliki museum kota memiliki nilaibudaya dan sejarah, museum ini terdapat 12 ruangan yang masing-masing memiliki berbagai fungsi dan koleksi sebagai sarana edukasi bagi wisatawan dan berikut atraksi wisata yang ada di Museum Kota Makassar: Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 400 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Tabel 4. 1 Atraksi Wisata Museum Kota Makassar Atraksi Wisata Penjelasan Ruangan 1 (Makassar Awa. Ruangan 2 (Masa KompeniKolonial-NKRI) Ruang 3 (Walikota-Walikota Makassa. Ruangan pertama terdapat sejarah awal kota Makassar, pada ruangan ini terdapat batu bata peninggalan Benteng Somba Opu atau kerajaan Gowa Tallo terdahulu. Selain itu, ada juga peta pemerintahan kota Makassar dan asal usul kota Makassar. Terdapat lukisan besar mengenaiilustrasi proses transaksi jual beli pada abad ke 16 dan 17 serta terdapat cengkeh dan pala yang merupakan rempah-rempah yang ada di kotaMakassar. Pada ruangan ini terdapat lukisan raja terdahulu seperti Radja Palacca yang merupakan raja Bone. Sultan Hasanuddin yang merupakan raja Gowa danlukisan Cornelis Speelman sebagai pimpinan VOC. Selain itu, terdapat lukisan Ratu Wilhelmina yang merupakan pemimpin Belanda saat itu dan terdapatpeluru Meriam dan Meriam kecil yang digunakan diatas perahu saat peperangan serta terdapat perjanjian Bongaya. Pada ruangan ini terdapat pajangan foto walikota Makassar dari awal menjabat hingga sekarang. Total walikota yang pernah menjabat di kota Mkassar setelah menyatakan kemerdekaan ialah sebanyak 17 walikota dan terdapat walikota yang menjabat 2 periode seperti Ilham Arief Sirajuddin dan walikota saat ini yaitu Danny Pomanto. Pada ruangan ke empat ini menjelaskan pada masakemerdekaan dan kemajuaan kota Makassar yang banyak mendapatkan penghargaan seperti menjadi kota terbersih saat itu. Pada ruangan inimenjelaskan peran penting walikota Makassar ke 10 yaitu daeng Patompo saat memajukan kota Makassar di kancah Selain itu terdapat juga foto daerah terdahulu yang ada di kotaMakassar. Pada ruangan ini menjelaskan suatu perkembangan wilayah di kota Makassar dari abad 14 hingga sekarang. Tetapi saat ini ruangan ini digunakansebagai kantor bagi pengelolah museum dan pihak dari dinas kebudayaan kota Makassar,. Pada ruangan ini menjelaskan tentang penyebaran agama di kota Makaassar, mulai dari masuknyaislam di kota Makassar. Tetapi saat ini ruangan ini digunakan sebagai ruang kepala dinas. Pada ruangan ini digunakan untuk menonton suatu video animasi budaya yang dibuat oleh pengelolah museum sebagai media pembelajaran yang ada dimuseum, biasanya video yang di putar mengenaibudaya-budaya yang ada di kota Makassar seperti budaya uang panaiAo yang kental di masyarakat. Pada ruangan ini memamerkan berbagai seni karya rupa yang dipamerkan di ruangan ini, tetapi ruangan ini digunakan hanya jika mueum kota melakukan seminar temporer yang di lakukan di ruangan ini sebagai tempat koleksi karya seni rupa. Ruangan 4 (Masa KemajuanKota Makassa. Ruangan 5 (Perkembanga n Wilaya. Ruangan 6 (Religiusita sMakassa. Ruangan 7 (Audio Visua. Ruangan (Pameran Tempore Ruangan 9 (Auditorium Sidan. Pada ruangan ini memamerkan ruang sidang yang digunakan saat museum ini masih berfungsi sebagaikantor walikota, tempat ini di jadikan sebagai ruang rapat untuk membicarakan suatu proram yang akandilakukan di kota Makassar. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 401 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Ruangan 10 (Ruang Simpan Koleks. Pada ruangan ini digunakan museum kota sebagai tempat simpan koleksi yang belum di simpan diruangan lain untuk dipamerkan kepada wisatawan Ruangan 11 (Perdagangan dan Pelayara. Ruangan 12 (Multi Cultur. Pada ruangan ini menjelaskan saat masa perdagangan kota Makassar yang merupakan pusat perdagangan di Indonesia Selain itu, terdapat gambar perahu padewakang yang digunakan orang Bugis Makassar saat berdagang ke Australia dan berbagai keramik dan kendi yang saat itu masyarakat melakukan proses transaksi dengan cara barter menggunakan keramik tersebut. Pada ruangan ke enam ini menjelaskan tentangbudaya-budaya yang ada di Sulawesi Selatan. Ruangan ini terdapat koleksi baju adat tradisional dari berbagai suku yang ada di Sulawesi Selatan. Selain itu, terdapat baju adat India dan Cina yang terpajang di museum ini. Sumber: data olahan penulis, 2023 Aktivitas Aktivitas pada daya tarik Museum Kota Makassar memiliki variasi yang dapat menyesuaikan dengan karakeristik di setiap lokasi ruangan di museum tersebut. Aktivitasaktivitas tersebut adalah sebagai berikut : Interpretasi Penyajian informasi melalui interpretasi memberikan kemudahan bagi pengunjung guna mendapatkan informasi yang lebih berkualitas dan lebih mudah untuk dipahami. Gambar Gambar 4. 33 Aktivitas AktivitasInterpretasi Interpretasi Sumber: dokumentasi penulis, 2023 . Mengamati Mengamati atau melihat-lihat merupakan salah satu kegiatanyang bisa dilakukan di museum kota karena dengan banyaknya koleksi yang dipamerkan dan masing-masing koleksi memilikikeunikan tersendiri. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 402 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Seminar Gambar 4 Aktivitas Mengamati Gambar Aktivitas Mengamati Sumber: dokumentasi penulis, 2023 Kegiatan seminar dapat dilakukan di lantai 2 pada museum kota, biasanya seminar dilakukan sebagai sarana edukasi kepada pengunjung mengenai koleksi pada museum kota serta kegiatan seminar pemerintahan kota yang biasanya dilaksanakan dimuseum . Games Bermain games juga dapat dilakukan di museum, games dirancang guna bagi pengunjung dapat bermain sambal belajar. Permainan yang menyenangkan membuat ketertarikan pengunjungdalam menyalurkan informasi melalui permainan yang telah disusun ini lebih mudah. Menonton Video Animasi Budaya Pada museum kota terdapat 1 ruangan guna pengunjung dapat menonton video animasi budaya mengenai kota Makassar. Dalam video animasi tersebut di rancang guna sebagai edukasi tambahan kepada pengunjung, pada video ini menceritakan mengenai budaya-budaya yang ada di kota Makassar. Aksesibilitas Aksesibilitas menuju ke Museum Kota Makassar ini sendiri sudah bagus dan dapat diakses menggunakan kendaraan beroda dua maupun juga beroda empat, museum ini sangat