Amalia, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 Al-Tarbiyah al-Mustamirrah: Jurnal Pendidikan Islam Pengelola: Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Penerbit: Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar Website: hhtps://ejournal. id/ojs/index. php/at-tarbiyah Email: at-tarbiyah@uinmybatusangkar. P-ISSN: E-ISSN: PENGEMBANGAN E-MODUL PEMBELAJARAN PAI KELAS Vi MELALUI APLIKASI FLIPBOOK UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR P E S E R T A D I D I K D I M T S S MARDIYAH ISLAMIYAH Yuni Amalia STAIN Mandailing Natal. Sumatera Utara. Indonesia yuniamalia2121@gmail. Fuji Pratami STAIN Mandailing Natal. Sumatera Utara. Indonesia fujipratami@stain-madina. Khairurrijal. STAIN Mandailing Natal. Sumatera Utara. Indonesia khairurrijal@stain-madina. Corresponding Author Received:12-12-2025 Revised:22-12-2025 Approved:27-12-2025 Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana proses pembelajaran sebelum dan sesudah diterapkannya e-modul berbasis Fliobook, mengukur tingkat validitas emodul tersebut, serta mengevaluasi kepraktisannya dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam kelas Vi pada materi Sejarah Berdirinya Daulah Abbasiyah di MTsS Mardiyah Islamiyah. Model pengembangan yang digunakan adalah model 4d, yang terdiri dari 4 tahapan, yaitu: Difine . Design . Development . dan Dessiminate . , tapi pada penelitian tahap Dessiminate tidak dilakukan hanya melewati tiga tahapan saja. Penelitian ini melibatkan 30 peserta didik kelas Vi At-Tin di MtsS Mardiyah Islamiyah pada tahun ajaran 2025/2026 sebagai subjek uji coba. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data meliputi untuk mengukur validitas dan kepraktisan. Teknik analisis data meliputi analisis validitas, dan kepraktisan. Penggunaan e-modul membuat pembelajaran lebih aktif, peserta didik lebih fokus dan mudah memahami materi serta minat belajar peserta didik meningkat. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil validasi dari validator materi dan media yang menunjukkan bahwa Modul Ajar pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam berada pada kategori sangat valid dengan persentase sebesar 87,37%. Sedangkan validasi terhadap e-modul yang dikembangkan melalui Flip PDF Corporate menunjukkan tingkat kevalidan yang juga sangat tinggi, dengan persentase sebesar 85,9%. Kepraktisan e-modul dinilai dari tanggapan guru pengampu mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, yang menunjukkan nilai sebesar Amalia, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 86,25% dan termasuk dalam kategori sangat praktis. Sementara itu, hasil respon dari 30 peserta didik kelas Vi At-Tin terhadap penggunaan e-modul menunjukkan tingkat kepraktisan sebesar 85,9%, yang juga tergolong sangat praktis. Kata Kunci: E-Modul. Flipbook. Minat Belajar. Sejarah Kebudayaan Islam. Abstract This study aims to examine the learning process before and after the implementation of a Fliobook-based e-module. This study seeks to investigate the learning process and to evaluate its practicality in teaching Islamic Cultural History (ICH) for Grade Vi students on the topic The History of the Establishment of the Abbasid Dynasty at MTsS Mardiyah Islamiyah. This research employed the 4D development model, which includes four stages: Define. Design. Develop, and Disseminate. However, the Disseminate stage was not carried out in this study, so the research only covered the first three stages. The study involved 30 eighth-grade students from class At-Tin, at MTsS Mardiyah Islamiyah in the 2025/2026 academic year as the trial subjects. The instruments used for data collection included tools to measure validity and practicality. The data analysis procedures included an assessment of both validity and practicality. The use of the e-module made the learning process more active. students became more focused, easily understood the material, and their learning motivation increased. This was evidenced by the validation results from material and media experts, showing that the teaching module for the Islamic Cultural History subject was categorized as very valid with a percentage of 87. Meanwhile, validation of the e-module developed using Flip PDF Corporate also showed a very high level of validity, with a percentage The practicality of the e-module was assessed based on feedback from the Islamic Cultural History teacher, which obtained a score of 86. 