JURNAL KEDOKTERAN YARSI 30. : 37-44 . p-ISSN : 0854-1159. e-ISSN: 2460-9382 Kajian penggunaan obat antihipertensi pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal di Rumah Sakit Daerah Pasar Rebo Study of the use of anti-hypertensive drugs in kidney function disorders patients at Pasar Rebo regional general hospital Diyah Fathonah1. Sakura Muhammad Tola2 1Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta 2Bagian Farmakologi. Fakultas Kedokteran Universitas YARSI Jakarta KATA KUNCI KEYWORDS gangguan fungsi ginjal, anti hipertensi, pasien, kidney function disorder, anti hypertensive, inpatiens ABSTRAK Antihipertensi merupakan obat yang diberikan pada pasien terdiagnosis hipertensi. Pada sebagian pasien terdapat pula gagal ginjal sebagai komplikasi dari hipertensi yang sudah lama berada pada tubuh pasien. Sehingga terdapat obat antihipertensi yang memiliki efek melindungi ginjal . berupa ACEI dan ARB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan obat antihipertensi pada pasien gangguan fungsi ginjal rawat inap di RSUD Pasar Rebo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian observasional retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam Populasi dan sampel penelitian ini menggunakan total sampling dengan kriteria inklusi pasien dewasa dengan diagnosa gangguan fungsi ginjal dengan hipertensi di instalasi rawat inap yang mendapat terapi obat anti hipertensi golongan obat, jenis obat, serta penggunaan obat sebagai monoterapi maupun terapi kombinasi di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo periode Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pasar Rebo diperoleh jumlah pasien sebanyak 123 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Persentase penggunaan obat berdasarkan pasien gangguan fungsi ginjal didapatkan laki-laki . %), dan perempuan . %). Persentase pasien gangguan fungsi ginjal berdasarkan usia 18-34 tahun didapat . %), usia 35-44 tahun . %), usia 45-54 tahun . %), dan usia 55-64 tahun . %). Persentase pasien terdiagnosis gangguan fungsi ginjal berdasarkan CKD yaitu . %) dan AKI . %). Persentasi nilai GFR pada pasien hipertensi dengan gangguan fungsi ginjal yaitu Ou 90 ml/min/1,73 JURNAL KEDOKTERAN YARSI 30. : 37-44 . p-ISSN : 0854-1159. e-ISSN: 2460-9382 m2 . %), 60-89 ml/min/1,73 m2 . %), 30-59 ml/min/1,73 m2 . %), 15-29 ml/min/1,73 m2 . %), dan O 15 ml/min/1,73 m2 . %). Presentase jenis obat pada pasien gangguan fungsi ginjal yaitu ACEi . %). ARB . %). Beta Blocker . %). CCB . %), dan Diuretik ( 39%). Presentase golongan obat menurut variasi penggunaan obat antihipertensi yaitu monoterapi sebanyak . %). Kombinasi 2 obat . ,8%), kombinasi 3 obat . ,8%), kombinasi >3 obat . ABSTRACT Antihypertensives are drugs given to patients diagnosed with hypertension, in some patients there is also kidney failure as a complication of hypertension that has been in the patient's body for a long time. So there are antihypertensive drugs that have the effect of protecting the kidneys . in the form of ACEIs and ARBs. The purpose of this study was to determine the use of antihypertensive drugs in patients with impaired renal function who were hospitalized at Pasar Rebo Hospital and to determine the Islamic view of the law on the use of antihypertensive This type of research is a retrospective observational study using secondary data from medical records. The population and sample of this study used total sampling with the inclusion criteria of adult patients with a diagnosis of impaired renal function with hypertension in inpatient installations who received antihypertensive drug therapy for drug classes, types of drugs, and the use of drugs as monotherapy or combination therapy at the Pasar Regional General Hospital. Rebo period 2016. Research conducted at Pasar Rebo General Hospital obtained a total of 123 patients who met the inclusion and exclusion criteria. The percentage of drug use based on patients with impaired renal function was found to be male . %), and female . %). The percentage of patients with impaired renal function based on the age of 18-34 years was obtained . %), the age of 35-44 years . %), the age of 45-54 years . %), and the age of 55-64 years . %). The presentation of patients diagnosed with impaired renal function based on CKD . %) and AKI . %). The presentation of GFR values in hypertensive patients with impaired renal function is 90 ml/min/1. 