mudah dijangkau karena hanya berjaraksekitar 30 menit dari pusat kota Makassar. Amenitas Amenitas yang ada di Museum kota Makassar ini sendiri terdiri dariAC yang terdapat di ruangan koleksi museum, toilet bagi wisatawan dan dispenser bagi wisatawan yang Akomodasi Dalam hal akomodasi, museum kota Makassar tidak di perkenankanbagi pengunjung untuk menginap, pihak pengelolah museum kota melarang bagi pengunjung yang ingin menginap di museum kota Makassar, tetapi disekitar area museum terdapat penginapan yang cukup memadai seperti hotel berbintang hingga penginapan biasa. Pengumpulan Data Pada tahap ini, data dan informasi mengenai fokus penelitian ini diperoleh melalui teknik wawancara dan untuk penyajian data dilakukan oleh peneliti yang berisi beberapa pertanyaan untuk wawancara, pengumpulan data, dan analisis data yang bertujuan untuk memperoleh dan mengetahui informasi secara detail yang diberikan oleh informan yaitu Bapak Alif Sulkifli. Pd selaku Interpreter di Museum kota Makassar dan Yeni Indriani selaku Berikut adalah penjelasan dari hasil wawancara yang telah dilakukan oleh Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 403 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Museum kota Makassar merupakan salah satu daya tarik wisata sejarah yang ada di kota Makassar. Pada museum ini memiliki ciri khas tersendiri, nilai sejarah yang terkandung dari bangunan museum dan di dalam museum kota Makassar sudah menjadi ciri khas yang bisa dijadikan sebagai daya tarik yang memikat wisatawan, di dalam kawasan museum kota juga terdapat banyak koleksi sejarah yang di pamerkan oleh pengelolah museum kepada pengunjung yang datang ke museum ini. Jika dilihat dari bangunan museum kota serta koleksi-koleksi sejarahnya seperti terdapat rempah-rempah yang menandakan kota Makassar sebagai pusat perdagangan dunia dan koleksi sejarah peninggalan raja Gowa dan raja Bone. Berbagai koleksi sejarah yang berada di dalam satu kawasan ini memiliki potensi untuk dibuatkan suatu kegiatan interpretasi beredukasi hal itu juga dikatakan oleh Bapak Alif Sulkifli. Pd selaku Interpreter di museum kota: AuMuseum kota Makassar ini memiliki potensi besar karena museum ini memamerkan koleksi mengenai perkembangan kota Makassar mulai dari abad 14 sampai sekarang, mulai dari batubata yang merupakan runtuhan benteng somba opu, ada juga rempah-rempah seperti cengkeh dan pala yang menandakan kota Makassar ini sebagai pusat perdagangan dunia. Mengenaikegiatan interpretasi beredukasi sangat dapat dilakukan dengan melihat koleksi sejarah yang ada di museum gunapengunjung tidak hanya melihat koleksi saja tetapi ada kegiatanlainnya yang menyenangkan lagiAy Berdasarkan yang dikatakan oleh Bapak Alif, dapat diuraikan bahwamuseum kota ini memiliki potensi besar dalam pengembangan interpretasi yang dapat memikat wisatawan untuk berkunjung ke museum ini, potensi museum kota dalam pengembangan interpretasi sangatlah besar denganmelihat potensi koleksi sejarah yang dipamerkan di museum kota Makassar. Salah satu mahasiswi yang pernah berkunjung ke museum kota Makassar bernama Yeni Indriani mengemukakan bahwa: AuMuseum kota Makassar ini memilki keunikan tersendiri, mulai dari koleksi sejarahnya yang memiliki cerita sejarah unik pada zamannya, museum ini memiliki potensi besar jika pengunjung ingin tahu lebih dalam mengenai kota Makassar. Untuk kegiatan interpretasi di museum ini dapat memberi tahu seorang pengelolah museum untuk ditemani keliling di museumini tetapi perlunya kegiatan interpretasi yang lebih menyenangkan seperti penyaluran informasi yang berkualitas lagi dan permainan yang menyenangkan yang dilakukan di museum ini sebagai edukasi bagi pengunjungAy Berdasarkan apa yang telah dikatakan oleh Yeni, dapat diuraikan bahwa museum kota memang memiliki potensi besar untuk dijadikan suatu kegiatan interpretasi beredukasi dengan melihat koleksi sejarah uniknya yang dipamerkan kepada Untuk menghasilkan suatu produk kegiatan interpretasi penulis telah merancang produk kegiatan interpretasi dalam bentuk penyajian informasi berupa storytelling dan permainan yang sesuai dengan karakteristik dari daya tarik wisata museum kota Makassar. Kedua program interpretasi tersebut akan dibuat dalam bentuk produk Adapun aspek yangmenjadi perhatian peneliti, yaitu: Storytelling Dalam membuat sebuah kegiatan interpretasi dengan metode penyajian informasi yang dikembangkan dalam program interpretasi adalah tekniksorytelling. Seperti apa yang telah peneliti tanyakan saat sesi wawancarabersama Bapak Alif Sulkifli. selaku Interpreter di museum kota Makassar yang menerangkan bahwa untuk penyajian informasi telah dilakukan di museum ini melalui interpretasi personal maupun nonpersonal. Hal ini dapat dilihat dari hasil wawancara sebagai berikut. AuMengenai penyaluran informasi dari museum kota sendiri sudah melakukan penyeluran informasi kepada pengunjung dengan cara menjelaskan koleksi sejarah Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 404 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. tersebut dan mesangkutpautkan dengan cerita koleksi sejarah tersebut, tetapi dalam penyaluran informasi tersebut masih menemukan kekurangan seperti masih adanya pengunjung yang belum memahami mengenai penjelasan yang telah diberikan, untuk itu penyaluran informasi disangkutpautkan dengan pengunjung mengamati kembali koleksinya sambil mendengarkan penjelasan dan perlunya aktivitas interpretasi yang menyenangkan lagi sebagai penyaluran informasi misalnya permainanAy Dari apa yang diterangkan diketahui bahwa penyajian informasi di museum ini telah dilakukan dan sudah cukup baik untuk para pengunjungyang datang dan untuk lokasi atau area yang dapat dilakukan aktivitas penyajian informasi ini menurut penulis yaitu fokus pada lantai 1. Permainan Dalam aktivitas interpretasi yang penulis buat terdapat aktivitaspermainan yang akan dirancang di dalam produk kegiatan tersebut. Untuk itu penulis menanyakan tentang aktivitas permainan seperti apa yang dapat dilaksanakan di Museum Kota Makassar. Berikut jawaban dari Bapak Alif selaku Interpreter di museum kota Makassar: AuAktivitas interpretasi melalui permainan sangat efektif karenapengunjung tidak hanya fokus mendengar penjelasan tetapi ada permainan