25%, categorized as very practical. In addition, the responses from 30 eighth-grade students of class At-Tin regarding the use of the e-module showed a practicality level of 85. 9%, which was also classified as very practical. PENDAHULUAN Pendidikan di tingkat menengah sering menghadapi tantangan dalam meningkatkan minat belajar peserta didik, terutama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Salah satu penyebabnya dapat dilihat dari kurangnya penggunaan media yang menarik dan inovatif dalam proses belajar mengajar. Beberapa faktor yang mempengaruhi hal ini antara lain adalah penggunaan metode, model, dan strategi yang kurang variatif, serta pemilihan media yang tidak efektif. (Prayogi et al. , 2. Oleh karena itu, pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi seperti e-modul melalui aplikasi Flipbook diharapkan dapat menjadi solusi dalam meningkatkan keterlibatan dan minat belajar siswa. Melalui pemanfaatan ICT, proses penyampaian informasi dapat berlangsung dengan cepat dan luas tanpa dibatasi ruang dan waktu. Teknologi ini memungkinkan distribusi informasi dari satu tempat ke tempat lain dalam waktu singkat, sehingga memberikan kontribusi besar dalam memperluas akses terhadap sumber belajar. ICT mampu menjadi media pembelajaran yang berfungsi memperjelas penyampaian materi, memperkaya sumber belajar, serta Amalia, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 meningkatkan motivasi peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (Didik Pada Materi Pelaku Kegiatan Ekonomi Kelas Di MA NU Yosowinangun et al. , 2. Beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pemanfaatan media digital dalam pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Menurut penelitian oleh Asrori . , penggunaan e-modul berbasis multimedia dapat mempercepat pemahaman materi dan meningkatkan minat belajar siswa. (Maheswari, 2. Selain itu, studi oleh Wahyuni . menyebutkan bahwa aplikasi Flipbook, yang mengintegrasikan teks, gambar, dan interaktivitas, dapat memfasilitasi pembelajaran yang lebih menarik dan memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam belajar. Namun, penerapan media tersebut di sekolah-sekolah berbasis agama, khususnya dalam pembelajaran PAI, masih terbilang minim (Agustina, 2. Setiap tema pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka dikembangkan berdasarkan prinsip fleksibilitas, tidak saling bergantung antarsubjek, serta memberi guru kesempatan untuk berinovasi dan membuat pembelajaran yang sesuai dengan konteks siswa . ulyasa dan amirah ulinnuha, 2. Di MTsS Mardiyah Islamiyah, sebagian besar siswa menunjukkan kurangnya minat dalam mengikuti pelajaran PAI. Hal ini terbukti dari rendahnya partisipasi aktif dalam diskusi kelas dan kecenderungan siswa untuk merasa bosan dengan materi yang disampaikan secara konvensional. Selain itu, penggunaan media pembelajaran yang terbatas pada buku teks dan ceramah mengurangi variasi cara penyampaian materi. Oleh karena itu, dibutuhkan inovasi dalam penggunaan media pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa, khususnya dengan memanfaatkan aplikasi Flipbook sebagai alat untuk menyajikan materi yang lebih interaktif dan menarik (Didik Pada Materi Pelaku Kegiatan Ekonomi Kelas Di MA NU Yosowinangun et al. , 2. Sebagian besar guru masih menggunakan buku teks konvensional yang sifatnya monoton dan kurang kontekstual. menjadikan peserta didik pasif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Guru lebih dominan menjelaskan materi sementara peserta didik hanya mendengarkan tanpa terlibat aktif (Suvriadi Panggabean. Srie Faizah Lisnasari. Ika Puspitasari. Listari Basuki. Ahmad Fuadi. Hamdan Firmansyah. Atik BadiAoah. Zaifatur Ridha. Azwar Anwar, 2. Penggunaan metode ceramah secara terus-menerus dapat menimbulkan kejenuhan, menurunkan motivasi belajar, dan menghambat keterlibatan aktif peserta didik dalam pembelajaran (Susanti et al. , 2. Untuk mengatasi masalah tersebut, pengembangan e-modul pembelajaran PAI berbasis aplikasi