Journal of S. Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Training E-ISSN 2620-7699 | P-ISSN 2541-7126 https://doi. org/10. 37058/sport Evaluasi Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) Pada Jenjang Sekolah Dasar di Kabupten Sumedang Wandani Wibawa1. Yudha Munajat Saputra2 . Indra Safari3. Pendidikan Jasmani. Universitas Pendidikan Indonesia Pendidikan Jasmani. Universitas Pendidikan Indonesia Pendidikan Jasmani. Universitas Pendidikan Indonesia Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menilai sejauh mana Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) mampu meningkatkan indikator literasi, numerasi, dan karakter yang menjadi standar penilaian nasional yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kementerian Riset dan Teknologi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan desain studi Penelitian ini melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi sehingga dapat menggambarkan subjek penelitian tanpa mempengaruhi keadaan dan Hasil penelitian ini indeks literasi meningkat 5,72 dari 65,03 menjadi 70,75 dan masuk dalam kategori benar. Hitungan dari nilai awal 42,31 mengalami peningkatan dari 11,3 menjadi 53,61 dan termasuk kategori sedang. Peringkat prioritas lainnya adalah keamanan sekolah dalam kategori sesuai, lingkungan beragam dalam kategori sesuai dan lingkungan inklusif juga dalam kategori sesuai, dan angka partisipasi usia 7-15 tahun berada pada peringkat yang lebih Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) terbukti mendorong kegiatan pembelajaran yang bermanfaat bagi siswa sehingga dapat memperkuat nilai literasi, numerasi, dan karakter pada jenjang pendidikan dasar di Kabupaten Sumedang. Hal ini juga terlihat dari banyaknya proyek yang dibuat melalui gelar dan festival pendidikan yang diadakan di setiap sekolah. Program Transisi Sekolah Empati (PTSS) mengubah guru untuk mencapai pembelajaran yang berpusat pada siswa. Kata Kunci: Program Transformasi Sekolah Simpati. Literasi. Numerasi PENDAHULUAN Merdeka Belajar merupakan salah satu kebijakan Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset dan Teknologi yang bertujuan untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia yang ditandai dengan tingginya angka partisipasi di semua jenjang pendidikan, hasil belajar yang bermutu, dan kualitas pendidikan yang baik (Merdeka, 2. Terdistribusi secara geografis dan ekonomis. Selain itu, penekanan pembangunan pendidikan dan pemajuan budaya bertujuan untuk memperkuat budaya dan jati diri bangsa melalui perbaikan kebijakan. Correspondence author: Wandani Wibawa. Universitas Pendidikan Indonesia. Indonesia. Email: wandaniwibawa28@guru. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 859-869 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. prosedur dan pembiayaan pendidikan, serta penyadaran akan pentingnya Pendidikan,budaya, dan memperoleh nilai-nilai baru, budaya global dengan cara yang positif dan efektif. Merdeka belajar bertujuan untuk mengubah layanan pendidikan yang berdampak pada kualitas hasil belajar dan pemerataan (Tohir. Adapun sebelum berubahnya menjadi merdeka belajar ialah, a. Belajar sebagai kewajiban/tugas, b. Guru sebagai penyampaian informasi atau pengetahuan, c. pendekatan homogen . atu ukuran utuk semu. , d. Kegiatan pembelajaran belum optimal memanfaatkan teknologi, e. Pemangku kepentingan bekerja dengan sistem sendiri, f. Program dan ekosistem didorong oleh pemerintah. Sedangkan Merdeka belajar menjadi Belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan, b. Guru sebagai fasilitator yang menginspirasi dalam kegiatan belajar, c. Pendekatan berpusat pada siswa, berbasis kebutuhan individu, d. Pembelajaran memanfaatkan teknologi, e. Kerjasama anatr pemangku kepentingan, f. Pemangku kepentingan sebagai agen perubahan. Terkait dengan hal tersebut, diperlukan langkah yang mendukung peningkatan . umlah dan kualita. serta keberlanjutan program transformasi Sekolah-sekolah diharapkan mampu bertransformasi untuk mencapai peningkatan mutu pembelajaran melalui transformasi praktik mengajar di ruang kelas dan