yang menyenangkan, mungkin permainan yang dapat meyalurkan informasi kepada pengunjung melalui permainan tersebut atau kuis yang ditanyakan mengenai koleksisejarah tersebutAy Dari Penulis kemudian menanyakan permainan apa yang sudah pernah dilakukan oleh museum kota Makassar kepada Bapak Alif dan menerangkan bahwa permainan yang telah dilakukan yaitu berbasissejarah sehingga dapat memberikan pengetehuan terdapat pengunjung tentang sejarah yang ada di museum, seperti tercantum dalam hasilwawancara di bawah ini. AuPermainan yang pernah dilakukan oleh museum kota bersamapengunjung ialah bermain ular tangga, yang mana setiap pemain yang menginjak nomor akan ada tertera gambar sejarah seperti museum yang harus di jelaskan pengertian darimuseum itu sendiri, permainan ini cukup efektif dalam konteks penyaluran informasi melalui permainan kepada pengunjungAy Dari hasil wawancara tersebut penulis disarankan mengembangkan suatu permainan yang mengandung makna sejarah yang ingin disampaikan di dalam permainan terkait dengan koleksi sejarah di museum kota Makassar tanpa menghilangkan keseruan dari permainan yang akandikembangkan oleh penulis. Desain Produk Produk kegiatan yang baik ialah suatu kegiatan yang membuat pengalaman wisatawan menjadi lebih baik, menarik dan menyenangkan. Maka dari itu penulis memilih mengembangkan suatu kegiatan interpretasi dan dalam mengembangkan kegiatan interpretasi penulis membuatnya melalui pandangan, saran serta kumpulan data dari beberapa pihak terkait dan dari pengumpulan data yang telah dilakukan oleh penulis, dapat disimpulkan bahwa informan mengatakan informasi dan kegiatan edukasi yang ditonjolkan dari kegiatan interpretasi yang di kembangkan adalah sejarah dan keberagaman budaya. Berikut ialah desain produk yang telah dirancang oleh Judul Kegiatan Interpretasi Berdasarkan dari hasil pengumpulan data judul kegiatan interpretasiyang penulis pilih yaitu Au History Trip Museum Kota Makassar Ay. Sasaran Makna Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 405 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Sasaran makna yang dimaksud ialah pengunjung dapat mendapatkanpengetahuan dari informasi yang diberikan tentang daya tarik wisata dandari aktivitas interpretasi ini juga pengunjung dapat merasakan perasaanmenyenangkan. Karena itulah aktivitas interpretasi ini dikembangkan menjadi aktivitas interpretasi yang memuaskan serta Seleksi Setelah melakukan pengumpulan data dari pihak informan makadiperoleh hasil seleksi sebagai berikut: Seleksi Atraksi Wisata . Ruangan (Makassar Awa. Ruangan Makassar awal dipilih karena ruangan ini menjelaskansejarah awal mula kota Makassar dan menggunakan teknik interpretasi personal serta memanfaatkan media koleksi pada ruangan ini dan mengamati koleksi. Sumber: dokumentasi penulis, 2023 . Ruangan (Masa Kompeni-Kolonial-NKRI) Gambar 4. 5 Ruangan Makassar Awal Ruangan ini dipilih karena menjelaskan sejarah saat masa kolenial yang ada di Sulawesi Selatan dan menggunakan teknik interpretasi personal serta memanfaatkan media koleksi pada ruangan ini dan mengamati koleksi. Gambar 4. 6 Ruangan Masa Kompeni-Kolonial-NKRI Gambar 4. 6 Ruangan Masa Kompeni-Kolonial-NKRI Sumber: dokumentasi penulis, 2023 . Ruangan (Walikota-Walikota Makassa. Ruangan ini dipilih karena menjelaskan masa pemerintahan walikota Makassar dari awal hingga sekarang dan menggunakanteknik interpretasi personal serta memanfaatkan media koleksi pada ruangan ini dan mengamati koleksi. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 406 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Gambar 4. 7 Ruangan Walikota-Walikota Makassar Gambar 7 Ruangan Walikota-Walikota Makassar Sumber: dokumentasi penulis, 2023 . Ruangan (Masa Kemajuan Kota Makassa. Ruangan ini dipilih karena menjelaskan masa kemerdekaan dan masa kemajuan kota Makassar dan menggunakan teknik interpretasi personal serta memanfaatkan media koleksi pada ruangan ini dan mengamati koleksi. Gambar 4. 8 Ruangan Masa Kemajuan Kota Makassar Sumber: dokumentasi penulis, 2023 . Ruangan (Perdagangan dan Pelayara. Ruangan ini dipilih karena menjelaskan masa perdagangan kota Makassar dan menggunakan teknik interpretasi personal serta memanfaatkan media koleksi pada ruangan ini dan mengamati Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 407 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Gambar 4. 9 Ruangan Perdagangan dan Pelayaran Sumber: dokumentasi penulis, 2023 . Ruangan (Multi Cultur. Ruangan ini dipilih karena menjelaskan budaya yang ada di Sulawesi Selatan serta di ruangan ini akan dikembangkan aktivitas interpretasi dan mengamati koleksi. Gambar Gambar4. 10 Ruangan Ruangan Multi MultiCulture Culture Sumber: dokumentasi penulis, 2023 . Loby Museum atau Ruang Utama Museum Pada tempat ini akan dilakukan games atau permainan sebagai sarana edukasi tambahan dalam pengembangan aktivitas interpretasi di museum kota. Sumber: dokumentasi penulis, 2023 . Seleksi Rute Kegiatan yang akan dilakukan di rute ini hanya berfokus pada ruangan koleksi di lantai 1 yaitu ruangan Makassar awal, selanjutnya ke ruangan masa colonial, selanjutnya ke ruangan walikota Makassar, berikutnya ke ruangan masa kemajuan kota Makassar, berikutnya ke ruangan masa perdagangan di kota Makassar, berikutnya ke ruangan multi culture, setelah itu ke loby museum. Pada rute pertama di ruangan Makassar awal hingga rute ke ruanganmulti culture akan dilakukan penyaluran informasi melalui storytelling dan aktivitas mengamati koleksi di museum. Pada ruangan loby museum akan di lakukan permainan sebagai aktivitas interpretasi tambahan bagi pengunjung, pada rute ini akan dilakukan permainan dikarenakan area ruang utama museum cukup luas. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 408 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Gambar Kegiatan Gambar Rute 12 Rute Kegiatan Sumber: data olahan penulis, 2023 (Adaptasi Google Map. Dapat dilihat dari rute peta kegiatan di atas merupakan rute yang dipilih dalam melaksanakan kegiatan storytelling dan juga games dan untuk informasi yang disampaikan oleh peneliti melalui storytelling yaitu: Tabel 4. 