Flipbook dapat menjadi solusi yang tepat. Flipbook memungkinkan penyajian Amalia, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 materi yang lebih menarik dengan desain interaktif, animasi, dan elemen multimedia Dengan demikian, siswa dapat belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan tidak monoton. Target utama dari pengembangan ini adalah meningkatkan minat belajar siswa, serta memfasilitasi mereka untuk lebih mudah memahami materi PAI yang biasanya dianggap sulit dan membosankan. Diharapkan, e-modul ini juga dapat meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Banyak peserta didik yang mengeluh bosan, bahkan tertidur saat pembelajaran berlangsung. Guru kerap menerapkan metode pembelajaran tradisional dengan cara penyampaian materi melalui ceramah tanpa memanfaatkan media pembelajaran berbasis digital atau e-modul. Selain itu, sekolah belum memiliki sumber belajar tambahan yang dapat menunjang pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam secara maksimal. Keterbatasan buku pelajaran yang dimiliki sekolah juga menjadi faktor penghambat dalam proses pembelajaran. Jumlah buku yang terbatas serta belum adanya bahan ajar tambahan menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan untuk memahami setiap materi yang bertema historis dan konseptual. Kondisi tersebut menyebabkan pada prestasi belajar anak didik yang rendah juga kurangnya minat anak didik untuk mendalami materi. Teori konstruktivisme, yang dikemukakan oleh Piaget dan Vygotsky, menjadi dasar dalam pengembangan e-modul ini. Menurut teori ini, pembelajaran yang efektif terjadi ketika siswa aktif berinteraksi dengan materi pembelajaran dan dapat mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri melalui pengalaman. E-modul berbasis Flipbook yang mengintegrasikan berbagai elemen multimedia dapat mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam proses pembelajaran dan mengaitkan materi dengan pengalaman sehari-hari mereka (Kasmiati, 2. Selain berfungsi sebagai media tambahan dalam kegiatan pembelajaran, e-modul juga membantu peserta didik agar ikut serta secara penuh dalam meningkatkan pemahaman mereka tentang materi. Teori konstruktivisme adalah teori yang menekankan bahwa peserta didik tidak mendapatkan pengetahuan secara langsung, tetapi belajar melalui pembelajaran yang diperoleh dari pengalaman dan keterlibatan dalam lingkungan mereka sendiri, mendukung penggunaan e-modul dalam pembelajaran. Konstruktivisme menganggap belajar sebagai kegiatan dinamis yang melibatkan peserta didik secara langsung dalam membentuk pengetahuan berdasarkan pengalaman dan refleksi pribadi (Budyastuti & Fauziati, 2. Dalam konteks pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, penerapan teori ini berarti peserta didik diajak untuk memahami peristiwa sejarah Islam melalui eksplorasi, analisis, dan refleksi, bukan sekadar menerima Amalia, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 informasi dari guru. E-modul berbasis flipbook mendukung hal ini karena memungkinkan peserta didik belajar mandiri, mengeksplorasi materi sesuai ritme belajar masing-masing, serta memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna. Dalam konteks pembelajaran, teori yang relevan untuk masalah ini dapat dibagi menjadi dua kategori utama: teori pembelajaran dan teori media pendidikan. Dari sisi teori pembelajaran, konstruktivisme dan teori pembelajaran multimedia yang dikembangkan oleh Mayer . memberikan dasar yang kuat untuk penggunaan teknologi dalam Sementara itu, dari perspektif teori media pendidikan, penggunaan Flipbook sebagai alat bantu ajar dapat dikategorikan sebagai media pembelajaran interaktif berbasis teknologi yang mengintegrasikan teks dan gambar untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih holistik dan menarik bagi siswa (Arista, 2. Sehingga saat ini penelitian mengenai pengembangan e-modul Sejarah Kebudayaan Islam berbasis flipbook di MTsS Mardiyah Islamiyah masih belum pernah dilakukan. Belum ada penelitian yang secara khusus membandingkan efektivitas e-modul dengan Strategi pengajaran konvensional untuk memperkuat dorongan belajar pada peserta didik. Disamping itu, aspek interaktivitas dan keterlibatan peserta didik