73 m2 . %), 60-89 ml/min/1. 73 m2 . %), 30-59 ml/min/1 . %), 15-29 ml/min/1. 73 m2 . %), and 15 ml/min/1. 73 m2 . %). The percentage of drugs in patients with impaired renal function were ACEi . %). ARB . %). Beta Blockers . %). CCB . %), and Diuretics . %). The percentage of drug classes according to variations in the use of antihypertensive drugs, namely monotherapy . %), combination of 2 drugs . 8%), combination of 3 drugs . 8%), combination of >3 drugs . JURNAL KEDOKTERAN YARSI 30. : 37-44 . p-ISSN : 0854-1159. e-ISSN: 2460-9382 PENDAHULUAN Hipertensi penyebab kematian nomer 3 setelah stroke dan tuberkulosis, hipertensi merupakan gangguan sistem peredaran darah yang menyebabkan kenaikan tekanan darah diatas 140/90 mmHg (DEPKES. Antihipertensi merupakan obat yang diberikan pada pasien terdiagnosis hipertensi, pada sebagian pasien terdapat pula gagal ginjal sebagai komplikasi dari hipertensi yang sudah lama berada pada tubuh Sehingga antihipertensi yang memiliki efek melindungi ginjal . berupa ACEI dan ARB. Salah satu dari kedua obat ini harus digunakan sebagai terapi lini pertama untuk pasien-pasien hipertensi dengan penyakit gagal ginjal kronis (Muchid. A, dkk. METODE Jenis penelitian yang digunakan penelitian observasional retrospektif dengan melihat data rekam medik pasien gangguan fungsi ginjal rawat inap dengan hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo pada tahun 2016 meliputi usia, jenis kelamin, diagnosis gangguan fungsi ginjal, golongan obat, jenis obat, serta penggunaan obat sebagai monoterapi maupun terapi kombinasi. Populasi adalah seluruh data rekam medik pasien gangguan fungsi ginjal rawat inap dengan hipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo. Kriteria inklusi yaitu pasien gangguan fungsi ginjal rawat inap dengan hipertensi yang mendapat terapi anti hipertensi dengan medical record yang jelas dalam periode Kriteria eksklusi adalah pasien hipertensi yang tidak mendapat terapi anti hipertensi. Analisis data disajikan secara deskriptif dengan menjelaskan karakteristik tiap variabel penelitian. HASIL Hasil penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Pasar Rebo diperoleh jumlah pasien sebanyak 123 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tabel 1. Persentase Pasien Gangguan Fungsi Ginjal Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total Jumlah Pasien Persentase (%) 61,0% 39,0% Pada tabel 1 menunjukkan bahwa pasien gangguan fungsi ginjal yang berjenis kelamin laki-laki berjumlah 75 pasien . %), sedangkan pasien berjenis kelamin perempuan berjumlah 48 pasien . %). Hal ini menunjukan bahwa kasus mendapatkan obat antihipertensi di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo JURNAL KEDOKTERAN YARSI 30. : 37-44 . p-ISSN : 0854-1159. e-ISSN: 2460-9382 sering terjadi pada laki-laki di bandingkan perempuan, hal ini sesuai dengan hasil Riset Kesehatan Daerah tahun 2013 yang menyatakan bahwa prevalensi kasus gangguan fungsi ginjal pada laki-laki lebih tinggi tinggi (RISKESDAS, 2. CKD berjumlah 102 pasien . %) dan AKI berjumlah 21 pasien . %). Hal ini sesuai dengan jumlah pasien yang dihemodialisa dengan diagnosis AKI yatu berjumlah 10% dan CKD yaitu 90% angka kejadiannya (IRR,2. Tabel 2. Persentase Pasien Gangguan Fungsi Ginjal Berdasarkan Usia Usia . Total Jumlah Pasien Persentase (%) 4,9% 12,2% 39,0% 43,9% Pada tabel 2 menunjukkan bahwa pasien gangguan fungsi ginjal usia 55-64 tahun berjumlah 54 orang . %), 45-54 tahun berjumlah 48 pasien . %), usia 3544 tahun berjumlah 15 pasien . %), usia 18-34 tahun berjumlah 6 pasien . %). Table 3. Distribusi variasi pasien Terdiagnosis Gangguan Fungsi Ginjal Gangguan Frekuensi Presentase Fungsi Ginjal CKD AKI Total Menurut penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, didapatkan variasi pasien gangguan fungsi ginjal tertera pada tabel 3 yaitu terdapat pasien dengan terdiagnosis Tabel 4. Distribusi Nilai GFR pasien Hipertensi dengan Gangguan Fungsi Ginjal No. GFR l/min /1,73m. Ou90 O15 Jumlah