STRATEGI MERAWAT FITRAH ANAK DI SEKOLAH Nur Fadly Hermawan Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul UlamaAo Madiun wawansj96@gmail. Abstrak : Setiap anak terlahir membawa fitrahnya. Fitrah bawaan anak diartikan keyakinan atas nilai-nilai tauhid kepada Allah taAoala. Termasuk di dalamnya nilai-nilai etika dan Fitrah beragama merupakan keistimewaan yang diberikan oleh Alloh kepada Setiap orang tua diwajibkan Allah taAoala untuk menjaga, merawat dan mengokohkan fitrah suci itu dalam diri anak. Bahkan, keberhasilan orang tua menjaga fitrah anak merupakan tolok ukur kesuksesannya sebagai orang tua. Fitrah suci bawaan setiap anak ibarat kertas putih bersih belum ternoda oleh tinta dengan warna apapun. Tiada berbeda antara anak-anak kaum muslimin atau yang kedua orang tuanya non muslim. Fitrah beragama yang mencakup aspek tauhid. Syariah dan akhlak dapat diupayakan tumbuhkembangnya melalui Pendidikan. Fitrah yang terawat dengan baik akan mendorong manusia sebagai kholifatulloh fil ard yang meyakini akan keesaan Alloh, patuh dan tunduk kepada Alloh, serta berbuat baik kepada sesama hamba Alloh. Kata Kunci : Fitrah. Anak. Merawat PENDAHULUAN Proses penciptaan manusia oleh Alloh merupakan senuah ayat yang menunjukkan kebesaran dan kehebatan Alloh. Proses kejadian manusia menunjukkan bahwa manusia terdiri dari dua substansi yaitu: pertama, substansi jasad/materi yang bahan dasarnya adalah dari materi yang merupakan bagian dari alam semesta dan dalam pertumbuhannya tunduk dan mengikuti sunnatullah. Keduasubstansi immateri/nonjasadi, yaitu penghembusan / peniupan ruh ke dalam diri manusia sehingga manusia merupakan benda organik yang mempunyai hakikat kemanusiaan serta mempunyai berbagai alat potensial dan fitrah. Manusia yang terdiri atas dua substansi ini telah dilengkapi dengan alat-alat potensial dan potensi-potensi dasar atau disebut yang harus diaktualisasikan dan ditumbuhkembangkan dalam kehidupan nyata melalui proses Pendidikan untuk selanjutnya dipertanggungjawabkan di hadapanNya kelak di akhirat. El-Wahdah Vol. 4 No. 1 Juni 2023 | 46 PEMBAHASAN DEFINISI ANAK Kaharudin dalam mendefinisikan kata anak dengan mengacu pada sebuah hadits yang terdapat dalam Sunan At-Turmudzy Juz IV Bab 17 sebagai berikut:1 eACa aEe ae a aO aIA: eAAEacO EEac aNe aO aEe aaOA a aEaae AA ca A aEA. a A aIe aIe AaO aacIae aOA a A aIe aOEaaNe aOIae a aEOe aIe E aA a eAEac aIe aEaO aNe EEacNA Artinya: AuDari Abi Rafi, ia berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengadzani telinga Al-Hasan bin Ali ketika dilahirkan oleh Fatimah, dengan adzan shalatAy Mengutip dari Muhammad bin Mukrim dalam kamus Lisan Al-AoArab Kaharudin menyebutkan bahwa kata Ibn merupakan pecahan dari kata kerja . iAoi. bana-yabni-bina yang berarti membangun, myusun atau pondasi. Bentuk prulalnya adalah abna. Lafadz ini secara terminology memiliki makna yang sama dengan al-walad yang berarti sesuatu/seseorang yang dilahirkan. 2 Sedangkan menurut Al-Ashfahani sebagaimana dikutib oleh Ahmad Fauzi, kata Ibn berasal dari kata banawa dengan bentuk pluralnya Dalam periodisasi perkembangan manusia, istilah ini lebih tepat disebut sebagai organ-organ dapat mencapai kesempurnaan/kedewasaan. Dari kata ibn ini, dengan berbagai perubahan kata dalam pemaknaan "anak" yang tertera dalam al-QurAoan terulang sebanyak 162 kali. Selain kata Ibn di dalam Bahasa Arab kata anak juga menggunakan kata walada. Dalam Lisan Al-AoArab sebagaimana dikutip oleh Ahmad fauzi, kata al-walad secara etimologi berarti sesuatu yang dilahirkan. Kata tersebut merupakan perubahan bentuk dari susunan kata kerja walada-yalidu-wiladatan-wiladan-wildatan. Kata ini dipergunakan untuk penunjukan makna anak yang bersifat umum atau kepada kelompok usia sebelum menginjak dewasa. 4 Penggunaan kata ini mencakup pengertian anak sebagai keturunan manusia ataupun proses-proses secara keseluruhan yang dilaluinya masa-masa perkembangannya yang dimulai sejak lahir. Penggunaannya terkadang dipergunakan sebagai penggambaran anak dalam bentuk fisik / sosok seorang anak kecil, sebagai Kaharuddin. Mencetak Generasi Anak Shaleh, books. id, hal 19 Kaharuddin. Ibid Ahmad Fauzi. Perlindungan Hak Anak Dalam Al-Quran (Studi Atas relevansi Pada Konteks Keindonesiaa. ,Tesis. Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran. Jakarta: 2016 Ibid El-Wahdah Vol. 4 No. 1 Juni 2023 | 47 generasi pemuda yang dewasa atau bahkan menunjukkan pada keseluruhan anggota Bahasa Arab kata anak juga menggunakan kata shabi. Lafal shabi merupakan pecahan dari fiil shaba, shawaba yang secara etimologi berarti kecenderungan berbuat salah dan tidak mahir bertransaks. Secara etimologi anak yang berada dalam tahapan usia masih menyusui hingga anak tersebut berusia hamper mencapai baligh/dewasa atau belum menampakkan tanda dewasa. Kalau dilihat dari sisi usia shabi adalah masa usia anak yang belum mencapai tujuh tahun. Usia ini merupakan batas umur seorang anak untuk diperbolehkan . arena kekuatan fisi. dapat melakukan puasa. Selain itu, untuk menyebut anak juga digunakan term thifl. Lafal thifl merupakan bentuk pecahan fiAoil . ata kerj. thafula-yatfulu-thufulah yang berarti ringan, halus, lembut, atau lunak. Anak dalam posisi makna ini dapat dimaknai sebagai manusia yang berada dalam tahapan perkembangan fisik yang ringan, lunak, halus, lembut atau belum kuat atau matang dalam melakukan sesuatu. Secara terminology, thifl adalah kata yang menunjukkan kepada makna terhadap segala sesuatu dalam kondisi rentan karena Secara khusus, lafal ini menunjuk kepada aspek fisik anak yang masih rentan dan belum mencapai usia balig/dewasa yang masih menggantungkan segala kenikmatannya dan masih memerlukan bantuan untuk memenuhi segala kebutuhannya. Pengertian anak menurut istilah hukum islam adalah keturunan kedua yang masih Kata AuanakAy dipakai secara AuumumAy baik untuk manusia maupun binatang bahkan untuk tumbuh-tumbuhan. Pemakaian kata AuanakAy bersifat Aufugurativel majasiAy dan kata AuanakAy ini pun dipakai bukan hanya untuk menunjukan keturunan dari seorang manusia/ibu-bapak, tetapi juga dipakai untuk menunjukan asal anak itu lahir. Sifat kecil apabila dihubungkan dengan larangan bertindak ada tingkatannya. Pertama, kecil dan belum mumayyiz dalam hal ini anak tidak memiliki kemampuan untuk bertindak, katakata yang diucapkan tidak bisa dibuat pegangan, dan segala sesuatu berada ditangan wali atau orang tuanya. Kedua, kecil tapi mumayyiz dalam hal ini sikecil kurang kemampuan bertindak, namun sudah punya kemampuan sehingga kata-katanya bisa dijadikan pegangan, dan sudah sah jika membeli atau menjual dan memberikan sesuatu pada orang Ibid Ibid Ibid https://digilib. id/18982/9/Bab 2. pdf hal. El-Wahdah Vol. 4 No. 1 Juni 2023 | 48 Dikatan mumayyiz dalam hukum islam ialah anak yang sudah mencapai usianya, biasanya anak itu umur genap 7 tahun. Jadi kalau masih kurang dari 7 tahun maka anak itu hukumnya belum memayyiz, walaupun sudah mengerti tentang istilah menjual dan membeli, sebaliknya kadang-kadang anak yang sudah lebih tujuh tahun umurnya tetapi belum mengerti hal tentang jual beli dan sebagainya. Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 menyebutkan bahwa anak sebagai tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa memiliki peran strategis, ciri, dan sifat khusus sehingga wajib dilindungi dari segala bentuk perlakuan tidak manusiawi yang mengakibatkan terjadinya pelanggaran hak asasi manusia. Dalam undang-undang ini, anak adalah seseorang yang belum berusia 18 . elapan bela. tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. MEMAHAMI FITRAH Fitrah dapat . , . bahkan makna kontkes dalam pemahaman dalam suatu ayat . Secara etimologis, asal kata fitrah berasal dari bahasa Arab, yaitu fithrah jamaknya fithar yang suka diartikan perangai, tabiat, kejadian, asli, agama, ciptaan. Menurut M. Quraish Shihab, istilah fitrah diambil dari akar kata alfithr yang berarti belahan. Dari makna ini kemudian lahir makna-makna lain, antara lain pencipta atau kejadian. Dalam gramatika Bahasa Arab, kata fitrah sewazan degan kata fi'lah, yang artinya al- ibtida', yaitu menciptakan sesuatu tanpa contoh. Dalam al-Maarif al-Islamiyah dan Nahjul Balaghah, dan kitab-kitab lain, sebagaimana dikutip oleh Muthari, ditegaskan bahwa Allah tidak pernah mencontoh dalam penciptaan yang dilakukannya. Oleh karena itu. Allah menciptakan manusia merupakan suatu karya yang tanpa contoh dan tidak meniru karya sebelumnya. Fi'lah dan masdar . yang menunjukkan Demikian pula menurut Ibn al-Qayyim dan Ibnu Katsir, karena fithir Menurut Ibnu AoAbbas, fitrah adalah awal mula penciptaan manusia. Sebab lafadz fitrah tidak pernah dikemukakan oleh alQuran dalam konteksnya, selain yang berkaitan dengan manusia. Ibid, hal 3 Salinan UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak El-Wahdah Vol. 4 No. 1 Juni 2023 | 49 Hadis-hadis mengenai fitrah manusia terdapat di dalam kutub as-sittah yang telah dihimpun oleh Pebri Naldi di antaranya di dalam kitab Shahih Al-Bukhari. Shahih Muslim. Sunan Abu Daud dan Sunan Ar-Tirmidzi:11 Shahih Al-Bukhari, kitab Al-Janaiz, nomor hadis 1385. Yang artinya Telah menceritakan kepada kami Adam telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Dza'bi dari Az Zuhriy dari Abu Salamah bin 'Abdurrahman dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata. Nabi Saw bersabda: "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah. Kemudian kedua orang tunyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi. Nasrani atau Majusi sebagaimana binatang ternak yang melahirkan binatang ternak dengan sempurna. Apakah kalian melihat ada cacat padanya?" Shahih Muslim, kitab Al-Qadr, dari Jalur Qutaibah bin SaAoid. Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa'id telah menceritakan kepada kami 'Abdul 'Aziz Ad Darawardi dari Al-'Ala dari bapaknya dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan fitrah lalu kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai seorang yahudi, nasrani dan majusi . enyembah ap. Apabila kedua orang tuanya muslim, maka anaknya pun akan menjadi muslim. Setiap bayi yang dilahirkan dipukul oleh setan pada kedua pinggangnya, kecuali Maryam dan anaknya (Is. Sunan Abu Daud, kitab As-Sunnah nomor hadis 4714 Telah menceritakan kepada kami Al-Qa'nabi dari Malik dari Abu Az Zinad dari Al A'raj dari Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuannya-lah yang menjadikan ia yahudi atau nashrani. Sebagaimana unta melahirkan anaknya yang sehat, apakah kamu melihatnya memiliki aib?" Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana dengan orang yang meninggal saat masih kecil?" Beliau menjawab: "Allah lebih tahu dengan yang mereka lakukan. Latar belakang( asbAbul wur. munculnya hadis fitrah di atas adalah sebagaimana diriwayatkan yang bersumber dari Aswad, katanya: AuAku datang kepada Rasulullah Saw. dan ikut berperang bersama beliau. Kami meraih kemenangan dalam Pebri Naldi. Konsep Pendidikan Humanstik Menurut Islam Kajian terhadap Hadi Hadis Fitrah, https://opac. id/index. php?p=show_detail&id=24693 El-Wahdah Vol. 4 No. 1 Juni 2023 | 50 perang itu: namun pada hari itu pembunuhan berlangsung terus termasuk menimpa anakanak. Kejadian ini di laporkan kepada Nabi Saw. lalu beliau bersabda: AyKeterlaluan, sampai hari ini mereka masih saling membunuh sehingga anak-anak banyak yang Berkatalah seorang laki-laki. Ya Rasulullah, mereka adalah anak-anak dari orang musyrik. Rasulullah Saw bersabda: AyKetahuilah, sesungguhnya penopang kami adalah anak-anak orang musyrik itu. Jangan membunuh keturunan, jangan membunuh Ay Kemudian beliau bersabda: AuSetiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka ia tetap dalam keadaan fitrahnya itu sampai lidahnya berbicara . Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya sebagai Yahudi. Nasrani atau Majusi. Ay12 Ibnu Al-Mubarak sebagaimana dikutip oleh Pebri Naldi mengemukakan bahwa dalam memberikan makna fitrah dengan setiap anak yang lahir memiliki potensi dasar untuk maArifatullah kecuali mengenal Zat pencipta, meskipun dalam perjalanannya ia menyebut-Nya bukan dengan nama-Nya atau menyambah yang lain-Nya bersamaNya. 13Secara implisit, pernyataan Ibnu Al-Mubarak ini mengandung arti bahwa fitrah dasar yang dibawa anak yaitu Islam pernyataan Ibnu AlMubarak ini sama dengan pendapat Ikrimah. SaAod bin Zubair, dan Qatadah yang mengatakan bahwa fitrah dasar yang dibawa anak adalah Islam. Kemudian dalam proses pertumbuhannya anak itu dapat berubah akidahnya karena adanya pengaruh dari luar. pengaruh dari luar dapat diantisipasi dengan memberikan pendidikan kepada anak. Pendidikan tauhid . engenali Alla. sebagai Tuhan. Dalam kitab Syarah Shahih Muslim karangan An-Nawawi sebagaimana dikutip oleh Pebri disebutkan bahwa sebagian besar ulama berpendapat anak Muslim yang meninggal, dia akan masuk ke surga. Sedangkan anak-anak orang musyrik yang mati sewaktu kecil, ada tiga kelompok pendapat: . kebanyakan mereka mengatakan bahwa mereka . nak-anak musyrik it. masuk ke dalam neraka, . sebagian mereka tawaqquf . idak meneruskan persoalan tersebu. , . masuk surga. Pendapat terakhir ini didukung dan dibenarkan oleh an-Nawawi. Argumentasi pendapat ketiga ini adalah berdasarkan hadis Nabi saw ketika sedang melakukan IsryAo dan MiAoryj, dia melihat Nabi Ibrahim as di dalam surga dan di sekelilingnya anak-anak manusia. Para sahabat bertanya: Auapakah mereka anak-anak orang musyrik ? Nabi menjawab: Ya, mereka itu anak-anak orang musyrik. 101 Menurut Ibid Ibid Ibid Ibid El-Wahdah Vol. 4 No. 1 Juni 2023 | 51 Ibnu Qayyim lafaz dilahirkan dalam keadaan fitrah bukan berarti anak tersebut lahir dari perut ibunya langsung mengetahui tentang agama karena Allah semata Allah telah berfirman AuDan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dan dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupunAy. Tetapi yang dimaksud adalah bahwa fitrahnya adalah memiliki kecenderungan untuk mengenal agama Islam dan mencintainya. Pendapat lain mengatakan bahwa fitrah adalah maAorifatullah. Allah telah menciptakan pada mereka makrifat. yaitu pengetahuan dan pengingkaran. Dengan demikian dapat dipahami bahwa fitrah adalah suatu keadaan . aitu agama Isla. dalam diri manusia yang telah diciptakan oleh Allah sejak manusia itu dilahirkan. Esensi dari agama Islam tersebut adalah tauhid. Jadi bahwa fithrah sebagai keadaan yang belum tertetapkan sampai individu tersebut secara sadar mengaskan keimanannya. Fitrah manusia beragama Islam juga ditunjukkan pada Al-quran surat Ali-Imran ayat 19:17 e cac OEeA eac OI eIac OeIN eIac eOU eE a eEIac NIac I e aac aI eIac uaE eE aEac OO EaOIA caAEIac EE aNac a eIac EaOIac uaIA a AaOA e AEAac OI uEA cac aOac EENac A auIac EE aNA a A eE aA Artinya: AuSesungguhnya agama . ang dirida. di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al-Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian . ang ad. di antara mereka. Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya. Ay (QS Ali Imron: . Sebagai berita dari Allah Swt. yang menyatakan bahwa tidak ada agama yang diterima dari seseorang di sisi-Nya selain Islam, yaitu mengikuti para rasul yang diutus oleh Allah Swt. di setiap masa, hingga diakhiri dengan Nabi Muhammad Saw. membawa agama yang menutup semua jalan lain kecuali hanya jalan yang telah ditempuhnya. Karena itu, barang siapa yang menghadap kepada Allah Aisesudah Nabi Muhammad Saw. diutusAi dengan membawa agama yang bukan syariatnya, maka hal itu tidak diterima oleh Allah. 18 Dalam ayat ini Allah memberitakan terbatasnya agama yang diterima oleh Allah hanya pada agama Islam. 19 QS Ali Imron ayat 19 ini mengandung Ibid Muhaimin, dkk. Paradigma Pendidian Islam: Upaya meningkatkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah ( PT Remaja Rosdakarya. Bandung: cet IV 2. hal 283 Abdul Ghoffar. Tafsir Ibnu Katsir Jilid 1 (Putaka Imam SyafiAoi: PO Box 7803/JATCC 13340A, 2. Jilid 1, hal 609 Ibid El-Wahdah Vol. 4 No. 1 Juni 2023 | 52 makna jika manusia mencari agama selain Islam maka Alloh tidak akan menerimanya dan dia termasuk orang yang merugi di akhirat nanti. Para sarjana telah membuktikan bahwa agama yang benar hanayalah agama Islam. Seperti hasil studi yang dilakukan oleh Maurice Bucaille yang dikutip oleh Muhaimin. setelah Maurice mengadakan penelitian selama 20 tahun, kemudian ia mengatakan AuAgama Yahudi dan Kristen itu tidak asli lagi, sejarahnya tidak terang, dan banyak pernyataannya yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan. Sedangkan Islam masih asli, sejarahnya terang, tidak ada satu pernyataanpun yang dapat dikritik secara ilmiah, dan dia menganggap bahwa ilmu pengetahuan dan agama adalah saudara kembar, dan wahyu murni dari Alloh. Ay21 PERKEMBANGAN FITRAH ANAK Dalam pandangan Islam merupakan dasar dan keunggulan manusia di bandingkan dengan mahluk lainnya atau pembawaan disebut fitrah, yang berasal dari kataeA AAyanga dalam pengertian etimologi yang mengandun pengertian kejadian. Kata tersebut berasala dar kataeAeEA eAyang bentuk pluralnya fithar yang dapat diartikan cara penciptaan, sifat pembawaan sejak lahir, sifat watak manusia, agama dan sunnah, pecahan atau belahan. Beberapa pandangan konsep filsafat yang mejelaskan tentang teori yang mempengarui perkembangan manusia. Konsep Fatalis-Pasif Setiap individu, melalui ketetapan Allah SWT adalah baik atau jahat secara asal, baik ketetapan semacam ini terjadi secara semacamnyaatau sebagian sesuai denhan rencana Tuhan. Faktor-faktor eksternal tidak berpengaruh terhadap penentuan nasib seseorang karena setiap indidvidu terikat dengan ketetapan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh Allah SWT. Konsep Netral-Paasif Beranggapan bahwa anak lahir dalam keadaan suci, utuh dan sempurna, suatu keadaan kosong, sesuai halnya dengan teori tabularasa yang di kemukakan oleh John Lock bahwa manusia lahir seperti kertas putih tampa ada sesuatu goresan apapun. Muhaimin, hal 282 Muhaimin, hal 283 Maragustan Siregar. Mencetak Pembelajar Menjadi Insan Paripurna, (Filsafat Pendidikan Isla. Yogyakarta: Nuha Litera, 2010, hlm. , 191 Ibid, hal 191 El-Wahdah Vol. 4 No. 1 Juni 2023 | 53 Manusia berpontensi berkarakter baik dan tidak baik itu terdapat berpengaruh dari luar terutama orang tua. Pengaruh baik dan buruk tersebut akan terus mengiringi kehidupan insan dan karakter yang terbentuk targantung mana yang dominan memberi pengaruh. Jika pengaruh baik lebih dominan adalah pengaruh buruk, maka seseorang akan berkarakter baik, begitu pula sebaliknya. Konsep Postif-Aktif Bawaan dasar atau atau sifat manusia sejak lahir adalah berkarakter baik, kuat dan aktif, sedangkan lingkunganlah yang membelenggu manusia sehingga iya menjauh dari sifat bawaannya (Aksidenta. Konsep Dualis-Aktif Yakni manusia memiliki dua sifat ganda yang sama kuatnya. Sifat baik dan buruk, tergantung kedekatan manusia terhadap lingkungan yang baik atau buruk. Jika ia dekat dengan teman berkarakter baik, maka seseorang akan mengambil sifat baiknya dan Penanaman kebiasaan positif sangat penting untuk diupayakan sejak kecil agar karakter atau sifat baik itu lebih kuat. MENGAWAL PERKEMBANGAN FITRAH ANAK DI SEKOLAH Islam merupakan agama tauhid. Esensi tauhid adalah pengesaan Tuhan, tindakana menegaskan Alloh sebagai yang Esa, pencipta yang mutlak dan transenden, penguasaan segala yang ada. Tidak ada satupun perintah dalam Islam yang bisa dilepaskan dari Suatu tindakan tidak dapat disebut bernilai Islam jika tidak dilandasi dengan kepercayaan kepada Alloh. Disamping tauhid atau akidah, di dalam Islam ada syariah dan akhlak. 28 Bila akidah berkaitan dengan pengesaan tuhan, syariah menyangkut pelaksanaan shalat, puasa, zakat, haji, membaca alquran, dzikir, ibadah kurban dan sebagainya. Sementara akidah menunjukkan perilaku muslim yang diotiasi oleh pemahaman terhadap ajaran-ajaran Menanamkan suasana religious di sekolah, setidaknya dipengaruhi oleh 3 hal. penciptaan suasana religius di sekolah, pimpinan sekolah menciptakan suasana religious Ibid, hal 192 Ibid Ibid Muhaimin, hal 297 Muhaimin, hal 297 El-Wahdah Vol. 4 No. 1 Juni 2023 | 54 di sekolah dan luar sekolah, serta ketersediaan mushalla . empat ibada. untuk menciptakan suasana religious di sekolah. Menciptakan Suasana Religius di Sekolah . Aspek Akidah Aqidah adalah hal yang mendasar dalam agama Islam. Dalam setiap aspek kehidupan, aqidah menjadi dasar kehidupan seorang muslim. Mulai dari syariAoah, akhlak, hingga tarbiyah pun didasari oleh pemahaman tentang aqidah. Hal ini terjadi karena hakikat penciptaan manusia adalah untuk menyembah kepada Sang Pencipta. Bahkan, hal pertama yang diperintahkan Allah kepada makhluknya adalah untuk beriman kepada-Nya. Yang setelah itu diikuti dengan rukun-rukun iman yang lain. Aqidah Islamiyyah maknanya adalah keimanan yang pasti teguh dengan Nya, para Rasul-Nya, para MalaikatNya, kitab-kitabNya, hari Kiamat dan takdir baik maupun buruk. Aqidah Islamiyyah bermakna berpegang teguh kepada pokok pokok agama dan apa yang sudah disepakati oleh Salafush Shalih dengan ketundukan yang bulat kepada Alloh baik dalam perintahNya, hukumNya maupun ketaatan kepada-Nya serta meneladani Rasulullah SAW. Aspek Syariah Syariah atau praktik agama menunjukkan kepada berapa tingkat kepatuhan muslim dalam mengerjakan kegiatan-kegiatan ritual sebagaimaan diperintah dan dianjurkan oleh agamanya. Tingkat kepatuhan ini selain bersumber dari materi pelajaran, kegiatan-kegiatan keagamaan dan praktik-praktik keagamaan yang dilaksanakaan secara terprogram dan rutin dapat menciptakan pembiasaan berbuat baik dan benar menurut ajaran agama. Aspek Akhlak Akhlak bisa diartikan cara seseorang bersikap, berperilaku dan memperlakukan diri sendiri dan pihak lain. karenanya ada akhlak atau etika kepada pencipta, kepada diri sendiri, kepada binatang, bahkan kepada tumbuhtumbuhan. Tentu juga ada etika kepada keluarga, etika bermasyarakat, etika Muhaimin, hal 303 Nur Akhda Sabila. Integrasi Aqidah dan Akhlak (Telaah Atas Pemikiran Al-Ghazal. Nalar: Jurnal Peradaban dan Pemikiran Islam Vol. No. Desember 2019 Syaikh Fuhaim Mustafa. Kurikulum Pendidikan Anak Muslim, terjemahan Wafi Marzuqi Ammar (Surabaya: Pustaka Elba, 2. , hal 19. El-Wahdah Vol. 4 No. 1 Juni 2023 | 55 berpolitik, etika berbisnis, etika berdagang, etika bertani, etika berprofesi, etika hubungan antarnegara dan seterusnya. Peran Pimpinan Dalam Menciptakan Suasana Religius Peran kepala sekolah sangatlah penting dalam menciptakan budaya religius pada suatu lembaga pendidikan. Budaya religius di sekolah dapat tercipta manakala kepala sekolah menjalankan fungsinya sebagai administrator. Pentingnya membangun budaya religius di sekolah terutama berkenaan dengan upaya pencapaian tujuan pendidikan sekolah. Keseluruhan tatanan nilai yang ditetapkan dalam proses pembudayaan di sekolah menjadi tujuan sekolah dan diinternalisasikan serta dikembangkan dalam budaya komunitas sekolah. Menciptakan budaya religius juga dipengaruhi oleh faktor ketauladanan dari kepala sekolah, tenaga didik dan tenaga kependidikan serta adanya komitmen untuk terus mempertahankannya. Ketersediaan Mushalla (Tempat Ibada. di Sekolah Tempat ibadah merupakan sarana pendidikan yang bisa digunakan dalam menanamkan karakteristik peserta didik. Menurut E. Mulyasa. Sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung dipergunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar, mengajar. 34 Sedangkan pendidikan menurut Ibrahim Bafadal adalah semua perangkat kelengkapan dasar yang secara tidak langsung menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. Nur Akhda Sabila. Ibid Imaniah Elfa Rachmah. Peran Kepala Sekolah Dalam Menciptakan Budaya Religius Pada SMP Muhammadiyah 4 Banjarmasin, http://download. Mulyasa. Manajemen Berbasis Sekolah, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. Cet. VII, Ibrahim Bafadal. Seri Manajemen Peningkatan Mutu Pendidikan Berbasis Sekolah. Manajemen Perlengkapan Sekolah Teori dan Aplikasi, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2. Cet. I, hal. El-Wahdah Vol. 4 No. 1 Juni 2023 | 56 PENUTUP Fitrah beragama merupakan keistimewaan yang diberikan oleh Alloh kepada manusia. Fitrah beragama yang mencakup aspek tauhid. Syariah dan akhlak dapat diupayakan tumbuhkembangnya melalui Pendidikan. Fitrah yang terawat dengan baik akan mendorong manusia sebagai kholifatulloh fil ard yang meyakini akan keesaan Alloh, patuh dan tunduk kepada Alloh, serta berbuat baik kepada sesama hamba Alloh. El-Wahdah Vol. 4 No. 1 Juni 2023 | 57 DAFTAR PUSTAKA