pendekatan alternatif yang mendorong perubahan praktik konvensional yang ada saat ini. Sebagai wujud peran serta aktif Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang dalam mendukung Merdeka Belajar yang merupakan kebijakan pemerintah pusat, maka diluncurkanlah Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS). Program adalah rancangan mengenai asas serta usaha . alam ketatanegaraan, perekonomian, dan sebagainy. yang akan dijalankan. Program merupakan daftar yang dibuat secara terperinci tentang apa yang harus dilakukan. Sebuah program dirancang untuk mencapai visi dan misi yang akan dituju. Sedangkan transformasi adalah perubahan, yaitu perubahan terhadap suatu hal atau keadaan. Jika suatu hal atau keadaan yang berubah itu adalah budaya, budaya itulah yang mengalami Wandani Wibawa. Yudha Munajat Saputra. Indra Safari Evaluasi Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) Pada Jenjang Sekolah Dasar di Kabupten Sumedang Istanti . mengemukakan bahwasanya pergeseran nuansa atau budaya itu pada hakikatnya merupakan bentuk transformasi yang mengikuti zaman dan pemikiran penyalinnya sedangkan transformasi cenderung ke arah perubahan positif (Satriawan et al. , 2. Perubahan tersebut diharapkan membudaya dan menjadi sebuah pedoman dan tolak ukur untuk perilaku di masa yang akan datang, dari hal tersebut dengan program dan transpormasi maka adanya suatu Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) adalah proses perubahan untuk meningkatkan layanan pendidikan, kinerja satuan pendidikan, dan program pendidikan pada jenjang pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama dalam rangka pemenuhan standar nasional pendidikan sebagai bagian dari proses peningkatan mutu pendidikan secara Kabupaten Sumedang. Transformasi kurikulum pada Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kualitas dan relevansi proses pembelajaran. Untuk mencapai tujuan tersebut setiap satuan pendidikan didorong untuk menerapkan pembelajaran dengan paradigma baru dengan melakukan transformasi melalui 3 . strategi berikut ini. Pengembangan kurikulum dengan prinsip diversifikasi. Pengembangan pembelajaran berdiferensiasi. Pengembangan kegiatan kokurikuler berbasis proyek. Muara dari ketiga strategi di atas adalah untuk meningkatkan output pembelajaran berupa kemampuan literasi, kemampuan numerasi dan indeks karakter peserta didik. Atas dasar itulah, salah satu strategi transformasi kurikulum pada Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) adalah mendorong satuan pendidikan untuk mengimplementasikan pembelajaran dengan paradigma baru yang mengembangkan kurikulum dengan prinsip diversifikasi. (Sutjipto, 2. diversifikasi kurikulum, artinya melakukan diversifikasi/membedakan program berdasarkan wilayah, namun koridornya selalu mengacu pada standar program nasional. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 859-869 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. Berdasarkan penjelasan tersebut maka transformasi peserta didik meliputi peningkatan karakter, peningkatan kemampuan literasi dan Berikut penjelasannya. Kecakapan literasi saat ini menjadi tolok ukur kemajuan suatu bangsa. Hal ini sesuai dengan kutipan dari Muhadjir Effendy tahun 2017, "Bangsa yang besar ditandai dengan masyarakat yang literat, yang memiliki peradaban tinggi dan aktif memajukan masyarakat Keberliterasian dalam konteks ini bukan lagi sekedar urusan bagaimana suatu bangsa bebas dari buta aksara, melainkan juga, dan yang lebih penting, bagaimana warga bangsa tersebut memiliki kecakapan hidup agar mampu bersaing dan bersanding dengan negara lain untuk menciptakan kesejahteraan dunia. Penguatan kemampuan numerasi peserta didik dapat dilakukan melalui strategi dengan menyediakan sarana lingkungan fisik yang memberikan stimulus numerasi kepada peserta didik serta lingkungan berkarya . yang memfasilitasi interaksi numerasi. Untuk membangun lingkungan sosial-afektif positif yang mendukung growth mindset bahwa numerasi merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh semua peserta didik dan merupakan tanggung jawab semua orang, bukan hanya peran dari guru matematika saja. Selanjutnya mengimplementasi berbagai program sekolah yang komprehensif dan sesuai untuk berbagai kelompok peserta didik yang ditargetkan, misalnya program numerasi dini untuk peserta didik pendidikan usia dini. Terakhir menekankan penalaran dan proses pemodelan pemecahan masalah di dalam mata pelajaran matematika dan menerapkan numerasi lintas kurikulum di mata pelajaran non matematika. Pemanfaatan perangkat digital menjadi sebuah keniscayaan di era digitalisasi seperti sekarang ini. Hal itu pula yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang dalam mendukung pembelajaran termasuk penyimpanan dokumentasi sumber pembelajaran. Semangat itu pula yang tengah digelorakan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang dengan memanfaatkan teknologi yang terdapat dalam berbagai platform Ada beberapa sekolah di Kabupaten Sumedang yang telah Wandani Wibawa. Yudha Munajat Saputra. Indra Safari Evaluasi Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) Pada Jenjang Sekolah Dasar di Kabupten Sumedang menerima bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah terkait Perangkat dimanfaatkan untuk proses pembelajaran. Namun di beberapa sekolah perangkat digital ini belum digunakan secara optimal. Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang melaui PTSS (Program Transformasi Sekolah Simpat. mengupayakan agar sekolah mampu mengoptimalkan perangkat digital ini untuk proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan visi Kabupaten Sumedang Simpati (Sejahtera. Agamis. Maju Profesional dan Kreati. khususnya di satuan pendidikan. METODE Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menjabarkan situasi sebenarnya yang terjadi pada saat pelaksanaan Implementasi Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) Sekolah dasar di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang yang belum mengimplementasikan Kurikulum Merdeka . sekolah dasa. Dalam penelitian kualitatif peneliti dapat menggunakan alat bantu untuk memudahkan pengambilan data sebagai tambahan instrumen seperti pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi agar dapat teruji validasinya. HASIL Data Wawancara dilakukan terhadap dua orang responden yang dianggap representatif terhadap masalah dalam penelitian ini. Berikut ini merupakan responden dalam penelitian ini. Agus Wahidin. Pd. Si selaku Kepala Dinas Pendidikan sebagai responden triangulasi sumber. Dani Setiawan. Pd selaku Kepala Bidang Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang dengan melalui Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 859-869 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. tahapan yang terdiri dari observasi dan wawancara. Evaluasi Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) dapat mendongkrak Indeks Literasi dan Numerasi di Kabupaten Sumedang. Indeks Literasi pada tahun 2022 sebesar 65,03 naik 5,72 menjadi 70,75 pada tahun 2023 dan berada pada kategori baik. Sedangkan untuk Indeks Numerasi pada tahun 2022 adalah 42,31 naik 11,3 menjadi 53,61 dan berada pada kategori sedang. Indeks numerasi ini masih berada dalam kategori sedang namun masih di atas rata-rata-provinsi dan nasional. Data yang diperoleh dari wawancara berupa jawaban responden atas pertanyaan yang diajukan oleh peneliti. Data tersebut disajikan dalam bentuk kutipan. Kutipan tersebut berisi paparan atas jawaban responden. Jawaban responden sangat beragam isinya mengenai berbagai informasi terkait Evaluasi Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) pada Jenjang Sekolah Dasar di Kabupaten Sumedang. Implementasi Program Transformasi Sekolah Simpati menurut Kepala Dinas Pendidikan adalah: Program Transformasi Sekolah Simpati dilaksanakan pada setiap satuan pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang. Program ini mentranformasi 4 hal yakni : transformasi pendidik, transformasi kurikulum, transformasi sekolah, dan transformasi digital. Guru dan sekolah harus berupaya mengembangkan seluruh potensi yang dimilkinya untuk mendukung merdeka belajar. Terlepas dari sekolah