|ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 9 | No. 1 | [Januar. [Halaman 9-. DOI: https://doi. org/10. 38215/7bgc7227 Jurnal Teras Kesehatan INOVASI ALAT FIKSASI PADA PEMERIKSAAN RADIOGRAFI FEMUR PROYEKSI LATERAL CROSS TABLE (SISTEMATIK LITERATURE REVIEW) Suwandi 1*. Surdiyah Asriningrum2 Program Studi Radiologi. Politeknik Al Islam Bandung Email: idnawus74@gmail. ABSTRAK Proyeksi lateral cross table pada pemeriksaan radiografi femur memiliki peran penting dalam mendiagnosis trauma ekstremitas bawah, terutama pada pasien dengan kondisi kritis yang tidak memungkinkan reposisi ideal. Tantangan utama prosedur ini adalah menjaga kestabilan ekstremitas untuk menghasilkan citra optimal dan mencegah pengulangan pemeriksaan. Berbagai inovasi alat fiksasi telah dikembangkan untuk meningkatkan kenyamanan pasien, efisiensi pemeriksaan, dan kualitas citra. Tujuan penelitian ini adalah meninjau dan menganalisis secara sistematis invasi alat fiksasi pada pemeriksaan radiografi femur proyeksi lateral cross-table serta mengevaluasi desain, bahan, dan efektivitas klinisnya dalam mengoptimalkan kualitas pemeriksaan radiografi. Penelitian ini menggunakan metode literature review yang sistematis menggunakan pedoman PRISMA 2020, dengan penelusuran artikel pada PubMed. SpringerLink, dan Google Scholar. Dari 250 artikel yang teridentifikasi, 35 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik berdasarkan jenis inovasi, desain, bahan, dan efektivitas klinis. Hasil menunjukkan tren inovasi meliputi desain portabel, sistem modular yang dapat diatur, serta penggunaan bahan ringan seperti aluminium dan velcro strap. Secara klinis, alat ini terbukti mengurangi waktu pemeriksaan, meningkatkan stabilitas posisi, memperbaiki kualitas citra, dan mengurangi paparan radiasi operator. Disimpulkan bahwa inovasi alat fiksasi berkontribusi signifikan terhadap optimalisasi pemeriksaan radiografi femur lateral cross table, dengan rekomendasi pengembangan prototipe dan uji coba klinis lanjutan. Kata kunci: Alat fiksasi, desain inovasi, lateral cross table, radiografi femur ABSTRACT The cross-table lateral projection in femur radiographic examinations plays an important role in diagnosing lower extremity trauma, particularly in patients with critical conditions that do not allow ideal repositioning. The main challenge in this procedure is maintaining limb stability to produce optimal images and prevent repeat radiographic examinations. Various fixation device innovations have been developed to enhance patient comfort, examination efficiency, and image quality. This study aims to systematically review and analyze fixaxtion device innovations in lateral cross-table femur radiography, focusing on design, materials and clinical This study employed is a systematic literature review method in accordance with the PRISMA 2020 guidelines, with article searches conducted in PubMed. SpringerLink, and Google Scholar. Of 250 articles identified, 35 met the inclusion criteria and were thematically analyzed based on innovation type, design, |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 9 | No. 1 | [Januar. [Halaman 9-. DOI: https://doi. org/10. 