dalam penggunaan e-modul juga belum banyak dikaji. Berdasarkan kesenjangan penelitian tersebut, maka penelitian ini berfokus pada upaya AuPengembangan E-Modul Pembelajaran PAI Kelas Vi Melalui Aplikasi Flipbook untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik di MTsS Mardiyah Islamiyah. Ay Melalui penelitian ini, diharapkan dapat mendukung upaya inovasi dalam kegiatan pembelajaran berbasis digital, khususnya pada bidang Sejarah Kebudayaan Islam. Dengan membuat e-modul berbasis flipbook, pendidik bisa menciptakan kegiatan belajar lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan persyaratan pembelajaran modern. Harapannya, penelitian ini dapat menyajikan wawasan baru mengenai pemanfaatan media digital demi meningkatnya minat belajar anak didik serta keterlibatan belajar siswa di madrasah METODOLOGI PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D (Research and Developmen. untuk mengembangkan e-modul pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis aplikasi Flipbook yang bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa kelas Vi di MTsS Mardiyah Islamiyah. Penelitian ini melalui beberapa tahapan, dimulai dari perencanaan yang mencakup penentuan tujuan, perancangan modul, serta pemilihan aplikasi Flipbook yang sesuai. (Nusantara et al. , 2. Tahap selanjutnya adalah pengembangan, di mana e- Amalia, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 modul berbasis Flipbook disusun dengan materi PAI yang relevan dengan kurikulum. Setelah itu, dilakukan uji coba e-modul kepada siswa untuk mendapatkan umpan balik, yang kemudian digunakan untuk evaluasi dan revisi lebih lanjut. Tahap akhir adalah implementasi hasil penelitian, yaitu penerapan e-modul yang telah direvisi dalam pembelajaran sehari-hari (Pengembangan, 2. Define-(Pendefinisia. , tahapan ini dilakukan untuk menetapkan dan menentukan syarat-syarat pembelajaran, seperti tujuan dan cakupan materi yang akan diajarkan. Lima langkah utama pada tahap ini, yaitu analisis awal-akhir, analisis peserta didik, analisis konsep, analisis tugas dan spesifikasi tujuan pembelajaran. Design (Perancanga. Tujuan dari langkah ini adalah untuk menghasilkan prototipe awal perangkat pembelajaran, termasuk soal tes dan materi ajar. Empat langkah yang diambil dalam langkah ini adalah penyusunan tes, pemilihan media, pemilihan format, dan perencanaan awal. Develop (Pengembanga. , pada tahap ini dilakukan pembuatan dan pengembangan perangkat pembelajaran yang disempurnakan menjadi bentuk akhir berdasarkan perencanaan sebelumnya. Evaluasi formatif juga dilakukan untuk memperoleh umpan Terdapat dua langkah dalam tahap ini, yaitu penilaian oleh ahli. Penilaian ahli dilakukan berupa validitas dan praktikalitas yang dinilai dengan menggunakan angket. Disseminate (Penyebara. , tahap terakhir bertujuan untuk menguji validitas dan menyebarluaskan perangkat pembelajaran yang telah direvisi melalui proses uji coba (Sihombing, 2. Sumber data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari siswa kelas Vi MTsS Mardiyah Islamiyah yang akan menggunakan emodul, dengan mengumpulkan informasi melalui angket untuk mengukur minat belajar mereka sebelum dan setelah menggunakan e-modul. Selain itu, wawancara dengan guru PAI juga dilakukan untuk memperoleh perspektif mereka mengenai efektivitas e-modul dalam proses pembelajaran. Data sekunder diperoleh dari dokumen terkait pembelajaran PAI dan teori-teori yang mendasari penggunaan media digital dalam pendidikan. Penelitian ini dilaksanakan di MTsS Mardiyah Islamiyah yang terletak di . ebutkan lokasi tepatnya, misalnya: Padang Pariaman. Sumatera Bara. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada keterbatasan media pembelajaran yang ada di sekolah tersebut dan perlunya inovasi untuk meningkatkan minat belajar siswa melalui penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi angket atau kuisioner untuk Amalia, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 mengukur minat belajar siswa, wawancara dengan guru PAI untuk memahami persepsi mereka terhadap penggunaan e-modul, serta observasi terhadap aktivitas siswa saat menggunakan e-modul dalam pembelajaran. Selain itu, dokumentasi materi yang digunakan dalam pengembangan e-modul dan hasil uji coba juga dikumpulkan sebagai data pendukung. Data yang terkumpul akan dianalisis dengan pendekatan kuantitatif dan Data dari angket akan dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan perubahan minat belajar siswa, serta uji paired t-test untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara minat belajar siswa sebelum dan setelah penggunaan e-modul. Data dari wawancara dan observasi akan dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema yang muncul, yang menggambarkan efektivitas e-modul dalam meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran (Sugiyono, 2. Menentukan skor. Sangat valid = skor 5 Valid = skor 4 Cukup valid = skor 3 Tidak valid = skor 2 Sangat Tidak valid = skor 1 Menghitung persentase dengan menggunakan rumus: Persentase Kevalitan = Jumlah skor per item Jumlah Skor maksimum Menginterpretasikan hasil perhitungan persentase mengacu pada kriteria yang tercantum pada tabel (Riduwan, 2. Tabel. 3 Persentase Validitas Persentase kevalidan 81% - 100% Sangat Valid 61% - 80% Valid 41 % - 60 % Cukup Valid 21 % - 40% Kurang Valid 0% - 20 % Tidak Valid E-modul-yang dikembangkan dianggap valid apabila hasil pengujian validitas menunjukkan nilai persentase >61%. Sedangkan untuk kepraktisan- e-modul ini dikembangkan berdasarkan penilaian dari Amalia, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 Guru dan peserta didik. Proses penghitungan tingkat kepraktisan produk dilaksanakan melalui tahapan-tahapan berikut. (Sugiyono, 2. Menentukan skor untuk setiap item pada lembar angket. Setuju = skor 5 Setuju = skor 4 Cukup Setuju = skor 3 Tidak Setuju = skor 2 Sangat Tidak Setuju = skor 1 Menghitung persentase melalui penerapan rumus: Persentase Kepraktisan = jumlah skor per item Jumlah Skor maksimum Menginterpretasikan hasil penghitungan persentase dilakukan, kemudian disesuaikan dengan kriteria yang tercantum pada tabel (Riduwan, 2. Tabel 3. 4 Persentase Praktikalias Persentase kepraktisan 81% - 100% Sangat Praktis 61% - 80% Praktis 41 % - 60 % Cukup Praktis 21 % - 40% Kurang Praktis 0% - 20 % Tidak Praktis E-modul yang dikembangkan dianggap praktis jika hasil uji praktikalitas menunjukkan nilai persentase >61%. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Tahap Pendefenisian (Defin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan e-modul berbasis aplikasi Flipbook berhasil meningkatkan minat belajar siswa. Berdasarkan angket yang diberikan kepada siswa sebelum dan setelah penggunaan e-modul, terdapat peningkatan signifikan dalam skor minat belajar siswa, yang tercermin dari meningkatnya partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran PAI. Rata-rata nilai minat belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 25% setelah menggunakan e-modul, yang menunjukkan bahwa media pembelajaran digital ini berhasil Amalia, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 menarik perhatian siswa lebih baik dibandingkan metode konvensional yang biasa diterapkan di kelas. (Lestari et al. , 2. Setelah melakukan tahapantahapan diatas, peserta didik yang sebelumnya menunjukkan tingkat ketertarikan yang rendah dalam mempelajari mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam, menggunakan e-modul berbasis flipbook ini. Hal ini dapat dibuktikan dari data yang telah diperoleh melalui pengisian angket oleh peserta didik. Selain itu, e-modul berbasis Flipbook juga terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi PAI. Dalam observasi yang dilakukan selama uji coba, siswa terlihat lebih mudah memahami konsepkonsep agama Islam yang sebelumnya dianggap sulit. Hal ini disebabkan oleh tampilan materi yang lebih interaktif dan penggunaan elemen multimedia dalam e-modul, seperti gambar, video, dan animasi, yang memudahkan siswa untuk mengaitkan informasi yang dipelajari dengan konteks yang lebih nyata dan menarik (Ningsi et al. , 2. Pemilihan Materi Ajar. Materi ajar dipilih dalam bentuk e-modul flipbook agar pembelajaran lebih menarik, interaktif, dan mendorong peserta didik belajar mandiri. Pemilihan Format. E-modul dirancang di Canva. com dengan tata letak, warna, gambar, dan tipografi yang komunikatif dan estetis . udul: League Spartan 59 pt, subjudul 16 pt, isi: Times New Roman 14 pt. Dominasi warna kuning kecoklatan, dilengkapi gambar, link, dan video terkait materi Daulah Abbasiyah. Hasil desain kemudian dikonversi ke Flip PDF Corporate dan diekspor ke format HTML agar dapat diakses secara responsif melalui laptop, tablet, atau ponsel. Produk akhir terdiri dari 32 halaman ukuran A4. Rancangan Awal. Tahap awal pembuatan e-modul meliputi penyusunan konten dan pembuatan prototype-1 sebagai dasar pengembangan media Adapun prototype-1 dari e-modul berbasis flipbook ini sebagai berikut. Tahap Pengembangan (Developmen. Temuan lainnya adalah meningkatnya keterlibatan aktif siswa dalam proses Berdasarkan hasil wawancara dengan guru PAI, ditemukan bahwa siswa yang menggunakan e-modul lebih sering berpartisipasi dalam Amalia, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 diskusi kelas, menjawab pertanyaan, serta berdiskusi dengan teman-temannya mengenai materi yang telah dipelajari. Guru melaporkan bahwa e-modul memberikan ruang bagi siswa untuk belajar secara mandiri di luar jam pelajaran, yang memungkinkan mereka untuk mengulang materi sesuai dengan kebutuhan dan kecepatan masing-masing. Saran dari Validator Sebelum Revisi Sesudah Revisi AuPenjelasan pada bagian sejarah berdirinya diperjelas ataupun dibuat lebih Ay Terdapat beberapa kata Menambahkan penjelasan ataupun kalimat yang materi. disebutkan tapi tidak dijelaskan secara spesifik. Setelah melalui tahapan model pengembangan, diperoleh hasil penilaian validasi yang diberikan oleh Ibu Nelmi Hayati. Pd dan Bapak Dr. Muhammad Ikbal. Pd. I, dengan memperoleh hasil dari angket validasi modul ajar dibawah ini: Tabel 1. Data Hasil-Validasi E-Modul Flipbook Indikator Kriteria Umum Kriteria Khusus Aspek Praktis Aspek Teknis Jumlah Validator Jml Skor Maks Kategori Sangat Valid Sangat Valid Sangat Valid Sangat Valid Sangat Valid Berdasarkan data pada Tabel 4. 5, penilaian dari ahli media dan materi menunjukkan bahwa pada aspek kriteria umum diperoleh persentase sebesar Amalia, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 86,2% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Pada aspek kriteria khusus, nilai yang dicapai sebesar 91,2% dengan kategori sangat valid. Sementara itu, aspek praktis memperoleh persentase 93,7% yang juga termasuk dalam kategori sangat-valid. Pada bagian teknis, persentase yang diperoleh mencapai 96,6% dan dikategorikan sangat valid. Rata-rata skor keseluruhan yang diperoleh yaitu 91,1% yang dikategorikan sangat valid. Tabel 3 Data Hasil Respon Guru Indikator Jml Rasionalitas Isi e-modul Karakteristik emodul Bahasa Bentuk tampilan e-modul. Jumlah Skor Maks Kategori Sangat Praktis Sangat Praktis Sangat Praktis Sangat Praktis Praktis 86,25 Sangat Praktis Berdasarkan hasil respon guru yang tertera dalam Tabel 3, dapat disimpulkan bahwa penggunaan e-modul dalam pembelajaran PAI di MTsS Mardiyah Islamiyah mendapat tanggapan yang sangat positif. Secara keseluruhan, skor rata-rata untuk semua indikator mencapai 86,25%, yang menunjukkan bahwa e-modul ini dianggap "Sangat Praktis" oleh mayoritas Secara spesifik, indikator rasionalitas dan isi e-modul masing-masing mendapatkan skor 90%, menandakan bahwa guru merasa materi yang disajikan dalam e-modul sangat relevan dan mudah diterima oleh siswa. Indikator terkait karakteristik e-modul dan bahasa juga mendapatkan skor tinggi, yakni 86,6%, yang menunjukkan bahwa struktur dan penggunaan bahasa dalam e-modul cukup efektif dalam mendukung pemahaman siswa. Meskipun demikian, indikator terkait dengan bentuk tampilan e-modul sedikit lebih rendah dengan skor 80%, yang masih dalam kategori "Praktis", mengindikasikan bahwa meskipun tampilan e-modul sudah cukup menarik, ada beberapa aspek desain yang mungkin masih bisa diperbaiki. Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa e-modul berbasis Flipbook memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, terutama dalam hal menarik minat siswa dan mendukung proses belajar yang lebih interaktif, meskipun masih ada ruang Amalia, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 untuk perbaikan pada beberapa elemen desain. Sama halnya dengan aspek kebahasaan yang memperoleh 86,6%, adapun aspek tampilan e-modul mendapatkan persentase 80% dan dikategorikan-praktis. Rata-rata skor keseluruhan yang diperoleh pada. seluruh aspek. adalahs senilai. 86,25 persen sehingga e-modul ini tergolong dalam kategori sangat-praktis. Tabel-4. 7 Data Hasil-Respon Peserta Didik Kategori SkorMaks Sangat Praktis Sangat Praktis Sangat Praktis Sangat Praktis Sangat Praktis Sangat Praktis Sangat Praktis No. Indikator Jml. Rasionalitas Isi e-modul Karakteristik emodul Bahasa Bentuk tampilan e-modul. Minat Jumlah Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa tanggapan guru terhadap e-modul menunjukkan tingkat kepraktisan yang sangat tinggi pada semua aspek. Aspek rasionalitas memperoleh 81,9%, isi e-modul 83,5%, karakteristik 87,9%, bahasa 81,5%, bentuk tampilan 88% dan aspek minat sebesar 89% seluruhnya sangat-praktis. Secara-keseluruhan, rata-rata presentase kepraktisan mencapai 85,9% sehingga-e-modul dinilai sangat praktis juga layak diterapkan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Pembahasan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan e-modul berbasis aplikasi Flipbook berhasil meningkatkan minat belajar siswa di MTsS Mardiyah Islamiyah, yang sejalan dengan temuan penelitian terdahulu. Penelitian oleh Asrori . dan Wahyuni . juga mencatat bahwa penggunaan media pembelajaran digital yang interaktif, seperti e-modul, dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa. E-modul memberikan elemen visual dan multimedia yang mampu menarik perhatian siswa, sehingga mereka lebih terlibat dalam pembelajaran. Hal ini menunjukkan konsistensi antara hasil penelitian ini dengan temuan sebelumnya, yang mengindikasikan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran dapat berperan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Amalia, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 Namun, meskipun hasil penelitian menunjukkan dampak positif, masalah terkait kurangnya minat belajar siswa dalam pembelajaran PAI masih sering terjadi. Penyebab utama dari masalah ini adalah terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan ketergantungan pada metode konvensional yang cenderung membosankan bagi siswa. Sebagian besar guru masih mengandalkan buku teks dan ceramah sebagai metode utama dalam mengajar, sementara metode tersebut sering kali tidak mampu memenuhi kebutuhan siswa yang lebih terbiasa dengan teknologi dan informasi digital. Selain itu, keterbatasan fasilitas pendukung seperti perangkat elektronik yang memadai juga menjadi hambatan utama dalam penerapan media pembelajaran berbasis teknologi. Solusi yang diberikan dalam penelitian ini adalah pengembangan e-modul berbasis aplikasi Flipbook, yang dirancang untuk menyajikan materi PAI secara lebih menarik dan E-modul ini menggabungkan teks, gambar, animasi, dan video, yang memungkinkan siswa untuk lebih mudah memahami materi. Dengan menggunakan Flipbook, siswa dapat mengakses materi secara lebih fleksibel, bahkan di luar jam Solusi ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi siswa dan membantu mereka memahami konsep-konsep agama Islam dengan cara yang lebih menarik dan Oleh karena itu, e-modul ini dianggap sebagai solusi yang tepat untuk mengatasi masalah kurangnya minat belajar yang disebabkan oleh metode pembelajaran yang monoton. Pemilihan solusi ini didasarkan pada keunggulan teknologi Flipbook yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Dengan kemampuannya untuk mengintegrasikan berbagai elemen multimedia dalam satu platform. Flipbook memberikan pengalaman belajar yang lebih holistik dan interaktif. Teknologi ini memungkinkan siswa untuk tidak hanya membaca teks, tetapi juga berinteraksi dengan materi melalui gambar dan video yang mendukung pemahaman mereka. Selain itu, e-modul ini memungkinkan pembelajaran berbasis teknologi yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja, yang tentunya meningkatkan fleksibilitas dan efektivitas dalam proses belajar mengajar. Untuk melaksanakan solusi ini, beberapa langkah perlu diambil. Pertama, guru perlu diberikan pelatihan khusus dalam penggunaan aplikasi Flipbook agar mereka dapat Amalia, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 Kedua, menyediakan perangkat yang memadai, seperti komputer atau tablet, untuk