tersebut mengimplementasikan kurikulum merdeka ataupun tidak. Untuk guru arahkan agar mengakses Platform merdeka belajar (PMM) yang disediakan oleh kemendikbud untuk membantu para guru memahami kurikulum dalam rangka memenuhi kebutuhan belajar murid. Bagi sekolah ditawarkan untuk memilih kurikulum sesuai dengan kebutuhan sekolah . emampuan guru dan sekola. , namun, diarahkan untuk memilih kurikulum merdeka dengan pilihan mandiri belajar, mandiri berubah, dan mandiri berbagi. Bagi sekolah yang tidak mengimplementasikan kurikulum merdeka tetap harus melkasanakan program transformasi sekolah simpati. Wandani Wibawa. Yudha Munajat Saputra. Indra Safari Evaluasi Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) Pada Jenjang Sekolah Dasar di Kabupten Sumedang Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) memiliki tujuan utama untuk melaksanakan pembelajaran yang berpihak kepada murid sehingga cita-cita mencetak Profil Pelajar Pancasila sesuai harapan dari kurikulum merdeka dapat tercapai. Hal ini mebutuhkan partisipasi sekolah termasuk peran guru untuk senantiasa aktif dalam implementasi program Menurut Afiatin . menjelaskan pembelajaran yang berpusat pada murid memberikan kesempatan dan fasilitas kepada murid untuk membangun sendiri pengetahuannya sehingga memperoleh pembelajaran yang mendalam dan pada akhirnya meningkatkan kualitas siswa. Secara operasional, pembelajaran berpusat pada murid memiliki kebebasan untuk mengembangkan seluruh potensi dirinya . reativitas, rasa, dan kars. , mendalami bidang/ilmu yang diminatinya secara bertanggung jawab, membangun pengetahuan dan kemudian mencapai kompetensinya melalui proses pembelajaran yang aktif. Kooperatif, kontekstual dan mandiri. Sedangkan menurut (Jacobsen et al. , 2. murid berada di pusat proses pembelajaran, sementara guru mendorong mereka untuk bertanggung jawab atas pembelajaran mereka sendiri. Dengan konsep tersebut, menuntut guru untuk merancang kegiatan pembelajaran dimana siswa memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk pembelajarannya sendiri dan berinteraksi dengan orang lain. Selanjutnya hasil penelitian dari (Saputro, 2. menjelaskan bahwa pembelajaran manajemen waktu, empati, fokus komunikasi, dan kegiatan pembelajaran. Menemukan cara terbaik untuk mengoptimalkan kualitas belajar siswa dan terdapat pengaruh hasil belajar. Tujuan dari PTSS selain dari membuat pembelajaran berpusat pada murid adalah untuk mencetka profil pelajar Pancasila, menurut hasil penelitian (Kahfi et al. , 2. menjelaskan bahwa Implementasi profil pelajar Pancasila di sekolah masih kurang optimal dan implikasinya terhadap pembentukan karakter siswa sangat kuat. Sehingga apabila profil pelajar pancaila ini dioptimalkan dalam pelaksanaannya disekolah, maka akan terbentuklah karakter siswa yang pancasilais. Sedangkan menurut (Suwartini, 2. keberhasilan seorang tidak cuma Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 859-869 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. tergantung pada pengetahuan serta kompetensi teknis( hard skil. , tetapi pula pada keahlian managemen diri sendiri dan orang lain( soft skil. Perihal ini menampilkan kenaikan mutu pembelajaran kepribadian siswa sangatlah berarti. Iktikad dari profil pelajar pancasila sendiri merupakan cerminan ataupun bentuk/ perbuatan dari pelajar yang mempraktikkan ataupun mengamalkan nilai- nilai Pancasila dalam kehidupan tiap harinya baik disekolah ataupun dilingkungan rumahnya (Leuwol & Gaspersz, 2. Menurut Kepala Bidang SD Program ini dapat mendongkrak Indeks Literasi dan Numerasi pada tingkat satuan pendidikan yang berimplikasi pada naiknya indeks literasi dan numerasi di Kabupaten Sumedang. Dengan meningkatnya Indeks Literasi dan Numerasi di Kabupaten Sumedang ini menandakan bahwa Program Transformasi Sekolah Simpati ini berjalan dengan baik. Namun pada indeks numerasi meskipun kita berada di atas rata-rata provinsi dan nasional kategori yang kita peroleh masih sedang. Artinya masih perlu banyak hal yang diperbaiki untuk meningkatkan indeks numerasi kita dalam rangka pemenuhan kebutuhan