38215/7bgc7227 Jurnal Teras Kesehatan portable designs, adjustable modular systems, and the use of lightweight materials like aluminum and velcro straps. Clinically, these devices effectively reduce examination time, improve positional stability, enhance image quality, and minimize operator radiation exposure. It is conclused that , fixation devices innovative contribute significantly to the optimization of lateral cross-table femur radiographic examinations, with recommendations for further prototype development and advanced clinical trials. Keywords : design innovation , femur radiography , fixation device, , lateral crosstable. PENDAHULUAN Pemeriksaan radiografi proyeksi lateral cross table pada femur merupakan prosedur penting (Haidar et al. , 2. dalam penatalaksanaan pasien trauma (Miao & Miao, 2. yang mengalami keterbatasan gerak, khususnya pada kasus fraktur ekstremitas bawah (Temmesfeld et al. , 2. Pemeriksaan ini memfasilitasi visualisasi segmen femur dari arah lateral tanpa perlu memindahkan posisi pasien atau melakukan rotasi tubuh yang berisiko memperburuk kondisi klinisnya (Pisoudeh et al. , 2. Meskipun memiliki peran krusial, teknik ini seringkali menghadapi tantangan teknis di lapangan (Lee et al. , 2. , (Yurteri et al. , 2. terutama terkait dengan kestabilan posisi ekstremitas yang diperiksa (Vig et al. , 2. Ketidakstabilan ekstremitas selama proses pemaparan sinar-X dapat menyebabkan artefak gerakan dan citra yang blur (Ugur, 2. , (Zhao et al. , 2. , sehingga mempengaruhi akurasi diagnosis serta menambah paparan radiasi akibat perlunya pengulangan pemeriksaan(De Aguiar et al. , 2. , (Lee et al. Beberapa literatur mencatat bahwa pemanfaatan alat bantu fiksasi sangat diperlukan dalam memastikan ketepatan posisi anatomis (Barrientos et al. , 2. dan mengurangi risiko pergerakan pasien (Ying & Jing, 2. (Peters et al. , 2. Namun, penggunaan alat fiksasi yang ada saat ini masih tergolong konvensional dan kurang ergonomis. Tidak sedikit rumah sakit atau fasilitas layanan radiologi yang masih mengandalkan metode improvisasi menggunakan bantal, selimut, atau bahkan tenaga tambahan dari petugas medis untuk menjaga posisi ekstremitas pasien selama pemeriksaan (Raposo et al. , 2. (Ganjale, 2. Hal ini tidak hanya mengurangi efisiensi kerja, tetapi juga meningkatkan risiko paparan radiasi pada tenaga kesehatan yang membantu proses pemegangan ekstremitas pasien(Li, 2. Dalam satu dekade terakhir, telah muncul beberapa inisiatif untuk mengembangkan alat fiksasi dengan desain yang lebih inovatif dan sesuai dengan prinsip-prinsip ergonomis, misalnya, penelitian oleh Patil dan Reddy . menunjukkan bahwa penggunaan alat bantu fiksasi berbasis adjustable support system dapat meningkatkan stabilitas posisi ekstremitas dan mengurangi waktu pemeriksaan hingga 25%. Selain itu, desain modular dan portabel juga menjadi perhatian utama dalam pengembangan alat fiksasi terkini, karena memungkinkan penggunaannya dalam berbagai kondisi klinis, baik di ruang radiologi maupun di ruang gawat darurat (Zhao, 2. Terlepas dari perkembangan tersebut, belum terdapat kajian komprehensif yang membandingkan berbagai desain alat fiksasi, efektivitasnya dalam praktik klinis, serta potensi modifikasi untuk kebutuhan lokal di fasilitas layanan kesehatan dengan sumber daya terbatas. Oleh karena itu, kajian literatur ini dilakukan untuk merangkum, menelaah, dan menganalisis berbagai inovasi alat fiksasi pada pemeriksaan radiografi femur proyeksi lateral cross table yang telah dikembangkan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Pendekatan yang digunakan adalah tinjauan pustaka |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 9 | No. 1 | [Januar. [Halaman 9-. DOI: https://doi. org/10. 38215/7bgc7227 Jurnal Teras Kesehatan sistematis dengan penelusuran data dari jurnal-jurnal internasional bereputasi yang memuat studi desain alat fiksasi radiologi, teknik radiografi ortopedi, serta evaluasi kualitas citra. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengidentifikasi celah penelitian dan potensi pengembangan alat fiksasi yang lebih efektif, aman, dan sesuai standar radioproteksi. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis bagi tenaga kesehatan, khususnya radiografer, dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan radiologi serta menambah khazanah ilmiah di bidang teknologi Nilai kebaharuan dari studi ini terletak pada analisis perbandingan terhadap desain inovatif yang ada, serta rekomendasi arah pengembangan alat fiksasi yang adaptif terhadap kebutuhan klinis dan teknis di era radiologi modern. METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan paradigma post-positivisme, yang mengakui bahwa kebenaran dapat ditemukan melalui pendekatan objektif namun tetap mempertimbangkan kemungkinan adanya bias atau keterbatasan dalam pengumpulan dan interpretasi data. Oleh karena itu, metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan tinjauan pustaka secara sistematis . ystematic literature revie. Pendekatan ini digunakan karena dianggap tepat untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan menyintesis berbagai hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan inovasi alat fiksasi dalam pemeriksaan radiografi proyeksi lateral cross table pada femur. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan, yaitu dari bulan Mei hingga Juli 2025, dengan proses penelusuran literatur yang dilakukan secara daring dari Bandung. Indonesia, tanpa batasan geografis terhadap asal publikasi. Penelitian ini tidak memiliki batasan lokasi fisik karena berbasis pada dokumen dan arsip. namun, proses tinjauan literatur dilakukan secara sistematis melalui akses ke berbagai jurnal ilmiah yang tersedia dalam database daring seperti PubMed. SpringerLink. Google Scholar, dan ResearchGate. Adapun kriteria inklusi dalam penelusuran literatur meliputi: Artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir . 5Ae2025. Artikel berbahasa Inggris . Artikel yang dikaji merupakan publikasi yang membahas alat bantu fiksasi dalam konteks pemeriksaan radiografi ekstremitas bawah, khususnya pada proyeksi lateral cross table. Kriteria seleksi mencakup penelitian berbasis empiris . aik eksperimental maupun pengembanga. dan/atau studi literatur yang menyajikan desain inovatif alat bantu, serta memiliki akses penuh terhadap teks lengkap . ull Sedangkan kriteria eksklusi adalah Artikel yang hanya membahas teknik pemeriksaan radiografi tanpa membahas alat fiksasi. Artikel non-ilmiah, editorial, opini, dan laporan kasus tanpa evaluasi metode. Duplikasi publikasi atau artikel dengan kualitas metodologi yang rendah. Proses pencarian dimulai dengan menentukan kata kunci yang sesuai dan relevan, seperti: Auradiographic positioning, femur, cross-table lateral, limb immobilization device, fixation tool for radiography, trauma imaging, dan innovative positioning devicesAy. Selanjutnya, dilakukan proses seleksi dengan menelaah judul dan abstrak, yang kemudian dilanjutkan dengan penelaahan menyeluruh terhadap isi artikel guna memastikan relevansi. Artikel yang lolos seleksi dikodekan menggunakan template matriks literatur yang memuat informasi seperti: penulis, tahun, tujuan penelitian, jenis alat yang dikembangkan, metode evaluasi, dan hasil utama. Data yang diperoleh dari literatur dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Temuantemuan utama dikelompokkan berdasarkan tema seperti: . jenis inovasi alat fiksasi, . bahan dan desain alat, . dampak terhadap kualitas citra radiografi, . kenyamanan pasien Anderson, , & White. dan operator, serta . efisiensi waktu dan radiasi (Thomas & Wilkins. Roberts & Allen, 2019. Tran & Nguyen, 2. Sintesis data dilakukan secara naratif dan |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 9 | No. 1 | [Januar. [Halaman 9-. DOI: https://doi. org/10. 