2 Materi Penyajian Informasi Topik Sub Topik Sejarah - Sejarah dijadikannya museum kotaMakassar - Koleksi sejarah yang dipamerkan Keunikan Keunikan museum kota Makassar Keunikan tiap koleksi di museum kotaMakassar Atraksi Koleksi yang menajdi hal yangmenarik di museum kota Makassar Sumber: data olahan penulis, 2023 Dari table 4. 2 di atas diketahui bahwa materi yang dibahas oleh pramuwisata yaitu sejarah, keunikan, dan atraksi wisata pada ruangan koleksi di museum kota Makassar. Untuk lebih rinci lagi, peneliti membuat rincian pembagian waktu untuk kegiatan aktivitas interpretasi yang dibuat seperti dibawah ini : Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 409 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Tabel 4. 3 Pembagian Waktu Kegiatan Interpretasi Produk Awal Aktivitas Interpretasi Lokasi Durasi Waktu Walking tour. Storytelling dan Mengamati Ruangan Makassar Awal Menit Walking tour. Storytelling dan Mengamati Ruangan Masa Kolonial Menit Walking tour. Storytelling dan Mengamati Ruangan Masa Walikota Makassar Menit Walking tour. Storytelling dan Mengamati Menit Walking tour. Storytelling dan Mengamati Ruangan Masa Kemajuan Kota Makassar Ruangan Masa Perdagangan di KotaMakassar Walking tour. Storytelling dan Mengamati Ruangan Multi Culture 10 Menit Permainan Aumencari karunAy Permainan Aukuis puzelAy Loby Museum 25 Menit Loby Museum 20 Menit 10 Menit Sumber: data olahan penulis, 2023 Bentuk Permainan Permainan merupakan salah satu kegiatan inti dalam produk aktivitas interpretasi ini. Adapun permainan yang dipilih sesuai dengan kesimpulan hasil pengumpulan data dari beberapa pihak bahwa hal yangharus ditonjolkan dalam desain produk aktivitas interrpretasi ini Berikut merupakan permainan yang penulis pilih untuk produkaktivitas interpretasi ini. Nama Permainan : Mencari Harta Karun Deskripsi : Permainan ini merupakan permainan yang mencari pengertian koleksi di museum dari clue yang telah Pada koleksi tersebut di simpan koin 100 perak yang tersembunyi disekitaran koleksi. Kelompok yang telah menyelesaikan permainan terlebih dahulu dengan menemukan koin yang telah disiapkan akan dinyatakan pemenangnya. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 410 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Lokasi : Loby Museum atau Ruang Utama Museum Durasi : 25 Menit Makna : Wisatawan akan mengetahui bahwa makna dari permainan ini adalah sejarah yang terdapat pada koleksi di museum tersebut Peralatan : Kertas. Uang koin 100 perak Prosedur Permainan : Sebelum memulai kegiatan, para wisatawan akan dibagi menjadi 2 kelompok dan masing-masing kelompok berisi 2 orang anggota, setelah itu wisatawan akan diberikan instruksi. Kemudian peserta diberikan kertas yang berisi suatu clue yang berhubungan deengan koleksi di museum kota . Setelah diberikan kertas clue, kelompok wisatawan kemudian mencari pengertian koleksi dari clue yang diberikan . Pada setiap pengertian koleksi yang ditemukan terdapat uang koin 100 perak dan clue selanjutnya untuk melanjutkan pencarian berikutnya. Kelompok wisatawan yang telah menemukan koin yang telah ditentukan dan kembali ke tempat awal akan dinyatakan . Nama Permainan : Kuis Menyusun Puzel Deskripsi : Permainan ini merupakan permainan yang menyusun puzel gambar pahlawan dan foto walikota Makassar yangada di museum dengan berkerja sama dengan teman kelompoknyadan setelah menyusun puzel tersebut peserta diminta untukmenjelaskan peran dan jasa tokoh tersebut di masa Lokasi : Loby Museum atau Ruang Utama Museum Durasi : 20 Menit Makna : Wisatawan akan mengetahui bahwa makna dari permainan ini adalah lebih mengenal tokoh sejarah perjuangan di masa lalu serta lebih mengetahui peran dan jasa para pahlawan demi kemajuan daerahnya. Peralatan : Kertas puzel pahlawan Prosedur permainan : Sebelum memulai kegiatan, para wisatawan akan dibagi menjadi 2 kelompok dan masing-masing kelompok berisi 2 orang anggota, setelah itu wisatawan akan diberikan intruksi. Setelah itu tiap kelompok akan diberikan gambar puzel pahlawan dan walikota Makassar untuk disusun menjadi gambar yang utuh. Setelah kelompok telah menyusun puzel tersebut, kelompok di haruskan menyebutkan nama tokoh tersebut dan menjelaskan perannya dahulu di masa pemerintahannya. Kelompok yang terlebih dahulu menyusun puzel tersebut dan menjelaskan peran okoh tersebut terlebih dahulu maka akan dijadikan pemenangnya. Validasi Produk Awal Aspek Storytelling . Akademisi Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 411 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Berikut hasil validasi ibu Dra. Margaretha Wadid Rante. Si, selaku akademisi bidang perjalanan dengan aspek storytelling Tabel 4. 4 Angket Validasi Storytelling oleh Akademisi Indikator Penilaian Kesesuaian tema penyajian informasi Kesesuaian penyajian informasi dengan daya tarik wisata Kesesuaian penyajian informasi Kesesuaian penggunaan media Kesesuaian durasi penyampaian Kesesuaian Kesesuaian makna informasi SANGAT LAYAK LAYAK LAYAK SANGAT LAYAK LAYAK LAYAK SANGAT LAYAK Sumber: data olahan penulis, 2023 Dari tabel 4. 4 di atas dapat diketahui bahwa pada indikator kesesuaian tema penyajian informasi, kesesuaian penggunaan mediadalam penyampaian informasi, kesesuaian makna informasi yang dinilai sangat layak oleh penilai. Sedangkan untuk indikator kesesuaian penyajian informasi dengan daya tarik wisata, kesesuaian penyajian informasi dalam pancaindra, kesesuaian durasipenyampaian informasi, kesesuaian informasi dengan usia wisatawan dinilai layak oleh penilai. Disini dapat dilihat bahwa untuk aspek storytelling program interpretasi yang dibuat oleh penulis sudah baik. Pengelola Berikut hasil validasi Bapak Alif Sulkifli. Pd selaku Interpreter di museum kota Makassar dengan aspek storytelling yaitu. Tabel 4. 5 Angket Validasi Storytelling oleh Pengelola Indikator Penilaian Kesesuaian tema penyajian informasi Kesesuaian penyajian informasi dengan daya tarik wisata Kesesuaian penyajian informasi Kesesuaian penggunaan media Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index SANGAT LAYAK LAYAK LAYAK SANGAT LAYAK 412 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Kesesuaian durasi penyampaian LAYAK Kesesuaian LAYAK Kesesuaian makna informasi SANGAT LAYAK Sumber: data olahan penulis, 2023 Dari tabel 4. 