Persentase Pasien (%) 0,8% 7,3% 21,1% 26,0% 44,7% Tabel 5. Distribusi Jenis Obat Antihipertensi Golongan Obat ACE-I ARB Beta-Blocker CCB Diuretik Total Jumlah Persentase (%) Tabel 6. Distribusi Golongan Obat Antihipertensi Menurut Variasi Penggunaan Variasi Penggunaan Monoterapi Jumlah Presentase (%) JURNAL KEDOKTERAN YARSI 30. : 37-44 . p-ISSN : 0854-1159. e-ISSN: 2460-9382 Kombinasi 2 Obat Kombinasi 3 Obat Kombinasi > 3 Obat Total PEMBAHASAN Usia menjadi salah satu faktor semakin berkurangnya fungsi ginjal dan memiliki hubungan dengan penurunan kecepatan ekskresi glomerulus dan Menurunnya fungsi ginjal pada skala kecil merupakan proses normal bagi bertambahnya usia, namun tidak menyebabkan kelainan atau gejala karena masih dalam batas-batas wajar masih dapat di toleransi ginjal dan (Pranandari. Mcclellan dan Flanders . membuktikan bahwa faktor risiko gagal ginjal salah satunya adalah usia yang lebih tua. Menurut dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo, didapatkan variasi nilai GFR yang tertera pada tabel 4, yaitu sebanyak 55 pasien atau sebesar 55%, pasienn memiliki diagnosis gangguan fungsi ginjal tahap 5 atau ESRD (End Stage Renal Diseas. Penyebab yang terjadi pada gagal ginjal stage 5 dapat disebabkan oleh hipertensi melalui suatu proses yang mengakibatkan hilangnya sejumlah nefron fungsional yang progresif dan memiliki sifat irreversible (Guyton an Hall,2. Berdasarkan tabel 5, yaitu pada penggunaan golongan diuretik berupa furosemid sebanyak 80 kali . %), diikuti dengan penggunaan CCB berupa amlodipin berjumlah 72 kali . %), dan juga paling banyak ke 3 yaitu penggunaan golongan ARB berupa valsartan berjumlah 29 kali . %). Maka dapat disimpulkan bahwa pemakaain golongan diuretik paling banyak digunakan oleh kasus hipertensi pada kasus gangguan fungsi ginjal. Hal ini sesuai dengan hasil dari penelitian yang dilakukan di RSUD PANDAN ARANG BOYOLALI dimana penggunaan obat yang paling banyak diberikan yaitu penggunaan amlodipin yaitu berjumlah 66,6% dan irbesartan sebesar 26,66%. (Rahim. Namun, pada kenyataannya tidak sesuai apabila furosemid diberikan pada lini pertama pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal menurut pedoman JNCVi, karena lini pertama yaitu berupa ACEi atau ARB, lalu apabila tekanan darah masih belum tepat sasaran selanjutnya diberikan diuretik (Wirayukti, 2. Penggunaan antihipertensi secara monoterapi tertera pada tabel 6 menunjukan bahwa terdapat 31 % menggunakan monoterapi Pemakaian mononterpi paling banyak diberikan yaitu diuretik untuk penggunaan monoterapi pada pasien gangguanfungsi Pada pengeskkreisan furosemid sekitar 66% dalam bentuk bebas melalui ginjal (Shargelet al,2. dengan waktu paruh 0,3-1,5 jam pada pasien dengan JURNAL KEDOKTERAN YARSI 30. : 37-44 . p-ISSN : 0854-1159. e-ISSN: 2460-9382 fungsi ginjal normal, 1,9A0,1 jam pada pasien gangguan fungsi ginjal dan 2,3 A 0,4 jam pada pasien serosis (Brater,1. Meskipun waktu paruh pada furosemid pada pasien gangguan fungsi ginjal penyesuaian dosis furosemid untuk pasien gagal fungsi ginjal tidak dihitung dengan persamaan farmakokinetik, tetapi berdasarkan respon klinis pasien (Anderson ,2. Pada penelitian yang dilakukan di Rumash Sakit X pada tahun monoterapi berupa furosemid menjadi pilihan yang paling banyak di gunakan (Salwa, 2. Penggunaan obat dengan dengan loop diuretic berupa furosemid digunakan pada pasien gangguan fungsi ginjal karena dapat meningkatkan pengeluaran sodium hingga 20% dan karena nilai efikasinya tidak memilki ketergantungan pada glomerular filtration rate (GFR). Terdapat manfaat berupa efek samping yang jarang muncul pada (Dussol,etal. ,2. Pemakaian paling sering diberikan yaitu diuretik Pada penggunaan obat secara kombinsai disebabkan karena terdapat pengaruh pada absrobsi misalnya pada furosemid dimana bioafailabilitas hanya 63,8%. Waktu diperlama dengan adanya kejadian (Vasavada,etal,2. Pada pemberian kombinasi menurut KDIGO untuk mendapatkan efek antihipertensi dan menggunakan ACEi dan ARB dan juga dilengkapi dengan diet rendah natrium atau dapat dengan diuretik, pemberian lain yang dapat diberikan yaitu kombinasi BB CCB ACEi atau ARB. UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih