Volume 13 No. 1 Juni Tahun 2024 Online: https://jurnal. id/index. php/ibnunafis Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis ISSN 2252-6870 (Prin. | ISSN 2613-9359 (Onlin. Artikel Penelitian FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN DIARE AKUT PADA MASYARAKAT DI DUSUN IV DESA PERCUT KECAMATAN PERCUT SEI TUAN FACTORS INFLUENCING THE INCIDENCE OF ACUTE DIARRHEA IN THE COMMUNITY IN VILLAGE IV. PERCUT VILLAGE. PERCUT SEI TUAN SUB-DISTRICT Tiara Ramadhani Irwandaa. Tamsil Syafiuddin b a Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Jl. STM No. Medan. Indonesia b Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara. Jl. STM No. Medan Indonesia Histori Artikel ABSTRAK Diterima: 27 Februari 2024 Penyakit diare merupakan masalah global di banyak negara, terutama di negara Diare merupakan salah satu penyebab utama tingginya angka kesakitan dan kematian anak di dunia. Sekitar 1,7 juta kasus diare ditemukan setiap tahunnya di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada masyarakat di Dusun IV Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan. Rancangan penelitian ini menggunakan metode cross sectional yang dimulai dari bulan September sampai Desember 2022 di Dusun IV Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan. Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah masyarakat Dusun IV Desa Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang yang mengalami diare yang tercatat di Puskesmas Tanjung Rejo tahun 2021 dengan sampel 36 orang. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa hasil di atas menunjukkan bahwa responden pada kelompok kasus sebagian besar berusia 36-46 tahun yaitu sebanyak 17 orang . ,2%), dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 24 orang . ,7%) dan berpendidikan SMA sebanyak 25 orang . ,1%) mengalami diare dengan tingkat pengetahuan kurang . ,9%) yang memiliki perilaku tidak mencuci tangan sebelum makan dengan sabun dan air mengalir atau hanya dengan air mengalir . ,6%) dan tidak memiliki sumber air dari PDAM, berwarna dan berbau 100%, dan tidak memiliki penampungan khusus saluran air limbah . ,6%). Revisi: 29 April 2024 Terbit: 1 Juni 2024 Kata Kunci ABSTRACT Pengetahuan. Perilaku Mencuci Tangan. Sumber Air. Jamban Sehat. Pembuangan Air Limbah Diarrhea disease is a global problem in many countries, especially in developing Diarrhea is one of the main causes of high child morbidity and mortality in the world. About 1. 7 million cases of diarrhea are found annually in the world. This study aims to determine the factors that influence the incidence of diarrhea in the community in Hamlet IV. Percut Village. Percut Sei Tuan District. The research design used a cross-sectional method starting from September to December 2022 in Hamlet IV. Percut Village. Percut Sei Tuan District. The target population in this study were the people of Hamlet IV. Percut Village. Percut Subdistrict. Sei Tuan District. Deli Serdang Regency who experienced diarrhea recorded at the Tanjung Rejo Health Center in 2021 with a sample of 36 people. Based on the results of the analysis it is known that the results above show that the respondents in the case group were mostly aged 3646 years, namely 17 people . 2%), with female sex as many as 24 people . 7%) and 25 high school educated people . 1%) have diarrhea with a lack of knowledge . 9%) who have the behavior of not washing their hands before eating with soap and running water or only with running water . 6%) and do not have a water source from PDAM , colored and smelled 100%, and did not have a special waste water reservoir . 6%). Korespondensi Telp : 081235955823 Email: irwandatiara2312@gmail. Tiara Ramadhani Irwanda Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No. 1 Juni Tahun 2024 PENDAHULUAN sampai kerumah-rumah, atau tercemar pada saat Diare merupakan salah satu penyebab disimpan dirumah. Selain itu kebiasaan mencuci utama kesakitan dan kematian hampir di seluruh tangan pada saat memasak makanan atau sesudah daerah geografis di dunia dan semua kelompok buang air besar (BAB) akan memungkinkan usia dapat terserang. Diare menjadi salah satu penyebab utama mordibitas dan mortalitas pada belakang di atas maka peneliti tertarik untuk anak di negara berkembang. Diare ditandai mempengaruhi kejadian penyakit diare di Desa intensitas buang air besar secara berlebihan Percut Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten . ebih dari 3 kali dalam kurun waktu satu har. Deli Serdang tahun 2021Ay. Penanganan cepat sangat dibutuhkan untuk METODE Berdasarkan Penelitian faktor-faktor penelitian analitik obsrvasional menggunakan kekurangan cairan yang dapat menyebabkan rancangan cross sectional, bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi Faktor risiko yang dapat menimbulkan kejadian diare pada masyarakat di desa percut penyakit diare adalah faktor lingkungan, faktor kecamatan percut sei tuan, deli serdang, sumatera utara dengan sampel pada penelitian ini adalah pengetahuan masyarakat tentang