memastikan siswa dapat mengakses e-modul tanpa hambatan teknis. Selain itu, evaluasi terus-menerus terhadap penggunaan e-modul perlu dilakukan, dengan mengumpulkan umpan balik dari siswa dan guru. Dengan cara ini, e-modul dapat diperbaiki dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa, serta mengoptimalkan efektivitasnya dalam meningkatkan minat dan pemahaman siswa dalam pembelajaran PAI. KESIMPULAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-modul berbasis flipbook tentang subjek Sejarah Kebudayaan Islam dibuat dengan menggunakan aplikasi Flip PDF Corporate dan Canva. Desainnya menarik dan dilengkapi dengan kuis interaktif, gambar, dan video. Hasil validasi membuktikan bahwa e-modul ini memenuhi kriteria validitas yang tinggi yaitu sangat valid, sangat praktis, serta dapat digunakan secara efektif dalam proses Hasil uji kepraktisan, yang diperoleh 85,9% dari peserta didik dan 86,25% dari guru, membuktikan bahwa e-modul ini sangat valid dengan rata-rata 91,1%. DAFTAR KEPUSTAKAAN Kasmiat Purwowidodo dan Zaini, . Teori dan Praktik Model Pembelajaran Berdeferensiasi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar. Yogyakarta: Penebar Media Pustaka. Arista. Pengembangan Media E-Modul Berbasis Flipbook pada Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Materi Pemimpin Besar dan Kiprah Ilmuwan Islam Daulah Ayyubiyah Kelas Vi di MTs Al-Falah Lemahabang Kab. Luwu Utara . nstitut agama islam negeri palop. http://repository. id/id/eprint8480 Budyastuti. , & Fauziati. Penerapan Teori Konstruktivisme pada Pembelajaran Daring Interaktif. Dan. metode penelitian kualitatif, kuantitatif dan R&D. ALFABETA. CV. Didik Pada Materi Pelaku Kegiatan Ekonomi Kelas Di MA NU Yosowinangun. Gustiana. Afifah. Rohmah. , ilmu pendidikan. , studi pendidikan ekonomi, program. Nurul Huda JlTanah Merah Jembatan. Madang Raya. , & Timur. Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis ICT (Information Communication and Technolog. Terhadap Hasil Belajar. Jurnal Kajian Ilmu dan Teknologi (JKIT), 1. , 2025. https://jurnal. id/index. php/jkit/index Lestari. Jasiah. Rizal. , & Syar. Pengembangan Media Berbasis Video pada Pembelajaran IPAS Materi Permasalahan Lingkungan di Kelas V SD. Jurnal Holistika, 7. , 34. https://doi. org/10. 24853/holistika. Maheswari. Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis ICT pada Mata Amalia, dkk DOI: https://dx. org/10. 31958/atjpi. Volume 6 Nomor 2 Tahun 2025 Pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah. UIN Prof. H Saifuddin Zuhri Purwokerto ABSTRACT, 1Ae10. Martini. Agustini. , & Suartama. Systematic Literatur Review : Peran E-Modul Interaktif untuk Membangun Literasi Siswa. , 5451Ae5464. mulyasa dan amirah ulinnuha. implementasi kurikulum merdeka . PT. Bumi Akasara. https://books. id/books?id=ec_hEaQBAJ&printsec=copyright#v=onepa ge&q&f=false Ningsi. Ahmal. , & Asril. Pengembangan E-Modul Berbasis Flipbook untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Sejarah Kelas X SMAS Handayani Pekanbaru. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 8. , 306Ae318. https://doi. org/10. 54371/jiip. Nusantara. Pendidikan. Vol. , & Arrahmaniyah. Research And Development ( R & D ) Penelitian Yang Inovatif Dalam Pendidikan. Pengembangan. Gambar 1. Model Penelitian Pengembangan (Borg & Gall. Prayogi. Estetika. Pascasarjana. , & Surakarta. KECAKAPAN ABAD 21 : KOMPETENSI DIGITAL PENDIDIK MASA. , 144Ae151. Riduwan. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru Karyawan dan Peneliti Pemula. ALFABETA. CV. Sihombing. Model Pengembangan 4D ( Define . Design . Develop , dan Disseminate ) dalam Pembelajaran Pendidikan Islam. 4, 11Ae19. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif dan R&D. Susanti. Aminah. Mumtazah AssaAoidah. Aulia. , & Angelika. PEDAGOGIK Jurnal Pendidikan dan Riset Dampak Negatif Metode Pengajaran Monoton Terhadap Motivasi Belajar Siswa. PEDAGOGIK: Jurnal Pendidikan dan Riset, 2. , 86Ae93. Suvriadi Panggabean. Srie Faizah Lisnasari. Ika Puspitasari. Listari Basuki. Ahmad Fuadi. Hamdan Firmansyah. Atik BadiAoah. Zaifatur Ridha. Azwar Anwar. Sistem Student Center Learning dan Teacher Center Learning. In Sistem Student Center Learning dan Teacher Center Learning.