belajar murid. Dalam implementasi Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) ada beberapa hal yang disiapkan oleh Dinas Pendidikan sebagi pemegang otoritas tertinggi di wilayah Kabupaten Sumedang. Kepala Dinas Pendidikan meyampaikan persiapan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dalam rangka implementasi Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) seperti berikut ini: Dinas Pendidikan mendorong pemerintah daerah Kabupaten Sumedang untuk mengeluarkan kebijakan agar program transformasi sekolah simpati di seluruh satuan pendidikan yang berada di bawah naungan dinas pendidikan Kabupaten Sumedang. Pemerintah Kabupaten Sumedang mengeluarkan keputusan Bupati nomor 123 tahun 2022. Melalui pengawas sekolah dinas pendidikan mengontrol penuh pelaksanaan program transformasi sekolah simpati berkaitan dengan transformasi guru transformasi kurikulum, transformasi peserta didik dan transformasi digital dalam satuan binaan pengawas ditempatnya masing-masing. Selain perlunya pengorbanan waktu, materi, tenaga dan Wandani Wibawa. Yudha Munajat Saputra. Indra Safari Evaluasi Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) Pada Jenjang Sekolah Dasar di Kabupten Sumedang pikiran, adanya penyamaan paradigma dari berbagai komponen dan berani berinovasi juga diperlukan dalam pelaksanaan kurikulum merdeka. Kendala Dinas pelaksanaan transformasi ini dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan. Untuk itu Dinas Pendidikan membuat dashboard khusus dalam rangka untuk memberikan fungsi kontrol kepada setiap satuan pendidikan seperti yang disampaikan Kepala Bidang Sekolah Dasar berikuti Menyediakan dashboard sebagai kontroling pelaksanaan PTSS dan diupdate setiap minggunya. Pengawas memiliki kontrol penuh terhadap sekolah di bawah wilayah binaannya sehingga proses kontroling dari Dinas Pendidikan akan lebih mudah dan efektif. Pengawas sekolah juga berkewajiban memberikan laporan terkait pelaksanaan program di wilayah binanya masing-masing disamping itu, dinas pendidikan memiliki akses khusus ke kementerian Pendidikan terkait capaian yang dilakukan oleh para guru dan sekolah pada satuan pendidikannya masing-masing. Kendala yang dihadapi pada saat pelaksanaan program. Setiap program yang pelaksanaannya, apalagi program ini menjadi sebuah kebijakan daerah yang tentunya akan menuai pro dan kontra dalam pelaksanaannya. Kepala Dinas Pendidikan pelaksanaan Program Transformasi Sekolah Simpati sebagai berikut: Kendala yang dihadapi dalam implementasi program ini yaitu: Sekolah beranggapan bahwa program transformasi sekolah simpati ini adalah untuk sekolah yang mengimplementasikan kurikulum merdeka. Guru yang tidak dapat mengakses Platform Merdeka Mengajar dikarenakan tidak mengetahui akun belajar. id yang merupakan single sign on (SSO) keseluruh platform yang disediakan oleh kemendikbud. Journal of SPORT (Sport. Physical Education. Organization. Recreation, and Trainin. Volume 7 2023 | 859-869 ISSN : 2620-7699 (Onlin. ISSN : 2541-7126 (Prin. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang dengan melalui tahapan yang terdiri dari observasi dan wawancara dapat disimpulkan bahwa Evaluasi Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) dapat mendongkrak Indeks Literasi dan Numerasi di Kabupaten Sumedang. Indeks Literasi pada tahun 2022 sebesar 65,03 naik 5,72 menjadi 70,75 pada tahun 2023 dan berada pada kategori baik. Sedangkan untuk Indeks Numerasi pada tahun 2022 adalah 42,31 naik 11,3 menjadi 53,61 dan berada pada kategori sedang. Indeks numerasi ini masih berada dalam kategori sedang namun masih di atas rata-rata-provinsi dan nasional. Program Transformasi Sekolah Simpati (PTSS) terbukti mendorong kegiatan pembelajaran yang bermanfaat bagi siswa sehingga dapat memperkuat nilai literasi, numerasi, dan karakter pada jenjang pendidikan dasar di Kabupaten Sumedang. Hal ini juga terlihat dari banyaknya proyek yang dibuat melalui gelar dan festival pendidikan yang diadakan di setiap Program Transisi Sekolah Empati (PTSS) mengubah guru untuk mencapai pembelajaran yang berpusat pada siswa. REFERENSI