diare. Faktor- seluruh data penderita diare di dusun IV desa percut kecamatan percut sei tuan kabupaten deli mencuci tangan ketika akan makan dan setelah serdang yang mengalami diare yang berobat di buang air besar serta melakukan pembuangan puskesmas tanjung rejo sebanyak 36 orang. tinja dengan cara yang salah. Faktor-faktor lingkungan yang buruk misalnya Sampel penelitian dipilih dengan metode total sampling, dengan kriteria inklusi yang sanitasi yang tidak memenuhi syarat maupun bersedia menjadi responden dan datang dengan fasilitas sarana prasarana air bersih yang tidak menderita diare dengan variable penelitian yaitu variable independen adalah umur, jenis kelamin. Pengetahuan merupakan salah satu faktor pendidikan, pengetahaun, perilaku cuci tangan, air besih, jamban sehat dan pembuangan air limbah dengan membagikan kuesioner pada pengetahuan rendah tidak akan memahami responden dan menggunakan analisa univariat bagaimana cara melakukan pencegahan terhadap yang telah disetujui oleh bagian EC dengan Padahal secara teori, diare dapat dicegah No. 307/EC/KEPK. UISU/XI/2022. Masyarakat dengan mengetahui penyebabnya. Beberapa HASIL risiko mengalami diare seperti faktor lingkungan yang meliputi pengolahan sampah, saluran limbah maupun sumber air. Pengolahan sampah dan saluran limbah yang tidak tepat dapat menyebabkan terjadinya diare, hal ini disebabkan karena vektor lalat yang hinggap di sampah atau limbah lalu kemudian hinggap dimakanan. Selain itu, diare dapat terjadi apabila seseorang menggunakan air yang sudah tercemar baik tercemar dari sumbernya, selama perjalanan Tabel 1. Karakteristik Responden Karakteristik Usia 25 Ae 35 tahun 36 Ae 46 tahun 47 Ae 57 tahun Total Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Total Pendidikan SMP SMA Total Tiara Ramadhani Irwanda Frekuensi Persentase 22,2% 47,2% 30,6% 33,3% 66,7% 8,3% 22,2% 69,5% Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No. 1 Juni Tahun 2024 Berdasarkan tabel 1 menunjukkan bahwa pada kelompok kasus, paling banyak masyarakat pada kelompok kasus, paling banyak berusia 36- yang memiliki Perilaku tidak mencuci tangan 46 tahun yaitu sebanyak 17 orang . ,2%), sebelum makan dengan sabun dan air mengalir berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 24 atau hanya dengan air mengalari saja yaitu sebanyak 20 orang . ,6%), sedangkan pada . ,7%). SMA sebanyak 25 orang . ,5%). kelompok kasus masyarakat yang memiliki perilaku mencuci tangan sebelum makan dengan Tabel 2. Distribusi Responden Karakteristik Pengetahuan Baik Kurang Baik Perilaku mencuci Tidak cuci tangan sebelum makan dengan sabun dan air mengalir atau hanya dengan air mengalir saja Cuci tangan sebelum makan dengan sabun dan air mengalir Sumber air Sumber air dari PDAM, tidak berwarna, tidak Sumber air dari bukan PDAM, berwarna, berbau Jamban sehat Mempunyai jamban sendiri di rumah dengan septitanc atau menggunakan wc Tidak mempunyai jamban sendiri di rumah dengan septitanc atau sembarang tempat Pembuangan air Tidak memiliki tempat penampung khusu saluran Memiliki tempat penampung khusus sabun dan air mengalir sebesar yaitu sebanyak 16 Frekuensi Persentase 61,1% 38,9% 55,6% . ,4%). Tentang masyarakat di Dusun IV Desa Percut yang mengalami kejadian diare menunjukkan bahwa semua masyakarat yang berada di Dusun IV yang mengalami kejadian diare tidak memiliki Sumber air dari PDAM, berwarna tetapi tidak berbau yaitu sebanyak 36 oarang . %). Tentang 44,4% jamban sehat pada masyarakat di Dusun IV Desa Percut menunjukkan bahwa pada kelompok kasus, paling banyak responden yang tidak memiliki Jamban sendiri di rumah dengan septitanc atau menggunakan sembarang tempat yaitu sebanyak 22 orang . ,9%), sedangkan pada kelompok 38,9% responden yang mempunyai jamban sendiri di rumah dengan septitanc atau menggunakan wc umum yaitu sebanyak 14 orang . ,1%). Tentang pembuangaan air limbah pada masyakarat di 61,1% dusun iv desa percut yang mengalami kejadian diare menunjukkan bahwa pada kelompok kasus, paling banyak responden tidak memiliki tempat penampungan khusus saluran pembuangan yaitu 55,6% sebanyak 20 orang . ,6%), sedangkan pada 44,4% . ,4%)berdasarkan hasil penelitian observasi Berdasarkan tabel 2 tentang pengetahuan tentang pembuangaan air limbah pada masyakarat pada masyarakat di Dusun IV Desa Percut yang di dusun iv desa percut yang mengalami kejadian mengalamai kejadian diare, responden kelompok diare menunjukkan bahwa pada kelompok kasus, kasus didasarkan pada jawaban pada setiap butir paling banyak responden tidak memiliki tempat penampungan khusus saluran pembuangan yaitu responden berpengetahuan baik yaitu sebanyak sebanyak 20 orang . ,6%), sedangkan pada 22 orang . ,1%), sedangkan responden yang berpengetahuan kurang baik yaitu sebanyak 14 orang . ,9%). Tentang perilaku mencuci tangan sebesar yaitu sebanyak 16 orang . ,4%). pada masyarakat di Dusun IV Desa Percut yang mengalami kejadian diare menunjukkan bahwa Tiara Ramadhani Irwanda Jurnal Kedokteran Ibnu Nafis Volume 13 No. 1 Juni Tahun 2024 DISKUSI