5 di atas dapat diketahui bahwa pada indikator kesesuaian tema penyajian informasi, kesesuaian penggunaan mediadalam penyampaian informasi, kesesuaian makna informasi yang didapatkan dinilai sangat layak oleh penilai. Sedangkan untuk indikator kesesuaian penyajian informasi dengan daya tarik wisata, kesesuaian penyajian informasi dalam pancaindra, kesesuaian durasipenyampaian informasi, kesesuaian informasi dengan usia wisatawan dinilai layak oleh penilai. Disini dapat dilihat bahwa untuk aspek storytelling program interpretasi yang dibuat oleh penulis sudah baik. Aspek Permainan 1 . Akademisi Beriku hasil validasi ibu Dra. Margaretha Wadid Rante. Si,selaku akademisi bidang perjalanan dengan aspek permainan AuMencari Harta KarunAy yaitu. Tabel 4. 6 Angket Validasi AuMencari Harta KarunAy oleh Akademisi Indikator Penilaian Kesesuaian tema program Kesesuaian makna permainan Kesesuaian durasi permainan SANGAT LAYAK Kesesuaian lokasi yang diplih Kesesuaian alur kegiatan dengan Kesesuaian permainan dengan SANGAT LAYAK SANGAT LAYAK LAYAK LAYAK LAYAK Sumber: data olahan penulis, 2023 Dari tabel 4. 6 di atas dapat diketahui bahwa pada indikator kesesuaian tema program interpretasi dengan permainan, kesesuaian lokasi yang diplih untuk permainan, kesesuaian alur kegiatan dengan permainan dinilai sangat layak oleh penilai. Sedangkanuntuk indikator kesesuaian makna permainan dengan program interpretasi, kesesuaian durasi permainan, kesesuaian Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 413 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. permainandengan usia wisatawan dinilai layak oleh penilai. Disini dapat dilihatbahwa untuk aspek permainan AuMencari Harta KarunAy programinterpretasi yang dibuat oleh penulis sudah baik. Pengelola Berikut hasil validasi Bapak Alif Sulkifli. Pd selaku Interpreter di museum kota Makassar dengan aspek permainan AuMencari Harta KarunAy yaitu. Tabel 4. 7 Angket Validasi AuMencari Harta KarunAy oleh Pengelola Indikator Penilaian Kesesuaian tema program Kesesuaian makna permainan Kesesuaian durasi permainan Kesesuaian lokasi yang diplih Kesesuaian alur kegiatan dengan Kesesuaian permainan dengan LAYAK SANGAT LAYAK SANGAT LAYAK LAYAK SANGAT LAYAK LAYAK Sumber: data olahan penulis, 2023 Dari tabel 4. 7 di atas dapat diketahui bahwa pada indikator Kesesuaian makna permainan dengan program interpretasi. Kesesuaian durasi permainan. Kesesuaian alur kegiatan dengan permainan dinilai sangat layak oleh penilai. Sedangkan untuk indikator Kesesuaian tema program interpretasi dengan permainan. Kesesuaian lokasi yang diplih untuk permainan. Kesesuaian permainan dengan usia wisatawan dinilai layak oleh penilai. Disini dapat dilihat bahwa untuk aspek permainan AuMencari Harta KarunAy program interpretasi yang dibuat oleh penulis sudah baik. Aspek Permainan 2 . Akademisi Berikut hasil validasi ibu Dra. Margaretha Wadid Rante. Si, selaku akademisi bidang perjalanan dengan aspek permainan AuKuis Menyusun PuzelAy yaitu. Tabel 4. 8 Angket Validasi AuKuis Menyusun PuzelAy oleh Akademisi Indikator Penilaian Kesesuaian tema program Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index LAYAK 414 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Kesesuaian makna permainan Kesesuaian durasi permainan SANGAT LAYAK Kesesuaian lokasi yang diplih Kesesuaian alur kegiatan dengan Kesesuaian permainan dengan SANGAT LAYAK LAYAK LAYAK LAYAK Sumber: data olahan penulis, 2023 Dari tabel 4. 8 di atas dapat diketahui bahwa pada indikator Kesesuaian makna permainan dengan program interpretasi. Kesesuaian lokasi yang diplih untuk permainan dinilai sangat layak oleh penilai. Sedangkan untuk indikator Kesesuaian tema program interpretasi dengan permainan. Kesesuaian durasi permainan. Kesesuaian alur kegiatan dengan permainan. Kesesuaian permainandengan usia wisatawan dinilai layak oleh penilai. Disini dapat dilihatbahwa untuk aspek permainan Au Kuis Menyusun PuzelAy program interpretasi yang dibuat oleh penulis sudah baik. Pengelola Berikut hasil validasi Bapak Alif Sulkifli. Pd selaku Interpreter di museum kota Makassar dengan aspek permainan AuKuis Menyusun puzelAy yaitu. Tabel 4. 9 Angket Validasi AuKuis Menyusun PuzelAy oleh Pengelola Indikator Penilaian Kesesuaian tema program Kesesuaian makna permainan Kesesuaian durasi permainan SANGAT LAYAK Kesesuaian lokasi yang diplih SANGAT LAYAK Kesesuaian alur kegiatan dengan Kesesuaian permainan SANGAT LAYAK LAYAK LAYAK LAYAK Sumber: data olahan penulis, 2023 Dari tabel 4. 9 di atas dapat diketahui bahwa pada indikator kesesuaian tema program interpretasi dengan permainan, kesesuaian lokasi yang diplih untuk permainan, kesesuaian alur Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 415 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. kegiatan dengan permainan dinilai sangat layak oleh penilai. Sedangkan untuk indikator kesesuaian makna permainan dengan program interpretasi, kesesuaian durasi permainan, kesesuaian permainan dengan usia wisatawan dinilai layak oleh penilai. Disini dapat dilihat bahwa untuk aspek permainan AuKuiz Menyusun PuzelAy program interpretasi yang dibuat oleh penulis sudah baik. Revisi Produk Awal Dari validasi desain yang telah dilakukan oleh pihak akademisi dan pengelola maka dapat disimpulkan bahwa program interpretasi yang telah dibuat oleh peneliti sudah cukup baik mulai dari aspek storytelling hingga aspek permainan yang akan dilakukan dalam program interpretasi yang telah direncanakan. Serta perencanaan program interpretasi yang telah dibuat penulis sudah dapat dilakukan uji coba. Penyajian Rancangan Kegiatan Uji Coba Produk Dalam uji coba produk aktivitas interpretasi yang berjudul AuHistory Trip Museum Kota MakassarAy ini dilakukan oleh 4 orang wisatawan lokal. Dengan rundown kegiatan sebagai berikut: Tabel 4. 10 Rundown Activity RUNDOWN ACTIVITY Waktu Waktu Durasi Lokasi Detail Aktivitas Waktu 9:00 9:10 9:10 9:20 9:20 9:30 9:30 9:40 9:40 9:50 9:50 10:00 Ruangan Makassar Awal -Ruangan Masa KompeniKolonial-NKRI Ruangan Masa Kompeni- KolonialNKRI - Ruangan Walikota-Walikota Makassar Ruangan WalikotaWalikotaMakassar Ruangan Masa Kemajuan Kota Makassar Ruangan Masa Kemajuan Kota Makassar - Ruangan Perdagangan dan Pelayaran Ruangan Perdagangan Pelayaran Ruangan MultiCulture Walking Tour. Mengamati. Storytelling Ruangan Multi Culture -Loby Museum Walking Tour. Mengamati. Storytelling Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index Walking Tour. Mengamati. Storytelling Walking Tour. Mengamati. Storytelling Walking Tour. Mengamati. Storytelling Walking Tour. Mengamati. Storytelling 416 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Permainan AuMencari HartakarunAydanAuKuiz menysun PuzelAy dan tour selesai Sumber: data olahan penulis, 2023 Loby Museum 10:00 10:45 Adapun distribusi pembagian waktu untuk kegiatan pada program interpretasi AuHistory Trip Museum Kota MakassarAy adalah sebagai berikut: Tabel 4. 11 Pembagian waktu kegiatan interpretasi setelah uji coba produk Kegiatan Lokasi Distribusi Real time Walking Tour. Mengamati. Storytelling Walking Tour. Mengamati. Storytelling Ruangan Makassar Awal Ruangan Masa KompeniKolonial-NKRI 10 menit 15 menit Ruangan Masa KompeniKolonial-NKRI - Ruangan Walikota-Walikota Makassar 10 menit 15 menit Walking Tour. Mengamati. Storytelling Walking Tour. Mengamati. Storytelling Walking Tour. Mengamati. Storytelling Walking Tour. Mengamati. Storytelling Permainan AuMencari Harta KarunAy Permain AuKuis Menyus PuzelAy Ruangan Walikota-Walikota Makassar - Ruangan Masa Kemajuan Kota Makassar 5 menit Ruangan Masa Kemajuan KotaMakassar - Ruangan Perdagangan dan Pelayaran Ruangan Perdagangan Pelayaran Ruangan MultiCulture Ruangan Multi Culture Lo byMuseum Loby Museum Loby Museum Sumber: data olahan penulis, 2023 Berdasarkan tabel 4. 11 di atas berikut penjelasan distribusi waktu program Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 417 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. interpretasi yang telah dilakukan : Walking Tour. Mengamati. Storytelling Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa distribusi waktu yang diberikan untuk kegiatan Walking Tour. Mengamati. Storytelling pada lokasi ruangan Makassar awal adalah sebanyak 10 menit, sedangkan saat uji coba yang dilakukan di lapangan kenyatannya waktu yang dibutuhkan yaitu 15 menit dimana tamu masih ingin mengamti lebih lama mengenai koleksi yang dipamerkan di museum kota. Walking Tour. Mengamati. Storytelling Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa distribusi waktu yang diberikan untuk kegiatan Walking Tour. Mengamati. Storytelling pada lokasi Ruangan Masa Kompeni-Kolonial-NKRI adalah sebanyak 10 menit, sedangkan saat uji coba yang dilakukan di lapangan kenyatannya waktu yang dibutuhkan yaitu 15 menit dimana tamu masih ingin mengamti lebih lama mengenai koleksi yang dipamerkan di museum. Walking Tour. Mengamati. Storytelling Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa distribusi waktu yang diberikan untuk kegiatan Walking Tour. Mengamati. Storytelling pada lokasi Ruangan Walikota-Walikota Makassar adalah sebanyak 5 menit. Walking Tour. Mengamati. Storytelling Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa distribusi waktu yang diberikan untuk kegiatan Walking Tour. Mengamati. Storytelling pada lokasi Ruangan Masa Kemajuan Kota Makassar adalah sebanyak 10 menit, sedangkan saat uji coba yang dilakukan di lapangan kenyatannya waktu yang dibutuhkan yaitu 15 menit dimana tamu masih ingin mengamti lebih lama mengenai koleksi yang dipamerkan di museum. Walking Tour. Mengamati. Storytelling Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa distribusi waktu yang diberikan untuk kegiatan Walking Tour. Mengamati. Storytelling pada lokasi Ruangan Perdagangan dan Pelayaran adalah sebanyak 10 menit, sedangkan saat uji coba yang dilakukan di lapangan kenyatannya waktu yang dibutuhkan yaitu 15 menit dimana tamu masih ingin mengamti lebih lama mengenai koleksi yang dipamerkan di museum. Walking Tour. Mengamati. Storytelling Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa distribusi waktu yang diberikan untuk kegiatan Walking Tour. Mengamati. Storytelling pada lokasi Ruangan Multi Culture adalah sebanyak 10 menit, sedangkan saat uji coba yang dilakukan di lapangan kenyatannya waktu yang dibutuhkan yaitu 15 menit dimana tamu masih ingin mengamti lebih lama mengenai koleksi yang dipamerkan di museum. Permainan AuMencari Harta KarunAy Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa distribusi waktu yang diberikan untuk kegiatan permainan AuMencari Harta KarunAy adalah sebanyak 25 menit, sedangkan saat uji coba yang dilakukan di lapangan kenyatannya waktu yang dibutuhkan yaitu 30 menit dimana tamu membutuhkan waktu banyak guna mencari clue yang tersebar sedangkan waktu yang diberikan sangat sedikit. Permainan AuKuis Menyusun PuzelAy Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa distribusi waktu yang diberikan untuk kegiatan permainan AuKuis Menyusun PuzelAy adalah sebanyak 20 Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 418 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Adapun masukan dari wisatawan mengenai aktivitas interpretasi yang telah di lakukan di museum kota ialah pada aktivitas storytelling yang dirangkaikan dengan permainan ini sudah cukup bagus dengan penyajian informasi melalui interpretasi personal yang dapat lebih mudah di pahami mengenai penjelasan koleksi sejarahnya dan pada permainan menyusun puzel terdapat masukan dari salah satu wisatawan yang menyarankan gambar puzel di perbanyak dan berbeda di antara kelompok yang lain. Selain itu, kendala yang ditemukan pada saat uji coba seperti masih kurangnya perhatian wisatawan saat melakukan aktivitas storytelling. Pada aktivitas interpretasi di museum ini wisatawan yang mengikuti akan mendapatkan informasi koleksi yang dipamerkan di museum kota serta mengetahui informasi mengenai kota Makassar dan juga mendapatkan pengalaman wisata yang menyenangkan. Revisi Produk Setelah melakukan uji coba produk bersama 4 orang wisatawan lokal, peneliti membagikan angket penilaian teknis untuk para wisatawan yang dinilai dari beberapa aspek kegiatan, berikut hasil penilaian yang diberikan oleh wisatawan: Dari aspek interpretasi melalui walking tour dari segi tempat pelaksanaan, instruksi, waktu, serta makna 4 orang wisatawan menilai Dari aspek interpretasi melalui storytelling dari segi tempat pelaksanaan, instruksi, waktu, serta makna 4 orang wisatawan menilai Dari aspek interpretasi melalui sightseeing atau mengamati dari segi tempat pelaksanaan, instruksi, waktu, serta makna 4 orang wisatawan menilai sesuai. Dari aspek interpretasi melalui permainan AuMencari Harta KarunAy dari segi tempat pelaksanaan, instruksi, makna, serta media yang digunakan4 orang wisatawan menilai sesuai, dari segi waktu 2 dari 4 wisatawan menilai kurang sesuai. Dari aspek interpretasi melalui permainan AuKuiz Menyusun PuzelAy dari segi tempat pelaksanaan, instruksi, waktu, makna, serta media yang digunakan 4 orang wisatawan menilai sesuai. Adapun durasi waktu pada program interpretasi AuHistory Trip Museum Kota MakassarAy yang telah diperbaharui berdasarkan uji coba adalah sebagai berikut: Tabel 4. 12 Revisi distribusi waktu setelah uji coba produk Kegiatan Lokasi Durasi Walking 15 menit Ruangan Makassar Awal To RuanganMasa Kompeniur,Mengamati. Kolonial-NKRI Storytelling Walking Ruangan Masa Kompeni15 menit Kolonial- NKRI - Ruangan ur,Mengamati. Walikota- Walikota Makassar Storytelling Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 419 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Walking Ruangan WalikotaWalikota Makassar - Ruangan MasaKemajuan Kota Makassar 5 menit Ruangan Masa Kemajuan Kota Makassar - Ruangan Perdagangandan Pelayaran 15 menit Ruangan Perdagangan dan Pelayaran - Ruangan Multi Culture ur,Mengamati. Storytelling Walking ur,Mengamati. Storytelling Walking ur,Mengamati. Storytelling Walking Ruangan Multi Culture To 15 menit 15 menit ur,Mengamati. Storytelling Permainan byMuseum AuMenc ariHarta KarunAy Permainan AuKu isMenyusun PuzelAy Loby Museum 30 menit Loby Museum 20 menit Sumber: data olahan penulis, 2023 PEMBAHASAN Dalam melihat potensi Museum Kota Makassar, konsep 5A dalam pariwisata (Atraksi. Akomodasi. Aksesibilitas. Aktivitas, dan Ancillar. dapat diterapkan dengan baik, kecuali pada bagian akomodasi yang tidak diperbolehkan oleh pengelola museum. Namun, terdapat banyak pilihan tempat penginapan di dekat area museum yang memadai untuk wisatawan. Museum Kota Makassar menyimpan banyak koleksi sejarah yang unik, seperti batu bata runtuhan benteng Somba Opu, mangkok, dan guci sebagai alat barter masa perdagangan dulu. Di museum ini, wisatawan dapat menikmati berbagai aktivitas, seperti melihat koleksi unik yang dipamerkan dan bermain games sebagai sarana edukasi yang menyenangkan. Museum Kota Makassar juga memiliki lokasi yang strategis, berada di tengah kota Makassar, sehingga mudah dijangkau oleh wisatawan. Pengelola museum memberikan kenyamanan kepada pengunjung dengan menyediakan udara sejuk di setiap ruangan dan air mineral bagi wisatawan yang merasa kehausan saat berkeliling di museum. Selain itu, dalam proses perancangan dan pengembangan produk interpretasi, metode R&D (Research and Developmen. Tahapan paling menantang dalam proses ini adalah tahap R&D, yang merupakan tahap awal dalam menghasilkan produk baru. Peneliti melakukan wawancara dengan pengelola museum dan wisatawan untuk memahami kegiatan yang diinginkan dan menghasilkan desain produk yang baik. Validasi produk juga merupakan tahap penting dalam proses pengembangan. Validasi akademisi menunjukkan bahwa desain produk sudah bagus, namun makna dalam permainan masih perlu diperkuat. Validasi praktisi menyatakan bahwa penelitian ini dapat diaplikasikan dengan baik di museum dan menghasilkan produk baru yang dapat digunakan oleh pengelola museum. Hasil validasi ini memberikan masukan dalam pengembangan produk baru dan penambahan yang diperlukan untuk menghasilkan produk yang baik di museum. Tahap uji coba produk dilakukan dengan melibatkan empat wisatawan lokal. Tahap ini sangat penting untuk melihat kualitas produk yang akan diproduksi di museum. Beberapa responden Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 420 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. memberikan saran untuk membuat permainan kedua menjadi lebih menarik agar dapat maksimal dalam memberikan pengalaman edukatif kepada wisatawan. Meskipun demikian, dalam hal penyaluran informasi dan permainan lainnya, media storytelling dan teknik informasi kepada wisatawan sudah baik. Melalui tahap uji coba ini, kekurangan dalam penelitian dapat teridentifikasi dan dikembangkan kembali untuk menghasilkan produk interpretasi yang berkualitas. Teori yang ada juga menjadi acuan penting dalam pengembangan produk baru yang berkualitas di museum. Selain itu, penting untuk mencatat bahwa Museum Kota Makassar merupakan destinasi wisata yang menawarkan kenyamanan dan kemudahan bagi pengunjung. Dengan lokasinya yang strategis di tengah kota, wisatawan dapat mengakses museum dengan mudah dan melakukan kunjungan sambil menikmati keindahan kota Makassar. Dalam proses pengembangan produk interpretasi di Museum Kota Makassar, pengelola museum perlu terus mengembangkan aktivitas interpretasi yang beragam dan menarik. Hal ini bertujuan agar wisatawan semakin tertarik dan terlibat dalam pengalaman kunjungan mereka. Misalnya, penggunaan konten interpretasi non personal melalui blog atau media digital lainnya dapat memberikan informasi yang lebih detail tentang koleksi-koleksi museum, sehingga wisatawan dapat lebih mudah memperoleh informasi yang mereka butuhkan. Selain itu, pengembangan aktivitas interpretasi yang menyenangkan dan edukatif melalui permainan juga dapat menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung. Dengan merancang permainan yang memiliki makna yang relevan dengan karakteristik daya tarik wisata Museum Kota Makassar, pengelola museum dapat meningkatkan minat dan partisipasi wisatawan dalam kunjungan mereka. Dalam pengembangan produk interpretasi di museum, tahap validasi produk sangat penting. Melalui tahap ini, dapat diperoleh umpan balik dari akademisi dan praktisi yang berpengalaman dalam industri pariwisata. Umpan balik ini dapat digunakan sebagai masukan berharga untuk memperbaiki dan menyempurnakan desain produk interpretasi, sehingga menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan pengunjung. Selanjutnya, tahap uji coba produk dengan melibatkan wisatawan lokal juga memberikan gambaran tentang kualitas produk dan pengalaman wisatawan dalam menggunakan produk tersebut. Melalui uji coba ini, pengelola museum dapat mengevaluasi efektivitas produk interpretasi yang telah dikembangkan dan menyesuaikan sesuai dengan umpan balik yang diterima. Dalam kesimpulannya, pengembangan aktivitas interpretasi berbasis edukasi di Museum Kota Makassar merupakan inovasi yang menarik dalam memperkaya pengalaman kunjungan wisatawan. Dengan melibatkan teknik storytelling, permainan, dan penggunaan media digital, pengelola museum dapat menciptakan pengalaman kunjungan yang menyenangkan, berkesan, dan edukatif bagi Namun, perlu terus dilakukan pengembangan dan peningkatan produk interpretasi agar dapat memenuhi harapan dan kebutuhan pengunjung. Dalam konteks ini, kerjasama antara pengelola museum, akademisi, praktisi, dan wisatawan menjadi penting untuk menciptakan produk interpretasi yang berkualitas dan berhasil mempromosikan warisan budaya dan sejarah yang ada di Museum Kota Makassar. Selain itu, perlu juga dilakukan upaya untuk meningkatkan aksesibilitas informasi mengenai koleksi-koleksi museum. Meskipun potensi museum kota ini sudah ada, namun terdapat kekurangan dalam aksesibilitas terhadap informasi tentang koleksi-koleksi yang dipamerkan. Pengelola museum perlu memperhatikan hal ini dan mencari solusi yang tepat, seperti menyediakan brosur, peta, atau panduan digital yang memberikan informasi lengkap dan jelas mengenai koleksi-koleksi tersebut. Selanjutnya, dalam proses pengembangan produk interpretasi di Museum Kota Makassar, penting untuk memperhatikan aspek keberlanjutan pariwisata. Pembangunan dan pengembangan aktivitas interpretasi harus dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Upaya ini dapat dilakukan dengan mengintegrasikan prinsip ekowisata bahari, menjaga kelestarian lingkungan sekitar museum, serta melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan dan pengembangan museum. Dalam konteks pengembangan pariwisata dan interpretasi di Museum Kota Makassar, kerja sama dengan pihak terkait seperti pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan komunitas lokal sangat Melalui kolaborasi yang baik, dapat dilakukan penelitian, pengembangan, dan inovasi dalam Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 421 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. bidang pariwisata dan interpretasi yang dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengunjung dan masyarakat setempat. Sebagai kesimpulan, pengembangan aktivitas interpretasi berbasis edukasi di Museum Kota Makassar menawarkan potensi yang menarik untuk meningkatkan pengalaman kunjungan Melalui penggunaan teknik storytelling, permainan, dan media digital, pengunjung dapat memperoleh pengalaman yang berkesan dan edukatif. Namun, perlu dilakukan upaya terus-menerus dalam mengembangkan aktivitas interpretasi, meningkatkan aksesibilitas informasi, dan memperhatikan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Kolaborasi dengan pihak terkait juga menjadi kunci dalam mencapai tujuan pengembangan pariwisata dan interpretasi yang sukses di Museum Kota Makassar. SIMPULAN Berdasarkan penelitian mengenai daya tarik wisata Museum Kota Makassar, terdapat beberapa kesimpulan yang dapat diambil. Pertama, pengembangan aktivitas interpretasi berbasis edukasi di Museum Kota Makassar merupakan sebuah inovasi yang baru dalam kunjungan ke museum Dengan menerapkan teknik storytelling, pengembangan aktivitas interpretasi ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan, berkesan, dan edukatif bagi wisatawan yang mengunjungi Museum Kota Makassar. Selain itu, permainan-permainan yang disajikan juga telah disesuaikan dengan karakteristik daya tarik wisata Museum Kota Makassar. Namun, meskipun potensi museum ini sudah ada, masih terdapat kekurangan dalam aksesibilitas informasi mengenai koleksi yang dipamerkan. Penelitian juga melibatkan uji coba aktivitas interpretasi dengan melibatkan empat wisatawan lokal yang mengunjungi Museum Kota Makassar. Dalam uji coba tersebut, wisatawan terlibat dalam berbagai macam aktivitas interpretasi yang telah dirancang sebelumnya. Untuk memperkuat hasil penelitian, pelaksanaan kegiatan interpretasi ini direkam dalam bentuk video pendek sebagai bukti pelaksanaan aktivitas interpretasi yang telah dikembangkan. Berdasarkan kesimpulan tersebut, terdapat beberapa saran yang dapat disampaikan. Pertama. Dinas Kebudayaan Kota Makassar dan pengelola Museum Kota Makassar diharapkan dapat mengembangkan aktivitas interpretasi agar lebih diminati oleh wisatawan. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan variasi aktivitas interpretasi dan merancangnya agar lebih menarik sebagai sarana penyampaian informasi kepada wisatawan. Selanjutnya, pengelola museum dapat meningkatkan penyajian aktivitas interpretasi dengan menggunakan media non-personal, seperti blog, yang memberikan informasi yang lebih detail tentang koleksi museum. Selain itu, penambahan barcode pada setiap koleksi juga dapat mempermudah wisatawan dalam mengakses informasi yang lebih rinci tentang koleksi sejarah di museum. Dengan mengikuti saran-saran tersebut, diharapkan Museum Kota Makassar dapat meningkatkan daya tariknya sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman interpretasi yang unik, menyenangkan, dan edukatif bagi pengunjungnya. DAFTAR PUSTAKA Borg and Gall. Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Budiyono. Alfiyah Program Studi Arsitektur Lanskap, dan Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Rencana Jalur Interpretasi Lanskap Pesisir Sebagai Desa Wisata Di Desa Purwodadi. Kabupaten Malang. Jurnal Buana Sains. Damarjati . Pariwisata Bali. Universitas Pendidikan Ganesha. International Council of Museum (ICOM) . Bagaimana Mendirikan sebuah Museum. Journal Homepage: https://ejournal-fip-ung. id/ojs/index. php/jjem/index 422 | 423 Jambura Journal of Educational Management Volume . Nomor . September 2023. Halaman 395-423 E-ISSN: 2721-2106. DOI: 10. Milles dan Huberman. Analisis Data Kualitatif. Jakarta: Universitas Indonesia Press. Mufidah. Analisis Tingkat Kepentingan dan Kinerja Produk Wisata di Kampung Gajah Wonderland. Universitas Pendidikan Indonesia | Repository. Upi. EduPerpustakaan. Upi. Edu. http://repository. edu/44702/5/S_MRL_1105912_Chapter2. Nafila . Pengembangan Pariwisata Budaya dalam Perspektif Pelayanan Publik. Jurnal Office. Vol. 3, 2017. Pustaka.