38215/7bgc7227 Jurnal Teras Kesehatan kritis untuk melihat konsistensi, kesenjangan, dan potensi pengembangan lebih lanjut dari inovasi alat fiksasi yang ada. Berdasarkan proses seleksi literatur yang dilakukan sesuai dengan protokol Diagram PRISMA seperti gambar di bawah, diperoleh sebanyak 35 artikel ilmiah yang relevan untuk dianalisis secara kualitatif. Artikel-artikel ini mencakup desain alat fiksasi ekstremitas bawah dalam konteks pemeriksaan radiografi trauma, khususnya yang berfokus pada stabilisasi ekstremitas saat proyeksi lateral cross- t Screening Identification Identification of studies via databases and registers Records identified from*: Databases . =234 ) Registers . =16 ) Records screening:. =250 ) Records screened . =210 ) Records excluded** . =145 ) Reports sought for retrieval . =65 ) Reports not retrieved . =0 ) Reports assessed for eligibility . = . Included Reports excluded with Reason . = . Studies included in review . =35 ) Reports of included studies . =35 ) Diagram 1 Identifikasi, seleksi, penyaringan, dan inklusi artikel yang dimasukkan ke dalam review. Sumber : Page. McKenzie. Bossuyt. Boutron. Hoffmann. Mulrow. & Moher. The PRISMA 2020 statement: An updated guideline for reporting systematic BMJ, 372, n71. https://doi. org/10. 1136/bmj. |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 9 | No. 1 | [Januar. [Halaman 9-. DOI: https://doi. org/10. 38215/7bgc7227 Jurnal Teras Kesehatan HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Penelitian yang Direview Penelitian penelitian yang direview diterbitkan dari tahun 2015 Ae 2025. Penyebaran data antara tahun 2015 hingga 2018 terkait alat fiksasi konvensional dan perbaikan ergonomis yang bersifat Sementara itu, periode 2019Ae2025 didominasi oleh inovasi alat fiksasi yang mengadopsi teknologi modern, seperti sistem magnetik, dapat disesuaikan . , dan Peningkatan signifikan dalam inovasi ini selama lima tahun terakhir dipengaruhi oleh kemajuan teknologi material serta tingginya kebutuhan di instalasi gawat darurat (IGD) dan pusat penanganan trauma. Jenis Penelitian Desain penelitian berupa pengembangan prototipe alat . esign-based researc. Eksperimen klinis terbatas . ji coba alat di klinik/radiolog. sebanyak 30%, observasi atau studi deskriptif tentang efektivitas penggunaan alat sebanyak 20%, dan review teknologi atau studi perbandingan dengan alat konvensional sebanyak 10% Jenis Inovasi Alat Fiksas Tabel 1 Jenis Inovasi Alat Fiksasi Jenis Inovasi Persentase Modular Adjustable Device Portable Immobilization System Magnetic-Based Limb Support Conventional (Manual Suppor. for Comparison Sumber: Disintesis dari artikel ke-3 (Cho et al. , 2. , ke-7 (Xu et al. , 2. , ke-11 (Peters et al. , 2. ke-13 (Addevico et al. , 2. , dan ke-17 (Haidar et al. , 2. dalam matriks literatur Desain dan Bahan Alat Desain alat fiksasi meliputi fitur ketinggian dan sudut yang dapat disesuaikan (Zhao et al. , 2. djustable height and angl. , bentuk yang dapat dilipat dan mudah dibawa . oldable/portable desig. , serta rangka ergonomis yang dirancang aman untuk pasien dengan trauma. Material yang digunakan terdiri dari aluminium ringan, bantalan busa . oam pa. untuk meningkatkan kenyamanan pasien, serta pengunci berupa tali velcro atau sabuk elastis. Beberapa penelitian juga menerapkan teknologi magnetik untuk fiksasi non-invasif. Efektivitas Klinis yang Dilaporkan. Berikut adalah grafik efektivitas inovasi alat fiksasi pada pemeriksaan radiografi femur proyeksi lateral cross table berdasarkan hasil systematic literature review: |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 9 | No. 1 | [Januar. [Halaman 9-. DOI: https://doi. org/10. 38215/7bgc7227 Jurnal Teras Kesehatan Diagram 2 Grafik Efektivitas Inovasi Alat Fiksasi Berdasarkan grafik di atas, waktu Pemeriksaan merupakan outcome yang paling sering membaik dengan inovasi alat. Pernyataan tersebut sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Peter yang menyatakan bahwa alat bantu posisi seperti traction table mempercepat prosedur, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi kebutuhan reposisi manual Peters et al. Kualitas citra dan pengulangan foto meningkat Xu et al. , karena stabilisasi ekstremitas lebih baik, kenyamanan pasien efektivitas sedang, karena beberapa alat belum uji nyeri atau kenyamanan, sedangkan paparan radiasi berkurang karena posisi ekstremitas lebih stabil, operator lebih aman. Geografi Penelitian Penelitian berasal dari berbagai negara: Asia (India. China. Jepang. Kore. sebanyak 45%. Eropa (Jerman. Swiss. Inggri. sebanyak 30%. Amerika & Kanada sebanyak 15% dari negara lainnya (Mesir. Turk. sebanyak 10%. Dari 35 artikel yang ditelaah, sebagian besar berfokus pada pengembangan alat fiksasi inovatif yang mengedepankan aspek ergonomis dan portabilitas guna mendukung pemeriksaan radiografi femur proyeksi lateral cross table. Tujuan utama dari inovasi tersebut adalah untuk meminimalkan pergerakan pasien trauma, meningkatkan kualitas citra, mempercepat alur kerja radiologi, serta mengurangi paparan radiasi terhadap tenaga medis. Penilaian kualitas dilakukan menggunakan kriteria dari Joanna Briggs Institute (JBI) dan CASP Checklist yang disesuaikan dengan topik inovasi alat fiksasi dan desain prototipe medis. Hasil Penilaian Kualitas 35 Artikel Tabel 2 Kategori Kualitas Kualitas Studi Jumlah Studi Persentase Kualitas Tinggi 15 studi Kualitas Sedang 14 studi Kualitas Rendah 6 studi Sumber data: Disintesis dari hasil 35 artikel yang direview dalam penelitian ini, khususnya . , 4, 5, 6, 7, 11, 13, 19, 20, 23, 27, 31, 32, . yang melaporkan efek langsung terhadap waktu pemeriksaan, kualitas citra, kenyamanan pasien, pengulangan foto, dan paparan radiasi. |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 9 | No. 1 | [Januar. [Halaman 9-. DOI: https://doi. org/10. 38215/7bgc7227 Jurnal Teras Kesehatan Tabel 3 Ringkasan Kualitas Studi Kriteria Hasil Umum pada 35 Studi Tujuan Penelitian Jelas 100% studi Desain Alat Dijelaskan 85% studi Pengujian Alat pada Pasien/Simulasi 60% studi Outcome Kuantitatif . aktu, kualitas citra, kenyamana. 57% studi Risiko Bias Rendah 43% studi Keterbatasan Dijelaskan 65% studi Jadi Sebagian besar studi berkualitas baik hingga sedang, mendukung pengembangan inovasi alat fiksasi dalam radiografi trauma, kelemahan umumnya adalah masih banyak studi yang belum menguji langsung pada pasien trauma atau membandingkan dengan alat konvensional secara statistic, sehingga diperlukan penelitian lanjutan berbasis uji klinis dengan kontrol yang lebih ketat untuk validasi lebih lanjut. Risk of Bias (RoB) pada 35 Artikel Berdasarkan analisis terhadap metodologi, desain studi, dan laporan hasil dari 35 artikel tersebut, berikut adalah ringkasan penilaian bias: Tabel 4 Risk of Bias (RoB) Kategori Jumlah Studi Persentase Bias Rendah (Low Ris. 12 studi Bias Sedang (Some Concern. 15 studi Bias Tinggi (High Ris. 8 studi Studi menunjukkan bahwa tren desain alat fiksasi terbaru menitikberatkan pada penggunaan bahan ringan seperti aluminium atau foam pad, dan modulasi tinggi yang adjustable untuk mendukung ergonomi dan fleksibilitas (Haidar et al. , 2021. Peters et al. , 2. Alat tersebut dilaporkan meningkatkan kualitas citra dan waktu pemeriksaan karena ekstremitas stabil tanpa keterlibatan langsung operator (Haidar et al. , 2. Studi simulasi Zhang et al. juga menegaskan bahwa stabilisasi posisi pasien signifikan dalam mengurangi artefak dan retake. Dalam konteks ini, alat fiksasi modular ergonomis menjadi solusi mendukung prinsip radioproteksi, kenyamanan pasien, dan efisiensi workflow dalam prosedur radiografi trauma. Sebagian besar inovasi alat fiksasi yang ditinjau menggunakan bahan aluminium ringan. Aluminium memiliki keunggulan karena berdaya tahan tinggi sehingga dapat digunakan berulang kali tanpa mengalami deformasi signifikan. Dapat didaur ulang . sehingga mendukung prinsip circular economy di fasilitas kesehatan (Walker & Evans, 2. Hal ini menjadikan aluminium lebih ramah lingkungan dibanding bahan plastik sekali pakai yang umum digunakan dalam alat fiksasi tradisional. Desain Reusable (Multi-Us. Sekitar 40% dari alat fiksasi yang di-review dapat digunakan kembali . , artinya dapat dipakai berulang setelah proses desinfeksi. Studi rekasional klinis membuktikan bahwa penggunaan kembali komponen eksternal fiksator, termasuk frame melingkar, aman dan berpotensi menghemat biaya hingga 25-60% tanpa meningkatkan komplikasi penyakit (Tanghiri |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 9 | No. 1 | [Januar. [Halaman 9-. DOI: https://doi. org/10. 38215/7bgc7227 Jurnal Teras Kesehatan et al. , 2007. Reuser et al. , 2. Pilihan penggunaan alat reusable juga didukung oleh bukti bahwa instrumen yang dapat dipakai ulang memberi keuntungan biaya dan mengurangi limbah medis dibandingkan dengan barang sekali pakai (Chauvet et al. , 2. Minim Limbah melalui Sistem Strap Penggunaan alat imobilisasi seperti strap velcro atau fiksator eksternal yang ergonomis telah terbukti meningkatkan stabilitas ekstremitas tanpa menambah kompleksitas prosedur. Studi oleh Cho et al. menunjukkan bahwa perangkat imobilisasi fluoroskopi dapat menurunkan waktu eksposur, jumlah shot yang dibutuhkan, serta DAP efektif, sementara sekaligus mengurangi artefak gerak dan kesalahan pencitraan. Studi mekanik oleh Rasmussen et al. pada model splint lengan bawah cadaver menegaskan bahwa alat imobilisasi mekanik lebih efektif membatasi gerakan ekstremitas dibandingkan gips tradisional atau bahan elastis lainnya. Temuan ini mendukung klaim bahwa desain fiksasi yang ergonomis dan stabil tidak hanya memperbaiki kualitas citra dan efektivitas waktu pemeriksaan, tetapi juga membantu mengurangi paparan radiasi dan limbah medis. Studi Patra et al. melaporkan dosis radiasi dan durasi eksposur yang signifikan selama metode fluoroskopi intramedullary nailing, menunjukkan penurunan dosis pada operator yang lebih berpengalaman. Sementara Rashid et al. memperkuat temuan ini, bahwa paparan radiasi sangat dipengaruhi oleh waktu screening dan jumlah image yang diambil. Data historis dari Olsson et al. membantu memperlihatkan variasi dosis pada berbagai teknik trauma . ailing, plating, dll. ), sedangkan Roux et al. membandingkan dosis berdasarkan jenis alat trauma minimal invasif. Lebih lanjut, studi oleh Patel et al. menekankan bahwa desain fixator dapat memengaruhi artefak citra CT, yang secara analog relevan untuk pencitraan Penggunaan alat fiksasi magnetik dalam prosedur radiografi trauma menunjukkan potensi yang signifikan dalam meningkatkan stabilitas posisi ekstremitas pasien serta mengurangi keterlibatan langsung operator. Stabilitas posisi merupakan faktor kunci dalam memastikan kualitas citra dan efisiensi prosedur. Penelitian Evans et al. menggunakan analisis gerak 3D untuk mengevaluasi efektivitas berbagai teknik imobilisasi servikal, dan hasilnya menunjukkan bahwa alat fiksasi eksternal mampu membatasi gerakan rotasi dan fleksi hingga lebih dari 60%, sehingga mengurangi kebutuhan manipulasi ulang dan potensi kesalahan posisi. Hal ini dapat dikaitkan secara analogis dengan kebutuhan stabilisasi ekstremitas bawah dalam proyeksi radiografi lateral cross-table. Lebih lanjut, studi oleh Addevico et al. yang membandingkan empat alat fiksasi eksternal MRI-conditional menunjukkan bahwa penggunaan bahan non-ferromagnetik dan desain ergonomis tidak hanya mendukung kualitas pencitraan yang optimal tetapi juga memberikan keuntungan dari sisi keamanan radiasi, karena tidak menimbulkan artefak signifikan dan mengurangi intervensi manual operator. Kedua temuan ini menegaskan bahwa inovasi dalam desain alat fiksasi, termasuk yang berbasis magnetik, dapat berkontribusi pada peningkatan akurasi posisi, efisiensi alur kerja, dan keselamatan dalam prosedur radiografi trauma. Temuan-temuan tersebut diperkuat oleh studi Baumgartner et al. yang melaporkan penurunan paparan radiasi hingga sekitar 60% saat operator menggunakan dosimetri real-time selama prosedur traumatologi ortopedi. Hasil ini sejalan dengan temuan dari RCT oleh Yoo . yang menunjukkan bahwa penggunaan distal targeting device dalam pemasangan locking screw secara signifikan menurunkan jumlah eksposur dan meningkatkan akurasi prosedur. |ISSN . : 2622-2396 | ISSN . : 2622-3805 | Vol. 9 | No. 1 | [Januar. [Halaman 9-. DOI: https://doi. org/10. 38215/7bgc7227 Jurnal Teras Kesehatan KESIMPULAN Kajian literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis berbagai inovasi alat fiksasi yang digunakan pada pemeriksaan radiografi femur proyeksi lateral cross Berdasarkan hasil analisis terhadap 35 artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir, ditemukan bahwa tren pengembangan alat fiksasi mengalami kemajuan signifikan, khususnya dalam aspek desain ergonomis, portabilitas, efisiensi waktu pemeriksaan, dan peningkatan kualitas citra radiografis. Inovasi seperti penggunaan bahan ringan . , sistem modular yang dapat disesuaikan, serta penggunaan velcro strap sebagai alat pengunci menjadi penanda penting dalam evolusi alat bantu fiksasi modern. Penelitian-penelitian terbaru menunjukkan bahwa penggunaan alat fiksasi inovatif mampu mengurangi waktu pemeriksaan, menghindari pergerakan pasien selama eksposur (Barrientos et , 2. , serta mengurangi kebutuhan keterlibatan langsung operator (Lee et al. , 2. , sehingga mendukung prinsip radioproteksi (Young et al. , 2. Meskipun begitu, sebagian besar inovasi masih bersifat eksperimental dan belum terstandardisasi secara global, khususnya dalam konteks implementasi di fasilitas kesehatan dengan keterbatasan teknologi dan anggaran. Temuan dalam studi ini memberikan gambaran bahwa inovasi alat fiksasi tidak hanya meningkatkan mutu pelayanan radiologi, tetapi juga berpotensi menjadi solusi aplikatif dalam praktik klinis darurat. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya perlu difokuskan pada pengembangan prototipe alat fiksasi berbasis hasil sintesis kajian ini, dengan pendekatan penelitian tindakan . ction researc. atau eksperimen langsung di lapangan. Uji validitas desain secara klinis juga direkomendasikan guna mengevaluasi efektivitas, tingkat keamanan, dan kenyamanan alat pada beragam kondisi pasien. Penelitian kolaboratif lintas disiplin antara bidang radiologi, teknik biomedis, dan ergonomi juga sangat diperlukan untuk mewujudkan alat bantu fiksasi yang ideal dan terjangkau. Dengan demikian, kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap literatur ilmiah di bidang radiografi trauma dan menjadi pijakan awal bagi inovasi alat medis yang adaptif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pelayanan kesehatan UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Politeknik Al Islam Bandung, khususnya kepada LPPM dan Program Studi D-i Radiologi, atas dukungan moril dan penyediaan fasilitas selama proses penulisan artikel ini. Rasa terima kasih juga ditujukan kepada perpustakaan dan pengelola jurnal online yang telah memfasilitasi akses ke sumber-sumber literatur ilmiah yang mendukung studi ini. DAFTAR PUSTAKA